of 99 /99
STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN FASILITAS QURBAN PADA BMT AL-MUNAWWARAH TANGERANG SELATAN Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I) Oleh : Kariza Septavi Nim.1110053000046 KONSENTRASI MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2015M/1436H

STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN FASILITAS … · PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi yang berjudul STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN F'ASILITAS QURBAN PADA BMT AL-MTJNAWWARAH telah

  • Author
    others

  • View
    7

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN FASILITAS … · PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi yang berjudul...

  • STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN FASILITAS

    QURBAN PADA BMT AL-MUNAWWARAH

    TANGERANG SELATAN

    Skripsi

    Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

    Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar

    Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

    Oleh :

    Kariza Septavi

    Nim.1110053000046

    KONSENTRASI MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

    JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH

    FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2015M/1436H

  • LEMBAR PERI\YATAAN

    Dengan ini saya menyatakan bahwa:

    1. Skripsi ini merupakan hasil karya saya yang diajukan untuk memenuhi

    salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 di Universitas Islam

    Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

    2. semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya

    cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam

    Negeri ruf$ Syarif Hidayatullah Jakarta.

    3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya atan

    merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima

    sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri Of$ Syarif Hidayatullah

    Jakarta.

    Jakarta, 15 20t5

    Materai

    6000

  • STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABT]NGAI\ FASILITASQIIRBAN PADA BMT AL-MUNAWWARAH

    TAI\GERANG SELATAN

    SKRIPSI

    Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu KomunikasiUntuk Memenuhi Persyaratan MemperolehGelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

    Oleh:

    Kariza SeptaviNIM: 1110053000046

    Di Bawah Bimbingan

    H. Mulkanasir. BA..S.Pd.. MMMP: 19550101 198302 1001

    KONSENTRASI MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAHJT]RUSAN MANAJEMEN DAKWAH

    FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMTJNIKASIT]NIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA20t5Mll436IH

  • PENGESAHAN PANITIA UJIAN

    Skripsi yang berjudul STRATEGI PEMASARAN PRODUKTABUNGAN F'ASILITAS QURBAN PADA BMT AL-MTJNAWWARAHtelah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ilmu Dakwah dan IlmuKomunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakartapada l5 September 2015. Skripsi initelah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Komunikasi

    Islam (S.Kom.I) pada Konsentrasi Manajemen Lembaga Keuangan Syariah

    Program Studi Manajemen Dakwah.

    Jakarta, 1 5 September 2015Sidang Munaqasyah

    I 001

    Anggota,

    Penguji II,

    : 19600803 199703 I 006

    Pembimbing,

    H. Mulkanasir. BA."S.Pd.. MMNIP: 19550101 198302 I 001

    ilt

    Ketua Merangkap Anggota,

    NIP: 19580910 1 703 2 001

    Sekretaris,

    Penguji I,

    NIP: 19580910 I

  • iii

    ABSTRAK

    Kariza Septavi, NIM: 1110053000046, Jurusan Manajemen Dakwah,

    Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Di Bawah Bimbingan H.

    Mulkanasir, BA., S.Pd., MM. Strategi Pemasaran Produk Tabungan

    Fasilitas Qurban Pada BMT Al-Munawwarah Cabang Pamulang

    Persaingan antar BMT pada saat ini semakin ketat, termasuk di dalamnya

    lembaga keuangan syariah. Karena dewasa ini lembaga keuangan syariah sedang

    berkembang. BMT bersaing memperebutkan pasar. Pemasaran merupakan proses

    yang tidak dapat dipisahkan dari perusahaan, begitu pula dengan lembaga

    keuangan syariah. Sejalan dengan hal tersebut, masing-masing BMT harus

    menentukan strategi yang tepat sebagai upaya memenuhi keinginan dan

    kebutuhan nasabahnya. Penerapan strategi pemasaran yang tepat oleh perusahaan

    bertujuan agar dapat bertahan diera persaingan.

    Produk BMT pada saat ini masih baru dikalangan lembaga keuangan

    syariah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sehingga diperlukan

    strategi pemasaran yang tepat dalam memasarkan produk lembaga keuangan

    syariah agar dapat menghadapi persaingan. Produk Tabungan Fasilitas Qurban,

    sebuah produk yang masih baru di pasaran. BMT Al-Munawwarah menetapkan

    Strategi Pemasaran yang tepat untuk memasarkan Produk Tabungan Fasilitas

    Qurban agar dapat dikenal dan diterima oleh masyarakat serta menjaring nasabah

    baru dan mempertahankan nasabah yang lama.

    Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Teknik

    pengumpulan data melakukan Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Teknik

    analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk memaparkan perumusan

    masalah pertama dan kedua. Sedangkan Tujuan dari penelitian ini untuk

    mengetahui strategi pemasaran dan perkembangan produk tabungan fasilitas

    qurban yang diterapkan di BMT AL-Munawwarah.

    Hasil penelitian yang dilakukan, menyimpulkan bahwa produk tabungan

    fasilitas qurban ini adalah produk unggulan dan banyak diminati oleh masyarakat

    serta strategi pemasaran yang dilakukan oleh BMT Al-Munawwarah yaitu

    melakukan proses pemasaran dengan menggunakan brosur, memberikan

    penyuluhan kepada masyarakat, dan membuka pameran produk-produk BMT Al-

    Munawwarah. Dimana proses komunikasi dan silahturahmi menjadi titik sentral

    menjaga mitra atau nasabah baik lama maupun baru agar tetap menggunakan

    produk BMT Al-Munawwarah. Sehingga nilai volume atau setoran dan

    outstanding produk dapat ditingkatkan dan dipertahankan. Perkembangan produk

    tabungan fasilitas qurban dapat dilihat dari segi biaya yang dikenakan pada

    produk simpanan qurban, penulis dapat menyimpulkan bahwa simpanan ini sangat

    terjangkau bagi masyarakat pada umumnya. Dan setiap tahunnya dari segi biaya

    dan nasabah terus meningkat.

    Kata Kunci : Strategi, Pemasaran, dan Produk Gadai Emas Syariah.

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang mengajarkan kepada

    manusia apa yang tidak diketahuinya. Segala puji bagi Allah yang telah

    menganugerahkan berbagai karunia dan nikmat kepada para hamba-Nya. Dia

    membukakan akal pikiran kita dan pemahaman kepada segenap makhluk-Nya.

    Shalawat beserta salam saya haturkan untuk Baginda Nabi Muhammad

    SAW, yang mampu membawa kita dari zaman gelap gulita sampai zaman terang

    benderang. Tak lupa juga untuk para keluarganya, sahabat, dan serta para

    pengikutnya yang tetap beristiqomah di jalan-Nya.

    Penulis menyadari bahwa tujuan penulisan skripsi ini tidak akan terwujud

    tanpa adanya bantuan moril dan materil dari banyak pihak. Untuk itu penulis

    mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :

    1. Dr. H. Arief Subhan, MA selaku dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

    Komunikasi.

    2. Suparto, M.Ed., Ph.D., selaku Wakil Dekan I, Dr. Hj. Roudhonah, MA.,

    selaku Wakil Dekan II, Dr. Suhaimi, Msi., selaku Wakil Dekan III, Fakultas

    Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

    3. Drs. Cecep Castrawijaya, MA., MM dan Drs. Sugiarto, MA., selaku Ketua

    Jurusan dan Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah, yang telah membantu

    penulis menyelesaikan studi di Jurusan Manajemen Dakwah.

    4. H. Mulkanasir, BA., S.Pd., MM selaku Dosen Pembimbing yang tidak pernah

    bosan dalam memberikan begitu banyak masukan kepada penulis dan telah

  • v

    ikhlas meluangkan waktunya untuk membimbing serta memberikan arahan,

    petunjuk, dan saran yang sangat bermanfaat dalam penyelesaian skripsi.

    5. Seluruh dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah

    memberi cahaya berupa ilmu pengetahuan kepada penulis selama penulis

    menempuh studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    6. Seluruh karyawan Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan

    Perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah

    membantu penulis dalam mecari referensi mengenai teori Strategi Pemasaran

    dan Tabungan Fasilitas Qurban.

    7. BMT Al-Munawwarah Cabang Pamulang yang telah memberikan data-data

    penelitian, terutama untuk Bapak Sutanto Samidjan selaku Operasional

    Manager, yang telah banyak meluangkan waktunya untuk penulis.

    8. Ayahanda Bambang Darsono Hasan dan Ibunda Lia Apriyani yang begitu

    baik hati dan tegar dalam dalam segala hal, ikhlas mengasuh, membimbing,

    memberikan segenap cintanya dan tidak terlupa selalu menyertai do’a dalam

    setiap langkahku.

    9. Adikku tercinta Bianca Tiara Amelia, S.Kom.I yang tidak pernah berhenti

    memberikan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan skripsi ini.

    10. Teman-teman seperjuangan di Jurusan Manajemen Dakwah 2010 Lukman,

    Rendy, Farid, Alung, dan lain-lain yang namanya tidak dapat disebutkan satu

    persatu tanpa mengurangi hormat saya, yang selalu memberikan semangat

    dalam menyelesaikan skripsi ini.

  • vi

    Tiada balasan yang dapat penulis berikan selain do’a dan ucapan

    terimakasih, semoga Allah SWT menerima amal baik dan memberi balasan yang

    setimpal atas segala jerih payahnya dan semoga kita semua dalam lindungan-Nya.

    Amiiin. Sepenuhnya penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan.

    Oleh karena itu, baik saran maupun kritik dari para pembaca sangat penulis

    harapkan demi perbaikan untuk selanjutnya. Akhirnya penulis panjatkan rasa

    syukur kepada Alllah SWT yang sangat mendalam dan semoga skripsi ini

    bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan kepada semua pihak pada umumnya.

