of 53 /53
GAMBARAN PERSALINAN DENGAN METODE SEKSIO SESAREA DI RSUD JAYAPURA TAHUN 2012 SUPARMAN 0090 840 049 Dosen Pembingbing 1. Dr. Daniel H. Usmany , Sp.OG 2. Dr. dr. Grace D. Kandou, Mkes

PREVALENSI PERSALINAN DENGAN METODE SEKSIO SESAREA DI RSUD.pptx

Embed Size (px)

Citation preview

PowerPoint Presentation

GAMBARAN PERSALINAN DENGAN METODE SEKSIO SESAREA DI RSUD JAYAPURA TAHUN 2012SUPARMAN0090 840 049

Dosen PembingbingDr. Daniel H. Usmany , Sp.OGDr. dr. Grace D. Kandou, MkesPENDAHULUANPeningkatan angka seksio sesarea terjadi di negara maju maupun negara berkembang, angka seksio sesarea di Indonesia juga sangat signifikanPeningkatan tajam angka kelahiran dengan cara seksio sesarea ini, Selain dikarenakan faktor medis dan juga nonmedis ada faktor lain yang mempengaruhi peningkatan seksio sesarea, yaitu usia ibu, meluasnya pengenalan gawat janin dan kemajuan dalam teknik operasi serta penggunaan obat-obat antibiotika dan anastesi.

Seksio sesarea memiliki dua indikasi yaitu medis dan non-medis. Indikasi merupakan syarat-syarat yang harus dipenuhi yang nantinya akan menentukan perlu tidaknya tindakan dilakukan. Seksio sesarea umumnya dilakukan atas indikasi medis ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan karena berisiko kepada komplikasi medis lainnya. Akan tetapi beberapa wanita memutuskan untuk dilakukan seksio sesareaMereka memutuskan dilakukan seksio sesarea karena takut terhadap komplikasi yang berhubungan dengan persalinan pervaginamPadahal, seksio sesarea memberikan risiko yang cukup besar, bukan hanya untuk ibu tetapi juga untuk janin.Standar Pelayanan Rumah SakitTUJUAN PENELITIANMANFAAT PENELITIANTINJAUAN PUSTAKAJenis PersalinanJenis Seksio SesareaTeknik Pembedahan Seksio SesareaDua teknik utama pembedahan seksio sesarea adalah seksio sesarea klasik dan segmen bawah. Teknik pembedahan seksio sesaria klasik kini jarang dilakukan, karena mengakibatkan kehilangan jumlah darah yang jauh lebih banyak.

Teknik pembedahan seksio sesarea segmen bawah dapat dilakukan melalui insisi vertikal atau insisi transversal. Insisi transversal lebih popular karena lebih mudah dilakukan dan juga kehilangan darah yang jauh lebih sedikit dan infeksi paska operasi yang jauh lebih kecil dan kemungkinan ruptur pada kehamilan berikutnya lebih kecil

Meskipun data ini tidak bisa mencerminkan seluruh kondisi yang ada di Indonesia, tetapi dapat menggambarkan bahwa angka persalinan dengan operasi seksio sesarea cukup tinggi terjadi di Indonesia.

Indikasi Seksio SesareaFaktor Lain Yang Mempengaruhi Seksio SesareaResiko Seksio SesareaSeksio sesarea memberikan risiko yang cukup besar, bukan hanya untuk ibu tetapi juga untuk janin. Ibu yang melahirkan melalui seksio sesarea memiliki risiko kematian lebih besar daripada persalinan pervaginam.

Risiko seksio sesarea bagi ibu adalah infeksi, perdarahan, trauma pada saluran urin, komplikasi anastesi. Risiko seksio sesarea untuk janin adalah takipnea, cedera (laserasi, memar, dan trauma lain) dan immatur paru-paru (merupakan risiko terbesar bagi janin yang dilahirkan sebelum waktunya).

