PBL blok 7

  • View
    9

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kedokteran

Text of PBL blok 7

Sesak Nafas pada Seorang Perempuan Berusia 37 Tahun

Prizilia Saimima102012061Email : priziliasaimima@gmail.comFakultas KedokteranUniversitas Kristen Krida WacanaJln. Arjuna Utara No 06 Jakarta Barat 11510

PENDAHULUAN

Pernafasan pada manusia sangat penting untuk tetap hidup. Setiap manusia membutuhkan udara untuk bernafas. Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar. Dalam bernafas membutuhkan alat-alat pernafasan, alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air. Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi. Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan.1Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tampat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal pada hidung atau mulut dan berakhir pada paru-paru.Pada kasus dikatakan bahwa seorang perempuan umur 37 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sesak napas sejak dua hari yang lalu. Ia mengaku sudah bebrapa kali menderita penyakit seperti ini. Pada pemeriksaan fisik didapat bunyi nafas vasicular mengeras, ekspirasi memanjang dan ada wheezing. Maka pada kasus ini perempuan tersebut mengalami gangguan pada pernafasan dengan gejala-gejala seperti di kasus. Alat-alat pernapasan antara lain : Hidung, faring dan laring, tenggorokan ( trakea ), cabang-cabang tenggorokan ( bronkus ) cabang-cabang bronkus ( bronkiolus ) lalu paru-paru.Secara sederhana pernapasan seseorang dimulai dari hidung ke rongga pernapasan, ke faring lalu ke trakea lalu ke bronkus dan bronkiolus, paru-paru dan ke alveolus.

Proses pernapasan pada manusia dimulai dari hidung. Udara yang diisap pada waktu menarik nafas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung (nares) kiri dan kanan selain melalui mulut. Pada saat masuk, udara disaring oleh bulu hidung yang terdapat di bagian dalam lubang hidung. Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang. Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan bagian atas (naro-pharinx) lalu kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx). Setelah melalui tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atau trachea, dari sana diteruskan ke saluran yang bernama bronchus atau bronkus. Saluran bronkus ini terdiri dari beberapa tingkat percabangan dan akhirnya berhubungan di alveolus di paru-paru. Udara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnya dialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Gas oksigen diambil oleh darah. Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung dan seterusnya. Selanjutnya udara yang mengandung gas karbon dioksida akan dikeluarkan melalui hidung kembali. Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.1Struktur makro organ-organ respirasi