    Jakarta, 15 September 2015

    Penulis

  • vii

    DAFTAR ISI

    LEMBAR PERNYATAAN ................................................................. i

    LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................... ii

    LEMBAR PENGESAHAN .................................................................. iii

    ABSTRAK ............................................................................................ iv

    KATA PENGANTAR .......................................................................... v

    DAFTAR ISI ......................................................................................... viii

    DAFTAR GAMBAR ............................................................................ xi

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah ................................................. 1

    B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

    1. Pembatasan Masalah .................................................. 5

    2. Perumusan Masalah .................................................. 5

    C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

    1. Tujuan Penelitian ....................................................... 5

    2. Manfaat Penelitian ..................................................... 6

    D. Metode Penelitian

    1. Pendekatan Penelitian ............................................... 7

    2. Subjek dan Objek Penelitian ..................................... 7

    3. Sumber Data .............................................................. 7

    4. Teknik Pengumpulan Data ........................................ 8

    5. Teknik Analisa Data .................................................. 9

    6. Teknik Penulisan Skripsi ........................................... 9

    E. Kajian Pustaka ................................................................ 10

    F. Sistematika Penulisan ..................................................... 12

  • viii

    BAB II LANDASAN TEORI

    A. Konsep Strategi

    1. Pengertian Strategi ................................................... 14

    2. Macam-Macam Strategi ........................................... 17

    3. Langkah-Langkah Strategi ....................................... 18

    B. Konsep Pemasaran ......................................................... 22

    C. Konsep Strategi Pemasaran

    1. Pengertian Strategi Pemasaran ................................ 24

    2. Tujuan Strategi Pemasaran ...................................... 25

    3. Macam-Macam Bauran Pemasaran ........................ 26

    D. Konsep Tabungan Fasilitas Qurban

    1. Pengertian Tabungan .............................................. 28

    2. Pengertian Qurban .................................................. 30

    3 Simpanan Qur’ban.................................................... 32

    BAB III PROFIL UMUM BMT AL-MUNAWWARAH TANGERANG

    SELATAN

    A. Sejarah ........................................................................... 34

    B. Visi, Misi dan Tujuan .................................................... 35

    C. Motto dan Budaya Kerja ............................................... 36

    D. Struktur Organisasi ........................................................ 37

    E. Produk-Produk BMT Al-Munawwarah ........................ 38

    F. Produk Tabungan Fasilitas Qurban di BMT

    Al-Munawwarah .......................................................... 41

  • ix

    BAB IV STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN FASILITAS

    QURBAN PADA BMT AL-MUNAWWARAH TANGERANG

    SELATAN

    A. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban .... 42

    B. Perkembangan Produk Tabungan Fasilitas Qurban ........... 53

    BAB V PENUTUP

    A. Kesimpulan ........................................................................ 57

    B. Saran .................................................................................. 58

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

  • x

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1 : Struktur Organisasi BMT Al-Munawwarah Cabang Pamulang

    Gambar 2 : Matriks Analisis SWOT

    Gambar 3 : Laporan Perkembangan Tabungan Fasilitas Qurban

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar belakang

    Seiring digulirnya sistem perbankan syariah pada pertengahan tahun

    1990-an di Indonesia. Beberapa lembaga keuangan syariah (LKS) tumbuh

    dan berkembang pesat di Indonesia. Lembaga-lembaga keuangan mempunyai

    kedudukan yang sangat penting sebagai lembaga ekonomi berbasis syari’ah

    di tengah proses pembangunan ekonomi. Berdirinya lembaga keuangan

    syari’ah merupakan implementasi dari pemahaman umat Islam terhadap

    prinsip-prinsip dalam hukum ekonomi islam, selanjutnya direfresentasikan

    dalam bentuk ekonomi Islam.

    Kegiatan perekonomian terus berkembang dan berubah, sejalan

    dengan perkembangan dan perubahan zaman. Pada saat ini, perekonomian

    tidak bisa terlepas dari peran jasa lembaga keuangan. Dari sekian banyak

    lembaga keuangan syari’ah, BMT merupakan lembaga ekonomi Islam yang

    dibagun berbasis keumatan, sebab dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat,

    dari segi jumlah BMT merupakan lembaga keuangan syariah yang paling

    banyak apabila dibanding dengan lembaga-lembaga keuangan syariah

    lainnya.1

    Kehadiran BMT di Indonesia, selain ditujukan untuk meningkatkan

    taraf hidup dan kesejahterahan masyarakat di bidang ekonomi, juga memiliki

    1 Hendi Suhendi, BMT dan Bank Islam, (Bandung: Pusaka Bani Quraisy, 2004), Cet. Ke-

    1, h. 5

  • 2

    misi penting bagi pemberdayaan usaha kecil menengah di wilayah kerjanya.

    Hal ini didasarkan pada visi BMT bahwa pembangunan ekonomi hendaknya

    dibangun dari bawah melalui kemitraan usaha.

    Dengan lahirnya lembaga keuangan mikro syariah (BMT) yang

    beroperasi berdasarkan sistem bagi hasil sebagai alternatif pengganti bunga,

    merupakan peluang bagi umat Islam untuk memanfaatkan jasa BMT

    seoptimal mungkin dan tanpa adanya keraguan.2

    Sejalan dengan itu persaingan antara lembaga keuangan syariah

    menjadi semakin ketat, Sejalan dengan itu persaingan antara lembaga

    keuangan syariah menjadi semakin ketat, masing-masing lembaga keuangan

    syariah berlomba mendapatkan keuntungan yang optimal dan juga meraih

    pengaruh pasar yang besar sesuai dengan tujuan dan sasaran lembaga

    keuangan syariah itu sendiri.

    Kemampuan sesuatu lembaga keuangan dalam usaha mencapai

    tujuannya ditentukan oleh unsur-unsur yang terkait dalam pengorganisasian

    dan pengoperasian lembaga keuangan syariah tersebut, salah satunya adalah

    bagaimana cara memasarkan produknya kepada masyarakat.

    Suatu lembaga keuangan yang berorientasi terhadap perolehan laba

    (keuntungan) sudah pasti membutuhkan apa yang disebut dengan pemasaran.

    Pemasaran adalah suatu proses sosial dan melalui proses itu individu dan

    kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara

    2 Warkum Sumitro, Asas-Asas Perbankan Islam dan Lembaga-lembaga Terkait (BMI dan

    Takaful di Indonesia), (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), Cet. Ke-3, h. 49

  • 3

    menciptakan dan mempertukarkan produk ataupun jasa dan nilai dengan

    individu dan kelompok lain.3

    Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang

    berorentasi profit maupun usaha-usaha sosial. Kegiatan pemasaran

    merupakan suatu kebutuhan utama dan sudah merupakan suatu keharusan

    untuk dijalankan. Dalam melakukan kegiatan pemasaran suatu perusahaan

    memiliki tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan jangka panjang maupun

    tujuan jangka pendek. Dalam jangka panjang dilakukan untuk

    mempertahankan produk-produk yang sudah ada agar tetap eksis. Sedangkan

    tujuan jangka pendek biasanya merebut hati konsumen terutama untuk

    produk yang baru.

    Dua sasaran pemasaran yang utama adalah menarik konsumen baru

    dengan menjanjikan nilai yang unggul dan mempertahankan konsumen saat

    ini dengan memberikan kepuasan.4 Disamping itu dalam strategi pemasaran

    perusahaan harus memperhatikan penjelasan mengenai produk, upaya-upaya

    yang dilakukan dalam pemasaran, keputusan yang diambil serta strategi yang

    diimplementasikannya yaitu strategi pemasaran.

    Berdasarkan uraian di atas dapat dilihat bahwa lembaga keuangan

    seperti BMT memerlukan adanya strategi dalam memasarkan produk-produk

    yang ditawarkan kepada nasabah, hal ini untuk menarik minat nasabah untuk

    menyimpan dananya atau pun melakukan suatu bentuk peminjaman kepada

    3 Philip Khotler, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian,

    (Jakarta: Erlangga, 1996), Jilid. 2, h. 20 4 Hendra Teguh dan Ronny. A. Rusli, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan,

    Implementasi dan Control, (Jakarta: Prehallindo, 1997), Jilid. 1, h. 18

  • 4

    BMT. Karena dengan adanya strategi pemasaran yang baik pada suatu BMT

    maka eksistensi dari BMT tersebut akan selalu ada dan dapat di percaya

    masyarakat.

    Dalam hal ini BMT Al-Muawwarah Tanggerang Selatan merupakan

    suatu lembaga keuangan syariah yang kegiatannya berupa penghimpunan

    dana dan pemberian jasa berdasarkan prinsip syariah yang salah satu

    produknya adalah Tabungan Fasilitas Qurban (TAFAQUR) yang merupakan

    suatu inventasi yang mana nasabah menitipkan dananya guna memenuhi

    perencanaan keuangan dalam mewujudkan keinginannya untuk berqurban,

    dengan prinsip mudharabah al-mutlaqah. Dengan menggunakan produk

    tabungan fasilitas qurban ini di BMT Al-Munawwarah bisa mewujudkan

    keinginan masyarakat yang ingin berqurban.

    Keistimewaan BMT ini adalah memiliki Produk Tabungan Fasilitas

    Qurban yang mana BMT yang lain tidak memiliki tabungan tersebut.

    Tabungan ini di BMT Al-Munawwarah untuk setoran awal minimal Rp

    20.000,-, maka dengan biaya yang cukup terjangkau minat masyarakat untuk

    menabung di BMT Al-Munawwarah cukup meningkat tiap tahunnya.

    Dengan melihat keterangan dan uraian diatas maka penulis merasa

    tertarik untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan “Strategi

    Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban Pada BMT Al-

    Munawwarah Tangerang Selatan”.

  • 5

    B. Pembatasan dan perumusan Masalah

    1. Pembatasan Masalah

    Melihat pembahasan mengenai latar belakang yang telah di uraikan

    diatas, maka akan banyak masalah yang memerlukan kajian secara luas.

    Oleh karena itulah untuk lebih jelasnya, penulis akan membatasi ruang

    lingkup kajian pembahasan hanya pada seputar:

    a. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban Pada BMT Al

    Munawwarah

    b. Perkembangan Produk Tabungan Fasilitas Qurban Pada BMT Al-

    Munawwarah Tangerang Selatan

    2. Perumusan Masalah

    Dari pembatasan masalah tersebut, maka dapat dirumuskan bahwa

    pokok-pokok permasalahan yang dibahas adalah sebagai berikut:

    a. Bagaimana Strategi Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban

    Pada BMT Al-Munawwarah?

    b. Bagaimana Perkembangan Produk Tabungan Fasilitas Qurban Pada

    BMT Al-Munawwarah Tangerang Selatan?

    C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

    1. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan perumusan masalah yang telah dirumuskan oleh

    penulis di atas maka ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam

    penyelesaian skripsi ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • 6

    a. Memenuhi tugas akademik yang merupakan syarat dan kewajiban

    bagi setiap mahasiswa dalam rangka menyelesaikan studi tingkat

    sarjana program Strata 1 (S1) di Universitas Islam Negeri Syarif

    Hidayatullah Jakarta Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

    dengan gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

    b. Mendapatkan pemahaman tentang bagaimana strategi pemasaran BMT

    Al Munawwarah dalam Memasarkan Produk Tabungan Fasilitas

    Qurban.

    c. Lebih mengenal bagaimana perkembangan produk tabungan fasilitas

    qurban di BMT Al-Munawwarah Tangerang Selatan

    2. Manfaat Penelitian

    Dengan adanya penelitian ini, semoga dapat memberikan manfaat

    bagi beberapa pihak, antara lain :

    a. Akademik

    Menambah khazanah kepustakaan Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

    dan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa, staf pengajar dan

    lainnya.

    b. Praktis

    Dapat digunakan sebagain informasi dan sumber ilmu pengetahuan

    serta memberikan gambaran tentang optimalisasi peran BMT untuk

    memasarkan Produk Tabungan Fasilitas Qurban, dan mampu

    memberikan sumbangan pemikiran bagi ilmu Syariah pada umumnya

  • 7

    dan keuangan Islam dan khususnya, serta menjadi rujukan penelitian

    berikutnya tentang strategi pemasaran BMT Al-Munawwarah dalam

    Memasarkan Produk-Produknya.

