of 72 /72
STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN MABRUR JUNIOR BANK SYARIAH MANDIRI KCP PONDOK PINANG SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I) Oleh : DENNY SARWANI NIM: 109053000023 PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN IlMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1436 H / 2015 M

STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN MABRUR JUNIOR …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789... · STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABT]NGAII MABRT'R JUNIOR BANK SYARIAH MAIIDIRI

  • Author
    others

  • View
    5

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN MABRUR JUNIOR...

  • STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN MABRUR

    JUNIOR BANK SYARIAH MANDIRI KCP PONDOK PINANG

    SKRIPSI

    Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

    untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

    Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

    Oleh :

    DENNY SARWANI

    NIM: 109053000023

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH

    FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN IlMU KOMUNIKASI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    1436 H / 2015 M

  • STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABT]NGAII MABRT'RJUNIOR BANK SYARIAH MAIIDIRI KCP PONDOK PINANG

    SKRIPSI

    Diajukan Kepada tr'akultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasiuntuk Memenuhi Persyaratan MemperolehGelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

    Oleh :

    DEI\IIY SARWANINIM: 109053000023

    Di bawah Bimbingan :

    NIP: 196008031997031006

    PROGRAM STT]DI MANAJEMEN DAKWAHFAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMT]NIKASI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAHJAKARTA

    1436 H / 2015 M

  • PENGESAIIAN PANITIA U.IIAI{

    skripsi berjudul STRATEGT PEMASARAN PRorltlK TABUNGAI{MABRUR JUMOR BAI\IK SYARIAH MANDIRI KCP POI\IDOK PINANG

    teiah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ihnu Dakwah dan Ilmu

    Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada l1 Juni 2015. Skripsi ini telah

    diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Komunikasi Islam

    (S.Kom.I) pada Program Studi Manajemen Dakwah.

    Jakart4 11 Juni 2015

    Sidang Munaqasyah

    Ketua Merangkap Anggota Sekretaris Merangkap Anggota

    I\[IF.1

    Anggot4

    Penguji I

    Drs. Hasanuddin lbnu Hibban-MA

    I\nP. 19660605199403 1005

    H" Mulkanasir.8.4r" S.Pd. MM

    t{IP. 19550101 1983021 001

    Pembimbing

    I\[IP. 196008031997031006

  • LEMBAR PERI{YATAAN

    Dengan ini saya menyatakan bahwa :

    l. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhisalah satu persyaratan memperoleh gelar Strata Satu (Sl) di Universitas Islam

    Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkansesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakafia.

    3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya ataumerupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima

    sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Jakafia,15 Mei 2015

  • i

    ABSTRAK

    Denny Sarwani 109053000023. Strategi Pemasaran Produk Tabungan

    Mabrur Junior Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang. Fakultas

    Dakwah dan Komunikasi, Jurusan Manajemen Dakwah, Konsentrasi

    Lembaga Keuangan Syariah. Dibimbing oleh Drs. H. M Sungaidi, MA.

    Bank Syariah dalam prinsipnya menggunakan sistem bagi hasil yang

    menghindari sistem bunga didalamnya, hal ini menjadi tren di kalangan

    masyarakat. Dalam sistem bagi hasil, Bank Syariah Mandiri berperan dalam

    membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yang di inginkan, seperti

    menunaikan ibadah haji, dengan hal itu Bank Syariah Mandiri dalam strategi

    pemasaran tak luput selalu melibatkan masyarakat di dalamnya dengan

    menawarkan produk tabungan mabrur junior dalam bidang jasa.

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pemasaran dan

    implementasi seperti apa yang dilakukan Bank Syariah Mandiri KCP Pondok

    Pinang dalam merekrut nasabah di dalam produk tabungan mabrur junior, serta

    bagaimana hasil evaluasi yang terjadi dalam produk tabungan mabrur junior ini

    dan langkah apa saja yang di ambil dalam merekrut masyarakat pada tahun

    pertama diluncurkannya produk tersebut.

    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan

    kualitatif yang mengorganisir semua data melalui observasi, wawancara dengan

    memilihnya menjadi satu kesatuan yang dapat dikelola menjadi sumber data yang

    dianggap penting untuk dipelajari serta memutuskan hal apa saja yang perlu

    diperbaiki dari hasil evaluasi yang terjadi di Bank Syariah Mandiri KCP Pondok

    Pinang di dalam produk tabungan mabrur junior.

    Dengan demikian hasil penelitian ini ialah, Strategi-strategi yang

    dilakukan Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang terhadap produk tabungan

    mabrur junior untuk menarik minat nasabah dalam pemasaran yaitu dengan

    strategi menjemput bola (mencari nasabah) diantaranya memprioritaskan

    pemasaran kepada para pelajar yaitu siswa-siswa (pelajar) dan para orang tua,

    selain itu para nasabah juga di berikan kemudahan dalam penyetoran perbulan dan

    pelayanan yang cepat. Sedangkan strategi yang tidak berjalan dengan baik ada

    pada promosi periklanan, Bank Syariah Mandiri kurang memaksimalkan

    periklanan melalui TV-Commercial dan spot iklan radio sehingga masyarakat luas

    kurang mendapatkan informasi produk-produk Bank Syariah Mandiri.

    Kata Kunci : Strategi dan Pemasaran

  • ii

    KATA PENGANTAR

    ِبْســــــــــــــِم اهلِل الرَّْحَمِن الرَِّحْيـــــم

    Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena berkat

    rahmat, hidayah serta inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

    Sholawat dan salam penulis sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW yang

    telah membawa Al-Qur’an dan Hadist-Nya.

    Dalam proses penyusunan, penulis mendapatkan banyak bantuan,

    petunjuk, bimbingan, serta motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sudah

    sepatutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada :

    1. Kepada Ayahanda Dulher dan Ibunda Hayani yang sudah banyak memberikan

    dorongan materil, motivasi tanpa batas, senyum bergelimang ikhlas dan tak

    pernah lelah untuk terus percaya kepada penulis, sehingga penulis dapat

    mengeyam pendidikan formal tingkat perguruan tinggi di Universitas Islam

    Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta hingga selesai.

    2. Dr. Arief Subhan, M.A. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

    Komunikasi.

    3. Suparto, M.Ed, Ph.D sebagai Pudek I, Drs. Jumroni, M.Si sebagai Pudek II,

    serta Dr. Roudhonah, MA sebagai Pudek III bidang kemahasiswaan yang telah

    memberikan banyak ilmu dalam bidang organisasi.

    4. Drs. Cecep Castrawijaya, M.A. sebagai Ketua Jurusan Manajemen Dakwah,

    H. Mulkanasir, B.A, S.Pd, M.M. sebagai Sekertaris Jurusan Manajemen

    Dakwah

  • iii

    5. Drs. H.M Sungaidi, M.A. sebagai Dosen Pembimbing Skripsi yang telah

    banyak meluangkan waktu dan pemikirannya untuk memberi arahan serta

    masukan dalam penulisan skripsi ini.

    6. Kepada Tim Penguji Skripsi yang telah meluangkan waktunya demi

    kesempurnaan skripsi ini.

    7. Seluruh Dosen-Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu yang telah mengajari

    penulis banyak ilmu selama di bangku perkuliahan. Semoga menjadi ilmu

    yang bermanfaat bagi penulis.

    8. Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

    beserta seluruh Staffnya. Yang telah banyak membantu penulis mendapatkan

    buku referensi yang penulis perlukan.

    9. Kakak-kakak dan Adikku tercinta, Eri Imin Chaerani, S.S ,Adhayana Rachma

    Sari, S.Pd.I dan Istiqomah yang memberikan arahan dan saran sehingga

    penulis bisa menyelesaikan tahap demi tahap dalam proses pembelajaran

    selama ini.

    10. Ibu Indah Wulandari dan Ibu Fachrah A.H. Bachmid Kepala Cabang

    Pembantu Bank Syariah Mandiri Pondok Pinang yang telah memberikan izin

    kepada penulis untuk meneliti di Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang

    yang telah bersedia menjadi sumber informasi melalui wawancara untuk

    penelitian skripsi ini.

    11. Ibu Monita Customer Service Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang

    yang telah membantu penulis mengumpulkan data demi data dalam penulisan

    skripsi ini.

  • iv

    12. Teman-teman jurusan Manajemen Dakwah dan Fakultas Dakwah dan

    Komunikasi angkatan 2009.

    13. Kepada semua pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang

    tidak dapat disebutkan satu persatu, namun tidak mengurangi rasa hormat.

    Penulis hanya biasa mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dan

    dukungannya.

    Akhirnya atas jasa dan bantuan dari semua pihak, baik itu moril maupun

    materil. penulis panjatkan doa semoga Allah SWT membalasnya dengan imbalan

    pahala yang berlipat. Mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat umumnya

    kepada semua pihak, khususnya diri pribadi penulis.

    Jakarta, 15 Mei 2015

    Denny Sarwani

  • v

    DAFTAR ISI

    ABSTRAK .............................................................................................................. i

    KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii

    DAFTAR ISI ......................................................................................................... v

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ............................................ 5

    C. Tujuan Penelitian ........................................................................... 6

    D. Manfaat Penelitian ......................................................................... 6

    E. Metodologi Penelitian .................................................................... 7

    F. Tinjauan Pustaka ............................................................................ 9

    G. Sistematika Penulisan .................................................................... 11

    BAB II LANDASAN TEORITIS TENTANG STRATEGI DAN

    PEMASARAN

    A. Teori Strategi .......................................................................................... 13 1. Pengertian Strategi ........................................................................ 13 2. Implementasi Strategi .................................................................... 15 3. Evaluasi Strategi ........................................................................... 15

    B. Pemasaran ................................................................................................ 16 1. Pengertian Pemasaran .............................................................. 16

    2. Konsep-konsep Pemasaran ...................................................... 17

    C. Strategi Pemasaran ................................................................................. 19 1. Pengertian Strategi Pemasaran ................................................ 19

    2. Langkah-langkah Strategi Pemasaran ...................................... 20

    3. Prinsip Strategi Pemasaraan .................................................... 21

    BAB III GAMBARAN UMUM BANK SYARIAH MANDIRI DAN

    PRODUK TABUNGAN MABRUR JUNIOR

  • vi

    A. Sejarah Singkat Bank Syariah Mandiri .............................................. 29 B. Visi Dan Misi ......................................................................................... 31 C. Profil Perusahaan .................................................................................... 31 D. Struktur Organisasi ................................................................................ 32 E. Tabungan Mabrur Junior ....................................................................... 33 F. Produk-produk Bank Syariah Mandiri ................................................. 35

