Revitalisasi Kawasan Koridor Kalimas Timur sebagai Objek Wisata

  • View
    3.536

  • Download
    11

Embed Size (px)

Transcript

  • 1. SEMINAR ARSITEKTURREVITALISASI KAWASAN KORIDOR KALIMAS TIMUR SEBAGAI OBJEK WISATA RA 1372TEMA : S P I R I T O F T H E T I M EBAB I PENDAHULUANPage | 1 I.1 LATAR BELAKANG Surabaya kota terbesar dan terpadat kedua setelah Jakarta, dengan populasi kependudukan mencapai 3 juta jiwa. Masyarakat yang tinggal di Surabaya tidak hanya ber- ras atau dari suku Jawa saja, namun terdapat suku suku yang lain. Diantaranya terdapat suku Madura (7.5 %), Tionghoa (7.25%), dan Arab (2.04%). Walaupun berbeda suku, masyarakat Surabaya dapat hidup berdampingan tanpa menyinggung satu sama lain. Selain itu, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.1Dengan perkembangan yang begitu cepat. Surabaya berdiri dengan gagah, tak mau kalah dengan Jakarta. Gedung pencakar langit tersebar di Surabaya. Mall, mix-used building semakin mudah ditemui di Surabaya pada saat ini. Terlebih dengan slogan pembangunan 1000 tower di Surabaya.2 Hal yang menjanjikan tampak di depan mata. Para invenstor bersaing menaruh asetnya di kota ke-dua terbesar setelah Jakarta. Pembangunan gedung gedung tinggi tak cukup hanya di Surabaya bagian barat, investor perlahan lahan mulai melirik kawasan kota lama untuk di jarah. Daerah jalan koridor Embong Malang salah satunya, hampir seluruhnya berubah menjadi wajah baru bagi Surabaya. Bangunan lama yang menghiasi sisi kanan dan kiri koridor habis di rampok oleh investor. Disulap menjadi mall, hotel dan tempat kesenangan lainnya. Memanjakan masyarakat Surabaya untuk terus berperilaku konsumtif. Museum Pers tidak lama lagi akan rubuh, salah satu cuplikan dari artikel protocol.com. Yang dalam pembahasannya menyinggung tentang perilaku investor yang sengaja merubuhkan bangunan cagar budaya tersebut dengan pembangunan perluasan Tunjungan Plaza Mall.3Ada hal yang tidak boleh dilupakan, kekhasan atau jati diri sebuah kota ditentukan oleh bagaimana kita memberikan posisi yang pas terhadap bangunan lama dalam kaitan dengan perkembangan kota. Tanpa bangunan lama, kota tak punya arti bagi warganya, tidak menyimpan ingatan dan nostalgia yang tak mudah diganti oleh unsure lainnya. Tapi juga harus diingat secara tegas, sekali sebuah bangunan (lama) dibongkar, untuk selamanya warga akan kehilangan.4 Terlepas dari permasalah tersebut, saat ini pemerintah sedang gencar gencarnya melakukan perbaikan dan pengembangan terhadap Surabaya. Salah satunya melakukan pengembangan zona pariwisata di kalimas dan kawasan Surabaya Lama. Dijabarkan dalam Puteri Wara Sabrina 3206 100 064