METODE PENELITIANJenis PenelitianJenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan melihat data sekunder dari rekam medis di RSUD Jayapura pada Tahun 2012Lokasi dan Waktu PenelitianPenelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura mulai pada bulan Juni Agustus Tahun 2012

Populasi dan Sampel

PopulasiPopulasi untuk penelitian ini adalah semua ibu yang bersalin dengan metode seksio sesarea yang tercatat dalam rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura pada Tahun 2012SampelSampel adalah semua ibu yang bersalin dengan metode seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Tahun 2012

Variabel PenelitianVariabel yang digunakan adalah :UmurIndikasi Seksio SesareaIndikasi MedisIndikasi Non-medisDefinisi OperasionalSeksio sesarea adalah persalinan dengan tindakan operatif untuk mengakhiri kehamilan ibu baik karena indikasi medis ataupun karena indikasi non-medis sesuai dengan catatan yang ada pada kartu status ibu.

Proporsi adalah jumlah kejadian persalinan dengan metode seksio sesarea dari seluruh persalinan normal dalam satu tahun.Umur adalah usia ibu pada saat melahirkan sekarang ini, yang terdapat pada kartu status ibu yang dikategorikan atas:Umur resiko rendah (20-35 tahun)Umur resiko tinggi ( 35 tahun)

Indikasi seksio sesarea adalah merupakan suatu petunjuk untuk melakukan persalinan dengan seksio sesarea sesuai dengan status pasien, yang dapat dikelompokkan menjadi:

a. Indikasi Medisb. Indikasi Non MedisIndikasi medis dapat dikategorikan menjadi: Plasenta previa, solusio plasenta, disproporsi sefalo-pelvik (CPD), serotinus, partus lama, pre-eklampsia/eklampsia, malpresentase janin, gagal induksi, oligohidramnion, janin besar, condiloma akuminata, ketuban pecah dini (KPD), gawat janin, primimuda, primitua dan metoda operasi wanita (MOW).b. Indikasi non medis adalah partus lewat seksio sesarea atas permintaan pasien sendiri dengan alasan pribadi.Metode Pengumpulan DataPengumpulan data dilakukan dengan memakai data skunder yang diperoleh dari rekam medik di RSUD Jayapura tahun 2012.Teknik Analisis DataTeknik analisis data dilakukan secara deskriptif dimana data akan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Hasil PenelitianTabel 4.1 Proporsi Persalinan Dengan Metode Seksio Sesarea Tahun 2012No.Frekuensi Seksio SesareaJumlah Seluruh PersalinanPresentasi1.846188844,81 %Pada tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura tahun 2012 sebanyak 846 (44,81 %) dari 1888 persalinan (55, 19 %).Tabel 4.2 Distribusi Proporsi Persalinan dengan Metode Seksio Sesarea Berdasarkan Umur

No.Umur (tahun)Jumlahn%120-353564420276,123,9Total846100 %Pada tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea paling banyak pada kelompok umur 20 - 35 tahun yaitu sebesar 644 orang (76,1%) sedangkan kelompok umur < 20 dan > 35 tahun yaitu sebesar 202 orang (23,9%).

Tabel 4.3 Distribusi Proporsi Persalinan dengan Metode Seksio Sesarea Berdasarkan Indikasi di RSUD Jayapura Tahun 2012

No.Indikasi Seksio sesareaJumlahn%1Indikasi Medis83198,22Indikasi Non-medis151,8Total846100%Pada tabel 4.3 di atas dapat dilihat bahwa seksio sesarea berdasarkan indikasi medis adalah sebesar 831 orang (98,2 %) dan indikasi non-medis sebesar 15 orang (1,8 %).