    BAB IV ANALISA STRATEGI PEMASARAN TABUNGAN

    MABRUR JUNIOR PADA BANK SYARIAH MANDIRI

    KCP PONDOK PINANG

    A. Strategi Pemasaran Tabungan Mabrur Junior Pada Bank

    Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang ................................... 42 1. Segmentation ................................................................................... 43 2. Targetting ........................................................................................ 44 3. Positioning ....................................................................................... 45 4. Differentiation .......................................................................... 45

    5. Marketing Mix .......................................................................... 46

    B. Evaluasi Strategi Pemasaran Tabungan Mabrur Junior

    KCP Pondok Pinang ..................................................................... 53

    BAB V PENUTUP

    A. Kesimpulan ............................................................................................ 56 B. Saran ........................................................................................................ 58

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

  • 1

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Bank merupakan lembaga keuangan yang bertugas pokoknya

    mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyalurkannya dari masyarakat

    kepada masyarakat, selain itu bank juga memberikan jasa-jasa keuangan,

    pembayaran pembiayaan lainnya kepada masyarakat atas adanya bank-bank

    berusaha semaksimal mungkin melakukan dana tarik (insentif) ekonomi

    berupa bunga tinggi, bonus serta hadiah-hadiah yang menarik. Berbagai

    langkah dilakukan bank dengan tujuan menghimpun dana masyarakat, yang

    salah satu caranya adalah dengan meningkatkan jumlah nasabah.1

    Bisnis perbankan adalah bisnis pelayanan (services) dan kepercayaan

    (trust), bisnis jasa yang berdasar pada azas kepercayaan sehingga masalah

    kualitas layanan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan bisnis

    ini. Kualitas pelayanan merupakan bentuk penilaian konsumen terhadap

    tingkat layanan yang diterima (Perceived Services) dengan tingkat layanan

    yang diharapkan (Expected Service). Jika layanan perbankan syariah tidak

    sepadan atau sebaik layanan bank konvensional maka sulit memindahkan

    kepercayaan penanganan dananya pada bank syariah. Di sinilah

    pengembangan produk perbankan menjadi penting dibicarakan dalam rangka

    pengembangan bisnis produk syariah di Indonesia. Meskipun ketangguhan

    1 Muhammad Syafei Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktek, (Jakarta: Gema Insan

    Press, 2001), Cet ke-1, h. 129

  • 2

    sistem bank syariah dalam menghadapi gejolak moneter 1997-1999 teruji,

    tetapi realitanya tidak serta merta masyarakat beralih dari bank konvensional

    ke bank syariah. Hal tersebut menunjukan bahwa ketangguhan sistem

    bukanlah variabel utama yang mempengaruhi pilihan nasabah dalam

    menggunakan jasa perbankan.

    Setiap bank-bank syariah mempunyai bermacam-macam produk yang

    ditawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di dalam menawarkan

    produknya maka terjadi persaingan antara bank-bank syariah sehingga perlu

    adanya strategi di dalam masing-masing bank tersebut. Hal ini dilakukan agar

    masyarakat mengetahui dan berminat untuk mengambil manfaat dari produk-

    produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhannya.

    Strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan

    sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan

    demikian strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas

    dan terarah tentang apa yang dilakukan dalam menggunakan setiap

    kesempatan atau peluang pada beberapa sasaran pasar. Strategi merupakan

    serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah

    perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya.2 Sedangkan strategi

    pemasaran merupakan proses pemasaran yang mencakup beberapa hal

    2William J. Stanton, Prinsip Pemasaran, Penerjemah Wilhelmus W. Bokowatun,

    (Jakarta; Erlangga, 1991), h. 5

  • 3

    analisis atas kesempatan-kesempatan, pemilihan sasaran-sasaran,

    pengembangan strategi, perumusan rencana, implementasi serta pengawasan.3

    Inovasi produk, harus diakui posisinya sangat penting bagi kinerja

    keuangan, yang tak kalah penting juga adalah hubungan erat antara organisasi

    bisnis dengan konsumen dan pengembangan serta distribusi (pelayanan)

    produk yang cepat memungkinkan perusahaan memperoleh keunggulan

    bersaing (competitive advantage).4

    Menyadari posisi penting inovasi produk dan layanan pada nasabah bagi

    kelanjutan dan kesinambungan bisnis perbankan. Maka Bank Syariah,

    sebagai lembaga bisnis tidak bisa mengisolasi diri dalam hal ini. Agar bisa

    tetap survive, bank-bank syariah harus secara terus menerus melakukan

    berbagai inovasi, termasuk mendisain berbagai berbagai produk, baik

    penghimpunan dana maupun pembiayaan, semenarik mungkin.5

    Strategi pemasaran produk perbankan syariah adalah salah satu kunci

    untuk mengembangkan bisnis syariah. Untuk menghadapi perubahan-

    perubahan yang terjadi baik di dalam maupun diluar lingkungan perusahaan

    sehubungan dengan semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis, perusahaan

    harus bersikap aktif dalam merespon segala permasalahan yang ada. Hal ini

    diperlukan sebagai bahan masukan dalam menganalisis berbagai strategi

    3 Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, (Jakarta: LPKN, 2000), Cet ke- 2, h.

    804 4 Muhammad, Bank Syariah; Problem dan Prospek Perkembangan di Indonesia,

    (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005), h. 95 5 Muhammad, Bank Syariah; Problem dan Prospek Perkembangan di Indonesia,

    (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005), h. 96

  • 4

    alternatif yang selanjutnya akan dipilih oleh perusahaan. Tahap analisis

    strategi pemasaran merupakan tahapan yang penting dari proses manajemen

    strategi dan termasuk langkah kritis yang merupakan salah satu indikator

    keberhasilan pihak manajemen perbankan syariah yang membutuhkan

    kecermatan khusus untuk menghasilkan pilihan strategi dan pemasaran yang

    tepat.6

    Banyak perusahaan-perusahaan yang membuka biro perjalanan haji, baik

    haji reguler maupun haji plus. Begitu juga dengan perbankan syariah seperti

    Bank Muamalat, Bank Danamon Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BRI

    Syariah, dan Bank Syariah Mandiri yang sudah mengeluarkan produknya

    yaitu Tabungan Haji.7

    Salah satu produk yang terdapat di Bank Syariah Mandiri adalah

    Tabungan Mabrur Junior. Tabungan ini merupakan produk yang prospeknya

    bagus karena banyak orang muslim ingin sekali menunaikan ibadah haji, akan

    tetapi selalu terbentur masalah biaya yang sangat mahal, ibadah haji adalah

    merupakan salah satu dari rukun Islam ke lima. Ibadah haji adalah ibadah

    yang hanya dilakukan di kota Mekkah. Bagi umat muslim wajar saja jika

    merasa iri melihat saudara-saudara kita yang pergi berangkat haji. Kerinduan

    untuk bisa segera ke Tanah Suci sebaiknya bukan hanya menjadi angan di

    hati, tapi direalisasikan juga dalam bentuk rencana untuk bisa naik haji, oleh

    6 Sofjan Assauri. Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep, dan Strategi, (Jakarta: PT Raja

    Grafindo Persada, 2004), Ed.1, Cet ke-7 7 Muhammad, Bank Syariah; Problem dan Prospek Perkembangan di Indonesia,

    (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005), h. 74

  • 5

    karena itu peranan perbankan syariah sangat besar di sini. Bank bukan hanya

    sebagai tempat untuk mencari keuntungan ataupun sarana berinvestasi untuk

    kehidupan dunia saja akan tetapi sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah

    SWT melalui akad dalam konsep syariah.

    Berdasarkan latar belakang di atas, penulis bermaksud ingin

    membahasnya lebih lanjut mengenai “STRATEGI PEMASARAN PRODUK

    TABUNGAN MABRUR JUNIOR PADA BANK SYARIAH MANDIRI

    KCP PONDOK PINANG”

    B. Perumusan dan Pembatasan Masalah

    Berdasarkan Data diatas dan agar pembahasan ini lebih terarah dan tidak

    melebar, penulis membatasinya hanya pada strategi pemasaran, implementasi,

    dan evaluasi Tabungan Mabrur Junior Bank Syariah Mandiri KCP Pondok

    Pinang tahun 2014-2015.

    Dari pembatasan masalah tersebut dapat dirumuskan bahwa pokok-pokok

    permasalahan yang dibahas adalah sebagai berikut:

    1. Bagaimana strategi pemasaran Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang

    dalam memasarkan produk Tabungan Mabrur Junior?

    2. Bagaimana implementasi strategi pemasaran Tabungan Mabrur Junior

    Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang?

    3. Bagaimana evaluasi strategi pemasaran Tabungan Mabrur Junior Bank

    Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang tahun 2014-2015?

  • 6

    C. Tujuan Penelitian

    Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas, adapun

    tujuan dan manfaat skripsi ini secara umum adalah sebagai berikut:

    1. Untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh Bank Syariah

    Mandiri dalam pemasaran produk Tabungan Mabrur Junior.

    2. Untuk mengetahui implementasi strategi pemasaran yang digunakan oleh

    Bank Syariah Mandiri dalam pemasaran produk Tabungan Mabrur Junior.

    3. Untuk mengetahui evaluasi strategi pemasaran Tabungan Mabrur Junior

    Bank Syariah Mandiri.

    D. Manfaat Penelitian

    Selanjutnya dengan terciptanya tujuan tersebut diatas, diharapkan dari

    hasil penelitian ini dapat diperoleh manfaat dan kegunaannya antara lain

    sebagai berikut:

    Manfaat dari penelitian ini adalah, mengetahui apa yang menjadi tujuan

    penelitian agar dapat memberi sumbangan pemikiran dalam mekanisme

    tabungan haji pada bank syariah. Selain itu agar secara akademis dapat pula

    menjadi sumbangan pengetahuan bagi penulis sendiri ataupun masyarakat.

  • 7

    E. Metode Penelitian

    1. Jenis Penelitian

    Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, jenis penelitian yang

    digunakan adalah jenis penelitian analisis kualitatif yang bersifat analisis

    deskriptif yaitu dengan mengumpulkan, menyusun dan mendeskripsikan

    berbagai dokumen, data dan informasi yang aktual.8 Data-data yang telah

    diperoleh akan diinterprestasikan dalam bentuk pemaparan dan analisa

    sehingga penulis dapat memberikan kesimpulan pada penelitian ini.

    Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor adalah prosedur

    penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan

    dari orang atau perilaku yang diamati, sedangkan menurut Krilk dan

    Miller mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang

    tergantung pada pengamatan sesuai dengan kemampuannya yang

    berhubungan langsung dengan orang-orang sekitar objek penelitian.9

    2. Sumber Data

    Jenis data yang diberlakukan dalam penelitian ini meliputi:

    a. Data primer dalam penulisan ini adalah data yang diperoleh secara

    langsung dari Bank Syariah Mandiri. Untuk memperoleh data primer

    ini, penulis mengadakan wawancara langsung dengan pihak Bank.