2. SEMINAR ARSITEKTURREVITALISASI KAWASAN KORIDOR KALIMAS TIMUR SEBAGAI OBJEK WISATA RA 1372 TEMA : S P I R I T O F T H E T I M E Surabaya Vision Plan 2005-2025 bahwa Pembaharuan Sungai Kalimas ditempatkan sebagai prioritas utama dari kota. Tujuh distrik utama di sepanjang sungai telah diajukan untuk dikembangkan, mulai dari Wonokromo sampai ke daerah pelabuhan saat ini, dan satu distrik di Jembatan Suramadu. Masing-masing distrik memiliki karakter dan fungsinya masing-masing dalam ekonomi kota dan struktur sosial. 5 Page | 2Faktor yang dapat membuat kota Surabaya menjadi kota yang lebih baik dari Jakarta, adalah tak lepasnya kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan kota. Karena mau tidak mau masyarakatlah yang berhubungan langsung dengan kota Surabaya. Tidak hanya para pejabat yang menduduki pemerintah setempat. Tanpa adanya campur tangan kepedulian dari masyarakat, sebaik baiknya rencana dari pemerintah tidak akan terlaksana dan berbuah manis. Jika masyarakat tidak mengambil peran. I.2 TUJUAN PENYUSUNAN Penyusunan tugas seminar adalah langkah awal untuk menyiapkan materi yang akan dijadikan bahan utama sekaligus panduan dalam pengerjaan proyek tugas akhir. Sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan seminar ini adalah : 1. Mengetahui dan memahami objek rancangan melalui informasi yang dihimpun. 2. Memperoleh dasar-dasar teori yang berkaitan dengan objek rancangan. 3. Memperoleh panduan pengerjaan proyek tugas akhir secara komprehensif. I.3 VISI DAN MISI I.3.1 VISIMenjadi wahana rekreasi / jujugan masyarakat setempat atau dari luar kota untuk menikmati Surabaya dengan cara lain. Sebagai sarana pembelajaran melalui pengalaman secara langsung. Dengan penyampaian informasi yang komunikatif, lengkap, dan mudah diakses oleh masyarakat setempat. I.3.2 MISI Menyediakan alternative rekreasi dengan cara menikmati Surabaya lama. Kesejarahan dinikmati dari suasana yang didapat. Nostalgia melalui bangunan lama dan kuliner khas Surabaya. Dari hal tersebut secara langsung ikut melestarikan bangunan lama yang menjadi saksi sejarah perkembangan kota Surabaya. Puteri Wara Sabrina 3206 100 064 3. SEMINAR ARSITEKTUR REVITALISASI KAWASAN KORIDOR KALIMAS TIMUR SEBAGAI OBJEK WISATA RA 1372 TEMA : S P I R I T O F T H E T I M E I.4LINGKUP PEMBAHASAN Obek rancang yang dipilih adalah Revitalisasi Kawasan Koridor Kalimas Timur. Rancangan yang ingin dimunculkan nantinya adalah rancangan yang dapat menghidupkan kembali ramainya koridor tersebut. Yang dulunya penuh dengan hiruk pikuk perdagangan, syarat Page | 3 dengan sejarah, dan dapat mengakomodir kegiatan masyarakat setempat. Serta mengembalikan nuansa nostalgia, Surabaya tempo dulu. Dengan bangunan dan kalimasnya. I.5METODE PENELITIAN Pembahasan objek menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu :1. Pengungkapan masalah berdasarkan studi literature, wawancara, dan observasi lapangan.2. Pendekatan masalah berdasarkan persyaratan dan standar yang tersedia. Dalam pembahasan objek, perlu dilakukan pengumpulan data yang akan dianalisa. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut :1. Pengumpulan data primer melalui wawancara dengan penduduk kampung dan orang-orang lain yang terlibat di dalamnya.2. Pengumpulan data sekunder yang dilakukan dengan beberapa cara :a. Studi Literatur Pengumpulan data melalui studi literature dilakukan dengan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan objek bahasan. Informasi dapat diperoleh dari buku, internet, media cetak atau sumber lain yang sesuai dengan objek bahasan. Agar sesuai dengan kaidah pengutipan, informasi