of 20 /20
LO 1. Memahami dan menjelaskan anatomi sistem limfatik Memahami dan menjelaskan makroskopik organ limfoid THYMUS ANATOMI THYMUS Organ limfoid terletak pada sternum bagian atas belakang di daerah pubertas mediastinum superior dan bertumbuh terus sampai pubertas. Setelah mulai pubertas, thymus mengalami involusi dan setelah dewasa semakin mengecil, tapi masih dapat berfungsi untuk menghasilkan limfosit t yang baru Thymus yang besar terlihat setelah lahir pada saat bayi dan neonates. Pada cadaver orang dewasa sewaktu praktikum anatomi jarang kita temukan lagi. Mempunyai 2 buah lobus, mempunyai bagian cortex dan medulla, berbentuk segitiga, gepeng, dan kemerahan. Secara anatomi thymus : Mempunyai batas-batas sbb : 1. Batas anterior : Manubrium sterni dan rawan costae 1V 2. Batas atas : Region colli inferior (trachea),

Blok Mpt Skenario 1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sd

Citation preview

Page 1: Blok Mpt Skenario 1

LO 1. Memahami dan menjelaskan anatomi sistem limfatik

Memahami dan menjelaskan makroskopik organ limfoid

THYMUS

ANATOMI THYMUS

Organ limfoid terletak pada sternum bagian atas belakang di daerah pubertas mediastinum superior dan bertumbuh terus sampai pubertas.

Setelah mulai pubertas, thymus mengalami involusi dan setelah dewasa semakin mengecil, tapi masih dapat berfungsi untuk menghasilkan limfosit t yang baru

Thymus yang besar terlihat setelah lahir pada saat bayi dan neonates. Pada cadaver orang dewasa sewaktu praktikum anatomi jarang kita temukan lagi.

Mempunyai 2 buah lobus, mempunyai bagian cortex dan medulla, berbentuk segitiga, gepeng, dan kemerahan.

Secara anatomi thymus :Mempunyai batas-batas sbb :1. Batas anterior :

Manubrium sterni dan rawan costae 1V2. Batas atas :

Region colli inferior (trachea),

TONSIL

Page 2: Blok Mpt Skenario 1

ANATOMI TONSIL

Tonsil termasuk salah satu dari organ limfoid yang terdiri dari atas 3 buah tonsila sbb :

1. Tonsila palatine = di depan2. Tonsila lingualis = di belakang3. Tonsila pharyngealis = di atas

Ketiga tonsila di atas membentuk satu cincin (melingkar) pada saluran limfe yang dikenal dengan “Ring of Waldeyer”.

Tonsila palatina :Organ limfoid yang terletak pada dinding lateralis → Oropharynx dextra dan sinistra.Terletak dalam satu lekukan yang dikenal dengan “Fossa Tonsillaris”. Yang dibatasi oleh 2 buah otot yang melengkung berbentuk arcus yaitu : arcus Palatoglossus dan arcus Palatopharyngeus. Dasar Fossa tonsillaris tersebut dinamakan dengan “Tonsil Bed”.Tonsil membuka ke cavum oris terdiri dari 12-15 crypta tonsilaris. Dapat dilihat hanya dengan buka mulut baca a…a..a…, tonsila palatina terlihat normal sedikit penonjolan ke dalam pharynx, tetapi tidak keluar Fossa tonsillaris. Ditutupi oleh selapis jaringan ikat fibrosa yang berbentuk capsula.

Tonsila Lingualis : adalah salah satu organ limfoid yang terletak di belakang lidah → 1/3 bagian posterior, dan tidak mempunyai papilla sehingga terlihat permukaan berbenjol-benjol. (FOLLICEL)

Tonsila Pharyngealis : adalah organ limfoid yang terdapat di daerah nasopharynx dibelakang pintu hidung belakang. Bila membesar dikenal dengan ADENOID : terletak di daerah Nasopharynx tepatnya diatas torus tubarius dan O.P.T.A. bila adenoid membesar dapat menyebabkan sesak nafas, sebab dapat menyumbat pintu nares posterior (CHOANAE).

Page 3: Blok Mpt Skenario 1

LIEN (LIMFA)Lien adalah organ limfoid yang terbesar, lunak, rapuh dan vascular bewarna kemerahan dan bentuk oval.