    8 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alvabeta, 1999), h. 209

    9 Lexi J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya,

    2002), Cet ke-13, h. 3

  • 8

    b. Data sekunder penulis ambil dari buku-buku, internet dan penelitian

    terdahulu dan sumber tertulis lainnya yang mengandung informasi

    yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

    3. Tempat dan Waktu Penelitian

    Adapun lokasi penelitian ini di Bank Syariah Mandiri KCP Pondok

    Pinang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Juli sampai dengan 20

    Februari 2015.

    4. Teknik Pengumpulan Data

    Dalam penelitian ini, untuk memperoleh data yang relevan, maka

    menggunakan metode pengumpulan data dengan cara:

    a. Riset Lapangan (Field Research)

    Riset lapangan ini dimaksudkan untuk mendapat data primer

    dilakukan penelitian sebagai pelengkap data dalam hasil penelitian

    kelak, yaitu dengan melakukan wawancara dengan Fachrah A.H

    Bachmid selaku kepala cabang dan Monita selaku customer service

    untuk memperoleh data yang benar-benar dapat dipertanggung

    jawabkan kebenarannya.

    b. Riset Kepustakaan (Library Research)

    Riset ini dimaksudkan untuk mendapatkan acuan teori dalam

    melengkapi data yang ada, dengan cara membaca buku-buku teks,

    mempelajari literatur dan catatan, yang sesuai dengan masalah yang

    dibahas dalam skripsi ini, agar yang diperoleh benar-benar memiliki

    landasan teori dan acuan yang jelas.

  • 9

    5. Teknik Analisa Data

    Teknik analisis data yang dipakai dalam menganalisa data

    kualitatif yakni dimulai dengan analisis teoritis tentang strategi pemasaran,

    kemudian data yang diperoleh dari hasil pengamatan (observasi) dan hasil

    wawancara dengan pihak Bank Syariah Mandiri di analisis berdasarkan

    permasalahan yang sedang dibahas dengan menggunakan metode

    deskriptif analisis, yakni penelitian yang menggambarkan data dan

    informasi yang berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan

    mengenai penerapan strategi pemasaran produk Tabungan Mabrur Junior

    dengan melakukan kajian secara mendalam terhadap fakta-fakta yang ada

    dan memberikan penilaian terhadap permasalahan yang diangkat secara

    tepat dan akurat.

    F. Tinjauan Pustaka

    Beberapa referensi yang telah ada dan berkaitan dengan judul skripsi

    yang diangkat adalah:

    Ipah Kholipah (208046100056), Strategi Pemasaran Produk Tabungan

    Berencana (Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Bintaro). Jurusan

    Muamalat Ekonomi Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif

    Hidayatullah Jakarta, 2012 M/1433 H.

    Fokus skripsi ini membahas tentang bagaimana strategi pemasaran

    produk Berencana, dimana akan diketahui strategi pemasaran yang

    diterapkan dan melihat apakah strategi yang diterapkan dapat

    meningkatkan jumlah nasabah, serta melihat prospek perkembangan

  • 10

    produk Tabungan Berencana tahun 2008-2012 pada Bank Syariah Mandiri

    Cabang Bintaro.

    Nunung Sucilawati (207046100087), Strategi Pemasaran Produk

    Pembiayaan Talangan Haji Bank Syariah Mandiri Cabang Bekasi.

    Jurusan Muamalat Ekonomi Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN

    Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011 M/1432 H.

    Fokus skripsi ini membahas tentang bagaimana strategi pemasaran

    produk Pembiayaan Talangan Haji, dan faktor apa saja yang

    mempengaruhi nasabah pengguna Pembiayaan Talangan Haji, serta

    prospek dari produk Pembiayaan Talangan Haji pada Bank Syariah

    Mandiri Cabang Bekasi.

    Anggi Sulaiman (106053001992), Strategi Pemasaran Produk tabungan

    Wadi’ah Bank Mega Syariah. Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ilmu

    Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011

    M/1432 H.

    Fokus skripsi ini membahas tentang bagaimana perencanaan dan

    perumusan strategi pemasaran produk Tabungan Wadi’ah Bank Mega

    Syariah Pusat, dan mengetahui bagaimana implementasi dari strategi

    pemasaran produk Tabungan Wadi’ah yang telah dirumuskan, serta

    bagaimana pengawasan produk Tabungan Wadi’ah pada Bank Mega

    Syariah.

    Dari skripsi diatas membahas tentang strategi pemasaran, strategi

    pemasaran memang telah banyak dikaji dalam penelitian-penelitian

  • 11

    tersebut, namun apa yang akan saya teliti berbeda dengan ketiga penelitian

    diatas, perbedaanya terletak pada fokus penelitian yang penulis bahas

    adalah tentang Strategi Pemasaran Produk Tabungan Mabrur Junior,

    dimana akan diketahui strategi pemasaran yang diterapkan Bank Syariah

    Mandiri KCP Pondok Pinang. Dan implementasi strategi pemasaran yang

    diterapkan, serta bagaimana evaluasi strategi pemasaran tahun 2014-2015

    Tabungan Mabrur Junior Bank Syariah Mandiri.

    G. Sistematika Penulisan

    Sebagai gambaran tentang penulisan skripsi ini, penulis telah menyusun

    menjadi lima bab. Masing-masing terdiri dari:

    BAB 1: Pendahuluan

    Sebagai gambaran umum tentang penulisan skripsi. Pada bab

    ini diuraikan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan dan

    Batasan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metode

    Penelitian, Tinjauan Pustaka dan Sistematika Penulisan.

    BAB II: Landasan Teoritis tentang Strategi dan Pemasaran

    Terdiri dari: Strategi, Implementasi Strategi, Evaluasi Strategi,

    Pemasaran, Konsep-konsep Pemasaran, Strategi Pemasaran,

    Langkah-langkah Strategi Pemasaran, Prinsip Strategi

    Pemasaran.

  • 12

    BAB III: Gambaran Umum Bank Syariah Mandiri KCP Pondok

    Pinang

    Meliputi: Sejarah Berdirinya, Profil Perusahaan, Visi dan Misi,

    Struktur Organisasi, Tabungan Mabrur Junior, Produk Bank

    Syariah Mandiri.

    BAB IV: Analisis Strategi Pemasaran Tabungan Mabrur Junior

    pada Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang

    Membahas tentang strategi pemasaran dan implementasi dari

    Produk Tabungan Mabrur Junior, Serta evaluasi strategi

    pemasaran Tabungan Mabrur Junior Bank Syariah Mandiri

    KCP Pondok Pinang.

    BAB V: Penutup

    Memuat kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan

    dan memberikan saran yang berkaitan dengan permasalahan

    yang dibahas untuk memperoleh solusi atas permasalahan

    tersebut.

  • 13

    BAB II

    LANDASAN TEORITIS

    A. Teori Strategi

    1. Pengertian Strategi

    Kata strategi berasal dari Yunani, yaitu strategos atau strategis yang

    berarti jendral.1 Strategi berarti seni para jendral. Dalam pembahasan kata

    “strategi” sulit untuk dibantah bahwa penggunaanya dibawah atau

    bersumber dari dan populer dilingkungan militer. Di lingkungan tersebut

    penggunaannya lebih dominan dalam situasi peperangan sebagai tugas

    seorang komandan dalam menghadapi musuh.2

    Henry Mintzberg mendefinisikan strategi sebagai 5 P yaitu strategi

    perfektif, strategi sebagai posisi, strategi sebagai perencanaan, strategi

    sebagai pola kegiatan dan strategi sebagai “penipuan” (ploy yaitu muslihat

    rahasia). Sebagai perfektif dimana strategi dalam bentuk misi, misi

    menggambarkan perspektif kepada semua aktifitas. Sebagai posisi, dimana

    dicari pilihan untuk bersaing. Sebagai perencanaan, dalam hal strategi

    menentukan tujuan performasi perusahaan. Sebagai pola kegiatan, dimana

    dalam strategi dibentuk pola yaitu umpan balik dan penyesuaian.3

    Strategi adalah ilmu perencanan dan penentuan arah operasi-operasi

    bisnis berskala besar, menggerakan semua sumber daya perusahaan yang

    dapat menguntungkan secara aktual dalam bisnis. John A. Byrne

    1 Djaslim Saladin, Manajemen Strategi dan Kebijakan Perusahaan, (Bandung: Linda

    Karya, 2004), h.108. 2 Hadin Nawawi, Manajemen Strategik, (Gajah Mada University: Press, 2003), cet.2,

    h.147. 3 Hadin Nawawi, Manajemen Strategik, (Gajah Mada University: Press, 2003), cet. 2,

    h.148.

  • 14

    mendefinisikan strategi sebagai sebuah pola yang mendasar dari sasaran

    yang berjalan dan yang direncanakan, penyebaran sumber daya dan

    interaksi organisasi dengan pasar, pesaing, dan faktor-faktor lingkungan.

    (Chandler, 1962) mengatakan strategi adalah penetapan tujuan dasar

    jangka panjang dan sasaran perusahaan dan penerapan serangkaian

    tindakan, serta alokasi sumber daya yang penting untuk melaksanakan

    sasaran.4

    Dari berbagai pengertian dan definisi mengenai strategi secara umum

    dapat didefinisikan bahwa strategi itu adalah suatu seni. Walaupun

    diadakan suatu analisis peralatan untuk mengidentifikasi dan

    mengevaluasi strategi, tetapi proses perumusan strategi, tetap lebih banyak

    didominasi oleh pemikiran institusi, perasaan, persepsi dan pendapat

    individu.5

    Maka sedikitnya ada enam tahapan umum yang perlu diperhatikan

    dalam merumuskan suatu strategi, yaitu :6

    1. Seleksi yang mendasar dan kritis terhadap permasalahan.

    2. Menetapkan tujuan dasar dan sasaran strategi.

    3. Menyusun perencanaan tindakan.

    4. Menyusun rencana penyumberdayakan.

    5. Mempertimbangkan keunggulan.

    4 Purwanto, Marketing Strategi Peningkatan Pangsa Pasar dan Daya Saing, (T.tp. :

    PLATINUM, 2008), cet. Pertama, h. 14 5 Sukristono, Perencanaan Strategis Bank, (Jakarta: PT Phasa Warna, 1992), h.335.

    6 Purwanto, Marketing Strategi Peningkatan Pangsa Pasar dan Daya Saing, (T.tp. :

    PLATINUM, 2008), cet. Pertama, hlm. 17

  • 15

    2. Iplementasi Strategi

    Tahap kedua setelah perumusan strategi adalah implementasi

    strategi. Implementasi berarti meletakkan strategi menjadi kegiatan.

