of 28 /28
1 Skenario PERUT KEMBUNG Seorang pria 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan perut kembung disertai dengan muntah, nyeri  perut, tidak bisa buang angin dan tidak bisa buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik terlihat distensi abdomen, pemeriksaan colok dubur didapatkan tonus spinchter ani baik, ampulla kolaps, serta tidak ditemukan feses, lendir dan darah. Untuk memastikan diagnosis dilakukan  pemeriksaan radiologi foto polos abdomen dan BNO 3 posisi. Kemudian dokter merencanakan untuk melakukan tindakan operasi. Pasien bersedia dilakukan tindakan operasi karena tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Wrap Up Sk3 Git

Embed Size (px)

DESCRIPTION

git

Citation preview

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    1/28

    1

    Skenario

    PERUT KEMBUNG

    Seorang pria 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan perut kembung disertai dengan muntah, nyeri

    perut, tidak bisa buang angin dan tidak bisa buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan

    fisik terlihat distensi abdomen, pemeriksaan colok dubur didapatkan tonus spinchter ani baik, ampulla

    kolaps, serta tidak ditemukan feses, lendir dan darah. Untuk memastikan diagnosis dilakukan

    pemeriksaan radiologi foto polos abdomen dan BNO 3 posisi. Kemudian dokter merencanakan untuk

    melakukan tindakan operasi. Pasien bersedia dilakukan tindakan operasi karena tidak bertentangan

    dengan ajaran Islam.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    2/28

    2

    SASARAN BELAJAR

    LI.1. Memahami dan menjelaskan tentang anatomi usus

    LO.1.1. Memahami dan menjelaskan tentang anatomi makroskopis usus

    LO.1.2. Memahami dan menjelaskan tentang anatomi mikroskopis usus

    LI.2. Memahami dan menjelaskan tentang fisiologi usus

    LI.3. Memahami dan menjelaskan tentang Obstruksi Ileum

    LO.3.1. Definisi Obstruksi Ileum

    LO.3.2. Etiologi Obstruksi Ileum

    LO.3.3. Klasifikasi Obstruksi Ileum

    LO.3.4. Patofisiologi Obstruksi Ileum

    LO.3.5. Manifestasi Klinis Obstruksi Ileum

    LO.3.6. Diagnosis dan diagnosis banding Obstruksi Ileum

    LO.3.7. Tatalaksana Obstruksi Ileum

    LO.3.8. Komplikasi Obstruksi Ileum

    LO.3.9. Prognosis Obstruksi Ileum

    LI.4. Memahami dan menjelaskan tentang operasi menurut pandangan Islam

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    3/28

    3

    LI.1. Memahami dan menjelaskan tentang anatomi usus

    LO.1. Memahami dan menjelaskan anatomi makroskopis usus

    Intestinum Tenue (usus halus)

    Asal kata : intestinum = usus; Tenue = halus

    Terdiri dari

    Doudenum (usus duabelas jari; doudenos = doabelas kali)

    Panjang duodenum 12 jari atau 25cm, melengkung seperti huruf C sehingga dapat dibedakan

    Pars superior duodeni

    Pars descendens duodeni

    Pars inferior duodeni, dapat dibedakan :

    -

    Pars horizontalis

    - Pars ascendens

    Pada Duodenum bermuara

    - Ductus pacreaticus accessories / minor (Sartorini, tidak selalu ada)

    - Ductus pancreaticus major (Wirsungi), serta ductus choledochus.

    Didalam dinding papilla doudeni major terdapat suatu rongga disebut ampulla yang dindingnya

    terdapat suatu otot yaitu m.spinchter Oddi, yang melingkar. Bila berkonstraksi dapat menutup

    muara bersama ductus tersebut

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    4/28

    4

    Intestinum jejunum & Intestinum ileum

    -

    Intestinum jejunum : usus kosong; jejunus = kosong

    - Intestinum ileum : usus berkelok-kelok; ilien = memutar

    - Panjangnya sekitar 6 meter

    -

    Selain duodenum, 2/5 proximal usus intestinum tenue merupakan bagian jejunum, 3/5

    distal sisanya merupakan ileum

    - Dalam intestinum ileum terdapat kumpulan noduli solitarii sehingga terbentuk

    laminae disebut noduli agregat atau plaques peyeri, disini tidak ada villi dan letaknyaberhadapan dengan alat penggantung ileum.

    - Kadang-kadang satu meter dari akhir ileum terdapat suatu tonjolan sisa ductus

    omphaloenterius disebut diverticulum ilie, yaitu saluran yang menghubungkan

    umbilicus dengan ileum. Bila setelah lahir masih ada disebut fistula umbilicalis.

    -

    Diameter jejunum cenderung lebih besar daripada ileum

    - Mesentrium jejunum cenderung lebih tebal dari pada ileum

    - Arteriae : berasal dari A.mesentrica superior, cabangcabangnya membentuk

    anyaman yaitu arcade jejunalis da ilei A.ileocolica menuju bagian bawah ileum

    -

    Vena : senama dengan arteri

    - Inervasi : simpatis dan parasimpatis berasal dari N. Vagus dari plexus mesentricus

    superior.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    5/28

    5

    Intestinum Crassum (Usus Besar)

    Intestinum Crassum (crasum = tebal) , dibagi dalam colon dan intestinum rextum

    Colon dapat dibagi dalam :

    1.

    Colon ascendens, dimulai dari caecum. Pada ujujng caecum berbuara bagunan kecil

    berupa pipa menyerupai cacing disebut appendix vermiformis

    2.

    Colon transversum

    3.

    Colon descendens

    4.

    Colon sigmoideuim

    Caecum

    Seperti kantong dengan ujung buntu menonjol kebwah

    Terletak pada region ileaca dextra

    Dibagian bawah terdapat juncture ileocolica tempat bermuaranya ileum

    Panjangnya sekitar 6cm

    Pada sisi media bawah caecum terdapat appendix vermiformis:

    Bentuk seperti cacing dengan panjang 8-13 cm

    Pada orang mati dapat ditemukan beberapa tipe:

    Post caecalis (65%), terletak dibelakang caecum

    Diescending = pelvic type (31%), terletak dibawah ileum

    Subcaecalis (2,6%), terletak dibawah caecum

    Ante ilei (1,0%), terletak didepan ileum

    Post ilei (0,4%) terletak di belakang ileum

    Letak diregio iliaca

    Pada orang hidup dapat ditemukan semua type, karena caecum selalu berkontraksi

    sehingga ujung appendix berubah-ubah, sedangkan pada orang mati tetap

    Pada orang hidup dapat ditemukan 2 type:

    Mobile type, bias berubah-ubah dapat ditemukan pada semua type

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    6/28

    6

    Fixed type, tetap dapat ditemukan bila ujung appendix pada peritoneum dan type

    retrocaecal

    Appendix punya penutp peritoneum yang lengkap pada bagian bawah usus halus diesbut

    mesiappendix

    Cara pemeriksaan appendix verniformis dengan sepertiga titick MC. Burney

    Letak taenia pada colon transversum :

    Perlekatan alat penggantung dibelakang disebut taenia mesocolica

    Perletakatan omentum majus dimuka disebut taenia omentalis

    Diding caudal tidak ada alat yang melekat disebut taenia libera

    Taenia ini, berkas longitudinale, karena lebih pendek dari stratum circulare,

    mengakibatkan stratum circulare melipat-lipat. Lipatan keluar disebut haustra dan lipatan

    kedalam disebut plica semilunaris.

    Lekuk diantara haustra disebut incisura

    Pada caecum dilengkapi valvula ileocolica (valvula ileocaecalis) yang terdiri dari labium

    superios dan labium inferior. Labium ini dibentuk oleng lipatan stratum circular eke

    ventral dan dorsal membentuk

    LO.1.2. Memahami dan menjelaskan anatomi mikroskopi usus

    USUS HALUS

    - Usus halus halus relatif panjang rata-rata 5 m- Terdiri dari 3 segmen :

    1. Duodenum

    2. Jejunum

    3. Ileum

    - Usus halus berfungsi:

    a. Mengangkut bahan makanan (chyme) dari lambung ke usus besar

    b. Menyelesaikan pencernaan dengan sekret enzim yang berasal dari dinding dan kelenjar

    pelengkapnya

    c. Menyerap hasil akhir pencernaan ke dalam pembuluh darah dan limf pada dindingnya

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    7/28

    7

    d. Mensekresi hormon-hormon tertentu.

    Bangunanbangunan khusus pada mukosa

    Plika sirkularis kerckring

    - Merupakan lipatan permanen yang berjalan spiral atau melingkar terdiri atas seluruh tebal

    mukosa dengan submukosa di bagian tengahnya.

    - Tiap lipatan dapat melingkari 2/3 atau lebih lumen usus, tetapi jarang melingkari seluruhlumen usus.