Tabel 4.4 Distribusi Proporsi Persalinan dengan Seksio Sesarea Berdasarkan Indikasi Medis di RSUD Jayapura Tahun 2012

No.Indikasi MedisJumlahn%1Placenta Previa212,02Solusio Placenta30,33Ketuban Pecah Dini (KPD)1059,84Cephalopelvic Disproportion (CPD)575,35Malpresentasi Janin817,56Partus Lama797,47Oligohidramnion222,08HIV / AIDS (B 20)191,89Seksio Sesarea Sebelumnya28526,510Gagal Induksi242,2Lanjutan..11Gawat Janin787,312Intra Uterina Fetal Death (IUFD)131,213Metoda Operasi Wanita (MOW)827,614Serotinus363,415Pre-eklampsia/ Eklampsia1059,816Primimuda30,317Primitua141,318Janin Besar272,519Condiloma Akuminata50,520Varises Vagina20,221Tumor Vagina10,122Lilitan Tali Pusat20,223Riwayat Asma20,224Riwayat Epilepsi10,125Riwayat Operasi Jantung10,126Hydrocephalus10,127Post Laparatomy20,228Portio Oedem30,3Total1074100 %Pada tabel 4.4 di atas dapat dilihat berdasarkan indikasi medis, proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea paling banyak adalah riwayat seksio sesarea sebelumnya sebesar 26,5 %, di ikuti ketuban pecah dini (KPD) dan pre-eklampsia/ eklampsia masing- masing sebesar 9,8 %,......metoda operasi wanita (MOW) sebesar 7,6 %, malpresentasi janin sebesar 7,5 %, partus lama sebesar 7,4 %, gawat janin 7,3 %, cephalopelvic disproportion (CPD) sebesar 5,3 %, serotinus sebesar 3,4 %, janin besar sebesar 2,5 %, oligohidramnion sebesar 2,0 %, plasenta previa sebesar 2,0 %, HIV / AIDS (B 20) sebesar 1,8 %, primitua sebesar 1,3 %, intra uterina fetal death (IUFD) sebesar 1,2 %, condiloma akuminata sebesar 0,5 %, solusio plasenta, portio oedem dan primimuda masing- masing sebesar 0,3 %, varises vagina, post laparatomy, lilitan tali pusat masing-masing sebesar 0,2 %, tumor vagina, riwayat epilepsi, riwayat asma, dan hidrocephalus masing- masing sebesar 0,1 %.

Lanjutan..PembahasanProporsi Persalinan Dengan Metode Seksio Sesarea di RSUD Jayapura Tahun 2012

Angka proporsi seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura ini telah melewati batas ketetapan seksio sesarea di Indonesia yaitu 20 % dari seluruh persalinan normal. Angka proporsi dengan metode seksio sesarea di RSUD Jayapura sebesar 44,81 %. Untuk memenuhi ketentuan tersebut perlu sekali dilakukan pemeriksaan yang teliti agar dapat ditegakkan diagnosa seksio sesarea sesuai dengan indikasi medis dan menghindari dilakukannya tindakan seksio sesarea atas permintaan ibu atau keluarga dan juga atas kemauan dokter.

Tingginya angka seksio sesarea ini oleh karena indikasi medis juga karena adanya permintaan ibu- ibu hamil agar melahirkan melalui operasi seksio sesarea saja, padahal tindakan seksio sesarea mempunyai resiko yang tinggi baik selama pembedahan maupun sesudahnya bahkan pada kehamilan dan persalinan berikutnya. Akibatnya jumlah kasus seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura melebihi batas ketetapan seksio sesarea di Indonesia yakni 20 %.

Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kejadian seksio sesarea adalah dengan mempersiapkan tenaga kesehatan yang terlatih dan terampil agar dapat melakukan deteksi dini dan pencegahan komplikasi pada ibu hamil selama kehamilan sehingga kemungkinan persalinan dengan seksio sesarea dapat diminimalkan dan dicegah sedini mungkin.

