Keperawatan Komunitas Komunitas

  • View
    141

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Keperawatan Komunitas Komunitas

Text of Keperawatan Komunitas Komunitas

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang eksploratif dan potensial. Manusia dikatakan makhluk yang eksploratif karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. Manusia sebagai makhluk potensial karena pada diri manusia tersimpan sejumlah kemempuan bawaan yang dapat diembangkan secara nyata. Selanjutnya manusia disebut sebagai makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya karena untuk tumbuh dan berkembang secara normal memerlukan bantuan dari luar dirinya. Bantuan yang dimaksud antara lain adalah dalam bentuk bimbingan serta pengarahan. Binbingan dan pengarahan yang diberikan dalam membantu perkembangan tersebut pada hakekeatnya diharapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri, yang sudaah tersimpan sebagai potensi bawaannya. Karena itu bimbingan tidak searah dengan potensi yang dimiki akan berdampak negative bagi perkembangan manusia.Dewasa awal kira- kira 26 % dari populasi. Selama masa dewasa awal, individu semakin terpisah dari keluarga asal mereka, membangun tujuan karier dan memutuskan akan menikah dan memulai sebuah keluarga atau tetap sendiri. Dewasa awal usia aktif dan harus beradaptasi dengan pengalaman baru. Transisi menjadi ke usia pertengahan terjadi ketika orang muda menjadi sadar bahwa perubahan dalam kemampuan reproduksi dan fisik menandakan dimulainya tahap yang lain dalam kehidupan. Pada tahun 1990, hampir 84 juta orang di AS berusia antara 35- 64, atau kira kira 34 % dari populasi A.S adalah usia baya ( US dept. Of Commerce 1992 )Sebagai akhir dari masa remaja adalah masa dewasa, atau biasa disebut dengan masa adolesen. Ketika manusia meginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Dengan kata lain manusia dewasa sudah mulai memilih nilai- nilai atau norma yang telah dianggap mereka aik untuk dirinya serta mereka berudaha untuk mempertahankan nilai - nilai atau norma- norma yang telah dipilihnya tersebut.Dari sedikit penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Psikologi Perkembangan Pada Manusia Tingat Dewasa yaitu ilmu yang mepelajari tentang perkembangan jiwa manusia pada saat menginjak masa dewasa. Masa dewasa manusia dibagi menjadi 3 ( tiga ) tahap yaitu : Masa awal dewasa (early adulthood), Masa pertengahan dewasa (middle adulthood), Masa akhir dewasa (late adulthood).Oleh karena Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan pada tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat setiap penduduk sehingga memiliki derajat kesehatan yang optimal. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, dan masyarakat. Pelayanan dan asuhan keperawatan keluarga merupakan salah satu upaya keperawatan yang berfokus pada keluarga di Indonesia sebagai klien. Untuk memahami secara mendalam tentang asuhan keperawatan keluarga setidaknya perlu mengetahui dan memahami tentang konsep keluarga sebagai klien keperawatan, konsep keperawatan keluarga, proses keperawatan keluarga.1.2 Rumusan MasalahBagaimana konsep dan asuhan keperawatan keluarga pada tahap perkembangan keluarga dewasa ?1.3 Tujuan1.3.1 Tujuan umumMengidentifikasi konsep dan asuhan keluarga pada tahap perkembangan keluarga dewasa ?1.3.2 Tujuan khusus1. Menjelaskan konsep keluargaa. Menjelaskan definisi keluargab. Menjelskan tipe keluarga.c. Menjelaskan struktur keluarga.2. Menjelaskan fungsi dan tugas keluarga3. Menjelaskan tahap-tahap perkembangan keluarga dewasaa. Menjelaskan Pengertian Masa dewasa b. Menjelaskan Tahap perkembangan keluarga usia dewasac. Menjelaskan Pembagian Perkembangan Masa Dewasa d. Menjelaskan Faktor- faktor yang mempengaruhi orang dewasa dalam kehidupannya 1.4 Manfaat 1. Mahasiswa memahami konsep dasar keluarga, peran dan fungsi dan tugas keluarga, tahap perkembangan keluarga sehingga menunjang pembelajaran mata kuliah.2. Mahasiswa mengetahui asuhan keperawatan keluarga pada tahap keluarga dewasa yang benar sehingga dapat menjadi bekal dalam persiapan praktik di keluarga.

