of 34/34
LAPORAN KASUS CEPHALOPELVIC DISPROPORTION (CPD) INTAN AZZAHRA 2011730141 PEMBIMBING: dr. Rusmaniah,Sp.OG

Lapkas Dr Nia CPD

  • View
    47

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

cpd

Text of Lapkas Dr Nia CPD

LAPORAN KASUS CEPHALOPELVIC DISPROPORTION (CPD)

LAPORAN KASUS

CEPHALOPELVIC DISPROPORTION (CPD)INTAN AZZAHRA2011730141PEMBIMBING:dr. Rusmaniah,Sp.OG

Identitas Nama: Ny. DUmur: 31 tahunAlamat: JL. Rekreasi Kel.CilincingAgama: IslamSuku bangsa: BetawiNama suami: Tn. SPekerjaan: KaryawanTgl MRS: 10 Agustus 2015 No. RM: 20.60.96

Anamnesis Anamnesis

Anamnesis TANDAVITALKeadaan Umum :BAIKKesadaran : Composmentis PEMERIKSAAN UMUMRambut: BersihMata: Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)Mulut: Mukosa bibir lembabGigi: Caries (-)Leher: Pembesaran kelenjar getah bening (-), pembesaran kelenjar tiroid (-)Dada: Pergerakan dinding dada simetrisParu-paru: Bunyi vesikuler (+/+), wheezing (-/-), ronkhi (-/-)Jantung : Bunyi jantung I & II regular murni, murmur (-), gallop (-)Payudara: Simetris, puting susu menonjol

Abdomen : membesar sesuai kehamilan,TFU 33 cmGenitalia: Tidak ada pengeluaran pervaginam, darah (-), lendir (-), flour albus (-)Ekstremitas: Akral hangat (+/+), edema (-/-), CRT 2 detik

TFU 33 CmLetak Anak MemanjangPersentase KepalaDJJ : 130x/menitHIS : 2 x 10 Menit, Lama 25 detik, Kualitas SedangLeopold I : Teraba bagian bokongLeopold II: Teraba punggung disebelah kiriLeopold III: Teraba bagian kepalaLeopold IV: Bagian terbawah janin belum masuk PAP

v/v t.a.kPortio tipis lunakpembukaan 3 cmketuban belum pecahBlood slim (+)

STATUS OBSTETRIKUSPintu atas panggul : promntorium teraba, konjugata vera < 10 cmPintu tengah : spina ischiadika menonjol, dinding samping cekungPintu bawah panggul : arcus pubis < 90, ossacrum tidak konkaf , os coxygis motilitas kakuKesan : ukuran pintu panggul sempit

8Pemeriksaan laboratoriumPEMERIKSAANHASILSATUANNILAI NORMALPEMBEKUANMasa perdarahanMasa pembekuanHEMATOLOGIHemoglobin LeukositHematokritTrombosit 23033013,79,20038,7282,000MenitMenitg/dlsel/mm3%ribu/mm31 - 32 - 611,4 - 15,54,3 - 10,436,0 - 46,0132 - 440.000Pada pemeriksaan USG:Janin tunggal hidup intrauterine, hamil 38 - 39 minggu, janin belum masuk PAP, taksiran berat janin 3100 gram. DIAGNOSA

G2P1A0 Hamil AtermInpartu Fase LatendenganDisproporsi Sefalopelvik + Riw.SC 1x

Tunggal , HidupIntra uteriRENCANA TINDAKANSECTIO CESAREARENCANA TINDAKANMenjelaskan hasil pemeriksaanMengobservasi keluhan umum dan tanda-tanda vitalMengobservasi his dan denyut jantung jantung janinSCLAPORAN PEMBEDAHANNama : Ny. DTempat, Tanggal Lahir/ umur: 31tahunJenis Kelamin: PerempuanNo. Rekam Medis: 20.60.96Tanggal pembedahan : 10 agustus 2015 pukul 15.30 WIB

Dokter ahli bedah: Dr. Rusmaniah , Sp.OGDiagnosa Prabedah: G2P1A0 Hamil Aterm Inpartu Fase Laten dengan Disproporsi Sefalopelvik + Riw. SC 1x Diagnosa pascabedah: Post SC P2A0+ CPD + RIW. SC 1x

11Pasein posisi terlentang Disinfeksi lapang operasi dengan povidone iodineLapang operasi ditutup dengan duk sterilLakukan insisi pfannesteil (transversal) 1 cm diatas simfisis pubisInsisi diperdalam sampai fasciaFascia dibuka secara transversalDilakukan retraksi fascia kebawah dan keatasIdentifikasi peritoneum parietalPeritoneum dibukaDibuat bladder flap pada plica vesica uterineDipaparkan segmen bawah Rahim