    - Berkembang secara maksimal pada akhir duodenum dan pada bagian proksimal jejunum,setelah itu berkurang dan menghilang pada setengah bagian distal ileum.

    Vilus dan Kriptus

    - Vilus, merupakan tonjolankecil mirip jari atau daun pada membran mukosa

    - Panjangnya 0,51,5 mm da hanya terdapat pada usus kecil

    -

    Kontraksi sel-sel otot polos di tengah vili menyebabkan vili dapat mengkerut danmemendek, jadi membantu aliran limf.

    - Pada umumnya vili memendek bila usus mengembang.

    -

    Kriptus Lieberkuhn, bangunan-bangunan berbentuk tabung bermuara di antara dasar vili.

    -

    Susunan kriptus tidak serapat kelenjar-kelenjar lambung, ruang-ruang di antaranya terisi

    oleh jaringan ikat lamina propria.

    - Villus intestinal

    - Kriptus lieberkuhn

    Mikrovili

    -

    Masing-masing mikrovili diliputi oleh membran plasma, yang lapisan luarnya dilengkapi

    dengan jala filamen halus yang memberi gambaran kabur.

    -

    Selubung filamen ini mengisi ruangruang antar mikrovili dan ujung-ujungnya ,

    membentuk suatu lapisan permukaan yang tidak terputus-putus, mengandung

    glikoprotein, dan tahan terhadap bahan proteolitik dan mukolitik.

    -

    Epitel mukosa usus merupakan epitel silindris, tetapi berbeda dengan epitel permukaanlambung, oleh karena terdapat lebih dari satu jenis sel.

    -

    Sel silindris ( sel absorptif)

    -

    Terletak di atas lamina basal

    - Intinya lonjong dan terletak di bagian basal sel

    - Tiap sel mempunyai batas yang bergaris (striated border) atau berbentuk sikat (brush

    border) yang terdiri atas mikrovili berjajar dan berhimpitan.

    - Lapisan glikoprotein dibentuk oleh sel-sel silindris dan mengandung enzim-enzi,pencernaan seperti disakarida dan dipeptidase yang memecah gula dan peptida

    - Sel silindris juga membentuk enzim fosfatase alkali dan enterokinase yang terdapat pada

    lapisan permukaan.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    8/28

    8

    Sel goblet

    - Tersebar di antara sel-sel silindris

    - Jumlahnya bertambah dari duodenum sampai ujung ileum.

    - Pada umumnya dasar sel ramping berwarna gelap dan berisi inti.

    - Puncaknya mengembung berbentuk khusus karena kumparan butir-butir sekret mukus

    - Seperti sel silindris, sel goblet bermigrasi dari kriptus ke vilus

    - Kemudian semakin banyak butir sekret yang ditimbun, bentuk selnya makin menyerupai

    piala, dan dilepaskan diujung vilus.

    Sel enteroendokrin-

    Mengeluarkan peptida pengatur aktif yang berhubungan dengan sekresi lambung,motilitas intestinal, sekresi pankreas, dan kontraksi kandung empedu.

    - Tersebar diantara sel-sel absortif dan sel goblet:

    o Sel gastrinintestinal : pada vili dan kriptus

    o Sel penghasil somastatin (sel D) : sepanjang usus halus

    o Sel penghasil cholecystokinine (sel I) : crypti duodenum dan jejunum

    o Sel penghasil enteroglucagon/glycentine (sel L) : pada mucosa jejunum dan ileum

    o Sel enterochromaffin sel EC1) : sepanjang mukosa usus halus , penghasil serotonin dansubstan P

    o Sel K : paling sering terlihat pada crypti duodenum dan jejunum, mengahsilkan gastric

    inhibitory peptide.

    Sel paneth-

    Ditemukan hanya pada dasar cryptus usus halus

    - Berbentuk piramid dengan dasar lebar dan puncak sempit

    - Sel paneth menghasilkan lisozim suatu enzim yang mencerna dinding sel bakteri tertentu ,

    dan agaknya berkemampuan memfagositosis bakteri tertentu.

    -

    Walaupun fungsinya belum diketahui dengan pasti, ia mungkin mengatur flora mikrobial

    usus.

    - Sel paneth dewasa mengandung banyak granula dan terletak di dasar kriptus

    - Sel yang kurang dewasa terletak agak tinggi pada kriptus

    - Pergantian sel paneth lebih lambat (30-40 hari) dibanding dengan sel silindris atau sel

    goblet.

    Lamina propria

    - terdapat diantara kelenjar intestinal dan di tengah vilus.

    - Digambarkan sebagai jaringan ikat longgar yang menjurus ke arah limfoid.

    - Di dalam jala serat retikulin terdapat sel retikular primitif denga inti besar, lonjong, dan

    pucat, limfosit, makrofag dan sel plasma.

    -

    Terdapat pula sejumlah besar folikel solietr atau noduli limfatisi yang menyendiri,

    jumlahnya semakin banyak pada bagian distal usus.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    9/28

    9

    - Membentuk agregrat besar terdiri dari 20 atau lebih lympho nodulus disebut plaque payeri.

    Dari sudut pandang imunologik, lamina propria adalah penting dengan sel limfosit dan

    makrofag sebagai sawar antara tubuh dan antigen, mikroorganisme dan bahan asing lainnya

    yang selalu ada di dalam lumen usus. Dari sudut pandang imunologik, lamina propria adalah

    penting dengan sel limfosit dan makrofag sebagai sawar antara tubuh dan antigen,

    mikroorganisme dan bahan asing lainnya yang selalu ada di dalam lumen usus.o Pada sekum dan kolon, lapisan muskularis longitudinal tidak merupakan lapisan yang

    utuh tetapi membentuk 3 pta memanjang, sebagai taeniae coli.

    o Pada rektum lapisan longitudinal ini kembali menjadi lapisan yang utuh.

    o Tunika serosa, pada permukaan yang tidak melekat di dinding abdomen pagian posterior,

    membentuk tonjolan-tonjolan kecil terdiri atas jaringan lemak yaitu apendiks epiploika.

    Batas rektum anus

    o Disini membran mukosa membentuk lipatan-liptan memanjang disebut Kolumna

    Rektalis Morgagni.

    o Epitel silindris tiba-tiba berubah menjadi epitel berlapis gepeng yang meluas sedikit ke

    bawah sebagai daerah peralihan antara epitel usus dan kulit.

    o Pada anus, epitelnya mengandung lapisan tanduk dan dibawahnya terdapat kelenjar

    tubulosa bercabang disebut kelenjar sirkumanal

    o Pada bagian bawah rektum, dan pada saluran anus, lapisan dalam muskularis menebal,

    sebagai sfingter ani internum

    o Mengelilingi saluran anus adalah berkas-berkas otot lurik, yang membentuk sfingter ani

    eksternum.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    10/28

    10

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    11/28

    11

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    12/28

    12

    LI.2. Memahami dan menjelaskan fisiologi usus

    Fisiologi Usus Halus (intestinum minor)

    Usus halus mempunyai 2 fungsi utama pencernaan dan absorbsi bahan-bahan nutrisi dan

    air. Semua akitivitas lainnya mengatur atau mempermudah berlangsungnya proses ini. Proses

    pencernaan ini dimulai dari mulut dan lambung oleh kerja ptialin, asam klorida dan pepsin

    terhadap makanan yang masuk. Proses dilanjutkan didalam duodenum terutama oleh kerja enzim-

    enzim pankreas yang menghidrolisis karbohidrat, lemak dan protein menjadi zat-zat yang lebih

    sederhana. Adanya bikarbonat dalam sekret pankreas membantu menetralkan asam dan

    memberikan pH optimal untuk kerja enzim-enzim. Sekresi empedu dan hati membantu proses

    pencernaan dengan mengemulsikan permukaan yang lebih luas bagi kerja lipase pankreas.

    Kerja empedu terjadi sebagai akibat dari sifat deterjen asam-asam empedu yang dapat melarutkan

    zat-zat lemak dengan membentuk misel. Misel merupakan agregat asam empedu dan molekul-

    molekul. Lemak membentuk inti hidrofobik, sedangkan asam empedu karena merupakan molekul

    polar, membentuk permukaan misel dengan ujung hidrofobik mengarah ke dalam dan ujunghidrofilik menghadap keluar menuju medium cair. Bagian sentral misel juga melarutkan vitamin-

    vitamin larut lemak dan kolesterol. Jadi asam-asam lemak bebas, gliserida dan vitamin-vitamin

    yang larut dalam lemak dipertahankan dalam larutan sampai mereka dapat di absorbsi oleh

    permukaan sel epitel.

