revitalisasi kawasan pusat kota lama peunayong untuk mewujudkan

  • View
    220

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

  • Jurnal Teknik Sipil ISSN 2302-0253

    Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 13 Pages pp. 118- 130

    Volume 4, No. 1, Februari 2015 - 118

    REVITALISASI KAWASAN PUSAT KOTA LAMA

    PEUNAYONG UNTUK MEWUJUDKAN LINGKUNGAN

    YANG BERKLANJUTAN

    Muftiadi1, Mirza Irwansyah2, Azmeri3 1) Jurusan Manajemen Prasarana Perkotaan, Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala

    2,3) Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala

    Kopelma Darussalam, Banda Aceh 23111

    Email : mufti.architect@gmail.com

    Abstract : Because of the history and uniqueness of its ancient buildings, Ahmad Yani road

    corridors and RA.Kartini road corridors are the conservation area located in the old downtown

    area Peunayon Banda Aceh. Over time, the condition of the region has decreased due to the

    degradation of the vitality of the region, especially in the physical and non-physical conditions of

    the region. Necessary steps to restore the vitality of regional revitalization. Method of the research

    is quantitative and qualitative descriptive. To achieve the purpose of the study, performed the

    analysis of the identification of the characteristics, causes a decrease in vitality and degree of

    damage to the building area of the old downtown Peunayong. The end of result provides direction

    to the revitalization to the old building shop preservation and enhancement of the identity of the

    old downtown area of Peunayong. The results of this study generate referrals preservation by

    means of conservation 75%, 12% of restoration and 2% of rehabilitation. The results of this study

    provide direction to the improvement and preservation of the Government in order to accelerate

    the revitalization of the old downtown area Peunayong before experiencing increasingly severe

    degradation.

    Keywords : Peunayong, heritage, degradation, revitalization.

    Abstrak : Kerena sejarah dan keunikan bangunan kunonya, koridor jalan A. Yani dan koridor

    jalan RA.Kartini merupakan kawasan konservasi yang berada dalam kawasan pusat kota lama

    Peunayong Banda Aceh. Seiring dengan berjalannya waktu kondisi kawasan ini mengalami

    penurunan vitalitas kawasan akibat degradasi terutama pada kondisi fisik dan non-fisik kawasan.

    Diperlukan langkah revitalisasi untuk mengembalikan vitalitas kawasan. Metode penelitian

    kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Untuk mencapai tujuan penelitian, dilakukan analisa

    identifikasi karakteristik, faktor penyebab penurunan vitalitas dan tingkat kerusakan bangunan

    dikawasan pusat kota lama Peunayong. Proses analisa terakhir memberikan arahan revitalisasi

    terhadap pelestarian bangunan pertokoan lama dan peningkatan identitas kawasan pusat kota lama

    Peunayong. Hasil penelitian ini menghasilkan arahan pelestarian dengan cara konsrvasi 75%,

    restorasi 12% dan rehabilitasi 2%. Diharapkan Pemerintah melakukan percepatan revitalisasi

    kawasan pusat kota lama Peunayong sebelum mengalami degradasi yang semakin parah.

    Kata Kunci : Peunayong, heritage, degradasi, revitalisasi

    PENDAHULUAN

    Keberadaan bangsa Cina di Aceh su-dah

    ada sejak abad ke 13 yang diawali de-ngan

    hubungan saling percaya dibidang per-

    dagangan sampai abad ke 17. Kemu-dian

    tepatnya tahu 1874 pasukan Belanda berhasil

    merebut Kuta Raja, kemudian Pemerintah

    Kolonial Belanda mengambil langkah-langkah

    untuk mem-fungsikan kota Banda Aceh yang

    telah hancur akibat peperangan (Ismuha,1998).

    Langkah perta-ma adalah pembangun struktur

    fisik berupa tata ruang kota seperti pasar, dll. Di

    mailto:mufti.architect@gmail.com

  • Jurnal Teknik Sipil

    Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

    119 - Volume 4, No. 1, Februari 2015

    Kota Banda Aceh ketika itu terdapat dua pasar

    utama, yaitu satu ter-letak di pusat kota dekat

    masjid raya dan satu lainnya terletak di ujung

    utara kota (Peunayong). Peuna-yong saat itu

    dihuni oleh warga Cina dari Su-ku Khe, Tio

    Chiu, Kong Hu, Hokkian-, dan sub etnis

    lainnya. Pada masa pen-jajahan Belanda

    Peunayong didisain se-bagai Chinezen Kamp

    atau Pecinan. (Sutrisna, 2008).

    Seiring dengan berjalannya waktu ka-

    wasan pusat kota lama Peunayong Banda Aceh

    mengalami penurunan kondisi fisik akibat

    bertambahnya usia bangunan-ba-ngunan tua.

    Kerusakan ini semakin me-ningkat ketika

    tsunami melanda kota Banda Aceh pada tanggal

    26 Desember 2004.

    Kawasan pusat kota lama Peunayong

    ditetapka dalam RTRW Kota Banda Aceh tahun

    1998 2029 sebagai kawasan wisata heritage.

    Saat ini kawasan tersebut sedang mengalami

    degradasi akibat gempa bumi, faktor usia

    bangunan yang sudah menga-lami penuaan,

    juga yang diaki-batkan oleh pembangunan dan

    renovasi yang tidak mengikuti bentuk asli

    bangunan tua yang telah ada. apabila tidak

    segera menjadi perhatian Pemerintah kota

    Banda Aceh, maka bukanlah tidak mungkin

    kawasan pusat kota lama Peunayong yang

    menjadi kawasan heritage akan hilang sebelum

    tahun 2029.

