STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, SERTA standar 1 visi, misi, tujuan, sasaran, serta strategi pencapaian 1.1. visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi pencapaian di tingkat unit

  • Published on
    06-Feb-2018

  • View
    229

  • Download
    6

Transcript

1STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN STRATEGI PENCAPAIAN DI TINGKAT UNIT PENGELOLA PROGRAM MAGISTER 1.1.1 Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Mekanisme penyusunan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) sebagai pengelola Program Magiser Administrasi Publik (PMAP) dan Program Magister Administrasi Bisnis (PMAB) dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, pembentukan Tim visi misi yang diketuai oleh Dekan FIA UB yang melibatkan berbagai komponen stakeholder, yaitu: pimpinan fakultas, pimpinan jurusan, pimpinan program studi, dosen (perwakilan setiap jurusan/prodi), tenaga kependidikan (KTU dan Kasubag), mahasiswa (perwakilan setiap jurusan/prodi), dan masyarakat yang diwakili oleh alumni (Lampiran 1.1). Penetapan alumni sebagai wakil masyarakat didasarkan pertimbangan bahwa mereka telah berinteraksi dengan berbagai organisasi di tengah-tengah masyarakat sebagai pengguna lulusan FIA UB sehingga keterlibatannya diharapkan dapat memberikan masukan yang tepat dalam merumuskan VMTS sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kedua, mendiskusikan VMTS dalam 3 (tiga) tahap. Tahap pertama brainstorming dalam rangka menggali beragam masukan guna merumuskan VMTS yang berorientasi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, ataupun kesesuaiannya dengan Renstra UB. Tahap kedua perumusan dan penajaman VMTS yang telah disusun dengan melibatkan pakar internal yang ahli di bidang manajemen strategi agar rumusan VMTS FIA UB memenuhi kaidah-kaidah akademis dan realistis. Tahap ketiga penyempurnaan VMTS oleh Tim Penyusun berdasarkan masukan-masukan yang telah diperoleh pada tahapan sebelumnya. Ketiga, penetapan VMTS oleh Senat Fakultas yang didahului pembahasan secara mendalam baik menyangkut substansi Visi, Misi, Tujuan, maupun Sasaran, sehingga rumusannya memenuhi kaidah-kaidah: kejelasan, realistik, dan keterkaitan antar substansi untuk mencapai keberhasilan FIA UB secara berkelanjutan. Dokumen Rapat Senat FIA UB mengenai penetapan VMTS dapat dilihat pada Lampiran 1.2.Keempat, sosialisasi VMTS kepada komponen stakeholder yang lebih luas baik kepada civitas akademika (dosen dan mahasiswa) maupun masyarakat yang lebih luas. Sosialisasi dilakukan melalui rapat terbuka, penyebaran melalui media cetak, ataupun media elektronik. Visi Unit Pengelola Program Studi Magister Melalui mekanisme penetapan sebagaimana dikemukakan di atas, Visi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) sebagai pengelola Program Magiser Administrasi Publik (PMAP) dan Program Magister Administrasi Bisnis (PMAB) adalah: Menjadi Lembaga Pendidikan Ilmu Administrasi Yang Bermutu dan Diakui Oleh Masyarakat Luas di Dalam dan di Luar Negeri (Lampian 1.3). Visi ini dipandang sangat strategis karena dengan berpedoman pada visi tersebut akan dapat ditentukan tingkat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan atau Tri Dharma Perguruan Tinggi di FIA UB untuk kurun waktu tertentu. Penetapan visi FIA UB tersebut juga mengacu pada visi Universitas Brawijaya, yakni: Menjadi Universitas Unggul Yang Berstandar Internasional dan Mampu Berperan Aktif Dalam Pembangunan Bangsa Melalui Proses Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Lampiran 1.4).Visi FIA UB sebagaimana tertera di atas sangat jelas dan 2realistis karena telah memenuhi persyaratan: imaginable, desisrable, feasible, focus, flexibel, and time specific. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Imaginable,dengan visi tersebut dapat dibayangkan atau digambarkan seperti apa masa depan FIA UB. Semua lapisan masyarakat dapat mebayangkan bahwa ke depan FIA UB akan menjadi pusat penyedia administrator yang berkualitas. Berbagai lapisan masyarakat akan memilih studi ke FIA UB jika ingin menjadi administrator yang berkualitas dan mendapat pengakuan di dalam dan di luar negeri. 2. Desirable, dengan visi tersebut seluruh pemangku kepentingan akan merasa nyaman, senang dan terjamin kepentingannya. Pemangku kepentingan yang dimaksud meliputi: segenap sivitas akademika, jajaran pimpinan dan tenaga kependidikan, pengguna lulusan, dan masyarakat pada umumnya. 3. Feasible, sesuai dengan perkembangan zaman dan sumberdaya yang dimiliki, FIA UB awalnya memposisikan diri dan berkiprah pada tingkat nasional. Pada periode 2004-2008, yang dikembangkan untuk berkiprah dalam tingkat internasional adalah program Sarjana (S1) dan Magister (S2), kemudian mulai tahun 2010 Program Doktor (S3) menjalin kerjasama pula dengan beberapa universitas di Jepang dan Australia. Dewasa ini jalinan kerjasama Program S1 dan S2 dengan beberapa universitas di Jepang dan Australia telah terbangun. Untuk program S3 baru pada tingkat nasional terutama terfokus pada Indonesia Bagian Timur. Mulai tahun 2010/2011 program S3 akan menerima mahasiswa S3 dari Thailand, dan tahun 2011/2012 akan membuka program S3 kerjasama Universitas di Jepang (beberapa MOU antara FIA UB dengan universitas di Jepang lihat Lampiran 1.5). Walaupun ingin berperan secara internasional, FIA UB tidak akan melepaskan diri dari identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kecakapan dan kemampuan tehnis, humanis dan utamanya konseptual di bidang administrasi. Melalui cara ini, alumni FIA UB banyak yang menduduki posisi strategis di instansi pemerintah dan swasta. Dilingkungan pendidikan tinggi ada yang menduduki Jabatan Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Pembantu Dekan dan Ketua Jurusan. Di lingkungan TNI/POLRI ada yang menduduki jabatan Wakapolda dan staf ahli Pangdam. Sedangkan dilingkungan Pemerintah daerah ada yang menduduki jabatan Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian dan lain-lain. 4. Measurable and focus, Visi FIA UB yang dirumuskan merupakan visi yang terukur baik ditinjau dari cakupan maupun dimensi waktu. Selain ingin mencetak administrator yang mumpuni, FIA UB juga ingin menghasilkan lulusan yang memiliki karakter dan sikap mulia. Hal ini diupayakan dengan membekali peserta didik selain dengan konsep dan teori juga membekalinya dengan filsafat dan etika. Tercapainya visi FIA UB dapat dilihat dari beragamnya asal mahasiswa dan keberhasilan alumninya menduduki posisi strategis diberbagai instansi pemerintah dan swasta. Mahasiswa FIA UB berasal dari seluruh nusantara. Ini berarti bahwa FIA UB memiliki peran yang begitu strategis dalam menyediakan sumberdaya insani, khususnya di bidang administrasi. 5. Flexible, sekalipun focus dan terukur bukan berarti tidak terbuka kemungkinan untuk tumbuh, mengembangkan inisiatif dan melakukan perubahan sesuai perkembangan zaman. Masih terbuka kemungkinan untuk melakukan penyesuaian dengan perkembangan, terlebih di era globalisasi yang sarat akan perubahan. Fleksibilitas ini diantaranya tercermin dari kebijakan tentang dibukanya Program Studi (Prodi) baru di FIA UB. Sesui dengan tuntutan perubahan, dalam Jurusan Administrasi Publik dibuka Prodi Administrasi Pemerintahan dan Prodi Perencanaan Pembangunan. Dalam Jurusan Administrasi Bisnis juga dibuka Prodi Bisnis Internasional dan Administrasi Perpajakan (Lampiran 1.6). 36. Kurun Waktu, Visi FIA UB untuk berperan pada tingkat nasional dan sekaligus internasional akan dicapai pada kurun waktu 10 tahun. Dalam lima tahun pertama (2004-2008) berkiprah di tingkat nasional, fase ini telah terlewati, dan memasuki fase 5 tahun kedua 2009-2013 melakukan internasionalisasi jurusan dan program studi melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri, dan menerima mahasiswa dari luar negeri. Saat ini FIA UB telah menerima mahasiswa dari luar negeri, diantaranya dari Libia dan Timor Leste, direncanakan dalam tahun akademik 2010/2011 juga akan menerima mahasiswa dari Tailand dan beberapa negara lainnya. Visi ini telah ditetapkan sejak tahun 2004 dan diharapkan dapat dicapai dalam kurun waktu 10 tahun hingga tahun 2013.Berpedoman pada visi tersebut telah dijabarkan pula misi, tujuan, sasaran, serta strategi pencapaiannya. Misi Unit Pengelola Program Studi Magister Misi yang diemban Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi telah ditetapkan sebagai berikut: 1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; 2. Menciptakan etos ilmu administrasi di tengah masyarakat dan memperkuat posisi alumni di tengah pasar kerja; 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen fakultas Visi yang telah ditetapkan dan misi sebagaimana dikemukakan di atas memiliki saling keterkaitan, hal ini diantaranya tercermin dari adanya upaya FIA UB untuk selalu memutakhirkan bahan ajar dalam semua jenjang pendidikan, memperluas wawasan mahasiswa dengan mendatangkan dosen tamu dan tenaga ahli untuk memberi kuliah/ceramah maupun menguji disertasi, mengarahkan judul penelitian sesuai dengan state of the art ilmu administrasi, serta melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pemecahan masalah-masalah administrasi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam mengemban misinya, FIA UB di menerapkan prinsip total transformational education, yakni berusaha mengembangkan peserta didik secara menyeluruh, padu, imbang dan selaras antara dimensi knowledge, character and attitude dan truth and faith. Dalam proses pendidikan FIA UB tidak hanya sekadar memberikan keahlian konseptual di bidang administrasi, tetapi juga membangun profesionalisme, etos kerja, nilai etika dan moral. Dibahasakan secara lain aspek idiologi dan aspek tehnologi mendapat perhatian dalam pengembangan peserta didik, walaupun diakui dimensi idiologi yang mendapat porsi terbesar. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya tenaga pengajar, praktisi serta akademisi yang selain memiliki kedalaman ilmu juga memiliki keahlian dan pengalaman yang cukup luas. Selain itu FIA UB juga mengadakan seminar, kuliah tamu serta proses perkuliahan yang berkualitas dan terstandardisasi yang memungkinkan peserta didik mengembangkan dirinya/potensinya secara optimal. Tujuan Unit Pengelola Program Studi Magister Berpijak pada visi dan misi di atas, tujuan yang ingin dicapai FIA UB dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah: 1. Menyelenggarakan proses belajar-mengajar yang bermutu dan profesional di bidang ilmu administrasi; 2. Menyelenggarakan dan mengembangkan riset yang berkualitas; 43. Membangun dan memberdayakan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat 4. Berkiprah dalam pengembangan ilmu administrasi di level nasional dan internasional Tujuan FIA UB sebagaimana dikemukakan di atas tidak terpisah dari penjabaran visi UB yakni menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional dan berwawasan wirausaha (world class entrepreneurial university).Tujuan tersebut dapat dicapai jika dalam proses penyelenggaraan pendidikan didasarkan tata nilai yang disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut. Tata nilai yang dimaksud meliputi: universalitas dan obyektivitas, kebebasan akademik, transparansi, efisiensi, demokratis dan akuntabel. Nilai universalitas dan obyektivitas tercermin dari adanya beragam tujuan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan kiprahnya di tingkat nasional dan internasional.Nilai kebebasan akademik tercermin dari keleluasaan sivitas akademika dalam mengekspresikan gagasan melalui penelitian, publikasi jurnal dan media yang ada di FIA UB.Nilai transparansi dan efisiensi dapat dilihat dari Rencana Strategis yang disusun dalam setiap tahun anggaran, pendanaan, dan pertanggungjawabannya dalam setiap akhir tahun pelaksanaan kegiatan. Nilai demokrasi dan akuntabilitas tercermin dari proses pengambilan keputusan strategis dan pemilihan unsur-unsur pimpinan yang selalu mengedepankan proses demokrasi. 