Click here to load reader

Karya Tulis Ilmiah

  • View
    26

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kti

Text of Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah

PAGE 34

BAB I

PENDAHULUANA. Latar BelakangPneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Terjadinya pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia) (infeksi.com, 2007). Pneumonia yang dipicu bakteri bisa menyerang siapa saja, dari bayi sampai usia lanjut. Pencandu alkohol, pasien pasca-operasi, orang-orang dengan penyakit gangguan pernapasan, sedang terinfeksi virus atau menurun kekebalan tubuhnya, adalah yang paling berisiko. Sebenarnya bakteri penyebab pneumonia yang paling umum adalah Streptococcus pneumonia sudah ada di kerongkongan manusia sehat. Begitu pertahanan tubuh menurun oleh sakit, usia tua, atau malnutrisi, bakteri segera memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan (infeksi.com, 2007).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2005 memperkirakan kematian balita akibat pneumonia diseluruh dunia sekitar 19 persen atau berkisar 1,6 2,2 juta. Dimana sekitar 70 persennya terjadi di negara-negara berkembang, terutama Afrika dan Asia Tenggara. Persentase ini terbesar bahkan bila dibandingkan dengan diare (17 persen) dan malaria (8 persen)(farmacia.com,2006).Di Indonesia, prevalensi pneumonia pada balita cenderung meningkat. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 kematian balita akibat pneumonia meningkat, berkisar 18,5 -38,8 persen. Berdasarkan data laporan bulanan program P2 ISPA Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan kejadian pneumonia diwilayah kerja Puskesmas Pekauman didapatkan kejadian bulan januari sampai maret sebanyak 137 balita yang terserang pnemonia, ini merupakan peringkat pertama di provinsi Banjamasin sedangkan peringkat kedua(118 balita) dan ketiga(111 balita) berada diwilayah kerja Puskesmas Kayu Tangi dan Puskesmas Kuin Raya.Pneumonia merupakan 'predator' balita nomor satu di negara berkembang. Semakin banyak balita terserang pneumonia maka semakin banyak balita yang meninggal karenanya. Rendahnya status gizi balita dan kurangnya pengetahuan orang tua dapat memperburuk keadaan yang menyebabkan balita dapat terserang pneumonia. Oleh sebab itu pencegahan sedini mungkin merupakan faktor yang sangat penting untuk mengurangi resiko terjadinya pneumonia seperti peningkatan status gizi pada anak, peningkatan pengetahuan orang tua dan imunisasi.Bedasarkan fenomena inilah peneliti tertarik mengambil judul GAMBARAN STATUS GIZI BALITA (0-5 TAHUN) DENGAN PNEUMONIA DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASINB. Permasalahan

1. Pernyataan Masalah

Pneumonia merupakan 'predator ' balita nomor satu di negara berkembang. Rendahnya status gizi balita dan kurangnya pengetahuan orang tua dapat memperburuk keadaan pneumonia. Dari bulan januari sampai maret sebanyak 137 balita yang terserang pnemonia, ini merupakan peringkat pertama di provinsi Banjamasin sedangkan peringkat kedua(118 balita) dan ketiga(111 balita) berada diwilayah kerja Puskesmas Kayu Tangi dan Puskesmas Kuin Raya.2.Pertanyaan MasalahBagaimanakah gambaran status gizi balita (0-5 tahun) dengan pneumonia di Puskesmas Karang Pekauman Banjarmasin.C. Tujuan peneliti

1. Tujuan umumMengetahui gambaran status gizi balita (0-5 tahun) dengan pneumonia di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.2. Tujuan khususMengidentifikasi gambaran status gizi baik, sedang, kurang dan buruk pada balita (0-5 tahun) dengan pneumonia di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Profesi Keperawatan / Ilmu Keperawatan

Hasil penelitian ini diharapkan memperkuat teori keperawatan khususnya berhubungan dengan pneumunia.2. Manfaat Metodologi Institusi Pendidikan

Penelitian ini akan menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dan dapat memperkaya penelitian keperawatan yang terbatas jumlahnya.3. Manfaat Instansi kesehatan / Puskesmas

Sebagai bahan kebijakan atau pembuatan keputusan, masukan dan memberikan gambaran kepada petugas kesehatan dan masyarakat tentang status gizi mempengaruhi penyakit pneumonia pada balita yang menjadi masalah kesehatan diwilayahnya.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Tinjauan Teoritis Status Gizi

1. Pengertian

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti absorpsi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal sari organ-organ, serta menghasilkan energi (I. Dewa. dkk. 2002).

