Click here to load reader

Karya Tulis Ilmiah

  • View
    774

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

glukosa

Text of Karya Tulis Ilmiah

KARYA TULIS ILMIAHPERBANDINGAN HASIL KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA SAMPEL LANGSUNG DIPERIKSA DAN SAMPEL DITANGGUHKAN 2 JAM PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN METODE GOD-PAP

DISUSUN OLEH :ADELIA GALIH11.0559.67.03

PROGRAM STUDI D-III ANALIS KESEHATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIYATA HUSADASAMARINDA2013BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangKarbohidrat adalah suatu senyawa yang terdiri atas atomatom karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat memiliki rumus umum (CH2O)n. Sebagai contoh, molekul glukosa mempunyai rumus kimia C6H12O6. Karbohidrat yang berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolisme. Hasil metabolisme karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel- sel pada jaringan otot sebagai sumber energi.Dalamilmu kedokteran, glukosa darah adalah istilah yang mengacu kepada kadar glukosa di dalam darah. Kadar glukosa darah, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Umumnya, kadar glukosa darah berada pada rentang kadar (70-110 mg/dl). Kadar glukosa ini meningkat setelah makan dan biasanya berada di kadar terendah pada pagi hari, sebelum orang makan. Bila kadar glukosa terlalu rendah (110 mg/dl) disebut hiperglikemia.Dahulu,pengukuran glukosa darah dilakukan terhadap darah lengkap, tetapi sekarang sebagian besar laboratorium melakukan pengukuran kadar glukosa dalam serum. Karena eritrosit memiliki kadar protein (hemoglobin) yang lebih tinggi daripada serum, serum memiliki kadar air yang lebih tinggi. Sehingga bila di bandingkan dengan darah lengkap, serum melarutkan lebih banyak glukosa. Untuk mengubah glukosa pada darah lengkap, kalikan kadar glukosa yang diperoleh dengan 1,15 untuk menghasilkan kadar glukosa serum atau plasma. Pengukuran kadar glukosa digunakan untuk melakukan diagnosa klinis terhadap kelainan metabolisme glukosa dalam tubuh.Terdapat dua metode utama yang digunakan untuk mengukur glukosa. Metode yang pertama adalah metode kimiawi yang memanfaatkan sifat mereduksi dari glukosa, dengan bahan indikator yang akan berubah warna apabila tereduksi. Akan tetapi metode ini tidak spesifik karena senyawa-senyawa lain yang ada dalam darah juga dapat mereduksi (misal : urea, yang dapat meningkat cukup bermakna pada uremia).Contoh metode kimiawi yang masih digunakan untuk pemeriksaan glukosa saat ini adalah metode toluidin, karena murah, cara kerja sederhana, dan bahan mudah didapat (Departemen Kesehatan RI , 2005 ). Dengan metode kimiawi, kadar glukosa dapat lebih tinggi 5 sampai 15 mg/dl dibandingkan dengan kadar glukosa yang diperoleh dengan metodeenzimatik(yang lebih spesifik untuk glukosa). Metode yang kedua adalah enzimatik yang umumnya menggunakan kerja enzim glukosa oksidase atau heksokinase, yang bereaksi pada glukosa, tetapi tidak pada gula lain (misal : fruktosa, galaktosa, dan lain-lain) dan pada bahan pereduksi. Contoh metode yang menggunakan kerja enzim adalah GOD PAP dan cara strip.Pemeriksaan kadar glukosa sekarang sudah diisyaratkan dengan cara enzimatik, tidak lagi dengan prinsip reduksi untuk menghindari ikut terukurnya zat-zat lain yang akan memberikan hasil tinggi palsu. Cara enzimatik dapat dilakukan dengan cara otomatis seperti dengan GOD- PAP dan cara Strip.Pemeriksaan dengan metode GOD-PAP memiliki kelebihan, yaitu : presisi tinggi, akurasi tinggi, spesifik, relatif bebas dari gangguan (kadar hematokrit, vitamin C, lipid, volume sampel, dan suhu). Sedangkan kekurangannya adalah memiliki ketergantungan pada reagen, butuh sampel darah yang banyak, pemeliharaan alat dan reagen memerlukan tempat yang khusus dan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Sedangkan pada cara strip memiliki kelebihan hasil pemeriksaan dapat segera diketahui, hanya butuh sampel sedikit, tidak membutuhkan reagen khusus, praktis dan mudah dipergunakan jadi dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa butuh keahlian khusus. Kekurangannya adalah akurasinya belum diketahui, dan memiliki keterbatasan yang dipengaruhi oleh kadar hematokrit, interfensi zat lain (Vitamin C, lipid, bilirubin dan hemoglobin), suhu, volume sampel yang kurang, dan strip bukan untuk menegakkan diagnosa klinis melainkan hanya untuk pemantauan kadar glukosa.Banyak orang yang menganggap penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang timbul karena faktor keturunan. Padahal setiap orang dapat mengidap Diabetes Mellitus baik tua maupun muda.Menurut WHO pada tahun 2003 diperkirakan jumlah penderita Diabetes di dunia telah mencapai 177 juta jiwa, dan di asia diperkirakan mencapai 89 juta jiwa. Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah terbesar penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50% yang sadar mengidapnya dan diantara mereka baru sekitar 30% yang datang berobat teratur. Diantara penyakit-penyakit degeneratif yang tidak menular lainnya, yang akan meningkat jumlahnya dimasa yang akan datang adalah penyakit Diabetes. Menurut dr. Agus Widiyatmoko (penanggung jawab Diabetic Center Asri Medical Center) jika tidak dilakukan pencegahan, jumlah penduduk penderita diabetes di Indonesia akan terus meningkat hingga mencapai 30 juta jiwa pada tahun 2020 nanti.Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis adalah suatu penyakit akibat kelainan metabolisme karbohidrat. Dimana kadar glukosa (gula sederhana) didalam darah cukup tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang dapat dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah normal. Insulin memasukkan gula kedalam sel sehingga bisa memghasilkan energi.Banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau penyakit kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi dimasyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya.Diagnosis Diabetes Mellitus ditegakkan berdasarkan gejela-gejalanya (Poliuria, Polidipsia, Polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya) disertai dengan satu nilai pemeriksaan glukosa darah tidak normal (glukosa darah sewaktu 200 mg/dl dan glukosa darah puasa 126 mg/dl).Banyak metode pemeriksaan Diabetes Mellitus. Namun cara yang dianjurkan dan banyak digunakan adalah cara enzimatik Glukosa Oksidase (GOD), karena metode ini dianggap mendekati hasil kadar glukosa sesungguhnya.Pada pemeriksaan glukosa darah, darah yang sudah diambil harus segera diperiksa. Karena bila darah ditangguhkan glukosa akan segera terurai sehingga sebagian besar dari glukosa akan hilang dalam waktu 2-3 jam. Peruraian tersebut akan tetap berlangsung meskipun darah diambil secara steril. Peruraian ini disebut Glikolisis.