1.1.2 Sasaran dan Strategi Pencapaian Sasaran Sejalan dengan misi dan tujuan telah diuraikan di atas, maka berikut dijelaskan sasaran dari penyelenggaraan pendidikan FIA UB.Sasaran dari penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya adalah : 1. Adanya lulusan Sarjana, Magister, dan Doktor yang mampu menyampaikan hasil kajiannya kepada masyarakat, serta adanya lulusan di bidang administrasi sebagai akademisi administrasi yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional dan internasional. 2. Terwujudnya kemampuan civitas akademika yang mandiri (independent), memiliki otonomi (autonomous) dan mampu mengarahkan dirinya (self-directed) untuk mengkaji, meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah di bidang administrasi. 3. Adanya kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama mampu memecahkan masalah-masalah di bidang administrasi. Dengan kata lain sasaran FIA UB ingin menghasilkan lulusan dengan profil kemampuan sebagai berikut : 5Tabel 1.1. Sasaran Profil Kemampuan Lulusan FIA UB No Profil Kemampuan Indikator 1. Mampu menyampaikan hasil kajian dan penelitian kepada masyarakat a. Banyak hasil kajian yang berorientasi pada penerapan teknologi tepat guna bidang administrasi b. Banyak tulisan yang dimuat dalam jurnal ilmiah b. Tesis atau Disertasi diterbitkan dalam bentuk buku 2. Mampu bersaing dan memecahkan masalah administrasi a. Banyak alumni yang diterima di berbagai lapangan kerja b. Banyak alumni yang menduduki posisi strategis c. Banyak lulusan yang mendapat promosi setelah lulus 3. Kerjasama dengan pihak lain a. Alumni terlibat dalam pemecahan masalah administrasi baik melalui penelitian atau karya ilmiah yang lain. b. MOU dan realisasinya dengan fihak ketiga dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sasaran tersebut dapat dicapai jika didukung fasilitas dan tenaga pengajar yang mumpuni, dan yang lebih penting adalah pada diri mahasiswa.Di fihak tenaga pengajar, UB telah memberlakukan kebijakan bahwa tenaga pengajar yang belum bergelar magister atau doktor dan berusia di bawah 35 tahun wajib melanjutkan studi di luar negeri. Doktor lulusan dari dalam negeri wajib mengikuti program home stay selama 3 bulan di luar negeri untuk meningkatkan kemampuannya berbahasa Inggris dan menulis di jurnal internasional. Bagi guru besar yang bahasa inggrisnya belum bagus wajib mengikuti program recharching di luar negeri untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris dan meng-up date serta memperbaharui dan meningkatkan kemampuan teoritik dan metodologi sehingga setiap guru besar berhasil menulis di jurnal internasional. Dalam bidang kemahasiswaan, FIA UB selalu berupaya untuk meningkatkan soft skill mahasiswa melalui berbagai penyediaan pelatihan dan pengetahuan tambahan; misalnya: pelatihan kepemimpinan (leadership), kewirausahaan (entrepreneurship), perencanaan bisnis (business plan), dan lain-lain. Dengan cara ini, bekal mahasiswa untuk memasuki dunia kerja tidak hanya cukup dengan kemampuan hard skill di bidangnya tetapi ditunjang pula oleh pengetahuan tambahan yang memungkinkan untuk bersaing secara komparatif dan kompetitif dalam mendapatkan pekerjaan. Strategi Pencapaian Penerapan visi, misi, tujuan dan sasaran tersebut agar berhasil memerlukan strategi pencapaian untuk kurun waktu tertentu. Sasaran sebagaimana tertera dalam Tabel 1 dicapai pada kurun waktu 10 tahun. Dalam limatahun pertama (2004-2008) berkiprah di tingkat nasional, fase ini telah terlewati. Banyak prestasi yang telah dihasilkan dalam kurun waktu tersebut, baik menyangkut akreditasi Jurusan/Program Studi, prestasi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, prestasi bidang kemahasiswaan, pendirian Asosiasi Ilmu 6Administrasi Bisnis (AIABI), pendirian Asosiasi Ilmu Administrasi Publik (AIAPA), dan lain-lain yang semuanya merupakan prestasi di tingkat nasional. Memasuki tahapan 5 tahun kedua 2009-2013 melakukan internasionalisasi jurusan dan program studi melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri, dan menerima mahasiswa dari luar negeri. Saat ini FIA UB telah menerima mahasiswa dari luar negeri, diantaranya dari Libia dan Timor Leste, direncanakan dalam tahun akademik 2010/2011 juga akan menerima mahasiswa dari Tailand dan beberapa negara lainnya. Internasionalisasi jurusan dan program studi juga dilaksanakan dalam rangka pengembangan kerjasama di bidang penelitian, penulisan jurnal, pertukaran mahasiswa (student exchanges), pertukaran dosen (lecture exchanges). Strategi pencapaian sasaran sebagaimana dikemukakan di atas memerlukan keterlibatan pemangku kepentingan, konsistensi pelaksanaan, evaluasi, dan dukungan segenap sumberdaya untuk mewujudkan pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran FIA UB. 1. Keterlibatan Pemangku Kepentingan Perumusan visi, misi, tujuan dan sasaran FIA awalnya disusun oleh Tim Penyusun Renstra FIA UB (2004 2013) yang diketuai oleh Dekan. Penyusunan Draft Renstra tersebut mengacu pada Renstra Universitas Brawijaya agar perencanaan yang disusun sesuai dengan kebutuhan fakultas dan sekaligus memiliki keterpaduan dan kesinambungan dengan Renstra UB. Setelah Draft Renstra FIA UB tersusun, kemudian didiskusikan dengan segenap pemangku kepentingan yakni meliputi: unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, perwakilan alumni, dan perwakilan pengguna. Tujuan diskusi ini adalah untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan dari Draft Renstra yang telah dirumuskan oleh Tim Penyusun. Hasil penyempurnaan Renstra tersebut selanjutnya didiskusikan dengan para pakar yang ditunjuk agar tetap memiliki relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan administrasi.Hasil penyempurnaan ini kemudian dirapatkan di tingkat Senat Fakultas dan selanjutnya disahkan sebagai Renstra FIA UB yang berlaku untuk kurun waktu 10 tahun (2004 2013). 2. Konsistensi Pelaksanaan dan Evaluasi Visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan, berusaha untuk dilaksanakan secara konsisten oleh pimpinan, civitas akademika, tenaga kependidikan, dan segenap unsur penunjang lainnya.Hal ini diantaranya tercermin dari Program Kerja FIA UB dan pelaksanaannya dalam setiap tahun anggaran.Meskipun demikian perlu dipahami bahwa pelaksanaan program dan kegiatan tahunan dimungkinkan adanya perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dapat mengalami perubahan setia saat.Karena itu diperlukan taktik dan inovasi pelaksanaan agar visi, misi, tujuan, dan sasaran tetap tercapai dalam kondisi yang bisa berubah setiap saat. Pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran dalam kondisi yang bisa berubah setiap saat memerlukan adanya evaluasi.Memahami hal ini maka di FIA UB telah dilakukan evaluasi terhadap pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran secara periodik.Evaluasi setiap saat dapat dilakukan melalui rapat pimpinan atau rapat senat yang membahas berbagai persoalan aktual yang perlu segera mendapatkan pemecahan.Di samping itu juga dilakukan evaluasi tahunan melalui laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Pimpinan dalam Rapat Senat FIA UB. 73. Dukungan Sumberdaya dan Aktivitas Upaya mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan visi, misi, tujuan dan sasaran tersebut mendapat dukungan penuh dari sumberdaya yang dimiliki FIA UB dan berbagai aktifitas di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Beberapa daya dukung tersebut meliputi; Dosen, Doktor, Guru Besar Tenaga pengajar di FIA UB saat ini terdiri dari 127 (seratus dua puluh tujuh) orang dosen, dengan rincian sebagai berikut: 1) Guru Besar 18 (delapan belas) orang (2 orang diantaranya bergelar Magister), 2) Dosen bergelar Doktor sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) orang, dari jumlah tersebut 16 orang sekaligus Doktor dan bergelar Guru Besar, 4 (empat) orang dalam proses pengajuan usulan Guru Besar, dan sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) orang telah lolos Sertifikasi Dosen, 3) Dosen bergelar Magister sebanyak 68 (enam puluh enam) orang, 5 orang diantaranya merupakan dosen baru yang direkrut pada tahun 2009/2010. 4) Dosen yang sedang studi lanjut S3 sebanyak 32 (tiga puluh dua) orang, 18 orang studi di Luar Negeri dan 14 orang studi di Dalam Negeri. 5) Dosen yang sedang studi lanjut S2 di Luar Negeri sebanyak 5 (lima) orang, Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang jumlah Guru Besar dan Doktor diprediksi dapat meningkat kurang lebih 60% karena saat ini banyak Doktor yang telah memiliki kualifikasi Jabatan Fungsional sebagai Lektor Kepala. Fasilitas Fasilitas yang terkait dengan penyelenggaraan proses belajar mengajar antara lain: virtual learning (distance learning dan blended learning dalam proses), internet (hot spot) yang bisa diakses di seluruh area fakultas, semua ruangan belajar mengajar difasilitasi dengan LCD Projector, seluruh dosen memiliki blog/homepage pribadi (dalam proses), serta tenaga kependidikan dan tenaga penunjang akademik untuk pelayanan administrasi memiliki keterampilan komputer. Selain itu, sistem informasi akademik, keuangan, dan kemahasiswaan (pendaftaran mahasiswa baru, Herregistrasi/Siregi, KRS, KHS, Pendaftaran Beasiswa, Pendaftaran Wisuda) sudah terselenggara secara online. Kerjasama Kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat hingga saat ini telah terselenggara dengan baik. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir dari 2004/2005 hingga 2010/2011 telah dilaksanakan sebanyak 62 (enam puluh dua) buah kerjasama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama selalu mengalami peningkatan setiap tahun, sehingga dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang kerjasama yang dibina dapat diproyeksikan naik secara signifikan. Khususnya menyangkut kerjasama yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, saat ini sedang dalam proses pengurusan kerjasama antara FIA UB dengan beberapa Universitas di luar negeri, antara lain: Yonsei University (Korea), Renmin University (Cina), Kentucky University (Amerika), Twente University (Belanda), Murray University, Wolonggong University, dan Flinders University (Australia). Beberapa kerjasama yang telah berlangsung dengan beberapa institusi di dalam dan luar negeri dapat dilihat pada Tabel 1.2 8 Tabel 1.2. Kerjasama Bidang Pendidikan No Tahun Mitra Kerjasama Bentuk Kerjasama 1 2004 Bappenas S2 Tailor Made 2 2006 Bappenas dan Perguruan Tinggi di Jepang 1) TakushokuUniversity (Tokyo), 2) TohokuUniversity (Tokyo), 3) KeioUniversity (Tokyo), 4) RitsumeikanUniversity (Kyoto), 5) Ritsumeikan Asia Pacific University-APU (Kyoto) dan 6) GRIPSUniversity (Tokyo) S2 Double Degree 3 2007 Universitas Mulawarman S3 Kerjasama 4 2007 Pemerintah Timor Leste S2 Reguler Homestay Program homestay ke luar negeri telah diselenggarakan dan hasilnya sangat meningkatkan kemampuan dosen dalam berkomunikasi secara verbal dalam bahasa asing khususnya bahasa Inggris. Pada tahun 2008 (Juli-September), 4 (empat) orang dosen FIA UB telah mengikuti program homestaydi Wellington, New Zealand bekerja sama dengan MasseyUniversity. Pada tahun 2009 (Pebruari-April) program dilanjutkan dengan keberangkatan 4 (empat) orang dosen FIA UB, masing-masing 3 (tiga) orang ke Australia dan 1 (satu) orang ke New Zealand, dan tahun 2010 (Oktober-Desember) terdapat 2 orang yang mengikuti homeststay program di Flinders University (Australia) Direncanakan tahun 2011/2012 semua dosen yang bergelar doktor telah mengikuti program homestay ke berbagai negara. Dengan demikian melalui program homestay dapat mempercepat pelaksanaan international class dalam rangka menunjang visi universitas menuju world class entrepreneurial university. Penelitian Saat ini kegiatan penelitian secara rutin telah dilakukan oleh dosen FIA UB setiap tahunnya. Penelitian dimaksud adalah yang dikelola Fakultas melalui sumber pembiayaan DPP/SPP. Di samping itu juga terdapat beragam kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen secara melembaga melalui kerjasama dengan Perusahaan, Pemerintah Daerah, dan beberapa institusi pemerintahan lainnya. Dosen yang telah memiliki kualifikasi pendidikan S-3 atau telah bergelar Doktor secara aktif menunjukkan tingkat progresivitas dalam mengirimkan proposal hibah kompetisi khususnya di level nasional baik yang melalui sumber pembiayaan dari dalam maupun luar negeri. Penelitian juga dilakukan oleh para mahasiswa melalui berbagai kompetisi riset.Hingga saat ini banyak mahasiswa FIA UB yang berhasil meraih kejuaraan di tingkat nasional (Lampiran 1.7). Pengabdian kepada Masyarakat Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan secara rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dikelola FIA UB melalui sumber pembiayaan DPP/SPP, pelaksanaannya setiap tahun dan dilakukan secara berkelompok, di mana satu kelompok 9terdiri dari 6 (enam) orang dosen. Di samping itu juga terdapat beragam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen secara melembaga melalui kerjasama dengan Dirbinlitabmas Kementerian Pendidikan Nasional dan beberapa institusi pemerintahan lainnya.