Proposal Tutorial 8 Blok 7 FIX! BISMILLAH

  • View
    18

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

awek

Text of Proposal Tutorial 8 Blok 7 FIX! BISMILLAH

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di Indonesia penyakit infeksi menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian anak dibawah usia lima tahun (balita). Sebagian besar penyakit infeksi pada anak balita telah berhasil dicegah melalui Program Pengembangan Immunisasi (Expanded Program Immunization atau EPI) sehingga angka kejadian penyakit infeksi mulai menurun. Sejalan dengan penurunan tersebut, angka kematian bayi dan anak juga telah mengalami penurunan secara nyata.Penurunan ini sebagian besar adalah kontribusi program imunisasi terhadap penyakit tetanus neonaturum, tuberkulosis, dan campak. Namun demikian sulit dipahami, mengapa pergeseran urutan penyebab kematian dari penyakit infeksi ke penyakit lainnya di Indonesia sangat lambat dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. (Ranuh, 2008)Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak kita terpajan pada antigen yang serupa, tidak terjadi penyakit.Dilihat dari cara timbulnya maka terdapat dua jenis kekebalan, yaitu kekebalan pasif dan kekebalan aktif. Kekebalan pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh, bukan dibuat oleh indivindu itusendiri. Contohnya adalah kekebalan pada jenis yang diperoleh dari ibu, atau kekebalan yang diperoleh setelah pemberian suntikan imunoglobulin, kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi, atau terpajan secara alamiah, kekebalan aktif biasanya berlangsung lebih lama.Tujuan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi). (Ranuh, 2008)Imunisasi adalah proses menginduksi imunitas secara buatan baik dengan vaksinasi (imunisasi aktif) maupun dengan pemberian antibodi (imunisasi pasif). Imunisasi aktif menstimulasi sistem imun untuk membentuk antibody dan respon imunseluler yang melawan agen penginfeksi, sedangkan imunisasi pasif menyediakan proteksi sementara melalui pemberian antibodi yang diproduksi vaksinasi, yang merupakan imunisasi aktif, ialah suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan antigen dari suatu patogen yang akan menstimulasi sistem imun dan menimbulkan kekebalan sehingga nantinya anak yang telah mendapatkan vaksinasi tidak akan sakit jika terpajan oleh antigen serupa. Antigen yang diberikan dalam vaksinasidibuat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit, namun dapat memproduksi limfosit yang peka, antibodi. Imunisasi pasif dilakukan dengan memberikan imunoglobulin yang berasal dari plasma donor. Pemberian imunisasi pasif hanya memberikan kekebalan sementara karena imunoglobulin yang diberikan akan dimetabolisme oleh tubuh. ( Riska, 2008)Blok VII, Sistem Pertahan Tubuh dan Infeksi merupakan salah satu blok yang harus dijalankan oleh mahasiswa di semester II agar mengetahui dan memahami bagaimana sistem pertahanan tubuh terhadap agen-agen infeksius penyebab penyakit. (Arsyad,K.M.dkk, 2013) Sehubungan dengan itu, maka salah satu kegiatan TPP yang dilaksanakan pada blok ini adalah melakukan pengamatan/observasi teknik imunisasi di Posyandu Puskesmas Seberang Ulu II.1.2 Rumusan Masalah1. Apa saja jenis-jenis vaksin imunisasi di Puskesmas Seberang Ulu II ?2. Apa saja bentuk sediaan vaksin imunisasi di Puskesmas Seberang Ulu II ?3. Apa saja kontra-indikasi dalam pemberian vaksin imunisasi yang sering terjadi di Puskesmas Seberang Ulu II ?4. Apa efek samping dari pemberian vaksin imunisasi yang sering terjadi di Puskesmas Seberang Ulu II ?5. Bagaimana jadwal pemberian imunisasi di Puskesmas Seberang Ulu II ?6. Bagaimana teknik pemberian imunisasi di Puskesmas Seberang Ulu II ?7. Bagaimana teknik penyimpanan vaksin di Puskesmas Seberang Ulu II ?8. Apa saja jenis penyakit infeksi terbanyak yang terjadi di Puskesmas Seberang Ulu II

0. Tujuan0. Tujuan UmumTujuan umum pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk melaksanakan tugas pengenalan profesi blok delapan yaitu Pengamatan/Observasi Teknik Imunisasi di Posyandu Puskesmas Seberang Ulu II

0. Tujuan KhususTujuan khusus pelaksananaan kegiatan ini antara lain agar mahasiswa :1. Untuk mengetahui jenis-jenis sediaan vaksin imunisasi di Puskesmas Seberang Ulu II.2. Untuk mengetahui jenis-jenis dan bentuk sediaan vaksin imunisasi di Puskesmas Seberang Ulu II.3. Untuk mengetahui kontra-indikasi dalam pemberian vaksin imunisasi yang sering terjadi di Puskesmas Seberang Ulu II.4. Untuk mengetahui efek samping dari pemberian vaksin imunisasi yang sering terjadi di Puskesmas Seberang Ulu II.5. Untuk mengetahui jadwal pemberian imunisasi di Puskesmas Seberang Ulu II.6. Untuk mengetahui teknik pemberian imunisasi di Puskesmas Seberang Ulu II.7. Untuk mengetahui teknik penyimpanan vaksin di Puskesmas Seberang Ulu II.8. Untuk mengetahui jenis-jenis penyakit infeksi yang banyak ditemukan di Puskesmas Seberang Ulu II.