ANATOMI LIEN :

Terletak pada region hipochondrium sinistra dalam ruang intra peritoneal. Di proyeksikan dari luar pada costae 9, 10, dan 11, setinggi vertebrae thoracalis 11 sampai 12. Besar lien sebesar kepalan tangan sendiri. Dibungkus oleh jaringan perlekatan peritoneum pada permukaan yang dinamakan

“Capsula Lienalis”. Fixasi lien ke ren (ginjal) melalui ligamentum Renolienalis dank e lambung

(gaster) ligamentum gastrolienalis. Pembuluh darah masuk daerah Hillus Lienalis adalah Arteria Lienalis, darah vena

melalui Vena Lienalis → vena port untuk di bawah ke Hepar. Dalam lien terdapat pusat imunologis yaitu folikel limfoid (folikel putih) yang

tersebar diseluruh sinusoid yang sangat vascular (folikel merah)

Batas-batas Lien sbb :

Anterior → gaster, cauda pancreas, flexura colli sinistra, ren sinistra.

Posterior → diaphragm, costae dari ix sampai 12

Cauda PANCREAS menempel pada daerah hillus lienalis bersamaan dengan masuknya arteria lienalis dan keluar vena lienalis.

Memahami dan menjelaskan mikroskopik organ limfoid

Tonsila PalatinaPermukaan tonsila palatina ditutupi epitel berlapis gepeng yang juga

melapisi invaginasi atau kripti tonsila. Banyak limfonodulus terletak di bawah jaringan ikat dan tersebar sepanjang kriptus. Limfonoduli terbenam didalam

Page 4: Blok Mpt Skenario 1

stroma jaringan ikat retikular dan jaringan limfatik difus. Noduli sering saling menyatu dan umumnya memperlihatkan pusat germinal.

Jaringan ikat fibroelastis terdapat dibawah tonsila dan membentuk simpainya. Septa (trabekula) berasal dari simpai dan menyusup diantara limfonoduli sebagai pusat jaringan ikat dan membentuk dinding kripti. Serat otot rangka membentuk lapisan dibawah tonsila.

Timus

Kelenjar timus adalah organ limfoid yang berlobul-lobul. Timus diliputi oleh kapsul jaringan ikat tempat banyak trabekula berasal. Trabekula meluas ke dan membagi kelenjar timus menjadi lobulus yang tidak utuh. Setiap lobulus terdiri atas korteks (diluar) yang terpulas gelap dan medula (didalam) yang terpulas pucat. Karena lobulus tidak utuh, medula memperlihatkan kontinuitas diantara lobulus di sebelahnya. Banyak pembuluh darah yang memasuki kelenjar timus melalui jaringan ikat kapsul dan trabekula.

Page 5: Blok Mpt Skenario 1

Korteks setiap lobulus mengandung limfosit yang memadat tanpa pembentukan limfonodus.

Sebaliknya, medula mengandung limfosit lebih sedikit, tetapi mempunyai sel retikular epitel yang lebih banyak. Medula juga mengandung Badan Hassal yang menjadi ciri yang sangat karakteristik pada kelenjar timus.

Histologi kelenjar timus bervariasi, tergantung usia individu. Kelenjar ini mencapai perkembangan terbesarnya segera setelah lahir, namun kelenjar ini mulai berinvolusi pada masa pubertas. Produksi limfosit menurun dan badan Hassal menjadi lebih besar. Selain itu, parenkim kelenjar secara bertahap digantikan oleh jaringan ikat longgar dan sel lemak.

Limpa

Limpa dibungkus sebuah simpai jaringan ikat padat yang menjulurkan trabekula jaringan ikat ke bagian dalam limpa. Trabekula utama memasuki limpa di hilus dan bercabang-cabang menyusup seluruh organ. Pada trabekula, terdapat arteri trabekularis dan vena trabekularis. Trabekula yang terpotong melintang tampak bulat atau nodular.

Limpa ditandai dengan sejumlah agregat limfonodulus, noduli ini membentuk pulpa alba organ. Limfonoduli mengandung pusat germinal, jumlahnya secara progresif berkurang bersama dengan penambahan umur. Arteri sentralis melewati setiap limfonodulus, namun arteri ini umumnya tidak terletak di pusat. Arteri sentralis adalah cabang dari arteri trabekularis yang mendapat selubung jaringan limfatik saat meninggalkan trabekula. Selubung ini juga membentuk limfonodulus yang kemudian membentuk pulpa alba limpa.

