Hernia Inguinalis Referat

  • View
    185

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

medicine

Text of Hernia Inguinalis Referat

BAB II

REFERAT

PERBANDINGAN OURCOME PASIEN YANG MENJALANI OPEN MESH REPAIR DAN LAPAROSKOPI MESH REPAIR PADA HERNIA INGUINAL

Disusun Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Dalam Mengikuti

Ujian Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Bedah

Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul

Disusun Oleh :

Bayu Kurniawan Fitra

2005.031.0138Dokter Pembimbing :

dr. Gunawan Siswadi, Sp.BSMF ILMU BEDAH

RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

FK UMY

2010I. PENDAHULUANKelainan ini merupakan salah satu kelainan yang banyak dijumpai didalam dunia kedokteran, secara khusus didalam bidang Ilmu Bedah Digestif. Setiap tahun, sementara diperkirakan ada sekitar 5 juta orang menderita hernia di kawasan benua Amerika, hanya 700.000 dari mereka yang dilakukan perbaikan secara operatif. Ahli medis memperkirakan bahwa mereka yang menghindari penatalaksanaan disebabkan karena takut mengalami operasi yang menyakitkan. Sekarang ini, sangatlah sedikit alasan untuk takut. Operasi hernia biasanya dilakukan berbasis rawat jalan dan pasien dapat kembali melakukan aktivitas sehari-harinya dalam beberapa hari.

Insidensi di negara berkembang seperti Indonesia rupanya cukup tinggi karena faktor resiko yang lebih sering terdapat pada penduduk negara negara berkembang. Contohnya adalah penduduk pedesaan yang masih bekerja sebagai buruh dan petani rentan sekali mendapat hernia karena adanya peningkatan tekanan intraabdominal yang kronis dikarenakan pekerjaannya.

Delapan puluh persen dari seluruh hernia berada di dekat regio inguinalis. Hernia juga bisa terjadi di bawah regio inguinal (femoral), melalui umbilicus, sepanjang garis pasca insisi dan di tempat-tempat lain. Hernia diberi nama menurut letaknya.II.DEFINISI

Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Menurut sumber lain disebutkan Hernia adalah suatu penonjolan isi perut dari rongga yang normal melalui lubang kongenital atau didapat terdiri atas 3 hal yaitu : kantong hernia, isi hernia dan cincin hernia. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo aponeurotik dinding perut. Hernia abdominalis adalah suatu defek pada fasia dan muskulo aponeurotik dinding perut, baik secara kongenital maupun didapat, yang memberi jalan keluar pada setiap alat tubuh selain yang biasa melalui dinding tersebut. Sebagian besar hernia timbul dalam regio ingualis dengan sekitar 50 persen dari ini merupakan hernia inguinalis indirek dan 25 persen sebagai inguinalis direk

Dinding perut mengandung struktur muskulo aponeurosis yang kompleks. Di bagian belakang, struktur ini melekat pada tulang belakang, di sebelah atas pada iga, dan dibagian bawah pada tulang panggul. Dinding perut mempunyai otot : m. obilikus abdominis externus, m. oblikus abdominis internus, dan m. transversus abdomins. Perdarahan dinding perut berasal dari beberapa arah. Dari kraniodorsal diperoleh perdarahan dari cabang a.a. interkostales VI sampai dengan XII dan a. epigastrika superior. Dari kaudal terdapat a. iliaka sirkumfleksa superfisialis, a. pudenda eksterna, dan a. epigastrika inferior. Persyaratan dinding perut berasal dari n.thoracalis VI sampai dengan XII dan n. lumbalis I.

III. ANATOMIDaerah ini merupakan persimpangan dari regio abdominis dan pubis, dimana terdapat hubungan antara regio abdominis-pubis melalui kanalis inguinalis yang merupakan suatu tempat lemah (locus minoris resistensi). Melalui tempat lemah ini dapat terjadi penonjolan alat-alat dalaman perut yang dikenal sebagai hernia inguinalis. Kanalis inguinalis dibatasi dikraniolateral oleh annulus inguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari fasia tranversalis dan aponeurisis m.transversus abdominis, dimedial bawah, diatas tuberkulum pubikum, kanal ini dibatasi oleh annulus inguinalis eksternus, bagian terbuka dari aponurisis m.oblikus eksternus, dan didasarnya terdapat ligamentum inguinale. Kanal berisi tali sperma pada pria, dan ligamentum rotundum pada wanitaPerbatasan:

A. Hernia Inguinalis Medialis (direct hernia)

1.batas medial: m rectus abdominis

2.batas lateral: a epigastrica inferior3. Atapnya oleh aponeurosis m. obliquus externus.

4. Dasarnya oleh ligamentum inguinale.

B. Hernia Ingunalis Lateralis (indirect hernia)

1. batas medial : a. epigatrica inferior

2. batas leteral: lig ingunale

3. batas atap : aponeurosis m obliquus externus

4. batas dasar : lig inguinaleIV.ETIOLOGI

Faktor yang dipandang berperan sebagai penyebab adalah adanya prosesus vaginalis yang terbuka, adanya peninggian tekanan di dalam rongga perut, dan kelemahan otot dinding perut karena usia.

