STRATEGI PENGEMBANGAN PENGELOLAAN AIR /Strategi... · Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi pengembangan pengelolaan ... pengaturan pengelolaan di daerah ... di daerah Kentheng, Semanggi, Kecamatan Pasar

Embed Size (px)

Text of STRATEGI PENGEMBANGAN PENGELOLAAN AIR /Strategi... · Berdasarkan hasil penelitian mengenai...

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    STRATEGI PENGEMBANGAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERKOTAAN

    (STUDI KASUS IPAL SEMANGGI KOTA SURAKARTA)

    DEVELOPMENT STRATEGY OF URBAN WASTEWATER MANAGEMENT (CASE STUDY SEMANGGI WWTP SURAKARTA CITY)

    TUGAS SKRIPSI

    Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sarjana

    Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik

    Universitas Sebelas Maret

    Surakarta

    Dikerjakan oleh :

    DONI ARIEF KURNIAWAN

    I0106053

    JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA 2011

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vii

    ABSTRACT

    Doni Arief Kurniawan, 2011, Development Strategy of Urban Wastewater Management (Case Study Semanggi WWTP Surakarta City), Thesis. Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Sebelas Maret Surakarta.

    Surakarta need for optimization and maintenance of sanitation systems infrastructure urban environments, which include Waste Water Processing Installation (IPAL) Semanggi. Semanggi WWTP has a wider service area than other waste treatment installations in Surakarta. This study was made to create a strategic step in the development of urban waste water treatment facilities Semanggi WWTP Surakarta.

    This study uses statistical description method with the method of SWOT analysis. SWOT analysis is used to identify factors that produce internal and external aspects of the strength (Strength), weakness (Weakness), opportunities (Opportunity) and threats (Threats) of the problems faced in the management of waste, especially those served by the WWTP Semanggi. Once the factors are known, it can be formulated strategies that are suitable for companies using Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) refers to the internal matrix, the external matrix, SWOT quadrants, and the matrix IE (Internal-External). Based from the results of research on the development strategy of urban waste water treatment (WWTP case study Semanggi Surakarta) produced three of the most attractive alternative strategies for development and proper management of urban waste water. The resulting strategy is the strengthening of policies related to the intensify of dissemination and communication in order to arouse public awareness and involvement of the importance of good sanitation. Maintain coordination with relevant agencies to strengthen the legal regulations. Increase Cash Flow and Levies by utilizing cooperation with relevant parties and the participation of the community.

    Keywords: WWTP, SWOT, Strategy.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vi

    ABSTRAK

    Doni Arief Kurniawan, 2011, Strategi Pengembangan Pengelolaan Air Limbah Perkotaan (Studi Kasus IPAL Semanggi Kota Surakarta), Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kota Surakarta perlu adanya optimalisasi dan pemeliharaan infrastruktur sistem sanitasi di lingkungan perkotaan, yang diantaranya adalah Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) Semanggi. IPAL Semanggi mempunyai daerah layanan yang lebih luas daripada instalasi pengolah limbah lainya yang ada di Surakarta. Penelitian ini dibuat untuk membuat langkah strategis dalam upaya pengembangan pengelolaan air limbah perkotaan dengan fasilitas IPAL Semanggi Surakarta ini. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi statistik dengan metode analisis SWOT. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menghasilkan aspek kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity) dan ancaman (Threats) dari permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan limbah, khususnya yang dilayani oleh IPAL Semanggi. Setelah faktor-faktor diketahui maka dapat dirumuskan strategi yang cocok untuk perusahaan dengan teknik Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) mengacu pada hasil matriks internal, matriks eksternal, kuadran SWOT, dan matriks IE (Internal-Eksternal). Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi pengembangan pengelolaan air limbah perkotaan (studi kasus IPAL Semanggi Kota Surakarta) dihasilkan tiga alternatif strategi yang paling menarik dan tepat untuk pengembangan pengelolaan air limbah perkotaan. Strategi yang dihasilkan adalah penguatan kebijakan terkait dengan mengintensifkan sosialisasi dan komunikasi guna menggugah kesadaran dan partisipasi masyarakat akan pentingnya sanitasi yang baik. Pertahankan koordinasi dengan lembaga terkait untuk memperkuat regulasi hukum. Meningkatkan Arus Kas dan Retribusi dengan memanfaatkan kerjasama dengan pihak terkait dan partisipasi dari masyarakat. Kata Kunci : IPAL, SWOT, Strategi.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    1

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang aktif. Manusia dapat

    secara aktif mengelola dan mengubah ekosistem sesuai dengan apa yang di

    kehendaki. Kegiatan manusia ini dapat menimbulkan berbagai macam gejala yang

    bersifat negatif, diantaranya adalah masuknya energi dan juga limbah bahan atau

    senyawa lain ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan

    tanah yang akan menurunkan kualitas lingkungan hidup.

