Intrapartum Dede Nuryadi

  • View
    17

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kkkkk

Text of Intrapartum Dede Nuryadi

KATA PENGANTAR

BAB I

PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG MASALAHUndang-undang RI No.23 tahun 1992 tentang kesehatan pasal 14 menyatakan bahwa kesehatan istri meliputi kesehatan pada masa pre-kehamilan, kehamilan, pasca persalinan, masa siluar kehamilan dan persalinan. Menunjuk hal tersebut maka terjadinya gangguan pada masa pasca persalinan merupakan masalah kesehatan ibu yang perlu penanganan segera, karena faktor penyebab kematian pada ibu di Indonesia adalah salah satunya yaitu perdarahan saat persalinan dan pasca persalinan.

Persalinan merupakan suatu hal yang normal untuk mengakhiri kehamilan, tetapi bisa saat persalinan terjadi penyulit yang diantaranya persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam yang disebut sebagai persalinan yang panjang. Penyulit persalinan yang lama meliputi keletihan maternal, infeksi dan perdarahan karena atonia uteri, ruptur uteri atau laserasi jalan lahir, sehingga dalam kasus-kasus seperti ini untuk menolong suatu persalinan sering dilakukan tindakan operatif .

Dengan memperhatikan resiko yang membahayakan yang bisa terjadi pada masa intranatal maka perlu dilakukan asuhan keperawatan yang komprehensif agar tidak menjadi masalah yang membahayakan bagi keselamatan klien, untuk itu penulis mengangkat asuhan keperawatan dengan judul Asuhan Keperawatan Pada Klien Ny.F G1P0A0 Intra Partum Di Ruang Perawatan 5/6 Rumah Sakit Dustira Cimahi .

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Dapat melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dan komprehensif meliputi aspek bio-psikologis dan spiritual dengan pendekatan proses keperawatan kepada Ny.F Intrapartum di ruang perawatan 5/6 Rumah Sakit Dustira Cimahi.

2. Tujuan Khusus

Setelah melaksanakan Asuhan Keperawatan diharapkan :a. Mampu melakukan pengkajian.

b. Mampu membuat rencana keperawatan.

c. Mampu melaksanakan rencana keperawatan.

d. Mampu mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan.

e. Mampu mendokumentasikan asuhan keperawatan.

C. METODE PENULISAN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Dalam pembuatan laporan kasus ini penulis menggunakan metode deskriftif berupa studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang memberi gambaran nyata dalam asuhan keperawatan yang di berikan, sedangkan teknik pengumpulan data yang di gunakan sebagai berikut :

1. Wawancara

Yaitu pengumpulan data melalui tanya jawab dengan klien dan keluarga sebagai data subjektif, yang berhubungan dengan masalah kesehatan.

2. Observasi

Yaitu mengamati keadaan klien untuk memperoleh data subjektif tentang masalah kesehatan.3. Pemeriksaan Fisik

Yaitu untuk mendapatkan data objektif melalui cara infeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.

4. Studi Dokumentasi

Yaitu mengumpulkan data yang di dapat dari buku status perkembangan klien selama di rawat di Rumah Sakit.

5. Studi Kepustakaan

Yaitu melalui studi literatur dengan melihat dari buku-buku sumber yang berkaitan dengan kasus yang di ambil sebagai bahan dalam pembuatan laporan kasus ini.D. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan laporan kasus ini terdiri dari empat bab :

Bab I :Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, tujuan penulisan, metoda dan teknik pengumpulan data serta sistematika penulisan.

Bab II :Tinjauan teoritis yang terdiri dari konsep dasar dan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi.

Bab III:Terdiri dari tinjauan kasus.

Bab IV:Kesimpulan dan saran.

BAB II

TINJAUAN TEORITISA. PENGERTIAN PERSALINANPersalinan adalah serangkaian keadaan yang berakhir dengan pengeluaran bayi selaput yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan lahirnya plasenta atau janin dari tubuh ibu.

Macam-macam persalinan ada 3 macam, yaitu:

1. Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan orang lain atau alat-alat.

2. Persalinan buatan adalah proses lahirnya bayi dengan menggunakan bantuan alat-alat atau melalui dinding perut dengan operasi caessarea.3. Persalinan anjuran adalah persalinan terjadi karena ada salah satu hal yang menimbulkan kesulitan dalam persalinan.B. SEBAB-SEBAB YANG MENIMBULKAN PERSALINANSebab-sebab yang menimbulkan persalinan ada 5 macam,yaitu :

1. Penurunan kadar progesteron

2. Teori oxytocin

3. Keregangan otot-otot

4. Pengaruh janin

5. Teori prostagladin

C. TANDA-TANDA PERMULAAN PERSALINANSebelum terjadi persalinan sebenarnya beberapa minggu sebelumnya wanita memasuki bulannya atau minggunya atau harinya yang disebut kala pendahuluan. Ini memberikan tanda-tanda sebagai berikut :

1. Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida. Pada multipara tidak begitu kelihatan.