0. Manfaat KegiatanAdapun manfaat yang akan diperoleh dalam kegiatan ini antara lain :1. Agar mahasiswa mampu mengetahui bahwa imunisasi merupakan salah satu program dalam upaya penanggulangan penyakit infeksi.2. Agar mahasiswa mampu mengetahui jenis-jenis vaksin yang diberikan di posyandu dalam penanggulangan penyakit infeksi.3. Agar mahasiswa mampu mengetahui jadwal pemberian imunisasi.4. Agar mahasiswa mampu mengetahui teknik pemberian imunisasi.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Imunisasi2.1.1 Pengertian ImunisasiImunisasi adalah prosedur untuk meningkatkan derajat imunitas, memberikan imunitas protektif dengan menginduksi respon memori terhadap pathogen tertentu/ toksin dengan menggunakan preparat antigen non virulen/non toksik. Imunisasi merupakan suatu cara untuk memberikan kekebalan kepada seseorang secara aktif terhadap penyakit menular melalui vasin dengan memasukkan vaksin dalam tubuh bayi atau anak. (Markum, 2000)Pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu (Soematri, 2005) sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi. Antibodi ini berfungsi melindungi terhadap penyakit. (Atikah, 2010) Imunisasi biasa dilakukan kepada balita. Terdapat beberapa jenis pemberian imunisasi tehadap bayi atau anak - anak. Pemberian imunisasi ini dinamakan imunisasi dasar lengkap.Yang dimaksud dengan imunisasi dasar lengkap adalah pemberian imunisasi BCG 1x, hepatitis B 3 x DPT 3x, polio 4x dan campak 1x sebelum bayi berusia 1 tahun. (Depkes RI, 2005)

2.1.2 Sejarah Imunisasi di IndonesiaSejarah Imunisasi di Indonesia telah dimulai sejak abad ke-19 yang dilaksanakan untuk pemberantasan penyakit cacar. Program Imunisasi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan telah mencapai banyak keberhasilan selama empat dekade terakhir. (Margarina, 2010)Imunisasi berasal dari kata imun yang berasal dari bahasa latin, immunitas yang berarti pembebasan atau kekebalan. Imunisasi adalah salah satu upaya tindakan medis yang paling efektif dan efisien. Imunisasi merupakan teknologi yang sangat berhasil di dunia kedokteran oleh Katz (1999) dikatakan imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini. (Margarina, 2010) Pada tahun 1974, cakupan imunisasi di Indonesia baru mencapai 5% sehingga pemerintah pada tahun 1977 menyelenggarakan PPI atau Expanded Program on Immunization (EPI). Program PPI merupakan program pemerintah dalam bidang imunisasi guna mencapai komitmen internasional dalam rangka percepatan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada akhir tahun 1982. (Margarina, 2010)Cakupan imunisasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga setiap tahun minimal 3 juta anak dapat terhindar dari kematian dan sekitar 750.000 anak terhindar dari kecacatan. Keberhasilan pemerintah dalam mecapai UCI secara nasional dapat dicapai pada tahun 1990 dengan cakupan imunisasi mencapai 90%. (Margarina, 2010) Program imunisasi melalui PPI ini memiliki tujuan akhir (ultimate goal) sesuai dengan komitmen internasional melalui Global Programme for Vaccines and Immunization (GPVI), yaitu : Eradikasi Polio (ERAPO) Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (Maternal and Neonatal Tetanus Elimination/MNTE) Reduksi Campak (RECAM) Peningkatan mutu pelayanan imunisasi Penetapan standar pemberian suntikan yang aman (safe injection practices) Keamanan pengelolaan limbah tajam (safe waste disposal management)

Keberhasilan Indonesia dalam penyelenggaraan program imunisasi mampu menarik perhatian dunia. Sehingga Indonesia terlibat dalam mewujudkan aksebilitas, keterjangkauan dan akuntabilitas imunisasi di tingkat global. (Margarina, 2010).

2.1.3 Tujuan dan Manfaat ImunisasiProgram imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan pada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit. (Markum, 2002)Tujuan pemberian imunisasi dengan memberikan vaksin ialah :1. Untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar. (Depkes RI, 2005)2. Memberikan kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yaitu Polio, campak, Difteri, Pertusis, Tetanus, TBC dan Hepatitis B (Depkes RI, 2005)Selain itu, imunisasi juga memiliki manfaat yang besar. Manfaat imunisasi tidak hanya dirasakan oleh pemerintah dengan menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, tetapi juga dirasakan oleh: 1. Untuk anak : mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian.2. Untuk keluarga : menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan yang akan dikeluarkan bila anak sakit. Hal ini mendorong penyiapan keluarga yang ter