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut secara aktif dan kontinyu juga dilakukan melalui lembaga-lembaga kajian di lingkungan FIA UB. 1.2. SOSIALISASI DAN TINGKAT PEMAHAMAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN DI TINGKAT UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI MAGISTER Sosialisasi Visi, misi, tujuan dan sasaran (VMTS) yang telah disahkan oleh Senat Fakultas kemudian disosialisasikan ke seluruh pemangku kepentingan, yaitu meliputi civitas akademika (dosen dan mahasiswa), tenaga kependidikan, pengguna lulusan, maupun masyarakat yang lebih luas. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai sarana dan kesempatan seperti media elektronik, media cetak, buku pedoman, brosur-brosur, penyampaian pada rapat fakultas, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru, display di ruang jurusan, dan juga dipasang di tempat strategis yang mudah dibaca oleh seluruh civitas akademika dan teaga kependidikan FIA UB. Sosialisasi melalui media elektronik termuat dalam website FIA UB yang saat ini telah banyak diakses oleh khalayak sasaran strategis maupun masyarakat umumnya. Sosialisasi VMTS melalui brosur untuk menarik minat calon mahasiswa Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor (Lampiran 1.8) juga selalu dilaksanakan di setiap tahun akademik dengan tujuan agar setiap calon mahasiswa tidak hanya tertarik untuk menempuh studi di FIA UB, tetapi juga paham mengenai kompetensi yang dimiliki setelah menamatkan studinya. Tingkat Pemahaman Civitas Akademikia dan Tenaga Kependidikan Hingga saat ini visi, misi, tujuan dan sasaran tersebut sudah dipahami oleh seluruh civitas akademika FIA UB dan dijadikan acuan setiap perencanaan dan pelaksaaan program untuk kemajuan FIA UB demi mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi. Mahasiswa umumnya telah memahami bahwa dengan kuliah di FIA UB akan memperoleh kompetensi lulusan yang tidak hanya berkipah dalam pasar kerja di tingkat nasionaltetapi juga di tingkat internasional. Para dosen umumnya juga telah memahami VMTS yang telah ditetapkan, hal ini terbukti dari tingginya motivasi untuk pengembangan ilmu baik melalui keterlibatan dalam penulisan karya ilmiah, seminar internasional, penulisan buku ajar, mengikuti program homestay, pelatihan tingkat internasional, dan lain-lain. Pemahaman tenaga kependidikan tentang VTMS juga terus meningkat. Setiap sub bagian tata usaha telah memiliki SOP yang direncanakan memiliki standar ISO, demikian pula berbagai jenis layanan kepada mahasiswa telah dilakukan melalui sistem elektronik dalam rangka mewujudkan standarisasi pelayanan yang menunjang pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah ditetapkan. 10STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN DAN PENJAMINAN MUTU 2.1. TATA PAMONG Tata pamong yang dimaksud dalam Borang Unit Pengelola Program Studi ini adalah adanya sebuah sistem di FIA UB yang dapat menjamin terwujudnya good university governance dalam penyelenggaraan pendidikan.Tata Pamong di FIA UB telah dapat mewujudkan sistem tersebut, hal ini dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek.Pertama, setiap unit/bagian organisasi di FIA UB telah dapat mengembangkan kebijakan, mengambil keputusan, dan menyelenggarakan program studi secara efektif, dapat dikatakan bahwa tata pamong di FIA UB telah memenuhi prinsip good governance.Kedua, tata pamong di FIA UB telah dapat menjamin adanya sistem kepemimpinan, pengelolaan program studi, dan penjaminan mutu yang efektif.Ketiga, tata pamong di FIA UB telah dapat menjamin terpilihnya pemimpin yang memiliki kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, bertanggung jawab, dan menerapkan prinsip keadilan dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan. Ketiga aspek tersebut dapat dilihat dari beberapa regulasi di FIA UB yang telah berjalan secara efektif, yaitu: Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) FIA UB, Pemilihan Senat, Pemilihan Dekan dan Pembantu Dekan, Pemilihan Ketua Jurusan dan Program Studi, Etika Akademik, Pengangkatan Pimpinan Tenaga Kependidikan; dan deskripsi pelaksanaan tugas masing-masing unsur pimpinan tersebut. Beberapa regulasi yang telah dibakukan dalam sistem Tata Pamong di FIA UB secara rinci dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Lampiran 2.1) 2. Tatacara Pemilihan Senat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Lampiran 2.2) 3. Tatacara Pemilihan Dekan dan Pembantu Dekan di lingkungan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Lampiran 2.3) 4. Tatacara Pemilihan Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi di lingkungan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Lampiran 2.4) 5. Etika Akademik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Lampiran 2.5) 6. Pengangkatan Pimpinan Tenaga Kependidikan di lingkungan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Lampiran 2.6) 2.1.1 Struktur Organisasi Unit Pengelola Program Studi Magister Struktur Organisasi FIA UB sebagai pengelola Program Magister dari waktu ke waktu mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan penyediaan layanan pendidikan yang lebih berkualitas. Saat ini Struktur Organisasi FIA UB mengacu pada Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, sesuai dengan SK Dekan FIA UB No .................... Dalam SK tersebut dikemukakan bahwa Struktur Organisasi FIA UB terdiri atas: Pimpinan Fakultas, Senat, Dewan Kehormatan Kode Etik, Unsur Pelaksana Akademik, Unsur 11Pelaksana Administrasi, Unsur Penunjang, Gugus Jaminan Mutu, dan Unsur Pelayanan Umum. Struktur tersebut secara visual dapat dilihat pada Gambar 1 DEKANPDI,PDII,PDIIISENATGJMDKKE UNSURPELAKSANAADMINISTRASIUNSURPELAKSANAAKADEMIKUNSURPELAYANANUMUMUNSURPENUNJANGUJMLABORATORIUMKELOMPOKDOSENGambar 1 Struktur Organisasi FIA UB Keterangan : : Garis Komando : Garis Kooordinasi DKKE : Dewan Kehormatan Kode Etik GJM : Gugus Jaminan Mutu Unsur Pelayanan Admnistrasi : Bagian Tata Usaha Unsur Pelaksana Akademik : Jurusan dan Program Studi UJM : Unit Jaminan Mutu Unsur Pelayanan Umum : UPT Bahasa, UPT Ruang Baca, dan UPT Humas Unsur Penunjang : Pusat Kajian dan Pembinaan Administrasi, Pusat Kajian Korupsi, Pusat Kajian dan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi (PKPMSI), Pusat Kajian Konflik dan Kebijakan (RCCP). 12Dalam SOTK FIA UB di atas tergambar bahwa Dekan adalah pimpinan tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu para Pembantu Dekan.Terdapat Senat Fakultas yang berfungsi merumuskan kebijakan fakultas yang dalam pelaksanaan tugasnya berkoordinasi dengan Dekan. Dekan FIA UB membawahkan: Dewan Kehormatan Kode Etik, Unsur Pelaksana Akademik, Unsur Pelaksana Administrasi, Unsur Penunjang, Gugus Jaminan Mutu, dan Unsur Pelayanan Umum. Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE) beranggotakan 5 (lima) orang dosen perwakilan dari setiap jurusan. Lembaga ini memiliki tugas pokok dan fungsi memberi pertimbangan kepada Pimpinan Fakultas dalam hal terjadi pelanggaran etika moral dan akademik yang dilakukan oleh civitas akademika.Atas dasar masukan dari DKKE, Pimpinan Fakultas dapat mengambil keputusan terhadap pelanggar kode etik dengan memberikan teguran atau sanksi yang bersifat pembinaan. Unsur Pelaksana Akademik terdiri dari Jurusan dan Program Studi. Di FIA UB terdapat dua jurusan, yaitu Jurusan Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis.Masing-masing jurusan tersebut dipimpin oleh seorang Ketua Jurusan dan seorang Sekretaris Jurusan.Sesui dengan tuntutan perubahan, dalam Jurusan Administrasi Publik dibuka Prodi Administrasi Pemerintahan dan Prodi Perencanaan Pembangunan.Dalam Jurusan Administrasi Bisnis juga dibuka Prodi Bisnis Internasional dan Administrasi Perpajakan. Masing-masing prodi baru tersebut dipimpin oleh seorang ketua program dan sekretaris program. Terdapat Program Magister (S2) Administrasi Publik, Program Magister (S2) Administrasi Bisnis, dan Program Doktor (S3) Ilmu Administrasi (PDIA), masing-masing dipimpin oleh seorang ketua program dan sekretaris program. Selain itu, FIA UB juga mengkordinasikan pengelolaan Program Diploma (D3) Pariwisata dan D3 Kesekretariatan yang dipimpin oleh seorang ketua dan sekretaris program.Sesuai dengan kebijakan UB, mulai tahun akademik 2009/2010 pengelolaan Program D3 secara bertahap dipusatkan di UB dibawah pengelolaan Program Vokasi. Di bawah Jurusan Administrasi Publik terdapat 3 (tiga) laboratorium, yaitu: Laboratorium Kebijakan Publik, Laboratorium Perencanaan Pembangunan, dan Laboratorium Administrasi Pemerintahan. Di bawah Jurusan Administrasi Bisnis juga terdapat 3 (tiga) laboratorium, yaitu: Laboratorium Kewirausahaan, Laboratorium Kepemimpinan, dan Laboratorium Organisasi dan Manajemen. Setiap laboratorium dipimpin oleh seorang Ketua dan Sekretaris, memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan kajian-kajian sesuai bidangnya dan memfasilitasi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan lapangan untuk bidang-bidang tertentu sebagai bagian dari tugas mata kuliah. Kegiatan lapangan terkait dengan perkuliahan yang dilaksanakan oleh mahasiswa di bawah koordinasi laboratorium dapat dilihat dalam Lampiran 2.7. Dalam SOTK FIA UB juga dikemukakan adanya unit-unit yang secara khusus memfasilitasi kegiatan penelitian, pengembangan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat. Unit-unit tersebut disebut dengan unsur penunjang dan unsur pelayanan umum.Unsur penunjang merupakan unit yang membantu pelaksanaan tugas fakultas di bidang akademik dan non akademik yang bersifat lintas jurusan/program studi. Unsur penunjang terdiri atas: Pusat Kajian dan Pembinaan Administrasi, Pusat Kajian Korupsi, Pusat Kajian dan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi (PKPMSI), Pusat Kajian Konflik dan Kebijakan (RCCP). Unsur Penunjang dipimpin oleh seorang ketua yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan.Dalam tahun akademik 2010/2011 juga direncanakan untuk dibuka Pusat Kajian Entrepreneurial Governane.Persiapan pembukaan pusat kajian tersebut saat ini sedang dikoordinasikan dengan Ditjen Dikti dan Kementerian