    D. Metodologi Penelitian

    1. Pendekatan Penelitian

    Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah dengan pendekatan

    penelitian kualitatif yaitu dengan menganalisis data secara deskriptif,

    untuk menggambarkan tentang strategi pemasaran BMT Al Munawwarah

    dalam memasarkan produk tabungan fasilitas qurban.

    2. Subjek dan Objek Penelitian

    Subjek dalam penelitian ini adalah BMT Al Munawwarah yang

    berada di wilayah Tangerang Selatan yang beralamat jalan komplek

    Masjid Al Muhajirin, Perumahan Bukit Pamulang Indah Blok A-18

    Pamulang Tangerang-Selatan Banten.

    Sedangkan objek penelitian dalam penelitian ini adalah Strategi

    Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban pada BMT Al-

    Munawwarah Tangerang Selatan.

    3. Sumber Data

    Dalam penelitian ini diharuskan menggunakan data, maka dalam

    penyusunan skripsi ini, penulis mengelompokkan data sesuai dengan

    karakteristiknya, yaitu :

  • 8

    a. Data Primer

    Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama yaitu

    hasil wawancara yang diperoleh langsung dari obyek penelitian.5

    Dimana data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Dengan

    teknik pengumpulan data pada karyawan BMT AL Munawwarah

    Tangerang Selatan.

    b. Data Skunder

    Data skunder merupakan data yang diperoleh dari perpustakaan,6

    seperti buku-buku serta sumber lainnya yang berkaitan dengan materi

    penulisan skripsi ini.

    4. Teknik Pengumpulan Data

    Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penulisan ini,

    maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :

    a. Dokumentasi

    yaitu teknik pengumpulan data berdasarkan data-data yang tidak

    langsung dapat berbentuk foto dan arsip (dokumen) yang berisikan

    data-data dari BMT Al-Munawwarah.Yang dijadikan objek penelitian.

    b. Observasi

    Mendapatkan data dari objek penelitian dengan cara mendatangi

    langsung ke objek penelitian. Dalam hal ini BMT Al Munawwarah

    guna melihat secara dekat bagaimana peranan strategi BMT Al

    Munawwarah dalam memasarkan Produk Tabungan Fasilitas Qurban.

    5 Suharsimi Arikunto, “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik”, (Jakarta: Rineka

    Cipta, 2010), Ed. Revisi 2010, cet. Ke-14, h. 22 6 Suharsimi Arikunto, “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik”, h. 22

  • 9

    c. Interview (Wawancara),

    yaitu salah satu cara untuk memperoleh data melalui infomasi

    komunikasi dengan karyawan BMT Al-Munawwarah Tangerang

    selatan untuk mendapatkan pemasukan yang berhubungan dan berguna

    dalam bidang yang akan diteliti sebagai bahan penelitian skipsi ini.

    5. Teknik Anaslisa Data

    Penulis, menganalisa data dengan menggunakan penelitian dalam

    pelaksanaannya penganalisaan dilakukan dengan menggunakan langkah-

    langkah sebagai berikut:

    a. Menelaah semua data yang diperoleh baik dari sumber primer maupun

    dari sumber skunder.

    b. Melakukan klasifikasi terhadap data yang terkumpul sesuai dengan

    masalah yang diteliti.

    c. Menghubungkan data yang terpilih dengan teori yang sudah

    dikemukakan dalam kerangka pemikiran.

    d. Penarikan kesimpulan dari data-data yang dianalisis.

    6. Teknik Penulisan Skripsi

    Adapun teknik penulisan skripsi ini sesuai dengan kaidah-kaidah

    penulisan skripsi pada buku “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi,

    Tesis dan Disertasi) yang diterbitkan oleh CeQDA (Center for Quality

    Development and Assurance) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.7

    7 Hamid Nasuhi dkk. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi),

    diterbitkan oleh CeQDA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, cet. II April 2007

  • 10

    E. Kajian Pustaka

    Berdasarkan telaah yang sudah dilakukan terhadap beberapa sumber,

    kepustakaan, penulis meliput bahwa apa yang merupakan masalah pokok

    penelitian tampaknya sangat penting dan prospektif, karena pembahasan

    tentang Strategi Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban pada BMT Al-

    Munawwarah Tangerang Selatan sangatlah berguna agar masyarakat

    khususnya masyarakat menengah kebawah mengetahui bahwa di Lembaga

    Keuangan Syariah terdapat Produk Tabungan Fasilitas Qurban. Adapun kajian

    pustaka yang digunakan penulis adalah:

    1. Pada tahun 2013 telah ditulis skripsi atas nama Mutiah Prodi Lembaga

    Keuangan Syariah, Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Ilmu Dakwah

    dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan judul

    “Strategi Pemasaran Produk Mitra Iqra’ Plus Pada Divisi Syariah AJB

    BumiPutrea 1912” Dalam penelitian ini membahas tentang strategi

    pemasaran produk mitra iqra’ plus pada asuransi AJB BumiPutera 1912.

    Dan strategi pemasaran yang diterapkan oleh AJB BumiPutera 1912 Divisi

    Syariah adalah dengan menggunakan saluran distribusi sistem agency di

    mana proses pemasaran produk diandalkan pada agen-agen penjualan

    handal yang dimiliki oleh AJB BumiPutera 1912 Divisi Syariah.

    2. Pada tahun 2014 telah ditulis skripsi atas nama Hikmawati Prodi

    Perbankan Syariah, jurusan Muamalat, Fakultas Syariah dan Hukum UIN

    Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan judul “Strategi Pemasaran Produk

    Simpanan Qurban Pada BMT Al-Fath”. Dalam penelitian ini membahas

  • 11

    tentang strategi pemasaran produk simpanan qurban di BMT Al-Fath.

    Strategi pemasaran yang diterapkan Bank Syariah Mandiri adalah dengan

    diadakan ceramah keagamaan secara rutin kepada masyarakat, brosur-

    brosur yang menarik dan agamis. Sistem pemasaran dengan sistem jemput

    bola, dan yang terakhir mengadakan buka puasa bersama pada bulan suci

    ramadhan, mitranya maupun masyarakat sekitarnya.

    3. Pada tahun 2008 telah ditulis skripsi atas nama Atep Misbahudin, Prodi

    Perbankan Syariah, Jurusan Muamalah, Fakultas Syariah Dan Hukum UIN

    Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan judul “Strategi Pemasaran Produk

    Gadai Emas (Rahn) pada BPRS PNM Al-MA’SOEM dalam

    Meningkatkan Pendapatan Bank”. Dalam penelitian ini membahas tentang

    strategi pemasaran dalam meningkatkan pendapatan Bank. Strategi yang

    diterapkan BPRS PNM AL-MA’SOME diantaranya yaitu membina dan

    menekan pertumbuhan kaum dhu’afa sehingga terbentuk dasar yang kuat,

    melakukan penyebarluasan informasi tentang BPRS melalui tokoh

    masyarakat dan nama yayasan al-Ma’some itu sendiri yang sudah terkenal

    dikalangan masyarakat Jawa Barat khususnya Bandung dan sekitarnya.

    Perbedaan skripsi penulis dengan skripsi terdahulu bahwa penelitian

    ini di fokuskan pada strategi pemasaran yang digunakan oleh BMT Al-

    Munawwarah dalam memasarkan Produk Tabungan Fasilitas Qurban.

  • 12

    F. Sistematik Penulisan

    BAB I PENDAHULUAN

    Pada bab ini penulis membahas pendahuluan dengan sub-sub :

    Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan Perumusan Masalah,

    Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metode Penelitian, Review Studi

    Terdahulu, Sistematika Penulisan.

    BAB II LADASAN TEORI

    Bab ini membahas tentang konsep strategi, pemasaran dan produk

    tabungan fasilitas qurban.

    BAB III PROFIL UMUM BMT Al-MUNAWWARAH CABANG

    PAMULANG

    Bab ini Menyajikan data yang menjadi bahan penelitian yaitu

    mengenai Sejarah BMT Al-Munawwarah Tangerang Selatan, visi

    misi, fungsi, dan struktur organisasi. Serta produk Tabungan

    Fasilitas Qurban.

    BAB IV STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN

    FASILITAS QURBAN PADA BMT AL-MUNAWWARAH

    TANGERANG SELATAN

    Bab ini menjelaskan mengenai Analisis Deskriptif terkait Strategi

    Pemasaran pada Produk Tabungan Fasilitas Qurban dan

    Perkembangan Produk Tabungan Fasilitas Qurban.

  • 13

    BAB V PENUTUP

    Bab ini merupakan bagian terakhir penulisan yang akan

    menunjukkan pokok-pokok penting dari keseluruhan pembahasan

    ini. Bagian ini menunjukkan jawaban ringkas dari permasalahan

    yang dibahas pada bagian permasalahan di atas yang berisi

    kesimpulan dan saran.

  • 14

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Konsep Strategi

    1. Pengertian Strategi

    Kata strategi mempunyai arti “rencana”.1 Dalam Kamus Besar

    Bahasa Indonesia, strategi memiliki arti rencana yang cermat mengenai

    kegiatan untuk mencapai sasaran khusus yang dituju.2

    Strategi dalam kamus bahasa Indonesia adalah ilmu siasat perang,

    siasat atau akal untuk mencapai suatu maksud dan tujuan yang telah

    direncakanan.3

    Secara Etimologi, strategi berasal dari bahasa Yunani Strategos

    yang berarti Jendral.4 Strategi pada mulanya dari peristiwa peperangan,

    yaitu sebagai suatu siasat untuk mengalahkan musuh. Namun pada

    akhirnya strategi berkembang untuk

    kegiatan organisasi termasuk keperluan ekonomi, sosial, budaya

    dan agama.

