Diktat Struktur Baja Jembatan

  • View
    130

  • Download
    65

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TEMPO.CO, Bandung - Tingginya minat wisatawan Trans Studio Mal (TSM) Kota Bandung, berdampak pada kemacetan di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Bandung. Hal tersebut merupakan hasil tinjauan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Hery Djauhari."Kunjungan wisatawan di Kota Bandung mengalami peningkatan sebesar 5 -7 persen pasca-Lebaran. Banyaknya, sih, di daerah Trans Studio Mall," kata dia kepada Tempo, Ahad, 11 Agustus 2013. Tingginya minat wisata di Kota Bandung, kata Hery, sudah menjadi hal rutin tiap tahun.Hari ini beberapa ruas Kota Bandung mengalami kemacetan. Selain di daerah TSM, kemacetan terjadi di Jalan Riau, Merdeka, RE Martadinata, Trunojoyo, IR H Juanda, Cihampelas, dan Pasar Baru Bandung.Kemacetan itu, menurut Hery, akibat jalan-jalan dipenuhi kendaraan para wisatawan dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang. "Ditambah wisatawan luar Jawa yang mudik di Bandung," katanya. Senin besok, kemacetan akibat membeludaknya wisatawan akan berangsur pulih.Salah satu wisatawan TSM asal Jakarta, Zaki Kurniawan, mengaku harus menerobos macet untuk dapat menikmati wahana TSM. "Sengaja mengisi liburan ke Trans Studio karena penasaran saja," ujarnya.Adapun tempat wisata lain yang ramai dikunjungi wisatawan adalah wisata perbelanjaan dan wisata khusus seperti Saung Angklung Mang Udjo dan Kampoeng Gajah.

Text of Diktat Struktur Baja Jembatan

PENGENALAN JEMBATAN BAJA

SUB POKOK BAHASAN :

1.1. Jenis-jeins Jembatan 1.2. Bagian-bagian Struktur Jembatan

1. Tujuan Pembelajaran Umum :Mamapu mengenal Jenis-jenis jembatan Baja dan mengidentifikasi bagian-bagian struktur dari masing-masing Jenis Jembatan baja2. Tujuan Pembelajaran Khusus :

a. Menjelaskan jenis-jenis struktur jembatan bajab. Menjelaskan Bentuk-bentuk Struktur dari masing-masing jembatn Bajac. Mengindentifikasi Bagian-bagian Struktur Jembatan Bajad. Mengidentifikasi perbedaan Bagian Struktur atas dan Bawah

I L U S T R A S I

Jembatan merupakan suatu bangunan yang dipergunakan untuk melintasi lalulintas dari rintangan yang berupa ; sungai ataupun saluran air, lembah,jurang danau dan jalan raya ataupun jalan KA, harus direncanakan dengan menggunakan jenis struktur dan bahan konstruksi yang tepat sehingga dicapai optimalisasi perencanaan sesuai dengan fungsinya.

Jenis jembatan bermacam-macam dilihat dari bentuk dan fungsi pemakaiannya, namun secara garis besar jenis jembatan dapat dibedakan atas :1.1.1. Klasifikasi Jembatan menurut material jembatan, Klasifikasi jembatan menurut material yang digunakan dibedakan atas bahan yang dominan dipergunakan, terutama bahan sebagai struktur utama Banguan Atas (Gelagar Induk), yaitu :a) Jembatan Kayu :Jenis jembatan ini bangunan atasnya terbuat dari bahan balok kayu sebagai gelagar jembatan dan papan sebagai struktur lantai kendaraan. Bahan kayu yang dgunakan diambil dari kayu jenis kelas awet (A) dan kelas kelas kekuatan (I) yang biasanya dari jenis kayu Jati, kayu Bengkirai, kayu Ulin, dan kayu-kay jenis lain yang tahan terhadap air dan cuaca.

