Presus IKM

  • View
    22

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ikm

Text of Presus IKM

PRESENTASI KASUSOSTEOARTHRITIS, HIPERURISEMIA, HIPERTENSI GRADE I, OBESITAS GRADE II, KATARAK SENILIS IMATUR DENGAN ASMA TERKONTROL PADA LAKI-LAKI LANSIA MANTAN PEROKOK BERAT DENGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI RENDAH SERTA POLA MAKAN KURANG BAIK DAN TINGKAT PENGETAHUAN RENDAH TENTANG PENYAKITNYA DALAM RUMAH TANGGA YANG TIDAK BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Kepaniteraan Klinikdi Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga Puskesmas Wirobrajan

Disusun oleh:NURKAMILA2009 031. 0092

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN KELUARGAFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA2014

LEMBAR PENGESAHAN

PRESENTASI KASUSOSTEOARTHRITIS, HIPERURISEMIA, HIPERTENSI GRADE I, OBESITAS GRADE I, KATARAK SENILIS IMATUR DENGAN ASMA TERKONTROL PADA LAKI-LAKI LANSIA MANTAN PEROKOK BERAT DENGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI RENDAH SERTA POLA MAKAN KURANG BAIK DAN TINGKAT PENGETAHUAN RENDAH TENTANG PENYAKITNYA DALAM RUMAH TANGGA YANG TIDAK BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Disusun oleh:Nurkamila20090310023

Hari/Tanggal: 19 November 2014Tempat: Puskesmas Wirobrajan

Dokter Pembimbing FakultasDokter Pembimbing Puskesmas

dr. Oryzati Hilman, MSc.CMFMdr. Nurzammi

Mengetahui,Kepala PuskesmasWirobrajan

dr. Iva Kusdyarini

vi

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan presentasi kasus ini dengan judul Osteoarthritis, Hiperurisemia, Hipertensi Grade I, Obesitas Grade I, Katarak Senilis Imatur dengan Asma Terkontrol Pada Laki-Laki Lansia Mantan Perokok Berat dengan Tingkat Sosial Ekonomi Rendah Serta Pola Makan Kurang Baik Dtan Tingkat Pengetahuan Rendah tentang Penyakitnya dalam Rumah Tangga Yang Tidak Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat. Presentasi kasus ini disusun untuk memenuhi sebagian syarat untuk menyelesaikan kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kedokteran Keluarga di Puskesmas Wirobrajan.

Penulis menyadari selesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:1. dr. Iva Kusdyarini, selaku Kepala Puskesmas Wirobrajan2. dr. Oryzati Hilman, MSc.CMFM selaku dosen pembimbing profesi3. dr. Nurzammi, dr. Nur Wahyuningsih, dr. Annisah, dr. Rally Galang Pratama Putra selaku dokter pembimbing puskesmas4. Seluruh staf dan karyawan Puskesmas Wirobrajan5. Semua pihak yang telah mendukung penulisan laporan iniDalam penulisan laporan ini penulis masih memiliki banyak kekurangan. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk menyempurnakan laporan ini.

Yogyakarta, November 2014 Penyusun,

Nurkamila

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHANiKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiDAFTAR TABELviBAB I71.Latar Belakang Masalah72.Profil Puskesmas Wirobrajan83.Perumusan Masalah104.Tujuan Penulisan105.Manfaat Penulisan11BAB II TINJAUAN PUSTAKA121.OSTEOARTHRITIS12A.Definisi12B.Faktor risiko12C.Epidemologi13D.Tanda dan Gejala13E.Patofisiologi14F.Diagnosis15G.Penatalaksanaan152.HIPERTENSI17A.Definisi17B.Faktor risiko17C.Etiologi dan Klasifikasi19D.Patofisiologi20E.Penatalaksanaan203.OBESITAS23A.Definisi23B.Faktor risiko23C.Epidemologi23D.Klasifikasi23E.Patofisiologi dan etiologi24F.Penatalaksanaan244.ASMA BRONKIAL25A.Definisi25B.Faktor risiko25C.Epidemologi25D.Klasifikasi26E.Patofisiologi26F.Diagnosis26G.Penatalaksanaan265.KATARAK26A.Definisi26B.Klasifikasi26C.Patofisiologi26D.Diagnosis27BAB III LAPORAN KASUS281.Identitas282.Anamnesis283.Pemeriksaan Fisik314.Pemeriksaan Penunjang355.Riwayat Tekanan Darah366.Diagnosis Banding367.Diagnosis Kerja378.Penatalaksanaan37BAB IV391.Analisis Kasus392.Analisis Kunjungan Rumah403.Perangkat Penilaian Keluarga444.Diagnostik Holistik535.Manajemen Komprehensif53BAB V571.Kesimpulan572.Saran57DAFTAR PUSTAKA59

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Rekapitulasi 10 Besar Diagnosis Pasien Puskesmas Wirobrajan Periode 1 Oktober-31 Oktober 2014 (diunduhtanggal 13 November 2014)10Tabel 2 Klasifikasi Tekanan darah19Tabel 3 Kategori BMI Dewasa23Tabel 4 Terapi Farmakologis Obesitas (Unyer, 2010)25Tabel 5 Pemeriksaan ekstrimitas34Tabel 6 Riwayat Tekanan Darah36Tabel 7 Komponen illnes39Tabel 8 Anggota Keluarga44Tabel 9 Family APGAR46Tabel 10 Family SCREEM47Tabel 11 Family Life Line48Tabel 12 Indikator Rumah Sehat48Tabel 13 PUGS52Tabel 14 PHBS53