yang dihimpun harus disertai dengan sumber data literature. Data data yang didapat kemudian digunakan sebagai bahan dalam penyusunan tugas seminar.b. Obeservasi Pasif Obervasi Pasif adalah sebuah observasi dimana peneliti mengamati namun tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan tersebut. Observasi pasif ini dilakukan misalnya melalui studi lapangan untuk mengetahui kondisi tapak dan sebagainya. Puteri Wara Sabrina 3206 100 064 4. SEMINAR ARSITEKTURREVITALISASI KAWASAN KORIDOR KALIMAS TIMUR SEBAGAI OBJEK WISATA RA 1372TEMA : S P I R I T O F T H E T I M E I.6SISTEMATIKA PENULISAN Bab I Pendahuluan Menjelaskan latarberlakang perancangan, tujuan dari pembahasan konsep rancangan, metode pembahasan dan sistematika pembahasan dalam konsep perancangan terhadap Page | 4 objek yang dikaji. Bab IIPengenalan Objek Rancangan Menjelaskan tentang gambaran umum pemilihan judul. Termasuk di dalamnya adalah pengertian judul yang dipilih, alas an pemilihan objek rancangan, lingkup pengerjaan objek, serta ketentuan-ketentuan umum mengenai klasifikasi kampung wisata. Bab III Kajian Teori dan Studi Kasus Objek Rancangan Menjelaskan tentang objek objek yang dipilih sebagai studi kasus yang berkaitan dengan objek rancang serta pembahasan melalui teori tertentu. Bab IVTema Rancangan Menjelaskan tema yang dipilih, khususnya tentang latar belakang pemilihan tema, definisi tentang tema yang dipilih, serta prinsip prinsip dasar rancangan yang akan dipilih dalam objek rancangan.` Bab VStudi Kasus Tema Menjelaskan tentang objek objek yang dipilih sebagai studi kasus yang berkaitan dengan pendekatan tema rancangan yang dipilih. Bab VIPemilihan Lahan/Lokasi Membahas tentang lokasi yang akan digunakan. Termasuk di dalamnya adalah kondisi fisik dan social lingkungan serta peraturan peraturan yang terkait dengan lokasi objek rancang. Bab VII Program Rancangan Menjelaskan tentang program Revitalisasi Kalimas Timur yang akan dirancang, meliputi organisasi ruang, organisasi kerja, fasilitas dalam objek rancang, serta kebutuhan kebutuhan lainnya. Bab VIIIKonsep Rancangan Membahas tentang fakta, masalah, tujuan , dan kebutuhan yang diambil dalam objek yang disesuaikan dengan tema dan objek kampung wisata, dan disertai dengan konsep mikro untuk diterapkan dalam objek rancangan. Bab IXRancangan Skematik Penerapan Secara menyeluruh konsep rancangan dalam sketsa bentuk, tampak dan potongan. Puteri Wara Sabrina 3206 100 064 5. SEMINAR ARSITEKTUR REVITALISASI KAWASAN KORIDOR KALIMAS TIMUR SEBAGAI OBJEK WISATA RA 1372TEMA : S P I R I T O F T H E T I M EBAB II PENGENALAN OBJEK RANCANGAN 2.1PENGERTIAN JUDULPage | 5 2.1.1 Pengertian Revitalisasi Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran/degradasi. Skala revitalisasi ada tingkatan makro dan mikro. Proses revitalisasi sebuah kawasan mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial. Pendekatan revitalisasi harus mampu mengenali dan memanfaatkan potensi lingkungan (sejarah, makna, keunikan lokasi dan citra tempat) (Danisworo, 2002). Revitalisasi sendiri bukan sesuatu yang hanya berorientasi pada penyelesaian keindahan fisik saja, tapi juga harus dilengkapi dengan peningkatan ekonomi masyarakatnya serta pengenalan budaya yang ada. Untuk melaksanakan revitalisasi perlu adanya keterlibatan masyarakat. Keterlibatan yang dimaksud bukan sekedar ikut serta untuk mendukung aspek formalitas yang memerlukan adanya partisipasi masyarakat, selain itu masyarakat yang terlibat tidak hanya masyarakat di lingkungan tersebut saja, tapi masyarakat dalam arti luas (Laretna, 2002). Terjadinya revitalisasi terha