Kelautan dan Perikanan karena keberadaan pusat tersebut dirancang berskala nasional. Sedangkan Unsur Pelayanan Umum merupakan unit yang memberikan layanan tertentu kepada sivitas akademika dan pemangku kepentingan lainnya. Unsur Pelayanan 13Umum terdiri atas: Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa, UPT Layanan Referensi Ilmiah atau Ruang Baca, dan UPT Humas. Unit Pelayanan Umum dipimpin oleh seorang ketua yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan. Dalam SOTK FIA UB juga terdapat tim pengendalian mutu, yang disebut Gugus Jaminan Mutu (GJM) di tingkat fakultas dan Unit Jaminan Mutu (UJM) di tingkat jurusan. Gugus Jaminan Mutu memiliki tugas pokok dan fungsi memberi masukan kepada Dekan dan melakukan evaluasi terhadap implementasi sistem penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan di tingkat fakultas.Unit Jaminan Mutu memiliki tugas pokok dan fungsi memberi masukan kepada jurusan dan melakukan evaluasi terhadap implementasi sistem penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan di tingkat jurusan. Keberadaan GJM dan UJM di FIA UB telah berjalan sangat efektif, terbukti bahwa dua lembaga tersebut telah mendapatkan penghargaan atas kinerjanya oleh Pusat Jaminan Mutu UB (Lampiran 2.8) Unsur Pelayanan Administrasi di FIA UB adalah Bagian Tata Usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Tata Usaha (KTU). Bagian Tata Usaha terdiri dari: Sub Bagian Umum, Sub Bagian Keuangan dan Personalia, dan Sub Bagian Pendidikan dan Pengajaran. Masing-masing Sub Bagian dipimpin Kepala Sub Bagian (Kasubag) dan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya bertanggungjawab pada KTU. 2.1.2 Sistem Tata Pamong Unit Pengelola Program Studi Magister Sistem Tata Pamong di FIA UB telah dapat mejamin terwujudnya visi, terlaksananya misi, tercapainya tujuan, dan keberhasilan strategi sebagaimana pedoman yang telah ditetapkan dalam Renstra FIA UB. Hal ini tercermin dari 5 (lima) pilar, yaitu: pilar kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan pilar keadilan. Kelima pilar tersebut dapat dideskripsikan secara rinci sebagai berikut. Pilar Kredibilitas Proses penyelenggaraan belajar mengajar dan berbagai aktivitas akademik lainnya di FIA UB berada di bawah tanggung jawab kepemimpinan Dekan yang memiliki masa bakti 4 (empat) tahunan. Kepemimpinan Dekan FIA UB dapat dikatakan telah memenuhi prinsip kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan menerapkan prinsip keadilan dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan. Prinsip kredibilitas ditunjukkan dengan terpilihnya Dekan yang memiliki kualifikasi akademik dan kepemimpinan yang telah teruji; di samping pemilihannya dilakukan melalui proses yang sangat demokratis. Keberadaan dekan dipilih melalui sistem penjaringan langsung yang melibatkan perwakilan mahasiswa, seluruh dosen, dan perwakilan tenaga kependidikan.Khususnya keterlibatan dosen dalam sistem penjaringan juga dilakukan melalui sistem pemilihan elektronik (E-Vote) bagi dosen-dosen yang sedang studi di luar negeri. Hal ini disebabkan karena saat ini banyak dosen FIA UB yang sedang menempuh studi di luar negeri, sehingga dengan sistem ini tetap dapat menjamin bahwa setiap dosen memiliki hak pilih untuk menentukan pimpinan yang kredibel. Berdasarkan hasil penjaringan, Senat FIA UB memilih dan menetapkan calon Dekan yang memiliki kualifikasi terbaik dan selanjutnya diusulkan agar ditetapkan sebagai Dekan FIA UB untuk masa bakti 4 (empat) tahun. Proses tersebut menggambarkan bahwa terpilihnya Dekan sebagai pemimpin tertinggi di FIA UB memiliki tingkat kredibilitas yang sangat tinggi. Proses yang hampir sama juga terjadi dalam pemilihan atau penetapan Pembantu Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi atau pimpinan dalam unit-unit organisasi lainnya. Pemilihan Pembantu Dekan dilakukan di tingkat Senat Fakultas setelah melalui proses penjaringan, demikian pula untuk pemilihan Ketua Program Doktor. Khususnya pemilihan Ketua Jurusan dan Ketua Program Magister dilakukan dengan cara pemilihan langsung oleh 14dosen-dosen yang terlibat dalam proses belajar mengajar di program studi atau jurusan yang bersangkutan. Sedangkan pemilihan pimpinan unit-unit organisasi lainnya di lingkungan FIA UB: Ketua Dewan Kehormatan Kode Etik, Kepala-kepala Unsur Pelaksana Administrasi, Ketua-ketua Unsur Penunjang, Ketua Laboratorium, Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) dan Unsur Jaminan Mutu (UJM) dan Kepala-kepala Unsur Pelayanan Umum, dipilih langsung oleh Dekan atau pimpinan yang berwenang dengan pertimbangan matang dan sesuai dengan ketentuan yang baku. Tingkat kepercayaan atau kredibilitas Dekan, Pembantu Dekan, dan unsur-unsur pimpinan pada unit-unit organisasi lainnya juga ditunjukkan oleh derajat kebersamaan dan keberhasilannya memimpin unit-unit organisasinya masing-masing. Sebagai gambaran: Jurusan Admnistrasi Publik, Jurusan Administrasi Bisnis, Program Magister Administrasi Publik, Program Magister Administrasi Bisnis, Program Doktor Ilmu Administrasi, saat ini telah berkembang pesat dan mendapat Peringkat Nilai A berdasarkan akreditasi yang dilakukan oleh BAN PT (Lampiran 2.9). Gambaran ini menunjukkan bahwa pesatnya perkembangan FIA UB karena didukung oleh jajaran kepemimpinan yang kredibel mulai dari tingkat pucuk pimpinan hingga pimpinan di tingkat operasional. Pilar Transparansi Transparansi atau keterbukaan penyelenggaraan pendidikan di FIA UB ditunjukkan oleh sikap jajaran pimpinan hingga di tingkat operasional. Wujud keterbukaan diantaranya, sebelum tahun anggaran selalu diadakan Pra-Raker dan Raker yang melibatkan seluruh jajaran pimpinan hingga unit-unit organisasi yang ada di FIA UB (Lampiran 2.10). Tujuannya adalah untuk menyusun program kerja dan kegiatan di setiap unit organisasi hingga pendanaannya.Dokumen dari hasil Raker ini dijadikan pedoman oleh setiap unit organisasi dalam melaksanakan kegiatannya, dan dapat dikontrol pelaksanaannya setiap saat oleh unit-unit organisasi yang ada di FIA UB. Keterbukaan dari jajaran pimpinan diantaranya juga ditunjukkan oleh sikap keteladanan Dekan yang dalam batas-batas tertentu selalu berupaya meminta pendapat dari pihak-pihak terkait sebelum mengambil keputusan.Sikap ini diikuti pula oleh jajaran pimpinan unit-unit organisasi yang ada di FIA UB yang menerapkan prinsip keterbukaan dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Wujud transparansi lainnya tercermin dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan-kegiatan akademik lainnya.Dalam hal persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi perkuliahan selalu dilakukan secara transparan yang melibatkan Jurusan/Program, mahasiswa, dan petugas tenaga kependidikan.Dalam kegiatan penelitian di tingkat mahasiswa dan dosen selalu diadakan kompetisi terbuka melalui evaluasi proposal maupun pelaporannya.Demikian pula dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan para dosen FIA UB. Pilar Akuntabilitas Akuntabilitas dapat dimaknai tanggungjawab dalam hal melaksanakan kegiatan, tanggungjawab dalam penggunaan keuangan, dan tanggungjawab terhadap pihak eksternal. Tanggungjawab dalam pelaksanaan kegiatan diantaranya ditunjukkan dengan adanya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) FIA UB yang dibuat dalam setiap tahun anggaran (Lampiran 2.11) yang mencerminkan pertanggung-jawaban seluruh kegiatan setiap unit organisasi. Dalam laporan tersebut juga tercermin penggunaan anggaran untuk seluruh kegiatan yang bersumber dari berbagai pendanaan, PNBP dan Kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah. 15Dalam setiap akhir tahun anggaran, Dekan sebagai pimpinan tertinggi di FIA UB juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan setiap tahun anggaran kepada Senat FIA UB. Substansi laporan menyangkut: pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, dan rumah tangga. Menyangkut kebutuhan rumah tangga, diantaranya saat ini FIA UB sedang membangun prasarana perkantoran dan perkuliahan yang representatif dan menyerap anggaran besar, visualisasi pembangunan prasarana tersebut dapat dilihat pada Lampiran 2.12. Pilar Tanggung Jawab Istilah lain dari tanggung jawab adalah responsibilitas, artinya adanya unit-unit pimpinan yang dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dalam pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa seluruh jajaran pimpinan di FIA UB hingga tingkat operasional telah dapat melaksanakan tugas dengan sangat baik.Setiap bulan selalu dilakukan rapat rutin yang melibatkan semua unit pimpinan dan dipimpin langsung oleh Dekan dalam rangka memecahkan berbagai persoalan atau sosialisasi/implementasi kebijakan untuk pengembangan fakultas. Semua unit organisasi di FIA UB selalu melaksanakan tugas dengan sangat baik, baik dalam hal pelaksanaan tugas rutin, tugas kepanitiaan, maupun tugas atas dasar disposisi dari pimpinan yang lebih tinggi.Sebagai contoh, dalam hal tugas kepanitiaan tentang Sertifikasi dan Evaluasi Kinerja Dosen Bersertifikasi, Tim Panitia FIA UB telah melaksanakan tugas dengan sangat baik dalam memfasilitasi dosen yang memiliki kualifikasi tersebut.Semua dosen FIA UB yang telah memenuhi syarat sertifikasi semua telah lolos sertifikasi, demikian pula sebagian besar dosen yang telah tersertifikasi juga memiliki kinerja sangat baik atas dukungan fasilitasi yang diberikan Tim Panitia di Tingkat Fakultas. Tanggung jawab unit pimpinan dalam melaksanakan tugas juga tercermin dari pendelegasian wewenang ketika pimpinan berhalangan melaksanakan tugas rutin. Sebagai gambaran, ketika Dekan berhalangan melaksanakan tugas rutin selalu mewakilkan kepada Pembantu Dekan (PD) untuk melaksanakan tugas tersebut dan PD selalu melaporkan hasil penugasan yang telah diberikan. Hal tersebut juga dilaksanakan oleh unit-unit pimpinan yang lain agar tanggung jawab yang diemban semuanya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pilar Keadilan Kepemimpinan di FIA UB selalu berupaya menerapkan prinsip keadilan dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan.Secara umum prinsip keadilan yang diterapkan adalah menyangkut keseimbangan dalam memberikan hak dan kewajiban bagi jajaran pimpinan hingga unit-unit organisasi, civitas akademika, dan tenaga kependidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beberapa contoh dalam penerapan prinsip ini: memberikan kesempatan kepada semua dosen dan karyawan untuk melakukan studi lanjut di dalam dan luar negeri dengan dukungan pembiayaan yang cukup. Sesuai dengan ketentuan, bagi tenaga pengajar yang berusia dibawah 35 tahun wajib menempuh studi di luar negeri, bagi tenaga pengajar di atas usia tersebut dapat menempuh studi di dalam negeri (Lampiran 2.13). Sebagai bentuk ganjaran, setiap dosen yang telah lulus program doktor diberi hak mengelola unit-unit organisasi yang ada di FIA UB. Demikian pula jika ada tenaga kependidikan yang berprestasi dan memenuhi persyaratan, maka yang bersangkutan segera dipromosikan untuk jabatan yang sesuai dengan keahliannya. Sebaliknya jika ada dosen atau tenaga kependidikan yang melakukan kesalahan juga diberi punishment yang bersifat mendidik.Jika terdapat pelanggaran yang terkait dengan etika akademik, sebelum Dekan 16memberikan sanksi masalah tersebut dibahas dulu atau dimintakan pendapat pada Dewan Kehormatan Kode Etik. 2.2. Kepemimpinan Jajaran pimpinan di FIA UB selalu dapat memberikan arah, motivasi, dan inspirasi dalam mewujudkan visi, melaksanakan misi, mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang dikembangkan sebagaimana tertuang dalam Renstra FIA UB. Kepemimpinan di FIA UB juga dilaksanakan atas dasar SOTK dan regulasi lainnya, sehingga semua jajaran pimpinan dapat mengambil keputusan dengan tepat, cepat, dan tidak melanggar kaidah-kaidah yag telah disepakati. Kepemimpinan dengan karakteristik di atas dilakukan secara kolegial dan sinergis antara Dekan, Pembantu Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi, Ketua Program Doktor, Ketua Program Magister, dan Ketua Program Diploma III, yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan pendidikan (pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat), pembinaan sivitas akademika. Selama ini kepimpinan di FIA UB telah memenuhi persyaratan sebagai kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasional, dan keemimpinan publik. 