Page 6: Blok Mpt Skenario 1

Disekitar limfonodulus dan trabekula, terdapat anyaman sel merata yang membentuk bagian terbesar organ dan secara kolektif membentuk pulpa rubra atau pulpa limpa. Sediaan segar pulpa rubra tampak merah karena jaringan vaskularnya. Pulpa rubra juga mengandung arteri pupla, sinus venosus dan korda limpa (Billroth), hal ini tampak sebagai untaian difusi jaringan limfatik diantara sinus venosus. Korda limpa membentuk anyaman longgar jaringan ikat retikular yang biasanya tertutup jaringan padat lain.

Limpa tidak memperlihatkan adanya korteks dan medula seperti pada limfonodi, namun limfonodulus terdapat di seluruh bagian limpa. Sealain itu, limpa mengandung sinus venosus, berbeda dengan sinus limfatik pada limfonodi. Namun, pada limpa tidak ada sinus subkapsularis ataupun sinus trabekularis. Simpai dan trabekula pada limpa lebih tebal daripada simpai dan trabekula di limfonodus, dan mengandung sedikit sel otot polos.

Aliran sistem limfatik

Drainase cairan limfe dari regio leher dan kepala

Dari pipi ke bagian belakang telinga, turun kebawah dari sisi lateralis ke medial sepanjang otot leher strenomastideus ke duktus limfatikus dekstra dan sinistra. Regio bahu dan punggung masuk ke nodus limfatikus aksilaris postrerior

Drainase cairan limfe pada daerah perut

Lokasi regio di atas pusat, masuk ke nodus limfatikus aksilaris anterior. Lokasi regio di bawah pusat, masuk ke nodus limfatikus inguinalis dekstra dan sinistra

Drainase cairan limfe pada sistem pencernaan

Semua aliran limfe sistem pencernaan, gaster, dan usus, hepar, lien, semuanya masuk ke dalam nodi limfatici coeliaca. Seterusnya masuk ke dalam Cysterna chile yang terletak dibawah diafragma, lalu naik ke atas dan masuk ke dalam duktus thoracicus pada rongga toraks.

Drainase cairan limfe regio panggul dan pinggang masuk ke nodus limfatikus subinguinalis.

LO 2. Memahami dan menjelaskan respon imun/imunitas

Respon imun adalah terjadinya resistensi (imunitas) terhadap zat asing (misal agen infeksius). Respon imun dapat diperantarai antibody (humoral), diperantarai sel (selular), atau keduanya.

Page 7: Blok Mpt Skenario 1

Jenis-jenis respon imun

Kekebalan natural = alamiah = non-spesifik

Dipunyai sejak lahir Pertahanan pertama dari bahan asing atau antigen dari luar Bersifat non-spesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu Responnya cepat.

Terdiri atas 3 mekanisme, yaitu:

a. Fisik / MekanikContoh: kulit, selaput lendir, silia saluran nafas, batuk, dan

bersin Keratinosit dan lapisan epidermis kulit sehat dan epitel mukosa

yang utuh tidak dapat ditembus kebanyakan mikroba. Kulit yang rusak akibat luka bakar dan selaput lendir saluran nafas yang rusak oleh asap rokok akan meningkatkan resiko infeksi.

b. LarutContoh: asam lambung, interferon, dan komplemen

KomplemenBerperan sebagai opsonin yang meningkatkan fagositosis, sebagai faktor kemotaktik dan juga menimbulkan destruksi atau lisis bakteri dan parasit

Interferonc. Selular

Contoh: fagositosis, sel NK, sel mast, dan eosinofil Mekanisme Fagositosis

Kekebalan didapat = spesifik = adaptif

Dibentuk sesudah kontak dengan bahan asing (non-self); antigen/imunogen/allergen.