    Implementasi strategi melibatkan penugasan dan pendelegasian

    wewenang ke tingkat manajemen di bawahnya.

    Implementasi strategi ini didalamnya termasuk menciptakan

    struktur organisasi yang efektif, menyiapkan anggaran,

    mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi yang diterima.

    Dalam proses pelimpahan wewenang ini perlu diperhatikan secara

    seksama batasan wewenang. Kreativitas bawahan perlu dibangun

    secara terkendali. Pelaksanaan strategi tanpa kreativitas akan

    menghasilkan kegiatan yang kering dan cenderung tidak bermakna.

    Oleh karena itu, perlu dibuatkan batasan yang jelas dan tegas dalam

    pendelegasian dan pengalihan kewenangan.7

    3. Evaluasi Strategi

    Tahapan strategi yang terakhir adalah tahap evaluasi. Ada tiga

    aktifitas mendasar untuk mengevaluasi strategi:

    a. Meninjau faktor-faktor external dan internal yang menjadi dasar

    asumsi pembuatan strategi. Adapun perubahan faktor eksternal

    seperti tindakan yang harus dilakukan. Perubahan yang ada akan

    menjadi satu hambatan dalam mencapai tujuan, begitu pula

    dengan faktor internal yang diantaranya strategi yang tidak

    efektif atau aktifitas yang buruk dapat berakibat buruk pula pada

    7 Sentot Imam Wahjono, Manajemen Tata Kelola Organisasi Bisnis (Surabaya: Indeks,

    2008 ), cet. 1, h. 61

  • 16

    hasil yang akan dicapai.

    b. Mengukur prestasi, yakni membandingkan hasil yang diharapkan

    dengan kenyataan.

    c. Mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa prestasi

    sesuai rencana.8

    Dalam tahap ini perlu dikemukakan 2 pertanyaan mendasar,

    yaitu:

    a. Apakah strategi diimplementasikan sesuai dengan rencana?

    b. Apakah strategi mencapai hasil yang diharapkan?9

    B. Pemasaran

    1. Pengertian Pemasaran

    Sedangkan pengertian pemasaran berasal dari kata pasar yang yang

    dalam konteks tradisional diartikan dengan “tempat orang berjual beli”.

    Akan tetapi, pengertian pasar yang dimaksud disini bukan dalam

    pengertian kongkrit, melainkan lebih lebih ditujukan pada pengertian

    abstrak. Menurut Philip Kotler pemasaran adalah sebuah proses sosial dan

    manajerial, dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka

    butuhkan dan inginkan, melalui penciptaan dan pertukaran produk serta

    nilai dengan pihak lain.10

    Pemasaran juga dapat diartikan sebagai upaya

    untuk menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak dengan

    maksud tertentu.11

    8 Fred David, Manajemen Strategi Konsep, (Jakarta: PT. Prenhallindo, 1998), h. 5-6

    9 Sentot Imam Wahjono, Manajemen Tata Kelola Organisasi Bisnis, h. 61

    10 Philip Kotler dan Gary Arinstong, Dasar-Dasar Pemasaran, Penerjemah Alexander

    Poro, (Jakarta: PT. Indeks, 2004), Edisi ke-9, Jilid 1, h. 7. 11

    Kasmis Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: Kencana, 2004), Cet. Ke-2, h. 74.

  • 17

    Setiap pemasaran bagi setiap perusahaan tidak ada perbedaan. Hanya

    yang jadi masalah adalah penerapan masalah untuk setiap jenis perusahaan

    memiliki karakteristik tersendiri. Bank sebagai perusahaan yang bergerak

    dibidang keuangan, maka produk yang diperjualbelikan merupakan jasa

    keuangan. Oleh karena itu, perlakuan pemasaran terhadap dunia perbankan

    sedikit berbeda dengan perusahaan lainnya. Secara umum pengertian

    pemasaran bank adalah suatu proses untuk menciptakan dan

    mempertukarkan produk atau jasa bank yang ditujukan untuk memenuhi

    kebutuhan dan keinginan nasabah dengan cara memberikan kepuasan.12

    2. Konsep-konsep Pemasaran

    Kegiatan strategi pemasaran dalam suatu perusahaan harus

    diorganisasikan secara terpadu dan memerlukan waktu pelaksanaan

    manajemen pemasaran yang pada hakikatnya merupakan tindakan dari

    konsep pemasaran.

    Menurut Leonard Berry, seorang ahli manajemen. “konsep pemasaran

    tidak hanya penting untuk menemukan hal yang benar dalam melakukan

    sesuatu yaitu memaksimalkan peluang yang menguntungkan,

    pengalokasian sumber-sumber berharga dengan memanfaatkan peluang

    yang timbul daripada hanya memecahkan persoalan bank”.

    Secara umum terdapat lima konsep pemasaran:

    a. Konsep Produksi (The Production Concept)

    Konsep ini menyatakan konsumen akan menyukai produk yang

    12

    Philip Kotler dan Gary Arinstong, Dasar-Dasar Pemasaran, Penerjemah Alexander Poro, Edisi ke-9, Jilid 1, h. 8.

  • 18

    tersedia selaras dengan kemampuan. Oleh karena itu harus berupaya

    untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.

    b. Konsep Produk (The Product Concept)

    Dalam konsep ini terkandung pengertian bahwa konsumen akan

    menyukai produk yang menawarkan kualitas dan prestasi terbaik serta

    keistimewaan yang menonjol. Oleh karena itu, produsen harus

    berupaya untuk memperbaiki produk secara terarah.

    c. Konsep Penjualan (The Selling Concept)

    Konsep ini merupakan konsep yang berorientasi pada tingkat

    penjualan (internal) dimana pemasar beranggapan bahwa konsumen

    harus dipengaruhi (bila perlu, dibujuk) agar penjualan dapat

    meningkat. Sehingga tercapai laba maksimal sebagaimana menjadi

    tujuan perusahaan. Dengan demikian, fokus kegiatan pemasaran

    adalah usaha-usaha memperbaiki teknik-teknik penjualan dan

    kegiatan promosi secara intensif dan agresif agar mampu

    mempengaruhi dan membujuk konsumen untuk membeli, sehingga

    pada gilirannya penjualan dapat meningkat.

    d. Konsep Pemasaran (The Marketing Concept)

    Dalam konsep ini dinyatakan bahwa kunci keberhasilan untuk

    mencapai tujuan perusahaan adalah terdiri dari penentuan kebutuhan

    dan keinginan pasar sasaran (target market) serta pemberian kepuasan

    yang diinginkan secara lebih baik daripada yang dilakukan oleh para

    pesaing. Dasar pemikiran yang terkandung dalam konsep pemasaran

    ini adalah:

  • 19

    1) Pemuasan keinginan kelompok pembeli tertentu adalah menjadi

    tugas perusahaan.

    2) Untuk itulah diperlukan progran riset pemasaran agar dapat

    diketahui pada keinginan pembeli.

    3) Semua kegiatan untuk mempengaruhi pembeli harus diletakan

    dibawah kontrol pemasaran yang terintegritasi.

    4) Kepuasan konsumen akan dapat menimbulkan loyalitas, kesan baik

    dari pembeli.

    e. Konsep Pemasaran Kemasyarakatan (The Societal Marketing

    Concept)

    Konsep ini menyatakan bahwa tugas perusahaan adalah

    menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran

    serta memberikan kepuasan yang diinginkan dengan lebih baik

    daripada yang diberikan oleh para pesaing sedemikian rupa sehingga

    dapat mempertahankan dan mempertinggi kesejahteraan masyarakat.

    Konsep pemasaran kemasyarakatan berupaya menjaga

    kepentingan masyarakat dalam jangka panjang, disamping tujuan

    lainnya yaitu memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen.13

    C. Strategi Pemasaran

    1. Pengertian Strategi Pemasaran

    Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh,

    terpadu dan menyatu dibidang pemasaran. Yang memberikan panduan

    tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan

    13

    Leonard Berry, Strategi dan Konsep-konsep Pemasaran, (Jakarta: Erlangga, 1996), Jilid 1, h. 67.

  • 20

    pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain, strategi pemasaran adalah

    serangkaian tujuan dan sasaran. Kebijakan dan aturan yang memberi arah

    kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu, pada masing-masing

    tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan

    perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang

    selalu berubah-ubah.14

    Strategi pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar

    tindakan yang mengarahkan kegiatan atau usaha pemasaran dari suatu

    perusahaan, dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu

    berubah, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

    2. Langkah-langkah Strategi Pemasaran

    Strategi pemasaran terdiri dari lima elemen yang saling berkaitan, ke

    lima elemen tersebut :15

    a. Pemilihan pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani.

    Keputusan ini didasari pada faktor-faktor:

    1) Persepsi terhadap fungsi produk dan pengelompokan

    teknologi yang dapat diproteksi dan didominasi.

    2) Ketebatasan sumber daya internal yang mendorong

    perlunya pemusatan (fokus) yang lebih sempit.

    3) Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial and error

    didalam menanggapi peluang dan tantangan.

    4) Kemampuan khusus yang berdasar dari akses terhadap

    sumber daya langka atau pasar terproteksi.

    14

    Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep, dan Strategi, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), Edisi. 1, Cet. Ke-7, h. 168.

    15 Wilson Arafat, Manajemen Perbankkan Indonesia, (Jakarta : Pustaka LP3ES

    Indonesia) hlm. 50

  • 21

    b. Perencanaan produk, meliputi produk spesifik yang dijual,

    pembuatan lini produk dan desain penawaran individual pada

    masing-masing lini, produk itu sendiri menawarkan manfaat total

    yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian

    (manfaat total: produk itu sendiri, merek produk, ketersedian

    produk, jaminan atau garansi, jasa reparasi, dan bantalan teknis

    yang disediakan penjual, serta hubungan personal yang mungkin

    terbentuk diantara pembeli dan penjual.

    c. Penetapkan harga, yaitu menentukan harga yang dapat

    mencerminkan nilai kualitatif dari produk kepada pelanggan.

    d. Sistem distribusi, yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran,

    yang dilalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang

    membeli dan yang digunakannya.

    e. Komunikasi pemasaran (promosi) yang meliputi : periklanan,

    personal selling, personal penjualan, direct marketing dan public

    relation.

    3. Prinsip Strategi Pemasaran

    Ada beberapa prinsip strategi dalam memasarkan produk tabungan

    mabrur junior, prinsip strategi tersebut ialah :

    a. View Market Universally (Segmentation)

    Segmentasi adalah seni mengidentifikasikan serta

    memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar16

    .

