Perpres No. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN 2010-2014, Buku I: Prioritas Nasional

  • Published on
    18-Jun-2015

  • View
    12.626

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) TAHUN 2010 - 2014, BUKU I: PRIORITAS NASIONAL, DAN MATRIKS PRIORITAS NASIONAL.

Transcript

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL TAHUN 2010 - 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 19 ayat (1) UndangUndang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dipandang perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 - 2014; 1. 2. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL TAHUN 2010 - 2014. Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 -2014, yang selanjutnya disebut RPJM Nasional, adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

Mengingat

:

3.

4.

-2-

2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kementerian/ Lembaga Tahun 2010 - 2014, yang selanjutnya disebut Rencana Strategis Kementerian/Lembaga, adalah dokumen perencanaan Kementerian/Lembaga untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. 3. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, yang selanjutnya disebut RPJM Daerah, adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 (lima) tahun sesuai periode masing-masing pemerintah daerah. 4. Menteri adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Pasal 2 (1) (2) RPJM Nasional merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Presiden hasil Pemilihan Umum tahun 2009. RPJM Nasional memuat strategi pembangunan nasional, kebijakan umum, program Kementerian/Lembaga dan lintas Kementerian/Lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan, serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. RPJM Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai: a. pedoman bagi Kementerian/Lembaga dalam menyusun Rencana Strategis Kementerian/Lembaga; b. bahan penyusunan dan perbaikan RPJM Daerah dengan memperhatikan tugas pemerintah daerah dalam mencapai sasaran Nasional yang termuat dalam RPJM Nasional; c. pedoman Pemerintah dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah. Pasal 3 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah melaksanakan program dalam RPJM Nasional yang dituangkan dalam Rencana Strategis Kementerian/Lembaga dan RPJM Daerah. Pasal 4 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dapat melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Menteri dalam menyusun Rencana Strategis Kementerian/Lembaga dan RPJM Daerah. Pasal 5 Menteri melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan RPJM Nasional yang dituangkan ke dalam Rencana Strategis Kementerian/Lembaga dan RPJM Daerah.

(3)

-3-

Pasal 6 RPJM Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), tercantum dalam Lampiran Peraturan Presiden ini dan merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. Pasal 7 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Januari 2010 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd. DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

DAFTARISI BUKUIRPJMNTAHUN20102014 DAFTARISI........................................................................................................................................... i BABIPENDAHULUAN..................................................................................................................... 1 I BABIIKONDISIUMUM................................................................................................................... 3 I 2.1LatarBelakang................................................................................................................... 3 I 2.2PencapaianPembangunanNasional20042009................................................. 4 I 2.3TantanganPembangunanNasional.......................................................................... 18 I BABIIIARAHANRPJPN20052025....................................................................................... 22 I 3.1VisidanMisiRPJPN20052025.................................................................................. 22 I 3.2ArahPembangunanJangkaMenengahke2(20102014).............................. 25 I BABIVKEBIJAKANPEMBANGUNANNASIONAL20102014.................................... 28 I 4.1StrategidanKebijakanPembangunanNasional.................................................. 28 I 4.1.1VisiIndonesia....................................................................................................... 28 I 4.1.2MisiPembangunan.............................................................................................. 37 I 4.1.3AgendaPembangunan....................................................................................... 33 I I 4.1.4SasaranPembangunan...................................................................................... 43 4.2ArahKebijakanUmumPembangunanNasional................................................. 49 I 4.2.1ArahKebijakanUmum....................................................................................... 49 I 4.2.2PrioritasNasional................................................................................................ 50 I 4.3ArahKebijakanBidangBidangPembangunan.................................................... 61 I 4.4ArahdanKebijakanPembangunanKewilayahan............................................... 62 I 4.4.1PengembanganWilayahPulauPulauBesar............................................ 64 I 4.4.2StrategiPengembanganWilayahLaut........................................................ 71 I 4.4.3PengembanganKawasan.................................................................................. 75 I BABVKERANGKAEKONOMIMAKRO20102014........................................................... 77 I 5.1KeadaanEkonomi2009.................................................................................................. 77 I 5.2ProspekEkonomi20102014...................................................................................... 80 I 5.2.1PeningkatanKesejahteraanRakyatmelaluiPertumbuhan EkonomiyangBerkelanjutan.......................................................................... 80 I 5.2.2StabilitasEkonomiyangKokoh...................................................................... 82 I 5.2.3PembangunanEkonomiyangInklusifdanBerkeadilan...................... 84 I i

5.2.4KebutuhanInvestasidanKebijakanPendanaanPembangunan NasionalsertaPemanfaatannya..................................................................... 87 I 5.2.5PendanaanMelaluiTransferkeDaerah..................................................... 93 I BABVIPENUTUP................................................................................................................................ 100 I LAMPIRAN.............................................................................................................................................. 101 I MatriksPenjabaranPrioritasNasional........................................................................... 101 I

ii

DAFTARTABEL Tabel1SasaranUtamaPembangunanNasionalRPJMN20102014.................I46 Tabel2PerkiraanPertumbuhanEkonomi20102014(DalamPersen)...........I81 Tabel3KerangkaEkonomiMakro20102014............................................................I92

iii

Gambar1KeterkaitanBukuI,BukuII,danBukuIII....................................................I2 Gambar2CapaianIndeksPersepsiKorupsiIndonesia.............................................I7 Gambar3GrafikPerbandinganPerkaraMasukdenganSisaPerkara.................I8 Gambar4PerkembanganPertumbuhanEkonomidanPDBPerKapita...........I10 Gambar5PerkembanganJumlahPendudukMiskindanTingkatKemiskinan.I12 Gambar6JumlahAngkatanKerja,Bekerja,danPengangguranTerbuka..........I13 Gambar7PerkembanganProduksiPangan....................................................................I15 Gambar8PerkembanganAngkaPartisipasiMurni(APM)danAngka PartisipasiKasar(APK)........................................................................................I16 Gambar9StatusKesehatandanGiziMasyarakat.........................................................I17 Gambar10PentahapanPembangunanDalamRPJPN20052025........................I25

