Pengaruh Parkir di Badan Jalan Tehadap Kinerja Ruas Jalan dan Biaya Operasional Kendaraan Ruas Jalan Raya Seminyak

  • Author
    ivan

  • View
    10

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Data Masukan Dalam menganalisis pengaruh parkir dipinggir jalan (on street parking) terhadap kinerja ruas jalan pada jalan raya Seminyak diperlukan data masukan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang didapat langsung dari lapangan berupa data mentah yang perlu diolah untuk mendapatkan hasil perhitungan dalam menganalisis pengaruh parkir dipinggir jalan (on street parking) terhadap kinerja ruas jalan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang didapat dari instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan perlengkapan survai. Survai dilakukan dengan mengambil segmen sepanjang 200 meter antara persimpangan jalan Danghyang dengan jalan Plawa sampai persimpangan jalan Camplung dengan jalan Nakula.

Text of Pengaruh Parkir di Badan Jalan Tehadap Kinerja Ruas Jalan dan Biaya Operasional Kendaraan Ruas Jalan...

BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN4.1 Data MasukanDalam menganalisis pengaruh parkir dipinggir jalan (on street parking) terhadap kinerja ruas jalan pada jalan raya Seminyak diperlukan data masukan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang didapat langsung dari lapangan berupa data mentah yang perlu diolah untuk mendapatkan hasil perhitungan dalam menganalisis pengaruh parkir dipinggir jalan (on street parking) terhadap kinerja ruas jalan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang didapat dari instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan perlengkapan survai. Survai dilakukan dengan mengambil segmen sepanjang 200 meter antara persimpangan jalan Danghyang dengan jalan Plawa sampai persimpangan jalan Camplung dengan jalan Nakula.

4.2Data PrimerData primer merupakan data yang diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Adapun data primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data geometrik jalan, data volume lalu lintas, data kecepatan data hambatan samping dan harga komponen BOK

4.2.1 Data Kondisi GeometrikPengamatan kondisi geometrik dilakukan pada segmen jalan yang menjadi objek penelitian. Pengamatan yang dilakukan untuk mendapatkan data geometrik jalan seperti lebar perkerasan jalan, lebar efektif jalan, lebar bahu jalan, jenis perkerasan, kondisi permukaan dan kemiringan jalan. Berikut ini ditampilkan data kondisi geometrik jalan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Data kondisi geometrik jalanDataKeterangan

Lebar Jalur (m)6,5 m

Lebar Lajur (m)3,25 m

Lebar Bahu (m)1,0 m

Lebar Trotoar (m)1,5 m

Tipe Jalan2/2 UD

Jenis PerkerasanAspal Beton (AC)

Kondisi PermukaanBaik

Median JalanTidak Ada

KemiringanLandai

Sumber: Hasil survei (2015)

4.2.2Data Volume Lalu LintasDari hasil survai volume lalu lintas di lapangan, diperoleh data arus lalu lintas selama 12 jam yang dapat dilihat pada Lampiran C (Tabel C.1). Setelah menganalisis volume lalu lintas tersebut didapatkan jam puncak pagi, siang dan sore. Hasil dari analisis data volume jam puncak dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Volume lalu lintas pada 3 jam puncakJam PuncakVolume /Arah (smp/jam)TotalTotal

Utara-SelatanSelatan-Utara(kend/jam)(smp/jam)

Pagi7475962.9291.343

Siang5796682.4241.247

Sore5197412.7521.261

Sumber: Hasil survei (2015)

Berdasarkan Tabel 4.2 maka dalam menganalisis pengaruh parkir dipinggir jalan (on street parking) terhadap kinerja ruas jalan pada jalan raya Seminyak digunakan tiga jam puncak yaitu pagi (09.00-10.00) Wita, siang (11.00-12.00) Wita dan sore (16.00-17.00) Wita. Berikut ini adalah diagram volume lalu lintas yang dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Diagram Volume Lalu Lintas pada Jalan Raya Seminyak

4.2.3Data Volume Lalu Lintas Pada Jam Puncak TertinggiDari hasil analisis data volume lalu lintas diperoleh bahwa pada jalan raya Seminyak, jam puncak volume lalu lintas yang akan digunakan dalam analisis adalah jam puncak tertinggi yaitu jam puncak pagi pada pukul 09.00-10.00 Wita. Untuk analisis selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.2. Di bawah ditampilkan rekapitulasi lalu lintas pada jam puncak volume lalu lintas pagi yang akan digunakan dalam analisis yang ditampilkan dalam Tabel 4.3. Dengan ekivalensi mobil penumpang sesuai tipe jalan dua lajur tak terbagi (2/2UD), arus lalu lintas total dua arah lebih besar dari 1.800 kend/jam, sehingga ekivalensi mobil penumpang (emp) untuk kendaraan berat (HV) adalah 1,2 dan sepeda motor (MC) adalah 0,25.