    Mengalokasikan peluang dalam strategi yang dimiliki harus melihat

    16

    Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah Marketing, (Bandung :PT. Mizan Pustaka : 2006 ), hal. 165

  • 22

    dari beberapa pemikiran.

    Menurut karakteristiknya, dalam segmentasi dengan cara

    pendekatan, pendekatan sejatinya bisa dikelompokan menjadi tiga,

    yaitu :

    1) Static Attribute, pendekatan yang dilakukan adalah dengan

    membagi pasar berdasarkan atribut-atribut yang statis sifatnya,

    seperti geografis atau demografis. Segmentasi geografis membagi

    pasar berdasarkan negara, kawasan, provinsi atau kota. Segmentasi

    demografis membagi pasar berdasarkan umur, jenis kelamin, jenis

    perkerjaan, jumlah pendapatan, agama dan pendidikan.

    2) Dynamic Attribute, pendekatan yang dlakukan adalah dengan

    memperhatikan atribut-atribut yang dinamis, seperti psikografis

    dan perilaku. Segmentasi psikografis membagi pasar berdasarkan

    gaya hidup dan keperibadian, sedangkan segmentasi perilaku

    berdasarkan sikap, penggunaan dan respon.

    3) Individual Segmentation, dilakukan atas unit terkecil pasar, yaitu

    individu perorangan.

    b. Target Customer’s Heart and Soul (Targetting)

    Targetting diartikan sebagai kegiatan menentukan pasar

    sasaran, yaitu tindakan memilih satu atau lebih segmen untuk

    dilayani.17

    Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan pada saat

    mengevaluasi dan menentukan segmen mana yang mau di target.

    17

    Ali Hasan, Marketing, (Jakarta: PT Buku Kita, 2008), hal. 191

  • 23

    Yang pertama adalah memastikan segmen pasar sangat

    menguntungkan. Kriteria kedua adalah strategi targetting harus

    didasarkan pada keunggulan daya saing perusahaan. Kriteria ketiga

    adalah melihat situasi persaingan yang terjadi. Semakin tinggi tingkat

    persaingan, perusahaan perlu mengoptimalkan segala usaha yang ada

    secara efektif dan efisien sehingga targetting yang dilakukan akan

    sesuai dengan keadaan yang ada dipasar.

    c. Build a Belief System (Positioning)

    Positioning adalah suatu pernyataan mengenai bagaimana

    identitas produk atau perusahaan tertanam dibenak konsumen yang

    mempunyai kesesuaian dengan kompentasi yang dimiliki perusahaan

    untuk mendapatkan kepercayaan, kredibilitas, dan pengakuan dari

    konsumen.18

    Bagi perusahaan syariah membangun positioning yang kuat dan

    positif sangatlah penting. Citra syariah yang dengan sendirinya akan

    terbentuk harus bisa dipertahankan dengan menawarkan value-value

    yang dipertahankan dengan prinsip syariah.

    d. (Differentation)

    Positioning adalah inti dari strategi, dan differensiais adalah inti

    dari taktik.

    Differentation didefinisikan sebagai tindakan merancang

    seperangkat perbedaan yang bermakna dalam tawaran perusahaan.

    Namun, penawaran ini bukan berarti janji-janji belaka saja, melainkan

    18

    Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah Marketing, (Bandung: PT.

    Mizan Pustaka : 2006), hal. 173

  • 24

    harus didukung oleh bentuk yang nyata.19

    e. Be Honest with your 4 PS (Marketing Mix)

    Kita pasti mengenal yang namanya 4P sebagai marketing mix,

    elemen-elemen tersebut yaitu product (produk), price (harga), place (

    tempat/distribusi), dan promotion (promosi).20

    Komponen elemen-elemen 4P dilihat dari :21

    1) Produk

    Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar

    untuk mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian atau

    konsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. Ia

    meliputi benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan.

    Konsep perencanaan penawaran produk dapat dilihat dari :

    a) Produk inti adalah manfaat yang sesungguhnya dibutuhkan

    dan akan dikonsumsi oleh customer dari setiap produk.

    b) Produk generik adalah produk dasar yang mampu memenuhi

    fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk agar

    dapat berfungsi).

    c) Produk harapan adalah produk formal yang ditawarkan

    dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal.

    Contoh yang terlihat ditabungan haji, nasabah yang

    mengikuti produk tabungan haji mabrur junior ingin fasilitas

    yang baik, seperti pelayanan yang baik serta cepat, dan

    19

    Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah Marketing, (Bandung: PT.

    Mizan Pustaka : 2006), hal. 175 20

    Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah Marketing, (Bandung: PT. Mizan Pustaka : 2006), hal. 177

    21 Ali Hasan, Marketing, (Jakarta: PT Buku Kita, 2008), hal. 275

  • 25

    konsumen ingin kenyamanan dalam pemberangkatan haji

    nanti.

    d) Produk pelengkap adalah berbagai atribut produk yang

    dilengkapi atau ditambah berbagai manfaat dan pelayanan.

    e) Produk potensi adalah segala macam tambahan dan

    perbuatan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk

    dimasa mendatang.

    2) Price (Harga)

    Bagi konsumen, harga merupakan segala bentuk biaya moneter

    yang dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh, memiliki,

    memanfaatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanan

    dari suatu produk. Bagi perusahaan, penetapan harga merupakan

    cara untuk membedakan penawarannya dari para pesaing.

    Peranan harga dalam sistem pemasaran bisa dilihat dari

    beberapa faktor, diantaranya :22

    a) Peranan harga tergantung pada :

    Siapakah pembelinya (target pasar)

    Apa jenis produk yang diperdagangkan

    Saluran apa yang digunakan (strategi distribusi)

    b) Fungsi harga dalam strategi positioning :

    Ada pun fungsi harga dalam strategi positioning diantaranya :

    22

    Ali Hasan, Marketing, (Jakarta: PT Buku Kita, 2008),h.298

  • 26

    Pertama, Pertanda bagi pembeli : harga tinggi sebagai

    indikator jaminan bahwa merek tersebut merupakan produk

    berkualitas tinggi.

    Kedua, Instrumen persaingan : harga sebagai cara

    menyerang pesaing atau sebagai pengganti nilai atau kualitas.

    Ketiga, Cara meningkatkan kinerja finansial : harga

    sebagai penentuan target harga, pengembalian investasi jangka

    pendek.

    c) Tanggung jawab keputusan penentuan harga bervariasi diantara

    perusahaan jenis produk.

    d) Hubungan penentuan harga dengan elemen baruan pemasaran

    lainnya.

    3) Place (tempat /distribusi)

    Dalam menentukan place atau saluran distribusi, perusahaan

    harus mengutamakan tempat-tempat yang sesuai dengan target

    marketing sehingga dapat efektif dan efisien dalam memasarkan

    produk yang diberikan.

    4) Promotion (promosi)

    Promosi merupakan proses mengkomunikasikan variabel

    bauran pemasaran yang sangat penting untuk dilaksanakan oleh

    perusahaan dalam memasarkan produk.

    Instrumen promosi terdiri kombinasi promosi yang terdiri dari :

    a) Advertising

    Periklanan didefinisikan oleh Ralph S. Alexsander (1995), iklan

  • 27

    merupakan setiap bentuk penyajian non-personal dan personal ide,

    barang-barang atau jasa yang dibayar oleh sponsor yang telah

    diidentifikasikan.23

    Dengan iklan yang dilakukan menjadikan strategi pemasaran

    lebih efektif dalam memasarkan produk yang dipasarkan ke

    masyarakat. Media Periklanan meliputi segenap perangkat yang

    dapat memuat atau membawa pesan-pesan penjualan kepada calon

    pembeli.

    b) Personal Selling

    Penjualan personal (personal selling) merupakan bentuk

    persentasi secara lisan dengan satu atau lebih calon pembeli dengan

    tujuan melakukan penjualan.24

    c) Public Relation

    Public relation merupakan usaha untuk menstimulasi

    permintaan sebuah produk atau jasa dengan cara menyampaikan

    berita yang signifikan dan bersifat komersial, merancang berbagai

    program untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan

    atau setiap produk.25

    Dari segi bisnis, public relation dilihat dari sebagai :

    Public : sekelompok pelanggan atau calon pelanggan yang

    memiliki kepentingan aktual dan potensial yang berpengaruh

    terhadap kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan.

    23

    Ali Hasan, Marketing, (Jakarta: PT Buku Kita, 2008), h.376 24

    Ali Hasan, Marketing, (Jakarta: PT Buku Kita, 2008), h.368 25

    Ali Hasan, Marketing, (Jakarta: PT Buku Kita, 2008), h.371

  • 28

    Public relation : usaha manajemen untuk memanfaatkan

    berbagai program terencana dan berkesinambungan yang secara

    efektif dirancang untuk mendukung dan memelihara, serta

    mempromosikan dan atau menjaga perusahaan atau setiap

    produknya.

  • 29

    BAB III

    GAMBARAN UMUM BANK SYARIAH MANDIRI DAN PRODUK

    TABUNGAN MABRUR JUNIOR

    A. Sejarah Singkat Bank Syariah Mandiri

    Kehadiran BSM (Bank Syariah Mandiri) sejak tahun 1999, merupakan

    hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 1997-1998.

    Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997, yang

    disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk di panggung politik nasional,

    telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap

    seluruh sendi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dunia usaha. Dalam

    kondisi tersebut, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank

    konvensional mengalami krisis luar biasa. Pemerintah akhirnya mengambil

    tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di

    Indonesia.

    Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan

    konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah.

    Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan

    syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas

    diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum

    untuk melayani transaksi syariah (dual banking system).

    Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa

    pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk

    melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi

    Bank Syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera

  • 30

    mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB

    berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan

    prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana

    tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September

    1999.

    Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi Bank Umum Syariah

    dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No.

    1/24/ KEP.BI/1999, 25 Oktober 1999. Selanjutnya, melalui Surat Keputusan

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/ 1999, BI

    menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Menyusul

    pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara

    resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1

    November 1999.

    PT Bank Syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang

    mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani, yang

    melandasi kegiatan operasionalnya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-

    nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri

    dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. BSM hadir untuk bersama

    membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik.1

    Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang sendiri berdiri pada tanggal

    1 November 2011 dan mulai beroperasi pada tanggal 10 November 2011.

    Sebelumnya Bank Syariah Mandiri ini masih menumpang dengan Bank

    Mandiri yang bertempat di PIM 2.