Distribusi Ibu Bersalin dengan Metode Seksio Sesarea Berdasarkan Umur

Tingginya proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea pada kelompok umur 20 35 tahun dikarenakan pada kelompok umur ini digolongkan sebagai usia yang cukup sehat sebagai seorang ibu untuk hamil dan melahirkan. Dari tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea paling banyak pada kelompok umur 20 - 35 tahun yaitu sebesar 644 orang (76,1%) sedangkan kelompok umur < 20 dan > 35 tahun yaitu sebesar 202 orang (23,9%). Kelompok umur ini juga sudah cukup matang baik secara fisik maupun fisiologis dalam menjalani proses kehamilan dan persalinan. Bila berada di bawah umur 20 tahun organ- organ reproduksi belum sempurna secara keseluruhan, sedangkan ibu yang berusia > 35 tahun dianggap beresiko karena pada usia ini ibu sudah mengalami penurunan fisik dan fisiologis, dan kebanyakan ibu pada usia ini biasanya hamil di luar rencana sehingga ibu tidak siap menerima kehamilannya.

Indikasi Seksio SesareaMeskipun indikasi non medis persalinan seksio sesarea di RSUD Jayapura hanya 1,8 % , namun hal ini dapat menjadi permasalahan karena tindakan seksio sesarea itu mempunyai resiko yang tinggi baik selama pembedahan maupun sesudahnya bahkan beresiko pada persalinan dan kehamilan berikutnya. Persalinan dengan metode seksio sesarea memiliki kemungkinan resiko 5 kali lebih besar terjadi komplikasi dibandingkan dengan persalinan normal.

Dari tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa ibu yang bersalin dengan metode seksio sesarea di RSUD Jayapura Tahun 2012, persentase terbanyak adalah dengan indikasi medis adalah sebesar 831 orang (98,2 %) dan indikasi non-medis sebesar 15 orang (1,8 %).Tingginya presentase indikasi medis oleh seksio sesarea sebelumnya ini, disebabkan oleh karna ibu yang pernah mengalami seksio sesarea sebelumnya, memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami ruptur uterin. Untuk memimalkan risiko ruptur uterin, ibu dianjurkan untuk dilakukan seksio sesarea.

Dari Tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa persentase terbanyak indikasi medis di lakukannya seksio sesarea adalah riwayat seksio sesarea sebelumnya yatu sebesar 26,5%, dan presentase yang paling kecil oleh tumor vagina, ibu dengan riwayat epilepsi, asma bronchial dan hidrocephalus masing-masing sebesar 0,1 %.KesimpulanProporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea paling banyak pada kelompok umur 20 - 35 tahun yaitu sebesar 644 orang (76,1%) sedangkan kelompok umur < 20 dan > 35 tahun yaitu sebesar 202 orang (23,9%).Proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura tahun 2012 sebanyak 846 (44,81 %) dari 1888 persalinan (55,19 %).Berdasarkan indikasi seksio sesarea diperoleh distribusi proporsi dengan jumlah terbanyak pada indikasi medis yaitu sebesar 98,2 % dan indikasi non medis sebesar 1,8 %. Berdasarkan indikasi medis, distribusi proporsi terbanyak terdapat pada riwayat seksio sesarea sebelumnya yaitu sebesar 26,5 %.

SaranPetugas kesehatan diharapkan mampu memberikan konseling mengenai bahaya yang ditimbulkan akibat operasi seksio sesarea sehingga masyarakat memahami dan angka kejadian bedah seksio sesarea dapat ditekan.

Perlu diadakan peningkatan penyuluhan dan pengawasan antenatal care (ANC) yang baik, sehingga nantinya dapat mengurangi indikasi medis untuk dilakukan tindakan seksio sesarea.Setiap ibu hamil perlu meningkatkan kesadaran untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin agar dapat mengenali tandatanda bahaya kehamilan sejak awal dan mengantisipasi masalah yang dapat timbul pada saat persalinan.Diharapkan akan ada peneliti yang dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan penambahan variabel independen lainnya seperti pekerjaan, pendidikan, sosial ekonomi, pengetahuan, frekuensi kunjungan antenatal dan lainlain.TERIMAKASIH