Gambar 1. Sistem Pernapasan

Saluran pernapasan terbagi kedalam dua bagian yaitu:Saluran/organ pernapasan bagian atas yang terdiri atas:HidungBerbentuk pyramid, pangkalnya berkesinambungan dengan dahi dan ujung bebasnya disebut puncak hidung. Ke arah inferior memiliki dua pintu masuk berbentuk bulat panjang yakni nares yang terpisah oleh septum nasi. Hidung terdiri atas rangka hidung dan cuping hidung yang terdiri dari jaringan ikat. Rangka hidung terdiri dari tulang pada bagian atas dan tulang rawan pada bagian bawah. Rangka bagian tulang terdiri dari os nasale, processus frontalis maxillae dan bagian nasal ossis frontalis. Rangka tulang rawannya terdiri dari cartilage septi nasi, cartilage nasi lateralis dan cartilago ala nasi major dan minor yang bersama-sama dengan tulang di dekatnya saling dihubungkan. Otot-otot yang melapisi hidung adalah M. Nasalis dan M. Depressor septi nasi. Pendarahan hidung bagian luar disuplai oleh cabang-cabang A. facialis, A. dorsalis nasi cabang A. ophtalmica dan A. infraorbitalis cabang A.Maxillaris interna. Pembuluh baliknya menuju V. Facialis dan V.ophtlamica. persarafan motorik hidung oleh N.VII dan persarafan sensorik hidung sisi medial punggung hidung sampai ujung hidung oleh N. infra trochlearis dan N. Nasalis externus cabang N.V1 dan sisi lateral oleh N.infraorbitalis cabang N.V2.2 Pada dinding lateral rongga hidung terdapat 3 elevasi yaitu: concha nasalis superior, medius, dan inferior dan atapnya terdiri dari 3 regio yaitu regio sphenoidalis, ethmoidalis, dan rego fronto-nasale. Dasar dari rongga hidung dibentuk oleh processus palatinus ossis maxilla dan lamina horizontalis ossis palatum yang berhubungan dengan rongga mulut melalui foramen incisivus. Meatus nasi superior, inferior dan medial merupakan jalan udara rongga nasal yang berada di bawah concha.1 Sinus paranasalis sinus paranasalis terdiri dari:2sinus frontalis yang terletak di dalam os frontal dan bermuara kebagian anterior meatus nasi medius, diperdarahi oleh A. supra orbitalis dan A.Etmoidalis anterior dan dipersarafi oleh N. Supra orbitalis. Sinus ethmoidalis yang tersusun sebagai cellulaeethmoidalis dan membentuk 3 kelompom yaitu sinus infundibular (anterior), sinus bullar (medius), dan kelompok posterior.Sinus sphenoidalis yang terletak di dalam corpus ossis sphenoidalis dan bermuara ke dalam recescus spheno ethmoidalis, diperdarahi oleh A. ethmoidalis posterior dan cabang pharyngeal A. Maxillaris interna serta dipersarafi oleh N. ethmoidalis posterior dan cabang orbital ganglion pterygopalatinum. Sinus maxillaries terletak pada os maxilla, lantainya berproyeksi sesuai dengan akar gigi gelgi premolar 1,2, molar 3 dan caninus. Bermuara ke hiatus semilunaris.Pharynx (tekak) Pharynx merupakan sebuah pipa muskulomembranosa yang membentang dari basis cranii sampai setinggi vertebra cervical 6 atau tepi bawah cartilage cricoidea. Paling lebar di bagian superior. Di sebelah kaudal dilanjutkan dengan oesophagus (kerongkongan). Tempat ini merupakan bagian tersempit saluran pencernaan selain appendix vermiformis. Di sebelah cranial pharynx dibatasi oleh bagian posterior corpus ossis sphenoidalis dan pars basilaris ossis occipitalis. Disebelah dorsal dan lateral pharynx terdapat jaringan penyambung longgar yang menempati spatium peripharingeale. Di sebelah ventral, pharynx terbuka ke dalam rongga hidung, mulut dan larynx dengan demikian dinding antriornya tidak sempurna. Ke arah lateral pharynx berhubungan dengan cavum thympani lewat auditiva eusthachii.2 Berdasarkan letaknya pharynx dibagi menjadi 3 yaitu nasopharynx, oropharinx, dan larinpharinx. Nasopharinx terdapat di area yang terdapat epitel bersilia dan tonsil serta merupakan muara tuba eustachius. Adenoid atau tonsila pharyngeal berada di sekitar bursa pharingea.3 Peradangan tonsila ini menimbulkan hipertrofi (pembesaran) akibatnya mungkin menyumbat/menghambat aliran udara melalui hidung dan penderita bernapas melalui mulut, menampilkan ekspresi wajah adenoid.2 Rongga nasofaring tidak pernah tertutup, berbeda dengan orofaring dan laringofaring. Ke arah ventral nasofaring berhubungan dengan rongga hidung melalui koana yang masing-masing terpisah oleh septum nasi.Oropharynx terbentang mulai dari palatum molle sampai tepi atas epiglotiss atau setinggi corpus vertebra cervical 2 dan 3 bagian atas. Di sebelah ventral berhubungan dengan isthmus oropharyngeum dan berhadapan dengan aspek pharyngeal lidah.2 Oropharinx berfungsi menampung udara dari nasopharinx dan makanan dari mulut. Pada bagian ini terdapat tonsila palatine pada bagian posterior dan tonsila lingualis (dasar lidah). 3 Laringopharynx merupakan bagian terbawah pharynx yang berhubungan dengan esophagus dan pita suara yang berada dalam trachea. Laringopharynx berfungsi untuk proses menelan dan dan respirasi. Laringopharinx terletak di bagian depan pada laring sedangkan trakea dibagian belakang.3Persarafan pada pharynx berasal dari plexus pharingeus. Jaringan kelenjar pada mukosa pharynx dan otot polos pembuluh darah menerima persarafan otonom melalui plexus pharingeus tersebut. Penutupan isthimus pharyngeum yang bervariasi diperlukan dalam proses menelan, meniup dan berbicara. Penutupan maksimum sewaktu meniup untuk mencegah udara keluar lewat hidung. Penutupan sewaktu menelan berfungsi mencegah regurgitasi ke dalam nasopharynx. Penutupan maksimal sewaktu bicara menghasilkan bunyi huruf konsonan (c,g,b,p).2

Larynx ( Pangkal tenggorok)Larynx merupakan saluran udara yang bersifat sphincter dan juga organ pembentuk suara, membentang antara lidah sampai trachea atau pada laki-laki setinggi vertebra cervical 3 sampai 6 tetapi sedikit lebih tinggi pada anak dan perempuan dewasa. tulang rawan pada larynx terdiri dari cartilago thyreoidea, cartilago cricoidea dan cartilage epiglottis yang masing-masing sebuah serta cartilage arytaenoidea, cartilage cuneiforme dan carti