    Proses pencernaan disempurnakan oleh sejumlah enzim dalam getah usus (sukus

    enteriukus). Banyak di antara enzim-enzim ini terdapat pada brush border vili dan mencernakan

    zat-zat makanan sambil diabsorbsi. Enzim-enzim utama pencernaan adalah kelenjar ludah

    menghasilkan amylase (ptyalin) ludah; kelenjar ludah menghasilkan pepsin dan lipase lambung;

    mukosa duodenum menghasilkan enterokinase; kelenjar eksokrin pankreas menghasilkan tripsin,

    kemotripsin, karbosipeptidase, nuclase, lipase pankreas; amilase pankreas; hati menghasilkanasam empedu (bukan enzim), kelenjar usus menghasilkan aminopeptidase, dipeptidase, maltase,

    lactase, sukrosa, lipase usus, nucleotidase.

    Dua hormon penting dalam pengaturan usus. Lemak yang bersentuhan dengan mukosa

    duodenum menyebabkan kontraksi kantong empedu yang diperantarai oleh kerja kolesistokinin.

    Hasil-hasil pencemaan tak lengkap yang bersentuhan dengan mukosa duodenum, merangsang

    sekresi getah pankreas yang kaya akan enzim; hal ini diperantarai oleh kerja pankreozimin.

    Parikreozimin dan kolesistokinin sekarang diduga merupakan satu hormon yang sama, yang

    mempunyai efek berbeda, hurmon ini dinamakan CCK (beberapa buku teks menyebut hormon ini

    CCK-PZ). Hormon ini dihasilkan oleh mukosa duodenum. Asam yang bersentuhan dengan

    mukosa usus menyebabkan dikeluarkan hormon lain, sekretin dan jumlah yang keluarkansebanding dengan asam yang mengalir melalui duodenum. Sekretin merangsang sekresi getah

    yang mengandung bikarbonat dari pankreas, dan empedu dari hati. Sekretin memperbesar kerja

    CCK. Pergerakan segmental usus halus mencampur zat-zat yang dimakan dengan sekret

    pankreas, hepatobiliar, dan sekresi usus, dan pergerakkan peristaltik mendorong isi dari salah satu

    ujung ke ujung lain dengan kecepatan yang sesuai untuk absorbsi optimal dan suplai kontinue isi

    lambung.

    Absorbsi adalah pemindahan hasil-hasil akhir pengamatan karbohidrat, lemak dan protein

    (gula sederhana, asam-asam lemak dan asam-asam amino) melalui dindirig usus ke sirkulasi

    darah dan limfe untuk digunakan oleh sel- sel tubuh. Selain itu air, elektrolit dan vitamin juga

    diabsorbsi. Absorbsi berbagai zat berlangsung dengan mekanisme transpor aktif dan pasif yangsebagian besar kurang dimengerti.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    13/28

    13

    Besi dan kalsium sebagian besar diabsorbsi dalam duodenum dan abscrbsi kalsium

    memerlukan vitamin D, vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K) diabsorbsi dalam

    duodenum dan memerlukan garam-garam empedu. Asam folat dan vitamin-vitamin lain yang

    larut dalam air juga diabsorbsi di duodenum. Absorbsi gula, asam-asam amino dan lemak

    sebagian besar diselesaikan menjelang kimus mencapai jejunum. Absorbsivitamin B12

    berlangsung pda ileum terminal melalui mekanisme transport khusus yang memerlukan faktorintrinsik lambung. Sebagian besar asam-asam empedu yang dikeluarkan oleh kandung empedu ke

    dalam duodenum untuk membantu pencernaan lemak, akan diabsorbsi pada ileum terminal dan

    masuk kembali ke hati. Siklus ini dinamakan sirkulasi enterohepatik garam-garam empedu dan

    sangat penting dalam mempertahankan cadangan empedu.

    Dengan demikian asam-asam atau garam-garam empedu mampu bekerja mencenakan

    leniak berkali-kali sebelum dikeluarkan dalam feses.

    Penyakit atau reseksi ileum terminal dapat menyebabkan deifisiensi garam-garam empedu dan

    mengganggu pencernaan lemak. Masuknya garam- garam empedu dalam jumlah besar ke dalam

    kolon menyebabkan iritasi kolon dan diare.

    Usus Besar

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    14/28

    14

    Usus besar mempunyai berbagai fungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi

    usus. Fungsi usus besar yang paling penting adalah mengabsorpsi air dan elektrolit, yang sudah

    nampir lengkap pada kolon. bagian kanan. Kolon sigmoid berfungsi sebagai reservoir yang

    menampung massa feses yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. Bila jumlah ini

    dilampaui, misalnya karena adanya kiriman yang berlebihan dan ileum, maka akan terjadi diare.

    Berat akhir feses yang dikeluarkan per hari sekitar 200 g, 75% diantaranya berupa air. Sisanyaterdiri dari residu makanan yang tidak diabsorpsi, bakteri, sel epitel yang mengelupas, dan

    mineral yang tidak diabsorbsi.

    Sedikitnya pencernaan yang terjadi di usus besar terutama diakibatkan oleh bakteri dan

    bukan karena kerja enzim. Usus besar mengsekresikan mucus alkali yang tidak mengandung

    enzim. Mukus ini bekerja untuk melumasi dan melindungi mukosa.

    Bakteri usus besar munsintesis vitamin K. dan beberapa vitamin B. Pembusukan oleh bakteri dari

    sisa-sisa protein menjadi asam amino dan zat- zat yang lebih sederhana seperti peptida, indol,

    skatol, fenol dan asam lemak.

    Pembentukan berbagai gas seperti NH3

    , CO2

    , H2

    dan CH4

    membantu pembentukan flatusdi kolon. Beberapa subtansi ini dikeluarkan dalam feses, sedangkan zat lainnya diabsorpsi dan

    diangkut ke hati di mana zat-zat ini akan diubah manjadi senyawa yzng kurang toksik dan

    diekskresikan melalui kemih. Fermentasi bakteri pada sisa karbohidrat juga melepaskan CO2 , H2dan CH4 yang merupakan komponen flatus. Dalam sehari secara normal dihasilkan sekitar 1.000

    ml flatus. Kelebihan gas dapat terjadi pada aerofagia (menelan udara secara berlebihan) dan pada

    peningkatan gas di dalam lumenusus, yang biasanya berkaitan dengan jenis makanan yang

    dimakan. Makanan yang mudah membentuk gas seperti kacang-kacangan mengandung

    banyakkarbohidrat yang tidak dapat dicerna.

    Pada umumnya, pergerakan usus besar adalah lambat. Pergerakan usus besar yarg khas

    adalah gerakan mengaduk haustra. Kantong-kantong atau haustra teregang dan dari waktu ke

    waktu otot sirkular akan berkontrasi untuk mengosongkannya. Pergerakannya tidak progresif,

    tetapi menyebabkan isi usus bergerak bolak-balik dan meremas-remas sehingga memberi cukup

    waktu untuk absorbsi. Terdapat dua jenis peristaltik propulsif;

    (1) kontraksi lamban dan tidak teratur, berasal dari segmen proksimal dan bergerak ke depan,

    menyumbat beberapa haustra, dan

    (2) penstaltik massa, merupakan kontraksi yang mengbatkan segmen kolon. Gerakan peristaltik

    ini menggerakkan massa feses ke depan, akhirnya merangsang defekasi. Kejadian ini timbul dua

    sampai tiga kali sehari dan dirangsang oleh refleks gastrokolik setelah makan, khususnya setelah

    makanan pertama masuk pada hari itu.

    Fisiologi Defekasi

    Propulsi feses ke rektum mengakibatkan distensi dinding rektum dan merangsang refleks

    defekasi. Defekasi dikendalikan oleh stingier ani eksterna dan interna. Sfingter interna

    dikendalikan oleh sistem saraf otonom, dan sfingter eksterna berada di bawah kontrol volunter.

    Refleks defekasi terintegrasi pada segmen sakralis kedua dan keempat dari medula spinalis.

    Serabut-serabut parasimpatis mencapai rektum melalui saraf splangnikus panggul dan

    bertanggung jawab atas kontraksi rektum dan relaksasi sfingter interna. Pada waktu

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    15/28

    15

    rektum yang mengalami distensi -berkontraksi, otot levator ani berelaksasi, sehingga

    menyebabkan sudut dan anulus anorektal menghilang. Otot-otot sfingter intema dan ekstema

    berelaksasi pada waktu anus tertarik atas melebihi tinggi massa feses. Defekasi dipercepat dengan

    adanya peningkatan tekanan intraabdomen yang terjadi akibat kontraksi volunter otot-otot dada

    dengan glotis ditutup, dan kontraksi secara terus- menerus dari otol-otot abdomen (menuver ata'i

    peregangan valsava). Defekasi dapat dihambat oleh kontraksi volunter otot-otot sfingtcr ekstemadan levator ani. Dinding rektum secara bertahap akan relaks, dan keinginan untuk berdefekasi

    menghilang. Kelainan dari proses defekasi adalah konstipasi dan diare. Konstipasi terjadi karena

    kegagalan pengosongan rektum saal terjadi peristaltik massa.