Tabel 4.3 Rekapitulasi lalu lintas pada jam puncak volume lalu lintas segmen jalan raya SeminyakWaktuArahKomposisi lalu lintas(kend/jam)Total(Kend/jam)Total 2 arah (kend/jam)Total 2 arah (smp/jam)

HVLVMC

09.00-10.00WitaS-U34147131.1302.9291.343

U-S23941.4031.799

Sumber: Hasil survei (2015)

4.2.4Data Hambatan SampingUntuk menentukan kelas hambatan samping dibutuhkan beberapa data seperti jumlah pejalan kaki atau menyebrang sepanjang segmen jalan, jumlah kendaraan henti/parkir, jumlah kendaraan bermotor yang masuk/keluar ke/dari lahan samping jalan dan jumlah kendaraan yang bergerak lambat (sepeda, becak, kereta kuda dan gerobak). Berikut adalah diagram data hambatan samping yang dapat dilihat pada Gambar 4.2.

Gambar 4.2 Diagram data Hambatan Samping pada Jalan Raya SeminyakData yang didapat dari survai tersebut ditabulasi setiap 15 menit dan dipisahkan menurut jenis kejadianya. Data ini diperlukan untuk menentukan jumlah berbobot kejadian per 200 m per jam. Pada ruas jalan raya Seminyak didapat frekuensi kejadian hambatan samping dari 63,7 240 kejadian per jam. Kemudian dengan menggunakan Tabel 2.6 pada Bab II (halaman 11), maka akan diperoleh kelas hambatan samping pada ruas jalan raya Seminyak segmen antara antara persimpangan jalan Danghyang dengan jalan Plawa sampai persimpangan jalan Champlung dengan jalan Nakula seperti pada Tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4 Kelas hambatan samping untuk jalan perkotaan pada jam puncak pagiNo.Ruas JalanKelas Hambatan Samping (SFC)KodeJumlah Berbobot Kejadian Per 200m per jam (dua sisi)Kondisi Khusus

1JalanRaya SeminyakRendahR100 - 299Daerah permukiman; beberapa angkutan umum dsb.

Sumber: Departemen PU, (1997)

4.2.5 Harga Komponen BOKHarga komponen biaya operasional kendaraan didapatkan dari Survei Harga dan digunakan dalam perhitungan biaya operasional kendaraan setiap komponen yang mengacu pada metode PCI (Pasific Consultant International). Data harga komponen BOK dapat dilihat pada Tabel 4.5

Tabel 4.5 Data harga komponen BOKNoKomponen BOK SatuanHarga Satuan

Harga Kendaraan:

1Kendaraan ringan (LV) New Kijang Innova A/T UnitRp. 295.250.000,00

Kendaraan Berat Truck (HV) Mitshubishi canter UnitRp. 250.000.000,00

Harga Ban

Kendaraan Ringan (LV) Bridgeston 185/60 R15BuahRp. 999.400,00

2Kendaraan Berat (HV) Dunlop 750-16-12PRBuahRp. 1.042.000,00

Kendaraan Berat Truck (HV) Dunlop 825-20-14PBuahRp. 1.535.000,00

Harga BBM

3BensinLiterRp. 7.400,00

SolarLiterRp. 6.900,00

4Minyak Pelumas Untuk Kendaraan Bensin Castrol LiterRp. 62.500,00

5Minyak Pelumas Untuk Kendaraan Solar ShellLiter Rp. 62.000,00

6Upah MekanikJam Rp. 45.000,00

7Suku Cadang Kendaraan RinganBuahRp. 1.500.000,00

Suku Cadang Kendaraan BeratBuahRp. 2.500.000,00

Sumber: Hasil survei (2015)

4.3Data SekunderData sekunder adalah data yang digunakan untuk menunjang data primer. Dimana data sekunder didapat dari instansi-instansi terkait. Data sekunder untuk penelitian ini adalah data jumlah penduduk. Data Jumlah PendudukJumlah penduduk suatu daerah sangat memberikan dampak bagi segala aktivitas pada daerah seperti Kabupaten Badung yang penduduknya meningkat sangat pesat. Data ini diperlukan untuk menentukan kelas ukuran kota dalam perhitungan kapasitas jalan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Berikut adalah rincian jumlah penduduk Kabupaten Badung yang dapat dilihat pada Tabel 4.6

Tabel 4.6 Data jumlah penduduk Kabupaten Badung dan Denpasar Tahun 2014WilayahJumlah Penduduk (jiwa)

Laki - lakiPerempuanJumlah Total

Kuta Selatan69.00065.500134.500

Kuta49.40045.70095.100

Kuta Utara59.60056.400116.000

Denpasar Barat125.470120.110245.580

Total303.470287.710591.180

Sumber: BPS Kab Badung dan Kota Denpasar (2015)

4.4Analisis Data Setelah data-data yang diperlukan terkumpul baik data primer maupun data sekunder, tahap selanjutnya adalah analisis data. Dalam tahap ini, analisis dikelompokan menjadi dua menurut rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu analisis kinerja ruas jalan dan analisis biaya operasional kendaraan.

