Click here to load reader

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.1.1 Konsep Geopolitik · PDF file “Geopolitik Indonesia. Dan Geostrategi Indonesia,”. Pada tanggal 07/07/2018. 4. ... mengembangkan pertahanan dan

  • View
    12

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.1.1 Konsep Geopolitik · PDF file “Geopolitik Indonesia....

  • BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Geopolitik dan Geostrategi

    2.1.1 Konsep Geopolitik

    Definisi geografi politik adalah ilmu yang mempelajari relasi antar kehidupan dan aktifitas

    politik dengan kondisi-kondisi alam dari suatu negara atau dengan kata lain mempelajari the states

    and it’s natural enviroment. Selain itu geografi politik juga mempelajari negara sebagai sebuah

    politik region yang mencakup baik internal geographical factors, maupun eksternal, yaitu

    hubungan antar negara. Objek dan geografi politik adalah analisa dan hubungan antar negara dan

    adaptasi terhadap kondisi lingkungan di dalam negara tersebut. Dengan demikian geografi politik

    dapat diartikan sebagai “ Is the geography of states and provide a geographical interpretion of

    international relations”.(Sri Hayati et al., 2007).

    Rudolf Kjellen, merupakan salah seorang ilmuwan politik yang berasal dari Swedia dan

    kata geopolitik awalnya diciptakan olehnya dan penemuanya menyebar keseluruh Eropa pada

    periode antara Perang Dunia I dan Perang Dunia ke II. Penggunaan konsep geopolitik terus

    digunakan hingga sekarang. Dewasa ini geopolitik telah menjadi satu kesatuan serta telah banyak

    digunakan sebagai sinonim yang bebas dan tidak ada aturan yang melarang sinonim ini untuk

    dipakai dalam politik internasional.1

    1 Diakses Melaui (“Britannica.com,” n.d.). pada tanggal 05/06/2018.

  • Gambar 1. Peta Indonesia yang diapit 2 Samudra dan 2 Benua

    Sumber : https://infoindonesiakita.com/2014/09/12/posisi-silang-indonesia-dan-

    pengaruhnya/.05/06/2018,diolah

    Indonesia merupakan negara kepulauan atau sekarang yang disebut sebagai negara

    maritim, Dan memiliki laut yang luas serta pantai yang panjang dan menjadikan negara terbesar

    di dunia sebagi negara kepulauan. Negara ini juga memiliki posisi geografis yang unik sekaligus

    menjadikannya strategis. Hal ini dapat dilihat dari letak Indonesia yang berada di antara dua

    samudera dan dua benua sekaligus memiliki perairan yang menjadi salah satu urat nadi

    perdagangan internasional. Posisi ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara

    langsung dengan sepuluh negara di kawasan. Keadaan ini menjadikan Indonesia rentan terhadap

    sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang menyebabkan instabilitas dalam negeri dan di

    kawasan. 2

    2 Diakses Melalui https://www.kemhan.go.id/itjen/wpcontent/uploads/migrasi/peraturan/BUKU%20PUTIH.pdf pada tanggal 05/06/2018.

    https://infoindonesiakita.com/2014/09/12/posisi-silang-indonesia-dan-pengaruhnya/ https://infoindonesiakita.com/2014/09/12/posisi-silang-indonesia-dan-pengaruhnya/ https://www.kemhan.go.id/itjen/wpcontent/uploads/migrasi/peraturan/BUKU%20PUTIH.pdf

  • Geopolitik menjadi hakikat dalam menjelaskan persatuan dan kesatuan suatu wilayah.

    Wilayah NKRI sudah menjadi satu berdasarkan Bhineka Tunggal Ika (BKI) yaitu untuk

    kesetaraan, keadilan dan kebersamaan serta kepentingan nasional. Namun hingga saat ini

    persatuan dan keutuhan wilayah terancam oleh berbagai gerakan dari dalam negara, salah satunya

    gerakan separatis baik yang sudah memiliki kekuatan bersenjata ataupun yang masih dalam bentuk

    wacana.

    Masalah-masalah tentang separatis terus menjadi hambatan dalam negara terhadap

    kesatuan wilayah NKRI. Kesatuan wilayah dimana perlu dibenahi dikarenakan permasalahan tidak

    timbul begitu saja pasti ada pematiknya. Dengan begini harus kembali kepada para pemangku-

    pemangku kebijakan, sebagaimana tidak mempertahankan kepentingannya sendiri melainkan

    memajukan kepentingan warga negara sebagai kesatuan dari lambang Bhineka Tunggal Ika (BKI).

    2.1.2 Konsep Geostrategi

    Dalam konsep geostrategi dimana Jakub Grygiel menjelaskan bahwa geostrategi sebagai

    konsep yang arah geografisnya berasal dari kebijakan luar negeri sebuah negara.3 Geostrategi

    dapat mendeskripsikan arah grografis kebijakan luar negeri dari proyeksi kekuatan militer dan

    aktivitas diplomasi, serta Geostrategi juga dapat dikatakan sebagai konsep yang fleksibel karena

    kebijakan luar negeri sebuah negara dapat berubah dalam hitungan tahun, bahkan bulan. Konsep

    geostrategi sebagaimana beroperasi di tingkat negara, dan disebabkan oleh banyak faktor yang

    berasal dari dalam negara tersebut ataupun dari negara lain.