    Bila defekasi tidak sempurna, rektum relaksasi dan hasrat untuk defekasi hilang. Air tetap

    terus diabsorpsi dari massa feses, menyebabkan feses menjadi keras, sehingga defekasi

    selaniutnya lebih sukar. Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang abnormal

    (lebih dari 3 kali/ hari), serta perubahan dalam isi (lebih dari 200 g/hari) dan konsistensi (feses

    cair) hal ini biasanya dihubungkan dengan dorongan, ketidaknyamanan perianal, inkontinensia

    atau kombinasi dari faktor-faklor ini. Adanya kondisi yang menyebabkan perubahan pada sekresi

    usus, absorbsi mukosa atau motilitas dapat menyebabkan diare. Diare dapat disebabkan olehobat-obatan tertentu (penggantian hormone tiroid, pelunak feses dan laksatif, antibiotik

    kemoterapi dan antasida), pemberian makanan per selang, gangguan metabolik dan endokrin

    (diabetes, addisnn, tirotoksikosis) serta proses infeksi virus/bakteri (disentri, shigelosis,

    keracunan makanan). Proses penyakit lain yang dihubungkan dengan diare adalah gangguan

    nutrisi dan malabsorbsi (sindrom usus peka, kolitis ulseratif, enteritis regional, dan penyakit

    seliaka) defisit sfingter anal, sindrom, zollinger - ellison, paralitik ileus dan obstruksi usus.

    Frekuensi defekasi meningkat bsrsamaan dengan meningkatnya kandungan cairan dalam feses.

    Pasien mengeluh kram perut, distensi, gemuruh usus (borborigimus), anoreksia dan haus.

    Kontraksi spasmodik vang nyeri dan peregangan yang tidak efektif pada anus (tenesmus), dapat

    terjadi pada setiap defekasi.

    Feses berair adalah karakteristik dari penyakit usus halus, sedarigkan feses semi padat

    lebih sering dihubungkan dengan gangguan kolon. Feses yang sangat besar dan berminyak

    menunjukkan malabsorbsi usus, dan adanya mukus dan pus dalam feses menunjukkan enteritis

    inflamasi atau kolitis.

    LI.3. Memahami dan menjelaskan ileus obstruktif

    LO.3.1. Definisi Obstruksi Ileus

    Obstruksi usus dapat didefinisikan sebagai gangguan (apapun penyebabnya) aliran normal isi usussepanjang saluran usus. Obstruksi usus dapat akut dengan kronik, partial atau total. Obstruksi usus

    biasanya mengenai kolon sebagai akibat karsino ma dan perkembangannya lambat. Sebahagaian dasardari obstruksi justru mengenai usus halus.Obstruksi total usus halus merupakan keadaan gawat yangmemerlukan diagnosis dini dan tindakan pembedahan darurat bila penderita ingin tetap hidup.

    LO.3.2. Etiologi Obstruksi Ileus

    1. Perlengketan :

    Lengkung usus menjadi melekat pada area yang sembuh secara lambat atau pasda jaringan parut

    setelah pembedahan abdomen

    2. Intusepsi :

    Salah satu bagian dari usus menyusup kedalam bagian lain yang ada dibawahnya akibat penyempitanlumen usus. Segmen usus tertarik kedalam segmen berikutnya oleh gerakan peristaltik yang

    memperlakukan segmen itu seperti usus. Paling sering terjadi pada anaka-anak dimana kelenjar limfe

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    16/28

    16

    mendorong dinding ileum kedalam dan terpijat disepanjang bagian usus tersebut (ileocaecal) lewatcoecum kedalam usus besar (colon) dan bahkan sampai sejauh rectum dan anus.

    3. Volvulus :

    Usus besar yang mempunyai mesocolon dapat terpuntir sendiri dengan demikian menimbulkanpenyumbatan dengan menutupnya gelungan usus yang terjadi amat distensi. Keadaan ini dapat juga

    terjadi pada usus halus yang terputar pada mesentriumnya. Tindakan bedah, infeksi dan bahkanendometriosis sering menyebabkan peradangan peritoneum loka atau generalisata (peritonitis). Padapenyembuhan dapat terjadi perlekatan antara segmen usus atau dinding abdomen dan tempat operasi.

    4. Hernia :

    Protrusi usus melalui area yang lemah dalam usus atau dinding dan otot abdomen atau defek didinding rongga peritoneum yang memungkinkan terbentukkan tonjolan peritoneum mirip kantongyang dilapisi serosa

    5. Tumor :

    Tumor yang ada dalam dinding usus meluas kelumen usus atau tumor diluar usus menyebabkantekanan pada dinding usus.

    6. Inkarserasi (terperangkap)

    Massa visera yang meningkat di dalam hernia sehingga massa tersebut terperangkap akibat adanyastasis dan edema secara permanen.

    7. Strangulasi

    Gangguan lebih lanjut dimana pasokan darah dan drainase menyebabkan infark segmen yangterperangkap

    Faktor Predisposisi

    Penyakit ini merupakan penyakit bawaan yang disebabakan disfungsi umum kelenjareksokrin pancreas. Keadaan ini menyebabakan berkurangnya enzim pancreas yang mengalir ke lumenusus halus sehingga issi usus halus menjadi kental dan menyumbat lumen usus. Gambaran radiologistyang ditemukan ialah pelebaran usus dan tampak bayangan udra yang granular diantara mekoniumyang kental tersebut.

    Obstruksi mekanik, menurut lokalisasinya dibagi menjadi :1. Obstruksi mekanik rendah

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    17/28

    17

    Obstruksi mulai dari caecum sampai anorektal. Obstruksi ini paling banyak disebabkan oleh tumorganas, penyebab lainnya adalah :

    - Volvulus

    - Scibala

    - Paralise colon distal (pseudoparalise)

    2. Obstruksi mekanik tinggi

    Menurut letaknya dapat dibedakan menjadi :

    a. Obstruksi diatas pylorus, dapat disebabkan :

    - Stenosis pylorus

    - Strictur

    - Obstruksi oleh karena keganasan

    - Bezoar

    Pada obstruksi ini gejalanya yang menonjol adalah : muntah-muntah dimana muntahannya dapatdirasakan seperti asam lambung, serangan rasa nyeri lebih sering, distensi abdomen agak kurang.

    b. Obstruksi dibawah pylorus. Obstruksi terjadi mulai dari pylorus sampai ileocaecal junction,

    obstruksi ini sering ditemukan pada :- Adhesion (perlengketan)

    - Hernia interna

    - Volvulus

    - Gumpalan Ascaris

    Pada obstruksi ini muntahannya faeculent (feces) warna kuning seperti tinja. Serangan nyeri perutagak jarang, tetapi perut lebih distensi.

    LO.3.3. Klasifikasi Obstruksi Ileus

    Ada dua tipe obstruksi yaitu :1. Mekanis (Ileus Obstruktif)

    Suatu penyebab fisik menyumbat usus dan tidak dapat diatasi oleh peristaltik. Ileus obstruktif inidapat akut seperti pada hernia stragulata atau kronis akibat karsinoma yang melingkari. Misalnyaintusepsi, tumor polipoid dan neoplasma stenosis, obstruksi batu empedu, striktura, perlengketan,hernia dan abses.

    2. Neurogenik/fungsional (Ileus Paralitik)

    Obstruksi yang terjadi karena suplai saraf ototnom mengalami paralisis dan peristaltik usus terhenti

    sehingga tidak mampu mendorong isi sepanjang usus. Contohnya amiloidosis, distropi otot, gangguanendokrin seperti diabetes mellitus, atau gangguan neurologis seperti penyakit Parkinson.

    Berdasarkan penyebabnya ileus obstruktif dibedakan menjadi tiga kelompok (Bailey,2002):a. Lesi-lesi intraluminal, misalnya fekalit, benda asing, bezoar, batu empedu.

    b. Lesi-lesi intramural, misalnya malignansi atau inflamasi.

    c. Lesi-lesi ekstramural, misalnya adhesi, hernia, volvulus atau intususepsi.

    Ileus obstruktif dibagi lagi menjadi tiga jenis dasar (Sjamsuhidajat & Jong, 2005; Sabiston,1995) :

    1. Ileus obstruktif sederhana, dimana obstruksi tidak disertai dengan terjepitnya pembuluh darah.

    2. Ileus obstruktif strangulasi, dimana obstruksi yang disertai adanya penjepitan pembuluh darahsehingga terjadi iskemia yang akan berakhir dengan nekrosis atau gangren yang ditandai dengangejala umum berat yang disebabkan oleh toksin dari jaringan gangren.

