24590930 Contoh KAryA Tulis Ilmiah

  • View
    14

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • Contoh KAryA Tulis Ilmiah ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVELJALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2

    .DISUSUN OLEH :

    MOCH. JUNAIDI HERMANSYAHNIS. 9904

    PEMERINTAHAN DAERAH KAB.MOJOKERTODINAS PENDIDIKANSMA NEGERI I SOOKO2008

    MOTTO

    DIFFERENT ISNT ALWAYS BETTER,

    BUT THE BEST IS ALWAYS DIFFERENT

  • PERBEDAAN TIDAKLAH SELALU LEBIH BAIK,AKAN TETAPI YANG TERBAIK SELALU BERBEDA

    v

    HALAMAN PENGESAHAN

    Karya tulis berjudul, ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2 ini telah disahkan pada:

    Hari : SelasaTanggal : 15 April 2008Karya tulis oleh : MOCH.JUNAIDI HERMANSAYAHNIS : 9904

    Sebagai pemenuhan tugas akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA NEGERI I SOOKO, oleh guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia :

    SUBANDI, S.PdNIP.132203.265

  • vi

    HALAMAN PERSEMBAHAN

    Karya Tulis ini saya persembahkan untuk :1.Bapak Ibu guru SMA NEGERI I SOOKO MOJOKERTO2.Orang tua saya tercinta3.Teman-teman saya di kelas XII IA 44.Serta para pembaca novel-novel Indonesia

    viiABSTRAK

    NAMA : MOCH.JUNAIDI HERMANSYAHNIS : 9904PROGAM STUDI : IPAJUDUL KARYA TULIS :ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2TAHUN AJARAN : 2007/2008

    Sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan,gagasan, semangat, keyakinan, dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Novel selalu dilengkapi dengan unsure intrinsik, salah satunya adalah penokohan. Akan tetapi, dalam menampilkan tokohnya pengarang sering menampilkan secara implisit sehingga tidak semua pembaca dapat

  • memahami maksud dalam sebuah novel. Untuk itulah kami menyusun karya tulis ini dengan memberi penjelasan yang lebih mendalam tentang penokohan dalam karya sastra bentuk novel yang berjudulkan JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2.Dalam pengukapannya penulis menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian non hipotosis yang hanya menggambarkan suatu data yang diperoleh dari analisis novel.Hasil analisis ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam penokohan dalam novel tersebut. Akan tetapi inti dari semuanya adalah penokohan ada dua macam karakter(tokoh utama dan sampingan) yang mempunyai peranan yang berbeda, sehingga dapat menghidupakan alur dari novel itu sendiri.Berdasarkan dari hasil analsis ini, disarankan agar dilakukan analisii lebih lanjut dengan menggunakan novel yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk lebih mendalami unsur intrinstik penokohan dari berbagai novel yang berbeda.

    viiiKATA PENGANTARDengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, dan atas segala Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah dengan judul ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2. Karya ilmiah ini disusun disusun dalam rangka memenuhi tugas akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia. Karya tulis ini menganalisis tentang unsur intrinsik yaitu penokohan dalam karya sastra prosa fiksi berbentuk novel JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2. Metode yang saya gunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan menganalisis data yang diperoleh dalam bentuk yang kompleks sehingga dengan mudah diterima oleh masyarakat.Sehubungan dengan tersusunnya karya tulis ini penulis dapat mendapat bantuan dari berbagai pihak, Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan karya tuli ini, khususnya kepada:1.Bapak Subandi,S.Pd selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia2.Seluruh warga kelas XII IA 4 SMA Negeri I Sooko MojokertoPenulis menyadari bahwa karya tulis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu, kritik dan saran para pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan karya tulis ini di masa yang akan datang.Semoga karya tulis ini bermanfaat, khususnya bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

    Mojokerto, 14 April 2008

    Penulis

    xDAFTAR ISI

    HALAMAN MOTTOvHALAMAN PENGESAHAN...viHALAMAN PERSEMBAHAN...vii

  • ABSTRAK...viiiKATA PENGANTAR...xDAFTAR ISI.xiBAB I : PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG.011.2 RUMUSAN MASALAH.021.3 TUJUAN..021.4 MANFAAT..021.5 METODE PENELITIAN02BAB II : KAJIAN TEORI1.1PENGERTIAN NOVEL.031.2 PENGERTIAN PENOKOHAN.03BAB III : PEMBAHASAN1.1SINOPSIS051.2 PENOKOHAN....071.3 ANALSIS PENOKOHAN..08BAB IV : PENUTUP4.1 KESIMPULAN....114.2 SARAN11DAFTAR PUSTAKA12RIWAYAT HIDUP PENULIS.13

    xiBAB IPENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang MasalahSastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan,gagasan, semangat, keyakinan, dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa ( Sumarno dan Saini, 1991 : 3). Pernyataan di atas mengandung makna bahwa manusia menggunakan karya sastra sebagai sarana untuk mengungkapkan gagasan, pengalaman, pemikiran dan sebagainya.Sehingga dapat disimpulkan bahwa karya sastra sangat bermanfaat bagi manusia dan pembacanya.Karya sastra yang baik adalah karya sastra yang mampu meniggalkan kesan yangmendalam bagi pembacanya. Pembaca dapat dengan bebas melarutkan diri bersama karya itu, dan mendapatkan kepuasan oleh karenanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa suatu karya bisa dijadikan media dakwah.Menurut Aristoteles karya sastra dapat digolongkan dalam beberapa kriteria. Ada tiga kriteria dipandang dari segi perwujudannya, diantara ketiga kriteria tersebut adalah teks naratik ( epik ) yaitu novel, roman dan cerpen.Dalam sebuah novel yang merupakan salah satu bentuk karya sastra, terdapat unsur intrinstik dan ektrinstik yang selalu melingkupi jalan ceritanya. Dan unsur intrinstik yang paling menonjol adalah penokohan.Penokohan menjadi unsur yang sangat penting dalam sebuah novel, yang menjadi dasar

