Hipertensi Ikk

  • View
    6

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

njnjn

Text of Hipertensi Ikk

HIPERTENSI GRADE I DAN HIPERTRIGLISERIDEMIA PADA LAKI-LAKI PENSIUNAN DENGAN KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT DALAM RUMAH TANGGA YANG TIDAK BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Nicky Adi Saputra20090310123HIPERTENSI GRADE II DISERTAI CHEPALGIA PADA WANITA LANSIA DISERTAI KEKHAWATIRAN TERHADAP PENYAKITNNYA DAN MASA DEPAN ANAKNYA DALAM KELUARGA DISFUNGSIONAL SEDANG YANG TIDAK BERPRILAKU HIDUP BESIH DAN SEHAT

LAPORAN KASUSIdentitas PasienNama:Ny. EUmur: 63 tahunJenis Kelamin: Perempuan Agama:IslamAlamat:Jalan Gambiran baru, Gang satria II, Umbulharjo Yogyakarta.Pendidikan terakhir: Sarjana S1Pekerjaan: Pensiunan PNSTanggal periksa: 14 Maret 2015Asuransi Kesehatan: ASKESKunjungan Rumah I:16 Maret 2015

AnamnesisKeluhan UtamaKontrol rutin tekanan darah dan cepalgiaRiwayat Penyakit SekarangPasien perempuan umu 63 tahun datang ke Puskesmas Kota Gede II hendak kontrol rutin tekanan darah. Pasien menderita hipertensi sejak 8 tahun yang lalu. Saat datang ke puskesmas pasien datang dengan keluhan nyeri kepala cekot-cekot sejak 3 hari yang lalu. Nyeri sebelah kepala kiri muncul kumat kumatan 2-3 kali sehari, nyeri kepala bertambah berat jika kelelahan dan berkurang ketika beristirahat, pasien belum pernah minum obat untuk mengurangi nyeri kepalanya. Pasien tidak mengatakan tidak memiliki keluhan lain selain nyeri kepala, pasien rajin kontrol ke puskesmas 2 minggu sekali ketika obatnya habis.

Riwayat Penyakit DahuluDM: disangkalJantung: disangkalAtopi: asma, rhinitis,urtikaria,konjungtivitis , dermatitis diangkalRiwayat Penyakit KeluargaHipertensi : kakak dan ayahDM: disangkalJantung: disangkalAtopi: disangkalStroke: disangkal

Riwayat Personal Sosial :Pendidikan lulusan s1Pekerjaan Pensiunan PNS.Perkawinan Menikah usia 26 tahun. Hubungan dgn keluarga harmonis.Sosialisasi Hubungan baik dgn masyarakat sekitar dan mudah bergaul.Gaya Hidup makan teratur, jarang berolahraga dan tidak merokok.

Review Anamnesis Sistem :Kepala dan leher : pusing Sistem pernafasan: tak ada keluhanSistem pencernaan: tidak ada keluhanSistem saluran kencing dan kelamin : tidak ada keluhanSistem tulang dan otot : tidak ada keluhanSistem persarafan: tidak ada keluhan

Pemeriksaan FisikKesan Umum: BaikKesadaran:Compos mentisTanda-tanda vital:Tekanan darah: 160/90 mmHgNadi: 72 x/menit, teratur, isi dan tegangan cukupSuhu badan: 36,6o CPernafasan: 20 x/menitBerat Badan: 47 kgTinggi Badan: 150 cmIMT: 20,8 kg/m2(normal)

Pemeriksaan kepala:Bentuk kepala: MesosefalRambut: ikal, beruban, distribusi merataPemeriksaan mata:Palpebra: Edema (-/-)Konjungtiva: Anemis (-/-)Sklera: Ikterik (-/-)Pupil: Reflek cahaya (+/+), isokorLensa: OS jernih, OD jernihPemeriksaan oftalmoskopi: tidak dilakukan

