LCS Kimklin

  • View
    108

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kimklin t

Text of LCS Kimklin

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Lata Belakang

Pemeriksaan laboratorium merupakan hal yang terpenting dalam proses diagnosis suatu penyakit. Banyak informasi penting yang bisa didapatkan dari proses tersebut yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah yang akan diambil terhadap pasien. Dengan demikian, proses pemeriksaan laboratorium memiliki peranan vital bagi pasien. Pemeriksaan laboratorium terhadap pasien menggunakan bahan pemeriksaan yang berasal dari tubuh pasien. Pada prinsipnya semua organ dan cairan tubuh dapat diperiksa, namun yang sering dilakukan untuk pemeriksaan rutin hanya specimen yang memiliki arti klinis, misalnya darah, urine, serum, sekret/efusi, cairan sendi, dan cairan otak (LCS). Pada makalah ini akan dibahas secara khusus pemeriksaan laboratorium klinik terhadap specimen cairan otak atau Liquor Cerebro Spinalis (LCS). Pemeriksaan LCS ini berperan penting dalam mendiagnosa adanya gangguan terhadap selaput otak/ meningia. Pemeriksaan Terhadap LCS ini terbagi atas pemeriksaan Makroskpis, Mikroskopis, dan Kimiawi. Tinjauan pustaka mengenai LCS akan dijelaskan lebih lanjut pada bab selanjutnya.

1.2 Rumusan Maslah

1.3 Tujuan Masalah

BAB IIPEMBAHASAN2.1 PENGERTIAN LIQUOUR CEREBRO SPINALISLiquour Cerebro Spinalis adalah cairan otak yang diambil melalui lumbal punksi. Kelainan hasil pemeriksaan dapat memberikan petunjuk ke arah suatu penyakit susunan saraf pusat, baik kasus akut maupun kronis yang akan diberikan tindakan lebih lanjut oleh klinisi berupa pemberikan terapi adekuat.Produksi liquor cerebro spinalis (LCS) kira-kira 70% dibentuk dalam pleksus khoroid ventrikel oleh proses sekresi aktif dan ultrafiltrasi dari plasma dan sekitar 30% terbentuk sebagai cairan interstitial yang diproduksi dalam ruang interseluler otak dan sumsum tulang belakang. Resorbsi LCS terjadi melalui villi arakhnoid dari sinus duramater. Walaupun terus-menerus ada produksi dan resorpsi LCS dan terus-menerus juga ada pertukaran zat antara LCS dan darah, ada stagnasi tegas dalam kantong lumbal. Karena itu, konsentrasi protein dan jumlah sel dalam LCS di kantong lumbal lebih tinggi dibandingkan dengan LCS dalam ventriculus dan cisterna magna.Volume total LCS pada orang dewasa adalah kurang lebih 90 150 ml. Di ventrikel kira-kira 20 ml, di dalam sisterna subarakhnoid 60 ml, dan di dalam kanalis spinalis sekitar 70 ml. Kecepatan formasinya pada orang dewasa sekitar 500 ml/hari atau 20 ml/jam. Produksi LCS meningkat pada papilloma pleksus khoroideus, kongenital / obstruksi hydrosephalus, dan pemberian spironolacton. Sedangkan produksinya menurun pada hipotermia, alkalosis, pemberian furosemid dan vasopressin.Lokasi pengambilan sampel dengan jarum pada mumnya di kolumna vertebralis pada daerah lumbal yaitu antara L2-L3 atau L3-L4. Pertimbangan pengambilan pada daerah lumbal adalah lebih praktis dan aman karena hanya terdapat filum terminale sehingga kemungkinan melukai system saraf adalah kecil. Pungsi lumbal perlu dilakukan secara hati-hati dan dengan tujuan yang jelas. Pada tekanan intrakranial yang tinggi sebaiknya tidak dilakukan, hal ini dapat menyebabkan herniasi medulla oblongata.