Kekebalan terbentuk sesudah:o Sakit

o Infeksi subklinik

o Imunisasi:

o Imunisasi pasif

o Vaksinasi atau imunisasi aktif

Terdiri atas 2 mekanisme, yaitu

a. Humoral

Page 8: Blok Mpt Skenario 1

Pemeran utamanya adalah limfosit B atau sel B. Sel B berasal dari sel asal multipoten di sumsum tulang. Sel B yang dirangsang oleh benda asing akan berproliferasi, berdiferensiasi, dan berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi yang berperan untuk pertahanan terhadap infeksi ekstraseluler, virus, dan bakteri serta menetralkan toksinnya.

b. SelularPemeran utamanya adalah limfosit T atau sel T. Sel tersebut

juga berasal dari sel asal yang sama seperti sel B. Pada orang dewasa, sel T dibentuk di sumsum tulang, tetapi berproliferasi dan diferensiasinya terjadi dalam kelenjar timus.

Terdiri atas beberapa subset sel dengan fungsi yang berlainan, yaitu:

a. Sel CD4+ (Th1, Th2)b. Sel CD8+ atau CTL atau Tcc. Sel Ts

Fungsi utamanya adalah untuk pertahanan terhadap bakteri yang hidup intraseluler, virus, jamur, parasit, dan keganasan.

LO.3 memahami dan menjelaskan antigen

Definisi

Secara spesifik imunogen adalah bahan yang dapat merangsang sel B atau sel T atau keduanya. Antigen adalah bahan yang berinteraksi dengan produk respons imun yang oleh imunogen spesifik seperti antibodi dan atau TCR. Antigen lengkap adalah antigen yang menginduksi baik respons imun maupun bereaksi dengan produknya. Yang disebut antigen inkomplit atau hapten, tidak dapat dengan sendiri menginduksi respons imun, tetapi dapat bereaksi dengan produknya seperti antibodi.

Sifat

1. Keasingan Molekul harus bersifat nonself

2. Ukuran molecularImunogen yang paling poten adalah imunogen yang berukuran besar. Hapten dapat menjadi imunogenik jika berikatan dengan protein pembawa

3. Kompleksitas struktural dan kimiawiDiperlukan tingkat kompleks tertentu. Contoh homopolimer kurang bersifat imunogenik dibandingkan heteropolimer yang menganduk 2-3 AA yang berbeda.

4. Determinan antigen ( Epitop)

Page 9: Blok Mpt Skenario 1

Merupan unit terkecil dr suatu antigen kompleks yang mampu berikatan dengan antibodi.

5. Konstitusi penjamu6. Dosis, rute dan waktu pemberian antigen

Fungsi

Secara spesifik imunogen adalah bahan yang dapat merangsang sel B atau sel T atau keduanya. Antigen adalah bahan yang berinteraksi dengan produk respons imun yang oleh imunogen spesifik seperti antibodi dan atau TCR.

Jenis

Antigen dapat dibagi menurut epitop, spesifisitas, ketergantungan terhadap sel T dan sifat kimiawi :

1. Pembagian antigen menurut epitop a. Unideterminan, univalen

Hanya satu jenis determinan/epitop pada satu molekul.b. Unideterminan, multivalen

Hanya satu jenis determinan tetapi dua atau lebih determinan tersebut ditemukan pada satu molekul

c. Multideterminan, univalenBanyak epitop yang bermacam-macam tetapi hanya satu dari setiap macamnya (kebanyakan protein).

d. Multidetermina, multivalenBanyak macam determinan dan banyak dari setiap macam pada satu molekul (antigen dengan berat molekul yang tinggi dan kompleks secara kimiawi).

2. Pembagian antigen menurut spesifisitasa. Heteroantigen, yang dimiliki oleh banyak spesiesb. Xenoantigen, yang hanya dimiliki spesies tertentu.c. Autoantigen, yang dimiliki alat tubuh sendiri

3. Pembagian antigen menurut ketergantungan terhadap sel Ta. T dependen, yang memerlukan pengenalan oleh sel T terlebih dahulu

untuk dapat menimbulkan respons antibodi. Kebanyakan antigen protein termasuk dalam golongan ini.

b. T independen, yang dapat merangsang sel B tanpa bantuan sel T untuk membentuk antibodi. Kebanyakan antigen golongan ini berupa molekul

Page 10: Blok Mpt Skenario 1

besar polimerik yang dipecah didalam tubuh secara perlahan-lahan, misalnya lipopolisakarida, ficoll, dekstran, levan dan flagelin polimerik bakteri.