Pemeriksaan Telinga: nyeri tekan (-/-), serumen (-/-)Pemeriksaan otoskopi : tidak dilakukanTest fungsi pendengaran : tidak dilakukanPemeriksaan Hidung: Sekret (-/-), epistaksis (-)Pemeriksaan LeherKelenjar tiroid: Tidak membesarKelenjar lnn: Tidak membesar, nyeri (-)JVP: peningkatan JVP (-)

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan PenunjangLaboratorium Darah (14 maret 2015)GDS: 123Kolesterol: 158Trigliserid:152

Diagnosis KerjaHipertensi primer grade IIchepalgia

Diagnosis KerjaHipertensi primer grade IIchepalgia

Terapi

FarmakologisParacetamol mg 500 dd tab 1Diltiazem tab mg 30 3 dd tab IHCT tab mg 25 1 dd tab I

PEMBAHASANAnalisis Kunjungan RumahKondisi PasienKunjungan rumah pasien dilakukan pada tanggal 16 Maret 2015. Keluhan pasien saat kunjungan rumah pertama sudah berkurang dibandingkan dengan keadaan pasien saat diperiksakan ke puskesmas. Rasa nyeri kepala dirasakan mulai berkurang. Pada saat kunjungan pasien baru pulang dari acara keluarga Dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Saat itu pasien belum meminum obatnya, setelah diperiksa pasien langsung minum obat karena sudah waktunya. Pasien mengatakan kalau dirinya sedang agak capek saat ini karena mengurus acara keluarga. Pasien juga mengatakan sedang khawatir karena anaknya belum mendapatkan pekerjaan.

Anamnesis IllnessPerasaan pasien Pasien merasa jenuh dengan penyakit hipertensinya, tapi pasien memiliki keinginan untuk tetap mengontrol tekanan darahnya agar tidak tinggi. Pasien juga merasa khawatir jika tekanan darahnya tidak dikontrol akan menyebabkan penyakit jantung seperti teman-temannya.Ide/pemikiran Menurut pasien, penyakit hipertensinya disebabkan oleh diri sendiri karena sangat jarang berolahraga dan terkadang fikiran pasien mempengaruhi tekanan darahnya.Harapan pasienPasien ingin tensinya selalu normal agar tidak minum obat terus menerus karena pasien bosan bolak balik ke puskesmas.Efek terhadap fungsi sosialApabila tekanan darah meningkat pasien sering mengeluhkan nyeri kepala dan harus istirahat, itu membuat aktifitasnya banyak yang tertunda

Personal SosialRiwayat pendidikan, pasien merupakan lulusan S1 dari Universitas BengkuluRiwayat pekerjaan, pasien adalah seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil di Badan Pertanahan Negara. Pendapatan hanya berasal dari pensiunannya dan istrinya yang berjumlah Rp 4.500.000,- (cukup). Anak pertama bekerja di perusaahn swasta di jakarta dan belum menikah, anak kedua belum mendapat pekerjaan.Riwayat perkawinan, pasien menikah pada usia 26 tahun, sampai saat ini sudah dikaruniai 2 orang anak. Pasien menikah atas keinginan dan pilihannya sndiri. Pasien merasa bahagia dengan rumah tangganya.Sosialisasi, pasien orang yang ramah dan mudah bergaul. Pasien selalu berpartisipasi dalam kegiatan kampun.Gaya hidup, pasien makan 3x/hari dengan menu nasi, lauk pauk seperti tahu, tempa, telur dan sesekali daging ayam atau sapi. Pasien jarang mengkonsumsi buah-buahan. Pasien tidak merokok tetapi jarang berolah raga. Pasien beristriahat 6-7 jam dalam sehari. Pasien kadang merasa kawatir terhadap masa depan anak keduanya karena belum mendapatkan pekerjaan sampai saat ini Riwayat pengobatan, pasien rutin mengkonsumsi obat untuk hipertensi yaitu R/ Diltiazem 3x1 mg dan HCT 1x 25mg. Pasien terdaftar dalam asuransi kesehatan ASKES.

