EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE CAMEL DALAM EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE CAMEL DALAM MENGUKUR KINERJA KEUANGAN

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE CAMEL DALAM EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE CAMEL DALAM MENGUKUR KINERJA...

  • 61 Jurnal Profitability Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Volume 3 No 2 Tahun 2019

    https://journal.unismuh.ac.id/index.php/profitability

    EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE CAMEL DALAM MENGUKUR

    KINERJA KEUANGAN PT BANK BNI SYARIAH

    CABANG MAKASSAR

    Malinda Yusuf

    Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar

    (malidayusuf@gmail.com)

    ABSTRACT

    This study aims to get a clearer picture of the size of the bank's soundness, while the categories are healthy, fairly healthy, unhealthy, and unhealthy. This research was conducted at BNI bank. This grading system uses Quantitative methods, namely by quantifying the components included in each factor so that a certain value or number is obtained. Five-year ratios, namely 2013,2014, 2015, 2016 and 2017 BNi Islamic banks obtain CAR ratios (Capital Adequency Ratio) 16.54%, 19.29%, 15.46%, 14.92%, and 14.90% ≥ 8% categorized in the HEALTH group. Bank BNI Syariah productive assets (KAP) quality ratio in 2013, 2014, 2015, 2016, and 2017 amounted to 1.53%, 1.61%, 2.36%, 2.49%, and 2.63% ≤ 10 , 35% are categorized in the HEALTH group. Allowance for Removal of earning assets (PPAP) of Bank BNI Syariah in 2013, 2014, 2015, 2016, and 2017 amounted to 101.72%, 101.62%, 206.46%, 204.50%, and 208.64% ≤ 81 % is categorized in the HEALTH group. Bank BNI Syariah Cash Ratio in 2013, 2014, 2015, 2016, and 2017 amounted to 3.13%, 6.48%, 2.53%, 6.94%, and 4.29% ≥ 4.05% categorized in SEHAT group. Bank BNI Syariah's Loan to Deposit Ratio (LDR) ratio in 2013, 2014, 2015, 2016, and 2017 was 97.86%, 92.60%, 91.94%, 84.57%, and 81, respectively. 40% ≥ 94.75% is categorized in the HEALTH group. Keywords: Bank Health, Capital, Assets, and Liquidity

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang ukuran tingkat kesehatan bank, adapun kategorinya adalah sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat. Sistem penilaian ini menggunakan metode Kuantitatif, yaitu dengan mengkuantifikasikan komponen-komponen yang termasuk dalam masing-masing faktor sehingga diperoleh nilai atau angka tertentu.rasio lima tahun, yaitu tahun 2013,2014, 2015, 2016 dan 2017 Bank BNi syariah memeperoleh rasio CAR (Capital Adequency Ratio) 16,54%,19,29%,15,46%,14,92%,dan 14,90% ≥ 8% dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Rasio kualitas aktiva produktif (KAP) Bank BNI Syariah pada tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017 sebesar 1,53%, 1,61%, 2,36%, 2,49%, dan 2,63% ≤ 10,35% dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Penyisihan Penghapusan aktiva produktif (PPAP) Bank BNI Syariah pada tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017 sebesar 101,72%, 101,62%, 206,46%, 204,50%,dan 208,64% ≤ 81% dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Cash Ratio Bank BNI Syariah pada tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017 sebesar 3,13%, 6,48%, 2,53%, 6,94%,dan 4,29% ≥ 4,05% dikategorikan dalam kelompok SEHAT.Rasio Loan To Deposit Ratio (LDR) Bank BNI Syariah pada tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017 sebesar 97,86%, 92,60%, 91,94%, 84,57%,dan 81,40% ≥ 94,75% dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Kata Kunci: Kesehatan Bank, Capital,Assets, dan Liquidity

    CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk

    Provided by Electronic Journal Muhammadiyah University of Makassar

    https://core.ac.uk/display/233601947?utm_source=pdf&utm_medium=banner&utm_campaign=pdf-decoration-v1 mailto:malidayusuf@gmail.com

  • 62 Jurnal Profitability Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Volume 3 No 2 Tahun 2019

    https://journal.unismuh.ac.id/index.php/profitability

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Kinerja merupakan salah satu faktor penting yang menunjukkan efektivitas

    dan efisiensi suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Penilaian

    Kinerja dimaksudkan untuk menilai keberhasilan suatu organisasi. Penurunan

    Kinerja secara terus-menerus dapat menyebabkan terjadinya Financial Distress

    yaitu keadaan yang sangat bahkan dapat dikatakan mendekati kebangkrutan.

    Financial Distress pada bank-bank apabila tidak segera diselesaikan akan

    berdampak besar pada bank- bank tersebut dengan hilangnya kepercayaan dari

    nasabah. Akhir-akhir ini istilah bank sehat atau tidak sehat semakin popular.