4. Pembagian antigen menurut sifat kimiawia. Hidrat arang (polisakarida)

Hidrat arang pada umumnya imunogenik.b. Lipid

Lipid biasanya tidak imunogenik, tetapi menjadi imunogenik bila diikat protein pembawa.

c. Asam nukleatAsam nukleat tidak imunogenik, tetapi dapat menjadi imunogenik bila diikat protein molekul pembawa.

d. ProteinKebanyakan protein adalah imunogenik dan pada umumnya multideterminan dan univalen.

imunogen

LO 3 . memahami dan menjelaskan antibody

definisi

Antibodi adalah molekul immunoglobulin yang bereaksi dengan antigen spesifik yang menginduksi sintesisnya dan dengan molekul yang sama; digolongkan menurut cara kerja seperti agglutinin, bakteriolisin, hemolisin, opsonin, atau presipitin. Antibodi disintesis oleh limfosit B yang telah diaktifkan dengan pengikatan antigen pada reseptor permukaan sel. Antibodi biasanya disingkat penulisaanya menjadi Ab. (Dorlan).

Sifat Rantai dasar imunoglobulin dapat dipecah menjadi beberapa fragmen.

Enzim papain memecah rantai dasar menjadi 3 bagian, yaitu 2 fragmen yang terdiri dari bagian H dan rantai L. Fragmen ini mempunyai susunan asam amino yang bervariasi sesuai dengan variabilitas antigen. Fab memiliki satu tempat tempat pengikatan antigen (antigen binding site) yang menentukan spesifisitas imunoglobulin. Fragmen lain disebut Fc yang hanya mengandung bagian rantai H saja dan mempunyai susunan asam amino yang tetap. Fragmen Fc tidak dapat mengikat antigen tetapi memiliki sifat antigenik dan menentukan aktivitas imunoglobulin yang bersangkutan, misalnya kemampuan fiksasi dengan komplemen, terikat pada permukaan sel makrofag, dan yang menempel pada sel mast dan basofil mengakibatkan degranulasi sel mast dan basofil, dan kemampuan menembus plasenta.

Page 11: Blok Mpt Skenario 1

Enzim pepsin memecah unit dasar imunoglobulin tersebut pada gugusan karboksil terminal sampai bagian sebelum ikatan disulfida (interchain) dengan akibat kehilangan sebagian besar susunan asam amino yang menentukan sifat antigenik determinan, namun demikian masih tetap mempunyai sifat antigenik. Fragmen Fab yang tersisa menjadi satu rangkaian fragmen yang dikenal sebagai F(ab2) yang mempunyai 2 tempat pengikatan antigen.

Fungsi

IgM 900.000 Aktivasi jalur komplemen klasik , opsonisasi

IgG 150.000 Aktivitas jalur komplemen klasik dan alternative, satu satumya kelas yang di transfer melintasi plasenta, sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi bagi janin dan neonates

IgA 155.000 Aktivasi jalur komponen alternative , merupakan immunoglobulin utama dalam sekresi

IgD 180.000 Belum dapat di tetukanIgE 190.000 Memerantarai reaksi

hipersensitivitas segera

Jenis

a. Imunoglobulin GIgG merupakan komponen utama imunoglobulin serum, dengan berat molekul 160.000 dalton. IgG merupakan imunoglobulin terbanyak dalam darah, CSS dan peritoneal. IgG pada manusia terdiri atas empat subkelas yaitu IgCL, IgG2, IgG3 dan IgG4 yang berbeda dalam sifat dan aktivitas biologik.

b. Imunoglobulin A

Page 12: Blok Mpt Skenario 1

Kadarnya terbanyak ditemukan dalam cairan sekresi saluran napas, cerna dan kemih, air mata, keringat, ludah dan dalam air susu ibu yang lebih berupa IgA sekretori (sIgA) yang merupakan bagian terbanyak. Komponen sekretori melindungi IgA dari profease mamalia. Fungsi IgA dari protease mamalia. Fungsi IgA adalah sebagai berikut: sIgA melindungi tubuh dari patogen oleh karena dapat bereaksi dengan

molekul adhesi dari patogen potensial sehingga mencegah adherens dan kolonisasi patogen tersebut dalam sel pejamu.

