Keperawatan Komunitas: Keperawatan Keluarga (Resume)

  • View
    169

  • Download
    22

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Keperawatan Keluarga (Resume)

Text of Keperawatan Komunitas: Keperawatan Keluarga (Resume)

Resume Kasus 3-CNP 2

Nama: Tantri NoviantiNPM: 220110120120Tutor: 2

Asuhan Keperawatan Keluarga

Pengkajian dan Analisa Data

Family health care nursing (asuhan keperawatan keluarga) ialah suatu proses pemberian pelayanan kesehatan terhadap kebutuhan keluarga dalam ruang lingkup praktik keperawatan. Asuhan keperawatan tersebut dapat ditujukan ke arah the family as context (keluarga sebagai konteks), the family as a client (keluarga sebagai klien), the family as a system (keluarga sebagai sistem), dan the family as a component of society (keluarga sebagai bagian dari masyarakat), (Kaakinen et al., 2010). Keempat komponen tersebut merupakan pendekatan yang dapat digunakan dalam pemberian asuhan keperawatan.

a. The Family as a ContextPendekatan pertama ini berfokus pada pengkajian dan perhatian terhadap klien secara individual di mana keluarga sebagai konteksnya. Dengan kata lain, pendekatan ini disebut juga Family Centered atau Family Focused. Fokus pendekatan tradisional ini menjadikan individu sebagai latar depan dan keluarga sebagai latar belakang pengkajian. Keluarga berperan dalam konteks pemberi dukungan maupun stres bagi kondisi sehat sakit seseorang.b. The Family as a ClientPendekatan kedua berfokus pada pengkajian terhadap seluruh anggota keluarga. Perawat keluarga tertarik pada keadaan di mana semua anggota keluarga secara individu terpengaruhi oleh keaadan kesehatan salah satu anggota keluarga tersebut. Dalam pendekatan ini, semua anggota keluarga menjadi latar depan, maka pengkajian berfokus pada setiap individu dan asuhan keperawatan diberikan pada setiap anggota keluarga.c. The Family as a SystemPendekatan ketiga memandang keluarga sebagai satu kesatuan sistem interaksi. Dengan kata lain, interaksi antaranggota keluarga menjadi target intervensi keperawatan berdasarkan pada pengkajian keluarga secara keseluruhan. Pendekatan ini berfokus pada individu dan keluarga dengan bersamaan, menekankan pada pola interaksi antaranggota keluarga. Semakin banyak anak, suatu keluarga akan memiliki interaksi yang semakin kompleks. Pendekatan sistem ini selalu menyiratkan bahwa ketika sesuatu terjadi pada salah satu sistem, hal tersebut akan memengaruhi bagian sistem yang lain (Kaaninen, 2014).

d. The Family as a Component of SocietyPendekatan ke empat melihat keluarga sebagai salah satu institusi dalam masyarakat, sama seperti kesehatan, pendidikan, keagamaan, atau institusi ekonomi. Keluarga merupakan unit primer atau dasar yang menjadi bagian dari sistem kemasyarakatan yang lebih besar. Sebuah keluarga secara keseluruhan berinteraksi dengan institusi lainnya untuk saling menerima, bertukar, maupun mengirim informasi melalui pelayanan dan komunikasi.

Gambar 1. Pendekatan Keperawatan Keluarga

Model Pengkajian Keluarga

Keluarga merupakan sistem sosial yang kompleks di mana perawat berinteraksi dengan cara dan konteks yang berbeda-beda, penggunaan pendekatan pengkajian keperawatan yang logis dan sistematis menjadi penting dalam hal ini. Terdapat model dan instrumen pengkajian keluarga yang dapat digunakan dalam praktik keperawatan keluarga, di antaranya: The Family Assessment and Intervention Model dikembangkan oleh Barkey-Mischke dan Hanson (1991); FS3I (The Family System Stressor-Strength Inventory) dikembangkan oleh Hanson (2001); Firedman Family Assessment Model (Friedman et al., 2003); The Calgary Family Assessment Model (CFAM) dan The Calgary Family Intervention Model (CFIM) dikembangkan oleh Wright dan Leahey (2013).

Tabel berikut menunjukkan perbandingan dari keempat model pengkajian keperawatan keluarga (Kaakinen, 2015, dalam buku Family Health Care Nursing: Theory, Practice, and Research).

Nama ModelThe Family Assessment and Intervention Model dan FS3IFiredman Family Assessment ModelThe Calgary Family Assessment and Intervension Model

KutipanBarkey-Mischke dan Hanson (1991);Hanson (2001)(Friedman et al., 2003)Wright dan Leahey (2013)

TujuanKonkret, berfokus pada instrumen pengukuran yang membantu keluarga mengidentifikasi stresor keluarga dan melakukan intervensi sesuai dengan kekuatan keluarga.Konkret, panduan global wawancara pengkajian keluarga yang terutama melihat keluarga dalam komunitas yang lebih besar di mana mereka berada.Model konseptual dan pendekatan multidimensi untuk keluarga dengan melihat kecocokan antarfungsi keluarga, afektif, dan aspek-aspek perilaku.

Landasan TeoriSistem:- Family System- Neuman SystemModel:- Stress-Coping- Theory- Developmental- Structural-functional- Family stress-coping- EnvironmentalSistem:- Cybernetics Communication Change Theory

Tingkat pengumpulan dataKuanitatif: Ordinal & IntervalKualitatif: NominalKualitatif: NominalKualitatif: Nominal

Seting yang paling banyak digunakanRawat inap;Rawat jalan;Komunitas.Rawat jalan;Komunitas.Rawat jalan;Komunitas.