    Dalam kamus Manajemen istilah Strategi adalah rencana yang

    cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus dan saling

    1 Eko Endarmoko, Tesaurus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,

    2006), h. 613 2 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai

    Pustaka, 2007), Ed. Ke-3, h. 1092 3 Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern, (Jakarta: Pustaka Amani,

    1996), h. 462 4 George A Stainer, Kebijakan dan Strategi Manajemen, (Jakarta: Erlangga, 1997), h. 18

  • 15

    hubungan dalam waktu dan ukuran.5 Dalam sebuah perusahaan, strategi

    merupakan salah satu faktor terpenting agar perusahaan dapat berjalan

    dengan baik. Strategi menggambarkan arah bisnis yang mengikuti

    lingkungan yang dipilih merupakan pedoman untuk mengalokasikan

    sumber daya usaha suatu organisasi. 6

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan strategi adalah

    seni atau ilmu yang menggunakan sumber daya untuk melaksanakan

    kegiatan tertentu.7 Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pengertian

    strategi, penulis mengedepankan pengertian strategi yang dikemukankan

    beberapa pakar diantaranya:

    a. Menurut A.M Kardiman, “Strategi adalah penentuan tujuan utama

    yang berjangka panjang dan sasaran dari suatu perusahaan atau

    organisasi serta pemilikan cara-cara bertindak dan mengalokasikan

    sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan tersebut”. 8

    b. Menurut Onong Uchyana Efendi, “Strategi pada hakikatnya adalah

    perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan,

    akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi

    sebagai peta jalan yang hanya memberikan arah saja, melainkan harus

    mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya”.9

    c. Menurut Sondang Siagian, “Strategi adalah cara yang terbaik untuk

    5 B.N Marbun, Kamus Manajemen, (Jakarta: Pustaka Sinar Harian, 2003), h. 340

    6 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: Andi, 2002), Ed. Ke-2, h. 3

    7 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:

    Balai Pustaka, 1997), h. 199 8 A.M Kardiman, Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta: Pronhallindo), h. 58

    9 Onong Uchyana Efendi, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung: Remaja

    Rosdakarya, 1992), h.6

  • 16

    mempergunakan dana, daya dan tenaga yang tersedi, sesuai dengan

    tuntutan perubahan lingkungan.10

    d. Menurut George Stainer dan Jhon Minner, strategi adalah penetapan

    misi perusahaan, penetapan sasaran organisasi, dengan mengingat

    kekuatan eksternal dan internal, perumusan kebijakan dan strategi

    tertentu untuk mencapai sasaran dan memastikan implementasinya

    secara tepat, sehingga tujuan dan sasaran utama organisasi akan

    tercapai.11

    e. Menurut William F. Glueck, yang dikutip dalam buku Amirullah, et.

    Al, Strategi merupakan sesuatu yang dipersatukan, bersifat

    kompeherensif terintegrasi yang berhubungan atau lembaga terhadap

    tantangan lingkungan dan dirancang untuk meyakinkan bahwa sejarah

    dasar perusahaan atau organisasi akan dicapai dengan pelaksanaan

    yang tepat oleh organisasi yang menerapkannya”.12

    Dari pengertian strategi yang dikemukakan oleh para pakar di atas,

    penulis menyimpulkan bahwa strategi merupakan suatu cara untuk

    mencapai suatu tujuan jangka panjang perusahaan atau organisasi, terlebih

    dahulu memperhatikan segala kemungkinan yang akan terjadi, dan

    mempersiapkan segala potensi yang ada. Dengan begitu strategi

    mempunyai peranan penting untuk keberhasilan usaha perusahaan

    umumnya pemasaran dan khususnya.

    10

    Sondang Siagian, Analisis Serta Perumusan Kebijaksanaan dan Strategi Organisasi,

    (Jakarta: Gunung Agung, 1986), Cet. Ke-2, h. 17 11

    George Stainer dan Jhon Minner, Manajemen Strategik, (Jakarta: Erlangga), h. 20 12

    Amirullah dan Sri Budi Cantika, Manajemen Strategi, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2000),

    Cet. Ke-1, h. 4

  • 17

    2. Macam-Macam Strategi13

    a. Strategi Pemimpin Pasar (Market Leader)

    Pemimpin pasar adalah perusahaan yang diakui oleh industri yang

    bersangkutan sebagai pemimpin. Perusahaan yang dominan selalu

    ingin tetap nomor satu. Sikap ini mendorongnya untuk mengambil

    tindakan ke-3 arah yaitu mengembangkan pasar keseluruhan,

    melindungi pangsa pasar, dan memperluas pangsa pasar.

    b. Startegi Pemantang Pasar (Market Challenger)

    Penantang pasar adalah perusahaan yang secara konstan mencoba

    memperbesar pangsa pasar mereka. Yang dalam usaha tersebut

    mereka berhadap secara terbuka dan langsung dengan pemimpin

    pasar. Strategi yang dilakukannya adalah dengan menentukan lawan

    dan sasaran strategi serta memilih strategi penyerangnya.

    c. Strategi Pengikut Pasar (Market Follower)

    Pengikut pasar adalah perusahaan yang mengambil sikap tidak

    mengusik pemimpin pasar dan hanya puas dengan cara menyesuaikan

    diri terhadap kondisi-kondisi pasar.

    d. Strategi Penggarap Ceruk Pasar (Market Nicher)

    Penggarap ceruk pasar adalah perusahaan yang khususkan diri

    melayani sebagai pasar yang diabaikan perusahaan besar, dan

    menghindari bentrok dengan perusahaan besar. Strategi yang

    dilakukan adalah spesialisasi dalam hal pasar, konsumen, produk, dan

    13

    M. Ismail Yusanto dan M. Karebet Widjakusuma, Menggasa Bisnis Islam, (Jakarta :

    Gip, 2002), h. 319

  • 18

    sebagainya.

    3. Langkah-Langkah Strategi

    Proses strategi terdiri dari tiga langkah:

    a. Perumusan Strategi

    Perumusan strategi ini di dalamnya termasuk mengembangkan

    tujuan, mengenali peluang dan ancaman eksternal, menetapkan

    kekuatan dan kelemahan internal, menghasilkan strategi alternative

    dan memilih strategi yang akan dilaksanakan. Dalam perumusan

    strategi juga ditentukan suatu sikap untuk memutuskan, memperluas,

    menghindari atau melakukan suatu keputusan dalam proses

    kegiatan.14

    Pada tahap perumusan strategi perusahaan secara berkala

    mengkaji kembali misi dan tujuan perusahaan serta merumuskan

    strategi yang sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan tersebut.

    Misi dan tujuan perusahaan dapat mengalami perubahan sesuai

    dengan strategi yang dipilih oleh perusahaan. Sebagai contoh

    perusahaan yang melakukan perubahan secara radikal (radical

    change) dapat mengubah visi, misi, dan tujuan perusahaan sesuai

    dengan strategi yang dipilih oleh pimpinan perusahaan.15

    Sebagaimana halnya visi, misi, dan tujuan perusahaan dapat

    mengalami perubahan karena strategi perusahaan berubah-ubah,

    demikian halnya startegi pun dapat berubah-ubah disesuaikan

    14

    Fred R David, Strategic Management Concepts and cases, (New Jersey: Prentice Hall,

    2001), h. 5 15

    Ismail Solihin, Manajemen Strategik, (Bandung: Erlangga, 2012), h. 82

  • 19

    dengan tujuan perusahaan yang baru. Dengan demikian formulasi

    strategi akan mengacu ke tujuan yang ingin dicapai oleh perusahan.16

    Selain merumuskan misi, tujuan dan strategi yang saling

    memiliki kesesuaian satu sama lain (compatible), perusahaan juga

    harus merumuskan kebijakan yang akan menjadi panduan bagi

    seluruh sumber daya manusia perusahaan dalam melakukan

    implementasi startegi baik pada tingkat korporasi, fugsional, maupun

    unit usaha.17

    Perumusan strategi ini di dalamnya termasuk mengembangkan

    tujuan, mengenali peluang dan ancaman eksternal, menetapkan

    kekuatan dan kelemahan internal, menghasilkan strategi alternative

    dan memilih strategi yang akan dilaksanakan. Dalam perumusan

    strategi juga ditentukan suatu sikap untuk memutuskan, memperluas,

    menghindari atau melakukan suatu keputusan dalam proses

    kegiatan.18

    b. Implementasi Strategi

    Tujuan dan strategi perusahaan yang telah dibuat akan dapat

    di implementasikan dengan baik apabila tujuan dan strategi tersebut

    dituangkan ke dalam rangkaian kegiatan dalam bentuk program yang

    terjadwal dengan jelas serta memperoleh alokasi sumber daya yang

    memadai yang telah dituangkan dalam bentuk anggaran (budget)

    16

    Ismail Solihin, Manajemen Strategik, h. 82 17

    Ismail Solihin, Manajemen Strategik 18

    Ismail Solihin, Manajemen Strategik

  • 20

    yang akan mendukung semua program.19

    Program-program yang dibuat oleh perusahaan selanjutnya

    harus didukung dengan prosedur yang menjelaskan secara rinci

    bagaimana suatu kegiataan atau pekerjaan harus dilakukan. Prosedur

    akan menjelaskan berbagai aktivitas yang harus dilakukan untuk

    menyelesaikan suatu program. Selain itu perusahaan harus

    mengembangkan struktur organisasi yang akan memudahkan

    implementasi strategi (strategy implementation) yang telah dipilih

    perusahaan.20

    Di dalamnya termasuk menciptakan struktur organisasi yang

    efektif, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan

    sistem informasi yang diterima. Implementasi strategi sering disebut

    tahap tindakan, karena implementasi berarti memobilisasi manusia

    yang ada dalam sebuah organisasi untuk mengubah strategi yang

    dirumuskan menjadi tindakan. Tahap ini merupakan tahap yang

    paling sulit karena memerlukan kedisiplinan, komitmen dan

    pengorbanan. Kerjasama juga merupakan kunci dari berhasilnya atau

    tidaknya implemetasi strategi.21

    c. Evaluasi Strategi

    Tahap akhir dari strategi ini adalah evaluasi implementasi

    strategi. Evaluasi strategi diperlukan karena keberhasilan yang telah

    dicapai dapat diukur kembali untuk menetapkan tujuan berikutnya.

    19

    Ismail Solihin, Manajemen Strategik, h. 82 20

    Ismail Solihin, Manajemen Strategik 21

    Fred R David, Strategic Management concept and cases, h. 6

  • 21

    Evaluasi menjadi tolak ukur untuk strategi yang akan dilaksanakan

    kembali oleh suatu organisasi dan evaluasi sangat diperlukan untuk

    memastikan sasaran yang dinyatakan telah dicapai. Ada tiga aktifitas

    mendasar untuk mengevaluasi strategi:22

    1) Meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi

    dasar strategi yang sekarang. Adanya perubahan yang ada akan

    menjadi satu hambatan dalam pencapaian tujuan, begitu pula

    dengan faktor internal yang diantaranya strategi tidak efektif

    atau hasil implementasi yang buruk dapat berakibat buruk pula

    bagi hasil yang akan dicapai.

    2) Mengukur prestasi, yakni membandingkan hasil yang

    diharapkan dengan kenyataan. Prosesnya dapat dilakukan

    dengan menyelidiki penyimpanan dari rencana, mengevaluasi

    prestasi individual, dan menyimak kemajuan yang dibuat ke

    arah pencapaian sasaran yang dinyatakan. Criteria untuk

    mengevaluasi strategi harus dapat diukur dan mudah dibuktikan,

    kriteriaa yang meramalkan hasil lebih penting dari pada kriteia

    yang mengungkapkan apa yang terjadi.

    3) Mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa prestasi

    sesuai rencana. Dalam hal ini tidak harus berarti bahwa strategi

    yang ada yang ditinggalkan atau harus merumuskan strategi

    yang baru. Tindakan korektif diperlukan bila tindakan atau hasil

    22

    Fred R David, Strategic Management concept and cases, h. 6

  • 22

    tidak sesuai dengan yang dibayangkan semula atau pencapaian

    yang diharapkan.