Bentuk struktur dari jembatan kayu biasanya berupa ;Jembatan Rangka Batang Kayu dan Jembatan Gelagar biasa yang basanya digunakan pada jembatan bentang pendek.Alat sambung yang digunakan untuk sambungan antara elemen jembatan digunakan Baut Biasa dengan pelat simpul dari pelat baja .

b). Jembatan Pasangan Batu

Jembatan jenis ini seluruh struktur baik struktur bawah (Sub structrure) dan struktur atas (Super structure) dibuat dari pasangan batu kali atau bata merah yang merupakan jenis jembatan dengan struktur sistim grafitasi yang kekuatannya mengandalkan dari berat struktur. Bentuk dari jembatan ini sebaian besar berbentuk struktur lengkung dibagian bentang yang harus menahan beban utama seperti pada gambar berikut

c). Jembatan Baja Jembatan dengan material baja merupakan jembatan yang banyak digunakan disamping jembatan dengan matrial beton. Jembatan jenis ini bermacam-macam tipe dan bentuknya, Seperti Jembatan Gelagar Biasa, Jembatan Gelagar Box, Jembatan Gelagar Plat Girder, Jembatan Rangka Batang, Jembatan Gantung yang sangat tergantung dari bentang jembatan, yang aka dijelaskan pada pasal berikut.d). Jembatan Beton

Jembatan dengan material beton banyak digunakan dan perkembangan teknologi jembatan beton sangat pesat baik teknologi strukturnya maupun cara pelaksanaannya.Jembatan dengan material beton sering dilaksanakan dengan cara cor ditempat atau dengan beton pracetak. Tipe jembatan beton ini antara lain : Jembatan Monolit, jembatan Prategang, Jembatan Komposit, yang akan dijelaskan pada pasal berikut.1.1.2. Klasifikasi Jembatan menurut kegunaan :

a). Jembatan Jalan Raya :

Jembatan yang digunakan untuk menghubungkan jalan raya yang melintasi rintangan seperti sungai, jalan lain dan sebagainya, untuk dilewati lalu-lintas kendaraan darat.

Gambar. 1.1.c. (Jembatan Jalan Raya)b). Jembatan Kereta Api :

Jembatan yang digunakan untuk menghubungkan jalan Rel yang melintasi rintangan seperti sungai, jalan lain dan sebagainya, untuk dilewati Kereta Apai..

Gambar.1.1.d (Jembatan Kerata Api)c). Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) :

Jembatan yang digunakan untuk penyebrangan Orang pelajan kaki yang melintasi rintangan jalan (seperti jalan raya, jalan KA dsb).

Gambar. 1.1.e. (Jembatan Penyebrangan Orang )d). Jembatan Lain-lain :

Jembatan yang digunakan untuk menghubungkan Saluran Air, Pipa gas, Pipa minyak, Kabel Aliran Listrik dan sebagainya yang melintasi rintangan. Dan biasanya jembata ini didekatkan dengan jembatan lintasan lalu-lintas agar mudah merawatan dan inspeksi dari sarana yang dilintaskan

1.1.3. Klasifikasi Jembatan menurut bentuk Struktur :

Didasarkan pada bentuk atau tipe stuktur jembatan, jembatan dibedakan dari bentuk struktur Gelagar induknya yaitu Gelagar yang menopang seluruh elemen struktur jembatan dan mentransfer seluruh beban struktur yang langsung berhubungan dengan bangunan bawah. Adapun bentuk struktur jembatan terdiri atas :a). Jembatan Balok Gelagar biasa

Jembatan ini digunakan pada jembatan dengan bentang pendek sampai sedang dan beban hidup yang lewat relative kecil (seperti, Jembatan Penyebrangan Orang dan sebagainya). Gelagar Induk jembatan ini merupakan struktur balok biasa yang menumpu pada kedua Abutment dengan susunan struktur ; Gelagar Induk-Pelat Lantai Kendaraan, dengan dilengkapi Tiang Sandaran (non struktur), seperti pada jembatan gelagar biasa dengan material kayu.atau baja seperti pada gambar berikut :

Gambar. 1.1.f (Jembatan Balok Biasa)b). Jembatan Balok Pelat Girder. Jenis jembatan ini sering digunakan pada jembatan jalan KA dengan bentang sedang. Struktur Gelagar Induk jembatan merupakan Balok profil buatan dari pelat baja dengan tebal tertentu disusun sedemikian rupa sehinggga merupakan Balok yang profosional dan efektif untuk menehan beban yang bekerja.yang menopang gelagar meintang dan memanjang yang dengan bentuk struktur seperti gambar berikut. Gambar. 1.1.g. (Jembatan Gelagar Pelat Girder)c). Jembatan Balok Monolit Beton Bertulang

Merupakan Jembatan Beton bertulang yang antara Gelagar Induk dan Pelat lantai Kendaraan dicor bersamaan dan menyatu sebagai Balok T Seluruh struktur yang terdiri dari Balok dan pelat lantai, yang juga sering diantara balok dipasang balok diafragma menopang diatas Abutment , seperti gambar berikut

