of 52 /52
KELOMPOK A 10 “MENCEGAH PENYAKIT DENGAN VAKSINASI” KETUA : AHMAD FAUZI (1102014006) SEKRETARIS :CITRA DINANTI A (1102014063) ANNISA AMALIA D. (1102014028) FITRAH ADHITYA (1102014104) FILDZAH FITRIANI (1102014100) INDRAYANTI (1102012126) KHANSADHIA H MOOIINDIE (1102014143) KURNIA HASANAH (1102014146) M MUCHLIS (1102013160)

MPT skenario 1.pptx

  • Upload
    alice

  • View
    248

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: MPT skenario 1.pptx

KELOMPOK A 10

“MENCEGAH PENYAKIT DENGAN VAKSINASI”

KETUA : AHMAD FAUZI (1102014006)SEKRETARIS :CITRA DINANTI A (1102014063)

ANNISA AMALIA D. (1102014028)FITRAH ADHITYA (1102014104)FILDZAH FITRIANI (1102014100)INDRAYANTI (1102012126)KHANSADHIA H MOOIINDIE (1102014143)KURNIA HASANAH (1102014146)M MUCHLIS (1102013160)

Page 2: MPT skenario 1.pptx

SKENARIO

• Seorang bayi berumur 2 bulan mendapat vaksinasi BCG di lengan kanan atas untuk mencegah penyakit dan mendapatkan kekebalan. Empat minggu kemudian bayi tersebut dibawa kembali ke RS karena timbul benjolan di ketiak kanan. Setelah Dokter melakukan pemeriksaan didapatkan pembesaran nodus limfatikus di region aksila dekstra. Hal ini disebabkan adanya reaksi terhadap antigen yang terdapat dalam vaksin tersebut menimbulkan respon imun tubuh.

Page 3: MPT skenario 1.pptx

KATA SULIT• Vaksinasi : Tindakan memvaksin,isi vaksin Mikroorganisme yang

dilemahkan. Tujuan untuk pencegahan penyakit ,memperbaiki kondisi tubuh dan terapi penyakit infeksi.

• BCG : Bacillus Calmatte Guerin,digunakan untuk pencegahan penyakit tuberculosa.

• Nodus Limfatik : Akumulasi dari jaringan limfatik yang dibungkus oleh serabut elastic dan serabut otot polos yang mengandung kapsula yang berfungsi untuk memproduksi limfosit dan antibody serta menyaring dan mencegah penyebaran infeksi.

• Antigen : Zat yang mampu menginduksi respon imun spesifik dan bereaksi dengan produk-produk respon tubuh yaitu,dengan antibody spesifik atau limfosit T yang disensitisasi secara khusus atau keduanya.

• Respon Imun : Reaksi yang dikoordinasi sel-sel molekul dan bahan lainnya terhadap mikroba.

• Vaksin : Suspensi Mikroorganisme yang dilemahkan/dimatikan atau protein antigenic dari mikroorganisme diberikan untuk mencegah atau meringankan/mengobati penyakit menular.

• Regio axillaris dextra : Merupakan bagian dari thorax sekitar fossa axillaris sebelah kanan

Page 4: MPT skenario 1.pptx

HIPOTESIS

• Bayi berumur 2 bulan diberikan vaksin BCG (antigen) yang bertujuan untuk mencegah penyakit TB menyebabkan aktifnya respon imun. Respons imun tubuh terbagi menjadi dua yaitu respon imun spesifik dan non spesifik. Terjadinya respons imun yang spesifikmenyebabkan proliferasi limfosit B dan limfosit T sehingga menimbulakan pembesaran padalimfonodus di bagian regio axilaris dekstra.

Page 5: MPT skenario 1.pptx

SASARAN BELAJAR• LO 1. Memahami dan

menjelaskan anatomi sistem limfatik

• 1.1 Makroskopik• 1.2 Mikroskopik• 1.3 Aliran system limfatik• 1.4 Fungsi system limfatik

• LO 2. Memahami dan menjelaskan antigen

• 2.1. Pengertian antigen• 2.2. Klasifikasi antigen• 2.3. Fungsi antigen• 2.4. Mekanisme kerja

antigen• LO 3. Memahami dan

menjelaskan antibody• 3.1. Pengertian antobodi• 3.2. Jenis-jenis antibodi• 3.3. Struktur antobodi

• LO 4. Memahami dan menjeaskan respon imun/imunitas

• 4.1. Pengertian respon imun• 4.2. Klasifikasi respon imun• LO 5. Memahami dan mejelaskan

vaksin • 5.1. Pengertian vaksin• 5.2. Jenis-jenis vaksin• 5.3. Mekanisme kerja vaksin• 5.4. Penyimpanan vaksin• LO 6. Memahami dan menjelaskan