    1Bank Syariah Mandiri “Sejarah” Artikel diakses pada 22 Juli 2014 dari

    http://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/profil-perusahaan/sejarah/

    http://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/profil-perusahaan/sejarah/

  • 31

    Semakin lama nasabah semakin bertambah banyak, agar tidak ada

    anggapan dari masyarakat bahwa Bank Syariah Mandiri menerapkan sistem

    yang sama dengan bank konvensional karena Bank Syariah Mandiri adalah

    bank yang menggunakan sistem syariah. Sehingga Bank Syariah Mandiri

    akhirnya memisahkan diri dari Bank Mandiri dengan membuat kantor cabang

    sendiri di Pondok Indah, dan KCP Pondok Pinang sendiri adalah merupakan

    anak cabang daripada cabang Pondok Indah.2

    B. Visi dan Misi

    Visi

    Memimpin pengembangan peradaban ekonomi yang mulia

    Misi

    1. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata industri yang

    berkesinambungan.

    2. Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran pembiayaan

    pada segmen UMKM.

    3. Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja yang sehat.

    4. Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

    5. Mengembangkan nilai-nilai syariah universal.3

    C. Profil Perusahaan

    1. Profil perusahaan

    Nama : PT Bank Syariah Mandiri

    2 Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang, 22 Juli 2014. 3 Bank Syariah Mandiri “Visi dan Misi” Artikel diakses pada 22 Juli 2014 dari

    http://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/visi-dan-misi/

    http://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/visi-dan-misi/

  • 32

    KCP Jakarta – Pondok Pinang

    Alamat : Jln. Ciputat Raya No. 56 B

    Jakarta Selatan 12310 – Indonesia

    Telepon : (+6221) 7581 8970, 7581 9022

    7590 2126/2146/2197

    Faksimili : (+6221) 7590 2177

    Situs Web : www.syariahmandiri.co.id

    Tanggal Berdiri : 1 November 2011

    Tanggal Beroperasi : 10 November 2011

    Jumlah Karyawan : 9 Orang

    2. Kepemilikan saham

    a. PT Bank Mandiri (Persero)Tbk. 231.648.712 lembar saham

    (99,999999%)

    b. PT Mandiri Sekuritas : 1 lembar saham (0,000001%).4

    D. Struktur Organisasi

    Struktur organisasi Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang terdiri dari

    Sub Branch, Operational Officer, Account Officer, Sales Assistance,

    Customers Service, Teller, dan Back Office. Untuk melihat lebih jelas tentang

    struktur organisasi Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang dapat di lihat

    pada Gambar 3.1.

    4 Bank Syariah Mandiri “Profil Perusahaan” Artikel diakses pada 22 Juli 2014 dari

    http://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/profil-perusahaan/profilperusahaan-

    profilperusahaan/

    http://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/profil-perusahaan/profilperusahaan-profilperusahaan/http://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/profil-perusahaan/profilperusahaan-profilperusahaan/

  • 33

    Gambar 3.1 Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang

    tahun 2014

    Sumber: Struktural Organisasi Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang

    E. Mengenal Produk Tabungan Mabrur Junior Bank Syariah Mandiri

    Bank Syariah Mandiri adalah pelopor dari produk Tabungan Mabrur

    Junior, Tabungan Mabrur Junior sedikit berbeda dengan tabungan haji/umrah

    pada biasanya, produk Tabungan Mabrur Junior dari Bank Syariah Mandiri ini

    diperuntukkan khusus bagi nasabah dengan usia di bawah 17 tahun dan belum

    memiliki KTP yang berminat menunaikan ibadah haji/umrah. Karena untuk

    menunaikan ibadah haji, saat ini harus menunggu hingga 10-an tahun. Untuk

    itu, dengan Tabungan Mabrur Junior diharapkan keberangkatan haji bisa

    direncanakan sejak sedini mungkin.

    Tabungan Mabrur Junior menggunakan akad Mudharabah al-Mutlaqah.

    Untuk pendaftaran, pengisian formulir pembukaan rekening Tabungan Mabrur

    Junior di BSM diisi dengan data dan nama orang tua/wali qq nama anak

    secara lengkap. Adapun setoran awal dan setoran selanjutnya untuk Tabungan

    Mabrur Junior minimal Rp100.000. Setelah mencapai Rp25.100.000, nasabah

    akan didaftarkan ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT).

  • 34

    Untuk lebih jelasnya dibawah ini :

    1. Manfaat:

    a. Aman dan terjamin.

    b. Kemudahan perencanaan keuangan untuk membantu pelaksanaan

    ibadah haji & umrah.

    c. Kemudahan pendaftaran haji melalui SISKOHAT Kementrian Agama.

    d. Kemudahan dalam penyetoran ke rekening tabungan.

    2. Persyaratan:

    a. Menunjukan identitas asli orang tua/wali (KTP/SIM/Paspor yang

    masih berlaku) dan menyerahkan fotocopy bukti identitas tersebut.

    b. Menunjukan asli Kartu Keluarga (KK)/Akte Kelahiran/Kartu Pelajar

    dan menyerahkan fotocopy kartu Keluarga (KK)/Akte Kelahiran/Kartu

    Pelajar.

    c. Surat pernyataan dari orang tua/wali bahwa setuju dan mengetahui

    buku tabungan dicetak atas nama anak.

    3. Fitur:

    a. Berdasarkan prinsip syariah mudharabah muthlaqah.

    b. Usia nasabah maksimal 17 tahun dan belum mempunyai KTP.

    c. Tidak dapat dicairkan kecuali untuk melunasi Biaya Penyelenggaraan

    Ibadah Haji/Umrah (BPIH).

    d. Setoran awal minimal Rp100.000 dan setoran selanjutnya minimal

    Rp100.000.

    e. Saldo minimal untuk didaftarkan ke SISKOHAT adalah Rp25.100.000

    atau sesuai ketentuan dari Kementerian Agama.

  • 35

    f. Notifikasi reminder saldo melalui email dan/atau sms apabila saldo

    sudah mencapai Rp25.100.000 atau sesuai dengan ketentuan yang

    berlaku di Bank).

    g. Bebas biaya pembukaan rekening dan biaya administrasi.

    h. Apabila tabungan ditutup bukan karena penyetoran BPIH dan

    pembayaran umrah dikenakan biaya sebesar Rp25.000.

    i. Online di seluruh outlet BSM.

    Setiap pendaftar Tabungan Mabrur Junior akan memperoleh manfaat di

    antaranya notifikasi saldo melalui email dan/atau sms apabila saldo telah

    mencapai Rp25.100.000. Selanjutnya dapat mendaftarkan nomor porsi melalui

    aplikasi SISKOHAT, bebas biaya pembukaan rekening dan biaya administrasi

    bulanan, serta mendapatkan return/bagi hasil kompetitif.5

    F. Produk-produk Yang di Miliki Bank Syariah Mandiri KCP Pondok

    Pinang

    Berdasarkan brosur bsm produk dana dan jasa layanan syariah, produk-

    produk Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang adalah sebagai berikut:6

    1. Tabungan BSM

    Tabungan dalam mata uang rupiah yang penarikan dan penyetorannya

    dapat dilakukan setiap saat selama jam buka kas di konter BSM atau

    melalui ATM.

    Manfaat:

    5 Wawancara Pribadi dengan Monita, Bagian Customer Service Bank Syariah Mandiri

    KCP Pondok Pinang, 22 Juli 2014. 6 Brosur Bank Syariah Mandiri: BSM Produk Dana dan Jasa.

  • 36

    a. Aman dan terjamin

    b. Online di seluruh outlet BSM

    c. Bagi hasil yang kompetitif.

    d. Fasilitas BSM Card yang berfungsi sebagai kartu ATM & debit.

    e. Fasilitas e-Banking, yaitu BSM Mobile Banking & BSM Net Banking.

    f. Kemudahan dalam penyaluran zakat, infaq dan sedekah.

    Persyaratan: Kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.

    Karakteristik:

    a. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah.

    b. Minimum setoran awal: Rp80.000.

    c. Minimum setoran berikutnya: Rp10.000

    d. Saldo minimum: Rp50.000.

    e. Biaya tutup rekening: Rp20.000.

    f. Biaya administrasi/bulan: Rp6.000.

    2. Tabungan Mabrur

    Tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu pelaksanaan ibadah

    haji dan umrah.

    Manfaat:

    a. Aman dan terjamin.

    b. Fasilitas talangan haji untuk kemudahan mendapatkan porsi haji.

    c. Online dengan Siskohat Departemen Agama untuk kemudahan

    pendaftaran.

    Persyaratan: Kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.

    Karakteristik:

  • 37

    a. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah.

    b. Tidak dapat dicairkan kecuali untuk melunasi Biaya Penyelenggaraan

    Ibadah Haji/Umrah (BPIH).

    c. Setoran awal minimal Rp500.000

    d. Setoran selanjutnya minimal Rp100.000.

    e. Saldo minimal untuk didaftarkan ke SISKOHAT adalah Rp25.500.000

    atau sesuai ketentuan dari Departemen Agama.

    f. Biaya penutupan rekening karena batal Rp25.000.

    3. Tabungan Investa Cendikia

    Tabungan Berjangka untuk keperluan uang pendidikan dengan jumlah

    setoran bulanan tetap (installment) dan dilengkapi dengan perlindungan

    asuransi.

    Manfaat Tabungan:

    a. Bagi hasil yang kompetitif.

    b. Kemudahan perencanaan keuangan masa depan, khususnya pendidikan

    putra/i.

    c. Perlindungan asuransi secara otomatis, tanpa pemeriksaan kesehatan.

    Persyaratan:

    a. Kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.

    b. Memiliki Tabungan BSM sebagai rekening asal (source account).

    Karakteristik:

    a. Berdasarkan prinsip syariah mudharabah muthlaqah.

    b. Periode tabungan 1 s.d. 20 tahun.

    c. Usia nasabah minimal 17 tahun dan maksimal 55 tahun (usia masuk

  • 38

    ditambah periode kontrak sama atau tidak melebihi 60 tahun).

    d. Setoran bulanan minimal Rp100.000 s.d. Rp4.000.000.

    e. Jumlah setoran bulanan dan periode tabungan tidak dapat diubah.

    f. Penarikan sebagian saldo diperbolehkan, dengan saldo minimal

    Rp1.000.000.

    4. Tabungan Berencana

    Tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta

    kepastian pencapaian target dana yang teleh ditetapkan.

    Manfaat Tabungan:

    a. Bagi hasil yang kompetitif.

    b. Kemudahan perencanaan keuangan nasabah jangka panjang.

    c. Perlindungan asuransi secara gratis & otomatis, tanpa pemeriksaan

    kesehatan.

    d. Jaminan pencapaian target dana.

    Manfaat Asuransi:

    a. Santunan tunai berfungsi untuk memenuhi kekurangan target dana,

    sehingga manfaat asuransi dihitung dengan cara: Target dana – Saldo

    saat klaim

    Persyaratan:

    b. Kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.

    c. Memiliki Tabungan BSM sebagai rekening asal (source account).