Uraian pembedahan:12 Insisi diperluas secara tumpul kearah dua sisi. Kemudian kepala anak dikeluarkan terlebih dahulu, badan, bokong, kaki hingga lahir pukul 16.00 WIB seorang bayi dengan jenis kelamin perempuan berat badan 3100 gram panjang badan 49 cm, apgar score 9/10 Lahirkan plasenta secara manual kesan lengkap, lalu lakukan observasi dinding Rahim Dilakukan jahit pada uterus, kemudian control perdarahan. Perdarahan (-) Dilakukan bilas pada cavum abdomen dengan NaCl 0,9% Dilakukan jahit dinding abdomen lapis demi lapis hingga tertutup OP selesai

Uraian pembedahan:13TanggalSOAP11 Agustus 2015

os mengeluh perih dibekas sayatan scKU=sakit sedangKesadaran= CMTD:= 90/60 mmHgN:=80 x/menitSuhu= 36,5 CRR= 18 x/menitMata= CA (-/-), SI (-/-)Leher= Pemb.KGB (-), Pemb.Tiroid (-)Cor= BJ I & II regulerPulmo= vesikuler (+/+),Rh (-), Wh (-)Abdomen= BU (+), NTE (-)Genitalia= darah (+), lendir (-), flour albus (-)Ekstremitas= akral hangat (+), edema (-), CRT 2 detikOtonom= BAB (-), BAK (+), Flatus (-)

P2A0 post SC a/i CPD + RIW SC 1x hari 1Cefixime 100 mg 2 x 1

Metronidazol 500 mg 3 x 1

As. Mefenamat 500 mg 3 x 1

Tanggal SOAP12 Agustus 2015Nyeri pada bekas jahitanKU= sakit sedangKesadaran= CMTD= 90/60 mmHgN:=74 x/menitSuhu= 36,5 CRR= 20 x/menitMata= CA (-/-), SI (-/-)Leher= Pemb.KGB (-), Pemb.Tiroid (-)Cor= BJ I & II regulerPulmo= vesikuler (+/+),Rh (-), Wh (-)Abdomen= BU (+), NTE (-)Genitalia= darah (+), lendir (-), flour albus (-)Ekstremitas= akral hangat (+), edema (-), CRT 2 detikOtonom= BAB (-), BAK (+), Flatus (+)

P2A0 post sc a/i CPD + RIW SC 1x hari ke-2Lanjutkan terapi

Tanggal SOAP13 Agustus 2015Tidak ada keluhanKU= BaikKesadaran= CMTD= 110/70 mmHgN= 80 x/menitSuhu= 36,5 CRR= 20 x/menitMata= CA (-/-), SI (-/-)Leher= Pemb.KGB (-), Pemb.Tiroid (-)Cor= BJ I & II regulerPulmo= vesikuler (+/+),Rh (-), Wh (-)Abdomen= BU (+), NTE (-)Genitalia= darah (-), lendir (-), flour albus (-)Ekstremitas= akral hangat (+), edema (-), CRT 2 detikOtonom= BAB (-), BAK (+), Flatus (+)

P2A0 post sc a/i CPD + RIW SC 1x hari ke-3Terapi oral dilanjutkan

Pasien boleh pulangCephalopelvic disproportion (CPD)

Tulang Pembentuk PelvisTerdiri dari 3 jenis :os coxae (os ilium, os ischium, os pubis)os sacrum os coccigeus

Pintu atas panggul :PromontoriumSayap os sakrumLinea terminalis kiri dan kananPinggir atas simfisis pubis di ukur konjugata diagonalis < 11,5 cm

Mengukur konjugata diagonalis PINTU ATAS PANGGULDIAGONALIS : DARI PROMONTORIUM ARCUS PUBIS = NORMAL 11.5 CM

Pintu atas panggul : promntorium teraba, konjugata vera < 10 cm

20Dari tepi bawah simfisis pubis melalui spina ischiadica dan mencapai sacrum didekat pertemuan antara vertebra Sacralis 4 5Ukuran rata-rata Bidang Tengah Panggul :Diameter tranversal (interspinous) = 10.5 cmDiameter AP (tepi bawah SP sampai pertemuan S4 S5) 11.5 cmDiameter Sagitalis Posterior / DSP (jarak antara sacrum dengan garis diameter interspinarum) 4,5 cm.

