Psoriasis Presus

  • View
    105

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Psoriasis Presus

PRESENTASI KASUS

PSORIASIS VULGARIS

Rintang Rengganis 20070310068

IDENTITAS PASIEN

Nama Usia Pekerjaan (mengepalai perhotelan) Agama Alamat

:Tn. AW : 59 tahun : Guru SMK jurusan : Katolik : Ngawen 4/6 ds.Mangunsari dt.Salatiga. : 09-10-156816 : 1 Maret 2013

kc.Sidomukti No. CM Tanggal periksa

ANAMNESIS

Keluhan utama: gatal di kepala dan punggung RPS: seorang pria, 59 tahun datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Salatiga pada tanggal 1 Maret 2013 dengan keluhan gatal pada kulit kepala bagian depan dan belakang yang oleh pasien sering di lepas berbentuk seperti ketombe. Gatal juga dirasakan di punggung bawah dan pantat. Awal muncul berupa mlenting-mlenting kecil-kecil gatal di punggung bawah, kemudian tak berselang lama timbul juga di kepala digarukmelebar dan banyak. Koebner phenomen (+) Gejala ini mulai dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya lesi di punggung berupa mlenthing merah yang gatal kemudian digaruk semakin lama semakin banyak dan menyebar. Lesi di kepala muncul pertama di belakang kepala lalu semakin lama timbul di depan kepala. Pasien sering mengelupas lapisan putih diatasnya (yang disebutnya ketombe) serta digaruk (gatal). Pasien belum pernah berobat ke pusat pelayanan kesehatan. Oleh bidan diberi obat indoson cream dioles di lesi, sempat membaik sebentar, obat habis tidak diobati lagi sampai sekarang. Semakin lama lesi semakin banyak

RPD: riwayat penyakit yang sama (-), penyakit kulit lain (-),riwayat alergi obat(-) makanan (-), rhinitis, asma disangkal. Riwayat bronkhitis (+) kambuh (-), konsumsi obat-obatan jangka panjang (-). Riwayat opname (+), operasi (-). RPK: riwayat penyakit yang sama (-), riwayat keluarga dengan alergi disangkal. RP.Sosial: stress pekerjaan (+) dominan.

PEMERIKSAAN DERMATOLOGI

KU: baik, compos mentis Predileksi: scalp, belakang telinga dan rambut bagian belakang UKK: tamplak lesi hiperpigmentasi, dengan permukaan halus, berlapis skuama, batas tegas, tepi teratur, Phenomena autspitz (+), mengkilat. Predileksi: punggung bawah dan pantat kanan atas UKK: tampak lesi plakat eritema berbentuk koin sebanyak 5 buah pinggir teratur, mengkilat, berskuama, batas tegas, permukaan kasar. Phenomena autspitz (+)

DIAGNOSIS BANDING

I. Dermatitis Seboroik capitis II. Psoriasis vulgaris Sifilis

psoriasiformis (sifilis stadium II) Parapsoriasis Tinea corporis Dermatitis numularis Neurodermatitis Dermatofitosis ( Tinea capitisdi DD dengan psoriasis tipe flavosa)

PEMERIKSAAN PENUNJANG Bertujuan menganalisis penyebab psoriasis

Darah rutin, kimia darah, gula darah kolesterol

dan asam urat Pemeriksaan adanya fenomena Koebner Untuk menyingkirkan DD :Pemeriksaan dengan KOH STSF

Dermatitis Seboroik

Sinonim: seborrheic eczema, dermatitis seborrhoides. Peradangan kulit pada daerah yang banyak mengandung kelenjar sebasea

keluhan: Gatal tu berkeringat, rambut rontok.UKK: Makula eritematosa ditutup papulmiliar batastak tegas, squama halus putih berminyak, kadangada erosi dengan krusta kering kekuningan

Kapitis (rambut sampai retroaurikular) bayi dan anak

Fasii (daerah mulut, palpebra, sulkus nasolabial dan

dagu)

Corporis (daerah presternal dan infraskapula), intertrigo (aksila, infra-mamae, umbilikus, lipat paha, glutea)

Lipatan (inframamae, ketiak, perineum, infra mamae)

predileksi, yaitu daerah ketiak, dada, pubis, antara scapula dan kulit kepala yang berambut. Dermatitis seboroik berbeda dengan psoriasis karena skuamanya berminyak dan kekuningkuningan dan bertempat predileksi pada tempat yang seboroik. Pada psoriasis tidak ada keluhan gatal.

