pengaruh revitalisasi kawasan terhadap kualitas ruang publik dan

Embed Size (px)

Text of pengaruh revitalisasi kawasan terhadap kualitas ruang publik dan

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Pada bab ini akan menguraikan tentang latar belakang permasalahan,

    rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian yang meliputi manfaat

    akademik dan manfaat bagi praktisi.

    1.1 Latar Belakang

    Revitalisasi Kawasan adalah rangkaian upaya menghidupkan kembali

    kawasan yang cenderung mati, dan mengembangkan kawasan untuk menemukan

    kembali potensi yang dimiliki, sehingga diharapkan dapat memberikan

    peningkatan kualitas lingkungan yang pada akhirnya berdampak pada kualitas

    kehidupan masyarakat. Revitalisasi kawasan bertujuan untuk meningkatkan

    vitalitas kawasan lama melalui program usulan dan pelaksanaan yang mampu

    menciptakan kualitas ruang publik dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pada

    kawasan.

    Kehidupan manusia dalam konteknya sebagai pengguna ruang publik

    membutuhkan suatu kepuasan dan kenyamanan baik dari segi sosial, biologis,

    psikologis maupun fisik maka dari itu dibutuhkan ruang publik yang berkualitas.

    Ruang publik yang berkualitas merupakan ruang publik yang mampu merespon

    kebutuhan manusia dari berbagai aspek dan sendi kehidupan.

    Sedangkan peningkatan ekonomi masyarakat diharapkan dapat terjadinya

    petumbuhan nilai ekonomi pada kawasan sehingga memberikan manfaat saling

    1

  • 2

    menguntungkan antara pelaku kegiatan ekonomi dengan masyarakat pada kawasan

    tersebut.

    Program revitalisasi kawasan di Indonesia dimulai pada tahun 2001 yang

    merupakan salah satu bentuk program yang berkelanjutan oleh Pemerintah Pusat

    yaitu Departemen Pekerjaan Umum dalam bentuk dana stimulan kepada

    Pemerintah Kabupaten/Kota. Pelaksanan program penataan revitalisasi kawasan

    didasarkan pada hasil bantuan teknis yang menyangkut perencanaan fisik penataan

    kawasan, rencana pembiayaan, pembangunan fisik, rencana pengembangan

    ekonomi lokal, rencana pengembangan kelembagaan pengelola pasca proyek.

    Pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 kawasan wilayah pelabuhan

    Padangbai mendapat dana stimulan dari APBN,APBD Provinsi dan Kabupaten

    berupa pembangunan fisik yang meliputi areal parkir, pedestrian sepanjang pantai

    dari pelabuhan Padangbai sampai dengan pura Silayukti, pedestrian di lingkungan

    kawasan, kios-kios, dermaga skoci, bale bengong, bangunan tempat menyimpan

    alat-alat para nelayan, dan taman-taman di lingkungan kawasan pelabuhan.

    Sedangkan permasalahan sesudah dilakukan revitalisasi kawasan adalah

    belum tuntasnya pelaksanaan pembangunan fisik, fasade bangunan seperti kios

    sudah mulai dirubah, beberapa fasilitas yang dibangun sudah ada yang rusak

    seperti pos jaga, taman, pedestrian dan lain sebagainya.

    Melihat permasalahan-permasalahan tersebut di atas sesudah dilakukannya

    revitalisasi kawasan di wilayah pelabuhan Padangbai Kabupaten Karangasem

    maka sangat relevan untuk dilakukan penelitian pengaruh revitalisasi kawasan

  • 3

    terhadap kualitas ruang public dan peningkatan ekonomi masyakat di pelabuhan

    Padangbai Kabupaten Karangasem.

    1.2 Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dapat

    dirumuskan dalam penelitian ini adalah :

    1. Apakah sesudah dilakukan revitalisasi kawasan dapat memberikan peningkatan

    kualitas ruang publik dan peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah

    pelabuhan Padangbai Kabupaten Karangasem ?

    2. Ide/pemikiran apa yang akan diberikan di dalam revitalisasi kawasan terhadap

    peningkatan kualitas ruang publik dan peningkatan ekonomi masyarakat di

    wilayah pelabuhan Padangbai Kabupaten Karangasem.

    1.3 Tujuan Penelitian

    Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini

    adalah :

    1. Untuk mengetahui pengaruh revitalisasi kawasan terhadap peningkatan kualitas

    ruang publik dan peningkatan ekonomi masyarakat, di wilayah pelabuhan

    Padangbai Kabupaten Karangasem .

    2. Untuk memberikan ide/pemikiran terhadap revitalisasi kawasan yang telah

    dilakukan terhadap peningkatan kualitas ruang publik dan peningkatan ekonomi

    masyarakat di wilayah pelabuhan Padangbai Kabupaten Karangasem.

  • 4

    1.4 Manfaat Penelitian

    Adapun manfaat penelitian ini akan diuraikan menjadi manfaat penelitian

    bagi akademik dan manfaat penelitian bagi praktisi.

    1.4.1 Manfaat Akademik

    Penelitian ini merupakan kesempatan untuk menganalisis/menguji teori-

    teori tentang arsitektur, perencanaan kota dan wilayah yang berkaitan dengan

    kualitas ruang publik dan peningkatan ekonomi pada kawasan penelitian terhadap

    permasalahan yang sebenarnya terjadi di lapangan, sehingga dapat dicarikan

    pemecahannya dan juga diharapkan menjadi salah satu metode analisis dalam

    melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan sejenis serta menjadi sebuah

    referensi akademis.