4.5Analisis Kinerja Ruas JalanAnalisis kinerja ruas jalan dalam penelitian ini meliputi perhitungan arus lalu lintas, kapasitas jalan, kecepatan, derajat kejenuhan dan tingkap pelayanan jalan.

4.5.1Analisis Kinerja Ruas Jalan Dengan Adanya ParkirDalam analisis ini data yang diperlukan adalah keseluruhan data yaitu data primer yang diperoleh dari lapanganr. Data tersebut dianalisis untuk mendapatkan hasil berupa kapasitas, kecepatan, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan pada saat adanya parkir pada ruas jalan raya Seminyak. Dalam analisis ini lebar jalur efektif jalan berkurang dikarenakan adanya parkir dipinggir jalan .

2,30 m mParkir mobilLebar efektif = 5,2 m

Bahu = 1 m

Trotoar = 1,5 m

Gambar 4.3 Lebar Jalur Efektif dengan Adanya Parkir

4.5.1.1 Analisis Kapasitas Jalan Kapasitas merupakan arus maksimum melalui suatu titik di jalan yang dapat dipertahankan per satuan waktu pada kondisi tertentu. Seperti yang telah dijelaskan pada Bab II, dalam menganalisis kapasitas digunakan rumus sebagai berikut:C = CO x FCW x FCSP x FCSF x FCCS

Dalam perhitungan ini, untuk faktor koreksi lebar jalur dengan adanya parkir didapat dari lebar jalur efektif sesungguhya dikurangi dengan adanya parkir mobil pada 1 lajur. Untuk menghitung besarnya kapasitas yang terjadi pada jam puncak volume lalu lintas pada ruas jalan raya Seminyak, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menentukan kapasitas dasarTipe segmen jalan 2/2 UD, maka Co= 2.900 smp/jam (Tabel 2.3).2. Faktor penyesuaian untuk kapasitasa. Lebar jalur (FCw)Lebar efektif = 5,2 m, maka FCw = 0,62 (Interpolasi).b. Menentukan pemisah arah (FCsp)Arah utara selatan = x 100 % = 55,63 % 55 %Arah selatan utara = x 100 % = 44,37 % 45 %Maka FCsp = 0,97 (Tabel 2.5).c. Menentukan besar hambatan samping (FCsf) Tipe jalan dengan bahu Kelas hambatan samping: R (rendah/low) (Tabel 2.6) Lebar bahu: 0 mMaka FCsf = 0,82 (Tabel 2.7).d. Menentukan ukuran kota (FCcs)Jumlah penduduk 591.180jiwa, maka FCcs = 0,94 (Tabel 2.9).3. Kapasitas sesungguhnyaMaka kapasitas C = C0 x FCw x FCsp x FCsf x FCcs = 2.900 x 0,62 x 0,97 x 0,82 x 0,94 = 1.344,32 smp/jam.

Tabel 4.7 Perhitungan kapasitas jalan pada jam puncak SegmenKapasitas Dasar (Co) Tabel 2.3Faktor Koreksi untuk KapasitasKapasitas Sesungguhnya [2] x [3] x [4] x [5] x [6] (smp/jam)

Lebar Jalur Pemisah ArahHambatan SampingUkuran Kota

(FCw)(FCSP)(FCSF)(FCCS)

InterpolasiTabel 2.5Tabel 2.7Tabel 2.9

[1][2][3][4][5][6][7]

JalanRaya Seminyak2.9000,620,970,820,941.344,32

Sumber: Hasil analisis (2015)

4.5.1.2 Derajat Kejenuhan Pada jam puncak volume lalu lintas yaitu = 1.343 smp/jam dan kapasitas = 1.344.32, maka:DS = Q/C = 1.343 / 1.344,32 = 0,99

4.5.1.3Analisis Kecepatan Arus BebasKecepatan arus bebas dasar mempunyai rumus sebagai berikut:FV = (FVO + FVW) x FFVSF x FFVCS Untuk menghitung besarnya kecepatan arus bebas (FV) dapat dilakukan dengan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menentukan kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan (FV0) dengan menggunakan Tabel 2.9. Menentukan faktor penyesuaian lebar jalur lalu lintas efektif (FVw) dengan menggunakan Tabel 2.10. Menentukan faktor penyesuaian kondisi hambatan samping (FFVsf) dengan menggunakan Tabel 2.11. Menentukan faktor penyesuaian ukuran kota (FFVcs) dengan menggunakan Tabel 2.13. Menentukan nilai kecepatan arus bebas dengan menggunakan persamaan umum kecepatan arus bebas.

1. Kecepatan arus bebas dasarTipe jalan 2/2 UDFV0 = 44 km/jam (Tabel 2.9).2. Faktor penyesuaian untuk lebar jalurLebar jalur efektif 5,2 mFVw = -8,2 km/jam (Interpolasi).3. Faktor penyesuaian hambatan sampingTipe jalan 2/2 UD jalan dengan bahu dan dengan kelas hambatan samping rendahFVsf = 0,98 (Tabel 2.11).

