MAKALAH KIMIA ANORGANIK

  • View
    141

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of MAKALAH KIMIA ANORGANIK

MAKALAH KIMIA ANORGANIK

MAKALAH KIMIA ANORGANIK SENG OLEH:KELOMPOK 14Novitasari SimatupangRetno PurwantiSMK-SMAK MAKASSAR20132013

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Makalah Kami yang berjudul Unsur Zn dapat terselesaikan.

Penyusunan makalah kami ini dapat terselesaikan karena adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini Kami mengucapkan terima kasih kepada :

1.Bapak I Ketut Suryawirawan sebagai Guru Mata Pelajaran Kimia Anorganik Sekolah Menengah Analis Kimia Makassar.2. Teman-teman sekalian yang senantiasa bekerja sama dan memberikan motivasi kepada Kami, sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari bahwa dalam tugas makalah ini banyak terdapat kekurangan dan kesalahan, olehnya itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca untuk penyusunan selanjutnya.

Makassar, Januari 2013

Kelompok XIV

DAFTAR ISI

HalamanHALAMAN JUDUL............................................................................................ iiiKATA PENGANTAR.......................................................................................... 2DAFTAR ISI......................................................................................................... 3PENDAHULUAN.................................................................................................. 4ISI.......................................................................................................................PENGERTIAN ZINK(ZN) ................................................................. 7KARAKTERISTIK............................................................................... 8SIFAT ZINK........................................................................................ 12PERSENYAWAAN.............................................................................. 13 KEGUNAANZINK.............................................................................. 19PROSESPENGOLAHAN SENG ........................................................ 21PENUTUP........................................................................................................... 23 Kesimpulan............................................................................................. 23DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 24

PENDAHULUAN :

1.1 Latar Belakang Masalah Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).Kuningan, yang merupakan campuran aloi tembaga dan seng, telah lama digunakan paling tidak sejak abad ke-10 SM. Logam seng tak murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad ke-13 di India, manakala logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir abad ke-16. Para alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang mereka sebut sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai penemu logam seng murni pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani dan Alessandro Volta berhasil menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800. Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan aplikasi utama seng. Aplikasi-aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada baterai dan aloi.

Terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan, seperti seng karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida (pada deodoran), seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat berpendar), dan seng metil ataupun seng dietil di laboratorium organik.

Dari pernyataan di atas maka penulis akan mencoba mendiskripsikan mengenai unsur umum seng. Baik itu merupakan pengertian seng, sifat fisik, keberadaan unsur seng di muka bumi, bentuk isotop dari seng, sifat-sifat kimia seng, senyawa-senyawa dari unsur seng dan proses pengolahan seng dari bahan mentah menjadi bahan jadi.

1.2 Perumusan Masalah Permasalahan pokok yang melandasi penulisan mengenai unsur seng adalah untuk menjelaskan secara umum tentang unsur seng yang ada di muka bumi dan bagaimana proses pengolahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi.

1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud Mencari informasi tentang pengertian umum mengenai unsure seng. Mengetahui manfaat unsur seng bagi kehidupan manusia. Menjelaskan proses pengolahan seng dari bahan mentah menjadi barang jadi.

1.3.2 Tujuan Siswa dapat mengetahui pengertian umum unsur seng yang ada di muka bumi. Dapat mengetahui bagaimana proses pengolahan seng dari bahan mentah menjadi bahan jadi. Dapat mengetahui manfaat aplikasi seng dalam kehidupan sehari-hari.

1.4 Sasaran Tulisan ini diajukan kepada seluruh siswa, terutama siswa yang terjun dan tertarik dalam bidang kimiawi. Juga tulisan ini diajukan kepada dosen atau tenaga pengajar pengampu mata kuliah di bidang kima baik, kimia murni atau kimia terapan.

1.5 Ruang LingkupRuang lingkup substansial bahasan pada tulisan ini adalah terdiri dari pengertian unsur seng secara umum, sifat fisik, keberadaan unsur seng di muka bumi, bentuk isotop dari seng, sifat-sifat kimia seng, senyawa-senyawa dari unsur seng dan proses pengolahan seng dari bahan mentah menjadi bahan jadi.