    Air merupakan kebutuhan pokok kehidupan manusia di bumi ini yang tidak dapat

    melangsungkan hidupnya tanpa tersedianya air. Hidup manusia mutlak

    membutuhkan air, karena dalam penyusun tubuh manusia 85% komponennya

    terdiri dari air. Sesuai dengan kegunaannya, air dipakai sebagai air minum, mandi,

    mencuci, untuk pengairan pertanian, sanitasi, transportasi, baik di sungai maupun

    di laut. Kegunaan air tersebut termasuk sebagai kegunaan air secara konvensional

    (Arya W, 1995).

    Aktivitas rumah tangga banyak yang memanfaatkan air khususnya air bersih

    untuk keperluan sehari-hari. Akibat dari penggunaan air untuk aktivitas rumah

    tangga maka menghasilkan air limbah yang berupa limbah rumah tangga.

    Pencemaran air merupakan salah satu sumber pencemaran yang ada di Indonesia,

    dan limbah rumah tangga adalah sumber penyebab pencemaran yang paling

    dominan. Pencemaran air ini di timbulkan dari sektor-sektor industri maupun

    rumah tangga. Dan akibat dari pencemaran air tersebut adalah menurunnya kadar

    kualitas air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

    Dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010

    pasal 1 butir (1) tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, dinyatakan bahwa

    limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha atau kegiatan

    pemukiman (real estate), rumah makan (restaurant), perkantoran, perniagaan,

    apartemen dan asrama. Sedangkan Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu

    1

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2

    adalah sistem pengolahan air limbah yang dilakukan secara bersama-sama

    (kolektif) sebelum dibuang ke air permukaan (www.menlh.go.id).

    Kota Surakarta mempunyai jumlah penduduk lebih dari 550.000 jiwa dengan laju

    pertumbuhan penduduk rata-rata 0,64% pertahun dalam luas wilayah 44,040 km2.

    Meskipun laju pertumbuhan penduduk relatif rendah namun dengan adanya

    orang-orang yang datang pada siang hari untuk melakukan kegiatan bisnis di Kota

    Surakarta maka penduduk Kota Surakarta seolah-olah menjadi 3 kali lipat dari

    jumlah penduduk sebenarnya. Pengolahan limbah domestik Kota Surakarta telah

    diputuskan dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Surakarta Nomor 002 Tanggal

    26 Juni 1998, menunjuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta

    sebagai pengelola air limbah domestik. Disamping itu juga terdapat Peraturan

    Daerah Nomor 03 Tahun 1999 tanggal 27 Mei 1999 tentang pengolahan limbah

    cair, yang mengatur tentang IPAL, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT),

    jaringan air limbah, sambungan rumah serta peralataan penunjang lainnya. Kota

    Surakarta memiliki 3 unit pengolah air limbah, yaitu IPAL Semanggi, IPAL

    Mojosongo dan IPLT Putri Cempo (Angen Santi, 2010).

    Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas Kota Surakarta yang

    menjadi sentra bagi kota di sekitarnya, dirasakan perlu adanya optimalisasi dan

    pemeliharaan maupun perbaikan infrastruktur secara berkelanjutan. Salah satu

    infrastruktur yang sangat penting diperhatikan adalah perihal perbaikan sistem

    sanitasi di lingkungan perkotaan, diantaranya adalah perbaikan serta

    pengembangan IPAL Semanggi. IPAL Semanggi mempunyai daerah layanan

    yang lebih luas daripada instalasi pengolah limbah lainnya yang ada di Surakarta.

    Pengamatan dan penelaah yang lebih lanjut di IPAL Semanggi sebelum diperluas

    pelayanannya atau dilakukan perbaikan. Oleh karena itu penelitian ini adalah

    membuat langkah strategis dalam upaya pengembangan pengelolaan air limbah

    perkotaan dengan fasilitas IPAL Semanggi Surakarta ini. (www.solopos.co.id).

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    3

    1.2. Rumusan Masalah

    1. Bagaimanakah faktor-faktor internal dan eksternal yang terdapat dalam

    IPAL Semanggi ?

    2. Bagaimanakah strategi pengembangan dalam pengelolaan air limbah di

    IPAL Semanggi ?

    1.3. Tujuan Penelitian

    1. Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal, yakni kekuatan,

    kelemahan, peluang dan ancaman yang terdapat pada IPAL Semanggi.

    2. Mengetahui strategi pengembangan dalam pengelolaan air limbah di IPAL

    Semanggi.

    1.4. Man