PENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN · PDF filePENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT PASCABANJIR (Studi kasus: Jembatan Keduang, Kabupaten Wonogiri) Assesment

  • View
    296

  • Download
    45

Embed Size (px)

Text of PENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN · PDF filePENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN...

  • PENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT

    PASCABANJIR (Studi kasus: Jembatan Keduang, Kabupaten Wonogiri)

    Assesment of Superstructure of Composite Bridge After Flooding (Case study: Keduang Bridge, Wonogiri Regency)

    T E S I S Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

    Untuk Mencapai Derajat Master

    Disusun Oleh :

    ENDAH AMBARWATI S 940 907 107

    M A G I S T E R T E K N I K S I P I L K O N S E N T R A S I

    TEKNIK REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN BANGUNAN SIPIL P R O G R A M P A S C A S A R J A N A

    U N I V E R S I T A S S E B E L A S M A R E T S U R A K A R T A 2 0 0 9

  • PENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT

    PASCABANJIR (Studi kasus: Jembatan Keduang, Kabupaten Wonogiri)

    Assesment of Superstructure of Composite Bridge After Flooding (Case study: Keduang Bridge, Wonogiri Regency)

    TESIS

    Disusun Oleh :

    ENDAH AMBARWATI S 940 907 107

    Telah disetujui oleh Tim Pembimbing

    Dosen Pembimbing :

    ii

  • PENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT

    PASCABANJIR (Studi kasus: Jembatan Keduang, Kabupaten Wonogiri)

    Assesment of Superstructure of Composite Bridge After Flooding (Case study: Keduang Bridge, Wonogiri Regency)

    TESIS

    Disusun Oleh :

    ENDAH AMBARWATI S 940 907 107

    Telah dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Pendadaran Program Studi

    Magister Teknik Sipil pada hari Jumat, 30 Januari 2009

    Dewan Penguji :

    iii

  • INTISARI

    Endah Ambarwati, 2009, PENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT PASCABANJIR (Studi Kasus Jembatan Keduang, Kabupaten Wonogiri), Magister Rehabilitasi dan Pemeliharaan Bangunan Sipil, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta Banjir tanggal 26 Desember 2007 yang melanda wilayah DAS Bengawan Solo Hulu mengakibatkan kerusakan jembatan-jembatan pada ruas jalan nasional di Provinsi Jawa Tengah, salah satunya Jembatan Keduang (Nomor ruas: 24.109.006.0). Struktur atas merupakan komponen pertama yang langsung menerima beban sebelum diteruskan ke pilar dan pondasi. Kerusakan pada elemen struktur atas sering menimbulkan keraguan mengenai kinerja dan keamanan bangunan secara keseluruhan. Untuk lebih meyakinkan, apakah struktur atas mampu mendukung beban yang bekerja, perlu dilakukan penilaian kondisi strukturnya. Berdasarkan penilaian ini dapat dicari alternatif perbaikan struktur atas apabila ternyata kondisinya tidak aman untuk dioperasikan. Pemeriksaan kondisi jembatan pada penelitian ini dilaksanakan dengan melihat langsung struktur yang rusak secara visual sesuai prosedur pemeriksaan Bridge Management System (BMS). Pengukuran struktur jembatan menggunakan alat ukur Theodolite dan Waterpass. Perhitungan pembebanan struktur atas menggunakan kombinasi pembebanan maksimum berdasarkan daya layan dan daya ultimit sesuai dengan RSNI T-02-2005 tentang Standar Pembebanan untuk Jembatan, kemudian melakukan analisis kapasitas struktur atas jembatan. Analisis tersebut meliputi analisis gelagar, analisis lateral bracing, dan analisis perletakan jembatan. Hasil penilaian kondisi terhadap Jembatan Keduang menunjukkan bahwa jembatan dalam keadaan kritis. Hasil analisis stuktural menunjukkan gelagar jembatan tidak aman terhadap tegangan lentur, tetapi aman terhadap tegangan geser, lendutan dan torsi. Sambungan gelagar masih aman. Tegangan pada lateral bracing dan perletakan tidak aman. Tegangan lentur gelagar tepi 3793,2793 kg/cm2 > ijin (1900 kg/cm2) dan gelagar tengah 3511,6405 kg/cm2 >ijin (1900 kg/cm2). Tegangan geser gelagar tepi 633,8119 kg/cm < ijin (1100 kg/cm) dan gelagar tengah 632,2430 kg/cm < ijin (1100 kg/cm). Lendutan gelagar tepi = 47,46 mm < fijin (83,33 mm) dan gelagar tengah 46,76 mm < fijin (83,33 mm). Torsi gelagar 10390,8922 Nm < Tijin (2,3x105 Nm). Tegangan lateral bracing 1846,1158 kg/cm2 > ijin (1400 kg/cm2 ). Tegangan pada perletakan 174,4824 kg/cm2 > ijin (80 kg/cm2). Perbaikan lentur gelagar baja dapat dilakukan dengan menambah cover plate. Pemasangan cover plate dengan dimensi 300x8 mm pada flens dan webs dimensi 2x665x8 mm pada gelagar tepi dan 2x620x7 pada gelagar tengah mampu mengatasi kelebihan tegangan yang terjadi. Alternatif lain menggunakan prategang eksternal, dengan gaya prategang 81,6 ton pada gelagar tepi dan 82,5 ton pada gelagar tengah sudah mampu mengatasi kelebihan tegangan yang terjadi. Lateral bracing dilakukan penggantian dengan merubah dimensi dan meningkatkan mutu profil. Lateral bracing sudah aman dengan penggantian profil menggunakan double siku 90x90x13x13. Perletakan diperbaiki dengan mengganti beton dan memperbesar dimensi menjadi 600x500 mm atau meningkatkan mutu bahan dengan beton yang mempunyai tegangan minimal sama dengan kelebihan tegangan yang terjadi. Kata kunci : struktur atas, penilaian kondisi, beban maksimum , kapasitas