    B. Konsep Pemasaran

    Pemasaran suatu faktor penting dalam siklus yang bermula dan

    berakhir dalam kebutuhan konsumen, dimana pemasaran harus dapat

    menafsirkan kebutuhan-kebutuhan konsumen dan mengkombinasikannya

    dengan data pasar. Kebanyakan orang mengatakan bahwa pemasaran adalah

    serangkaian kegiatan ekonomi yang mencakup penjualan, permintaan atau

    pembelian dan harga. Padahal pemasaran tidak hanya mencakup itu, tetapi

    pemasaran lebih luas dari kegiatan penjualan. Oleh karena itu pemasaran

    adalah kegiatan vital dalam beberapa organisasi baik organisasi profit

    maupun non profit yang didalamnya menyediakan barang dan pelayanan.

    Maka keberhasilannya tergantung sekali pada kemampuan dari organisasi

    tersebut dalam memahami dan menemukan segala yang dibutuhkan

    pelanggannya.

    Pemasaran berhubungan dan berkaitan dengan suatu proses

    mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan masyarakat. Salah

    satu dari definisi pemasaran yang terpendek adalah memenuhi kebutuhan

    secara menguntungkan.23

    23

    M. Nur Rianto, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2010),

    Cet. Ke-1, h. 6

  • 23

    Di bawah ini beberapa definisi tentang pemasaran dari beberapa para

    ahli:

    a. Di dalam Kamus Manajemen, Pemasaran adalah kegiatan utama suatu

    perusahaan untuk memperkenalkan produk yang dihasilkannya melalui

    promosi dan iklan sehingga calon pembeli tertarik untuk membeli produk

    yang bersangkutan, menurut definisi “institute of marketing” pemasaran

    adalah proses manajemen dengan mengidentifikasi, mengantisipasi dan

    memuaskan permintaan-permintaan pelanggan secara menguntungkan.

    Pemasaran mencakup fungsi-fungsi seperti periklanan, penelitian pasar,

    penetapan harga, promosi penjualan dan pengujian produk-produk baru

    di pasar.24

    b. Menurut Sofjan Assauri, Pemasaran adalah pemasaran sebagai usaha

    untuk menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat

    kepada orang-orang yang tepat dengan promosi dan komunikasi yang

    tepat.25

    c. Menurut Philip Kotler dan Garry Armstrong, pemasaran sebagai

    sebuah proses sosial dan manajerial, yang dengannya individu-individu

    dan kelompok-kelomppok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan

    mereka inginkan, dengan menciptakan dan saling mempertukarkan

    produk-produk dan nilai satu sama lain. 26

    24

    B.N. Marbun, Kamus Manajemen, h. 215 25

    Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h. 5 26

    Philip Kotler and Gary Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Alih Bahasa: Imam

    Nurmawan, (Jakarta: Erlangga, 1997), Cet. Ke-1, h. 3

  • 24

    Dari uraian di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa pemasaran

    adalah sebagai suatu proses sosial yang merancang dan menawarkan sesuatu

    yang menjadi kebutuhan dan keinginan dari pelanggan dalam rangka

    memberikan kepuasan yang optimal kepada pelanggan.

    C. Konsep Strategi Pemasaran

    1. Pengertian Strategi Pemasaran

    Di dalam Kamus Manajemen, Strategi Pemasaran (marketing

    Strategi) adalah semua rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap

    pasar, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, yang

    didasarkan pada riset pasar, penilaian dan perencanaan produk, promosi

    dan perencanaan penjualan, serta distribusi berhubungan dengan sasaran

    perusahaan yang hendak dicapai.27

    Strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang dengannya unit

    usaha berharap dapat mencapai tujuan pemasarannya.28

    Bagian ini terdiri

    dari strategi khusus untuk pasar sasaran, bauran pemasaran, dan tingkat

    pengeluaran pemasaran. Strategi pemasaran sebaiknya merinci segmen-

    segmen pasar yang akan menjadi pusat perhatian perusahaan. Segmen ini

    berbeda di dalam kebutuhan dan keinginan, memberikan tanggapan

    terhadap pemasaran, dan profitabilitas. Perusahaan akan menjadi cerdik

    bila meletakkan upaya dan energinya ke dalam segmen-segmen di mana ia

    mampu memberikan pelayanan terbaik dari titik-pandang kompetitif.

    27

    B.N. Marbun, Kamus Manajemen, h. 341 28

    Philip Kotler and Gary Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, h.53

  • 25

    Perusahaan sebaiknya mengembangkan sebuah strategi pemasaran untuk

    setiap segmen yang dipilih.

    Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang

    menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran, yang memberikan

    panduan tentang kegaiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya

    tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain, strategi pemasaran

    adalah serangkai tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi

    arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada

    masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai

    tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan

    pesaingan yang selalu berubah.29

    Dengan demikian, strategi pemasaran harus dapat memberi

    gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan

    dalam menggunakan setiap kesempatan atau peluang pada beberapa pasar

    sasaran.

    2. Tujuan Strategi Pemasaran

    Adapun tujuan dari strategi pemasaran yang dijalankan oleh sebuah

    perusahaan adalah sebagai berikut :30

    a. Menetapkan arah dan tujuan dari kegiatan yang dijalankan oleh

    sebuah perusahaan.

    b. Sebagaimana untuk mengantisipasi berbagai permasalah dan keadaan

    yang berubah di masa mendatang.

    29

    Sofjan Assuari, Manajemen Pemasaran, h. 168 30

    Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: Andi Press, 1991), Cet. Ke-5, h. 6

  • 26

    c. Membantu perusahaan dalam hal peningkatan kegiatan usaha

    memberikan kemudahan dalam mengontrol dan mengawasi kegiatan

    dan pemasaran dari sebuah perusahaan.

    3. Macam-Macam Bauran Pemasaran

    a. Product (produk)

    Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar

    untuk mendapatkan perhatian, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi,

    yang meliputi barang secara fisik, jasa, kepribadian, tempat, organisasi

    dan gagasan atau buah fikirian.31

    Tujuan utama strategi produk adalah

    untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan

    kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan.Oleh karena itu

    strategi produk sebenarnya merupakan strategi pemasaran, sehingga

    gagasan atau ide untuk melaksanakannya harus datang dari bagian

    atau bidang pemasaran.32

    b. Price (harga)

    Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang

    menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya

    unsur biasa saja.Harga merupakan penetapan jumlah yang harus

    dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh suatu produk dan harga

    suatu barang atau jasa merupakan penentu bagi pemintaan pasar.33

    Pada setiap produk atau jasa yang ditawarkan, bagian pemasaran

    berhak menentukan harga produknya, faktor-faktor yang perlu

    31

    Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep & Strategi, h. 200 32

    Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep & Strategi 33

    Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep & Strategi, h. 223

  • 27

    dipertimbangkan dalam penetapkan harga adalah biaya, keuntungan,

    praktek saingan dan perubahan kegiatan pasar.Kebijakan harga ini

    menyangkut pula penetapan jumlah potongan dan sebagainya yang

    berhubungan dengan harga.Hendaknya setiap perusahaan dapat

    menetapkan harga yang paling tepat dalam arti yang dapat

    memberikan keuntungan yang paling baik, baik untuk jangka pendek

    maupun jangka panjang.

    c. Place (tempat)

    Tempat dalam pemasaran diartikan sebagai proses distribusi atau

    penyaluran. Distribusi adalah kegiatan ekonomi yang menjebatani

    kegiatan produksi dan konsumen.Berkat distribusi, barang dan jasa

    sampai ketangan konsumen.Dalam sektor jasa, distribusi didefinisikan

    sebagai setiap sarana yang meningkatkan keberadaan atau kenikmatan

    suatu jasa yang menambah penggunanya, baik dengan

    mempertahankan pemakai yang ada atau meningkatkan nilai

    kegunaannya diantara pemakai yang ada ataupun menarik pemakai

    yang baru.34

    d. Promotions (Promosi)

    Promosi merupakan usaha perusahaan untuk mempengaruhi dengan

    merayu calon pembeli, melalui pemakaian segala unsur acuan

    pemasaran.Kombinasi dari unsur atau peralatan promosi di kenal

    dengan acuan/bauran promosi (promotional mix), yang terdiri dari

    34

    Murti Sumarni, Marketing Perbankan, (Yogyakarta: Liberty, 1997), h. 269

  • 28

    advertensi, personal selling, promosi penjualan (sales promotion) dan

    publisitas (publicity). Jadi promosi adalah arus informasi atau persuasi

    satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi

    kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.35

    Dengan kegiatan promosi yang dilakukan akan berusaha untuk

    membujuk calon pembeli dan langganan untuk melakukan pembelian

    atas produk yang dipasarkan, dalam hal ini perusahaan melakukan

    komunikasi dengan para konsumen.36

    D. Konsep Tabungan Fasilitas Qur’ban

    1. Pengertian Tabungan

    Tabungan adalah simpanan pada bank yang penarikannya hanya

    dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu. Menurut UU RI No. 10

    Tahun 1998 tentang Perbankan Bab 1 Pasal 1 butir 5 menyatakan bahwa

    tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan

    menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan

    cek, bilyet, giro, atau alat lainya dapat di persamakan dengan itu.37

    Tabungan merupakan jenis simpanan yang dilakukan oleh pihak

    ketiga yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat tertentu

    menurut perjanjian antara bank dengan nasabah.38

    35

    Basu Swasta D.H, Azas-Azas Marketing, (Yogyakarta: Liberty, 1983), h.237 36

    Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep & Strategi, h. 265 37

    http:// id. wikisource.org /wiki / Undang Undang _ Republik _ Indonesia _ NOMOR _

    10 _ Tahun _ 1998. Diakses pada tanggal 19 Desember 2014, 20:35 WIB 38

    Ismail, Manajemen Perbankan (Dari Teori Menuju Aplikasi), (Jakarta: Kencana,

    2010), Ed. Ke-1, Cet. 1, h. 44

  • 29

    Tabungan adalah bentuk simpanan nasabah yang bersifat likuid,

    hal ini memberikan arti produk ini dapat diambil sewaktu waktu apabila

    nasabah membutuhkan, namun bagi hasil yang ditawarkan kepada

    nasabah penabung kecil, akan tetapi jenis penghimpunan dana tabungan

    merupakan produk menghimpun yang lebih minimal biaya bagi pihak

    bank karena bagi hasil yang ditawarkan pun kecil namun biasanya jumlah

    nasabah yang menggunakan tabungan lebih banyak dari pada produk

    penghimpun lain.39

    Dalam dunia perbankan syariah, mendiskripsikan pengertian

    tabungan tidak berbeda jauh dengan pengertian tabungan pada umumnya.

    Hanya saja dalam dunia perbankan syariah, tabungan dalam

    pelaksanaanya berdasarkan akad-akad tertentu yang sesuai dengan prinsip

    syariah. Pengertian tabungan dalam dunia perbankan diartikan sebagai

    simpanan berdasarkan akad wadi’ah atau investasi dana berdasarkan

    Mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip

    syariah yang penarikanya dapat dilakukan menurut syarat dan ketentuan

    tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, biyet giro,

    alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

    Dari pengertian di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa

    tabungan adalah simpanan yang dilakukan nasabah yang bersifat likuid

    yang penarikanya hanya dapat dilakukan menurut syarat syarat tertentu

    sesuai perjanjian antara pihak bank dengan nasabah.