Status gizi adalah keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu(I. Dewa. dkk. 2002).

Status gizi adalah keadaan gizi berdasarkan pengukuran, perubahan dan percepatan serta kecepatan pertumbuhan menurut umur dan berat badan yang terdapat pada KMS.

Prilaku sehat yang positif umumnya terdiri dari imunisasi, pola tidur yang tepat, olahraga yang adekuat dan nutrisi. Kemudian model agens-pejamu-lingkungan diperluas kedalam suatu teori umum tentang berbaai penyebab penyakit. Sampai beberapa decade terakhir, secara umum diyakini bahwa penyebab tunggal penyakit dapat di identifikasi. Penyakit infeksi secara khusus diperkirakan mempunyai penyebab tunggal: dimana agens (missal bakteri atau virus) dianggap sebagai satu-satunya penyebab. Saat ini diketahui bahwa sebagian besar penyakit mempunyai beberapa penyebab, sesui dengan peryataan model agens-pejamu-lingkungan (potter 2005).

2. Penilaian Status Gizi Secara Langsung

Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi atau penilaian yaitu : antropologi, klinis, biokomia dan biopisik, masing-masing penilaian tersebut bisa dibahas secara umum sebagai berikut:

a. Antropometri

Pengertian :

Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia, ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan atau dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.

Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidak seimbangan asupan protein dan energi. Ketidak seimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.

b. Klinis

Pengertian :

Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidak cukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervicial epithecial fissues) seperti kulit, maka rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kel. Tyroid.

c. Biokimia

Pengertian :

Penelitian status gizi dengan Biokimia adalah pemeriksaan specimen yang diuji secara laboratories yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine, tinia dan juga berbagai jaringan tubuh seperti hati dan otot.

d. Biofisik

Pengertian :

Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan mehat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.

3. Jenis-jenis Pertumbuhan

Pada dasarnya jenis pertumbuhan dapat dibagi dua yaitu : Pertumbuhan yang bersifat linier dan pertumbuhan massa jaringan. Dari sudut pandang antropometri, kedua jenis pertumbuhan ini mempunyai arti yang berbeda. Pertumbuhan linier menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat lampau dan pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat sekarang atau saat pengukuran.a. Pertumbuhan linier

Bentuk dari ukuran linier adalah ukuran yang berhubungan dengan panjang. Contoh ukuran linier adalah panjang badan, lingkar dada dan lingkar kepala ukuran linier yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi yang kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu lampau. Ukuran linier yang paling sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan.

b. Pertumbuhan massa jaringan

Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. Contoh ukuran massa jaringan adalah berat badan, Lingkar Lengan Atas (LLA) dan tebal lemak bawah kulit. Apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran massa jaringan yang paling sering digunakan adalah Berat Badan. (Fajar dkk. 2002).

4. Antropometri Gizi

Antropometri gizi adalah b/d berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.

Beberapa syarat yang mendasari penggunaan antropometri adalah :

a. Alatnya mudah di dapat dan digunakan, seperti dacin, pita lingkar atau mikrotoa dan alat pengukur panjang bayi yang dapat dibuat sendiri dirumah.

b. Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif.

c. Pengukuran bukan hanya dilakukan dengan tenaga khusus profesional, juga untuk tenaga lain setelah dilatih untuk itu.

d. Biaya relatif murah, karena alat mudah didapat dan tidak memerlukan bahan-bahan lainnya.

e. Hasil mudah disimpulkan, karena mempunyai ambang batas (cut off point) dan baku rujukan yang sudah pasti.

f. Secara ilmiah diakui kebenarannya, hampir semua negara menggunakan antropometri sebagai metode untuk mengukur status gizi masyarakat, khususnya untuk penapisan (screening) status gizi. Hal ini dikarenakan diakui kebenarannya secara ilmiah.

5. Jenis Parameter

Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia antara lain :

a. Umur

Faktor umur sangat penting dalam penentuan status gizi, kesalahan penentuan umur akan menyebabkan interpretasi status gizi menjadi salah. Hasil pengukuran tinggi badan dan BB yang akurat, menjadi tidak berarti bila tidak