Sifilis psoriasiformis

Berupa papul-papul berskuama yang terdapat di pinggir (koleret) disebut papuloskuamosa yang muncul bersama-sama dengan roseola (eritema makular, berbintik-bintik atau berbercak-bercak merah tembaga, bentuknya bulat atau lonjong). Sehingga mirip psoriasis. Jika papul-papul menghilang dapat meninggalkan bercak-bercak hipopigmentasi leukoderma sifilitikum yg akan hilang perlahan. Lentikular, likenoid. Lanjut: bersifat setempat, dpt arsinar, sirsinar, polsiklik, dan korombiformis. Dahiarsinar/sirisinarkorona venerik Predileksi: sudut mulut, ketiak, bawah mamae, dan alat genital (kondiloma lata).

Lesi berupa skuama berwarna coklat sampai tembaga. Skuama tidak berlapis-lapis dan tidak terasa gatal. Lues stadium II ini selalu disertai demam pada malam hari (Dolores nocturnal), pembesaran kelenjar regional menyeluruh dan pemeriksaan serologis untuk sifilis memberikan hasil positif. Sifilis stadium II dapat menyerupai psoriasis dan disebut sifilis psoriasiformis. Penyakit tersebut sekarang jarang terdapat, perbedaannya pada sifilis terdapat sanggama tersangka (coitus suspectus), pembesaran kelenjar getah bening menyeluruh, dan tes serologik untuk sifilis (T.S.S.) positif (Djuanda, 1999 ; Suyoto, 2005)

parapsoriasis

Tanpa keluhan, ukk eritema dan skuama, berkembang berlahan-lahan,perjalanannya kronik P.gutata: pria dewasa muda, ruam papul miliar lentikular, eritema dan skuamosa dapat hemoragik kadang berkonfulens, simetrik. Gambaran klinis mirip varicela, dapat ditemukan vesikel, papulonekrotik dan krusta. Jika sembuh meninggalkan sikatrik spt variola. Predileksi: p.variegata( bahu,tungkai spt zebra), p.en paque:badan, ekstremitas, dengan permukaan datar bulat lonjong dengan sedikit skuama merah jambu, coklat,agak kuning berkembang jadi mikosis fungoides. Beda dgn psoriasis karena psoriasis skuamanya tebal,kasar, berlapis-lapis, dan terdapat fenomena tetesan lilin dan Auspitz selain itu gambaran histopatologiknya berbeda.

dermatofitosisPenyakit pada jaingan yang mengandung zat tanduk, mis. Stratum korneum pada epidermis, rambut dan kuku yang disebabkan oleh gol jamur dermatofita. Sering ditandai dengan lesi yang bagian tengah sembuh dan aktif pada tepinya ( Tinea capitisdi DD dengan psoriasis tipe flavosa) Tinea corporispada tempat predileksi (scalp, lipatan-lipatan kulit, mis. Belakang telinga, daerah nasolabial. Psoriasispredileksi di daerah ekstensor, lutut, silku, punggung, kulit kepala berambut. Lekukan-lekukan pada kuku Nail pits (lekukan-lekukan pada kuku) pada tinea unguium (-) pada psoriasis (+).