1. Kepemimpinan operasional, ditunjukkan dengan kemampuan pemimpin untuk menterjemahkan semua kebijakan melalui Standart Operating and Procedures (SOP) hingga di tingkat organisasi paling bawah sehingga kebijakan tersebut dapat dioperasionalisasikan dengan sangat baik (Lampiran 2.14) 2. Kepemimpinan organisasional, setiap unit pimpinan di FIA UB telah memahami dan mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan tata kerja organisasi yang telah ditetapkan. Hal ini tercermin dari kredibilitas, prestasi, dan inovasi yang telah dicapai oleh fakultas, jurusan, program studi dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan di FIA UB. 3. Kepemimpinan Publik, kepemimpinan di FIA UB telah berhasil menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pemerintah dan swasta baik di dalam maupun di luar negeri. Kerjasama dengan institusi dalam negeri diantaranya: kerjasama dengan Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perikanan dan Kelautan, dan Pemerintah Daerah. Kerjasama dengan institusi luar negeri diantaranya: Pemerintah Timor Leste, beberapa prguruan tinggi di Jepang, Tailand, Taiwan, bahkan telah dirintis kerjasama dengan PT di Korea, Cina, Australia, Amerika, dan Belanda. (menjadi rujukan dari prodi-prodi yang lain, misalnya kurikulum dipakai prodi lain. dst...) Selain persyaratan di atas, kepemimpinan di FIA UB juga mencerminkan figur yang : 1. Visioner. Memiliki pandangan bahwa FIA UB di masa depan menjadi center of excellent di bidang ilmu administrasi pada level nasional maupun internasional. 2. Demokratis. Mau menerima kritik maupun saran dalam merencanakan dan melaksanakan segala aktifitas yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 3. Transparan. Dalam menjalankan kepemimpinan selalu berpegang pada prinsip keterbukaan, informatif dan akuntabel. Transparansi yang dimaksud menyangkut pelaksanaan akademik, administrasi umum dan kepegawaian, maupun bidang kemahasiswaan. 174. Inovatif. Mengembangkan terobosan-terobosaan baru demi kemajuan fakultas, baik menyangkut sistem pengelolaan akademik, administrasi umum dan kepegawaian, bidang kemahasiswaan, maupun pengembangan program-program studi baru. 2.3. Sistem Pengelolaan Sistem pengelolaan FIA UB didasarkan pada Renstra FIA UB (2004 2013) dan Renstra tersebut dijabarkan kedalam Rencana Operasional (Renop) yang dilaksanakan dalam setiap tahun akademik.Sistem pengelolaan akademik dan personalia di bawah koordinasi Pembantu Dekan I (Bidang Akademik), Pembantu Dekan II (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan) dan Pembantu Dekan III (Bidang Kemahasiswaan). Sistem pengelolaan jurusan, program studi, ataupun kegiatan penunjang akademik secara fungsional dan operasional berkaitan dengan planning, organizing, staffing, leading, controlling, serta operasi internal dan eksternal. Sistem pengelolaan dilakukan dengan prinsip: 1. Bottom up planning. Kebijakan di FIA UB mempertimbangkan informasi dan masukan dari bawah mulai dari mahasiswa, karyawan, dosen. Sehingga setiap keputusan mencerminkan permasalahan riil yang dihadapi seluruh civitas akademika, dan bukan semata-mata keputusan dari atas (top down). 2. Demokratis. Antar bagian organisasi dalam menjalankan tugas menghindari keputusan sepihak. Kebijakan Dekan dan Pembantu Dekan diambil secara musyawarah dengan Ketua Jurusan begitu pula sebaliknya. 3. Partisipatif. Pertemuan koordinasi dengan semua elemen di FIA UB dilakukan secara rutin minimal satu bulan sekali. Kegiatan koordinasi ini terkait dengan penyusunan kalender akademik, praktikum dan ujian, pelaksanaan Tugas Akhir, evaluasi keberhasilan studi mahasiswa. 4. Familiar. FIA UB merupakan sebuah keluarga besar. Hubungan antar person baik di level pimpinan dan bawahan mengutamakan pendekatan kekeluargaan yang saling menghormati dan tidak ada sekat dalam melakukan kontak. Keharmonisan hubungan antar individu ditandai dengan keseimbangan antara pelaksanaan hak dan kewajiban. Sistem Keuangan Sistem keuangan Fakultas Ilmu Administrasi merupakan bagian integral dari sistem keuangan Universitas Brawijaya.Pengendalian keuangan di fakultas di bawah koordinasi Pembantu Dekan II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan. Secara umum sumber penerimaan Fakultas Ilmu Administrasi terdiri atas dana APBN (Rupiah murni) dan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pengaturan dan pertanggungjawaban dana APBN sepenuhnya di bawah kendali Rektorat dalam hal ini Pembantu Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan. Fakultas memperoleh kewenangan cukup besar dalam pengelolaan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Mekanisme penerimaan PNBP adalah semua penerimaan disetor ke rekening Rektor, untuk penggunaannya Fakultas terlebih dahulu mengajukan dropping.Setelah dropping diterima, selanjutnya dibelanjakan dan dipertanggungjawabkan kembali ke Universitas.Sistem administrasi keuangan di FIA UB dilakukan oleh Sub-Bagian Keuangan. Pembuatan rencana anggaran PNBP dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan, yakni tahap I Perencanaan di tingkat unit-unit kerja, tahap II perencanaan di tingkat Jurusan, baru di tingkat Fakultas, merupakan gabungan dari perencanaan unit-unit kerja, Jurusan, dilakukan melalui Rapat Kerja Fakultas yang membahas tentang Program Kerja dan Anggaran Fakultas, selanjutnya perencanaan di tingkat universitas, merupakan gabungan dari perencanaan 18Fakultas, dilakukan melalui Rapat Kerja Universitas yang membahas tentang Program Kerja dan Anggaran Universitas. Untuk memperjelas jumlah dana yang dapat dikelola oleh masing-masing fakultas, pihak universitas membuat kebijakan dalam bentuk pembagian pengelolaan secara proporsional. Kebijakan-kebijakan ini disampaikan dan dibahas secara rinci dalam Rapat Kerja FIA UB yang diselenggarakan rutin setiap tahun (lihat Lampiran). Dukungan Sistem terhadap Pencapaian Misi Adanya sistem kepemimpinan fakultas yang jelas uraian tugas dan garis koordinasinya, sistem pengambilan keputusan dan kebijakan yang terkordinasi dan transparan, sistem keuangan yang sangat transparan (perencanaan anggaran melibatkan unsur-unsur jurusan/program studi), adanya sistem monitoring dan unit jaminan mutu serta adanya mekanisme penciptaan suasana akademik yang kondusif dan aturan aturan pendukung yang memadai sangat mendukung tercapainya misi yang telah ditetapkan. Penciptaan Suasana Akademik yang Kondusif Penciptaan suasana akademik yang kondusif dilakukan dengan kegiatan seminar, diskusi, kuliah tamu/DTA. Selain itu dilakukan pemberian reward dan punishment serta penerapan aturan secara bijak. Setiap pelanggaran aturan akan dikenakan teguran atau sanksi sesuai aturan kepegawaian dengan mempertimbangkan berat ringannya pelanggaran serta dilanjutkan dengan pembinaan kepada yang bersangkutan. Reward diberikan kepada sivitas akademika yang berjasa dan atau berprestasi. Reward diberikan kepada dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa berprestasi. Pemilihan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa berprestasi telah meningkatkan iklim kompetitif dalam penciptaan suasana akademik yang kondusif.Reward penting lainnya senantiasa diberikan kepada mahasiswa beserta dosen pembimbingnya yang berhasil menjuarai kompetisi bidang penalaran baik di tingkat lokal, regional dan nasional. Hal ini mampu meningkatkan motivasi berprestasi sivitas akademika sekaligus meningkatkan suasana akademis di FIA UB. Fasilitas berupa ruang kuliah ber-AC, LCD, Speaker, hotspot, taman, kantin, musholla, ruang dosen. Mendukung suasana akademik yang kondusif didatangkan dosen tamu, tenaga ahli, bedah buku, termasuk hubungan dosen dengan mahasiswa melalui penasehat akademik, informasi penerbitan, buku, jurnal. Transparansi Pelaksanaan Organisasi Transparansi pelaksanaan organisasi bidang akademik, setiap penyelesaian, pengambilan keputusan ataupun kebijakan yang terkait dengan masalah akademik dilakukan secara musyawarah dengan ketua jurusan.Koordinasi dengan ketua jurusan selalu diadakan.Di bidang akademik kegiatan kordinasi ini terkait dengan penyusunan kalender akademik (jadual kuliah, praktikum dan ujian) pelaksanaan Tugas Akhir, evaluasi studi mahasiswa. Hal lain seperti pemberian nilai akhir pada mahasiswa, dosen juga menerapkan sistem yang transparan dimana mahasiswa dapat menghitung nilai yang akan diperoleh sesuai dengan bobot masing-masing komponen penilaian (Kuliah, Tugas, UTS, UAS dan Kuis) sesuai dengan kontrak perkuliahan dan penilaian diumumkan secara terbuka serta mahasiswa diberi kesempatan untuk klarifikasi nilai yang didapat dan dapat diakses secara langsung melalui internet. Besar dana DPP/SPP untuk Penelitian sejak tahun 2008 ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000,- dan Pengabdian kepada Masyarakat ditetapkan sebesar Rp. 3.000.000,- untuk setiap judul. Jumlah dana tersebut setiap tahun meningkat. Di samping itu, sejak tahun akademik 2010/2011 telah dilaksanakan pula penelitian kelompok yang bersifat kompetitif dengan besaran anggaran setip kelompok Rp. 15.000.000,00. Dengan adanya koordinasi yang baik ini menimbulkan suasana kerjasama yang kondusif dari sivitas akademika. 19Pengadaan barang/sarana prasarana/fasilitas dilakukan secara transparan dan dilaksanakan oleh panitia pengadaan dengan memperhatikan kebutuhan yang didasarkan permintaan jurusan dan atas inisiatif pimpinan fakultas.Menunjang transparansi tersebut dibentuk Tim Pemeriksa dan Penerima Barang (lihat Lampiran).Transparansi di bidang keuangan dilakukan melalui rapat kerja (lihat Lampiran) dan rapat senat Fakultas (lihat Lampiran). Rapat kerja FIA UB dihadiri oleh Pimpinan Fakultas, Guru Besar, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi (Doktor, Magister, Diploma), Ketua Laboratorium, Ketua Lembaga, GJM, UJM, KTU, dan Kasubbag FIA UB. Produk yang dihasilkan adalah Rencana Anggaran dan Program Kerja FIA UB tahun anggaran yang akan datang (Rapat kerja tahun 2008 menghasilkan rencana anggaran dan program kerja FIA UB Tahun anggaran 2009). Di samping itu dibahas pula hal-hal yang berkaitan dengan masalah keuangan untuk tahun anggaran berjalan.Hasil rapat kerja selanjutnya dipresentasikan di dalam Rapat Senat FIA UB untuk menyempurnakan rencana anggaran tersebut. Keberadaan Peraturan Pendukung Setiap aktivitas di FIA UB harus selalu mengacu pada peraturan-peraturan yang berlaku secara nasional maupun peraturan-peraturan yang telah disusun dan ditetapkan oleh universitas maupun fakultas hal ini untuk memperlancar setiap aktivitas yang dilakukan serta menjaga transparansinya. Peraturan-peraturan produk fakultas meliputi peraturan pendukung di bidang keuangan, sarana prasarana dan akademik, antara lain; SK Dekan No.13/SK/2008 tentang peraturan pendukung di bidang sarana prasarana dan peraturan pendukung di bidang akademik, SK Dekan No.78/SK/2008 tentang Peraturan pendukung di Bidang Keuangan, yang telah diberlakukan adalah: aturan tentang besaran insentif dan sanksi atas keterlambatan hadir, peraturan tentang besaran honorarium untuk Ketua & Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi, Ketua Laboratorium, peraturan tentang pengajuan dana (dropping). Peraturan pendukung di bidang sarana prasarana antara lain;tentang peraturan penggunaan kendaraan dinas,peraturan penggunaan kelas, peraturan peminjaman ruangan, peraturan peminjaman peralatan dan lain lain. Peraturan pendukung di bidang akademik tentang peraturan penilaian, peraturan terminal, peraturan ujian, pendaftaran wisuda, regrestrasi, pengajuan penundaan SPP, dan lain-lain.Peraturan-peraturan tersebut tertuang dalam bentuk buku pedoman, manual prosedur sampai saat ini telah disusun sebanyak 51 manual prosedur. 