    struktur, perbaikan

    iv

  • ABSTRACT

    Endah Ambarwati, 2009, ASSESSMENT OF SUPERSTRUCTURE OF COMPOSIT BRIDGE AFTER FLOODING (Case Study : Keduang Bridge, Wonogiri Regency, Magister Rehabilitation and Maintenance of Building, Postgraduate Program, Sebelas Maret University

    Flood happened in 26th Decembers 2007 occurred in upper Bengawan Solo river resulted in bridges damage of the national road in Central Java. One of them is Keduang Bridge (path number: 24.109.006.0). Superstructure is the first component that receive load before transfered to substructure. Superstructure element damage often creates a question about safety and capacity of the entire structure. To ensure that the superstructure really supports the total amount of load, the researcher needs to analyze the superstructure condition and component. This research, therefore, tends to figure out the safety of the bridge.

    The research was conducted by checking the damage structure usually utilized the Bridge Management System (BMS) procedure. Bridge structure measurement was carried out by using Theodolite and waterpass, to figure out the detail bridge structure condition. Load measurement done in this research using the combination of maximum load based on the service ability and ultimate bearing capacity to RSNI T-02-2005 about Load Standard for bridge. Then, super structure analyzing was conducted. The analysis covers girder analyzing, lateral bracing analyzing, and bearings capacity.

    The result of the Keduang bridge superstructure analyzing shows that the bridge is critical. Superstucture analysis shows that girder is unsafe to bending stress, but safe to shearing stress, deflection and torsion. Connection of girder is still safe. Stress of lateral bracing and bearings is unsafe. Bending stress of side girder is 3793,2793 kg/cm2 more than allowable tensile stress ( 1900 kg/cm2) and middle girder is 3511,6405 kg/cm2 more than allowable tensile stress ( 1900 kg/cm2). Shearing stress of side girder is 633,8119 kg/cm less than allowable shearing stress ( 1100 kg/cm) and middle girder is 632,2430 kg/cm less than allowable shearing stress ( 1100 kg/cm). Deflection of side girder is 47,46 mm less than allowable deflection ( 83,33 mm) and middle girder is 46,76 mm less than allowable deflection ( 83,33 mm). Torsion of girder is 10390,8922 Nm less than allowable torsion ( 2,3x105 Nm). Lateral bracing stress is 1846,1158 kg/cm2 more than allowable tensile stress ( 1400 kg/cm2). Bearings capacity is 174,4824 kg/cm2, it is more than allowable stress ( 80 kg/cm2). Repairing of steel girder can be done by adding covers plate. Using cover plate at flens and web can reduce over stressing. Other alternative applies external prestress, with prestressed force 81,6 tons at side girder and 82,5 tons at middle girder have been can overcome excess of existing stress. Lateral bracing is replace by changing the dimension and increases the quality of profile.Lateral bracing is saved by replacement of profile with double rectangle 90x90x13x13. Bearings is repaired with changing concrete and increases the dimension to 600x500 mm or increases the quality of concrete material having minimum stress excess to the existing stress. Keyword : superstructure, assessment of condition, maximum load , structures

    capacities, repairing

    v

  • PERNYATAAN

    Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ENDAH AMBARWATI NIM : S 940907107 Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tesis yang berjudul :

    PENILAIAN KONDISI STRUKTUR ATAS JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT

    PASCABANJIR (Studi kasus: Jembatan Keduang, Kabupaten Wonogiri)

    adalah betul-betul karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam tesis tersebut diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam Daftar Pustaka. Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan tesis dan gelar yang saya peroleh dari tesis tersebut.

    Surakarta, 28 Januari 2009 Yang membuat pernyataan

    Endah Ambarwati

    vi

  • KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah

    melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga tesis dengan judul Penilaian

    Kondisi Struktur Atas Jembatan Gelagar Baja Komposit Pascabanjir (Studi Kasus:

    Jembatan Keduang Kabupaten Wonogiri) dapat tersusun. Tesis ini disusun

    sebagai syarat untuk memperoleh derajat Magister dalam Ilmu Teknik Sipil

    Program Pascasarjana pada Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    Dengan keikhlasan dan ketulusan hati, maka dalam kesempatan ini penulis

    mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

    1. Pusbiktek, Departemen Pekerjaan Umum, yang telah memberikan program

    beasiswa pendidikan kepada penulis.

    2. Direktur Program Pasca Sarjana U