BAB IX PENUTUP - atap genteng seng gelombang besar 3. Penggantung gording menggunakan 8 mn 4. Ikatan

  • View
    236

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IX PENUTUP - atap genteng seng gelombang besar 3. Penggantung gording menggunakan 8 mn 4. Ikatan

487

BAB IX PENUTUP

9.1 HASIL PERHITUNGAN

Dari keseluruhan pembahasan yang telah diuraikan merupakan hasil dari perhitungan perencanaan struktur Gedung Graha Atmaja Surabaya dengan struktur baja metode LRFD. Dari perhitungan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut : a. Struktur Atap

1. Gording menggunakan profil LLC 125.50.20.2,3 2. Penutup atap genteng seng gelombang besar 3. Penggantung gording menggunakan 8 mn 4. Ikatan angin menggunakan 12 mm 5. Kuda-kuda menggunakan profil WF 200.100.5,5.8

b. Struktur Sekunder 1. Plat lantai menggunakan bondek : 2. Pada lantai tebal pelat diambil 1,2 mm dengan tulangan

wiremesh 8_275mm , dan tebal plat 1,00 mm dengan tulangan wiremesh 8_275mm

3. Balok Anak menggunakan profil : - WF 250.125.6.9 (BA1) - WF 175.90.5.8 (BA2) - WF 100.50.5.7 (BA3)

4. Komponen Tangga Dimensi Tangga dan Bordes

- Lebar injakan (i) : 24 cm - Tinggi tanjakan (t) : 20 cm - Tebal pelat tangga : 15 cm - Tebal pelat bordes : 15 cm

Penulangan Pelat Tangga Tulangan utama : - Tulangan arah Y (memanjang) : D13 150 Tulangan susut : - Tulangan arah X (melintang) : 10 250

488

c. Struktur Primer

1. Balok Induk menggunakan profil: - WF 400.200.8.13 (B1) - WF 350.175.7.11(B2) - WF 300.150.6,5.9 (B3).

2. Kolom menggunakan profil - WF 400.400.13.21 (K1) - WF 350.350.12.19 (K2) - WF 300.300.10.15 (K3) - WF 250.250.9.14 (K4)

3. Pedestal - Dimensi pedestal yang dipakai adalah 50/50 dengan

tulangan 8D19 dan tulangan geser 10 100 mm 4. Sloof

Sloof Dimensi : 40 cm x 60 cm Tulangan Lentur Tumpuan Kanan : 5 D 19 Lapangan : 5 D 19 Tumpuan Kiri : 5 D 19

Tulangan Geser Tumpuan Kanan : 10 150 Lapangan : 10 150 Tumpuan Kiri : 10 150

5. Pondasi

Pondasi yang dipakai adalah pondasi tiang pancang yang diproduksi oleh PT. JAYA BETON INDONESIA dengan diameter 450 mm (P1,P2,P3) dan diameter 350 mm (P4)

Pile Cape Tipe 1 Dimensi : 2,5 m x 2,5 m x 0,6 m Dimensi Tiang Pancang : 45 cm Kedalaman Tiang Pancang : 15 m

489

Tulangan Pile Cape Arah X : D19 150 Tulangan Pile Cape Arah Y : D19 150

Pile Cape Tipe 2 Dimensi : 4,911875 2x 0,6 m Dimensi Tiang Pancang : 45 cm Kedalaman Tiang Pancang : 15 m Tulangan Pile Cape Arah X : D16 200 Tulangan Pile Cape Arah Y : D16 200

Pile Cape Tipe 3 Dimensi : 2,5 m x 1,4 m x 0,6 m Dimensi Tiang Pancang : 45 cm Kedalaman Tiang Pancang : 13 m Tulangan Pile Cape Arah X : D12 250 Tulangan Pile Cape Arah Y : D12 250

Pile Cape Tipe 4 Dimensi : 10,82 2x 0,6 m Dimensi Tiang Pancang : 35 cm Kedalaman Tiang Pancang : 13 m Tulangan Pile Cape Arah X : D19 100 Tulangan Pile Cape Arah Y : D19 100

d. Sambungan

Sambungan atap Menggunakan sambungan baut A325 10 mm Plat penyambung menggunakan plat dengan tebal