Volume LCS yang diperlukan untuk pemeriksaan antara 15 sampai 20 ml dan dibagi dalam 3 buah tabung steril :1. Tabung pertama untuk analisa kimia, serologi, dan pemeriksaan khusus misalnya imunologi.2. Tabung kedua untuk analisa bakteriologi.3. Tabung ketiga untuk analisa mikroskopis sel.Indikasi lumbal pungsi adalah 1. Diagnostika. Evaluasi perdarahan serebro vaskulerb. Deteksi penyakit infeksi (meningitis, ensepalitis)c. Diagnosis kelainan imunologi (multiple sclerosis)d. Differensial diagnosis dari serebral infark atau serebral hemorrhagie. Diagnosis dengan myelographi2.Tindakan terapia. Mengurangi tekanan intracranialb. Tindakan terapi, misalnya pada leukemia

2.2 ANATOMI DAN FISIOLOGICairan Serebro Spinal (CSS) ditemukan di ventrikel otak dan sisterna dan ruang subarachnoid yang mengelilingi otak dan medula spinalis. Seluruh ruangan berhubungan satu sama lain, dan tekanan cairan diatur pada suatu tingkat yang konstan.2.3 FUNGSI CAIRAN SEREBRO SPINALISFungsi utamanya adalah untuk melindungi sistem saraf pusat (SSP) terhadap trauma. Otak dan cairan serebrospinal memiliki gaya berat spesifik yang kurang lebih sama (hanya berbeda sekitar4%), sehingga otak terapung dalam cairan ini. Oleh karena itu, benturan pada kepala akan menggerakkan seluruh otak dan tengkorak secara serentak, menyebabkan tidak satu bagian pun dari otak yang berubah bentuk akibatadanya benturan tadi.

2.4 PEMERIKSAAN CAIRAN SERBRO SPINALISPemeriksaan terhadap LCS terdiri atas :a. Pemeriksaan Rutin 1. Makroskopis2. Mikroskopis3. Kimia4. Bakteriologi b.Pemeriksaan Fisik tekanan c. Pemeriksaan Khusus Elektroforesa Protein Imunoelektroforesa Serologi Imunoglobulin

1. MakroskopisPemeriksaan makroskopis meliputi : Warna Kekeruhan pH Konsistensi (bekuan) Berat jenis

a. Metode : Visual (Manual) Tujuan : Untuk mengetahui cairan LCS secara makroskopik meliputi : warna, kejernihan, bekuan, pH dan BJ. Alat :- Tabung reaksi- Beaker gelas- Kertas indikator pH universal- Refraktometer abbe Spesimen : Cairan LCS Prinsip : Pada keadaan normal wujud LCS seperti air, dengan membandingkannya dapat dinilai adanya perubahan pada LCS.

Cara Kerja :

1. Tes Warna, Kekeruhan, dan Bekuan Tabung reaksi diisi aquadest secukupnya sebagai pembanding. Contoh bahan diisikan pada tabung reaksi yang sama ukurannya dengan pembanding. Kedua tabung diletakkan berdekatan dengan latar belakang kertas putih. Bandingkan contoh bahan dengan aquadest.

2. Tes Berat Jenis Cairan LCS diteteskan 1-2 tetes pada refraktometer dan diperiksa pada eye piece BJ.

Interprestasi hasil : Warna : Diamati warna pada LCS dengan aquades sebagai pembanding. Kejernihan / kekeruhan :0 = jernih+ 1 = berkabut+ 2 = kekeruhan ringan+ 3 = kekeruhan nyata+ 4 = sangat keruh Bekuan : Tidak ada (negatif) atau ada bekuan (positif)

NoParameterPenilaianNormal

1.WarnaTidak berwarna, Kuning muda, Kuning, Kuning tua, Kuning coklat, merah, hitam coklatTidak berwarna

2.KejernihanJernih, agak keruh, keruh, sangat keruh, keruh kemerahanJernih

3.BekuanTidak ada bekuan, ada bekuanTidak ada bekuan

4.Ph7,3 atau setara dengan pH plasma/serum

5.BJ1.000 1.0101.003 1.008

Hal yang perlu diperhatikan :1. Warna Normal warna LCS tampak jernih, wujud dan viskositasnya sebanding air. Merah muda perdarahan trauma akibat pungsi. Merah tua atau coklat perdarahan subarakhnoid akibat hemolisis dan akan terlihat jelas sesudah disentrifuge. Hijau atau keabu-abuan pus. Coklat terbentuknya methemalbumin pada hematoma subdural kronik Xanthokromia (kekuning-kuningan) pelepasan hemoglobin dari eritrosit yang lisis (perdarahan intraserebral/subarachnoid); juga disebabkan oleh kadar protein tinggi (> 200 mg/dl).