Denah rumah

Jalan Gambiran baru, Gang satria II, Umbulharjo Yogyakarta.

Terdapat 2 buah jendela berukuran 1,5 m X 0,5 m pada ruang tamu, 2 buah jendela berukuran 1,5 m X 0,5 m pada kamar tidur 1, satu jendela dengan ukuran yang sama pada kamar tidur 2,3 dan 2 buah jendela di area dapur. Terdapat ventilasi berukuran 0,5 m X 0,2 m yang melekat pada setiap jendela. Pencahayaan baik.Kebersihan Hampir seluruh ruangan dalam rumah pasien terjaga kebersihannya.KepadatanMelihat jumlah penghuni dan luas bangunan yang tersedia rumah pasien tergolong cukup luas. Sanitasi dasarSumber air yang digunakan untuk minum, mandi dan mencuci berasal dari PAM. Secara fisik air tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Kesimpulanya adalah sumber air bersih cukup baik.Jamban keluargaPasien memiliki jamban keluarga dirumahnya (WC jongkok). Kondisi jamban mudah dibersihkan, mudah diglontor, lokasinya menjadi satu dengan rumah, memiliki septic tank yang tahan resapan. Saluran pembuangan air limbah (SPAL)Pasien tidak memiliki bak kontrol. Air bekas cuci disalurkan menuju selokan dan berakhir di sungai yang letaknya cukup jauh dari rumah. Saluran pembuangan lancar. Septic tank ada di belakang rumah.Tempat sampahTempat sampah terletak di luar rumah, terbuat dari ember plastik, tertutup, dengan diameter 30 cm dan tinggi 60 cm dan terdapat petuga sampah yang mengambil setiap hari.

PERANGKAT PENILAIAN KELUARGA1. Genogram

2. Family MAP

3. Family Life Cycle Bentuk keluarga ini adalah keluarga inti atau nuklear family yang terdiri dari suami, istri dan anak kandung. Pada keluarga ini termasuk tahapan ke 5 yakni tahapan anak yabg meninggalkan keluarga (family as launching centre) tahap ini anak satu persatu meninggalkan keluarga. Dimulai anak pertama dan diakhir anak terkecil.

4. Apgar keluargaSkor apgar : 7 (disfungsional sedang)

5. Family life line

6. Analisis SCREEM

7. Kuisioner PHBS

Diagnosis HolistikDiagnosis Holistik : Hipertensi Grade II dan Chepalgia pada wanita lansia disertai kekhawatiran terhadap penyakitnya dan kekhawatiran terhadap masa depan anaknya dalam keluarga disfungsional sedang yang tidak Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Manajemen konperhensifManajemen Komprehensif

Promotif Edukasi pada pasien dan keluarga ( minimal 1 orang anggota keluarga) tentang :Gambaran hipertensi sebagai penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dikendalikan, semuanya tergantung pasien pasien itu sendiri.Penyakitnya meliputi penyebab, gejala, komplikasi dan pengelolaannya.Pentingnya modifikasi gaya hidup dalam pengelolaan penyakit hipertensi.Minum obat secara teratur sesuai resep yang diberikan dokter dan pentingnya memonitoring tekanan darah ke puskesmas minimal 2 minggu sekali.Pentingnya support keluarga terhadap pengelolaan penyakit pasien.Pentingnya menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari hari

PreventifPengaturan pola makan yaitu menghindari makanan yang mengandung garam tinggi dan makanan berlemak.Melakukan aktifitas fisik atau olahraga teratur minimal 30 menit perhari 4-5kali/ minggu.Istirahat yang cukup minimal 6-8 jam /hari.Mengontrol rutin tekanan darah 2 minggu sekaliCEA untuk kekhawatiran penyakitnyaClient centre conseling untuk mengatasi komunikasi terhadap anak ke duaScreeneng anggota keluarga untuk hipertensi

KURATIFKuratif : Paracetamol mg 3 dd tab 1 R/ Diltiazem tab mg 30 3 dd tab IR/ HCT tab mg 25 1 dd tab I