Click here to load reader

Sumbatan Saluran Napas Atas

  • View
    445

  • Download
    12

Embed Size (px)

Text of Sumbatan Saluran Napas Atas

OBSTRUKSI SALURAN NAPAS ATASOleh: Dr. R.E. Shofi Loftyani ANATOMI SALURAN NAPAS ATASDEFINISI1,2 Sumbatan saluran napas atas adalah salah satu keadaan suatu keadaan darurat yang harus segera diatasi untuk mencegah kematian. Sumbatan dapat bersifat sebagian, dapat juga sumbatan total. Pada sumbatan ringan dapat mrnyebabkan sesak, sedangkan sumbatan yang lebih berat namun masih ada sedikit celah dapat menyebabkan sianosis (berwarna biru pada kulit dan mukosa membran yang disebabkan kekurangan oksigen dalam darah), gelisah bahkan penurunan kesadaran. Pada sumbatan total bila tidak ditolong dengan segera dapat menyebabkan kematian ETIOLOGI DAN FISIOLOGI1,2,3,4 Sumbatan saluran napas atas dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti infeksi virus dan bakteri, tumor, trauma bakar, reaksi bahan kimia, reaksi alergi, benda asing dan trauma. Sumbatan sering terjadi pada laring dikarenakan menyempitnya jalan napas.1 Pada anak-anak sering terjadi sumbatan akibat benda asing yang ditelan oleh anak tanpa pengawasan orang tua. Benda-benda yang sering tertelan oleh anak-anak adalah koin, kancing dan mainan anak-anak yang kecil. Terkadang juga terdapat makanan yang tersumbat karena terlalu besar.1 Selain benda asing penyebab lain yang cukup sering adalah reaksi alergi. Contoh klasik yang sering terjadi adalah akibat sengatan lebah. Contoh yang lain adalah alergi terhadap makanan, antibiotik (penicillin), dan obat anti hiprtensi (ACE inhibitor). Etiologi yang dapat menyebabkan sumbatan saluran napas atas dibagi menjadi : 1. Benda asing 2. Trauma 3. Neoplasma 4. Infeksi 5. Gangguan neurogenik pada laring

GEJALA KLINIS UMUM OBSTRUKSI SALURAN NAPAS ATAS2Gejala dan tanda sumbatan yang tampak adalah : o Serak (disfoni) sampai afoni o Sesak napas (dispnea) o Stridor (nafas berbunyi) yang terdengar pada waktu inspirasi. o Cekungan yang terdapat pada waktu inspirasi di suprasternal, epigastrium, supraklavikula dan interkostal. Cekungan itu terjadi sebagai upaya dari otot-otot pernapasan untuk mendapatkan oksigen yang adekuat. o Gelisah karena pasien haus udara (air hunger) o Warna muka pucat dan terakhir menjadi sianosis karena hipoksia. Sumbatan saluran napas atas dapat dibagi menjadi 4 derajat berdasarkan kriteria Jackson. 1. Jackson I ditandai dengan sesak, stridor inspirasi ringan, retraksi suprasternal, tanpa sianosis. 2. Jackson II adalah gejala sesuai Jackson I tetapi lebih berat yaitu disertai retraksi supra dan infraklavikula, sianosis ringan, dan pasien tampak mulai gelisah. 3. Jackson III adalah Jackson II yang bertambah berat disertai retraksi interkostal, epigastrium, dan sianosis lebih jelas. 4. Jackson IV ditandai dengan gejala Jackson III disertai wajah yang tampak tegang, dan terkadang gagal napas.