Imunisasi• 6.1. Definisi vaksin• 6.2. Jenis-jenis vaksin• 6.3. Cara pemberian vaksin• 6.4. Jadwal pemberian vaksin• LO 7. Memahami dan menjelaskan

pandangan islam terhadap pemberian vaksin

Page 6: MPT skenario 1.pptx

LO 1. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN ANATOMI

SISTEM LIMFATIK

Page 7: MPT skenario 1.pptx

• Organ limfoid primer :• Organ limfoid primer terdiri dari sumsum tulang

dan timus. • Organ limfoid sekunder :• Organ limfoid sekunder merupakan tempat sel

dendritik mempersentasikan antigen yang yang ditangkapnya di bagian lain tunuh ke sel T yang memacunya untuk poliferasi dan diferensiasi limfosit.• Terdiri dari

Page 8: MPT skenario 1.pptx

MAKROSKOPIKTIMUS

• Timus tumbuh terus hingga pubertas.

• Mempunyai 2 buah lobus, mempunyai bagian cortex dan medulla, berbentuk segitiga, gepeng dan kemerahan.

• Mempunyai 2 batasan, yaitu :a. Batasan anterior : manubrium

sterni dan rawan costae IVb. Batasan atas : Regio colli

inferior (trachea)• Letak : Terdapat pada

mediastinum superior, dorsal terhadap sternum.

Page 9: MPT skenario 1.pptx

SUMSUM TULANG• Terdapat pada sternum, vertebra,

tulang iliaka, dan tulang iga.• Sel stem hematopoetik akan menjadi

progenitor limfoid yang kemudian menjadi prolimfosit B dan menjadi prelimfosit B yang selanjutnya menjadi limfosit B dengan imunoglobulin D dan imunoglobulin M (B Cell Receptor ) yang kemudian mengalami seleksi negatif sehingga menjadi sel B naive yang kemudian keluar dan mengikuti aliran darah menuju ke organ limfoid sekunder.

• Sel stem hematopoetik menjadi progenitor limfoid juga berubah menjadi prolimfosit T dan selanjutnya menjadi prelimfosit T yang akhirnya menuju timus.

Page 10: MPT skenario 1.pptx

LIMFONODUS• Bentuk : Oval seperti kacang tanah

atau kacang merah dengan pinggiran cekung (hillus)

• Ukuran : Sebesar kepala peniti atau buah kenari, dapat diraba pada daerah leher, axilla, dan inguinal dalam keadaan infeksi.

• Terletak disekitar pembuluh darah • Berfungsi untuk memproduksi

limfosit dan anti bodi untuk mencegah penyebaran infeksi lanjutan, menyaring aliran limfatik sebelum dikembalikan kedalam aliran darah melalui duktus torasikus, sehingga dapat mencegah penyebaran infeksi lebih luas.

Page 11: MPT skenario 1.pptx

LIEN• Bentuk : organ limfoid yang terbesar,

lunak, rapuh, vaskular berwarna kemerahan karena banyak mengandung darah dan berbentuk oval.

• Letak : Regio hipochondrium sinistra intra peritoneal. Pada proyeksi costae 9, 10, dan 11. Setinggi vertebrae thoracalis 11-12. Batas anterior yaitu gaster, ren sinistra, dan flexura colli sinistra. Batas posterior yaitu diafragma, dan costae 9-12.

• Ukuran : Sebesar kepalan tangan masing-masing individu.

• Aliran darah : Aliran darah akan masuk kedaerah hillus lienalis yaitu arteri lienalis dan keluar melalui vena lienalis ke vena porta menuju hati.

Page 12: MPT skenario 1.pptx

• TONSIL• Organ limfoid yang

terdiri atas 3 buah tonsila, yaitu :• Tonsila palatina • Tonsila lingualis • Tonsila

pharyngealis

Page 13: MPT skenario 1.pptx

MIKROSKOPIK• Limfonodus dibagi menjadi

dua daerah yaitu :• Korteks• Dibagi menjadi dua bagian

yaitu :• Korteks luar

Terdapat sinus subkapsularis atau sinus marginalis • Korteks dalam

Merupakan kelanjutan dari korteks luar.• Medula

Terdapat korda medularis (genjel-genjel medula)

Page 14: MPT skenario 1.pptx

• LIEN• Dibungkus oleh simpai

jaringan ikat padat yang menjulur (trabekula) yang membagi parenkim atau pulpa lien menjadi kompartemen yang tidak sempurna, tidak terdapat pembuluh limfe, terdapat arteri dan vena trabekularis.