2.4. Sistem Penjaminan Mutu Sistem monitoring dan unit kendali mutu ditingkat fakultas dilakukan oleh Gugus Jaminan Mutu (GJM), di masing masing jurusan dilakukan oleh Unit Jaminan Mutu (UJM) yang dibentuk oleh Dekan.GJM bertugas menyusun dokumen-dokumen mutu yang meliputi Standar Akademik, Kebijakan Akademik dan Manual Prosedur.Sampai saat ini GJM FIA UB telah menyelesaikan 8buah dokumen penjaminan mutu (Lampiran 2.14). Di samping itu, UJM menyusun Manual Prosedur, Spesifikasi Jurusan, dan Kompetensi Lulusan di jurusan.Berkaitan dengan hal tersebut, hingga saat ini terdapat beberapa dokumen yang telah dihasilkan UJM melalui koordinasi dengan Jurusan (Lampiran 2.15).Dalam melaksanakan tugasnya, Gugus Jaminan Mutu berkoordinasi dan berkerjasama dengan Pembantu Dekan Bidang Akademik, sedangkan Unit Jaminan Mutu berkoordinasi dan bekerjasama dengan Jurusan.Kualitas sistem penjaminan mutu tersebut secara kontinyu dikontrol dan dibimbing oleh Pusat Jaminan Mutu (PJM) di tingkat UB. Sistem penjaminan mutu di tingkat univeritas, melalui PJM UB melakukan monitoring kinerja Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA) baik tingkat GJM dan UJM. Dengan cara ini mutu akademik di tingkat jurusan ataupun di tingkat fakultas dapat dikontrol secara berkelanjutan. 20 STANDAR 3. MAHASISWA DAN LULUSAN 3.1. MAHASISWA 3.1.1 Sistem Rekruitmen Mahasiswa Baru Jalur penerimaan mahasiswa baru program S-1 FIA UB terbagi atas 2 (dua) jalur, yaitu Jalur Non Ujian Tulis dan Ujian Tulis. Jalur Non Ujian Tulis terdiri dari Penjaringan Siswa Berprestasi Online (PSB Online) dan Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS). Jalur Ujian Tulis terdiri dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SNMPTN), Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS), Seleksi Penerimaan Minat dan Kemampuan (SPMK), Seleksi Program Kemitraan Instansi (SPKIns), Seleksi Program Kemitraan Daerah (SPKD), Seleksi Program Internasional (SPI), dan Seleksi Alih Program (SAP). Penilaian PSB Online dilakukan melalui nilai raport/prestasi selama mengikuti pendidikan SMA. Jalur penerimaan mahasiswa Program Magister dan Program Doktor dilakukan secara reguler maupun melalui kerjasama dengan istansi pemerintah dan atau instansi swasta. Sosialisasi persyaratan dan pelaksanaan sistem rekrutmen mahasiswa tersebut dilakukan melalui media elektronik yang termuat dalam Website Universitas Brawijaya (selma@brawijaya.ac.id) atau melalui penyebaran brosur-brosur sebagaimana terlihat dalam Lampiran 3.1. Daya tampung Tahun Akademik 2008/2009 dan 2009/2010 untuk masing-masing jurusan dalam jenjang pendidikan S1: jurusan Administrasi Publik sebanyak 500 orang mahasiswa, dan untuk Jurusan Administrasi Bisnis sebanyak 600 orang mahasiswa. Dalam Tahun Akademik 2010/2011 daya tampung kedua jurusan tersebut dikurangi, jurusan Administrasi Publik maupun jurusan Administrasi Bisnis masing-masing menerima 500 orang mahasiswa.Pengurangan daya tampung untuk kedua jurusan tersebut dilakukan dengan pertimbangan telah dibuka 4 program studi (Prodi) baru (Prodi Administrasi Pemerintahan, Prodi Perencanaan Pembangunan, Prodi Administrasi Perpajakan, dan Prodi Bisnis Internasional) dengan daya tampung mencapai 300 orang mahasiswa.Dengan demikian secara keseluruhan daya tampung rekrutmen mahasiswa FIA UB mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Penerimaan mahasiswa baru S1 dari semua jalur yang bisa diterima, rata-rata nilai test-nya 6,5. Rekrutmen mahasiswa Program Magister dalam tahun akademik 2009/2010, untuk Program Magister Administrasi Publik menerima 96 orang mahasiswa dan untuk Program Magister Administrasi Bisnis menerima 38 orang mahasiswa. Sedangkan dalam tahun akademik 2010/2011, untuk Program Magister Administrasi Publik menerima 98 orang mahasiswa dan untuk Program Magister Administrasi Bisnis menerima 40 orang mahasiswa. Jumlah mahasiswa yang diterima dalam Program Magister Administrasi Publik lebih banyak dibanding Program Magister Administrasi Bisnis karena dalam Program ini merekrut pula mahasiswa yang berasal dari beberapa instansi pemerintah atas kerjasama dengan instansi yang bersangkutan, yaitu Program Tailormade dan Doubldegree yang terlaksana atas kerjasama dengan Bappenas, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Dalam Negeri. Untuk Program Doktor Ilmu Administrasi (PDIA), dalam tahun akademik 2009/2010 merekrut 44 mahasiswa dan tahun akademik 2010/2011 ini merekrut 45 mahasiswa yang berasal dari berbagai berbagai penjuru tanah air. Meskipun demikian, kebijakan dari PDIA FIA lebih memprioritaskan rekrutmen mahasiswa yang berasal dari wilayah Indonesia Bagian Timur. 21Kecenderungan Jumlah Penerimaan Mahasiswa (Shift Intake) Dalam sub standar ini secara umum dapat digambarkan mengenai jumlah peminat, proporsi pendaftar terhadap daya tampung, proporsi calon mahasiswa yang diterima dan yang registrasi. Berdasarkan pemahaman di atas, kecenderungan jumlah mahasiswa yang diterima dari tahun ke tahun semakin meningkat.Hal ini dikarenakan bertambahnya sarana dan prasarana, serta jumlah dosen. Khususnya untuk Jenjang Pendidikan S1, jumlah mahasiswa yang diterima pada tahun akademik 2010/2011 sebanyak 1.350 orang mahasiswa.Dalam jenjang ini sebenarnya memiliki Daya Tampung sebanyak 1.500 orang, sedangkan jumlah pendaftar melalui semua jalur seleksi termasuk pendaftar yang menetapkan FIA UB sebagai pilihan ke-2 sebanyak 10.400 orang. Atas dasar data ini dapat dikemukakan beberapa proporsi: 1. Daya Tampung sebesar 1.500 orang, yang diterima dengan nilai ujian masuk 65 sebanyak 1.350 orang 2. Jumlah pendaftar yang diterima sebanyak 1.350 orang, realitas yang masuk melalui daftar ulang sebanyak 1.325 orang. Realitas jumlah mahasiswa yang daftar ulang lebih rendah dari jumlah yang diterima dikarenakan beberapa alasan. Berdasarkan informasi dari orang tua dan calon mahasiswa yang disampaikan ke FIA UB menyebutkan bahwa calon mahasiswa tersebut lebih memilih melanjutkan studi sesuai dengan minat utamanya, yaitu melanjutkan studi di Akademi Militer, Akademi Kepolisian, STAN, atau beberapa jalur studi ikatan dinas lainnya. Kecenderungan meningkatnya proporsi jumlah mahasiswa yang diterima dibandingkan dengan jumlah pendaftar juga terjadi di Program Magister Administrasi Publik, Magister Administrasi Bisnis, dan Program Doktor Ilmu Administrasi.Proporsi positif yang membedakan, calon mahasiswa yang diterima dalam prodi-prodi tersebut hampir semuanya melakukan registrasi dan daftar ulang.Hal ini disebabkan karena para pendaftar telah menetapkan FIA UB sebagai pilihan utamanya dengan dukungan sumber pendanaan yang lebih pasti. Mahasiswa Program Sarjana, Program Magister Administrasi Publik, Magister Administrasi Bisnis, dan Program Doktor Ilmu Administrasi berasal dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari Aceh sampai Papua. Sebaran tentang asal mahasiswa dapat dilihat dalam Gambar 3.1. Gambar 3.1 Sebaran Asal Mahasiswa FIA UB Aceh Medan Padang Riau Jambi DKI JayaJabarYogya Jateng Jatim Bali NTB Kupang Pontianak Banjarmasin Palangkaraya Balikpapan Samarinda Manado Gorontalo Kendari Makassar Palu Malut Ambon Jaya Nabire Palembang Lampung Tarakan 22Penjaringan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah tersebut dilakukan mengikuti sistem dan strategi yang digunakan oleh Universitas Brawijaya sebagaimana telah dikemukakan di atas.Sistem dan strategi tersebut terbukti sangat sesuai dengan target penerimaan mahasiswa baru yang ada di FIA UB. Khususnya untuk program Sarjana, rata-rata rasio jumlah mahasiswa yang diterima dan yang berminat adalah 1 : 8. Hal ini menunjukkan bahwa rasio antara peminat dan calon mahasiswa yang diterima sangat baik. Mahasiswa yang diterima berasal dari SMA, SMK, atau MAN dengan nilai ujian masuk rata-rata 8,03. hal ini menunjukkan bahwa input yang diterima sangat baik di atas standar yang ditetapkan fakultas. 3.2. LULUSAN 3.2.1 Rata-rata IPK dan Lama Studi Selama Lima Tahun Terakhir Rata-rata IPK dan lama studi selama lima tahun terakhir yang disajikan adalah khusus untuk Program Magister Administrasi Publik dan Magister Administrasi Bisnis. Selengkapnya menyangkut data tersebut dapat dilihat pada tabel dan deskripsi berikut. 3.2.1 Mahasiswa dan Lulusan Magister Administrasi Publik Dalam Lima Tahun Terakhir Jumlah Calon Mahasiswa Jumlah Mahasiswa Baru Jumlah Total Mahasiswa Jumlah Lulusan IPK(3) Lulusan Mahasiswa Bukan Transfer Tahun Akademik Daya Tampung Ikut Seleksi Lulus Seleksi Bukan Transfer Transfer(2) Bukan Transfer Transfer(2) Bukan Transfer Transfer(2) Min Rata2 Mak Jumlah Mahasiswa WNA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) TS-4 2005/2006 150 148 141 141 0 160 0 A1= 63 0 3.08 B1=3.53 3.93 0 TS-3 2006/2007 100 96 80 80 0 177 0 A2= 149 0 2.25 B2=3.41 3.89 0 TS-2 2007/2008 100 112 110 95 0 123 0 A3=64 0 3.18 B3=3.44 4.00 3 TS-1 2008/2009 110 116 103 103 0 162 0 A4=112 0 3.00 B4=3.44 3.96 15 TS(1) 2009/2010 110 119 104 103 0 151 0 A5= 89 0 2.92 B5=3.53 3.88 5+2 Jumlah 570 605 538 522 0 807 0 445 0 Rata-rata IPK untuk lulusan lima tahun terakhir =3, 59 Dihitung dengan rumus : (A1xB1+A2xB2+A3x3+A4xB4+A5Xb5)/(A1+A2+A3+A4+A5) Rata-rata lama studi untuk lulusan lima tahun terakhir = 1,9 tahun Catatan: (1) TS:Tahun akademik penuh terakhir saat pengisian borang (2) Mahasiswa transfer adalah mahasiswa yang masuk ke program studi dengan mentransfer mata kuliah yang telah diperolehnya dari PS lain, baik dari dalam PT maupun luar PT. (3) Min: IPK Minimum; Rata2:IPK Rata-rata; Mak:IPK Maksimum Contoh SK Yudisium terlampir (3.2a) Untuk menghasilkan calon mahasiswa yang bermutu, dalam proses rekrutmen, jumlah calon mahasiswa yang akan diterima telah pertimbangkan dengan berbagai hal sebagaimana telah ditelah diatur dalam kebijakan akademik, aspek daya tampung juga menjadi pertimbangan penting. Daya tampung Program Studi Magister Administrasi Publik selama lima tahun terakhir kondisinya sangat baik. Hal ini dapat 23dilihat kecenderungannya yang terus mengalami peningkatan. Berdasarkan perbandingan antara rata-rata jumlah calon mahasiswa baru dengan daya tampung selalu lebih besar. Artinya, minat calon mahasiswa ke Program Studi Magister Adminsitrasi Publik terus membaik seiring peningkatan daya tampungnya. Rasio antara jumlah calon mahasiswa yang mengikuti seleksi dengan jumlah daya tampung adalah lebih dari satu (1,06). Dengan selesainya pembangunan dan penataan kembali gedung FIA pada tahun 2010, Program Magister Ilmu Administrasi Publik menempati gedung A berlantai 4 (empat) yang sangat memadai bagi peningkatan daya tampung mahasiswa. Demikian pula dengan peningkatan Dosen yang bergelar Doktor, sangat kondusif bagi peningkatan penerimaan mahasiswa. Bila dilihat dari rasio mahasiswa baru yang melakukan registrasi terhadap calon mahasiswa yang lulus seleksi diperoleh angka 0,97 atau 97%. Persentase yang demikian tinggi menunjukkan bahwa rasio mahasiswa baru yang melakukan registrasi terhadap calon mahasiswa baru yang lulus seleksi kondisinya sangat baik. Dengan kata lain, kecenderungan minat calon mahasiswa untuk studi di Program Magister Ilmu Administrasi Publik sangat tinggi. Jumlah