    39

    M. Nur Rianto, Dasar-dasar Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2010),

    Cet. Ke-1, h. 34

  • 30

    2. Pengertian Qur’ban

    Pengertian اضحية ialah hewan ternak yang disembelih pada hari

    Idul qurban dan hari-hari Tasyriq dengan tujuan (taqarrub atau

    mendekatkan diri) kepada Allah SWT.40

    Udh-hiyah hukumnya sunah Muakkad¸ berdasarkan kifayah

    (keseluruhannya) maksudnya jika salah satu dari keluarga menyembelih

    hewan qurban yang lain tidak wajib (dapat mencukupi seluruhya), kecuali

    qurban untuk nazar.41

    Hewan yang dibuat qurban (cukup) seekor domba Dha’an (yang

    telah gugur atau lepas satu gigi) berumur 1 tahun memasuki tahun ke-2,

    dan seekor kambing yang telah gugur 2 gigi, berumur 2 tahun menginjak

    3 tahun. Seekor sapi atau kerbau yang telah gugur 2 giginya, berumur 2

    tahun memasuki 3 tahun. Seekor unta yang telah gugur 2 giginya berumur

    5 tahun memasuki 6 tahun.

    Demikian pula qurban seekor sapi atau kerbau bisa untuk 7 orang.

    Berbeda dengan domba dan kambing 1 ekornya untuk 1 orang saja,

    demikianlah yang lebih utama, dibandingkan dengan unta atau sapi 1 ekor

    untuk 7 orang.42

    Landasan Qurban menurut Al-Quran, Allah SWT berfirman :

    كىثر فصم نربل واوحر اوا اعطيىاك ان

    40

    Syeikh Syamsuddin Abu Abdillah, Terjemah Fathul Qarib, (Surabaya: Mutiara Ilmu,

    2010), Alih Bahasa: Abu H.F. Ramadhan, Cet. Ke-1, h. 340 41

    Syeikh Syamsuddin Abu Abdillah, Terjemah Fathul Qarib 42

    Syeikh Syamsuddin Abu Abdillah, Terjemah Fathul Qarib

  • 31

    Artinya :

    “Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak

    kepadamu, maka Sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah qurban.”

    (Surah Al-Kautsar : 1-2)

    نحىمها وال دماؤها ونكه يىانه انتقىي مىكمنه يىال هللا

    Artinya:

    “Daging-daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat

    mencapai (keridhaan) Allah SWT, tetapi Ketaqwaan dari kamulah yang

    dapat mencapainya.” (Surah Al-Hajj : 37)

    Landasan Qurban menurut Hadist dari Aisyah RA,43

    رن, يطا في سىاد, نه : مه حديث عائشة رضي هللا عىها, امربكبش اقو

    ي سىاد, ويىظر في سىاد, نيضحي به, فقال: "اشحدي انمدية", ويبرك ف

    ثم اخدها, فاضجعه, ثم دبحه, وقال :"بسم هللا, انههم تقبم مه محمد وال

    محمد, ومه امة محمد"

    Artinya :

    “Beliau pernah memerintahkan untuk dibawakan dua ekor

    kambing kibas bertanduk yang kaki, perut dan sekitar matanya berwarna

    hitam. Maka dibawakanlah kambing tersebut kepada beliau untuk

    dijadikan qurban. Beliau pun berkata kepada Aisyah, “Wahai Aisyah,

    ambilkan pisau. Kemudian beliau mengambilnya, membaringkannya dan

    43

    http://subchanb.blogspot,co,id/2011/11/ayat-dan-hadits-tentang-qurban.html?m=1,

    diakses pada tanggal 30 September 2015 , 20:35

    http://subchanb.blogspot,co,id/2011/11/ayat-dan-hadits-tentang-qurban.html?m=1

  • 32

    menyembelihnya seraya berdoa : “Bismillah, Allahumma taqobbal min

    Muhammadin wa’aali Muhammad, wa min ummati Muhammad”.

    Keutamaan berqurban merupakan amal yang paling dicintai Allah

    SWT pada saat Idul Adh-ha. Sabda Nabi SAW :

    “Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang

    lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban”. (HR. At-Tirmidzi)

    Berdasarkan hadist itu Imam Ahmad bin Hambal, Abuz Zanad, dan

    Ibnu Taimiyah berpendapat, “Menyembelih hewan pada hari raya qurban,

    aqiqah (setelah mendapat anak), dan Hadyu (ketika haji), lebih utama dari

    pada shadaqah yang nilainya sama”.

    Tetesan darah hewan qurban akan memintakan ampun bagi setiap

    dosa orang yang berqurban. Sabda Nabi SAW:

    “Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena

    setiap tetesan darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang

    telah kaulakukan”.

    3. Simpanan Qur’ban

    Yaitu produk simpanan yang direncanakan untuk persiapan

    berqurban dan diperuntukan bagi setiap orang yang ingin berqurban.

    Banyak masyarakat yang ingin berqurban tetapi saat hari raya qurban itu

    datang kebanyakan dari mereka kekurangan biaya. Produk tabungan ini

    sangat membantu untuk perencanaan keuangan berqurban mitra.

    Penarikan dilakukan satu kali menjelang ibadah Qurban.

  • 33

    Simpanan Qurban ini menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah

    yaitu nasabah yang menyimpan dananya di BMT tidak memberikan

    pembatasan bagi BMT dalam menggunakan dana yang disimpannya.

    BMT bebas untuk menetapkan akad seperti apa yang akan nantinya akan

    dipakai ketika menyalurkan pembiayaan, kepada siapa pembiayaan itu

    diberikan, usaha seperti apa yang harus di biayai dan lain-lain. Jadi

    prinsip mudharabah mutlaqah lebih memberikan keleluasaan bagi BMT.44

    44

    https://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/02/09/mudharabah-mutlaqah-dan-

    mudharabah-muqayyadah/, diakses pada tanggal 19 Desember 2014 , 20:35

    https://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/02/09/mudharabah-mutlaqah-dan-mudharabah-muqayyadah/https://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/02/09/mudharabah-mutlaqah-dan-mudharabah-muqayyadah/

  • 34

    BAB III

    PROFIL UMUM BMT AL-MUNAWWARAH

    A. Sejarah BMT Al-Munawwarah

    Ide dan inisiatif pendirian BMT AL Munawwarah bermula dari

    keprihatinan bersama beberapa jama’ah dan pengurusan Yayasan AL

    Munawwarah-BPI, ICMI orsat Pamulang dan beberapa tokoh lingkungan

    sekitar Pamulang terhadap kondisi pengusaha mikro-kecil yang seringkali

    kesulitan mengakses permodalan guna mengembangkan usahanya sehingga

    mereka mencari alternatif ‘termudah’ dalam mengakses permodalan yaitu

    renternir, walapun pada kenyataan sebenarnya ketika mereka meminta

    bantuan terhadap ‘’Dewa Penolong’ tersebut justru itulah awal dari

    keterpurukan usaha mereka.1

    Beberapa pertemuan tokoh digagas guna menindak lanjuti keinginan

    mulia tersebut. Tidak lama berselang sejumlah calon pendiri bersedia

    menyatakan dana penggerak dalam bentuk SPK (Simpanan Pokok Khusus)

    sebagai modal awal oprasional BMT. Setelah semua sepakat, maka

    didirikanlah BMT AI Munawwarah dengan mengambil bentuk KSM

    (Kelompok Swadaya Masyarakat) sebagai legalitas dan status hukum awal

    oprasionalnya.2

    Tepat pada tanggal 26 Mei 1996, BMT AI-Munawwarah bersama 16

    BMT baru lainya di wilayah Jakarta-selatan diresmikan oprasionalnya oleh

    ketua PINBUK Jakarta Selatan H. Ali Moeis dan Direktur Bank Muamalat

    1 BMT Al-Munawwarah, Laporan Tahunan 2013, h. 10

    2 Ibid

  • 35

    H. Zainul Bahar Noor. Sejak itu BMT Al-Munawwarah yang didukung oleh

    para pendiri dari 2 lembaga yaitu yayasan Al Munawwarah dan ICMI orsat

    Pamulang serta 39 perorangan lainnya mulai berkiprah dalam komunikasi

    usaha lapisan ‘ grass root’ yakni usaha kecil-mikro.3

    B. Visi, Misi dan Tujuan BMT Al-Munawwarah4

    1. Visi:

    Terwujudnya BMT yang terdepan, tangguh dan profesional dalam

    membagun ekonomi umat

    2. Misi :

    a. Memberikan layanan yang prima kepada seluruh Anggota, Mitra dan

    Masyarakat luas.

    b. Mendorong Anggota, Mitra dan Masyarakat luas dalam kegiatan

    menabung dan investasi.

    c. Menyediakan permodalan dan melakukan pendamping usaha bagi

    anggota, mitra dan masyarakat luas.

    d. Memperkuat permodalan sendiri dalam rangka memperluas jaringan

    serta menambah produk dan fasilitas jasa layanan.

    e. Mencapai pertumbuhan dan hasil usaha BMT yang layak serta

    proporsional dan berkelanjutan.

    f. Turut berperan serta dalam gerakan pengembangan ekonomi syari’ah.

    3 BMT Al-Munawwarah, Laporan Tahunan 2013, h. 10

    4 Sutanto Samidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta: 13 Januari

    2015, 10.00 WIB)

  • 36

    3. Tujuan

    Meningkatkan kesejahteraan bersama melalui kegiatan ekonomi

    yang menaruh perhatian pada nilai-nilai dan kaidah-kaidah muamalah

    syar’iyyah yang memengang teguh keadilan, keterbukaan dan kehati-

    hatian.

    C. Motto Dan Budaya Kerja5

    1. Motto : Untuk Kesejahteraan Bersama.

    2. Budaya kerja : Budaya Kerja BMT Al Munawwarah didasarkan

    Pada Keyakinan Inti yaitu keyakinan dan semangat individu-individu

    BMT dalam upaya mencapai visi dan menjalankan misi BMT, sedangkan

    Nilai Dasar yaitu nilai-nilai yang dimiliki oleh BMT yang menjadi kebanggan

    dan selalu dijaga untuk mengawal segala keputusan yang telah,sedangkan dan

    akan diambil.

