TUGAS IRIGASI

  • Published on
    25-Sep-2015

  • View
    29

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

EVAVOTRANSPIRASI

Transcript

BAB I

KATA PENGANTAR

Air adalah komponen tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Bagi manusia air adalah kebutuhan manusia yang sangat vital, tanpa air manusia tak akan mampu bertahan hidup. Sebagai contoh sekitar 80% komponen tubuh manusia adalah air, selain itu manusia juga menggunakan air sebagai penunjang aktivitas hidupnya, misalnya untuk mandi, mencuci, memasak, pertanian, hingga pembangkit listrik.

Ditinjau dari fungsinya dalam pertanian, air sangat diperlukan untuk mengairi sawah atau biasa dikenal dengan irigasi. Dikarenakan semakin meningkatnya peradaban manusia di muka bumi ini maka perkembangan irigasipun semakin meningkat, manusia selalu berusaha agar sistem irigasi dapat terus berkembang, sehingga dapat menghasilkan sistem yang lebih efisien dan tepat guna. Akan tetapi dalam proses irigasi atau pemberian air untuk tanaman dalam hal ini adalah tanaman padi, tidak dapat dilakukan secara sembarangan, baik cara ataupun perhitungan analitisnya mesti dilakukan dengan cermat, sehingga air yang dialirkan tidak berlebihan atau kurang dan seterusnya.Oleh karena itu dalam tugas ini kami menyajikan cara perhitungan kebutuhan air bagi tanaman, yang diharapkan melalui tugas ini kami dapat mengetahui besarnya kebutuhan air pada proses pertanian.

Kami sangat menyadari penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, karenanya saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan, akhir kata dari kami semoga tugas ini dapat menjadi manfaat bagi semuanya.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Irigasi

Irigasi ( Irrigatie Bahasa belanda ; Irrigation Bahasa inggris ) adalah cara untuk mencukupi kebutuhan air bagi tanaman.

Istilah irigasi menurut PP Nomor : 7 tahun 2001 adalah usaha manusia di dalam menyediakan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi, irigasi permukaan, irigasi bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak. Merupakan pengembangan dan pemantapan dari PP Nomor : 23 tahun 1982 dimana irigasi dimaksudkan sebagai usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian. Sedangkan menurut Hansen, 1992, Irigasi adalah suatu seni yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan keberadaban manusia atau dikatakannya bahwa peradaban manusia ternyata mengikuti perkembangan irigasi, peradaban meningkat dengan meningkatnya daerah yang beririgasi.

Negara RI sejak tahun 1974 telah mengeluarkan UU RI No 11/1974 tentang pengairan, yang berisi tentang kebijakan dasar bagi peraturan-peraturan pelaksanaan tentang pengairan. Pengairan merupakan pemanfaatan dan pengaturan air, meliputi:

Irigasi yaitu usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, baik air permukaan maupun air tanah.

Pengembangan daerah rawa, yaitu pematangan tanah daerah-daerah rawa antara lain untuk pertanian.

Pengendaliaan dan pengairan banjir serta usaha untuk perbaikan sungai, waduk, dan lainnya.

Pengaturan penyediaan air minum, air perkotaan, air industri dan pencegahan terhadap pencemaran atau pengotoran air dan lainnya.Untuk kegiatan eksploitasi dan pemeliharaan bangunan pengairan diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah seperti dalam PP No 23/1982 bahwa: Penyediaan air irigasi pada dasarnya untuk mengairi tanaman, tetapi perlu diperhatikan keperluan, untuk pemukiman, peternakan dan perikanan air tawar.

Penggunaan air irigasi hanya diperkenankan dengan mengambil air dari saluran tersier atau saluran kuarter pada tempat pengambilan yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang.

Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), sangat ditekankan agar memperhatikan perkembangan Daerah Irigasi dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Irigasi secara umum didefinisikan sebagai cara-cara pengelolaan dan pemanfaatan air yang ada (di/pada) tanah untuk keperluan mencukupi pertumbuhan dan tumbuhnya tanam-tanaman terutama bagi tanaman pokok (di Indonesia yang utama ditujukan untuk tanaman padi dan palawija). Lebih umum lagi diartikan sebagai pemanfaatan keberadaan air yang ada di dunia ini tidak saja untuk pertanian tapi untuk kebutuhan dan keperluan hidup dan kelestarian dunia itu sendiri.

1.2 Manfaat Dan Tujuan Irigasi

Maksud dan tujuan irigasi dapat dirumuskan menjadi delapan permasalahan, yaitu:

a. Menambah air ke dalam tanah atau membasahi tanah.

Pemberian air pada waktu tidak hujan atau kurang hujan dimaksudkan agar tanaman mendapatkan air bagi pertumbuhannya, karena air sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan tanaman.

b. Mencukupi kebutuhan air bagi tanaman saat musim kemarau (kering atau saat kekurangan air) dan merabuk.

Seraya mengalirkan air yang mengandung zat-zat makanan bagi tanaman atau lumpur yang baik maka dengan sendirinya kebutuhan air bagi tanaman tercukupi, tanah akan menjadi bertambah subur dan dapat melakukan pertumbuhan dengan baik karena kandungan air yang dialirkan dapat merabuk tanaman.

c. Mendinginkan tanah dan atmosfer atau mengatur suhu tanah.

Adanya perendaman atau pengaliran air muka, suhu tanah menjadi sesuai dengan suhu/ keadaan tanaman. Dalam pertumbuhannya tanaman membutuhkan suhu-suhu tertentu sehingga ada batas-batas tertentu yang harus dipenuhi dan tidak boleh terlalu panas ataupun terlalu dingin.

d. Mengurangi bahaya kebekuan dan gangguan hama tanah lainnya.