4. Faktor penyesuaian ukuran kotaDengan jumlah penduduk 591.180 jiwaFVcs = 0,95 (Tabel 2.13).5. Kecepatan arus bebasMaka dengan rumus berikut diperoleh kecepatan arus bebasFV = (FV0 + FVw) x FVsf x FVcsFV = (44 + (-8,2)) x 0,98 x 0,95 = 33,32 km/jam.Tabel 4.8 Perhitungan kecepatan arus bebas kendaraan ringanSegmenKecepatan Arus Bebas Dasar Faktor Koreksi untuk Lebar JalurFvo [2] + FVw [3]Faktor KoreksiKecepatan Arus Bebas Sesungguhnya

(Fvo)(FVw)Hambatan SampingUkuran Kota

Tabel 2.9Tabel 2.10FFVSFFFVCS[4] x [5] x [6]

(km/jam)(km/jam)Tabel 2.11Tabel 2.13(km/jam)

[1][2][3][4][5][6][7]

JalanRaya Seminyak44-8,235,80,980,9533,32

Sumber: Hasil analisis (2015)

4.5.1.4 Analisis Kecepatan Pada analisis kecepatan kendaraan diperlukan data pilot survei. Oleh sebab itu terlebih dahulu dilakukan survei pendahuluan untuk menentukan besarnya jumlah sample yang diperlukan pada daerah studi dengan spesifikasi ketelitian 95%Pada Segmen jalan raya Seminyak Untuk Arah Utara ke SelatanUntuk menghitung kecepatan kendaraan ringan dengan segmen pengamatan 100 meter digunakan rumus 2.5, rumus kecepatan rata-rata ruang (space mean speed) dari kendaraan ringan (LV). Setelah dilakukan perhitungan untuk menentukan jumlah sample dari survei pilot yang sudah dilakukan sebelumnya, maka selanjutnya dilakukan perhitungan kecepatan kendaraan ringan pada jam pagi 08.00-10.00 Wita, siang 12.00-14.00 Wita, sore 16.00-18.00 Wita dengan interval 15 menit dengan segmen 100 meter di depan tata guna lahan lokasi studi arah Utara ke Selatan sebagai berikut: Dari 288 data waktu tempuh dcari rata-ratanya dan di dapat 32,71 detik Kecepatan rata- rata kendaraan ringan (V)V = = = = 11 km/jam. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D.3 Untuk Arah Selatan ke UtaraUntuk menghitung kecepatan kendaraan ringan dengan segmen pengamatan 100 meter digunakan rumus 2.5, rumus kecepatan tempuh atau kecepatan rata-rata ruang (space mean speed) dari kendaraan ringan (LV). Setelah dilakukan perhitungan untuk menentukan jumlah sample dari survey pilot yang sudah dilakukan sebelumnya, maka selanjutnya dilakukan perhitungan kecepatan kendaraan ringan pada jam pagi 08.00-10.00 Wita, siang 12.00-14.00 Wita, sore 16.00-18.00 Wita dengan interval 15 menit dengan segmen 100 meter di depan tata guna lahan lokasi studi arah Utara ke Selatan sebagai berikut: Dari 96 data waktu tempuh dicari rata-ratanya dan di dapat 25.59 detik Kecepatan rata- rata kendaraan ringan (V)V = = = = 14,07 km/jam.Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D.3

Untuk kecepatan rata-rata perjalanan arah Utara Selatan dan arah Selatan Utara hasil perhitunganya dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:Tabel 4.9 Kecepatan rata-rata perjalanan

ArahJarakWaktuWaktuKecepatan

Tempuh(t)(t)(V)

(km)(detik)(jam)(km/jam)

Utara-Selatan0,132,710,0090861111

Selatan-Utara0,125,590,0071083314.07

Rata-rata0,129,150,0080972212,53

Sumber: Hasil survai (2015) Sehingga hasil yang didapat yaitu derajat kejenuhan sebesar 0.99 dan kecepatan rata-rata kendaran ringan sebesar 12,53 km/jam0.64.4.5.1.5 Analisis Tingkat Pelayanan Jalan Diketahui derajat kejenuhan adalah 0.99 dan kecepatan kendaraan ringan adalah 12,53 km/jam, maka tingkat pelayanan dapat dianalisis seperti pada Gambar 4.4 berikut:

33,322

12,53

10,99

Gambar 4.4 Tingkat Pelayanan Jalan pada Jam Puncak Tingkat pelayanan jalan digunakan sebagai ukuran kualitas pelayanan jalan yang diidentifikasi dari kapasitas jalan raya dan arus lalu lintas. Berdasarkan Gambar 4.4, maka dapat ditentukan level tingkat pelayanan jalan raya Seminyak. Tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan raya Seminyak dengan adanya parkir pada jam puncak terletak pada level F yang menjelaskan bahwa arus lalu-lintas dalam keadaan dipaksakan, kecepatan relatif rendah arus lalu-lintas sering terhenti. 4.5.2Analisis Kinerja Ruas Jalan Tanpa Adanya ParkirDalam analisis ini akan ditentukan kinerja ruas jalan tanpa adanya parkir yang didapat dengan bertambahnya lebar jalur efektif karena tidak adanya parkir. Dalam perhitungan analisis kinerja ruas jalan tanpa adanya parkir yang diperlukan adalah volume lalu lintas, kelas hambatan samping dan lebar jalur efektif. Sehingga dengan memasukkan faktor-faktor tersebut akan didapat kapasitas, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan raya Seminyak Badung tanpa adanya parkir di pinggir jalan.