Chen dan Huang( 1982) :BTP diperkirakan mengalami kesempitan bila jumlah dari Diameter Interspinous + DSP ( normal 10.5cm + 5cm = 15.5 cm) kurang dari 13.5 cm

PINTU TENGAH PANGGUL

INTERSPINARUM = JARAK KEDUA SPINA (JARAK PANGGUL TERKECIL) = 10.5 NORMALNYA

DIAMETER ANTERO POSTERIOR = SETINGGI SPINA ISCIADIKA

BTP = BATAS TENGAH PANGGUL

Pintu tengah : spina ischiadika menonjol, dinding samping cekung

21PINTU BAWAH PANGGUL

Batas pintu bawah panggul adalah setinggi spina ischiadika. Jarak antara kedua tuborositas ischii atau distansia tuberum ini disebut diameter bispinosum adalah sekitar 9,5-10 cm. jarak dari ujung sacrum ke tengah-tengah distensia tuberum atau diameter sagitalis posterior (7,5 cm)Jarak antara pinggir bawah simpisis ke ujung sacrum (11,5 cm).

PBP berbentuk segi empat panjang disebelah anterior dibatasi oleh arkus pubis, dilateral oleh tuber ischii & di posterior oleh os koksigis dan ligamentum sakrotuberosum.

Pada panggul normal besar sudut (arkus pubis ) adalah 90 derajat

Pintu atas panggul : promntorium teraba, konjugata vera < 10 cmPintu tengah : spina ischiadika menonjol, dinding samping cekungPintu bawah panggul : arcus pubis < 90, ossacrum tidak konkaf , os coxygis motilitas kakuKesan : ukuran pintu panggul sempit

22

HODGE:Bidang yang sama dengan pintu atas panggulBidang yang sejajar dengan hodge I setinggi tepi bawah simfisisSejajar hodge II setinggi spina ischiadikaSejajar hodge III setinggi ujung tulang sacrum

Kelainan panggul digolongkan menjadi empat Kelainan karena gangguan pertumbuhan intrauterinepanggul Naegele, panggul Robert, split pelvis, panggul asimilasi.

Kelainan karena kelainan tulang dan/ sendi:rakitis, osteomalasia, neoplasma, fraktur, atrofi, nekrosis, penyakit pada sendi sakroiliaka dan sendi sakrokoksigea.

Kelainan panggul karena kelainan tulang belakangkifosis, skoliosis, spondilolistesis.

Kelainan panggul karena kelainan pada kakikoksitis, luksasio koksa, atrofi atau kelumpuhan satu kaki.

Perkiraan Kapasitas Panggul SempitPada wanita dengan tinggi badan yang kurang dari normalPengukuran panggul (pelvimetri) dalamPelvimetri radiologis (diameter transversal pintu atas dan diameter antar spina iskhiadika)Pelvimetri dengan CT scan pemeriksaan dengan MRI (jenis panggul, ukuran pangul yang sebenarnya, luas bidang panggul, kapasitas panggul, serta daya akomodasi)Metode Osbornsatu tangan menekan kepala janin dari atas kearah rongga panggul dan tangan yang lain diletakkan pada kepala untuk menentukan apakah kepala menonjol di atas simfisis atau tidakMetode Muller Munro KerrDilakukan dengan satu tangan memegang kepala janin dan menekan kepala ke arah rongga panggul, sedang dua jari tangan yang lain masuk ke vagina untuk menentukan seberapa jauh kepala mengikuti tekanan tersebut dan ibu jari yang masuk ke vagina memeriksa dari luar hubungan antara kepala dan simfisisetiologipenangananSimfisiotomi: tindakan memisahkan panggul knn kiri pd simfisis (TIDAK DILAKUKAN)29

Persalinan Percobaan

hanya dapat dilakukan pada letak belakang kepalaumur kehamilan tidak boleh lebih dari 42 mingu

Dihentikan apabila pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuannnya, keadaan ibu atau anak kurang baik, setelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah kepala tidak masuk PAP dalam 2 jam meskipun his baik, serta pada forceps yang gagal. Pada keadaan ini dilakukan seksio sesarea.

Seksio SesareaSeksio sesarea elektif dilakukan pada kesempitan panggul berat dengan kehamilan aterm, atau disproporsi sephalopelvik yang nyataSeksio sesarea sekunder (sesudah persalinan selama beberapa waktu) dilakukan karena peralinan perobaan dianggap gagal atau ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin Daftar pustakaBagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Obstetri Fisiologi. Bandung: Elemen, 1983.Cunningham FG, Gant FN, Leveno KJ, dkk. Obstetri Williams. Edisi 21. Jakarta: EGC, 2005.Inkjosastro H. Ilmu Kebidanan. Edisi Ketiga. Jakarta: YBP-SP, 2007.Saifuddin AB. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi Keempat. Jakarta: BP-SP, 2008.