Perendaman tanah dapat mengurangi kebekuan dalam tanah dan dapat membasmi hama-hama yang ada di dalam tanah.

e. Membersihkan ( mencuci ), mengurangi kandungan garam dalam tanah.

Di dalam tanah sangat dimungkinkan banyaknya zat-zat kimia yang dapat merugikan tanaman, dengan melakukan penggenangan ada zat-zat yang dapat larut dan terangkut terutama pada saat dilakukan penggantian lapis air.

f. Mengurangi bahaya erosi tanah dan kolmatase.

Bila air dalam keadaan mengalir maka pasti akan terjadi erosi sehingga untuk menguranginya dilakukan penggenangan. Kolmatase dilakukan dengan mengalirkan air yang banyak mengandung lumpur ke daerah yang rendah dengan maksud mengendapkannya maka daerah yang rendah akan terisi lumpur dan semakin lama akan semakin tinggi dari semula.

g. Melunakkan tanah pada saat pengerjaan tanah.

Dengan penggenangan atau pembasahan tanah dalam waktu tertentu diharapkan dapat melunakkan tanah, sehingga mempermudah dalam proses pengerjaan tanah. Adanya gumpalan-gumpalan tanah pun akan berkurang dan dengan mudah akan dapat dihancurkan pada saat pengerjaan tanah.

h. Mempertinggi muka air tanah dan mengurangi adanya penguapan

Adanya penggenangan air akan mempertinggi muka air tanah di sekelilingnya. Secara otomatis air akan meresap dan berusaha untuk menyeimbangkan kedudukannya. Penguapan yang terjadi disetiap saat akan selalu tertutupi/digantikan oleh pemberian air yang dilakukan.1.3 Tentang Air Irigasi

Irigasi biasanya sering digunakan dalam bidang pertanian, contohnya padi, jagung, kedelai, ketela pohon, ubi jalar, kacang tanah, dan lain-lain. Sementara ini, permasalahan yang dibicarakan adalah terbatas pada tiga macam tanaman yaitu tanaman padi, palawija dan tebu, yang harus dapat diselesaikan dengan sistem pemberian air secara irigasi yang diselenggarakan oleh pemerintah namun pihak swastapun dapat bertindak dengan lebih leluasa (dalam keteraturannya) untuk dapat mengelola bisnisnya guna mencukupi kebutuhan akan air bagi tanamannya, sehingga fungsi irigasi sebenarnya dapat lebih luas jangkauannya, tidak hanya untuk tanaman padi, tebu, dan palawija saja tapi bisa tanaman pangan atau tanaman lain yang bermanfaat (bagi bisnisnya).

Masyarakat Indonesia memilih nasi sebagai makanan pokok, walaupun ada sebagian makan ketela pohon, ubi, jagung. Padi merupakan tanaman utama yang penting bagi masyarakat. Walaupun tanaman padi dapat tumbuh ditempat tergenang (digenangi air) dan ditempat kering, tapi hasilnya antara keduanya sangat jauh berbeda. Oleh karenanya petani Indonesia berusaha menanam padinya dengan mempergunakan banyak air, sehingga dengan ketergantungan tanaman padi akan air (hujan), maka sebagai tujuan pokok Ilmu Pengairan atau Irigasi adalah melakukan berbagai cara untuk mencukupi kebutuhan air bagi tanaman, terutama tanaman padi, palawija dan tanaman pokok lainnya.Agar tanah dan air dapat berfungsi, untuk dipergunakan menanam padi, palawija, buah-buahan, rumput atau memelihara ikan, maka diperlukan beberapa syarat air dalam jumlah dan kandungannya, sehingga maksud dari irigasi dapat terpenuhi.

Syarat air terhadap maksud irigasi sangat tergantung untuk tujuan apa irigasi dilakukan. Misalnya:

a) Untuk Membasahi

Mestinya cukup kalau ada air yang tidak membawa akibat negatif atau yang merugikan/membahayakan bagi pertumbuhan/kehidupan tanaman, termasuk zat-zat yang dapat melarutkan kesuburan tanah.

b) Untuk merabuk

Untuk memenuhi keperluan merabuk harus diperhatikan ada tidaknya zat-zat yang ada dalam kandungan air, yang berguna bagi pertumbuhan tanaman, biasanya air yang mengandung lumpur sangat baik untuk tanaman.

c) Untuk KolmataseDiperlukan air yang banyak mengandung lumpur/pasir agar dapat diendapkan, sehingga akan mempercepat proses peninggian permukaan tanah.

Syarat air irigasi untuk kebutuhan tanaman-tanaman/tumbuh-tumbuhan adalah jangan sampai air yang diberikan mengandung zat-zat yang merugikan tanaman. Air yang merugikan bagi tanaman, antara lain adalah air yang mengandung S (sulphure = belerang) atau Cl (chloor), karena secara langsung merugikan tanaman. Air yang baik bagi tanaman, antara lain adalah air yang mengandung N (Nitrogen), P (Phosporus), K (Kalium), Ca (Calsium) dan Fe (Ferrum).

Pengaruh air secara fisik terhadap tanah adalah bila air mengandung zat Fe atau Na, mengakibatkan tanah menjadi padat, akan menutup peredaran udara dalam tanah. Hal ini secara langsung akan merugikan tanaman. Biasanya air yang jernih miskin akan unsur-