Pitiriasis Rosea

Sinonim: Penyakit Gilbert, Pityriasis maculata et circinata

Etiologi : diduga karena

virus (self limited disease)

suatu dermatosis yangditandai dengan erupsi papulo-skuamosa akut

Predileksi : tersebar seluruh tubuh terutama pada tempat

yang tertutup pakaian

Subjektif Gatal ringan sampai berat, timbul bercak pada tubuh

terutama daerah yang tertutup pakaian berbentuk bulatpanjang mengikuti lipatan kulit. Objektif lesi pertama berupa makula eritematosa bentuk oval /bulat diameter 2-5cm dengan Sumbu memanjang mengikuti lipatan kulit dan kadang-kadang menyerupai gambaran pohon

cemara disebut Herald patch/ medallion/ mother patchGambaran histopatolgi Tidak spesifik. Epidermis spongiosis dan vesikel juga terbentuk parakeratosis (inti pada lapisan

UKK: Lesi berbentuk bulat atau bulat lonjong dengan sumbu panjang mengikuti garis lipatan kulit, eritem, tepi meninggi dan tertutup skuama halus

Adanya herald patchDistribusi menyerupai pohon cemara Bedanya psoriasis susunan ruam tidak sejajar dengan costa dan lipatan kulit, lesi inisial dan lesi berikutnya ukurannya hampir sama.

Liken planus papul-papul berwarma merah biru berskuama

DIAGNOSIS

Psoriasis vulgaris

TERAPIR/ Cetirizine tab No.VII S 1 dd tab 1 (malam) R/ Inerson 10 Asam salisilat 5% mfla cum ointment dtd pot I S 3 dd u.e

Cetirizine

Cetirizine adalah obat antialergi generasi terbaru dengan bahan aktif Cetirizine Dihidroklorida Cetirizine melintasi penghalang darah-otak hanya sedikit, menghambat kemotaksis eosinofil pemberian 10 mg tablet , sekali sehari selama 10 hari, tingkat serum rata-rata puncak 311 ng / mL. Puncak level darah untuk 0,3 ug/ml dicapai antara 30- 60 menit setelah pemberian Cetirizine 10 mg. Waktu paruh plasma kira-kira 11 jam. Pengeluaran melalui ginjal 30 ml/menit dan waktu paruh ekskresi kira-kira 9 jam. Cetirizine terikat kuat pada protein plasma. Efek samping: Kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan, Pusing, Retensi urin, penglihatan kabur, mimpi buruk, reaksi hipersensitif Indikasi :urtikaria idiopatik kronik,pruritus (gatal) Kontra Indikasi :Wanita menyusui, karena kandungan aktif cetirizine diekskresi pada air susu ibu.

inerson

Indikasi: Berbagai macam eksema, dermatitis dan psoriasis. Kontra Indikasi: - Penderita yang hipersensitif terhadap Desoximetasone. - Reaksi kulit terhadap vaksinasi, t.b.c kulit. - Penyakit kulit karena virus.

EFEK SAMPING: Pada pengobatan jangka panjang dengan preparat yang mengandung kartikosteroid, dapat timbul gejala-gejala hipopigmentasi, atropi kulit dan stria. Kadang kala juga terjadi iritasi kulit seperti rasa gatal dan rasa panas. PERINGATAN/PERHATIAN: - Cegah penggunaan pada mata. - Hindari pemakain yang luas atau lama pada kehamilan. - Bila terjadi reaksi iritasi, hentikan pengobatannya. - Pengobatan pada daerah kulit yang luas dan/atau jika digunakan dalam waktu yang lama, dapat timbul efek sistemik yang disebabkan oleh penyerapan kartikosteroid melalui kulit.

KOMPOSISI: Tiap gram salep mengandung: Desoximetasone .....................................2,5 mg KHASIAT: INERSON mengandung Desoximetasone, suatu kortikosteroid yang mempunyai khasiat sebagai antiflogistik, antipruritik.

ATURAN PAKAI: Oleskan tipis-tipis, sehari 2 3 kali pada tempat yang gatal, lalu gosok sampai merata.

Treatment

Pada kasus diberikan pengobatan berupa: Cetirizine 10mg 1x1 tab diminum malam hari sebagai antihistamin, antipruritus. Inerson 10 cream dan asam salisilat