BAB IPENDAHULUAN

Latar Belakang MasalahOsteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi multifaktorial yang melibatkan faktor lingkungan, genetik, serta gaya hidup (lifestyle). Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan usia, karena itu disebut juga dengan penyakit sendi degeneratif di mana keseluruhan struktur sendi mengalami perubahan patologis. Hal ini ditandai dengan kerusakan kartilago hyalin sendi, meningkatnya ketebalan serta sklerosis dari lempeng tulang, pertumbuhan osteofit pada tepian sendi, meregangnya kapsula sendi, timbulnya peradangan dan melemahnya otot-otot yang menghubungkan sendi. (Fauci, 2008)Osteoartritis merupakan penyakit sendi pada orang dewasa yang paling umum di dunia. Menurut penelitian, satu dari tiga orang dewasa memiliki tanda-tanda radiologis yang mengarah ke OA. OA pada lutut merupakan tipe OA yang paling umum dijumpai pada orang dewasa, selain OA pada pinggul dan tangan (Felson, 2008). Prevalensi osteoartritis di Indonesia diperkirakan 34,3 juta orang pada tahun 2002 dan 36,5 juta orang pada tahun 2007. Diperkirakan 40 % dari populasi di atas 70 tahun menderita OA, dan 80 % pasien OA memiliki keterbatasan gerak dalam berbagai derajat, dari ringan hingga berat yang berakibat mengurangi kualitas hidup penderita karena prevalensi yang tinggi, bersifat progresif dan memiliki dampak sosio-ekonomik yang besar, baik di negara maju maupun berkembang. Penanganan maksimal yang diperlukan menjadikan peranan dokter keluarga sangat penting dalam penatalaksanaan penyakit pasien. Tidak hanya dari segi pengobatan saja, tetapi juga diperlukan penanganan yang berkesinambungan dan menyeluruh. Oleh karena itu diperlukan upaya yang nyata untuk dapat menjaga kualitas hidup pasien, mulai dari usaha pencegahan, promotif, kuratif hingga rehabilitatif serta tidak hanya mengobati pasien sebagai disease namun juga memperhatikan illness yang kemudian dapat muncul oleh karena penyakit yang diderita.

Profil Puskesmas WirobrajanBerdasarkan Profil Kesehatan Wirobrajan tahun 2013, kecamatan Wirobrajan memiliki satu puskesmas induk yaitu Puskesmas Wirobrajan dengan Puskesmas Pembantu Tegalmulyo. Puskesmas Wirobrajan terletak di kota Yogyakarta dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: 1. Sebelah utara: Kecamatan Tegalrejo2. Sebelah timur: Kecamatan Ngampilan dan Kecamatan Matrijeron3. Sebelah selatan: Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul4. Sebelag barat: Kecamatan Kasihan, Kabupaten BantulLuas wilayah Kecamatan Wirobrajan adalah 1,78 km2 dengan pembagian kelurahan menjadi tiga kelurahan yang terdiri dari: Kelurahan Pakuncen yang terletak di bagian utara dengan 58 RT dan 12 RW, Kelurahan Wirobrajan terletak di bagian tengah dengan 56 RT dan 12 RW, Kelurahan Patangpuluhan terletak di bagian selatan dengan 51 RT dan 10 RW.

Diagram 1 Grafik perbandingan luas wilayah Wirobrajan berdasarkan luas kelurahanJumlah penduduk Kecamatan Wirobrajan adalah 28.152 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 8.592 dan terdiri dari 165 RT, 34 RW, serta 36 posyandu. Sasaran kesehatan wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan yang mengacu pada Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Standar Pelayanan Medik seperti derajat kesehatan, keadaan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pelayanan kesehatan, dan perbaikan gizi masyarakat.Puskesmas Wirobrajan belum dilengkapi dengan fasilitas rawat inapmemiliki fasilitas ambulans dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang pada saat jam kerja dapat digunakan. Kegiatan pelayanan umum meliputi balai pengobatan umum (BPU), balai pengobatan gigi (BPG), balai kesehatan ibu dan anak/keluarga berencana (BKIA/KB), unit farmasi, unit kesehatan sekolah (UKS), konseling gizi, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan dan poli lanjut usia (lansia), konseling PHBS, konseling psikologi, dan konseling berhenti merokok.Dalam rangka memeuhi sasaran wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pelayanan kedokteran keluarga memiliki peranan penting. Pelayanan kedokteran keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh dan memusatkan pelayanannya pada keluarga sebagai satu unit dimana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur, jenis kelamin, bagian organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja. Pelayanan ini dijadikan sebagai penapis (gate keeper) terutama di tingkat pelayanan primer sehingga diharapkan dapat lebih efektif untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Berikut adalah rekapitulasi 10 besar diagnosis pada pasien yang berkunjung ke Puskesmas Wirobrajan 1 Oktober-31 Oktober 2014 :

Tabel 1 Rekapitulasi 10 Besar Diagnosis Pasien Puskesmas Wirobrajan Periode 1 Oktober-31 Oktober 2014 (diunduhtanggal 13 November 2014)NoKode DiagnosisNamaJumlah

1I10Hipertensi Primer462

2E11Type 2 : Non Insulin Dependen DM301

3J00Nasopharingitis Acute ( Common Cold )224

4R42Pusing kepala dan kepeningan112

5M25.5Arthalgia86

6Z27.3Need for immunization againts Diphtheria-Tetanus-Pertussis with Poliomyelitis [ DTP + polio ]70

7J02Pharingitis66

8Z34Pengawasan Kehamilan Normal64

9R50Demam yang sebabnya tidak diketahui61

10K30Dyspepsia61

Perumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang ditemukan di atas, masalah yang dapat dirumuskan adalah:1. Bagaimana pengaruh pola hidup yang tidak sehat dengan penyakit osteoartritis?2. Bagaimanakah pengaruh pengetahuan yang kurang terhadap penyakit osteoartritis dengan perkembangan penyakitnya?3. Bagai