of 40 /40
WRAP UP SKENARIO 2 BATUK DARAH Kelompok B8 Ketua : Saddam Fadhli (1102011250) Sekretaris : Putri Elinda Karina (1102013231) Anggota : Sri Atika Mayasari Putri (1102011263) Muhammad Rayhan (1102013183) Nadia Hardianti (1102013199) Nurul Astrid Rumbia (1102013219) Qonny Welendri (1102013237) Tri Intan Sari (1102013288) Wenny Damayanti (1102013299)

ppt respi sk 2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

yarsi

Citation preview

PowerPoint Presentation

WRAP UP SKENARIO 2BATUK DARAH Kelompok B8Ketua : Saddam Fadhli(1102011250)Sekretaris: Putri Elinda Karina(1102013231)Anggota: Sri Atika Mayasari Putri (1102011263) Muhammad Rayhan (1102013183) Nadia Hardianti(1102013199) Nurul Astrid Rumbia(1102013219) Qonny Welendri (1102013237) Tri Intan Sari (1102013288) Wenny Damayanti (1102013299)

BATUK DARAHSeorang laki-laki berumur 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk darah. Pada pemeriksaan didapatkan habitus asthenikus dan ronki basah halus yang nyaring pada apeks paru kanan. Hasil laboratorium didaptkan anemia, LED tinggi dan ditemukan bakteri tahan asam (BTA) pada pemeriksaan sputum. Hasil pemeriksaan foto thoraks ditemukan adanya infiltrat di apeks paru kanan. Dokter memberikan terapi obat anti tuberkulosis (OAT) dan menganjurkan keluarga serumah dengan beliau melakukan pemeriksaan serta menunjuk salah satu keluarga sebagai pengawas minum obat (PMO). Dan dokter juga mengajarkan etika batuk untuk mencegah penularan. SKENARIO 2LI. 1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Sistem Pernafasan BawahLO 1.1 Makroskopi Sistem Pernafasan BawahLO 1.2 Mikroskopi Sistem Pernafasan BawahLI. 2. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi PernafasanLI. 3. Memahami dan Menjelaskan Mycrobacterium LO 3.1 Klasifikasi MycrobacteriumLO 3.2 Morfologi dan Sifat Mycrobacterium TuberkulosisLI. 4. Memahami dan Menjelaskan Tuberkulosis ParuLO 4.1 Definiai Tuberkulosis ParuLO 4.2 KlasifikasiLO 4.3 Etiologi dan Faktor Resiko Tuberkulosis ParuLO 4.4 Patofisiologi dan Patogenesis Tuberkulosis ParuLO 4.5 Manifestasi Klinik Tuberkulosis ParuLO 4.6 Diagnosis dan Diangnosis Banding Tuberkulosis ParuLO 4.7 Penatalaksanaan Tuberkulosis ParuLO 4.8 Komplikasi Tuberkulosis ParuLO 4.9 Prognosis Tuberkulosis ParuLI. 5. Memahami dan Menjelaskan Epidemiologi Tuberkulosis ParuLO 5.1 Epidemiologi Tuberkulosis ParuLO 5.2 P2M Tuberkulosis ParuLI. 6. Memahami dan Menjelaskan Etika Batuk Dalam Islam SASARAN BELAJARMemahami dan Menjelaskan Anatomi Sistem Pernafasan Bawah

Makroskopi Sistem Pernafasan Bawah

Mikroskopi Sistem Pernafasan BawahTRACHEA

Terdiri dari bronkus ekstrapulmonal (struktur mirip trachea, diameter lebih kecil) danbronkus intrapulmonal (masih ada tulang rawan, lumen diliputi epitel bertingkat silindristorak bersilia dengan sel goblet). Terdapat kelenjar campur di lamina propria dan otot polosmengelilingi bronkus (bentuknya spiral).

BRONKUS

Tidak terdapat tulang rawan, terdiri dari epitel selapis torak bersilia dengan beberapa sel goblet. Tidak terdapat kelenjar. Masih dilapisi oleh otot polos.

BRONKIOLUS

Terdiri dari epitel torak bersilia atau kubis bersilia atau tanpa siliatanpa sel goblet. Terdapat sel clara yang mensekresi surfaktan.

BRONKIOLUS TERMINALIS

Peralihan antara bagian konduksi dan bagian respirasi, terdiri dariepitel selapis kubis bersilia dan terdapat sel clara. Adanya serat kolagen, elastin dan oto tpolos yang terputus putus. BRONKIOLUS RESPIRATORIUS

Berdinding tipis dan putus putus, biasanya dikelilingi sakus alveolaris (kantung yang dibentuk oleh 2 alveoli atau lebih) DUKTUS ALVEOLARIS

Kantung kecil yang dibentuk oleh selapis sel (seperti sarang tawon), melekat satu sama laindan dipisahkan oleh septum intraalveolaris. Setiap septum berisi satu atau lebih stigma alveolaris. Septum intraalveolaris terdiri atas 2 lapis epitel gepeng di dalamnya terdapat kapiler, serat elastin,kolagen, fibroblast dan serat retikulin ALVEOLUS

Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Pernafasan Ventilasi merupakan proses pertukaran udara antara atmosfer dengan alveoli. Proses ini terdiri dari inspirasi dan ekspirasi. Ventilasi terjadi karena adanya perubahan tekanan intra pulmonal.Ventilasi dipengaruhi oleh :Kadar oksigen pada atmosferKebersihan jalan nafasDaya recoil & complience (kembang kempis) dari paru-paruPusat pernafasan