• Pulpa lien terbagi menjadi dua bagian yaitu :

• Pulpa alba/putih • Pulpa rubra/merah

Page 15: MPT skenario 1.pptx

TIMUS• Timus diliputi oleh

jaringan ikat tipis (kapsula fibrosa) yang terdiri dari serat kolagen dan elastin. • Terdapat dua bagian:• Korteks• Medulla

Page 16: MPT skenario 1.pptx

• Terdapat tiga bagian: • Tonsil lingualis: Terdapat pada

1/3 bagian posterior lidah, tepat dibelakang papila sirkumvalata, bercampur dengan muskular skelet. Limfonodulus umumnya mempunyai germinal center yang umumnya terisi limfosit dan sel plasma.

• Tonsil palatina: Tonsila palatina tidak terdapat muskular dan pada kriptus banyak terdapat debris yang disebut benda liur.

• Tonsila faringea atau adenoid

Page 17: MPT skenario 1.pptx

ALIRAN SISTEM LIMFATIK

• System saluran limfe dari semua bagian tubuh adalah sebagai berikut:

• Pengaliran cairan limfe yang superficial (dangkal)

• Pengaliran cairan limfe profunda (dalam)

• Berdasarkan regionya:• Drainase cairan limfe dari

regio leher dan kepala• Drainase cairan limfe

pada daerah perut• Drainase cairan limfe

pada sistem pencernaan• Drainase cairan limfe

regio panggul dan pinggang masuk ke nodus limfatikus subinguinalis.

Page 18: MPT skenario 1.pptx

FUNGSI ORGAN LIMFOID

• Sumsum tulang : asal semua sel darah , tempat proses pematangan untuk limfosit B.

• Kelenjar limfe, tonsil, adenoid, apendiks, Gut-Associated Lymphoid Tissue : memindahkan limfosit dari dan ke limfe (membuang, menyimpan, memproduksi dan menambahkan).

• Limpa : memindahkan limfosit dari dank e darah (membuang, menyimpan, memproduksi, dan menambahkan).

• Timus : tempat proses pematangan limfosit T, mengeluarkan hormone timosin.

Page 19: MPT skenario 1.pptx

LO 2. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN ANTIGEN

Page 20: MPT skenario 1.pptx

PENGERTIAN ANTIGEN

• Antigen adalah setiap zat yang mampu, dalam kondisi yang sesuai, menginduksi suatu respons imun spesifik dan bereaksi dengan produk respons tersebut, yakni dengan antibodi spesifik atau limfosit T yang disensitisasi secara khusus, atau keduanya. (Dorland, 2008)

Page 21: MPT skenario 1.pptx

KLASIFIKASI ANTIGEN

• Menurut epitop, antigen dapat dibagi sebagai berikut:

a.  Unideterminan, univalenb.  Unideterminan, multivalenc.  Multideterminan, univalend.  Multideterminan, multivalen

• Menurut spesifisitas, antigen dapat dibagi sebagai berikut:• a.  Heteroantigen• b.  Xenoantigen • c.  Alloantigen

(isoantigen) • d.  Antigen organ

spesifik• e.  Autoantigen,

Page 22: MPT skenario 1.pptx

• Menurut Ketergantungan Terhadap Sel T

a.  T dependent b.  T

independent

• Menurut sifat kimiawi, antigen dapat dibagi sebagai berikut:• a.  Hidrat arang

(polisakarida)• b.  Lipid• c.  Asam nukleat• d.  Protein

Page 23: MPT skenario 1.pptx

STRUKTUR ANTIGEN

• Paratop• Agretop• Superantigen• Aloantigen• Toksin

Page 24: MPT skenario 1.pptx

FUNGSI ANTIGEN

• Menginduksi respons imun terhadap dirinya sendiri• Merangsang sel B untuk berubah menjadi sel

plasma yang menghasilkan antibody

Page 25: MPT skenario 1.pptx

MEKANISME KERJA ANTIGEN

• Antigen diklasifikasikan menjadi dua yaitu:• Antigen Endogen : antigen yang terdapat didalam

tubuh dan meliputi antigen-antigen berikut:antigen senogeneik (heterolog), antigen autolog dan antigen idiotipik atau antigen alogenik (homolog). • Antigen Eksogen : antigen-antigen yang disajikan

dari luar kepada hospes dalam bentuk mikroorganisme,tepung sari,obat-obatan atau polutan. 