    3. Ileus obstruktif jenis gelung tertutup, dimana terjadi bila jalan masuk dan keluar suatu gelung usustersumbat, dimana paling sedikit terdapat dua tempat obstruksi.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    18/28

    18

    Untuk keperluan klinis, ileus obstruktif dibagi dua (Stone, 2004):

    1. Ileus obstruktif usus halus, termasuk duodenum

    2. Ileus obstruktif usus besar

    LO.3.4. Patofisiologi Obstruksi Ileus

    LO.3.5. Manifestasi klinis Obstruksi Ileus

    1. Obstruksi sederhana

    Obstruksi usus halus merupakan obstruksi saluran cerna tinggi, artinya disertai denganpengeluaran banyak cairan dan elektrolit baik di dalam lumen usus bagian oral dari obstruksi, maupunoleh muntah. Gejala penyumbatan usus meliputi nyeri kram pada perut, disertai kembung. Padaobstruksi usus halus proksimal akan timbul gejala muntah yang banyak, yang jarang menjadi muntah

    fekal walaupun obstruksi berlangsung lama. Nyeri bisa berat dan menetap. Nyeri abdomen seringdirasakan sebagai perasaan tidak enak di perut bagian atas. Semakin distal sumbatan, maka muntah

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    19/28

    19

    yang dihasilkan semakin fekulen. Tanda vital normal pada tahap awal, namun akan berlanjut dengandehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit. Suhu tubuh bisa normal sampai demam.Distensiabdomen dapat dapat minimal atau tidak ada pada obstruksi proksimal dan semakin jelas padasumbatan di daerah distal. Bising usus yang meningkat dan metallic sound dapat didengar sesuaidengan timbulnya nyeri pada obstruksi di daerah distal.

    2. Obstruksi disertai proses strangulasi

    Gejalanya seperti obstruksi sederhana tetapi lebih nyata dan disertai dengan nyeri hebat. Hal yangperlu diperhatikan adalah adanya skar bekas operasi atau hernia. Bila dijumpai tanda-tanda strangulasiberupa nyeri iskemik dimana nyeri yang sangat hebat, menetap dan tidak menyurut, maka dilakukantindakan operasi segera untuk mencegah terjadinya nekrosis usus.

    3. Obstruksi mekanis di kolon

    Timbul perlahan-lahan dengan nyeri akibat sumbatan biasanya terasa di epigastrium. Nyeri yanghebat dan terus menerus menunjukkan adanya iskemia atau peritonitis. Borborygmus dapat keras dantimbul sesuai dengan nyeri. Konstipasi atau obstipasi adalah gambaran umum obstruksi komplit.

    Muntah lebih sering terjadi pada penyumbatan usus besar. Muntah timbul kemudian dan tidak terjadibila katup ileosekal mampu mencegah refluks. Bila akibat refluks isi kolon terdorong ke dalam usushalus, akan tampak gangguan pada usus halus. Muntah fekal akan terjadi kemudian. Pada keadaan

    valvula Bauchini yang paten, terjadi distensi hebat dan sering mengakibatkan perforasi sekum karenatekanannya paling tinggi dan dindingnya yang lebih tipis. Pada pemeriksaan fisis akan menunjukkandistensi abdomen dan timpani, gerakan usus akan tampak pada pasien yang kurus, dan akan terdengarmetallic sound pada auskultasi. Nyeri yang terlokasi, dan terabanya massa menunjukkan adanyastrangulasi. Menurut Winslet (Winslet, 2002; Sabiston, 1995), terdapat 4 tanda kardinal gejala ileus

    obstruktif :

    1. Nyeri abdomen2. Muntah3. Distensi

    4.

    Kegagalan buang air besar atau gas(konstipasi).

    Gejala ileus obstruktif tersebut bervariasi tergantung kepada (Winslet, 2002; Sabiston, 1995):

    1. Lokasi obstruksi2. Lamanya obstruksi3. Penyebabnya4. Ada atau tidaknya iskemia usus

    Gejala selanjutnya yang bisa muncul termasuk dehidrasi, oliguria, syok hypovolemik, pireksia,septikemia, penurunan respirasi dan peritonitis. Terhadap setiap penyakit yang dicurigai ileusobstruktif, semua kemungkinan hernia harus diperiksa (Winslet, 2002). Nyeri abdomen biasanya agaktetap pada mulanya dan kemudian menjadi bersifat kolik. Ia sekunder terhadap kontraksi peristaltikkuat pada dinding usus melawan obstruksi. Frekuensi episode tergantung atas tingkat obstruksi, yangmuncul setiap 4 sampai 5 menit dalam ileus obstruktif usus halus, setiap 15 sampai 20 menit padaileus obstruktif usus besar. Nyeri dari ileus obstruktif usus halus demikian biasanya terlokalisasi

    supraumbilikus di dalam abdomen, sedangkan yang dari ileus obstruktif usus besar biasanya tampildengan nyeri intaumbilikus. Dengan berlalunya waktu, usus berdilatasi, motilitas menurun, sehinggagelombang peristaltik menjadi jarang, sampai akhirnya berhenti. Pada saat ini nyeri mereda dandiganti oleh pegal generalisata menetap di keseluruhan abdomen. Jika nyeri abdomen menjaditerlokalisasi baik, parah, menetap dan tanpa remisi, maka ileus obstruksi strangulata harus dicurigai(Sabiston, 1995). Muntah refleks ditemukan segera setelah mulainya ileus obstruksi yangmemuntahkan apapun makanan dan cairan yang terkandung, yang juga diikuti oleh cairan duodenum,

    yang kebanyakan cairan empedu (Harrisons, 2001). Setelah ia mereda, maka muntah tergantung atastingkat ileus obstruktif. Jika ileus obstruktif usus halus, maka muntah terlihat dini dalam perjalanandan terdiri dari cairan jernih hijau atau kuning. Usus didekompresi dengan regurgitasi, sehingga tak

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    20/28

    20

    terlihat distensi. Jika ileus obstruktif usus besar, maka muntah timbul lambat dan setelah munculdistensi. Muntahannya kental dan berbau busuk (fekulen) sebagai hasil pertumbuhan bakteriberlebihan sekunder terhadap stagnasi. Karena panjang usus yang terisi dengan isi demikian, makamuntah tidak mendekompresi total usus di atas obstruksi (Sabiston, 1995).

    Distensi pada ileus obstruktif derajatnya tergantung kepada lokasi obsruksi dan makin membesarbila semakin ke distal lokasinya. Gerkakan peristaltik terkadang dapat dilihat. Gejala ini terlambatpada ileus obstruktif usus besar dan bisa minimal atau absen pada keadaan oklusi pembuluh darahmesenterikus (Sabiston, 1995).

    Konstipasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konstipasi absolut ( dimana feses dan gas tidakbisa keluar) dan relatif (dimana hanya gas yang bisa keluar) (Winslet, 2002). Kegagalanmengerluarkan gas dan feses per rektum juga suatu gambaran khas ileus obstruktif. Tetapi setelahtimbul obstruksi, usus distal terhadap titik ini harus mengeluarkan isinya sebelum terlihat obstipasi.Sehingga dalam ileus obstruktif usus halus, usus dalam panjang bermakna dibiarkan tanpa terancamdi usus besar. Lewatnya isi usus dalam bagian usus besar ini memerlukan waktu, sehingga mungkin

    tidak ada obstipasi, selama beberapa hari. Sebaliknya, jika ileus obstruktif usus besar, maka obstipasiakan terlihat lebih dini. Dalam ileus obstuksi sebagian, diare merupakan gejala yang ditampilkanpengganti obstipasi (Sabiston, 1995).

    Dehidarasi umumnya terjadi pada ileus obstruktif usus halus yang disebabkan muntah yangberulang-ulang dan pengendapan cairan. Hal ini menyebabkan kulit kering dan lidah kering, pengisianaliran vena yang jelek dan mata gantung dengan oliguria. Nilai BUN dan hematokrit meningkatmemberikan gambaran polisitemia sekunder (Winslet, 2002).