mahasiswa baru transfer dalam kurun waktu lima terakhir tidak ada. Dengan demikian, rasio mahasiswa baru transfer terhadap mahasiswa baru bukan transfer kondisinya sangat baik. Kondisi demikian menunjukkan bahwa komitmen pengelola untuk menjaga kualitas proses belajar mengajar di Program Magister Ilmu Administrasi Publik sangat baik. Komitmen kuat dari pengelola Program Magister Ilmu Administrasi Publik untuk mempercepat kelulusan mahasiswanya dengan tetap mempertimbangkan kualitas outputnya terus dioptimalkan. Capaian dari kinerja mempercepat kelulusan tersebut dalam kondisi sangat baik karena rata-rata masa studi yang ditempuh mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Publik adalah 1,9 tahun. Sejauh ini predikat kelulusan mahasiswa Program Ilmu Administrasi Publik dapat dibilang membanggakan. Rata-rata indeks prestasi mahasiswa MAP dalam lima tahun terakhir sebesar 3.59 3.2.3 Data Jumlah Mahasiswa Pada Lima Tahun Terakhir dan Ketepatan Waktu Penyelesaian Studi untuk Magister Administrasi Publik Jumlah Mahasiswa Bukan Transfer per Angkatan pada Tahun Jumlah Lulusan s.d. TS (dari Mahasiswa Bukan Transfer) Tahun Masuk TS-4 2005 TS-3 2006 TS-2 2007 TS-1 2008 TS 2009 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 24TS-4 2005 (a)=141 42 20 16 (b)= 1 (c)=140 TS-3 2006 80 57 3 3 77 TS-2 2007 95 77 15 80 TS-1 2008 (d)=103 (e) = 51 (f) = 52 TS 2009 103 3.2.4 Mahasiswa dan Lulusan Magister Administrasi Bisnis Dalam Lima Tahun Terakhir Jumlah Calon Mahasiswa Jumlah Mahasiswa Baru Jumlah Total Mahasiswa Jumlah Lulusan IPK(3) Lulusan Mahasiswa Bukan Transfer Tahun Akademik Daya Tampung Ikut Seleksi Lulus Seleksi Bukan Transfer Transfer(2) Bukan Transfer Transfer(2) Bukan Transfer Transfer(2) Min Rata2 Mak Jumlah Mahasiswa WNA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) 25TS-4 2005/2006 150 148 141 141 0 160 0 A1= 63 0 3.08 B1=3.53 3.93 0 TS-3 2006/2007 100 96 80 80 0 177 0 A2= 149 0 2.25 B2=3.41 3.89 0 TS-2 2007/2008 100 112 110 95 0 123 0 A3=64 0 3.18 B3=3.44 4.00 3 TS-1 2008/2009 110 116 103 103 0 162 0 A4=112 0 3.00 B4=3.44 3.96 15 TS(1) 2009/2010 110 119 104 103 0 151 0 A5= 89 0 2.92 B5=3.53 3.88 5+2 Jumlah 570 605 538 522 0 807 0 445 0 Rata-rata IPK untuk lulusan lima tahun terakhir =3, 59 Dihitung dengan rumus : (A1xB1+A2xB2+A3x3+A4xB4+A5Xb5)/(A1+A2+A3+A4+A5) Rata-rata lama studi untuk lulusan lima tahun terakhir = 1,9 tahun Catatan: (1) TS:Tahun akademik penuh terakhir saat pengisian borang (2) Mahasiswa transfer adalah mahasiswa yang masuk ke program studi dengan mentransfer mata kuliah yang telah diperolehnya dari PS lain, baik dari dalam PT maupun luar PT. (3) Min: IPK Minimum; Rata2:IPK Rata-rata; Mak:IPK Maksimum Contoh SK Yudisium terlampir (3.2a) Untuk menghasilkan calon mahasiswa yang bermutu, dalam proses rekrutmen, jumlah calon mahasiswa yang akan diterima telah pertimbangkan dengan berbagai hal sebagaimana telah ditelah diatur dalam kebijakan akademik, aspek daya tampung juga menjadi pertimbangan penting. Daya tampung Program Studi Magister Administrasi Publik selama lima tahun terakhir kondisinya sangat baik. Hal ini dapat dilihat kecenderungannya yang terus mengalami peningkatan. Berdasarkan perbandingan antara rata-rata jumlah calon mahasiswa baru dengan daya tampung selalu lebih besar. Artinya, minat calon mahasiswa ke Program Studi Magister Adminsitrasi Publik terus membaik seiring peningkatan daya tampungnya. Rasio antara jumlah calon mahasiswa yang mengikuti seleksi dengan jumlah daya tampung adalah lebih dari satu (1,06). Dengan selesainya pembangunan dan penataan kembali gedung FIA pada tahun 2010, Program Magister Ilmu Administrasi Publik menempati gedung A berlantai 4 (empat) yang sangat memadai bagi peningkatan daya tampung mahasiswa. Demikian pula dengan peningkatan Dosen yang bergelar Doktor, sangat kondusif bagi peningkatan penerimaan mahasiswa. 26Bila dilihat dari rasio mahasiswa baru yang melakukan registrasi terhadap calon mahasiswa yang lulus seleksi diperoleh angka 0,97 atau 97%. Persentase yang demikian tinggi menunjukkan bahwa rasio mahasiswa baru yang melakukan registrasi terhadap calon mahasiswa baru yang lulus seleksi kondisinya sangat baik. Dengan kata lain, kecenderungan minat calon mahasiswa untuk studi di Program Magister Ilmu Administrasi Publik sangat tinggi. Jumlah mahasiswa baru transfer dalam kurun waktu lima terakhir tidak ada. Dengan demikian, rasio mahasiswa baru transfer terhadap mahasiswa baru bukan transfer kondisinya sangat baik. Kondisi demikian menunjukkan bahwa komitmen pengelola untuk menjaga kualitas proses belajar mengajar di Program Magister Ilmu Administrasi Publik sangat baik. Komitmen kuat dari pengelola Program Magister Ilmu Administrasi Publik untuk mempercepat kelulusan mahasiswanya dengan tetap mempertimbangkan kualitas outputnya terus dioptimalkan. Capaian dari kinerja mempercepat kelulusan tersebut dalam kondisi sangat baik karena rata-rata masa studi yang ditempuh mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Publik adalah 1,9 tahun. Sejauh ini predikat kelulusan mahasiswa Program Ilmu Administrasi Publik dapat dibilang membanggakan. Rata-rata indeks prestasi mahasiswa MAP dalam lima tahun terakhir sebesar 3.59 3.2.3 Data Jumlah Mahasiswa Pada Lima Tahun Terakhir dan Ketepatan Waktu Penyelesaian Studi Dalam Program Magister Ilmu Administrasi Bisnis Tahun Masuk Jumlah Mahasiswa Bukan Transfer per Angkatan pada Tahun Jumlah Lulusan s.d. TS (dari Mahasiswa Bukan Transfer) 27TS-4 2005 TS-3 2006 TS-2 2007 TS-1 2008 TS 2009 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) TS-4 2005 (a)=141 42 20 16 (b)= 1 (c)=140 TS-3 2006 80 57 3 3 77 TS-2 2007 95 77 15 80 TS-1 2008 (d)=103 (e) = 51 (f) = 52 TS 2009 103 3.2.1 Pemanfaatan Alumni Dalam Rangka Peningkatan Mutu Pendidikan Pemanfaatan alumni dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di FIA UB dilakukan melalui: penggalangan dana, sumbangan fasilitas, masukan untuk perbaikan proses pembelajaran, pengembangan jejaring. Masing-masing upaya tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut Penggalangan Dana Penggalangan dana telah dilakukan oleh alumni baik untuk kepentingan solidaritas diantara alumni, kegiatan-kegiatan sosial, hingga penggunaannya untuk aktivitas akademis. Sumbangan Fasilitas Sumbangan fasilitas yang diberikan alumni berkaitan dengan fasilitas kesenian maupun fasilitas sosial. pun di luar negeri. Masukan Untuk Perbaikan Proses Pembelajaran Masukan untuk perbaikan proses pembelajaran utamanya dilakukan melalui Tracer Study terhadap alumni yang telah bekerja di dalam maupun di luar negeri. Kegiatan ini dilakukan setiap tahun, yang didalamnya memuat substansi: bidang pekerjaan yang ditekuni, jenjang karirnya selama menekuni pekerjaan tersebut, kemungkinan mengembangkan jaringan kerja dengan fakultas, hingga masukan terhadap perbaikan proses pembelajaran. Dokumen mengenai laporan Tracer Study dapat dilihat pada Lampiran 3.6. Hasil Tracer Study menunjukkan bahwa dalam rangka perbaikan proses pembelajaran umumnya para alumni mengusulkan perlunya pembekalan tentang soft skill terhadap 28mahasiswa yang akan atupun baru menamatkan studinya. Pembekalan yang diperlukan diantaranya: pelatihan kepemimpinan, pembinaan kepribadian, etika dan tata kerja dalam berorganisasi, hingga ketrampilan teknis lainnya. Usulan-usulan tersebut elah ditindaklanjuti dibawah koordinasi Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (PD III), selengkapnya kegiatan pembinaan soft skill ini dapat dilihat pada Lampiran 3.7. Masukan-masukan lainnya untuk perbaikan proses pembelajaran biasanya juga dilakukan pula pada saat temu alumni, ataupun disampaikan langsung pada unit-unit pimpinan yang ada di FIA UB. Masukan-masukan menyangkut substansi pengembangan ilmu yang berpedoman pada kurikulum umumnya lebih bersifat penyempurnaan, sehingga proses pembelajaran yang ada di FIA UB menurut pendapat alumni telah berjalan sangat baik. Pengembangan Jejaring Pengembangan jejaring alumni di FIA UB telah dilaksanakan dengan sangat baik.Saat ini Ikatan Alumni FIA UB diketuai oleh Drs. Joko Santoso, MM yang bekerja sebagai salah satu Direktur Perusahaan Swasta di Jakarta. Kepengurusan Ikatan Alumni FIA UB selengapnya dapat dilihat dalam Lampiran 3.6. Jaringan alumni telah tersebar di seluruh wilayah tanah air, dan dikoordinasikan oleh Ketua Cabang yang berada di kota-kota besar di seluruh wilayah Indonesia. Cabang-Cabang Ikatan Alumni tersebut secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3.2 Tabel 3.2 Cabang Ikatan Alumni dan Ketua Ikatan Alumni FIA UB Tahun Kepengurusan 2009 2014 No Cabang Ikatan Alumni Ketua Ikatan Alumni 1 Sumatera (Medan dan Lampung) 2 Jawa Barat dan DKI Jakara (Jakarta) Drs. Winasis, MAB. 3 Jawa Tengah dan DIY (Yogyakarta) 4 Jawa Timur (Surabaya) Dr. Ulul Albab, Msi 5 Kalimantan (Balikpapan) 6 Sulawesi (Makasar) 7 Indonesia Timur (Mataram Drs. Lalu Gita Ariyadi, Msi Semua Cabang Ikatan Alumni FIA UB tersebut juga telah membentuk kepengurusan masing-masing. Hingga saat ini secara rutin setiap tahun telah diadakan pertemuan alumni baik di tingkat cabang maupun di tingkat pusat dengan lokasi pertemuan diatur secara bergiliran. Tujuan utama setiap pertemuan alumni adalah menjalin sillaturahmi dalam rangka membangun ikatan kebersamaan, disamping itu hal yang tidak kalah pentingnya adalah mengkaji isu-isu aktual yang perlu segera disikapi. Misalnya: respon terhadap pembukaan kampus UB di Jakarta, koordinasi penggalangan dana Bencana Alam Merapi, formasi pekerjaan untuk alumni baru, dan lain-lain STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA 4.1 Dosen Tetap Keadaan SDM di FIA UB sebagai pilar utama penyelenggaraan proses belajar mengajar PS magister secara umum sudah sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya sistem rekruitmen, penempatan, pembinaan, pengembangan dan pemberhentian yang sangat baik. Dosen tetap FIA UB yakni dosen yang 29memiliki penugasan kerja 36 jam/minggu dan tenaga penunjang akademik, juga telah memenuhi aspek kecukupan, kualifikasi serta adanya pengembangan karier yang jelas. 