Gambar. 1.1.h. (Jembatan Balok Beton Monolit))

d). Jembatan Gelagar Komposit

Jembatan ini Gelagar Induknya merupakan paduan dari dua jenis material yaitu Balok profil baja dengan pelat lantai beton bertulang yang dihubungkan dengan penghubung gesar (Shear connector), Jenis iembatan ini sering digunakan ada jembatan dengan bentang relatif panjang, yang efektif adalah dari bentang 15 meter sampai dengan 30 meter dan biasanya digunakan pada struktur dengan balok diatas dua bentang (simple Beam). Bentuk dan susunan dari Jembatan komposit seperti gambar berikut

Gambar 1.1.i. (Jembatan Komposit Baja-Beton)e). Jembatan Rangka Batang

struktur jembatan baja rangka batang mempunyai tipe rangka yang banyak jenisnya. Struktur jembatan rangka batang dengan material profil-profil baja digunakan pada jembatan dengan bentang yang relatif panjang. Susunan dari struktur jembatan rangka batang ini terdiri dari ; Struktur rangka batang dipasang di bagian kiri-kanan yang merupakan Gelagar Induk, yang menopang Gelagar Melintang dan gelagar memanjang yang bekerja menahan beban kerja dari lantai kendaraan, seperti pada gambar berikut

Gambar. 1.1.j. (Jembatan Gelagar Rangka Batang)f). Jembatan Gantung

Jembatan Gantung merupakan struktur jembatan yang terdiri dari struktur Penopang yang berupa Tiang (pilar atau Menara), struktur Jembatan berupa Gelagar Induk dan gelagar melintang, Lantai Kendaraan, Penjangkar Kabel dan Kabel Penggantung yang membentang sepanjang bentang sejajar dengan arah memanjang jembatan, dimana kabel sebagai struktur utama yang menstranfer seluruh beban ke bagian bawah jembatan yang berupa Abutmen, penjangkar kabel dan tiang Penopang . Seluruh kabel diikat dan ditopangkan pada Penjangkar kabel dan tiang penopang utama, kabel sebagai penopang seluruh bangunan atas, seperti pada gambar berikut :

Gambar. 1.1.k. (Jembatan Gantung )g). Jembatan Balok Beton Prategang (Pre Strees)Gelagar Induk dari jembatan ini merupakan balok beton bertulang yang diberi pra tegangan dari kabel yang dipasang sedemikian rupa sehingga seluruh beban hidup jembatan dapat di lawan dengan prategangan yang didapat dari penarikan kabel dalam tendon yang diletakkan di dalam tubuh balok rsebut. Embatan ini sering digunakan pada jembatan dengan bentang yang relatif panjang, seperti yang terlihat pada gambar Jembatan Layang Mono rell

h). Jembatan Tipe Lain Jembatan tipe dengan jenis struktur yang lain seperti Jembatan Pelengkung tiga sendi Jembatan Kombinasi dari Struktur yang ada, merupakan jembatan dengan struktur utama adalah merupakan jenis struktutr seperti yang dijelaskan pada pasal-pasal diatas.1.1.4. Klasifikasi Jembatan menurut kelas muatan Bina Marga :

Didasarkan pada prosentase muatan hidup yang dapat melewati jembatan dibandingkan dengan kendaraan standar, yaitu terdiri atas :

Jembatan Kelas Standar (A/I) : Merupakan jembatan kelas standar dengan perencanaan 100 % muatan T dan 100 % muatan D. Dalam hal ini lebar jembatan adalah (1,00 + 7,00 + 1,00) meter

Jembatan Kelas Sub Standar (B/II) : Merupakan jembatan kelas standar dengan perencanaan 70 % muatan T dan 70 % muatan D. Dalam hal ini lebar jembatan adalah ( 0,50 + 6,00 + 0,50 ) meter

Jembatan Kelas Low Standar (C/III) : Merupakan jembatan kelas standar dengan perencanaan 50 % muatan T dan 50 % muatan D. Dalam hal ini lebar jembatan adalah (0,50 + 3,50 + 0,50) meter

:

Struktur jembatan terbagi atas Konstruksi Bangunan atas (Superstructure) dan Konstruksi Bangunan Bawah (Substructure), yang terdiri atas bagian-bagian struktur sebagai berikut 1.2.1. Struktur Bangunan Atas (Superstructure) :

Merupakan struktur yang langsung menerima semua beban termasuk Beban hidu