    Hipokalemia bukan merupakan gejala yang sering pada ileus obstruktif sederhana. Peningkatannilai potasium, amilase atau laktat dehidrogenase di dalam serum dapat sebagai pertanda strangulasi,

    begitu juga leukositosis atau leukopenia (Winslet, 2002). Pireksia di dalam ileus obstruktif dapatdigunaklan sebagai petanda (Winslet, 2002) :

    1. Mulainya terjadi iskemia2. Perforasi usus

    3. Inflamasi yang berhubungan denga penyakit obsruksi

    Hipotermi menandakan terjadinya syok septikemia. Nyeri tekan abdomen yang terlokalisir

    menandakan iskemia yang mengancam atau sudah terjadi. Perkembangan peritonitis menandakaninfark atau perforasi (Winslet, 2002). Sangat penting untuk membedakan antara ileus obstruktifdengan strangulasi dengan tanpa strangulasi, karena termasuk operasi emergensi. Penegakan diagnosahanya tergantung gejala kilnis. Sebagai catatan perlu diperhatikan (Winslet, 2002):

    1. Kehadiran syok menandakan iskemia yang sedang berlansung2.

    Pada strangulasi yang mengancam, nyeri tidak pernah hilang total3. Gejala-gejala biasanya muncul secara mendadak dan selalu berulang4. Kemunculan dan adanya gejala nyeri tekan lokal merupakan tanda yang sangat penting,

    tetapi, nyeri tekan yang tidak jelas memerlukan penilaian rutin. Pada ileus obstruktif tanpa

    strangulasi kemungkinan bisa terdapat area dengan nyeri tekan lokal pada tempat yangmengalami obstruksi; pada srangulasi selalu ada nyeri tekan lokal yang berhubungan dengankekakuan abdomen..

    5. Nyeri tekan umum dan kehadiran kekakuan abdomen/rebound tenderness menandakanperlunya laparotomy segera

    6. Pada kasus ileus obstruktif dimana nyeri tetap asa walaupun telah diterapi konservatif,walaupun tanpa gejala-gejala di atas, strangulasi tetap harus didiagnosa.

    7.

    Ketika srangulasi muncul pada hernia eksternal dimana benjolan tegang, lunak, ireponibel,tidak hanya membesar karena reflek batuk dan benjolan semakin membesar.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    21/28

    21

    Pada ileus obstruksi usus besar juga menimbulkan sakit kolik abdomen yang sama kualitasnyadengan sakit ileus obstruktif usus halus, tetapi intensitasnya lebih rendah. Keluhan rasa sakit kadang-kadang tidak ada pada penderita lanjut usia yang pandai menahan nafsu. Muntah-muntah terjadilambat, khususnya bila katup ileocaecal kompeten. Muntah-muntah fekulen paradoks sangat jarang.Riwayat perubahan kebiasaan berdefekasi dan darah dalam feses yang baru terjadi sering terjadikarena karsinoma dan divertikulitis adalah penyebab yang paling sering. Konstipasi menjadiprogresif, dan obstipasi dengan ketidakmapuan mengeluarkan gas terjadi. Gejala-gejala akut dapattimbul setelah satu minggu (Harrisons, 2001).

    LO.3.6 Diagnosis dan Diagnosis Banding Obstruksi Ileus

    Anamnesis

    Pada anamnesis ileus obstruktif usus halus biasanya sering dapat ditemukan penyebabnya,misalnya berupa adhesi dalam perut karena pernah dioperasi sebelumnya atau terdapat hernia(Sjamsuhudajat & Jong, 2004; Sabara, 2007). Pada ileus obstruksi usus halus kolik dirasakan di

    sekitar umbilkus, sedangkan pada ileus obstruksi usus besar kolik dirasakan di sekitar suprapubik.

    Muntah pada ileus obstruksi usus halus berwarna kehijaun dan pada ileus obstruktif usus besar onsetmuntah lama (Anonym, 2007)

    Pemeriksaan Fisik

    1. Inspeksi

    Dapat ditemukan tanda-tanda generalisata dehidrasi, yang mencakup kehilangan turgor kulit maupunmulut dan lidah kering. Pada abdomen harus dilihat adanya distensi, parut abdomen, hernia dan massaabdomen. Terkadang dapat dilihat gerakan peristaltik usus (Gambar 2.4) yang bisa bekorelasi dengan

    mulainya nyeri kolik yang disertai mual dan muntah. Penderita tampak gelisah dan menggeliatsewaktu serangan kolik (Sabiston, 1995; Sabara, 2007)

    2.

    PalpasiPada palpasi bertujuan mencari adanya tanda iritasi peritoneum apapun atau nyeri tekan, yang

    mencakup defance musculair involunter atau rebound dan pembengkakan atau massa yangabnormal (Sabiston, 1995; Sabara, 2007).

    3. Auskultasi

    Pada ileus obstruktif pada auskultasi terdengar kehadiran episodik gemerincing logam bernada tinggidan gelora (rush) diantara masa tenang. Tetapi setelah beberapa hari dalam perjalanan penyakit danusus di atas telah berdilatasi, maka aktivitas peristaltik (sehingga juga bising usus) bisa tidak ada atau

    menurun parah. Tidak adanya nyeri usus bisa juga ditemukan dalam ileus paralitikus atau ileusobstruksi strangulata (Sabiston, 1995).

    Bagian akhir yang diharuskan dari pemeriksaan adalah pemeriksaan rektum dan pelvis. Ia bisamembangkitkan penemuan massa atau tumor serta tidak adanya feses di dalam kubah rektummenggambarkan ileus obstruktif usus halus. Jika darah makroskopik atau feses postif banyakditemukan di dalam rektum, maka sangat mungkin bahwa ileus obstruktif didasarkan atas lesiintrinsik di dalam usus (Sabiston, 1995). Apabila isi rektum menyemprot; penyakit Hirdchprung(Anonym, 2007).

    4. Radiologi

    Pemeriksaan sinar-X bisa sangat bermanfaat dalam mengkonfirmasi diagnosis ileus obstruktif sertafoto abdomen tegak dan berbaring harus yang pertama dibuat. Adanya gelung usus terdistensi dengan

    batas udara-cairan dalam pola tangga pada film tegak sangat menggambarkan ileus obstruksi sebagaidiagnosis. Dalam ileus obstruktif usus besar dengan katup ileocaecalis kompeten, maka distensi gas

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    22/28

    22

    dalam kolon merupakan satu-satunya gambaran penting (Sabiston, 1995). Penggunaan kontrasdikontraindikasikan adanya perforasi-peritonitis. Barium enema diindikasikan untuk invaginasi, danendoskopi disarankan pada kecurigaan volvulus (Anoym, 2007).

    5. Laboratorium

    Leukositosis, dengan pergeseran ke kiri, biasanya terjadi bila terdapat strangulasi, tetapi hitung darahputih yang normal tidak menyampingkan strangulasi. Peningkatan amilase serum kadang-kadangditemukan pada semua bentuk ileus obstruktif, khususnyajenis strangulasi (Harrisons, 2001)

    6. Pemeriksaan colok dubur

    Isi rektum menyemprot : Hirschprung disease

    Adanya darah dapat menyokong adanya strangulasi, neoplasma

    Feses yang mengeras : skibala

    Feses negatif : obstruksi usus letak tinggi

    Ampula rekti kolaps : curiga obstruksi

    Nyeri tekan : lokal atau general peritonitis

    Diagnosis Banding

    Ileus dapat disebabkan oleh adanya proses dalam intraabdominal dan retroperitoneal, termasukiskemik usus, kolik ureter, fraktur pelvis dan setelah operasi abdomen. Jika terjadi ileus paralitik,nyeri biasanya tidak terlalu berat dan lebih konstan. Obstipasi dan distensi abdomen menunjukkanadanya obstruksi usus besar. Muntah jarang terjadi dan nyeri tidak bersifat kolik. Diagnosa dapatditegakkan berdasarkan adanya hasil foto roentgen yang menunjukkan adanya obstruksi dilatasi kolon

    bagian proksimal. Obstruksi usus halus dapat dikacaukan dengan gastroenteritis akut, apendisitis akutdan pankreatitis akut. Obstruksi strangulasi mempunyai keluhan yang mirip dengan pankreatitis akut,

    enteritis iskemik atau penyumbatan vaskular mesenterika yang berhubungan dengan trombosis vena.Ileus obstruksi harus dibedakan dengan ileus paralitik.

    LO.3.7. Penatalaksanaan Obstruksi Ileus

    a) Pre-operatif Dasar pengobatan obstruksi usus meliputi :

    1. Penggantian kehilangan cairan dan elektrolit ke dalam lumen usus sampai pencapaian tingkatnormal hidrasi dan konsentrasi elektrolit bisa dipantau dengan mengamati pengeluaran urin (melalui

    kateter), tanda vital, tekanan vena sentral dan pemeriksaan laboratoriumberurutan.

    2. Dekompressi tractus gastrointestinal dengan sonde yang ditempatkan intralumen dengan tujuan

    untuk dekompressi lambung sehingga memperkecil kesempatan aspirasi isi usus, dan membatasi

    masuknya udara yang ditelan ke dalam saluran pencernaan,sehingga mengurangi distensi usus yangbisa menyebabkan peningkatan tekanan intalumen.

    3. Pemberian antibiotika untuk pencegahan pertumbuhan bakteri berlebihan bersama dengan produk

    endotoksin dan eksotoksin.

    b) Operatif Tergantung dari etiologi masing-masing :

    - Adhesi Pada operasi, perlengketan dilepaskan dan pita dipotong agar pasase usus pulihkembali.

