tgas kimia anorganik

  • View
    129

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kimia

Text of tgas kimia anorganik

Tugas kimia anorganik ii Unsur aluminium(Al), Timbal(Sn), dan Timbal(Pb)

Oleh : DIAN AGUS SETYAWATI A1C111051

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2013

KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahuwataala atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berisi penjelasan tentang logam Alumunium (Al), Timah (Sn), dan Timbal (Pb) . Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Anorganik II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Kimia Universitas Jambi. Penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Apabila dalam makalah ini masih terdapat banyak kesalahan, hal itu karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan dalam menghasilkan makalah pada masa yang akan datang. Penulis berharap makalah sederhana ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun bagi pembaca pada umumnya.

Jambi, Maret 2013

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1 1.2.Rumusan Masalah.......................................................................................... 1 1.3.Tujuan Penulisan ........................................................................................... 2 BAB II. PEMBAHASAN 2.1. Logam Timbal (Pb) ............................................................................................. 3 Pengertian ...................................................................................................... 3 Sumber dan Pembuatan.................................................................................. 3 Sifat - Sifat ..................................................................................................... 6 Persenyawaan Timbal .................................................................................... 8 Manfaat ......................................................................................................... 11 2.2. Logam Timah(Sn) ...............................................................................................13 Pengertian ..................................................................................................... 13 Sumber dan Pembuatan................................................................................ 13 Sifat - Sifat ................................................................................................... 15 Isotop Timah ................................................................................................ 18 Manfaat ........................................................................................................ 19 Persenyawaan ............................................................................................... 20 2.3. Logam Aluminium (Al) .................................................................................... 22 Pengertian .................................................................................................... 22 Sejarah.......................................................................................................... 23 Sumber dan Pembuatan................................................................................ 23 Sifat - Sifat ................................................................................................... 25 Manfaat ........................................................................................................ 29 Persenyawaan ............................................................................................... 30

BAB III. PENUTUP 3.1. Kesimpulan ...................................................................................................... 33 3.2 Saran ................................................................................................................. 34 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Timbal atau dikenal sebagai logam Pb dalam susunan unsur merupakan logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan tersebar ke alam dalam jumlah kecil melalui proses alami. Apabila timbal terhirup atau tertelan oleh manusia dan di dalam tubuh, ia akan beredar mengikuti aliran darah, diserap kembali di dalam ginjal dan otak, dan disimpan di dalam tulang dan gigi. Timbal adalah logam lunak kebiruan atau kelabu keperakan yang lazim terdapat dalam kandungan endapan sulfit yang tercampur mineral-mineral lain terutama seng dan tembaga. Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat flesibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan. Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi akan tetapi diperoleh dari senyawaannya. Timah merupakan unsur ke-49 yang paling banyak terdapat di kerak bumi. Aluminium (dalam bentuk bauksit) adalah suatu mineral yang berasal dari magma asam yang mengalami proses pelapukan dan pengendapan secara residual. Proses pengendapan residual sendiri merupakan suatu proses pengkonsentrasian mineral bahan galian di tempat. Aluminium merupakan suatu metal reaktif, dan tidak terjadi secara alami.

1.2 RUMUSAN MASALAH Apa itu logam timbal, timah, dan alumunium ? Apa sumber penghasil logam timbal, timah, dan aluminium ? Bagaimana proses pembuatan logam logam tersebut ? Bagaimana sifat fisik dan sifat kimia logam tersebut ? Bagaimana persenyawaan logam tersebut ? Apa manfaat dari logam logam tersebut ?

1.3 TUJUAN PENULISAN Mengetahui apa itu logam timbal, timah, dan alumunium Mengetahui apa sumber penghasil logam timbal, timah, dan aluminium Mengetahui bagaimana proses pembuatan logam logam tersebut Mengetahui bagaimana sifat fisik dan sifat kimia logam tersebut Mengetahui bagaimana persenyawaan logam tersebut Mengetahui apa manfaat dari logam logam tersebut