    Fokus dalam tulisan ini dimana mengkaitkan konsep geostrategi dengan arah kebijakan

    masa sebelumnya dan masa pergantian dari kepemimpinan aktor negara. Kebijakan negara

    Indonesia telah berubah pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudiyono diakibatkan

    pemerintah Australia telah menghapus penerimaan manusia perahu dan telah terhitung 3 tahun

    dari tahun 20144 hingga sekarang. Aktor negara atau pemimpin sebuah negara “Presiden”

    selanjutnya akan mendapat dampak begitu besar ketika beberapa dari para pencari suaka mulai

    gencar-gencarnya berusaha untuk mendapatkan paspor dan dapat masuk di negara penerima,

    namun cara-cara yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dimana

    3 Diakses Melalui : “Geopolitik Indonesia Dan Geostrategi Indonesia,”. Pada tanggal 07/07/2018. 4 Ibid

  • banyak dari para pencari suaka seharusnya menunggu prosedur yang telah ditetapkan PBB melalui

    UNHCR namun berusaha memakai paspor palsu untuk dapat tembus ke negara tujuan ataupun

    negara yang berdekatan.

    Sehingga hal ini dapat membawa dampak terhadap keamanan Negara Indonesia dan

    kesatuan wilayah NKRI, untuk itu konsep dari geostrategi menjadi acuan untuk mengedepankan

    kebijakan luar negeri Indonesia dalam ketahanan sebuah negara untuk tetap mempertahankan

    keutuhan wilayah Negara Indonesia.

    Adapun kedua konsep antara geopolitik dan geostragi membantu tulisan ini berfokus

    melihat peran kebijakan pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Joko Widodo

    dalam mengatasi permasalahan para pencari suaka atau manusia perahu yang telah dihapus

    pemerintah Australia. Selain itu konsep dari geopolitik dan geostrategi dimana dapat

    mengembangkan pertahanan dan keamanan negara Indonesia dengan melihat kasus yang terjadi

    terkait pasca Pemerintah Australia telah menutup pintu masuk bagi manusia perahu.

    2.2 Konsep Keamanan Tradisional

    Konflik yang terjadi tidak jarang melibatkan pengunaan ancaman atau kekuatan militer

    yang disebut Collins sebagai upaya traditional untuk mendapatkan keamanan. Kasus-kasus antara

    wilayah seperti yang terjadi, antaranya Indonesia dan Malaysia (Sipadan dan Ligitan, dan konflik

    Bilateral antara Thailand dan negara tetanganya, konflik Malaysia dengan Singapura (Cipto,

    2007). Berdasarkan konflik-konflik yang terjadi ini membawa pada pemikiran-pemikiran tentang

    penangkalan pertahanan dari NKRI dimana dengan konsep keamanan traditional dan digabungkan

    dengan pandangan geopolitik NKRI dalam hal Indonesia dapat melakukan penangkalan melalui

    militernya.

    Dalam susunan pemikiran nusantara negara Indonesia harus menguatkan stabilitas

    geopolitiknya. Negara Indonesia memiliki luas wilayah yang sangat rawan terjadi masalah sebagai

    pencapaiannya dan keutuhan negara di berbagai segi peningkatan pembangunan kekuatan militer

    untuk mempunyai kapabilitas dalam melindungi keamanan dan keutuhan wilayah Indonesia serta

    pengamanan kepentingan ekonomi di wilayah yurisdiksi maupun di luar yurisdiksi.5

  • 2.3 Konsep Keamanan Non-Traditional

    Perubahan dalam sebuah konsep teori menambahkan kajian dalam studi keamanan.

    Konsep keamanan non-traditional muncul pada akhir dekade 1990-an, dimana para pencentus

    menyebutnya dengan sebutan “The Copenhagen Scholl” diantaranya yakni Barry Buzan, Ole

    Waever. Dan Jaap de Wilde. Dimana menambahkan dari kekurangan konsep keamanan

    Traditional. Sebagaimana konsep keamanan Non-traditional menambah kajian dalam studi

    keamanan. (BUZAN,1998).

    Dalam konsep keamanan non-traditional menjelaskan bahwa keamanan tidak hanya pada

    kekuatan bersenjata dan politik, tetapi lebih didominasi oleh faktor-faktor berupa populasi

    penduduk, kejahatan transnasional, sumberdaya alam, bencana alam dan lain-lain. Existntial threat

    (Ancaman yang akan selalu ada dan senantiasa mengancam kemanusian secara menyeluruh)

    dimana mempengaruhi berapa faktor seperti Politik, Ekonomi, Sosial, Lingkungan, Diplomasi,

    Militer, dan Informasi (Budi Winarno, 2014:10).

    Keamanan non-traditional mewakili pendekatan neo-realis yang menyempurnakan

    keamanan traditional dari pendekatan realisme. Proses perkembangan dari keamanan traditional

    menuju keamanan non-traditional ini menyangkut lima dimensi yaitu, asal dari ancaman (the

    origin of the threats), sifat ancaman (the nature of thearst), respon (responses).Perubahan

    tanggung jawab terhadap keamanan (changing responbility of security) dan nilai inti dari

    keamanan (core values of security).

    Fokus dalam tulisan ini dimana terkait geostrategi yang digabung dalam konsep keamanan

    non-traditional sebagaimana dapat dilihat dari lima dimensi yang memperkuat geostrategi

    Indonesia