    - Hernia inkarserata Dapat dilakukan Herniotomi untuk membebaskan usus dari jepitan.- Neoplasma Operasi berupa pengangkatan tumor. Pada tumor jinak pasase usus harus

    dipulihkan kembali, sedangkan pada tumor ganas sedapat mungkin dilakukan reseksi radikal.

    -

    Askariasis Jika terdapat obstruksi lengkap, atau jika pengobatan konservatif tidak berhasildapat dilakukan operasi dengan jalan enterotomi untuk mengeluarkan cacing, tapi apabila

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    23/28

    23

    usus sudah robek, atau mengalami ganggren dilakukan reseksi bagian usus yangbersangkutan.

    - Carsinoma Colon Operasi dengan jalan reseksi luas pada lesi dan limfatik regionalnya.Apabila obstruksi mekanik jelas terjadi, maka diperlukan persiapan Colostomi atauSekostomi.

    - Divertikel Reseksi bagian colon yang mengandung divertikel dapat dikerjakan secara elektifsetelah divertikulitis menyembuh. Dapat dianjurkan untuk menempatkan colostomy serendahmungkin, lebih disukai dalam colon desendens, atau colon sigmoideum. Untukmemungkinkan evaluasi melalui colostomy dan mencegah peradangan lebih lanjut padatempat abses. Reseksi sigmoid biasanya dilakukan dengan cara Hartman dengan colostomysementara. Cara ini, dipilih untuk menghindari resiko tinggi gangguan penyembuhan lukaanastomosis yang dibuat primer dilingkungan radang. Prosedur Hartman jauh lebih amankarena anastomosis baru dikerjakan setelah rongga perut dan lapangan bedah bebaskontaminasi dan radang.

    - Volvulus Pada volvulus sekum dilakukan tindakan operatif yaitu melepaskan volvulus yangterpelintir dengan melakukan dekompresi dengan sekostomi temporer, yang juga berefekfiksasi terhadap sekum dengan cara adhesi. Jika sekum dapat hidup dan tidak terdistensi

    tegang, maka detorsi dan fiksasi sekum di qudran bawah bisa dicapai. Pada volvulus sigmoidjika tidak terdapat strangulasi, dapat dilakukan reposisi sigmoidoskopi. Cara ini sering

    meniadakan volvulus dini yang diikuti oleh keluarnya flatus. Reposisi sigmoidodkopi yangberhasil pada volvulus dapat dicapai sekitar 80% pasien. Jika strangulasi ditemukan saatlaparatomi, maka reseksi gelung sigmoideum yang gangrenous yang disertai dengancolostomi double barrel atau coloctomi ujung bersama penutup tunggal rectum (kantongHartman) harus dilakukan.

    - Intusussepsi Sebelum dilakukan tindakan operasi, dilakukan terlebih dahulu dengan reduksibarium enema, jika tidak ada tanda obstruksi lanjut atau perforasi usus halus. Bila reduksidengan enema tidak dapat dilaksanakan maka dilakukan operasi berupa eksplorai abdomenmelalui suatu insisi transversal pada quadran kanan bawah. Intusussepsi tersebut kemudiandireduksi dengan kompressi retrograde dari intusussepsi secara hati-hati. Reseksi usus

    diindikasikan bila usus tersebut tidak dapat direduksi atau usus tersebut ganggren.

    Terapi ileus obstruksi biasnya melibatkan intervensi bedah. Penentuan waktu kritis serta tergantung

    atas jenis dan lama proses ileus obstruktif. Operasi dilakukan secepat yang layak dilakukan denganmemperhatikan keadaan keseluruhan pasien (Sabiston, 1995).

    Tujuan utama penatalaksanaan adalah dekompresi bagian yang mengalami obstruksi untuk mencegahperforasi. Tindakan operasi biasanya selalu diperlukan. Menghilangkan penyebab ileus obstruksiadalah tujuan kedua. Kadang-kadang suatu penyumbatan sembuh dengan sendirinya tanpapengobatan, terutama jika disebabkan oleh perlengketan (Sabiston, 1995; Sabara, 2007) Dekompresipipa bagi traktus gastrointestinal diindikasikan untuk duaalasan (Sabiston, 1995; Sabara, 2007):

    1. Untuk dekompres lambung sehingga memperkecil kesempatan aspirasi isi usus.

    2. Membatasi masuknya udara yang ditelan ke dalam saluran pencernaan,sehingga mengurangidistensi usus yang bisa menyebabkan peningkatan tekanan intralumen dan kemungkinan ancaman

    vaskular.

    Pipa yang digunakan untuk tujuan demikian dibagi dalam dua kelompok (Sabiston, 1995) :

    1. Pendek, hanya untuk lambung.

    2. Panjang, untuk intubasi keseluruhan usus halus.

    Pasien dipuasakan, kemudian dilakukan juga resusitasi cairan dan elektrolit untuk perbaikan keadaanumum. Setelah keadaan optimum tercapai barulah dilakukan laparatom (Sabara, 2007). Pemberian

    antibiotika spektrum lebar di dalam gelung usus yang terkena obstruksi strangulasi terbuktimeningkatkan kelangsungan hidup. Tetapi, karena tidak selalu mudah membedakan antara ileusobstruksi strangulata dan sederhana, maka antibiotika harus diberikan pada semua pasien ileus

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    24/28

    24

    obstruksi (Sabiston,1995) Operasi dapat dilakukan bila sudah tercapai rehidrasi dan organ-organ vitalberfungsi secara memuaskan. Tetapi yang paling sering dilakukan adalah

    pembedahan sesegera mungkin. Tindakan bedah dilakukan bila (Sabara, 2007) :

    1. Strangulasi

    2. Obstruksi lengkap

    3. Hernia inkarserata

    4. Tidak ada perbaikan dengan pengobatan konservatif (dengan pemasangan NGT, infus, oksigen dankateter)

    Tindakan yang terlibat dalam terapi bedahnya masuk kedalam beberapa kategori mencakup (Sabiston,1995)

    1. Lisis pita lekat atau reposisi hernia

    2. Pintas usus

    3. Reseksi dengan anastomosis

    4. Diversi stoma dengan atau tanap resksi.

    Pengobatan pasca bedah sangat penting terutama dalam hal cairan dan elektrolit. Kita harus mencegahterjadinya gagal ginjal dan harus memberikan kalori yang cukup. Perlu diingat bahwa pasca bedahusus pasien masih dalam keadaan paralitik (Sabara, 2007)

    Terapiumum

    1.Istirahat

    2.Diet

    flatus

    3.Medikamentosa Obat pertama :

    Pemberian obat-obat antibiotik spektrum luas dapat diberikan sebagai profilaksis. Antiemetik dapatdiberikan untuk mengurangi gejala mual muntah. Dalam resusitasi yang perlu diperhatikan adalahmengawasi tandatanda vital, dehidrasi dan syok. Pasien yang mengalami ileus obstruksi mengalamidehidrasi dan gangguan keseimbangan ektrolit sehingga perlu diberikan cairan intravena seperti ringerlaktat. Respon terhadap terapi dapat dilihat dengan memonitor tanda-tanda vital dan jumlah urin yangkeluar. Selain pemberian cairan intravena, diperlukan juga pemasangan nasogastric tube (NGT). NGTdigunakan untuk mengosongkan lambung, mencegah aspirasi pulmonum bila muntah dan mengurangidistensi abdomen.