  • pengarang dalam mengembangkan karangannya. Akan tetapi, dalam menampilkan tokohnya pengarang sering menampilkan secara implisit sehingga tidak semua pembaca dapat memahami maksud dalam sebuah novel. Untuk itulah kami menyusun karya tulis ini dengan memberi penjelasan yang lebih mendalam tentang penokohan dalam karya sastra bentuk novel.

    01

    1.2 Rumusan Masalah1. Bagaimana penokohan yang ada dalam novel JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2 ?2. Bagaimana penggambaran tokoh yang terdapat dalam novel JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2?

    1.3 Tujuan2.Mendeskripsikan penokohan yang ada dalam novel JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 23.Mendiskripsikan cara penulis dalam menggambarkan tokoh dalam novel JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2

    1.4 Manfaat1. Sebagai wacana bagi pelajar2. Sebagai wacana awal bagi penelitian yang selanjutnya3. Sebagai literature untuk lebih memahami penokohan dalam sebuah novel

    1.5 Metode PenelitianDlam karya tulis ini, digunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian non hipotosis yang hanya menggambarkan suatu data yang diperoleh dari analisis novel. Sedangkan sumber datanya berupa novel JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2

    02

    BAB IIKAJIAN TEORI

    2.1 PENGERTIAN NOVELNovel timbul sebagai suatu yang menggambarkan tentang kejadian sehari-hari di masyarakat, meskipun kejadian yang tidak nyata, tetapi itu merupakan sesuatu yang dapat dipahami dengan prinsip yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam novel itu lebih mentikberatkan kepada tokoh manusia ( peran ) di dalam karangannya dari pada terjadinya dan secara keseluruhan mengambil bentuk yang dikatakan dengan ciptaan dunia berdasarkan kepada perbedaaan individu. Definisi novel dapat dimengerti dari beberapa definisi dan berbagai tokok, seperti:2.Menurut Virginia Holf ( Lubis, 1960 : 30 )

  • Novel adalah suatu kronil penghidupan merenungkan dan melukiskan dalam bentuk tertentu, pengaruh, ikatan, hasil, kehancuran atau tercapainya gerak-gerik manusia.3.Menurut H.B.Jassin ( pada buku tifa penyair dan daerahnya )Novel adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita dan yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari kehidupan orang-orang luar yang mengalihkan tujuan nasib mereka.

    Novel menurut bahasa artinya kabar/pemberitahuan, namun menurut istilah adalah bentuk prosa yang ringkas isinya, lebih terbatas dari pada roman dan lebih panjang dari pada cerpen, sedangkan sifat-sifat dan perbuatan pelaku-pelaku dalam noveltidak diuraikan secara panjang lebar seprti roman.

    2.2 PENGERTIAN PENOKOHANBiasanya di dalam suatu cerita fiksi terdapat tokoh cerita atau pelaku cerita. Tokoh cerita bisa satu atau lebih. Tokoh yang paling banyak peranannya di dalam suatu cerita di sebut tokoh utama. Antara tokoh yang satu dengan yang lain ada keterkaitan. Tindakan tokoh cerita ini merupakan rangkaian peristiwa antara satu kesatuan waktu dengan waktu yang lain. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang tokoh tentu ada penyebabnya dalam hal ini adalah tindakan-tindakan atau peristiwa sebelumnya. Jadi mengikuti atau menelusuri jalannya cerita sama halnya dengan mengikuti perkembangan tokoh melalui tindakan-tindakannya. Namun definisi penokohan juga disebutkan oleh beberapa tokoh. Yaitu:1.Menurut Jones dalam NurgiyantoroPenokohan adalah gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita ( 1998 : 165 ), atau penokohan karakter adalah begaimana cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan watak tokoh-tokoh dalam cerita rekannya ( Esten, 1994 ).2. Menurut Stanton dalam Semi (1984:31)Yang dimaksud dengan penokohan dalam suatu fiksi biasanya dipandang dari dua segi. Pertama: mengacu kepada orang atau tokoh yang bermain dalam cerita; yang kedua adalah mengacu kepada perbauran dari minat, keinginan, emosi, dan moral yang membentuk individu yang bermain dalam suatu cerita.4.Menurut Sumardjo dan SainiMelukiskan watak tokoh dalam cerita dapat dengan cara sebagai berikut:1. Melalui perbuatanya, terutama sekali bagaimana ia bersikap dalam menghadapisituasi kritis.2. Melalui ucapan-ucapannya.3. Melalui gambaran fisiknya4. Melalui keterangan langsung yang ditulis oleh pengarang ( 1991 : 65-66).Sudjirman menyebutkan ada dua metode un