    Karakteristik:

    a. Berdasarkan prinsip syariah mudharabah muthlaqah.

    b. Periode tabungan 1 s.d. 10 tahun.

  • 39

    c. Usia nasabah minimal 18 tahun dan maksimal 60 tahun saat jatuh

    tempo.

    d. Setoran bulanan minimal Rp100.000.

    e. Target dan minimal Rp1.200.000 dan maksimal Rp200.000.000.

    f. Jumlah setoran bulanan dan periode tabungan tidak dapat diubah.

    g. Tidak dapat menerima setoran diluar setoran bulanan.

    h. Saldo tabungan tidak bisa ditarik. Apabila ditutup sebelum jatuh tempo

    (akhir masa kontrak) akan dikenakan biaya administrasi.

    5. Tabungan Simpatik

    Tabungan berdasarkan prinsip wadiah yang penarikannya dapat dilakukan

    setiap saat berdasarkan syarat-syarat yang disepakati.

    Manfaat:

    a. Aman dan terjamin.

    b. Online di seluruh outlet BSM.

    c. Bonus bulanan yang diberikan sesuai dengan kebijakan BSM.

    d. Fasilitas BSM Card, yang berfungsi sebagai kartu ATM & debit.

    e. Fasilitas e-Banking, yaitu BSM Mobile Banking & BSM Net Banking.

    f. Penyaluran zakat, infaq dan sedekah.

    Persyaratan: Kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.

    Karakteristik:

    a. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad Wadiah.

    b. Setoran awal minimal Rp20.000 (tanpa ATM) & Rp30.000 (dengan

    ATM).

    c. Setoran berikutnya minimal Rp10.000.

  • 40

    d. Saldo minimal Rp20.000.

    e. Biaya tutup rekening Rp10.000.

    f. Biaya administrasi Rp2.000 per rekening per bulan atau sebesar bonus

    bulanan (tidak mengurangi saldo minimal).

    6. TabunganKu

    TabunganKu merupakan tabungan untuk perorangan dengan persyaratan

    mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di

    Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung dan meningkatkan

    kesejahteraan masyarakat.

    Manfaat:

    a. Aman dan terjamin dan online di seluruh outlet BSM.

    b. Bonus wadiah diberikan sesuai kebijakan bank.

    Fasilitas:

    a. Fasilitas Kartu TabunganKu, berfungsi sebagai kartu ATM & debit.

    b. Fasilitas e-Banking, yaitu BSM Mobile Banking & BSM Net Banking.

    c. Kemudahan dalam penyaluran zakat, infaq dan sedekah.

    Persyaratan: Kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.

    Karakteristik:

    a. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad wadiah yad dhamanah.

    b. Bebas biaya administrasi rekening.

    c. Biaya pemeliharaan Kartu TabunganKu Rp2.000. (bila ada).

    d. Setoran awal minimum Rp20.000, dan setoran selanjutnya minimum

    Rp10.000.

    e. Saldo minimum rekening (setelah penarikan) Rp20.000.

  • 41

    f. Biaya penutupan rekening atas permintaan nasabah Rp20.000.

    g. Jumlah minimum penarikan di counter Rp100.000 kecuali saat tutup

    rekening.

    h. Rekening dorman (tidak ada transaksi selama 6 bulan berturut-turut):

    - Biaya penalti Rp2.000 per bulan.

    - Apabila saldo rekening mencapai < Rp 20.000, maka rekening

    akan ditutup oleh sistem dengan biaya penutupan rekening sebesar

    sisa saldo.

  • 42

    BAB IV

    ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

    A. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Mabrur Junior

    Di Indonesia Bank Syariah tersebar di penjuru kota dengan

    menyebarkan beberapa produk-produk yang dapat membantu masyarakat,

    khususnya masyarakat menengah kebawah dalam mewujudkan keinginan

    masyarakat tersebut. Setelah kehadiran fatwa MUI mengenai Bank

    Syariah, Bank Syariah dituntut mampu mengetahui potensi dan

    permintaan masyarakat sehingga mampu memenuhi keinginan pasar.

    Dengan begitu masyarakat dapat memenuhi keinginan dan keperluan

    dalam kehidupan tersebut.

    Bank Mandiri Syariah bukanlah bank pertama yang menggunakan

    prinsip syariah, akan tetapi Bank Mandiri Syariah ikut berperan dalam

    membantu kesejahteraan masyarakat tanpa menggunakan prinsip riba.

    Dengan adanya persaingan-persaingan dengan bank lain maka perlu

    melakukan kebijakan dalam penghimpunan dana masyarakat, jika tejadi

    masalah-masalah yang ada di bank syariah dalam strategi pemasaran

    produk-produk yang dikenalkan bank, dengan kebijakan yang sudah

    dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi agar tidak terjadi

    suatu penurunan dalam tingkat kesehatan dalam bank tersebut. Salah satu

    yang paling mendasar sangat diperlukan adalah bagaimana cara dan upaya

    menarik minat nasabah agar bertahan ataupun jumlahnya meningkat.

  • 43

    Kebutuhan masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji/umrah

    semakin besar, dilihat dari masyarakat yang setiap tahun banyak yang

    melakukan ibadah haji maupun umrah, maka dari situ Bank Syariah

    Mandiri mengeluarkan produk tabungan Mabrur Junior dengan tujuan

    memudahkan masyarakat untuk mempersiapkan keberangkatan dalam

    menunaikan ibadah haji maupun umrah.

    Strategi dalam memasarkan produk tabungan Mabrur Junior sangat

    diperlukan agar produk yang ditawarkan oleh bank dapat di terima oleh

    masyarakat sekitar daerah Pondok Pinang khususnya, maka strategi-

    strategi yang dilakukan harus sampai ke masyarakat, akan tetapi strategi

    yang dilakukan terkadang tidak semua berjalan lancar, pasti akan terjadi

    kendala didalamnya yang mengakibatkan kurang responnya masyarakat

    terhadap produk yang dipasarkan.

    Ada beberapa prinsip strategi yang dilakukan Bank Syariah Mandiri

    KCP Pondok Pinang dalam memasarkan produk tabungan Mabrur Junior,

    prinsip strategi tersebut ialah:

    1. Segmentation

    Mengalokasikan peluang dalam strategi yang dimiliki harus

    melihat dari beberapa pemikiran1:

    a. Lokasi, lokasi sangat penting dalam mensukseskan produk yang

    akan dipasarkan dimasyarakat, dengan lokasi yang strategis bagi

    1 Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang, 22 Juli 2014.

  • 44

    masyarakat maka akan memudahkan masyarakat ikut serta dalam

    produk yang di pasarkan. Bank Syariah Mandiri membagi lokasi

    dalam mencari peluang dengan cara menjemput bola yaitu pergi ke

    tempat-tempat yang sudah ditentukan seperti sekolah, universitas,

    dan lain-lain.

    b. SDM, SDM disini dilihat dari segi kebiasaan masyarakat dan

    keinginan kebanyakan masyarakat dalam kebutuhannya, dengan

    menerima produk yang akan ditawarkan, serta melihat perkerjaan

    masyarakat, maka penjualan akan di lakukan, karena melihat biaya

    yang akan dikeluarkan dalam produk tabungan haji sangat besar

    dengan biaya Rp.25.000.000.

    2. Targetting

    Dilihat dari pertumbuhan keberangkatan haji pertahun sangat

    banyak, dengan peluang yang ada menjadikan produk ini sangat

    diterima oleh masyarakat, sedangkan untuk target pasar, Bank Syariah

    Mandiri KCP Pondok Pinang telah memilih siapa yang akan menjadi

    target untuk produk tabungan mabrur junior, dengan konsep yang ada,

    maka target yang dipilih yaitu seluruh lapisan masyarakat muslim di

    Indonesia dengan beberapa syarat yang sudah ditentukan oleh

    persyaratan Bank Syariah Mandiri, dengan persaingan yang banyak,

    maka Bank Syariah Mandiri memberikan kemudahan dan keringanan

    dalam penyetoran, saldo awal yang harus dibayarkan adalah Rp.

    100.000,00 dengan pembiayaan bulanan minimal Rp. 100.000,00

  • 45

    perbulan, jadi mengingat tabungan yang harus dibayarkan harus sesuai

    dengan persyaratan yang diterimanya. Persyaratan tersebut ialah anak-

    anak usia dibawah 17 tahun, belum memiliki KTP dan sesuai syarat

    yang sudah ditentukan oleh pihak bank.2

    3. Positioning

    Dalam memasarkan produk tabungan mabrur junior dengan sistem

    bagi hasil, Bank Syariah Mandiri memberikan kemudahan dan fasilitas

    yang terbaik serta cepat dalam melayani konsumen, dengan

    berkerjasama dengan travel-travel yang terpercaya maka Bank Syariah

    Mandiri KCP Pondok Pinang memberikan penawaran dari keinginan

    konsumen dalam pemberangkatkan haji yang diinginkan.3

    4. Differentiation

    Dengan target yang sudah ditentukan, Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang dalam memasarkan produknya bukan hanya

    menawarkan saja produk tersebut, akan tetapi dengan sistem

    menjemput bola, yang diartikan ialah mencari nasabah, maka Bank

    Syariah Mandiri menawarkan dengan cara menawarkan ke tempat-

    tempat yang sudah ditargetkan yaitu sekolah-sekolah yang ditawarkan

    kepada wali murid, staff dan guru-guru sekolah, dan ke kampus-

    kampus yang ditawarkan secara umum.

    2 Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang, 22 Juli 2014. 3 Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang, 22 Juli 2014.

  • 46

    Selain itu, Dalam teknik strategi produk tabungan haji yang

    dilakukan, Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang memberikan

    fasilitas dan kemudahan dalam tabungan. Dengan konsumen

    menabung dalam produk tabungan mabrur junior, Bank Syariah

    Mandri KCP Pondok Pinang memberikan kemudahan dalam

    penyetoran perbulan dan pelayanan yang cepat dalam melayani

    nasabah tersebut4.

    Selain dalam fasilitas yang dijamin oleh Bank Syariah Mandiri

    KCP Pondok Pinang, produk tabungan mabrur junior ini memberikan

    kenyamanan kepada konsumen dalam pemberangkatan nanti.

    5. Marketing Mix

    Dengan strategi yang dilakukan Bank Syariah Mandri KCP Pondok

    Pinang, marketing mix penting dalam strategi pemasaran tersebut

    karena marketing mix sangat dilihat oleh para konsumen, baik itu

    produk, harga, tempat, dan promosinya, maka marketing mix sangat

    diperlukan dalam strategi.