I.Bendaasing16,21Benda asing pada saluran nafas adalah suatu hal yang sering juga dijumpai pada anak-anak. Anak laki-laki terinhalasi benda asing dua kali lebih banyak daripada anak perempuan, dan kira-kira 80% dari penderita adalah anak-anak di bawah umur 4 tahun. Kacang tanah dan kacang kacangan lainnya yang dapat dimakan, merupakan kasus yang terbanyak didapat dan letaknya di bronkhus kanan sedikit lebih banyak daripada di bronkhus kiri. GEJALA Gejala klinis yang terjadi tergantung dari letak benda asing tersebut di saluran nafas. Gejala- gejala ini penting untuk diketahui, supaya diagnosis dapat ditegakkan secepatnya untuk mencegah kerusakan saluran nafas yang lebih parah. Seseorang yang mengalami aspirasi benda asing akan mengalami 3 stadium, yaitu : Stadium pertama merupakan gejala permulaan, yaitu batuk batuk hebat secara tiba tiba, rasa tercekik, rasa tersumbat di tenggorokan, bicara gagap dan obstruksi jalan napas. Stadium kedua, gejala stadium permulaan diikuti oleh interval asimtomatik. Hal ini terjadi karena benda asing tersebut tersangkut,refleks refleks akan melemah dan gejala rangsangan akut menghilang. Stadium ketiga, telah terjadi gejala komplikasi dengan obstruksi, erosi atau infeksi sebagai akibat reaksi terhadap benda asing, sehingga timbul batu batuk, hemoptisis, pnemonia dan abses paru. Benda asing di hidung Hidung tersumbat oleh sekret mukopurulen yang banyak dan berbau busuk di satu sisi rongga hidung, kanan atau kiri, tempat adanya benda asing. Setelah sekret hidung dihisap, benda asing akan tampak dalam kavum nasi. Kadang disertai rasa nyeri, demam, epistaksis dan bersin. Pada pemeriksaan tampak edema dengan inflamasi mukosa hidung unilateral dan dapat terjadi ulserasi. Bila benda asing tersebut adalah binatang lintah, terdapat epistaksis berulang yang sulit berhenti meskipun sudah diberikan koagulan. Pada rinoskopi anterior tampak benda asing berwarna coklat tua, lunak pada perabaan dan melekat erat pada mukosa hidung atau nasofaring. Cara mengeluarkan benda asing dari dalam hidung adalah dengan memakai pengait. Benda asing di laring Benda asing dilaring dapat menutup laring, tersangkut diantara pita suara atau berada di subglotis. Gejala sumbatan laring tergantung pada besar, bentuk dan letak benda asing. Sumbatan total di laring akan menimbulkan keadaan yang gawat biasanya kematian mendadak karena terjadi asfiksia dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan oleh timbulnya spasme laring dengan gejala antara lain disfonia sampai afoni, apne dan sianosis. Sumbatan tidak total di laring dapat menyebabkan gejala suara parau, disfonia sampai afonia, batuk yang disertai sesak, odinofagia, mengi, sianosis, hemoptisis dan rasa subjektif dari benda asing dan dipsnea dengan derajat bervariasi. Jakson membagi sumbatan pada laring menjadi 4 stadium dengan tanda dan gejala : Stadium 1 Cekungan tampak pada waktu inspirasi di suprasternal, stridor pada waktu inspirasi dan pasien masih tenang. Stadium 2 Cekungan pada waktu inspirasi didaerah suprasternal makin dalam, ditambah lagi dengan timbulnya cekungan didaerah epigastrium. Pasien sudah mulai gelisah. Stridor terdengar pada waktu inspirasi. Stadium 3