    5 Sutanto Samidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta: 13 Januari

    2015, 10.00 WIB)

  • 37

    D. Struktur Organisasi

    Sehubungan dengan peran dan fungsi Struktur Organisasi BMT Al-

    Munawwarah adalah mengelola kegiatan BMT Al-Munawwarah dalam

    memasarkan produk-produknya sesuai prinsip syariah, maka berdasarkan

    Surat Keputusan dari Badan Pengawas dan lainnya, Struktur Organisasi

    BMT Al-munawwarah Tahun 2013-2016 adalah sebagai berikut:

    Gambar 1

    Struktur Organisasi

    Sumber : Data yang diberikan oleh Sutanto Samidjan saat wawancara pribadi, (13

    Januari 2015, 10.00 WIB)

    Badan Pengawas

    Badan Pengurus

    Badan Pengelola

    Direktur

    Manajer

    Operasional

    Manajer

    Cabang BSD

    Manajer

    Cabang Pamulang

    Manajer

    Cabang Depok

    Manajer

    Marketing

  • 38

    E. Produk-Produk BMT Al-Munawwarah

    Produk-produk BMT Al-Munawwarah terdiri dari Penanaman Dana

    Pembiayaan, Layanan Pembayaran, Deposito, Tabungan Insani dan

    Pembiayaan lain-lainnya, sebagai berikut: 6

    1. Penanaman Dana Pembiayaan

    a. Mudharabah

    BMT menanaman modal secara penuh dalam usaha yang anda

    kelolah.Anda bertanggung jawab melaksanakan kegiatan usaha dan

    manajemenya. Pengembalian dan bagi-hasil usaha ditentukan

    sesuai kesepakatan dalam perjanjian.

    b. Musyarakah

    BMT menambah atau menyartakan modal dalam usaha yang anda

    kelolah. BMT dapat dilibatkan dalam manajemen usaha yang

    dikelolah. Pengembalikan dan bagi-hasil usaha ditentukan sesuai

    kesepakatan dalam perjanjian

    c. Murabahah

    BMT menyediakan pembiayaan untuk pembelian barang yang

    anda butuhkan. Baik barang untuk proses produksi usaha maupun

    barang konsumtif. BMT menentukan margin keungtungan dari

    selisi harga jual dan harga belinya. Pembayaran dilakukan dengan

    cara cicilan sesuai perjanjian.

    6 Sutanto Samidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta: 13 Januari

    2015, 10.00 WIB)

  • 39

    d. Ijarah Multijasa

    BMT menyadiakan pembiayaan dalam bentuk sewa barang

    maupun jasa. BMT menentukan fee (ujroh). Pembayaran dilakukan

    dengan cicilan atau sekaligus sesuai perjanjian.

    2. Layanan Pembayaran e-channel

    BMT Al Munawwarah memberikan kemudahan seluruh

    anggota, mitra dan masyarakat dalam bertransaksi SECARA ONLINE

    untuk kebutuhan transaksi rutin anda meliputi:

    a. Pembayaran tagihan PLN, TELKOM, PAM, SELULAR PASCA-

    BAYAR dan pembayaran kartu kredit.

    b. Pembelian PULSA ISI ULANG

    c. Angsuran kredit MOTOR FIF

    d. Transaksi TRANSFER BANK

    e. Pembelian TIKET PESAWAT dan KERETA API

    f. dan transaksi LAINNYA

    3. Deposito Berkah Berjangkah Mudhorobah

    a. Deposito Berkah

    Merupakan sarana simpanan sekaligus investasi dana anda

    berdasarkan prinsip transaksi mudhobah mutlaqoh, dimana dana

    anda akan dikeloala oleh BMT secara optimal untuk berbagi jenis

    usaha masyarakat mikro-kecil yang halal dan baik sesuai prinsip-

    prinsip syariah. Insya Allah dana yang anda investasikan akan

    tumbuh,aman dan menengkan.

  • 40

    b. Multi Manfaat

    1. Membantu perencanaan keuangan mitra

    2. Disalurkan untuk kecil-mikro yang halal dan baik

    3. Bagi-hasil yang kompetiftif setiap bulan.

    4. Dapat digunakan sebagai jaminan pembiayaan di BMT Al

    Munawwarah.

    5. Seluruh dana akan dikelola secara amanah yang menjamin

    keamanan dan ketenangan.

    4. Tabungan Insani Investasi Syariah Non-Ribawi

    Merupakan sarana penyimpanan dana yang kami kemas dalam

    beragam jenis pilihan sesuai kebutuhan perencanaan keuangananda.

    Dengan menggukan prinsip wadi’ah dan mudharabah. Dana yang

    disimpan akan diivestasikan keberbagai bidang usaha halal dan baik.

    Sesuai prinsip-prinsip syariah tabungan ini memberikan kemudahan dan

    ketengan pengelolah keuangan sesuai recana anda.

    Manfaat :

    a. Membantu perencanaan Keuangan anda

    b. Pilihan produk sesuai kebutuhan anda : SIMPANAN, SAHAJA,

    TAFAQUR, TAFADDAL, TAZIAH dll.

    c. Bagi-hasil dan bonus kompetitif

    d. Besar setoran fleksibel sesuai target anda.

  • 41

    e. Dengan menabung di BMT berarti anda juga sudah turut serta

    membantu penyediaan permodalan bagi para pengusaha kecil-

    mikro guna pengembangan usaha mereka.

    F. Produk Tabungan Fasilitas Qurban di BMT Al-Munawwarah

    Tabungan Fasilitas Qurban di BMT Al-Munawwarah atau disebut

    juga sebuah tabungan sebagai sarana menabung dan sekaligus untuk ibadah di

    hari Idul Adha atau Idul Qurban.7

    Tabungan Fasilitas Qurban ini dapat dimanfaatkan oleh Anda yang

    ingin berqurban dengan cara menabung atau dicicil sehari, seminggu atau

    sebulan.8 Misalnya Anda ingin berqurban tetapi dengan cara menabung atau

    mencicilnya dengan niat untuk berqurban pada hari Idul Adha atau Idul

    Qurban.

    Tabungan Fasilitas Qurban yang diperuntukan untuk keperluan

    pembelian hewan qurban. Penarikan dilakukan satu kali menjelang ibadah

    qurban. Tabungan Fasilitas Qurban ini menggunakan prinsip mudharabah

    mutlaqah sehingga akan mendapatkan bagi hasil setiap bulan sesuai dengan

    nisbahnya.9

    7 Sutanto Samidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta: 27 Januari

    2015, 08.30 WIB) 8 Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

    9 Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

  • 42

    BAB IV

    STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN FASILITAS QURBAN

    PADA BMT AL-MUNAWWARAH CABANG PAMULANG

    BMT Al-Munawwarah dalam memasarkan Produk Tabungan Fasilitas

    Qurban memiliki beberapa strategi yang diterapkan. Dalam bab ini, penulis akan

    menguraikan tentang Strategi Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban pada

    BMT Al-Munawwarah, serta Perkembangan Produk Tabungan Fasilitas Qurban

    pada BMT Al-Munawwarah.

    A. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban pada BMT Al-

    Munawwarah Cabang Pamulang

    Mengacu pada landasan teori, seperti yang dikemukakan oleh A.M.

    Kardiman menyebutkan bahwa Strategi adalah tujuan utama yang berjangka

    panjang dan sasaran dari suatu perusahaan atau organisasi serta pemilikkan

    cara-cara bertindak dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk

    mewujudkan tujuan tersebut.1

    BMT Al-Munawwarah merupakan sebuah lembaga keuangan yang

    tentunya memiliki tujuan, yaitu salah satunya memasarkan produk tabungan

    fasilitas qurban. Untuk mencapai tujuan tersebut, BMT Al-Munawwarah

    memiliki strategi dalam memasarkan produk tabungan fasilitas qurban.

    1 A.M Kardiman, Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta: Pronhallindo), h. 58

  • 43

    Strategi juga melalui berbagai tahapan dalam prosesnya, secara garis

    besar strategi melalui tiga tahapan.2 Tahapan Strategi Pemasaran Produk

    Tabungan Fasilitas Qurban pada BMT Al-Munawwarah adalah sebagai

    berikut :

    1. Perumusan Strategi

    Strategi Induk merupakan strategi jangka panjang yang spesifik

    berisikan pencapaian Visi, Misi, dan Tujuan yang menerjemahkan

    orientasi strategi organisasi. Rencana jangka panjang ini sangat diperlukan

    sebagai barometer atau penujuk arah aksi organisasi yang dikaitkan

    dengan kemampuan serta peluang yang ada.3

    BMT Al-Munawwarah pun memiliki Visi, Misi, dan Tujuan yang

    ingin dicapai, seperti yang telah penulis uraikan pada Bab III.

    Dalam upaya memasarkan produk tabungan fasilitas qurban di

    kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. BMT Al-Munawwarah

    memiliki program jangka panjang yaitu meningkatkan dan

    mempertahankan volume/setoran serta outstanding/saldo produk tersebut.4

    Setiap perusahaan selalu melakukan kegiatan pemasaran, yang

    merupakan ciri dari aktifitas usahanya. Tidak ada satu badan usahapun

    terlepas dari kegiatan pemasaran ini. Kegiatan pemasaran yang dilakukan

    setiap perusahaan perlu dikoordinasikan dan diarahkan untuk mencapai

    2 Fred R David, Strategic Management Concepts and cases, (New Jersey: Prentice Hall,

    2001), h. 5 3 Ismail Yusanto dan M. Karebet, Manajemen Strategis Perspektif Syariah, (Jakarta:

    Khairul Bayan, 2003), h. 2 4 Sutanto Sumidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta : 27 Februari

    2015, 08:30)

  • 44

    tujuan perusahaan umumnya dan tujuan bidang pemasaran khususnya.

    BMT Al-Munawwarah sendiri mempunyai tujuan atau sasaran dalam

    memasarkan produk tabungan fasilitas qurban yaitu mitra baru dan mitra

    lama yang belum mempunyai rekening.5

    Untuk mencapai tujuan yang diinginkan BMT Al-Munawwarah

    mengupayakan untuk meningkatkan struktur modal dalam meningkatkan

    pelayanan produk tabungan fasilitas qurban kepada para nasabah tabungan

    fasilitas qurban. Guna meningkatkan upaya pelayanan produk tabungan

    fasilitas qurban maka BMT Al-Munawwarah meningkatkan upaya

    kongkrit berupa brosur, komunikasi, dan silaturahmi.6

    Agar dapat melaksanakan program yang telah direncanakan BMT

    Al-Munawwarah memaksimalkan pengembangan produk tabungan

    fasilitas qurban yaitu dengan membuka pameran-pameran, produk-produk

    BMT Al-Munawwarah disuatu tempat misalnya dimasjid-masjid, sekolah-

    sekolah, dan pasar maupun dilingkungan perumahan.7

    Strategi fungsional merupakan strategi jangka pendek yang berisi

    kegiatan setiap bidang yang berfungsi untuk mengimplementasikan

    strategi jangka panjang yang telah ditetapkan. Program jangka pendek

    BMT Al-Munawwarah adalah meningkatkan volume/setoran produk

    5 Sutanto Sumidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta : 27 Februari

    2015, 08:30) 6 Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

    7 Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

  • 45

    supaya rekening bertambah dengan mencari atau mengajak mitra baru dan

    mitra lama yang belum memiliki rekening.8

    Pelaksanaan program-program tersebut dapat berjalan dengan baik

    dan efektif apabila program yang telah dibuat benar-benar dilaksanakan

    sesuai dengan rencana dan ketentuan yang ada. Dalam hal ini, karyawan

    mempunyai peran yang penting dalam melaksanakan program tersebut,

    oleh karena itu, pihak BMT Al-Munawwarah memberikan pelatihan-

    pelatihan khusus bagi karyawan-karyawannya. Adapun pelatihan yang

    diberikan kepada karyawan bertujuan agar dapat lebih mengetahui dan

    mengusai produk tabungan fasilitas qurban tersebut.9

    Dalam melaksanakan program yang telah direncanakan, tentunya

    suatu organisasi akan menghadapi berbagai kendala, baik kendala

    eksternal maupun internal organisasi. Begitu pun BMT Al-Munawwarah

    sering menghadapi kendala dalam memasarkan produk tabungan fasilitas

    qurban yaitu masih minimnya minat nasabah untuk membuka rekening

    produk tabungan fasilitas qurban tersebut.10

    Untuk menghadapi kendala itu, BMT Al-Munawwarah mempunyai

    beberapa strategi, diantaranya ialah meningkatkan komunikasi dan

    silahturahim dengan menggunakan brosur.11

    Dari uraian diatas, tampak bahwa dengan penerapan strategi yang

    utuh, maka BMT Al-Munawwarah memiliki peluang untuk terus

    8 Sutanto Sumidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta : 27 Februari

    2015, 08:30) 9 Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

    10 Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

    11 Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

  • 46

    memasarkan dan mengembangkan produk tabungan fasilitas qurban

    tersebut.