    Berbagai kejadian actual, tentang perbankan seperti merger dan likuidasi selalu

    dikaitkan dengan kesehatan bank. Oleh karenanya sebuah bank tentunya

    memerlukan suatu analisis untuk mengetahui kondisinya setelah melakukan

    kegiatan operasionalnya dalam jangka waktu tertentu. Analisis yang dilakukan

    disini berupa penilaian tingkat kesehatan bank. Kesehatan suatu bank adalah

    kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan

    secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan

    cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.

    Pelaksanaan penilaian dilakukan dengan cara mengkualifikasikan

    beberapa komponen dari masing-masing faktor yaitu komponen Capital

    (Permodalan), Asset (Aktiva), Management (Manajemen), Earning (Rentabilitas),

    Liquidity (Likuiditas) atau disingkat dengan istilah CAMEL. CAMEL merupakan

    faktor yang sangat menentukan predikat kesehatan suatu bank. Aspek tersebut

    satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Penelitian

    kesehatan bank meliputi 4 kriteria yaitu nilai kredit 81s/d 100 (sehat), nilai kredit

    66 s/d 81 (cukup sehat), nilai kredit 51s/d 66 (kurang sehat), Dan nilai kredit 0 s/d

    51 (tidak sehat). Diantara berbagai bank yang ada saat ini di kota Makassar pada

    khususnya dan Provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya,Bank BNI Syariah

    memiliki potensi pasar yang besar, sehingga memiliki peluang yang potensial

    untuk perkembangan kinerja keuangan.Berdasarkan beberapa potensi yang

    dimiliki Bank BNI Syariah maka penting dilakukan penelitian terkait kinerja

    keuangan, maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Efektivitas Penerapan

    Metode CAMEL dalam mengukur Kinerja Keuangan PT.Bank BNI Syariah

    Cabang Makassar”.

  • 63 Jurnal Profitability Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Volume 3 No 2 Tahun 2019

    https://journal.unismuh.ac.id/index.php/profitability

    TINJAUAN PUSTAKA

    Bank

    Lembaga keuangan bank sangat penting peranannya dalam pembangunan

    ekonomi suatu Negara. Hal ini disebabkan karena lembaga keuangan bank

    mempunyai fungsi yang sangat mendukung terhadap pembangunan ekonomi

    suatu Negara. Fungsi-fungsi perbankan tersebut, antara lain:

    1. Lembaga kepercayaan masyarakat dalam kaitannya sebagai lembaga

    penghimpun dan penyalur dana,

    2. Pelaksana kebijakan Moneter,

    3. Unsur pengguna sistem pembayaran yang efisien dan aman,

    4. Lembaga yang ikut mendorong pertumbuhan dan pemerataan pendapatan.

    Dewasa ini banyak terdapat literature yang memberikan pengertian atau

    definisi tentang Bank,antara lain: “Bank dapat didefinisikan sebagai badan usaha

    yang kegiatan utamanya adalah menerima simpanan dari masyarakat dan atau

    dari pihak lainnya kemudian mengalokasikan kembali untuk memperoleh

    keuntungan serta menyediakan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran .

    Berdasarkan UU No.77 tahun 1992 tentang perbankan menyebutkan :

    “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam

    bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka

    meningkatkan taraf hidup orang banyak”

    Prinsip dan Fungsi Bank

    Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan

    perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas

    perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut

    Sucipto (2003) pengertian kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran

    tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan

    dalam menghasilkan laba. Sedangkan menurut IAI (2007)

    Kinerja Keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan

    mengendalikan sumberdaya yang dimiliki ya.

    Metode CAMEL

    1. Tinjauan Tentang Kesehatan Bank

    Menurut Susilo dkk (2000 : 22-23), Kesehatan bank dapat diartikan

    sebagai kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional

    perbankan secara normal dan maupun untuk memenuhi semua kewajibannya.

  • 64 Jurnal Profitability Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Volume 3 No 2 Tahun 2019

    https://journal.unismuh.ac.id/index.php/profitability

    2. Arti Penting Kesehatan Bank

    Sebagaimana layaknya manusia, dimana kesehatan merupakan hal yang

    penting dalam kehidupannya. Tubuh yang sehat akan meningkatkan kemampuan

    kerja dan kemampuan lainnya. Begitu pula dengan perbankan harus selalu dinilai

    kesehatannya agar prima dalam melayani nasabahnya. Untuk menilai suatu

    kesehatan bak dapat dilihat dari beberapa segi. Penilaian ini bertujuan untuk

    menentukan apakah bank tersebut dalam kondisi sehat, cukup sehat, kurang

    sehat dan tidak sehat, sehingga Bank Indonesia sebagai pengawas dan

    Pembina bank-bank dapat memberikan arahan atau petunjuk bagaimana bank

    tersebut harus dijalankan atau bahkan dihentikan kegiatan operasinya.

    3. Faktor-faktor Yang Menggugurkan Tingkat Kesehatan Bank

    Menurut Mulyono (1995 : 162), Predikat tingkat kesehatan bank yang sehat

    atau cukup sehat atau kurang sehat akan diturunkan menjadi tidak sehat apabila