Cekungan selain didaerah suprasternal, epigastrium juga terdapat di infraklavikula dan sela- sela iga, pasien sangat gelisah dan dispnea. Stridor terdengar pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Stadium 4 Cekungan-cekungan di atas bertambah jelas, pasien sangat gelisah, tampak sangat ketakutan dan sianosis. Jika keadaan ini berlangsung terus maka pasien akan kehabisan tenaga, pusat pernapasan paralitik karena hiperkarpnea. Pasien lemah dan tertidur, akhirnya meninggal karena asfiksia. Pada anak dengan sumbatan total pada laring dapat dicoba dengan memegang anak dengan posisi terbalik, kepala dibawah, kemudian daerah punggung dipukul. Cara lain adalah dengan perasat Heimlich. Pada sumbatan benda asing tidak total di laring, perasat Heimlich tidak dapat digunakan. Dalam hal ini pasien masih dapat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diberi pertolongan dengan menggunakan laringoskop atau bronkoskopi, atau kalau alat alat tersebut tidak ada dilakukan traekostomi. Perasat Heimlich Hentakan perut pada pasien/korban dewasa dan anak yang sadar. 1) Penolong berdiri dibelakang pasien/korban posisikan tangan penolong memeluk diatas perut korban melalui ketiak korban. 2) Sisi genggaman tangan penolong diletakkan diatas perut pasien/korban tepat pada pertengahan antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan 3) Letakkan tangan lain penolong diatas genggaman pertama ,lalu hentakkan tangan penolong kearah belakang dan atas, posisi kedua siku penolong ke arah luar. lakukan hentakan sambil meminta pasien/korban membantu memuntahkannya 4) Lakukan berulang-ulang sampai berhasil / sampai pasien/korban tidak respon / tidak sadar . Hentakan perut pada pasien/korban dewasa dan anak, tidak sadar. 1) Baringkan pasien/korban dalam posisi terlentang. 2) Upayakan memberikan bantuan pernafasan, bila gagal upayakan perbaikan posisi dan coba ulangi pemberian nafas bantuan. Bila gagal lanjutkan kelangkah berikut. 3) Berlututlah demikian rupa sehingga paha pasien/korban diapit oleh lutut penolong lalu tempatkan tumit tangan sedikit diatas pusat tepat pada garis tengah antara pusat dan pertemuan rusuk kiri dan kanan. 4) Lakukan 5 kali hentakan perut ke arah atas 5) Periksa mulut pasien/korban dan lakukan sapuan jari .Bila perlu dapat dilakukan penarikan rahang bawah (pada anak kecil dan bayi dilakukan hanya bila bendanya terlihat). 6) Bila belum berhasil ulangi langkah 2-5 berulang-ulang sampai jalan nafas terbuka. Hentakan dada pada pasien/korban dewasa yang kegemukan atau wanita hamil yang sadar. 1) Berdirilah dibelakang pasien/korban. Lengan memeluk pasien/korban melalui bawah ketiak dibagian dada. 2) Posisikan tangan membentuk kepalan seperti pada hentakan perut tepat di atas pertengahan tulang dada. 3) Lakukan hentakan dada sama seperti pada pasien yang sadar 4) Lanjutkan sampai jalan nafas terbuka atau pasien/korban menjadi tidak sadar. Hentakan dada pada pasien/korban dewasa yang kegemukan atau wanita hamil yang tidak sadar. Langkahnya sama seperti pada pasien/korban dewasa atau anak yang tidak sadar hanya posisi penolong berlutut disamping pasien/korbanletakkan tumit tangan pada pertengahan tulang dada.

II.TraumaLaring23Trauma yang menyebabkan sumbatan jalan napas atas biasanya terjadi pada laring. Trauma pada laring dapat berupa trauma tumpul yang dapat menghancurkan struktur laring juga menyebabkan cedera pada jaringan lunak seperti otot, saraf, dan pembuluh darah. Hal ini dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti leher terpukul oleh tangkai pompa air, leher membentur dash board dalam kecelakaan waktu mobil berhenti tiba-tiba, tertendang atau terpukul waktu berolah raga beladiri, berkelahi, dicekik atau usaha bunuh diri

dengan menggantung diri. Trauma akibat tindakan medik juga dapat menyebabkan sumbatan jalan napas atas seperti tindakan pemasangan endotrakeal tube (ETT) oleh tenaga medis yang kurang terampil sehingga mengakibatkan terjadi pembengkakan jalan napas. Pemakaian ETT yang terlalu lama juga sehingga terjadi stenosis pada laring atau trakea. Gejala klinik o Stridor o Suara serak