    2. Implementasi Strategi

    Tahap penerapan merupakan tahap yang penting bagi keberhasilan

    suatu organisasi. Tanpa adanya penerapan yang efektif, maka rencana

    yang telah disusun hanya akan menjadi angan-angan. Pada tahap

    implementasi dibutuhkan suatu aktivitas dan komitmen dalam

    bekerjasama dari seluruh bidang untuk pencapaian keberhasilan suatu

    organisasi.

    a. Struktur Organisasi

    Struktur organisasi adalah rangkaian aturan yang menunjukkan

    hubungan antara fungsi-fungsi organisasi yang meliputi pimpinan,

    tugas, wewenang serta tanggung jawab, dimana masing-masing

    mempunyai peranan tentu dalam kesatuan yang utuh untuk mencapai

    tujuan organisasi.

    Agar struktur keorganisasian dapat berjalan dengan baik, maka

    pimpinan lembaga berusaha untuk memberikan pekerjaan kepada

    karyawan sesuai dengan keahlian, keterampilan, dan kemampuaanya.

    Penempatan Sumber Daya Manusia dalam struktur organisasi BMT

    Al-Munawwarah disesuaikan dengan kemampuan dan keahliannya.

    Karyawan yang ditempatkan di suatu unit tertentu sudah cukup

    memiliki kemampuan dan keahlian, akan tetapi pimpinan BMT Al-

    Munawwarah memberikan pelatihan-pelatihan khusus guna

  • 47

    menciptakan karyawan yang berkualitas. Dengan begitu kegiatan dapat

    berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan.12

    b. Kepemimpinan

    Gaya kepemimpinan yang diterapkan BMT Al-Munawwarah yaitu

    memberikan pengarahan dalam mengenai suatu pekerjaan yang

    dilakukan setiap pegawai.13

    Pemimpin menciptakan kerjasama yang

    produktif dengan karyawannya dengan mengadakan musyawarah bisa

    berbentuk Pengurus dengan Direktur atau Direktur dengan Pengelola.

    Sehingga pengambilan keputusan pada BMT Al-Munawwarah dengan

    musyawarah dan menghasilkan mufakat atau surat keputusan.14

    c. Budaya Organisasi

    Keberadaan budaya organisasi berfungsi untuk menguatkan

    kemampuan organisasi. Budaya yang kuat dalam suatu organisasi

    adalah sebagai kunci kesuksesan suatu organisasi. Secara internal,

    kelembagaan fungsi ini dilahirkan melalui proses integrasi seluruh

    komponen SDM organisasi, khususnya terhadap dua hal mendasar.

    Pertama, tentang hakekat kerja yang tengah dilakukan organisasi, dan

    kedua bahwa keberadaan seluruh SDM organisasi adalah dalam

    kerangka tim yang solid. Secara eksternal, fungsi ini dimunculkan

    melalui proses adaptasi organisasi terhadap lingkungannya.15

    12

    Sutanto Sumidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta : 27 Februari

    2015, 08:30) 13

    Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi 14

    Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi 15

    Ismail Yusanto dan M. Karebet, Manajemen Strategis Perspektif Syariah, h. 127

  • 48

    Untuk menjamin keberlangsungan kedua proses di atas, BMT

    Al-Munawwarah memberikan peraturan tentang budaya organisasi

    yaitu melakukan tugas-tugas dengan baik, disiplin jam kerja, dan

    bertanggung jawab.16

    Untuk memberikan motivasi kepada karyawannya, maka pihak

    BMT Al-Munawwarah memberikan penilaian pekerjaan setiap

    pegawai di akhir tahun oleh SDM dengan melihat evaluasi pekerjaan-

    pekerjaan yang telah dilakukannya.17

    d. Prosedur, Program, dan Anggaran

    Dalam menjalankan programnya, BMT Al-Munawwarah

    memiliki prosedur pelakasanan program dimana prosedurnya

    melakukan musyawarah baik pengelola maupun direktur untuk

    memformulasikan program-program yang akan dilakukan, dari

    formulasi itu dibawa ketingkat pengurus dan ditetapkan Rencana

    Anggaran Biaya (RAB) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT).18

    Dari uraian implemtasi strategi di atas beserta data yang

    diperoleh, maka penulis menyimpulkan bahwa implementasi strategi

    BMT Al-Munawwarah sudah cukup efektif. Hal ini dapat dilihat dari

    beberapa upaya yang dilakukan untuk memasarkan dan

    mengembangkan produk tabungan fasilitas qurban dengan penetapan

    16

    Sutanto Sumidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta : 27 Februari

    2015, 08:30) 17

    Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi 18

    Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

  • 49

    struktur organisasi yang kepemimpinan dan budaya organisasi yang

    baik, serta prosedur, program, dan anggran yang ada.

    3. Evaluasi Strategi

    Untuk mengetahui perkembangan dan menghindari penyimpangan-

    penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan strategi suatu lembaga,

    maka diperlukan adanya evaluasi strategi diantaranya dengan menetapkan

    standar kerja, pengukuran prestasi kerja, dan mengambil tindakan korektif

    terhadap penyimpangan yang terjadi.

    Dalam mengembangkan organisasinya, BMT Al-Munawwarah

    memiliki standar penilaian kerja. Standar penilaian kerja karyawan BMT

    Al-Munawwarah itu mengevaluasi kinerja baik kualitas dan kuantitas,

    sikap, dan aktivitas lainnya.19

    Dalam menjalankan organisasinya, mungkin tidak ada

    penyimpangan, semua karyawan selalu berlakuan baik, dan melakukan

    pekerjaan dengan baik. Pengukuran kinerja BMT Al-Munawwarah

    dilakukan dengan pendekatan komparatif yaitu membandingkan kinerja

    seorang pegawai dengan dengan kinerja pegawai-pegawai lainnya,

    pendekatan atribut yaitu mefokuskan apakah pegawai tersebut mempunyai

    atribut tertentu atau karakteristik pribadi yang diyakini memberikan

    kontribusi terhadap perusahaan, dan pendekatan keprilakuan yaitu

    19

    Sutanto Sumidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta : 27 Februari

    2015, 08:30)

  • 50

    mendefinisikan prilaku pegawai yang harus ditunjukan agar efektif dalam

    pelaksanaan pekerjaan.20

    Tindakan korektif apabila terjadi penyimpangan maka diperlukan

    untuk membuat organisasi atau perusahaan tetap berada pada jalur tujuan,

    mendorong perusahaan berhasil beradaptasi dengan lingkungan yang

    sedang berubah, dan tindakan korektif harus membawa perusahaan ke

    posisi yang lebih baik dengan memanfaatkan kekuatan internal. Dan

    evaluasi strategi BMT Al-Munawwarah biasanya dilakukan dengan

    mengkaji ulang atas landasan evaluasi strategi, mengukur kinerja

    perusahaan dengan membandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil

    yang sebenarnya, dan pengambilan tindakan korektif untuk memastikan

    bahwa kinerja sesuai dengan rencana.21

    Dari uraian di atas, tampak bahwa BMT Al-Munawwarah telah

    melakukan pengendalian strategi dengan baik yaitu dengan menetapkan

    standar prestasi kerja, melakukan pengukuran prestasi kerja, dan

    mengambil tindakan korektif bila terjadi penyimpangan.

    4. Analisis Strategi Pemasaran Produk Tabungan Fasilitas Qurban pada

    BMT Al-Munawwarah Cabang Pamulang

    Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, and Threat atau

    kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) yang didesain oleh Learned

    tahun 1965 dari Harvard Business School sangat memengaruhi para

    20

    Sutanto Sumidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta : 27 Februari

    2015, 08:30) 21

    Sutanto Samidjan, Wawancara Pribadi

  • 51

    arsitektur strategi, sampai-sampai untuk menerjemahkannya ke dalam

    bahasa local seperti bahasa Indonesia menjadi kurang bermakna.22

    Peneliti menggunakan analisis SWOT dalam menganalisis strategi

    pemasaran produk tabungan fasilitas qurban. Analisis ini didasarkan pada

    logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan peluang

    (Opportunities) namun secara bersamaan dapat menimbulkan kelemahan

    (Weaknesses) dan ancaman (Threaths).23

    Analisis SWOT digunakan peneliti untuk menganalisis faktor

    internal dalam kerangka kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness),

    serta faktor eksternal dalam kerangka peluang (opportunities) dan

    ancaman (threats), strategi pemasaran yang dimiliki produk tabungan

    fasilitas qurban BMT Al-Munawwarah Cabang Pamulang.

    a. Kekuatan (Strenght)24

    BMT telah dikenal oleh masyarakat atau di pangsa pasarnya

    Bagi hasil kompetitif

    Persyaratan dan Administrasi di BMT tidak sulit

    Tanpa administrasi bulanan atau 0%

    AO (Account Officer) langsung kelapangan untuk memberikan

    pelayanan

    b. Kelemahan (weakness)

    Banyaknya produk sehingga produk tersebut tidak efisien atau

    optimal

    22

    Jemsly Hutabarat dan Martani Huseini, Proses, Formasi, dan Implementasi, Manajemen

    Strategik Kontemporer Operasionalisasi Strategi, (Jakarta: Elex Media Komputindo Kelompok

    Gramedia,2006), h. 143 23

    Fereddy Rangkuti, Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, (Jakarta: Gramedia

    Pustaka Utama, 2001), Cet. Ke-1, h. 18 24

    Sutanto Sumidjan, Manajer Operasional, Wawancara Pribadi, (Jakarta : 05 Maret

    2015, 14:00)

  • 52

    Biaya promosi

    AO (Account Officer) tidak memahami produk tersebut

    c. Peluang (O