Lebar efektif = 6,5 m

Bahu = 1 m

Trotoar = 1,5 m

Gambar 4.5 Lebar Jalur Efektif Tanpa adanya Parkir 4.5.2.1 Analisis Kapasitas Jalan Kapasitas merupakan arus maksimum melalui suatu titik di jalan yang dapat dipertahankan per satuan waktu pada kondisi tertentu. Seperti yang telah dijelaskan pada Bab II, dalam menganalisis kapasitas digunakan rumus sebagai berikut:C = CO x FCW x FCSP x FCSF x FCCSDalam perhitungan ini, untuk faktor koreksi lebar jalur tanpa adanya parkir dipakai lebar jalur efektif sesungguhya yaitu 6,5 m. Untuk menghitung besarnya kapasitas yang terjadi pada jam puncak volume lalu lintas pada ruas Jalan Raya Seminyak, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1.Menentukan kapasitas dasarTipe segmen jalan 2/2 UD, maka Co= 2.900 smp/jam (Tabel 2.3).2.Faktor penyesuaian untuk kapasitasa.Lebar jalur (FCw)Lebar efektif = 6,5 m ; maka FCw = 0,935 (Interpolasi).b.Menentukan pemisah arah (FCsp)Arah utara selatan = x 100 % = 55,63 % 55 %Arah selatan utara = x 100 % = 44,37 % 45 %Maka FCsp = 0,97 (Tabel 2.5)c.Menentukan besar hambatan samping (FCsf) Tipe jalan dengan bahu Kelas hambatan samping: SR (sangat rendah/very low) Lebar bahu: 1 mMaka FCsf = 0,96 (Tabel 2.7).d.Menentukan ukuran kota (FCcs)Jumlah penduduk 591.180jiwa, maka FCcs = 0,94 (Tabel 2.9).3.Kapasitas sesungguhnyaMaka kapasitas C = C0 x FCw x FCsp x FCsf x FCcs = 2.900 x 0,935 x 0,97 x 0,96 x 0,94 = 2.373,45 smp/jam.Tabel 4.10 Perhitungan kapasitas jalan pada jam puncak SegmenKapasitas Dasar (Co) Tabel 2.2Faktor Koreksi untuk KapasitasKapasitas Sesungguhnya [2] x [3] x [4] x [5] x [6] (smp/jam)

Lebar Jalur Pemisah ArahHambatan SampingUkuran Kota

(FCw)(FCSP)(FCSF)(FCCS)

InterpolasiTabel 2.5Tabel 2.7Tabel 2.9

[1][2][3][4][5][6][7]

JalanRayaSeminyak2.9000,9350,970,960,942.373,45

Sumber: Hasil analisis (2015)4.5.2.2 Derajat Kejenuhan Pada jam puncak volume lalu lintas yaitu = 1.343 smp/jam dan kapasitas = 2.373,45 maka:DS = Q/C = 1.343 / 2.373,45 = 0,56 4.5.2.3Analisis Kecepatan Arus BebasKecepatan arus bebas dasar mempunyai rumus sebagai berikut:FV = (FVO + FVW) x FFVSF x FFVCS Untuk menghitung besarnya kecepatan arus bebas (FV) dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menentukan kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan (FV0) dengan menggunakan Tabel 2.9. Menentukan faktor penyesuaian lebar jalur lalu lintas efektif (FVw) dengan menggunakan Tabel 2.10. Menentukan faktor penyesuaian kondisi hambatan samping (FFVsf) dengan menggunakan Tabel 2.11. Menentukan faktor penyesuaian ukuran kota (FFVcs) dengan menggunakan Tabel 2.13. Menentukan nilai kecepatan arus bebas dengan menggunakan persamaan umum kecepatan arus bebas.1.Kecepatan arus bebas dasarTipe jalan 2/2 UDFV0 = 44 km/jam (Tabel 2.9).2.Faktor penyesuaian untuk lebar jalurLebar jalur efektif 6,5 mFVw = 0 km/jam (Tabel 2.10).3.Faktor penyesuaian hambatan sampingTipe jalan 2/2 UD jalan dengan bahu dan dengan kelas hambatan samping sangat rendahFVsf = 1,01 (Tabel 2.11).4.Faktor penyesuaian ukuran kotaDengan jumlah penduduk 591.180 jiwaFVcs = 0,95 (Tabel 2.13).5.Kecepatan arus bebasMaka dengan rumus berikut diperoleh kecepatan arus bebasFV = (FV0 + FVw) x FVsf x FVcsFV = (44 + 0) x 1,01 x 0,95 = 42,218 km/jam.