2. Perut kelihatan seperti lebih melebar.

3. Perasaan sering atau susah kencing (polakisuria) karena kandung kemih tertekan oleh bagian bawah janin

4. Perasaan sakit di perut dan dipinggang oleh adanya kontraksi lemah dari uterus, kadang-kadang disebut false labor pains

5. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa bercampur darah (blood show).

Tanda-tanda in-partu, yaitu :

1. Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur

2. Keluar lendir bercampur darah (blood show) yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada serviks

3. Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya

4. Pada pemeriksaan dalam serviks mendatar, pembukaan telah ada.

Sedangkan faktor-faktor yang berperan sekali dalam proses persalinan adalah :

1. Kekuatan mendorong janin keluar (power)

His (kontraksi uterus)

Kontraksi otot-otot dinding perut

Kontraksi diafragma

2. Faktor janin

3. Faktor jalan lahir

D. PROSES PERSALINAN Proses persalinan pada intinya terdiri dari 4 kala, yaitu :

1. Kala I (Kala Pembukaan)

Waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm. Pada waktu partus mulai ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (blood show),karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacemant). Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis. Karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka.

Kala pembukaan terdiri atas 2 fase, yaitu :

1. Fase laten dimana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam waktu 7-8 jam.

2. Fase aktif pembukaan serviks berlangsung selama 6 jam,dan dibagi atas 3 subfase, yaitu :

a. Periode akselerasi berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm

b. Periode dilatasi maksimal (steady) berlangsung selama 2 jam pembukaan bertambah cepat menjadi 9 cm

c. Periode deselerasi berlangsung lambat,dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 10 cm atau lengkap.

2. Kala II (Kala Pengeluaran Janin)

Pada kala pengeluaran janin his terkoordini kuat, cepat, dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Ibu mersa seperti buang air besar, karena tekanan pada rektum dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka dan perineum meregang.

3. Kala III (Kala Pengeluaran Uri)

Setelah bayi lahir kontraksi rahim beristirahat sebentar. Uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat,berisi plasenta yang menjadi tebal 2 x lipat dari sebelumnnya. Beberapa saat kemudian datang his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 5-15 menit seluruh plasenta terlepas didorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan di atas simfisis pubis atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200cc.

4. Kala IV (Kala Pengawasan)

Kala pengawasan ini terjadi setelah 1 jam bayi lahir dan uri, untuk mengamati keadaan umum ibu terutama terhadap bahaya perdarahan post partum.

E. DIAGNOSA KEPERAWATANKALA I

1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya kontraksi uterus, proses persalinan,dan luka episiotomi.

2. Gangguan rasa nyaman cemas berhubungan dengan proses persalinan.

KALA II

1. Kebutuhan pimpinan persalinan berhubungan dengan ibu berada pada kala II.

2. Resiko perdarahan berhubungan dengan adanya luka episiotomi, tertinggalnya sisa plasenta.

KALA III

1. Resiko retensio plasenta berhubungan dengan adanya perlengketan plasenta

KALA IV

1. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan adanya luka episiotomi.2. Resiko tinggi terjadinya perdarahan berhubungan dengan adanya luka episiotomi.BAYIBayi baru lahir dapat dibagi menjadi 2 bagian,yaitu :

Bayi normal (sehat) memerlukan perwatan biasa.

Bayi gawat (high risk baby) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan.

Pada kelahiran abnormal yang memerlukan pertolongan spesialistis bayi baru lahir. Di urus oleh bidan dan kalau di RS yang ada unit kesehatan anak bayi ini hendaknya ditangani oleh dokter anak.

1. Alat-alat Untuk Perawatan Bayi

Pengisap lendir (mukus ekstrator aspirator)

Tabung oksigen dan alat pemberian pada bayi

Alat resusitasi untuk pernafasan

Obat-obatan : glukosa 40%,larutan bikarbonas natrikus 7,5 %,nalorphin sbg anti dotum morfin dan petidin.

Alat pemotong pengikat dan antiseptik tali pusat.

Tanda pengenal bayi

Tempat tidur bayi dan inkubator bayi .

Stop watch dan termometer.

2. Pertolongan Pada Waktu B