1.2 Rumusan MasalahApakah ada perbandingan hasil kadar glukosa darah puasa pada sampel langsung diperiksa dan sampel ditangguhkan 2 jam pada penderita diabetes mellitus dengan metode GOD-PAP

1.3 Tujuan Penelitian1. Menganalisis kadar Glukosa Darah pada sampel yang lansung diperiksa, metode GOD-PAP2. Menganalisis kadar Glukosa Darah pada sampel yang ditangguhkan, metode GOD-PAP3. Membuktikan adanya perbedaan hasil Glukosa Darah pada sampel yang langsung diperiksa dan sampel ditangguhkan

1.4 Manfaat1.4.1 Bagi PenelitiMenambah wawasan ilmu dan keterampilan dalam pemeriksaan kadar glukosa darah puasa pada sampellangsung diperiksa dan sampel ditangguhkan 2 jampada penderita diabetes mellitus dengan metode GOD-PAP1.4.2 Bagi AkademikMenambah perbendaharaan Karya Tulis Ilmiah bidang Kimia Klinik di perpustakaan STIKES Wiyata Husada Samarinda1.4.3 Bagi InstansiMemberikan informasi tentang pemeriksaan kadar glukosa darah puasa pada sampel langsung diperiksa dan sampel ditangguhkan 2 jam pada penderita diabetes mellitus dengan metode GOD-PAP

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Glukosa DarahGlukosa darah adalah gula yang terdapat dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. ( Joyce LeeFever, 2007 ).Energi untuk sebagian besar fungsi sel dan jaringan berasal dari glukosa. Pembentukan energi alternatif juga dapat berasal dari metabolisme asam lemak, tetapi jalur ini kurang efisien dibandingkan dengan pembakaran langsung glukosa, dan proses ini juga menghasilkan metabolit-metabolit asam yang berbahaya apabila dibiarkan menumpuk, sehingga kadar glukosa di dalam darah dikendalikan oleh beberapa mekanisme homeostatik yang dalam keadaan sehat dapat mempertahankan kadar dalam rentang 70 sampai 110 mg/dl dalam keadaan puasa. ( Ronald A. Sacher, Richard A. McPherson, 2004).Setelah pencernaan makanan yang mengandung banyak glukosa, secara normal kadar glukosa darah akan meningkat, namun tidak melebihi 170 mg/dl. Banyak hormon ikut serta dalam mempertahankan kadar glukosa darah yang adekuat baik dalam keadaan normal maupun sebagai respon terhadap stres. Pengukuran glukosa darah sering dilakukan untuk memantau keberhasilan mekanisme regulatorik ini. Penyimpangan yang berlebihan dari normal, baik terlalu tinggi atau terlalu rendah, menandakan terjadinya gangguan homeostatis dan sudah semestinya mendorong tenaga analis kesehatan melakukan pemeriksaan untuk mencari etiologinya. ( Ronald A. Sacher, Richard A. McPherson, 2004 ).2.3 MetabolismeMetabolisme merupakan segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup. Proses yang lengkap dan komplit sangat terkoordinatif melibatkan banyak enzim di dalamnya, sehingga terjadi pertukaran bahan dan energi. Adapun metabolisme yang terjadi dalam tubuh yang mempengaruhi kadar gula darah, yaitu :1. Metabolisme karbohidratKarbohidrat bertanggung jawab atas sebagian besar intake makanan sehari-hari, dan sebagian besar karbohidrat akan diubah

Search related