8mm dan tinggi 200 mm

490

Sambungan balok anak dengan balok induk a. Sambungan BA1 dengan B1

- Menggunakan sambungan baut A325 20 mm sebanyak 6 buah pada badan balok induk dan 3 buah pada badan balok anak

- Plat penyambung menggunakan 2L 100.100.10

b.Sambungan BA2 dengan B1 - Menggunakan sambungan baut A325 20

mm sebanyak 4 buah pada badan balok induk dan 2 buah pada badan balok anak

- Plat penyambung menggunakan 2L 100.100.10

c. Sambungan BA3 dengan B1 - Menggunakan sambungan baut A325 12

mm sebanyak 4 buah pada badan balok induk dan 2 buah pada badan balok anak

- Plat penyambung menggunakan 2L 100.100.10

d.Sambungan BA3 dengan B3 - Menggunakan sambungan baut A325 12

mm sebanyak 4 buah pada badan balok induk dan 2 buah pada badan balok anak

- -Plat penyambung menggunakan 2L 100.100.10

e.Sambungan BA3 dengan BA3 - -Menggunakan sambungan baut A325 12

mm sebanyak 4 buah pada badan balok induk dan 2 buah pada badan balok anak

- -Plat penyambung menggunakan 2L 100.100.10

491

Sambungan balok dengan kolom a.Sambungan B1 dengan K1

- Menggunakan sambungan baut A325 20 mm sebanyak 12 buah padakolom

- Tebal plat penyambung adalah 15 mm - Dipakai sambungan las sudut dengan a = 13

mm - Jarakantarbaut 100mm

b. Sambungan B2 dengan K1

- -Menggunakan sambungan baut A325 20 mm sebanyak 12 buah pada badan kolom

- -Tebal plat penyambung adalah 15 mm - -Dipakai sambungan las sudut dengan a = 13

mm c. Sambungan B3 dengan K1

- Menggunakan sambungan baut A325 20 mm sebanyak 10 buah pada badan kolom

- Tebal plat penyambung adalah 15 mm - Dipakai sambungan las sudut dengan a = 13

mm d. Sambungan B4 dengan K4

- Menggunakan sambungan baut A325 20 mm sebanyak 8 buah pada badan kolom

- Tebal plat penyambung adalah 15 mm - Dipakai sambungan las sudut dengan a = 13

mm e.Sambungan B5 dengan K5

- Menggunakan sambungan baut A325 20 mm sebanyak 8 buah pada badan kolom

- Tebal plat penyambung adalah 15 mm - Dipakai sambungan las sudut dengan a = 13

mm

492

Sambungan kolom dengan kolom a.Sambungan K1 dengan K1

- Menggunakan sambungan baut A325 20 mm sebanyak 4 buah pada plat landas.

- Tebal plat Landas adalah 15 mm - Sambunganlas t=7mm

b.Sambungan K2 dengan K3 - Menggunakan sambungan baut A325 20

mm sebanyak 4 buah pada plat landas. - Tebal plat Landas adalah 15 mm - Sambungan las t=5mm

c.Sambungan K3 dengan K3 - Menggunakan sambungan baut A325 20

mm sebanyak 8 buah pada tiap sisi sayap kolom dan 8 padabadankolom

- Tebal plat Landas adalah 12 mm Sambungan plat landas

- Menggunakan sambungan baut A325 20 mm sebanyak 2 buah pada tiap sisi sayap kolom dan 2 pada badan kolom

- Tebal plat Landas adalah 35mm

493

9.2 SARAN

Sebelum mengerjakan Tugas Akhir hendaknya menyusun sistematika penulisan Tugas Akhir secara urut dan keseluruhan, agar dalam pengerjaan Tugas Akhir tidak ada yang terlupakan dan berjalan lancar.

494

Halaman ini sengaja dikosongkan