    1.4.2 Manfaat Praktisi

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi para

    pemegang kebijakan di tingkat Pemerintahan Provinsi Bali maupun di Kabupaten

    Karangasem yang dalam hal ini Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas

    Pariwisata, dan masyarakat Padangbai di dalam merencanakan kegiatan

    revitalisasi kawasan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan

    dengan peningkatan kualitas ruang publik dan peningkatan ekonomi masyarakat.

  • 5

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    Pada bab ini akan menguraikan tentang tinjauan pustaka, yang meliputi

    penelitian sebelumnya yang digunakan sebagai perbandingan pada penelitian ini

    dengan penelitian sebelumnya dan landasan teori yang digunakan sebagai alat uji

    terhadap permasalahan didalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :

    2.1 Penelitian Sebelumnya

    Mela Aulia (2005) di dalam tesisnya yang berjudul Perancangan Ruang

    Publik Dalam Konteks Revitalisasi Kawasan Bersejarah Kota (Studi Kasus :

    Kawasan Kota Lama Padang), mengemukakan mengenai metode penelitiannya

    dan konsep-konsep perancangan ruang publik dalam konteks revitalisasi kawasan.

    Penelitian kegiatan revitalisasi kawasan kota lama melalui perancangan ruang

    publik menggunakan metode Synoptic. Metode ini didasarkan pada permasalahan

    yang ada pada kawasan, teori-teori yang berhubungan, melakukan studi banding

    dengan kawasan yang memiliki permasalahan dan karakter yang sama serta hasil

    analisis kawasan.

    Konsep perancangan ruang publik pada kawasan tersebut melalui

    penerapan thema, dengan menghidupkan kembali kegiatan masa lalu, serta

    menempatkan kegiatan campuran dengan strategi pengembangan yang mencakup

    adaptive, reuse, infill development dan new development. Perancangan pada

    kawasan tersebut juga didukung oleh ruang-ruang terbuka berupa taman-taman,

    jalan, promenade dan amphitheater. Di mana konsep ini diharapkan akan mampu

    5

  • 6

    mendukung fungsi kawasan sebagai ruang publik yang akan bisa menampung

    kegiatan publik dengan tetap mempertahankan karakteristik dan identitas kawasan

    di dalam konteks revitalisasi kawasan.

    Jonny Wongso (2006) di dalam penelitian ilmiahnya dengan judul

    Strategi Revitalisasi Kawasan Pusat Kota Bukittinggi di mana kesimpulannya

    adalah : (1) Pembangunan kota tidak jarang meninggalkan kawasan tertentu yang

    justru mati tanpa sinar kegiatan, meskipun tanda kehidupan yang pernah

    berkibar dan mengukir sejarahnya masih tersisa. Bangunan-bangunan

    pusaka/peninggalan yang kondisinya kumuh tak terurus menjadi penanda. Ketika

    ada upaya untuk revitalisasi-membangkitkan kembali vitalitas-banyak benturan

    yang dihadapi. Umumnya bermuara pada konsep yang tidak tepat di antaranya :

    Sekadar pemolesan fisik belaka, tidak menyentuh property individu masyarakat

    dan roh kawasan, terjebak paradigma bahwa pelestarian pusaka/peninggalan

    bertentangan dengan pembangunan ekonomi; (2). Proses revitalisasi kawasan atau

    bagian kota mencakup perbaikan aspek fisik dan aspek ekonomi dari bangunan

    maupun ruang kota. Revitalisasi fisik merupakan strategi jangka pendek yang

    dimaksudkan untuk mendorong terjadinya peningkatan kegiatan ekonomi jangka

    panjang. Revitalisasi fisik diyakini dapat meningkatkan kondisi fisik (termasuk

    juga ruang-ruang publik) kota, namun tidak untuk jangka panjang. Untuk itu tetap

    diperlukan perbaikan dan peningkatan aktivitas ekonomi (economic revitalization)

    yang merujuk kepada aspek sosial-budaya serta aspek lingkungan (environmental

    objectives). Hal tersebut mutlak diperlukan karena malalui pemanfaatan yang

  • 7

    produktif, diharapkan akan terbentuklah sebuah mekanisme perawatan kontrol

    yang langgeng terhadap keberadaan fasilitas dan infrastruktur kota.

    Penelitian oleh Mela Aulia menguraikan tentang metode penelitian dengan

    metode Synoptic dan konsep perancangan ruang publik dengan tetap

    memperhatikan dan mempertahankan karakteristik dan identitas kawasan.

    Sedangan penelitian oleh Jhony Wongso menguraikan berupa konsep strategi

    proses revitalisasi dimana penekanannya adalah perbaikan aspek fisik dan aspek

    ekonomi baik dari bangunan maupun ruang kota. Dimana kedua penelitian

    tersebut dapat menjadi masukan yang sangat relevan didalam melakukan suatu

    revitalisasi pada kawasan. Perbedaan penelitian yang dilakukan sebelumnya

    adalah lebih banyak menguraikan konsep-konsep perencanaan tentang revitalisasi

    kawasan secara umum dan perencanaan secara khu