Hernia kebanyakan di derita oleh orang orang yang berusia lanjut, karena pada usia usia rentan tersebut dinding otot yang telah melemah dan mengendur untuk menjaga agar organ tubuh tetap pada tempatnya sehingga mempercepat proses terjadinya hernia. Kegiatan fisik yang berlebihan juga diduga dapat menyebabkan hernia cepat berkembang seperti mengangkat barang barang yang terlalu berat. Hal hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya hernia yaitu batuk kronik, penyakit paru kronik, obesitas, dan bawaan lahir ( kongenital ).

Secara fisiologis, kanalis inguinalis merupakan kanal atau saluran yang normal. Pada fetus, bulan kedelapan dari kehamilan terjadi descensus testiculorum. Penurunan testis yang sebelumnya terdapat di rongga retroperitoneal, dekat ginjal, akan masuk kedalam skrotum sehingga terjadi penonjolan peritoneum yang dikenal sebagai processus vaginalis peritonei. Pada umumnya, ketika bayi lahir telah mengalami obliterasi sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui kanal tersebut. Biasanya obliterasi terjadi di annulus inguinalis internus, kemudian hilang atau hanya berupa tali. Tetapi dalam beberapa hal sering belum menutup yang hasilnya ialah terdapatnya hernia didaerah tersebut.

Setelah dewasa kanal tersebut telah menutup. Namun karena daerah tersebut ialah titik lemah, maka pada keadaan yang menyebabkan peningkatan tekanan intraabdomen kanal itu dapat terbuka kembali dan timbul hernia inguinalis akuisita. Sementara di usia ini seseorang lebih produktif dan melakukan banyak aktivitas. Sehingga penyebab hernia pada orang dewasa ialah sering mengangkat barang berat, juga bisa oleh karena kegemukan, atau karena pola makan yang tinggi lemak dan rendah serat sehingga sering mengedan pada saat BAB.V.KLASIFIKASI

Hernia dapat diklasifikasikan menurut :

1. Berdasarkan arah tonjolan : hernia interna dan hernia eksterna.

2. Letak:Hernia inguinalis, hernia umbilikalis, hernia femoralis.

3. Sifat:Hernia Reponibilis, Hernia irreponibilis, hernia inkarserata, hernia strangulata.

4. Hernia khusus : hernia Richter, hernia spieghel, hernia petit, hernia Skrotalis, hernia labialis, hernia bilateral.MENURUT ARAH TONJOLAN

Hernia ini dibedakan menjadi 2 yaitu :

1. Hernia Eksterna

Adalah hernia yang menonjol ke luar melalui dinding perut, pinggang, atau perineum menuju ke bawah kulit. Hernia ini, isinya berasal dari cavum abdominalis dan cavum pelvis yaitu melalui locus minoris resisten keluar sampai subkutis.

Berdasarkan topografinya hernia eksterna dibagi atas : hernia inguinalis lateralis, h. inguinalis medialis, h. femoralis, h. epigastrika, h. lumbalis, h. obturatoria, h. ischiadika.

2. Hernia Interna

Adalah tonjolan usus tanpa kantong hernia melalui suatu lobang dalam rongga abdomen seperti : foramen winslow, resesus retrosekalis, atau defek anastomosis usus. jadi isi hernia dari cavum abdominalis masuk ke rongga lain misalnya ke rongga thorax atau tetap di dalam rongga abdomen yaitu tersembunyi di dalam recessus rectoduodenojejunalis dan mesenterium. Hernia ini dapat dilihat gejalanya, apabila sudah timbul gejala-gejala ileus (terjadi hernia inkarserata). Jadi sulit untuk menentukan diagnosis hernia interna, kecuali dengan rontgen foto.MENURUT LETAK

A.HERNIA INGUINALIS

Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Hernia inguinalis dapat dijumpai pada setiap usia. Predileksi lebih banyak pada pria dibanding pada wanita. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada anulus internus yang cukup lebar, sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia.Pembagian Hernia Inguinalis:

1. Hernia Inguinalis Direkta (Medialis)

Hernia ini merupakan jenis henia yang didapat (akuisita) disebabkan oleh faktor peninggian tekanan intra abdomen kronik dan kelemahan otot dinding di trigonum Hesselbach*. Jalannya langsung (direct) ke ventral melalui annulus inguinalis subcutaneous. Hernia ini sama sekali tidak berhubungan dengan pembungkus tali mani, umumnya terjadi bilateral, khususnya pada laki-laki tua. Hernia jenis ini jarang, bahkan hampir tidak pernah, mengalami inkarserasi dan strangulasi.

*Trigonum Hesselbach merupakan daerah dengan batas: Inferior: Ligamentum Inguinale. Lateral: Vasa epigastrika inferior. Medial: Tepi m. rectus abdominis. Dasarnya dibentuk oleh fascia transversalis yang diperkuat serat aponeurosis m.transversus abdominis.2. Hernia Inguinalis Indirekta (lateralis)

Hernia ini disebut lateralis karena menonjol dari perut di lateral pembuluh epigastrika inferior. Dikenal sebagai indirek karena keluar melalui dua pintu dan saluran, yaitu annulus dan kanalis inguinalis. Pada pemeriksaan hernia lateralis akan tampak tonjolan berbentuk lonjong. Dapat terjadi secara kongenital atau akuisita:

1. Hernia inguinalis indirekta congenital.

Terjadi bila processus vaginalis peritonei pada waktu bayi dilahirkan sama sekali tidak menutup. Sehingga kavum peritonei tetap berhubungan dengan rongga tunika vaginalis propria test