BAB 2TINJAUAN PUASTAKA

2.1 Konsep Dasar Keluarga2.1.1 Definisi Keluarga Keluarga adalah bagian dari masyarakat yang peranannya sangat penting untuk membentuk kebudayaan yang sehat. Dari keluarga inilah pendidikan kepada individu dimulai dan dari keluarga inilah akan tercipta tatanan masyarakat yang baik, sehingga untuk membangun suatu kebudayaan maka seyogyanya dimulai dari keluarga. Pengertian keluarga akan berbeda satu dengan yang lainnya, hal ini bergantung kepada orientasi dan cara pandang yang digunakan seseorang dalam mendefinisikan. Beberapa pengertian keluarga yang dikutip Harmoko (2012) diantaranya:1. Bussard dan Ball (1966) dikutip oleh Setiadi (2008). Keluarga merupakan lingkungan social yang sangat dekat hubungannya dengan seseorang. Dikeluarga itu seseorang dibesarkan, bertempat tinggal, berinteraksi satu dengan yang lain, dibentuknya nila-nilai, pola pemikiran dan kebiasaannya dan berfungsi sebagai saksi segenap budaya luar, dan mediasi hubungan anan dengan lingkungnya.2. Menurut Duvall, Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan dengan ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum;meningkatkan perkembangan fisik, mental,emosional dan social dari tiap anggota.3. Menurut WHO (1969), Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.4. Menurut Bergess (1962), Keluarga terdiri atas kelompok orang mempunyai ikatan perkawinan, keturunan/hubungan sedarah atau hasil adopsi, anggota tinggal bersama dalam satu rumah, anggota berinteraksi dan berkomunikasi dalam peran social, serta mempunyai kebiasaan/kebudayaan yang berasal dari masyarakat, tetapi mempunyai keunikan tersendiri.5. Menurut Helvie (1981), Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam satu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat.6. Menurut Salvasion Bailon dan Aracelis Maglaya,1989, Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang bergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan didalam peranannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan .7. Sayekti, 1994, keluarga adalah suatu ikatan/ persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.8. Menurut Departemen Kesehatan RI,1998 keluarga adalah unit terkecil dari suatu masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.9. Menurut Effendy,1998, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.2.1.2Tipe Keluarga Pembagian tipe ini bergantung kepada konteks keilmuan dan orang yang mengelompokkan1. Secara tradisional, secara trasional keluarga dikelompokkan menjadi 2 yaitu: a. Keluarga Inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau keduanya.b. Keluarga Besar (Extended Family), adalah keluarga inti ditambahn anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek,nenek,paman,bibi)2. Secara modern (berkembangnya peran individu dan meningkatnya rasa individualism maka pengelompokkan tupe keluarga selain diatas adalah: a. Tradisional Nuclear, Keluarga inti (ayah, ibu dan anak) tinggal dalam satu rumah ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, satu atau keduanya dapat bekerja diluar rumah.b. Reconstituted Nuclear, Pembentukan baru dari keluarga inti melalui perkawinan kembali suami/istri, tinggal dalam pembentukan satu rumah dengan anak-anaknya, baik itu bawaan dari perkawinan lama maupun hasil dari perkawinan baru, satu/keduanya dapat bekerja diluar rumah.c. Niddle Age/Aging Couple, Suami sebagai pencari uang ,istri di rumah/kedua-duanya bekerja dirumah, anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah/perkawinan/meniti karier.d. Dyadic Nuclear, Suami istri yang sudah berumur dan tidak mempunyai anak yang keduanya atau salah satu bekerja di luar rumah.e. Single Parent, Satu orang tua sebagai akibat peceraian atau kematian pasangannya dan anak-anaknya dapat tinggal di rumah atau di luar rumah.f. Dual Carrier, yaitu suami istri atau keduanya orang karier dan tanpa anak.g. Commuter Married, Suami istri atau keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu. Keduanya saling mencari pada waktu-waktu tertentu.h. Single Adult, Wanita atau pria dewasa yang tinggal sendiri dengan tidak adanya keinginan untuk kawin.i. Three Generation, yaitu tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu rumah.j. Institusional, yaitu anak-anak atau orang-orang dewasa tinggal dalam suatu panti-panti.k. Comunal, yaitu satu rumah terdiri dari dua atau lebih pasangan yang monogamy dengan anak-anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.l. Group Marriage, yaitu satu perumahan terdiri dari orang tua dan keturunannya didalam satu kesatuan keluarga dan tiap individu adalah kawin dengan yang lain dan semua adalah orang tua dari anak-anak.m. Unmarried Parent and Child, yaitu ibu dan anak dimana perkawinan tidak dikehendaki, anaknya diadopsi.n. Cohibing Couple, yaitu dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa kawin.o. Gay and Lesbian Family, yaitu keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.2.1.3 Struktur Keluarga Struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga melaksanakan fungsi keluarga di masyarakat. Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah: 1. Patrilineal, Adalah kel