Ventilasi Difusi dalam respirasi merupakan proses pertukaran gas antara alveoli dengan darah pada kapiler paru Proses pertukaran gas tersebut terjadi karena perbedaan tekanan parsial oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru.Difusi dipengaruhi oleh :Ketebalan membran respirasiKoefisien difusiLuas permukaan membran respirasiPerbedaan tekanan parsial Difusi Tansportasi adalah proses transportasi oksigen ke sel-sel yang membutuhkan melalui darah dan pengangkutan karbondioksida. Oksigen ditransportasikan dengan cara berikatan dengan Hb. Transportasi gas dipengaruhi oleh :Cardiac OutputJumlah eritrositAktivitasHematokrit darah

Transportasi

Pengukuran Kapasitas Vital Paru-paru Memahami dan Menjelaskan MycrobacteriumMycobacterium tuberculosisMycobacterium bovisMycobacterium avium Mycobacterium leprae Klasifikasi Mycrobacterium

Berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/um dan tebal 0,3-0,6/um. Sebagian besar dinding kuman terdiri dari asam lemak (lipid) , peptodiglikan dan arabinomman. Lipid inilah yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam (BTA) dan ia juga lebih tahan terhadap gangguan kimia dan fisis.

Morfologi dan Sifat Mycrobacterium Tuberkulosis Memahami dan Menjelaskan Tuberkulosis Paru Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinyaDefinisi Tuberkulosis Paru Klasifikasi berdasarkan tipe pasien :Kasus baru Kasus kambuh (Relaps)Kasus setelah putus berobat (Default )Kasus setelah gagal (failure)Kasus pindahan (Transfer In) Kasus lainWHO 1991 berdasarkan terapi membagi TB dalam 4 kategori yakni :Kategori IKategori II, Kategori IIIKategori IVKlasifikasi Tuberkulosis Paru Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Etiologi Tuberkulosis ParuStatus Gizi Umur Jenis KelaminFaktor Sosial Ekonomi Faktor Resiko Tuberkulosis Paru

Patofisiologi Tuberkulosis Paru Gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu:dahak bercampur darah,batuk darah, sesak nafas,badan lemas, nafsu makan menurun,berat badan menurun, malaise,berkeringat malam haritanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan Manifestasi Klinik Tuberkulosis Paru Diagnosis pasti Tuberkulosis ditegakkan dengan melalu berbagai pemeriksaan, yaitu:Pemeriksaan fisikPemeriksaan radiologi Pemeriksaan Laboratorium, meliputi:Pemeriksaan sputumPemeriksaan darah lengkapUji tuberculin

Diagnosis Tuberkulosis Paru Bronkopneumonia KankerPneumoniaAbses paruBronkiektasisPneumonia aspirasi

Diangnosis Banding Tuberkulosis Paru Pengobatan TBC pada orang dewasaKategori 1 : 2HRZE/4H3R3Diberikan kepada:Penderita baru TBC paru BTA positif.Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat.Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3Diberikan kepada:Penderita kambuh.Penderita gagal terapi.Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3Diberikan kepada:Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.Penatalaksaan Tuberkulosis Paru Cara pencegahan penularan penyakit TB adalah:Mengobati pasien TB Paru BTA positifMenganjurkan kepada penderita untuk menutup hidung dan mulut bila batuk dan bersin.Jika batuk berdahak, agar dahaknya ditampung dalam pot berisi lisol 5% atau dahaknya ditimbun dengan tanah.Meningkatkan kondisi perumahan danlingkungan.Penderita TB dianjurkan tidak satu kamar dengan keluarganya, terutama selama 2 bulan pengobatan pertama.Upaya untuk mencegah terjadinya penyakit TB:Meningkatkan gizi.Memberikan imunisasi BCG pada bayi.Memberikan pengobatan pencegahan pada anak balita yang tidak mempunyai gejala TB tetapi mempunyai anggota keluarga yang menderita TB Paru BTA positif.

Pencegahan Tuberkulosis ParuMenurut Depkes RI (2003), merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada penderita tuberculosis paru stadium lanjut yaitu :Hemoptisis berat Atelektasis BronkiektasisPneumotorak spontan Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, dan ginjal.Insufiensi kardio pulmoner

Komplikasi Tuberkulosis Paru Prognosis umumnya baik jika infeksi terbatas di paru, kecuali jika infeksi disebabkan oleh strain resisten obat atau terjadi pada pasien berusia lanjut, dengan debillitas, atau mengalami gangguan kekebalan yang berisiko tinggi menderita tuberkulosis miliare Prognosis Tuberkulosis Paru Memahami dan Menjelaskan Epidemiologi Tuberkulosis Paru Indonesia berada pada ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Estimasi prevalensi TB semua kasus adalah sebesar 660,000 (WHO, 2010) Angka MDR-TB diperkirakan sebesar 2% dari seluruh kasus TB baru (lebih rendah dari estimasi di tingkat regional sebesar 4%) 20% dari kasus TB dengan pengobatan ulangEpidemiologi Tuberkulosis Paru Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan tidak menular yaitu program pelayanan kesehatan Puskesmas untuk mencegah dan mengendalikan penular penyakit menular/infeksiTujuan program menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular. P2M Tuberkulosis Paru Memahami dan Menjelaskan Etika Batuk Dalam Islam Adapun cara Batuk yang benar yaitu:Langkah 1 : sedikit berpaling dari orang sekitar anda dan tutup hidung dan mulut atau hidung saat batuk dan bersin dengan menggunakan tissue, sapu tangan atau lengan bajuLangkah 2 : Segera baung tisu yang sudah dipakai kedalam tempat sampah Langkah 3 : Cuci tangan dengan menggunakan sabun atau menggunakan gel pembersih tangan Langkah 4 : gunakan masker

TERIMAKASIH