1.6 Sistematika Penulisan Makalah in terdiri dari tiga bagian yaitu :1. Bab I pendahuluanPendahuluan merupakan bagian yang menjelaskan makalah ini sendiri, tidak mencakup materi pembahasan. Pendahuluan terdiri dari :a) Latar belakangb) Perumusan masalahc) Sasarand) Ruang lingkupe) Kerangka pikiranf) Sistematika penulisan

2. Bab II PembahasanBab ini merupakan inti dari makalah, yang membahas segala permasalahan, proses, maupun solusi.

3. Bab III Kesimpulan dan SaranBerisi penarikan kesimpulan atas pembahasan yang telah diuraikan.

BAB IIPEMBAHASAN

PENGERTIAN ZINK(ZN)Zink atau Seng adalah unsur kimia dengan lambang Zn, nomor atom 30 dan massa atom relatif 65,39 g/mol. Ditemukan oleh Andreas Marggraf di Jerman pada tahun 1764. Seng (bahasa Belanda: zink) adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksidasi +2. Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).

Kuningan, yang merupakan campuran aloi tembaga dan seng, telah lama digunakan paling tidak sejak abad ke-10 SM. Logam seng tak murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad ke-13 di India, manakala logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir abad ke-16. Para alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang mereka sebut sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai penemu logam seng murni pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani dan Alessandro Volta berhasil menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800. Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan aplikasi utama seng. Aplikasi-aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada baterai dan aloi. Terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan, seperti seng karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida (pada deodoran), seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat berpendar), dan seng metil ataupun seng dietil di laboratorium organik.

Seng merupakan zat mineral esensial yang sangat penting bagi tubuh. Terdapat sekitar dua milyar orang di negara-negara berkembang yang kekurangan asupan seng. Defisiensi ini juga dapat menyebabkan banyak penyakit. Pada anak-anak, defisiensi ini menyebabkan gangguan pertumbuhan, memengaruhi pematangan seksual, mudah terkena infeksi, diare, dan setiap tahunnya menyebabkan kematian sekitar 800.000 anak-anak di seluruh dunia. Konsumsi seng yang berlebihan dapat menyebabkan ataksia, lemah lesu, dan defisiensi tembaga. Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan sebagai bahan bangunan. KARAKTERISTIKSeng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetik. Walau demikian, kebanyakan seng mutu komersial tidak berkilau. Seng sedikit kurang padat daripada besi dan berstruktur kristal heksagonal.Lehto 1968. Logam ini keras dan rapuh pada kebanyakan suhu, namun menjadi dapat ditempa antara 100 sampai dengan 150C. Di atas 210C, logam ini kembali menjadi rapuh dan dapat dihancurkan menjadi bubuk dengan memukul-mukulnya. Seng juga mampu menghantarkan listrik.

Keterangan Umum Unsur

Nama, Lambang, Nomor atomseng, Zn, 30

Deret kimialogam transisi

Golongan, Periode, Blok12, 4, d

Penampilanabu-abu muda kebiruan

Massa atom65,409(4) g/mol

Konfigurasi elektron[Ar] 3d10 4s2

Jumlah elektron tiap kulit2, 8, 18, 2

Ciri-ciri fisik

Fasepadat

Massa jenis (sekitar suhu kamar)7,14 g/cm

Massa jenis cair pada titik lebur6,57 g/cm

Titik lebur692,68 K(419,53 C, 787,15 F)

Titik didih1180 K(907 C, 1665 F)

Kalor peleburan7,32 kJ/mol

Kalor penguapan123,6 kJ/mol

Kapasitas kalor(25 C) 25,390 J/(molK)

Tekanan uap

P/Pa1101001 k10 k100 k

pada T/K610670750852990(1185)

Ciri-ciri atom

Struktur kristalHeksagonal

Bilangan oksidasi2 (Oksida amfoter)

Elektronegativitas1,65 (skala Pauling)

Energi ionisasipertama: 906,4 kJ/mol

ke-2: 1733,3 kJ/mol

ke-3: 3833 kJ/mol

Jari-jari atom135 pm