Tabel 4.11 Perhitungan kecepatan arus bebas kendaraan ringanSegmenKecepatan Arus Bebas Dasar Faktor Koreksi untuk Lebar JalurFvo [2] + FVw [3]Faktor KoreksiKecepatan Arus Bebas Sesungguhnya

(Fvo)(FVw)Hambatan SampingUkuran Kota

Tabel 2.9Tabel 2.10FFVSFFFVCS[4] x [5] x [6]

(km/jam)(km/jam)Tabel 2.11Tabel 2.13(km/jam)

[1][2][3][4][5][6][7]

JalanRaya Seminyak440441,010,9542,218

Sumber: Hasil analisis (2015)

4.5.2.4 Kecepatan

42,218 Karena kecepatan tanpa adanya parkir pinggir jalan tidak dilakukan survai lapangan maka, kecepatan kendaraan ringan yang dipakai pada kinerja ruas jalan raya Seminyak tanpa adanya parkir pinggir jalan dicari melalui grafik kendaraan ringan di bawah ini dengan kecepaan arus bebas 42,218 dan DS 0,56

0,56263629.723.0Gambar 4.6 Grafik Kecepatan Kendaraan Ringan pada Jam Puncak 4.5.2.5 Analisis Tingkat Pelayanan Jalan Diketahui derajat kejenuhan adalah 0,56 dan kecepatan kendaraan ringan adalah 36 km/jam, maka tingkat pelayanan dapat dianalisis seperti pada Gambar 4.7 berikut:

42,22

36.0

26.0

10,56

Gambar 4.7 Tingkat Pelayanan Jalan pada Jam Puncak Tingkat pelayanan jalan digunakan sebagai ukuran kualitas pelayanan jalan yang diidentifikasi dari kapasitas jalan raya dan arus lalu lintas. Berdasarkan Gambar 4.7, maka dapat ditentukan level tingkat pelayanan jalan raya Seminyak. Tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan raya Seminyak tanpa adanya parkir pada jam puncak terletak pada level C yang menjelaskan bahwa arus masih dalam keadaan stabil, kecepatan operasi mulai dibatasi dan hambatan dari kendaraan lain semakin besar.4.6 Biaya Operasional KendaraanBiaya operasional kendaraan adalah biaya yang secara ekonomis terjadi dengan dioperasikannya suatu kendaraan pada kondisi normal untuk suatu tujuan tertentu. Pengertian biaya ekonomis adalah biaya yang sebenarnya terjadi.

a.BOK untuk Kendaraan Ringan (LV) dan Kendaraan Berat (HV)Secara umum, komponen biaya operasional kendaraan ringan dan kendaraan berat terdiri dari:1. Pemakaian bahan bakar2. Minyak pelumas3. Ban4. Biaya pemeliharaan (suku cadang dan montir) 5.Biaya penyusutan/depresiasiBerikut adalah perhitungan BOK untuk tiap segmen jalan pada ruas jalan raya Seminyak, Badung Pada saat adanya tundaan akibat on street parking sepanjang 0,1 Km :

1.Biaya Bahan Bakara. Kendaraan Ringan (LV)Y = 0,05693 S - 6,42593 S + 269,18576Y = (0,05693 x 12,53) (6,42593 x 12,53) + 269,18576= 197,607/1.000 KmHarga bahan bakar ( Premium ) = Rp 7.400 / literBiaya bahan bakar / 1000 Km = 197,607 x Rp 7.400 = Rp. 1.442.533Biaya bahan bakar / Km = Rp. 1.442.533 /1.000= Rp. 1.442,533Biaya bahan bakar sepanjang 0,1 Km = Rp. 1.442,533 x 0,1= Rp. 144,253b. Kendaraan Berat Truk (HV) Y= 0,21557 S - 24,17699 S + 947,8086Y= (0,21557 x 12,53) (24,17699 x 12,53) + 947,8086= 678,717/ 1.000 KmHarga bahan bakar ( solar )= Rp. 6.900 / literBiaya bahan bakar / 1.000 Km= 678,717 x Rp. 6.900= Rp. 4.683.1497Biaya bahan bakar / Km =Rp. 4.683.149.7/1.000 = Rp. 4.683,1497Biaya bahan bakar sepanjang 0,1 Km = Rp. 4.683,1497 x 0,1= Rp. 468,3142.Biaya minyak pelumas (oli)c. Kendaraan Ringan ( LV )Y= 0,00037 S - 0,04070 S + 2,20403Y = (0,00037 x 12,53) (0,04070 x 12,53) + 2,20403= 1,752 / 1.000 KmHarga oli= Rp. 62.500 / literBiaya oli / 1.000 Km= 1,752 x Rp 62.500= Rp. 109.509,5Biaya oli / Km= Rp. 109.509,5/ 1.000= Rp. 109,509Biaya oli dalam 0,1 Km = Rp. 109,509 x 0,1= Rp. 10,950