    Komponen elemen-elemen marketing mix dilihat dari :

    a. Produk

    Strategi dalam produk yang dilakukan Bank Syariah

    Mandiri KCP Pondok Pinang adalah dengan mencari nasabah

    bukan menunggu nasabah5, dikarenakan produk tabungan

    4 Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang, 22 Juli 2014. 5 Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang, 22 Juli 2014.

  • 47

    mabrur junior ini sangat membantu dalam kebutuhan

    masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji atau umrah,

    khususnya membantu masyarakat muslim yang ingin mengajak

    anaknya dalam pemberangkatan ibadah haji.

    Selain itu, dalam produk ini Bank Syariah Mandri KCP

    Pondok Pinang memberikan fasilitas-fasilitas untuk nasabah

    dalam memudahkan dalam ikut ambil peran diproduk tabungan

    haji mabrur junior ini. Diantaranya ialah :

    1) Bebas biaya administrasi bulanan.

    2) Kemudahan pengurusan administrasi/dokumen

    perjalanan haji.

    3) Asuransi jiwa dan Kecelakaan.

    4) Setoran ringan.

    5) Online antar cabang.

    6) Online dengan SISKOHAT Departemen Agama.

    b. Harga

    Disetiap perusahan dan lembaga dalam penentuan harga

    berusaha memberikan pelayanan yang dapat di capai oleh

    masyarakat kalangan menengah kebawah, karena dilihat dari

    prinsipnya Bank Syariah memberikan bantuan untuk memenuhi

    kebutuhan masyarakat, maka dalam penentuan harga, lembaga

    atau perusahaan memberikan semurah-murahnya biaya untuk

    masyarakat, dengan itu Bank Syariah Mandri KCP Pondok

  • 48

    Pinang memberikan harga dengan jumlah yang murah, yaitu

    setoran awal sebesar Rp. 100.000 dan setoran selanjutnya

    minimal Rp. 100.000 per-bulan. Selain itu, Bank Syariah

    Mandiri memberikan kepada nasabah dengan memberikan

    kepastian kepada nasabah dengan memberikan kuota/porsi

    keberangkatan haji dengan SISKOHAT (sistem komputerisasi

    haji terpadu) Departemen Agama, serta kepuasan dalam produk

    yang ditawarkan6.

    Maka dengan demikian, harga yang diberikan sesuai

    dengan kualitas yang didapat pada nasabah.

    c. Tempat / Distribusi

    Bank Syariah Mandri KCP Pondok Pinang dalam

    strategi tempat atau distribusi melakukan survei langsung ke

    lapangan yang ditargetkan, seperti tempat sekolah, kampus,

    serta kantor-kantor yang ingin dan terima akan produk yang

    dipasarkan.

    Bank Syariah Mandri KCP Pondok Pinang selain survei

    kelapangan, Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang dalam

    strategi distribusi dengan secara langsung branch offices

    dimana Bank melakukan penawaran dan interaksi langsung

    6 Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang, 22 Juli 2014.

  • 49

    terhadap nasabah, sehingga memungkinkan lebih mudah dan

    cepat mendapatkan respon7.

    d. Promosi

    Promosi di setiap lembaga sangat perlu, karena dalam

    promosi dapat di lihat masyarakat secara langsung promosi

    yang dilakukan Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang

    adalah :

    1) Periklanan

    Secara umum Bank Syariah Mandiri media iklan dibagi

    menjadi dua bagian yaitu :

    a) Media iklan lini atas (Above the line), yaitu media iklan

    yang memiliki peran utama dalam sebuah kampanye iklan.

    Yang termasuk media iklan above the line diantaranya iklan

    print ada di koran atau majalah, TV- commercial, spot iklan

    radio, dan outdoor advertising.8

    Media iklan lini atas memberikan kemudahan dalam

    memasarkan produk yang ada, akan tetapi Bank Syariah

    Mandiri dalam memasarkan produk tabungan haji hanya

    menggunakan majalah koran dan out door advertising.

    Promosi terkait produk perbankkan yang bersifat

    Above the Line melalui media promosi sebagai berikut :

    7 Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang, 22 Juli 2014. 8 Surat Edaran Bank Syariah Mandiri, tentang : Promosi Above the line Tabungan Mabrur

    dan Mabrur Junior.

  • 50

    Koran Nasional (Seputar Indonesia, Media Indonesia dsb),

    Koran Lokal (Analisa, Waspada, Pikiran Rakyat, Jawa Pos

    dsb), Koran Berbahasa Mandarin (Harian Indonesia),

    Majalah (majalah Tempo, majalah TRUST, kicau Bintaro

    dsb), Tabloid (tabloid Rumah, tabloid Nova sdb), Radio

    Nasional (Gen FM), Radio Lokal (Radio Nova, Radio

    Palupi), Internet (di situs Okezone.com), SMS Blast (pesan

    promosi yang dikirim ke nomer ponsel nasabah, Email

    Blast (pesan promosi yang di kirim ke email nasabah),

    Promosi pada struk ATM BSM, Sponsorship Event,

    Business Grathering Tionghoa

    b) Media iklan lini bawah (Below the line), yaitu media iklan

    yang merupakan penunjang atau pelengkap promosi dalam

    sebuah kampanye iklan. Yang termasuk media iklan lini

    bawah diantaranya adalah Poster, Flag Chain, Standing

    Panel, Direct mail, brosur, sponsor, pameran-pameran,

    Leaflet, Spanduk, Umbul-umbul, barang-barang promosi

    dan lain lain.9

    Media iklan lini bawah (below the line promotions tool

    kits) yang telah tersedia untuk mensosialisasikan dan

    mempromosikan Tabungan Mabrur Junior adalah sebagai

    9 Surat Edaran Bank Syariah Mandiri, tentang : Promosi Below the line Tabungan Mabrur

    dan Mabrur Junior.

  • 51

    berikut : Poster, Brosur. Flag chain, Spanduk, Umbul-

    umbul, Mini Standing Panel, Giant Standing Panel.

    Sedangkan tempat-tempat yang dilokasikan untuk

    memasang media tersebut sebagai berikut :

    Tabel 4.1 Area Penempatan Media Iklan Lini Bawah

    NO MEDIA

    Promotions Tool Kits

    AREA PENEMPATAN

    Banking

    Hall

    Customers

    Services Area

    Luar

    Ruang

    1 Spanduk - - X

    2 Umbul-umbul - - X

    3 Flag Chain X X -

    4 Giant Standing Panel X X -

    5 Mini Standing Panel - X -

    6 Poster X X -

    7 Brosur X X X

    SUMBER : Data Surat Edaran Bank Syariah Mandiri Promosi

  • 52

    c) Personal Selling

    Bank Syariah Mandri KCP Pondok Pinang melakukan

    personal selling dalam strategi memasarkan produknya

    dengan beberapa kegiatan, diantaranya10

    :

    Melakukan seminar, dengan seminar yang dilakukan

    Bank Syariah Mandri KCP Pondok Pinang memberikan

    pengetahuan yang lebih kepada masyarakat yang tidak

    mengetahui bank syariah sekaligus promosi dalam produk-

    produk apa yang ada di Bank Syariah Mandiri KCP Pondok

    Pinang.

    Melakukan kegiatan sosial, kegiatan sosial yang

    dilakukan bank syariah mandiri ikut partisipasi dalam

    kegiatan-kegiatan besar seperti acara besar islam, serta

    kegiatan-kegiatan yang diadakan di sekolah-sekolah dan di

    kampus-kampus, majelis ta’lim, dan pendidikan formal dan

    non-formal dalam rangka mengenal kan Bank Syariah

    Mandiri dan memperkenalkan produk-produk yang ada di

    Bank Syariah Mandiri.

    d) Public Relation

    Kegiatan yang dilakukan Bank Syariah Mandiri KCP

    Pondok Pinang dalam public relation adalah mengundang

    nasabah atau masyarakat untuk berbincang-bincang dengan

    10

    Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang, 22 Juli 2014.

  • 53

    maksud untuk menambah wawasan nasabah atau

    masyarakat dalam produk-produk Bank Syariah Mandiri

    KCP Pondok Pinang, modelnya seperti seminar, akan tetapi

    lebih spesifik dalam mencari nasabahnya11

    .

    B. Evaluasi Strategi Pemasaran Tabungan Mabrur Junior

    Pada dasarnya strategi bersifat progresif, dirancang agar dapat

    tercapai pada masa yang akan datang. Evaluasi strategi adalah tahap akhir

    dalam manajemen strategis. Para manajer sangat perlu mengetahui kapan

    strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik, evaluasi strategi berarti usaha

    untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di

    masa depan karena faktor-faktor eksteral dan internal selalu berubah.

    Bank Syariah Mandiri menerbitkan tabungan haji untuk anak-anak

    dengan nama produk Tabungan Mabrur Junior, tabungan khusus untuk

    biaya haji dan umrah yang diperuntukkan bagi nasabah berusia di bawah

    17 tahun dan belum memiliki KTP.

    Hingga bulan Juni 2014 rata-rata nasional antrian haji sudah

    mencapai 14 tahun. Dengan pendaftaran lebih awal, anak telah berusia

    dewasa saat masa keberangkatan. Setoran awal dan setoran selanjutnya

    untuk Tabungan Mabrur Junior minimal Rp100.000. Setelah mencapai

    Rp25.100.000, nasabah akan didaftarkan ke Sistem Komputerisasi Haji

    11

    Wawancara Pribadi dengan Fachrah, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang, 22 Juli 2014.

  • 54

    Terpadu (SISKOHAT)12

    .

    Selain untuk memacu bisnis perseroan dari layanan haji, kehadiran

    Tabungan Mabrur Junior merupakan program edukasi kepada masyarakat

    bahwa haji dan umrah membutuhkan alokasi biaya dan waktu tunggu

    cukup lama sehingga perlu direncanakan sejak dini. Tabungan Mabrur

    Junior ini semakin meningkatkan kontribusi tabungan haji pada ranah

    bisnis Bank Syariah Mandiri.

    Dari hasil evalusi, strategi pemasaran yang di terapkan Bank

    Syariah Mandiri KCP Pondok Pinang tahun 2014-2015 berjalan dengan

    amat baik semua itu terbukti dari adanya pembelian produk Tabungan

    Mabrur Junior sebanyak 23 rekening Tabungan Mabrur Junior. Dana yang

    tersimpan di tabungan Mabrur Junior Bank Syariah Mandiri KCP Pondok

    Pinang mencapai Rp 25,3 juta dengan outstanding Tabungan Mabrur

    Junior sekitar Rp 549,7 juta.13

    Namun adapula strategi yang tidak berjalan dengan baik khususnya

    pada promosi periklanan, Bank Syariah Mandiri kurang memaksimalkan

    periklanan melal