    Penelitian ini dibatasi oleh lingkup

    tinjauan dan kajian meliputi:

    Aspek fisik dan non-fisik kawasan pusat

    kota lama Peunayong, sedangkang aspek fisik

    hanya mengarah kepada iden-tifikasi karakter,

    penyebab kerusakan, ting-kat kerusakan

    bangunan, status kepe-mili-kan, fungsi

    bangunan pertokoan lama ya-ng ada dikawasan

    pusat kota lama Peuna-yong. Untuk aspek non-

    fisik akan dibatasi pada pembahasan tentang

    kondisi sosial, dan budaya yang dapat

    memperkuat identi-tas kawasan pusat kota lama

    Peunayong.

    Tujuan penelitian adalah :

    Mengidentifikasi lingkungan di kawa-san

    pusat kota lama Peunayong sebagai kawasan

    heritage.

    Mengidentifikasi komponen fisik dan

    non-fisik yang mengalami penurunan vitalitas

    pada kawasan pusat kota lama Peunayong.

    Menyusun strategi revitalisasi kawa-san

    pusat kota lama Peunayong untuk mewujudkan

    lingkungan yang berkelanjutan

    TINJAUAN KEPUSTAKAAN

    Definisi Revitalisasi

    (Danisworo, 2002). Revitalisasi ada-lah

    upaya untuk memvitalkan kembali suatu

    kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah

    vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami

    kemunduran atau degradasi. Skala revitalisasi

    ada tingkatan makro dan mikro. Proses

    revitalisasi sebuah kawasan mencakup

    perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek

    sosial. Pendekatan revitalisasi harus mam-pu

    mengenali dan memanfaatkan.

    Faktor-faktor penyebab penurunan vi-talitas

    suatu kawasan perkotaan.

    Menurut Zuziak (1993), menurunnya vi-

  • Jurnal Teknik Sipil

    Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

    Volume 4, No. 1, Februari 2015 - 120

    talitas pada kawasan kota lama disebabkan oleh

    menurunnya populasi pada kawasan, beru-

    bahnya struktur demo-grafi masyarakat dan

    menurunnya kondisi fisik banguanan.

    Menurut Susianti ( 2003), penyebab

    penurunan vitalitas kawasan disebabkan oleh

    ketidak mampuan kawasan tersebut bersaing

    dengan kawasan lain secara eko-nomi, tidak

    adanya atau hilangnya kekha-san yang

    memberikan daya tarik, kondisi sosial budaya

    yang tidak menunjang ka-wasan dan tidak

    sesuainya kegiatan yang ada di kawasan dan

    fungsinya.

    Menurut Departemen Pekerjaan Umum.

    diantaranya :

    a. Ekonomi kawasan tidak stabil

    b. Pertumbuhan ekonomi yang menurun

    c. Produktivitas ekonomi menurun

    d. Menurunnya nilai property

    e. Menurunnya pelayanan sarana dan pra-

    sarana

    f. Kerusakan ekologi kawasan

    g. Kerusakan amenitas kawasan

    h. Hilangnya tradisi lokal

    i. Berpindahnya penduduk ke luar kawa-

    san ( residential flight)

    j. Berpindahnya kegiatan usaha ke luar

    kawasan (business flight)

    k. Hilangnya peran terpusat kawasan

    Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Vita-

    litas Suatu Kawasan

    Aspek institusional:

    Ross (1995). Minimnya dana yang

    disedia-kan untuk pelestarian, lemahnya proses

    implementasi kebijakan dan pengawasan dan

    minimnya orientasi pemerintah pada

    pelestarian.

    METODOLOGI PENELITIAN

    Tahapan-tahapan yang dilakukan da-lam

    penelitian ini dapat digambarkan dalam suatu

    bentuk diagram alir

    Gambar 3.1 Bagan Alir Metodologi

  • Jurnal Teknik Sipil

    Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

    121 - Volume 4, No. 1, Februari 2015

    Gambar 3.2 Bagan Alir Penelitian

    Lokasi Penelitian

    Lokasi studi ini dilakukan di pusat kota

    lama Peunayong Kota Banda Aceh dengan

    batasan lokasi pada koridor jalan -A. Yani dan

    koridor jalan RA.Kartini kelu-rahan Peunayong

    kecamatan Kuta Alam -Banda.

    Gambar 3.3 Peta Lokasi Studi

    Keterangan Peta : [1]. Peta Prov-Aceh, [2]. Peta

    Kota Banda Aceh, [3]. Peta ecamatan Kuta

    Alam, [4]Lokas studi.

    Skala pengukuran yang digunakan dalam

    menganalisis persepsi masyarakat, sosia-lisai

    Pemerintah terhadap pelestarian, dan sumber

    dana pelestarian adalah menggu-nakan skala

    Liker. Skala yang digunakan untuk masing-

    masing skor diperlihatkan -pada tabel dibawah

    ini.

    Tabel 3.1 Skala Penilaian terhadap pertanyaan

    negatif

    No Alternative jawaban Skor

    1 Tahu 1

    2 Netral 2

    3 Tudak Tahu 3

    1

    2

    3 4

  • Jurnal Teknik Sipil

    Pascasarjana Universitas Syia