IgA dapat bekerja sebagai opsonin, oleh karena neutrofil, monosit dan makrofag memiliki reseptor untuk Fcα (Fcα-R) sehingga dapat meningkatkan efek bakteriolitik komplemen dan menetralisasi toksin

Baik IgA dalam serum maupun dalam sekresi dapat menetralkan toksin IgA dalam serum dapat mengaglutinasikan kuman, mengganggu

motilitasnya sehingga memudahkan fagositosis (opsonisasi) oleh sel polimorfonuklear

IgA sendiri dapat mengaktifkan komplemen melalui jalur alternatif, tidak seperti halnya dengan IgG atau IgM yang dapat mengaktifkan komplemen melalui jalur klasik.

c. Imunoglobulin MNama M berasal dari makro-globulin dan berat molekul IgM adalah 900.000 dalton. IgM merupakan Ig paling efisien dalam aktivasi komplemen (jalur klasik). IgM dibentuk paling dahulu pada respons imun primer terhadap kebanyakan antigen dibanding dengan IgG.

d. Imunoglobulin DIgD ditemukan dalam serum dengan kadar yang sangat rendah. IgD tidak mengikat komplemen, mempunyai aktivasi antibodi terhadap antigen berbagai makanan dan autoantigen seperti komponen nukleus, IgD juga diduga dapat mencegah terjadinya toleransi imun, tetapi mekanismenya belum jelas.

e. Imunoglobulin EIgE mudah diikat sel mast, basofil dan eosinofil yang memiliki reseptor untuk fraksi Fc dari IgE (Fcε-R). Kadar IgE yang tinggi ditemukan pada infeksi cacing, skistosomiasis, penyakit hidatid, trikinosis dan diduga berperan pada imunitas parasit.

Memahami dan menjelaskan vaksin atau imunisasi

Pengertian vaksin atau imunisasi

Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi. Antibodi ini berfungsi melindungi terhadap penyakit. Vaksin tidak

Page 13: Blok Mpt Skenario 1

hanya menjaga agar anak tetap sehat, tetapi juga membantu membasmi penyakit yang serius yang timbul pada masa kanak-kanak. Vaksin secara umum cukup aman. Keuntungan perlindungan yang diberikan vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin timbul. Dengan adanya vaksin maka banyak penyakit masa kanak-kanak yang serius, yang sekarang ini sudah jarang ditemukan.

mekanisme vaksin

a. Imunisasi BCG

Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan.

Vaksin disuntikkan secara intrakutan pada lengan atas, untuk bayi berumur kurang dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,05 mL dan untuk anak berumur lebih dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,1 mL.

Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan, sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/dosis.

Kontraindikasi untuk vaksinasi BCG adalah penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita leukemia, penderita yang menjalani pengobatan steroid jangka panjang, penderita infeksi HIV).

Memahami dan menjelaskan hukum vaksinasi menggunakan bahan haram dari tinjauan hukum Islam

Imunisasi hukumnya boleh dan tidak terlarang, karena termasuk penjagaan diri dari penyakit sebelum terjadi. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang memakan tujuh butir kurma ajwah, maka dia akan terhindar sehari itu dari racun dan sihir”(HR. Bukhari : 5768, Muslim : 4702).

Hadits ini menunjukkan secara jelas tentang disyari’atkannya mengambil sebab untuk membentengi diri dari penyakit sebelum terjadi. Demikian juga kalau dikhawatirkan terjadi wabah yang menimpa maka hukumnya boleh sebagaimana halnya boleh berobat tatkala terkena penyakit.

Boleh dalam kondisi darurat dalil firman Allah : “… Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya….” (QS. Al- An’am [6]:119)

1. Kemudahan Saat Kesempitan

Sesungguhnya syari’at islam ini dibangun di atas kemudahan. Banyak sekali dalil-dalil yang mendasari hal ini, bahkan Imam asy-Syathibi mengatakan: “Dalil-dalil tentang kemudahan bagi umat ini telah mencapai derajat yang pasti”.20

Semua syari’at itu mudah. Namun, apabila ada kesulitan maka akan ada tambahan kemudahan lagi. Alangkah bagusnya ucapan Imam asy-

Page 14: Blok Mpt Skenario 1

Syafi’i tatkala berkata :“Kaidah syari’at itu dibangun (di atas dasar) bahwa segala sesuatu apabila sempit maka menjadi luas.”21