    OBAT ANTIEMETIK

    Antagonis reseptor H1

    Antagonis reseptor muskarinik Antagonis reseptor dopamin

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    25/28

    25

    Antagonis reseptor serotonin

    Cannabinoid

    Steroid

    1. Antagonis reseptor H1

    Cinnarizine, cyclizine, dimenhydrinate, promethazine

    Tidak dapat digunakan utk mual-muntah krn rangsangan pada CTZ

    Efektif utk mabuk kendaraan dan mual-muntah krn rangsangan pada lambung

    Diberikan sebelum timbul gejala mual-muntah

    Puncak antiemetik : 4 jam, bertahan selama 24jam

    KI : wanita hamil trimester I (kec. Promethazine)

    2. Antagonis reseptor muskarinik

    Hyoscine

    Untuk mual-muntah krn gangguan labirin dan rangsangan lokal di lambung

    Tidak dapat digunakan utk mual muntah krn rangsangan pada CTZ

    Puncak antiemetik : 1-2 jam

    ES : drowsiness, mulut kering, penglihatan kabur, retensi urin

    3. Antagonis reseptor dopamin

    Metoklopramid

    Domperidone Phenothiazine

    4. Metoklopramid

    Bekerja di CTZ

    P.o., T1/2 4 jam, ekskresi via urine

    ES : krn blokade reseptor dopamin di SSP gangguan pergerakan pada anak2 dan dewasa muda,

    mengantuk, fatigue/lemah

    Stimulasi release prolaktin galaktore dan gangguan menstruasi

    Efek pada motilitas usus diare

    5. Domperidone

    Antagonis reseptor D2

    Antiemetik untuk vomitting postoperatif dan akibat kemoterapi kanker

    ES : diare

    6. Phenothiazine

    Neuroleptik : chlorpromazine, prochlorperazine, trifluoperazine dpt sebagai antiemetik

    Triethylperazine hny sbg antiemetik

    Dapat digunakan utk vomitting krn rangsangan pada CTZ

    Tidak efektif utk muntah krn rangsangan di lambung

    Cara kerja antagonis reseptor D2 di CTZ, menghambat reseptor histamin dan muskarinik

    Pemberian p.o., rektal, atau parenteral

    7. Antagonis serotonin

    Serotonin (5-hidroksitriptamin) a direlease oleh CNS atau lambung a transmitter emesis

    Antagonis serotonin : ondansetron, granisetron

    Sangat baik utk terapi mual-muntah akibat obat sitotoksik

    Pemberian p.o, injeksi IV pelan, infus

    T1/2 5 jam

    ES : sakit kepala, gangguan GIT

    8. Cannabinoid

    Nabilone derivat cannabinol sintetik menurunkan muntah krn rangsangan pada CTZ

    Pemberian : p.o, absorpsi baik

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    26/28

    26

    T1/2 120 menit, ekskresi via urine dan feses

    ES : jarang, a. l. drowsiness, dizziness, mulut kering, perubahanmood, hipotensi postural, halusinasi,dan reaksi psikotik

    9. Steroid

    Dosis tinggi, dpt digunakan sendiri atau kombinasi dgn obat lain

    Glukokortikoid deksametason dan metilprednisolon

    Mekanisme kerja blm diketahui

    Sinergisme dg ondansetron

    LO.3.8. Komplikasi Obstruksi Ileus

    Peritonitis septikemia

    Syok hipovolemia

    Perforasi usus

    ganguan elektrolit

    pnemonia aspirasi dari proses muntah

    sepsis

    nekrosis usus

    perfusi usus

    LO.3.9. Prognosis Obstruksi Ileus

    Prognosis yang tak mengakibatkan strangulasi mempunyai angka kematian sekitar 5%. Kebanyakanyang meninggal adalah pasien yang sudah lanjut usia. Obstruksi yang disertai dengan strangulasi

    mempunyai angka kematian 8%. Kalau operasi dilakukan dalam jangka waktu 36 jam sesudah

    timbulnya gejala yang bersangkutan.

    LI.3. Memahami dan menjelaskan ajaran Islam mengenai tindakan bedah dan operasi

    Dalil-dalil dari al-Qur`an dan sunnah menetapkan dibolehkannya operasi medis dengan

    syarat-syaratnya, dan bahwa tidak ada dosa atas seorang muslim melakukannya untuk meraihkesembuhan dari penyakit yang Allah ujikan kepadanya dengan izin Allah. Adapun dalil-dalil tersebutmaka ia sebagai berikut:

    Firman Allah, Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah diatelah memelihara kehidupan manusia semuanya. (Al-Maidah: 32). Dalam ayat ini Allah memuji

    orang yang berusaha menghidupkan dan menyelamatkan jiwa dari kematian dan sudah dimaklumibahwa dalam banyak kasus operasi medis menjadi sebab terselamatkannya jiwa dari kematian yanghampir dipastikan.

    Tidak sedikit penyakit di mana kesembuhannya tergantung setelah Allah kepada operasimedis, tanpa operasi penyakit penderita akan memburuk dan membahayakannya, jika tim medismelakukannya dan penderita sembuh dengan izin Allah berarti mereka telah menyelamatkannya.Tanpa ragu ini termasuk perbuatan yang dipuji oleh ayat di atas. Adapun dari sunnah maka adabeberapa hadits yang bisa dijadikan pijakan dalam menetapkan dibolehkannya operasi medis, diantaranya:

    1. Hadits hijamah (berbekam)

    Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw berbekam di kepalanya. (HR. Al-Bukhari). Dari Jabirbahwa dia menjenguk orang sakit. Dia berkata, Aku tidak meninggalkan tempat ini sebelum

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    27/28

    27

    kamu berbekam karena aku mendengar Rasulullah saw bersabda, Padanya terdapatkesembuhan. (HR. Al-Bukhari). Hadits tersebut menetapkannya disyariatkannya hijamahdan sudah dimaklumi bahwa hijamah dilakukan dengan membedah atau menyayat tempattertentu pada tubuh untuk menyedot darah kotor dan membuangnya. Jadi disyariatkannyahijamah merupakan dasar dibolehkannya membedah tubuh untuk membuang penyakit ataupenyebab penyakit.

    2. Hadits Jabir bin AbdullahJabir bin Abdullah berkata, Rasulullah SAW mengirim seorang tabib kepada Ubay bin Kaabmaka tabib tersebut memotong pembuluh darahnya dan menempelnya dengan besi panas.(HR. Muslim). Dalam hadits ini Nabi SAW menyetujui apa yang dilakukan oleh tabibtersebut terhadap Ubay bin Kaab, dan apa yang dilakukan oleh tabib tersebut adalah salahsatu bentuk operasi medis yaitu pemotongan terhadap anggota tertentu. Kemudian dari sisipertimbangan kebutuhan penderita kepada operasi yang tidak lepas dari dua kemungkinanyaitu menyelamatkan hidup dan menjaga kesehatan, pertimbangan yang dalam kondisitertentu bisa mencapai tingkat dharurat maka tidak ada alasan yang rajih menolak operasimedis.

    Syariat Islam tidak melarang operasi medis secara mutlak dan tidak membolehkan secaramutlak, syariat meletakkan larangan pada tempatnya dan pembolehan pada tempatnya, masing-masing diberi hak dan kadarnya. Jika operasi medis memenuhi syarat-syarat yang diletakkan syariat

    maka dibolehkan karena dalam kondisi ini target yang diharapkan yaitu kesembuhan dengan izinAllah bisa diwujudkan, sebaliknya jika tim medis berpandangan bahwa operasi tidak bermanfaat,

    tidak mewujudkan sasarannya atau justru menambah penderitaan penderita maka dalam kondisi inisyariat melarangnya. Inilah syarat-syarat dibolehkannya operasi medis yang diletakkan oleh fuqahaIslam dalam buku-buku mereka, syarat-syarat ini diambil dari dasar-dasar kaidah syariat.

    1) Hendaknya operasi medis disyariatkan.

    2) Hendaknya penderita membutuhkannya.

    3) Hendaknya penderita mengizinkan.

    4) Hendaknya tim medis menguasai.

    5) Hendaknya peluang keberhasilan lebih besar.

    6) Hendaknya tidak ada cara lain yang lebih minim mudharatnya.

    7) Hendaknya operasi medis berakibat baik.

    8) Hendaknya operasi tidak berakibat lebih buruk daripada penyakit penderita.

  • 5/19/2018 Wrap Up Sk3 Git

    28/28

    28

    DAFTAR PUSTAKA

    http://ilmubedah.info/ileus-obstruksi-definisi-etiologi-gambaran-klinik-diagnosis-terapi-prognosis

    http://www.suara-islam.com/index.php

    Anonym. Mechanical Intestinal Obstruction. http://www.Merck.com .(Diakses 21 Mei 2011)

    Faradilla, Nova (2009). Obstruksi Ileus.Fakultas Kedokteran Universitas Riau.Robbins. 2007. Buku Ajar Patologi vol.2 . Ed. 7. Jakarta : EGC. 648-649

    Price, SA ., Wilson, LM . 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Vol 1. Ed.

    6. Jakarta : EGC.

    Fisiologi :

    1. Guyton & Hall, (1996), Textbook of medical physiology. 9th Ed. Pennsylvania. W.B. Saunders

    Company.

    2. Sherwood. L, (2004), Human Physiology: From Cells to System. 5th ed. Singapore. West.

    International Thomson Publishing

    3. Ganong.W.F, (2001), Review of Medical Physiology. 20th Ed The McGraw-Hill Companies.

    Histologi :

    1. Junquiera L.C., Carneiro J, (2007), Histologi Dasar, Text dan Atlas, edisi 10, Penerbit buku

    kedokteran EGC

    Patologi Klinik :1. Siti Boedina Kresno,(2005), Imunologi, Diagnosis dan Prosedur Laboratorim ed FKUI

    2. Sjamsuhidajat r, De Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Jakarta : EGC,2003.

    Anatomi :

    1. Snell, R S. (1997), Clinical Anatomi for Medical Student, 3th edition Indonesia, EGC, Jakarta.