d. Kendaraan Berat Truk (HV)Y= 0,00186 S - 0,22035 S + 12,06436= (0,00186 x 12,53 ) (0,22035 x 12,53) + 12,06436= 9,595 / 1.000 KmHarga oli= Rp. 62.000 / literBiaya oli / 1.000 Km= 9,595 x Rp. 62.000= Rp. 594.915,5Biaya oli / Km= Rp. 594.915,5 / 1.000= Rp. 594,9155Biaya oli dalam 0,1 Km= Rp. 594,9155 x 0,1= Rp. 59,49155

3.Biaya Pemakaian Bane. Kendaraan Ringan ( LV )Y= 0,0008848 S 0,0045333= ( 0,0008848 x 12,53) - 0,0045333= 0,00655 / 1.000 Km Harga ban = Rp. 999.400 / buahBiaya ban / 1.000 Km= 0,00655 x Rp. 999.400= Rp. 6.549,31 Biaya ban / Km= Rp. 6.549,31/ 1.000= Rp. 6,54931 Biaya ban dalam 0,1 Km= Rp. 6,54931 x 0,1= Rp. 0,6549Biaya 4 ban dalam 0,1 Km= Rp. 0,6549 x 4 = Rp. 2,619

f. Kendaraan Berat Truk (HV)Y= 0,0015553 S 0,0059333= ( 0,0015553 x 12,53) - 0,0059333= 0,01355 / 1.000 KmHarga ban = Rp. 1.535.000 / buahBiaya ban / 1.000 Km= 0,01355x Rp. 1.535.000= Rp. 20.806,32Biaya ban / Km= Rp. 20.806,32 / 1.000= Rp. 20,80632Biaya ban dalam 0,1 Km= Rp. 20,80632 x 0,1= Rp. 2,080Biaya 6 ban dalam 0,1 Km= Rp. 2,080 x 6= Rp. 12,483

4.Biaya pemeliharaan ( suku cadang dan montir )- Suku Cadangg. Kendaraan Ringan ( LV )Y= 0,0000064 S + 0,0005567= ( 0,0000064 x 12,53) + 0,0005567= 0,000637 / 1.000 KmHarga suku cadang = Rp. 1.500.000Biaya suku cadang / 1.000 Km= 0,000637 x Rp. 1.500.000= Rp. 955,338Biaya suku cadang / Km= Rp. 955,338 / 1.000= Rp. 0,955338Biaya suku cadang dalam 0,1 Km= Rp. 0,955338 x 0,1= Rp. 0,0955

h. Kendaraan Berat Truk (HV)Y = 0,0000191 S + 0,0015400 = ( 0,0000191 x 12,53 ) + 0,0015400 = 0,001779Harga suku cadang = Rp. 2.500.000Biaya suku cadang / 1.000 Km= 0,001779 x Rp. 2.500.000= Rp. 4.448,308Biaya suku cadang / Km= Rp. 4.448,308 / 1.000= Rp. 4,448308Biaya suku cadang dalam 0,1 Km= Rp. 4,448 x 0,1= Rp. 0,4448- Montiri. Kendaraan Ringan ( LV )Y = 0,00362 S + 0,36267 = ( 0,00362 x 12,53 ) + 0,36267= 0,408Harga tenaga montir / jam = Rp. 45.000Biaya montir / 1.000 Km= 0,408 x Rp. 45.000= Rp. 18.361,29Biaya montir / Km= Rp. 18.361,29 / 1.000= Rp. 18,36129Biaya montir dalam 0,1 Km= Rp. 18,36129 x 0,1= Rp. 1,836

j. Kendaraan Berat Truk (HV)Y = 0,01511 S + 1,21200= ( 0,01511 x 12,53 ) + 1,21200= 1,4013Harga tenaga montir / jam = Rp. 45.000Biaya montir / 1.000 Km= 1,4013 x Rp. 45.000= Rp. 63.059,77Biaya montir / Km= Rp. 63.059,77 / 1.000= Rp.63,05977Biaya montir dalam 0,1 Km= Rp. 63,05977 x 0,1= Rp. 6,30595.Biaya Penyusutan/Depresiasik. Kendaraan Ringan ( LV )

Y =

= = 0,00761 / 1.000 KmY= persen depresiasi / 1.000 KmHarga Kendaraan Ringan / Mobil = Rp. 295.250.000Biaya depresiasi / 1000 Km= (0,00761 / 100) x Rp. 295.250.000= Rp. 22.482,39Biaya depresiasi / Km= Rp. 22.482,39 / 1000= Rp. 22,482Biaya depresiasi dalam 0,1 Km= Rp. 22,482 x 0,1= Rp. 2,2482

l. Kendaraan Truk

Y =

= = 0,0035Y= persen depresiasi / 1.000 KmHarga Kendaraan Berat / Truk= Rp.250.000.000Biaya depresiasi / 1000 Km= (0,0035 / 100) x Rp. 250.000.000= Rp. 8.766,393Biaya depresiasi / Km= Rp. 8.766,393 / 1.000= Rp. 8,7663Biaya depresiasi dalam 0,1 Km= Rp. 8,7663 x 0,1= Rp. 0,87663