BAB II PEMBAHASAN

2.1 LOGAM TIMBAL (Pb) I. PENGERTIAN TIMBAL Timbal atau dikenal sebagai logam Pb dalam susunan unsur merupakan logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan tersebar ke alam dalam jumlah kecil melalui proses alami. Apabila timbal terhirup atau tertelan oleh manusia dan di dalam tubuh, ia akan beredar mengikuti aliran darah, diserap kembali di dalam ginjal dan otak, dan disimpan di dalam tulang dan gigi. Manusia menyerap timbal melalui udara, debu, air dan makanan. Salah satu penyebab kehadiran timbal adalah pencemaran udara. Yaitu akibat kegiatan transportasi darat yang menghasilkan bahan pencemar seperti gas CO3, NOx, hidrokarbon, SO2,dan tetraethyl lead, yang merupakan bahan logam timah hitam (timbal) yang ditambahkan ke dalam bahan bakar berkualitas rendah untuk menurunkan nilai oktan. Timbal di udara terutama berasal dari penggunaan bahan bakar bertimbal yang dalam pembakarannya melepaskan timbal oksida berbentuk debu/partikulat yang dapat terhirup oleh manusia. Mobil berbahan bakar yang mengandung timbal melepaskan 95 persen timbal. Sedangkan dalam air minum, timbal dapat berasal dari kontaminasi pipa, solder dan kran air. Kandungan timbal dalam air sebesar 15mg/l. Dalam makanan, timbal berasal dari kontaminasi kaleng makanan dan minuman dan solder yang bertimbal. Kandungan timbal yang tinggi ditemukan dalam sayuran terutama sayuran hijau. II. SUMBER DAN PEMBUATAN TIMBAL Timbal tidak ditemukan bebas dialam akan tetapi biasanya ditemukan sebagai biji mineral bersama dengan logam lain misalnya seng, perak, dan tembaga. Sumber mineral timbal yang utama adalah Galena (PbS) yang mengandung 86,6% Pb, Cerussite (PbCO3), dan Anglesite (PbSO4). Kandungan timbal dikerak bumi adalah 14 ppm, sedanngkan dilautan adalah: 1. Permukaan samudra atlantik 2. Bagian dalam samudra atlantik 3. Permukaan Samudra pasifik 4. Bagian dalam samudra pasifik : 0,00003 ppm : 0,000004 ppm : 0,00001 ppm : 0,000001 ppm

Cara Memproduksi Timbal Pada umumnya biji timbal mengandung 10% Pb dan biji yang memiliki kandungan

timbal minimum 3% bisa dipakai sebagai bahan baku untuk memproduksi timbal. Biji timbal pertama kali dihancurkan dan kemudian dipekatkan hingga konsentrasinya mencapai 70% dengan menggunakan proses froth flotation yaitu proses pemisahan dalam industri untuk memisahkan material yang bersifat hidrofobik dengan hidrofilik. Kandungan sulfide dalam biji timbal dihilangkan dengan cara memanggang biji timbal sehingga akan terbentuk timbal oksida (hasil utama) dan campuran antara sulfat dan silikat timbal dan logam-logam lain yang ada dalam biji timbal. Pemanggangan ini dilakukan dengan menggunakan aliran udara panas. Timbal oksida yang terbentuk direduksi dengan menggunakan alat yang dinamakan blast furnace dimana pada proses ini hampir semua timbal oksida akan direduksi menjadi logam timbal. Hasil timbal dari proses ini belum murni dan masih mengandung kontaminan seperti Zn, Cd, Ag, Cu, dan Bi. Timbal oksida yang tidak murni ini kemudian dicairkan dalam furnace reverberatory dan di treatment menggunakan udara, uap, dan belerang dimana kontaminan akan teroksidasi kecuali perak, emas, dan bismuth. Kontaminan ini akan terapung pada bagian atas sehingga dapat dipisahkan. Logam silver dan emas dipisahkan dengan menggunakan proses Parkes, dan bismuthnya dihilangkan dengan menggunakan logam kalsium dan magnesium. Hasil logam yang dihasilkan dari keseluruhan proses ini adalah logam timbal. Logam timbal yang sangat murni diperoleh dengan cara elektrolisis meggunakan elektrolit silica flourida. Ekstraksi Timbal Pada proses ekstraksi, bijih galena dipekatkan dengan teknik flotasi buih kemudian ditambahkan sejumlah kwarsa SiO2, dilanjutkan dengan proses pemanggangan terhadap campuran ini. Persamaan reaksi pada proses ini : 2PbS(s)