DAFTARGAMBAR

iv

BAB I PENDAHULUANRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 merupakan tahap kedua dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. RPJMN 2010-2014 ini selanjutnya menjadi pedoman bagi kementerian/lembaga dalam menyusun Rencana Strategis kementerian/lembaga (Renstra-KL) dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun/menyesuaikan rencana pembangunan daerahnya masing-masing dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan nasional. Untuk pelaksanaan lebih lanjut, RPJMN akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengungkap hal sebagai berikut. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan Program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), yang memuat strategi pembangunan nasional, kebijakan umum, program kementerian/lembaga dan lintas kementerian/lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan, serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. Agar dapat memenuhi amanat ini, RPJMN 2010-2014 disusun dalam tiga buku yang merupakan satu kesatuan yang utuh dengan masing-masing memuat hal-hal sebagai berikut: Buku I memuat strategi, kebijakan umum, dan kerangka ekonomi makro yang merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan Program Aksi serta sebelas prioritas pembangunan nasional dari Presiden-Wakil Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dengan visi: TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA, DEMOKRATIS, DAN BERKEADILAN. memuat rencana pembangunan yang mencakup bidang-bidang kehidupan masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam RPJPN 20052025 dengan tema: MEMPERKUAT SINERGI ANTARBIDANG PEMBANGUNAN dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I.

Buku II

I-1

Buku III

memuat rencana pembangunan kewilayahan yang disusun dengan tema: MEMPERKUAT SINERGI ANTARA PUSAT DAN DAERAH DAN ANTARDAERAH dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I.

Dengan demikian, RPJMN 2010-2014 adalah pedoman bagi Pemerintah Pusat/Daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam melaksanakan pembangunan dalam rangka mencapai tujuan bernegara yang tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. GAMBAR 1 KETERKAITAN BUKU I, BUKU II, DAN BUKU III

VISI-MISI SBY-BOEDIONO

RPJMN 2010-2014

IPrioritas BidangSosbud Ekonomi IPTEK Sarana Prasarana Politik Hankam Hukum dan Aparatur Wilayah & Tata Ruang SDA & LH

11 Prioritas Nasional + 3 Prioritas Nasional Lainnya

Prioritas Regional

II

III

Sumatera Jawa-Bali Kalimantan Sulawesi Nusa Tenggara Maluku Papua

I-2

BAB II KONDISI UMUM2.1 Latar Belakang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan Program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Dalam Visi, Misi dan Programnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, dengan tegas menyatakan keinginan dan keyakinannya untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih maju dan sejahtera, lebih mandiri, lebih aman dan damai, serta lebih demokratis dan adil. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang tengah mengukir sejarah baru untuk terus berkembang dan maju. Menjadi bangsa yang besar dan maju adalah cita-cita bangsa Indonesia bersama. Cita-cita untuk menjadikan negeri dan bangsa yang sejahtera, mandiri, demokratis, dan adil. Cita-cita yang luhur dan mulia dari segenap rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke; dari Miangas sampai Pulau Rote. Segenap bangsa Indonesia menginginkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Sejarah telah mengajarkan bahwa bangsa Indonesia telah berhasil melewati sejumlah cobaan, tantangan, dan hambatan. Bangsa Indonesia tetap tegak berdiri, melangkah dengan pasti, dan berhasil melewati proses sejarah yang panjang dengan selamat. Lebih dari satu dasawarsa bangsa Indonesia telah memutuskan untuk menempuh jalur perjalanan baru dalam sejarahnya, jalur demokrasi. Setelah didera oleh krisis multidimensi yang telah mengguncang fondasi bernegara, bangsa Indonesia telah mampu bangkit kembali. Indonesia telah mampu membangun dirinya, bahkan dengan lebih baik lagi, sehingga wibawa dan kehormatannya sebagai sebuah bangsa yang bermartabat, diakui dan dihormati kembali oleh dunia. Sepuluh tahun yang lalu, ekonomi mengalami goncangan, pertumbuhan mengalami kontraksi di atas 13%, nilai tukar rupiah runtuh, inflasi mencapai 70%, utang pemerintah melambung di atas 100% dari PDB, kemiskinan dan pengangguran melonjak tinggi. Seluruh kegiatan ekonomi praktis merosot dan terhenti. Kerusuhan sosial dan konflik berdarah merebak. Tatanan politik berubah secara fundamental dengan pelaksanaan demokrasi, desentralisasi, dan amendemen konstitusi. Tatatan hidup masyarakat berubah secara drastis. Sebagian lembaga publik, menjadi tidak berfungsi. Bangsa Indonesia, mengalami sebuah euforia reformasi dan kebebasan. Proses transisi yang tiba-tiba itu, begitu sulit dikelola karena heterogenitas dan kompleksitas persoalan yang harus kita hadapi. Dalam lima tahun terakhir, di tengah kondisi negara yang belum sepenuhnya pulih dan tantangan global yang makin sulit, seperti gejolak harga minyak, meroketnya I-3

harga pangan dan terjadinya krisis keuangan global yang menyebabkan resesi ekonomi dunia, Indonesia secara bertahap tetapi pasti, menata dan membangun...

Recommended

View more >