Untuk hasil analisis perhitungan nilai operasional kendaraan untuk kendaraan ringan dan berat saat adanya tundaan akibat on street parking dan hambatan samping jalan dapat dilihat pada Tabel 4.12, sedangkan untuk analisis perhitungan biaya operasional kendaraan untuk kendaraan ringan dan kendaraan berat dengan tidak adanya kegiatan on street parking dan hambatan samping jalan menggunakan kecepatan tempuh kendaraan 36,00 km/jam dengan Perhitungan yang sama seperti diatas dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.13.

Tabel 4.12Biaya Operasional Kendaraan Pada Saat Adanya Tundaan Lalu Lintas akibat kegiatan On Street Parking (DS=0,99)NoJenis PerhitunganKend. Ringan (LV)Kend. Berat Truk (HV)

(Rp)(Rp)

1Pemakaian Bahan Bakar144,253468,31

2Pemakaian Minyak Pelumas (oli)10,95159,492

3Pemakaian Ban2,62012,484

4Suku cadang0,0960,445

Montir1,8366,306

5Biaya Penyusutan/ depresiasi2,2480,877

Total162,004547,918

Sumber : Hasil Analisis (2015)

Tabel 4.13Biaya Operasional Kendaraan Pada Saat tidak adanya kegiatan On Street Parking ( DS = 0,56 )NoJenis PerhitunganKend. Ringan (LV)Kend. Berat Truk (HV)

(Rp)(Rp)

1Pemakaian Bahan Bakar81,492246,20

2Pemakaian Minyak Pelumas (oli)7,61540,562

3Pemakaian Ban10,92146,103

4Suku cadang0,1180,557

Montir2,2187,902

5Biaya Penyusutan / depresiasi1,5540,587

Total103,919341,914

Sumber : Hasil Analisis (2015)

4.7BOK untuk Kendaraan Sepeda Motor Berikut adalah perhitungan BOK untuk tiap segmen jalan pada ruas Jalan raya raya Seminyak pada saat adanya tundaan akibat on street parking:Y = a + b / V + cV= 24 + ( 596 / 12,53 ) + (0,00370 x 12,53) = Rp 69,991 / KmBOK sepeda motor sepanjang 0,1 Km = Rp. 69,991 x 0,1 = Rp. 6,999Nilai BOK di atas adalah nilai BOK menurut tahun 1999, untuk penyesuaian dengan tahun 2014 maka hasil BOK disesuaikan dengan nilai laju pertumbuhan Inflasi. Penyesuaian dengan nilai inflasi disebabkan oleh harga nilai mata uang yang mengalami perubahan dari tahun 1999 2014. Sehingga berpengaruh terhadap biaya bahan bakar, suku cadang, oli, ban, biaya servis dan jasa montir. (data laju pertumbuhan Inflasi dilampirkan pada Lampiran E).

Maka besar BOK sepeda motor adalah: P= P0 ( 1 + i )n = Rp 6,999 x (1 + 7,29%)16= Rp 21,576Berikut adalah perhitungan BOK untuk tiap segmen jalan pada ruas Jalan Raya Seminyak Badung pada saat tidak adanya kegiatan on street parking :Y = a + b / V + cV = 24 + ( 596 / 36 ) + (0,00370 x 36) = Rp 45,35 / KmBOK sepeda motor sepanjang 0,1 Km = Rp. 45,35 x 0,1 = Rp. 4,535Nilai BOK di atas adalah nilai BOK menurut pada 1999, untuk penyesuaian dengan tahun 2014 maka hasil BOK disesuaikan dengan nilai laju pertumbuhan Inflasi. Penyesuaian dengan nilai inflasi disebabkan oleh harga nilai mata uang yang mengalami perubahan dari tahun 1999 2014. Sehingga berpengaruh terhadap biaya bahan bakar, suku cadang, oli, ban, biaya servis dan jasa montir. (data laju pertumbuhan Inflasi dilampirkan pada Lampiran E). Maka besar BOK sepeda motor adalah P= P0 ( 1 + i )n = Rp. 4,535 x (1 + 7,29%)16= Rp. 13,98Tabel 4.14 Perbandingan Biaya Operasional Kendaraan Ada dan Tanpa Adamya Kegiatan On Street Parking Jalan Pada Ruas Jalan Raya SeminyakNoJenis KendaraanBOK1 (Rp)BOK2 (Rp)

1Sepeda Motor (MC)21,57613,98

2Kendaraan Ringan (LV)162,004103,919

3Kendaraan Berat Truk (HV)547,918341,914

Sumber : Hasil Analisis (2015)

52