Page 26: MPT skenario 1.pptx

MASUKNYA ANTIGEN• Dalam lingkungan sekitar kita terdapat banyak

substansi yang dapat menjadi antigen bila dia melekat pada protein tubuh kita. Substansi kecil yang bisa berubah menjadi antigen tersebut dikenal dengan istilah hapten. • Substansi-substansi tersebut lolos dari barier

respon non spesifik (eksternal maupun internal), kemudian substansi tersebut masuk dan berikatan dengan sel limfosit B yang akan mensintesis pembentukan antibodi.

Page 27: MPT skenario 1.pptx

LO 3. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN ANTIBODY

Page 28: MPT skenario 1.pptx

DEFINISI ANTIBODI

Antibodi adalah molekul imunoglobulin yang mempunyai suatu rantai asam amino spesifik, yang hanya berinteraksi dengan antigen yang menginduksi sintesis molekul ini di dalam sel seri limfoid (khususnya sel plasma), atau dengan antigen yang sangat erat hubungannya dengan antigen tersebut. (Dorland,2012)

Page 29: MPT skenario 1.pptx

JENIS DAN SPESIFIKASI ANTIBODI

Page 30: MPT skenario 1.pptx

• Immunoglobin G• Immunoglobin A• Immunoglobin M• Immunoglobin D• Immunoglobin E

Page 31: MPT skenario 1.pptx

STRUKTUR ANTIBODI• Antibody terdiri dari 4

rantai polipeptida yang saling berkaitan-dua rantai panjang yang berat dan dua rantai pendek yang ringan-yang tersusun membentuk huruf Y.

• Sebuah antibody memiliki dua tempat pengikatan antigen identic, satu di masing-masing ujung lengan yaitu Antigen binding fragment

• Bagian ekor setiap antibody dalam subkelas immunoglobulin yang sama bersifat identic disebut bagian konstanta (Fc),

Page 32: MPT skenario 1.pptx

LO 4. MEMAHAMI DAN MENJEASKAN RESPON

IMUN/IMUNITAS

Page 33: MPT skenario 1.pptx

KLASIFIKASI RESPON IMUN

• Dilihat dari berapa kali pajanan antigen maka dapat dikenal dua macam respons imun, yaitu

a. respons imun primerb. respons imun sekunder.• Menurut mekanismenya, respon imun dibagi

menjadi spesifik dan non spesifik

Page 34: MPT skenario 1.pptx
Page 35: MPT skenario 1.pptx

L.I. 5. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN TENTANG

VAKSIN

Page 36: MPT skenario 1.pptx

DEFINISI VAKSIN

• Vaksin merupakan suspensi mikroorganisme yang dilemahkan atau diinaktivasikan (bakteri, virus, atau riketsia), atau protein antigenik dari berbagai organisme tersebut, yang diberikan untuk mencegah, meringankan, atau mengobati penyakit.

Page 37: MPT skenario 1.pptx

JENIS VAKSIN

Page 38: MPT skenario 1.pptx

JENIS VAKSIN

Page 39: MPT skenario 1.pptx
Page 40: MPT skenario 1.pptx

MEKANISME KERJA VAKSIN

• Mekanisme vaksin BCG :• Mekanisme menginduksi kekebalan aktif terhadap

tuberkulosis tidak diketahui. Mungkin melibatkan stimulasi sistem retikuloendotelial untuk membentuk makrofag-makrofag dan sel-sel teraktivasi lainnya yang mencegah multiplikasi Mycobacterium tuberculosis. Dalam sistemik, vaksin hidup BCG menginduksi kekebalan yang diperantarai oleh sel untuk melawan tuberkulosis. Mekanisme kerjanya tidak diketahui dan tidak jelas.

Page 41: MPT skenario 1.pptx

PENYIMPANAN VAKSIN

• Menurut Petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi, Depkes RI, 1992, sarana penyimpanan vaksin di setiap tingkat administrasi berbeda. Di tingkat pusat, sarana penyimpan vaksin adalah kamar dingin/cold room. Ruangan ini seluruh dindingnya diisolasi untuk menghindarkan panas masuk ke dalam ruangan. Ada 2 kamar dingin yaitu dengan suhu +2o C sampai +8o C dan suhu -20o C sampai -25o C. Sarana ini dilengkapi dengan generator cadangan untuk mengatasi putusnya aliran listrik. Di tingkat provinsi vaksin disimpan pada kamar dingin dengan suhu -20o C sampai -25o C, di tingkat kabupaten sarana penyimpanan vaksin menggunakan lemari es dan freezer.

Page 42: MPT skenario 1.pptx

L.I. 6. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN TENTANG

IMUNISASI

Page 43: MPT skenario 1.pptx

DEFINISI IMUNISASI

• Imunisasi adalah prosedur untuk meningkatkan derajat imunitas, memberikan imunitas protektif dengan menginduksi respons memori terhadap pathogen tertentu/toksin dengan menggunakan preparat antigen nonvirulen/nontoksik.