Unit analisisFamily as context;Family as client;Family as system;Family as component of society.Family as client;Family as component of society.Family as system.

KekuatanSingkat,Mudah dilakukan,Hasil data dapat membandingkan satu anggota keluarga dengan anggota lainnya,Fokus pengkajian dan pengukuran menyajikan masalah.Area yang komprehensif untuk mengkaji keluarga.Konseptual.

KelemahanVariabel yang sempit.Banyak data yang mungkin tidak berkaitan dengan masalah,Tidak adanya data kuantitatif.Tidak cukup konkret untuk digunakan sebagai panduan, kecuali jika model ini telah diuji secara mendalam.

Dalam buku lain, Nurses and Families: A Guide to Family Assessment and Intervension (Wright & Leahey, 2013) menjelaskan tentang aplikasi model CFAM dan CFIM, di mana CFAM memiliki tiga kategori pengkajian, yaitu Structural, Developmental, dan Functional. Setiap kategori memiliki sub-kategori yang dapat perawat pilih untuk menjadi fokus pengkajian. Artinya perawat dituntut untuk cermat dalam menentukan apa saja yang harus dikaji terhadap keluarga yang dihadapinya, dan tidak semua sub-kategori perlu dikaji. Berikut diagram cabang dari CFAM:

Instrumen Pengkajian Keluarga

Family GenogramSuatu format yang menggambarkan pohon keluarga dengan mencantumkan informasi mengenai anggota keluarga dan hubungannya, minimal tiga generasi (McGoldrick, Gerson, & Petry, 2008). Data yang dibutuhkan untuk membuat genogram keluarga di antaranya: Identifikasi siapa saja keluarga inti. Identifikasi siapa yang mempunyai masalah kesehatan. Identifikasi semua orang yang tinggal bersama keluarga inti. Tentukan bagaimana hubungan antaranggota dalam keluarga tersebut. Mengumpulkan data diri setiap anggota keluarga, meliputi: umur, jenis kelamin, pengejaan nama yang tepat, masalah kesehatan, pekerjaan, tanggal-tanggal hubungan (menikah, berpisah, bercerai, kembali tinggal serumah), serta tanggal dan usia kematian (anggota keluarga terkait, bila ada). Dapatkan informasi yang sama dari semua anggota keluarga lintas generasi, sebagai konsistensi data dan untuk mengungkap pola keadaan sehat-sakit keluarga. Tambahkan informasi yang berkaitan dengan situasi, seperti lokasi geografis dan pola interaksi.

Simbol-simbol yang bisa digunakan:

Laki-laki Perempuan Identifikasi-klien MeninggalMenikahPisah

Cerai Cerai Anak angkat Aborsi Kembar

Tinggal dalam 1 rumah

Family EcomapFamily Ecomap menyediakan informasi mengenai sistem di luar keluarga inti yaitu, sumber dukungan sosial atau stresor bagi keluarga (Olsen et al., 2004).

___________________________________________________________________________

Berdasarkan uraian di atas, yang termasuk dalam poin pengkajian keluarga, adalah:a. Mengidentifikasi data demografi dan socio-cultural.b. Data lingkunganc. Struktur dan fungsi keluarga.d. Stres dan strategi koping yang digunakan keluargae. Perkembangan keluarga.Sedangkan yang termasuk pada pengkajian terhadap individu sebagai anggota keluarga, adalah pengkajian: Fisik, Mental, Emosi, Sosial, dan Spiritual.Sumber informasi dari tahapan pengkajian dapat menggunakan metode :1. Wawancara keluarga2. Observasi fasilitas rumah3. Pemeriksaan fisik dari anggota keluarga (dari ujung rambut ke ujung kaki)4. Data sekunder, seperti contoh: hasil laboratorium, X-Ray, pap semar, dsb)Hal-hal yang perlu dikaji dalam keluarga adalah:Data UmumPengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :1) Nama kepala keluarga (KK)2) Usia3) Alamat dan telepon4) Pekerjaan kepala keluarga5) Pendidikan kepala keluarga6) Komposisi keluargaRiwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga 1) Tahap perkembangan keluarga saat ini2) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi3) Riwayat keluarga inti4) Riwayat keluarga sebelumnyaPengkajian Lingkungan1) Karakteristik rumah2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW3) Mobilitas geografis keluarga4) Perkumpulan keluarga dari interaksi dengan masyarakat5) Sistem pendukung keluargaStruktur Keluarga1) Pola komunikasi keluarga2) Struktur kekuatan keluarga3) Struktur peran4) Nilai dan norma keluargaFungsi Keluarga1) Fungsi afektif2) Fungsi sosialisasi3) Fungsi perawatan kesehatan4) Fungsi reproduksi5) Fungsi ekonomiStres dan Koping Keluarga1) Stresor jangka pendek dan panjang2) Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stresor3) Strategi koping konstruktif yang digunakan4) Strategi adaptasi disfungsional5) Sistem pendukung keluargaPemeriksaan FisikPemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Metode yang digunakan pada pemeriksaan fisik tidak berbeda dengan pemeriksaan fisik di klinik.Harapan KeluargaPada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada.

Rencana Asuhan Keperawatan - Penentuan Diagnosa Keperawatan

Setelah data pengkajian didapatkan, kemudian dilakukan analisa data lalu diketahui berbagai masalah kesehatan keluarga yang mungkin muncul. Gambar berikut menunjukkan beberapa diagnosa keperawatan terkait masalah keperawatan kel