Kekeruhan Normal tidak ada kekeruhan atau jernih. Walaupun demikian LCS yang jernih terdapat juga pada meningitis luetika, tabes dorsalis, poliomyelitis, dan meningitis tuberkulosa. Keruh ringan seperti kabut mulai tampak jika :lekosit 200-500/ul3.eritrosit > 400/ml.mikroorganisme (bakteri, fungi, amoeba).aspirasi lemak epidural sewaktu dilakukan pungsi.media kontras radiografi.

Konsistensi bekuan Bekuan banyak darah masuk Normal tidak terlihat bekuan Bekuan banyaknya fibrinogen yang berubah menjadi fibrin. Disebabkan: trauma pungsi, meningitis supurativa, atau meningitis tuberkulosa. Jendalan sangat halus LCS didiamkan di dalam almari es selama 12-24 jam. LCS yang bercampur darah dalam jumlah banyak pada kedua tabung, tidak dapat diperiksa karena karena akan sama hasilnya dengan pemeriksaan dalam darah, terutama bila ada bekuan merah sebagaimana darah membeku. Adanya bekuan terlihat berupa kabut putih yang menggumpal karena bekuan terdiri atas benang fibrin.

2. Mikroskopis Syarat pemeriksaan : Dilakukan dlm waktu < 30, karena bila > 30 jml sel akan berkurang yang disebabkan :Sel mengalami sitolisis.Sel akan mengendap, shg sulit mendapat sampel yang homogen.Sel terperangkap dalam bekuan.Sel cepat mengalami perubahan morfologi.

Hitung Jumlah Sel Metode : Bilik Hitung Prinsip : LCS diencerkan dengan larutan Turk pekat akan ada sel leukosit dan sel lainnya akan lisis dan dihitung selnya dalam kamar hitung di bawah mikroskop. Tujuan : Untuk mengetahui jumlah sel dalam cairan LCS.] Alat dan Reagensia :MikroskopHemaocytometer : Bilik hitung Improved neubauer, kaca penutup, pipet thoma leukositLarutan Turk Pekat : Kristal violet 0,1 gram, asam asetat glacial 10 mL dan aquadest 90 mL. Spesimen : LCS Cara Kerja :1. Larutan Turk pekat diisap sampai tanda 1 tepat.2. Larutan LCS diisap sampai tanda 11 tepat.3. Dikocok perlahan dan dibuang cairan beberapa tetes.4. Diteteskan pada bilik hitung dan dihitung sel dalam kamar hitung pada semua kotak leukosit di mikroskop lensa objektif 10x/40x. Perhitungan :Sel = Jumlah sel ditemukan x 1 x 1 x pengenceran Jumlah kotakL T = ..sel/mm3LCS

Ket : T = tinggi bilik hitung : 1/10 mm L = luas 1 satuan kotak yang dipakai

Interpretasi : Jumlah sel normal = 0 5 sel/mm3LCS

Hitung Jenis Sel Metode : Tetes tebal dengan pewarnaan Giemsa. Tujuan : Untuk membedakan dan mengetahui jumlah masing-masing jenis sel mononuklear dan polinuklear dalam cairan LCS. Alat dan Reagensia :Objek GelasKaca PenghapusSentrifugeTabung reaksiMetanol absolutGiemsaTimer Spesimen : LCS Cara Kerja :1. Cairan LCS di masukkan dalam tabung secukupnya.2. Disentrifugasi selama 5 menit 2000 rpm.3. Supernatant dibuang dan endapan diambil.4. Diteteskan pada objek gelas dan dibuat preparat hapusan tebal.5. Di keringkan dan difiksasi selama 2 menit dengan metanol absolut.6. Diwarnai dengan Giemsa selama 15-20 menit.7. Dicuci dan diperiksa dimikroskop lensa objektif 100x denga imersi.

Search related