Page 44: MPT skenario 1.pptx

KLASIFIKASI IMUNISASI

Imunisasi

Alamiah

Pasif Aktif

Buatan

AktifPasif

Page 45: MPT skenario 1.pptx

CARA IMUNISASI

Page 46: MPT skenario 1.pptx

JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI

Page 47: MPT skenario 1.pptx

L.I. 7. PANDANGAN ISLAM TERHADAP VAKSINASI

Page 48: MPT skenario 1.pptx

• Masalah ini diperselisihkan ulama menjadi dua pendapat :1. Boleh dalam kondisi darurat. Ini pendapat Hanafiyyah, Syafi’iyyah, dan Ibnu Hazm.• Di antara dalil mereka adalah keumuman firman Allah :• Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa

yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.... (QS. Al- An’am [6]:119)

• Hadits ini menunjukkan secara jelas tentang disyari’atkannya mengambil sebab untuk membentengi diri dari penyakit sebelum terjadi. Demikian juga kalau dikhawatirkan terjadi wabah yang menimpa maka hukumnya boleh sebagaimana halnya boleh berobat tatkala terkena penyakit.

Page 49: MPT skenario 1.pptx

2. Tidak boleh secara mutlak. Ini adalah madzab Malikiyyah dan Hanabillah.• Di antara dalil mereka adalah sabda Nabi :• “Sesungguhnya allah menciptakan penyakit dan

obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan benda haram” (ash-Shohihah:4/174)’

Page 50: MPT skenario 1.pptx

• Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia)Majelis Ulama Indonesia dalam rapat pada 1 Sya’ban 1423H, setelah mendiskusikan masalah inimereka menetapkan :

• 1). Pada dasarnya, penggunaan obat-obatan, termasuk vaksin, yang berasal dari – atau mengandung- benda najis ataupun benda terkena najis adalah haram.

• 2). Pemberian vaksin IPV kepada anak-anak yang menderita immunocompromise, pada saat ini, dibolehkan, sepanjang belum ada IPV jenis lain yang suci dan halal.

Page 51: MPT skenario 1.pptx

DAFTAR PUSTAKA• Artikel “Standar Penyimpanan Vaksin Menurut Depkes RI dan WHO”• Baratawidjaja, Karnen Garna dan Iris Rengganis. 2012. Imunologi Dasar. Edisi 10.

Jakarta: Balai Penerbit FKUI• Children Allergy Clinic. Available at :

http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/05/16/imunologi-imunisasi/• Indonesian Public Health. Available at:http://

www.indonesian-publichealth.com/2012/09/standar-penyimpanan-vaksin.html • Medica Therapy. Available at: http://

medicatherapy.com/index.php/content/printversion/204 • Raden, Inmar. 2011. Anatomi Sistem Limfatikus. Jakarta : Bagian Anatomi

Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi• Sherwood, Lauralee. 2007. Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem. Edisi 6.

Jakarta:EGC.• Zuhroni. 2010. Profesionalisme Dokter dalam, Pandangan Islam Terhadap

Masalah Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Bagian Agama Universitas Yarsi•  CDC. (2012). Principles of Vaccination. In: CDC. Epidemiology and Prevention of

Vaccine-Preventable Diseases. 12th ed. USA: CDC. 1.•  

Page 52: MPT skenario 1.pptx

• Dorland Medical Dictionary. 2012.• Foged, C. et al. (2015). Advances in Delivery Science and Technology. Subunit

Vaccine Delivery. DOI 10.1007/978-1-4939-1417-3_2• Janeway CA Jr, Travers P, Walport M, et al. (2001).Immunobiology: The Immune

System in Health and Disease. 5th edition. New York: Garland Science.• Jawetz, Melnick, and Adelberg. (2014). Jawetz, Melnick, and Adelberg Mikrobiologi

Kedokteran. 25th ed. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.• Karnen, G.B. and Iris, R. (2014). Imunologi Dasar. 11th ed. Jakarta: Badan Penerbit

FKUI. 27-149,465.• Lauralee, S. (2013). Fisiologi Manusia. 8th ed. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. 444-

483.• PERMENKES Nomor 42 Tahun 2013. Penyelenggaraan Imunisasi.• Probandari, A.N., Handayani, S., and Nugroho, J.d. (2013).Ketrampilan Imunisasi.

Surakarta: UNIVERSITAS SEBELAS MARET. 13-20.• Snell, R.s. (2012). Anatomi Klinis. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. 262-277