4.1.1 Sistem rekruitmen (termasuk persyaratan akademik dan pengalaman), penempatan, pembinaan, pengembangan dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan untuk menjamin mutu penyelenggaraan program akademik pada unit pengelola program studi Sistem rekruitmen dosen dan pegawai di PS Magister FIA UB, memiliki pedoman tertulis yang lengkap, ada bukti telah dilaksanakan secara konsisten serta disesuaikan dengan persyaratan akademik, pengalaman dan sistem yang ada di Universitas Brawijaya. Sistem rekruitmen dosen sebagai berikut: Ketua PS Magister mendapat informasi dari Universitas Brawijaya tentang rekruitmen dosen dan tenaga kependidikan. Selanjutnya Ketua PS mengajukan jumlah dan spesifikasi dari calon dosen yang diinginkan, kemudian diadakan rapat dengan pimpinan fakultas, membahas jumlah formasi. Ujian masuk meliputi 3 (tiga) tahap: ujian umum (tertulis dengan soal nasional), ujian substantif (tertulis dengan soal dibuat oleh program studi) dan wawancara. Wawancara diadakan oleh fakultas dengan sepengetahuan Dekan, Para Pembantu Dekan, Ketua Jurusan. Wawancara dilaksanakan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, yang dimaksudkan untuk menguji kemampuan substansi ilmu yang dimiliki, kemampuan komunikasi dan kemampuan berbahasa Inggris dari calon dosen. Kegiatan wawancara ini dilaksanakan setelah test tertulis (ujian umum dan ujian substantif) yang dilaksanakan di Kantor Pusat Universitas Brawijaya. Pada masing-masing tahap mempunyai nilai dan bobot sesuai ketentuan nasional. Setelah selesai wawancara fakultas mengirimkan hasil penilaian wawancara ke Universitas dan penentuan akhir penerimaan dosen merupakan kewenangan Universitas. Dosen yang lulus tes diterima oleh Universitas, selanjutnya diserahkan ke FIA UB untuk dilakukan pembinaan. Fakultas memberikan tugas sesuai dengan fungsi dari dosen. Sistem rekrutmen tenaga kependidikan melibatkan Kepala Tata Usaha. Selanjutnya Kepala Tata Usaha mengajukan jumlah dan spesifikasi dari calon pegawai yang diinginkan PS, kemudian diadakan rapat dengan pimpinan fakultas, mempertimbangkan jumlah formasi di Fakultas. Kemudian diadakan Ujian masuk tertulis dimaksudkan untuk menguji kemampuan dari calon pegawai dan dilaksanakan di Kantor Pusat Universitas Brawijaya. Penentuan akhir penerimaan pegawai merupakan kewenangan Universitas. Sistem, strategi dan pelaksanaan rekruitmen, pembinaan dosen dan tenaga pendidikan ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan sehingga menjamin keberlanjutan dan peningkatan mutu dosen dalam pelaksanaan PBM. Sistem penempatan dosen dan tenaga pendidikan disesuaikan dengan kompetensi, pengalaman dan kelayakan.Setiap dosen PS magister FIAUB memiliki fokus keahlian pada bidang ilmu yang spesifik sesuai dengan minat dan konsentrasi masing-masing.Hal ini untuk menjamin bahwa setiap dosen PS Magister merupakan the right lecture on the right subject sebagai dosen yang hanya menguasai subjeck ilmu tertentu sesuai minat dan bidang keahliannya termasuk dalam hal pengembangan riset.Sedangkan penempatan tenaga pendidikan disesuaikan dengan bidang pekerjaan yang didasarkan pada keahlian, pengalaman dan persyaratan yang dibutuhkan setiap unit-unit kerja di lingkungan PS magister. Pembinaan dan pengembangan dosen dan tenaga pendidikan antara lain melalui upaya peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan yang dilakukan dengan pemberian tambahan honorarium, dan reward. Honorarium diberikan pada dosen ketika terlibat dalam proses akademik mahasiswa seperti apabila menjadi dosen pembimbing tesis, menjadi tim penguji proposal tesis, kegiatan seminar hasil penelitian, rapat staffing, penyusunan sillabus mata kuliah, menjadi reviewer tesis, dll. Bagi karyawan tambahan hoborarium diberikan dalam berbagai cara seperti; pelibatan dalam tim/ kepanitiaan pengembangan prodi (misalnya, tim penyusun borang akreditasi PS), kegiatan-kegiatan lain yang menyangkut pengembangan PS magister seperti kegiatan seminar nasional maupun internasional. Disamping itu disediakan penghargaan atau reward yang diberikan kepada civitas akademika yang berjasa dan memperoleh prestasi yang sangat baik dan mengharumkan nama fakultas. Dosen berprestasi dan karyawan teladan mendapatkan penghargaan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan fakultas. Dosen yang berhasil mempublikasikan karyanya di jurnal internasional diberikan reward berupa uang tunai sebesar 7,5 juta rupiah per jurnal. Dosen yang menerbitkan karya tulisnya berupa buku referensi di tingkat nasional mendapat reward sebesar 5 juta rupiah. Pembinaan dikaitkan dengan sistem dan strategi pemberian kesejahteraan dan sanksi yang diberikan kepada dosen dan karyawan yang sangat mendukung keberhasilan PBM. Hal ini ditunjukkan melalui strategi pemberian tunjangan uang makan yang berimplikasi pada tingginya tingkat kehadiran dosen dan karyawan (Lampiran: Kehadiran Dosen dan Karyawan). Strategi lainnya berupa pemberian tunjangan kelebihan 30mengajar kepada dosen yang berimplikasi pada tingginya tingkat motivasi dosen untuk mengajar (Lampiran: Kehadiran Mengajar). Sebaliknya sanksi diberikan kepada dosen maupun karyawan yang mangkir/tidak menjalankan tugasnya, yakni tidak mendapatkan reward, dengan mempertimbangkan berat ringannya pelanggara, kemudiandiikuti dengan pembinaan. Pemberhentian dosen dan tenaga pendidikan disesuaikan dengan aturan yang dipersyaratkan di universitas. Batas usia pensiun dosen adalah 65 tahun. Bagi guru besar yang pensiun dapat mengajukan perpanjangan masa kerja selama 1 (satu) tahun setiap kali masa perpanjangan. Proses perpanjangan dilakukan secara terbuka dan persetujuan diputuskan bersama melalui rapat Senat/dosen. Ketentuan tentang perpanjangan masa bakti guru besar ini diatur dan ditetapkan melalui SK Rektor dan Peraturan Kemendiknas (lampiran: SK Perpanjangan Pensiun). Bagi karyawan pemberhentian tugas dari lingkungan PS Magister dapat dilakukan fakultas didasarkan atas masukan dari Ketua PS atau apabila dikaitkan dengan kebijakan perubahan posisi pekerjaan (rolling/mutasi) yang mana dapat bermanfaat untuk mendorong dinamika dan akuntabilitas dalam pekerjaan. 4.1.2 Jumlah dosen tetap dari masing-masing PS magister di lingkungan FIA UB, berdasarkan jabatan fungsional dan pendidikan tertinggi, dengan mengikuti format tabel 4.1 berikut: Jumlah Dosen Tetap Dengan Jabatan Akademik No. Nama Program Studi Jumlah dosen Jumlah dosen Berpendidikan Terakhir S3 Asisten Ahli Lektor Lektor Kepala Guru Besar Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Magister Ilmu Administrasi Bisnis 17 16 10 7 17 2. Magister Ilmu Administrasi Publik 23 22 3 11 9 23 Total di Unit Pengelola PS 40 39 3 21 16 40 314.1.3 Informasi terkait dosen tetap pada TS dengan mengikuti format tabel berikut; 4.1.4 Pandangan FIA-UB sebagai pengelola program magister tentang data butir 4.1.2 dan 4.1.3 yang mencakup aspek: kecukupan, kualifikasi, upaya pengembangan karir dosen tetap, serta kendala yang ada dalam pengembangan dosen tetap. (1) Kecukupan Jumlah dosen tetap PS Magister FIAUB adalah sangat mencukupi.Dosen PS Magister Bisnis (17 orang) dan PS Magister Publik (23 orang).Sedangkan jumlah mahasiswa aktif PS Magister Bisnis (77 mahasiswa) sedang PS Magister Publik (165 mahasiswa).Dari data rasio antara jumlah dosen tetap dengan jumlah mahasiswa jika secara keseluruhan di rata-rata, maka perbandingan dosen tetap : mahasiswa S2 saat ini (sampai Desember 2010) adalah 40 : 242. Dengan demikian rasio antarajumlah dosen tetap : mahasiswa yaitu 1 : 6, hal ini menunjukkan kondisi perbandingan antara dosen dan mahasiswa yang sangat mencukupi, adanya beban kerja yang sangat wajar(Lampiran: jumlah dosen tetap PS Magister Bisnis dan Publik). (2) Kualifikasi Dari segi kualifikasi maka dosen PS Magister FIA UB telah memiliki kompetensi yang sangat sesuai di bidang masing-masing. Pada saat ini dosen yang bergelar doktor berjumlah 24 (dua puluh empat) orang, guru besar 16 (enam belas) orang, tidak ada yang bergelar magister (S2). Namun demikian upaya untuk meningkatkan kualitas dosen demi menunjang visi dan misi terus dilakukan. Peningkatan kualitas dosen ini dilakukan antara lain dengan mendorong pencapaian guru besar bagi para dosen yang masih bergelar doktor. (3) Pengembangan karir Sistem pengembangan karir bagi dosen dan pimpinan diselenggarakan secara transparan dan terbuka. Dalam pengembangan karir setiap dosen mempunyai hak yang sama dalam memperoleh kesempatan. Pengembangan karir diiringi dengan peningkatan kualitas dosen dalam PBM, antara lain melalui; pengirimandan pelibatan dosen-dosen dalam aktifitas-aktifitas ilmiah, seminar-seminar nasional maupun internasional sesuai bidangnya, pendanaan untuk penulisan dan penerbitan buku referensi, diktat, jurnal nasional dan internasional, kursus-kursus singkat seperti program homestay ke Australia dan New Zealand bagi para doktor sebagai sarana peningkatan wawasan terhadap bahasa asing dan bidang studi yang di ampu dosen bersangkutan, serta sebagai sarana peningkatan rintisan kerjasama dengan universitas di luar negeri antara program magister dengan universitas lain di luar negeri (4) Kendala yang dihadapi Kendala dalam pengembangan dosen tetap antara lain adalah adanya hambatan dalam percepatan pencapaian gelar guru besar bagi para doktor. Kendala ini diatasi dengan kemudahan dalam pemberian No. Hal Program Magister Ilmu Adm. Bisnis Program Magister Ilmu Adm. Publik Total di Unit Pengelola PS Magister/ FIA UB (1) (2) (3) (4) (5) 1 Banyaknya dosen tetap yang memiliki sertifikat dosen 17 23 40 2 Banyaknya dosen tetap sebagai visiting professor di PT luar negeri 1 Prof.Umar N. 1 2 3 Banyaknya dosen tetap yang menjadi anggota masyarakat/ himpunan/asosiasi profesi dan atau ilmiah tingkat internasional 2 Prof.Umar N. Dr. Kusdi R. 4 Andy Fefta Ph.D Prof.Sumartono Dr.K.Muluk 6 4 Total dosen tetap 17 23 40 32bantuan riset, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan jurnal internasional, proporsional dalam jumlah jam mengajar, pemberian insentif yang dalam penulisan buku dll. 4.2 Tenaga Kependidikan Tenaga kependidikan di dua PS Magister FIA-UB sangat mencukupi dan dilihat dari segi kualifikasinya juga sangat baik.Karyawan-karyawan tersebut mempunyai tugas sesuai dengan fungsi dan kemampuannya serta terdistribusi di bagian tenaga administratif, analis jaringan, keuangan, programer dan akademik.Data tenaga kependidikan yang ada di PS Magister FIA-UB sebagaimana tabel 4.2.berikut; JumlahTenagaKependidikandenganPendidikanTerakhirNo.JenisTenagaKependidikanS3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA/SMKUnitKerja1 Pustakawan* 12111126121 PerpustakaanPusatUBPerpustakaan/RuangBacaMAP2 Laboran/Teknisi/Analis/Operator/Programer11311152FIAUBMAP3 TenagaAdministrasi10236FIAUBMAP4 Lainnya:SekretPS23FIAUBMAPTotal 1 4 39 3 11 2 1 26 Dari segi kecukupan, pengelola menganggap bahwa jumlah tenaga kependidikan dan pendidikan terakhir karyawan sudah sangat mencukupi. Tenaga kependidikan (pegawai) yang terampil dan ahli di bidangnya sesuai dengan kompetensi masing-masing PS sebanyak 3(tiga) orang, jadi keseluruhan 6 (enam) orang yang merupakan bagian dari total 69 orang karyawan di FIA UB, sehingga dalam menjalankan tugasnya mereka dapat bekerja sinergi dengan tenaga pendidikan lain di lingkungan fakultas. Semua tenaga kependidikan PS Magister menempati ruang administrasi. Masing-masing PS memiliki ruang karyawan seluas 5x10 m2, sehingga rasio tenaga kependidikan dengan ruang yang tersedia sebesar 1:16,6 untuk setiap karyawan PS. Rasio tersebut sangat memadai dan layak didalam aktifitas penyelenggaraan pendidikan di PS Magister FIA UB. Karyawan-karyawan tersebut mempunyai tugas sesuai dengan fungsi dan kualifikasinya yakni S1 (yang bertugas sebagai tenaga administrasi, teknisi dan pelaksana) dan terdistribusi di sub-sub bagian, UPT, laboratorium dan unit kerja lainnya. Kendaladan tantangan yang ada dalam pengembangan tenaga kependidikan adalah bagaimana menempatkan orang yang tepat pada bidang yang sesuai dengan minat dan keahliannya (the right man on the right place) diiringi dengan sikap mental (attitude) dan kinerja yang baik.Untuk mengatasi hal ini maka tenaga kependidikan didorong untuk bersifat organis yaitu menjadi sistem organisasi kerja yang berwatak fleksibel, setiap saat atau secara periodik dapat dilakukan rolling posisi pekerjaan atau tugas-tugas sesuai kebutuhan dan keadaan. 33STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK Kurikulum, pembelajaran dan suasana akademik adalah komponen penting dalam sebuah sistem pendidikan.Keberhasilan atau kegagalan dari suatu sistem pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.Kurikulum berisi rancangan pelajaran yang diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.Pembelajaran di FIA-UB disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang terintegrasi dengan universitas.Selain itu adanya pedoman pendidikan dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran dan suasana akademik secara menyeluruh. 5.1 Kurikulum FIA-UB sebagai institusi pengelola sangat berperan dalam penyusunan, pengembangan dan peningkatan mutu kurikulum PS Magister. Struktur dan isi kurikulum yang ditawarkan di PS Magister FIA UB pada dasarnya mengacu pada kebijakan operasional tentang kurikulum sebagaimana diatur dalam KEPMENDIKBUD NO. 212/U/1999 dan Buku Pedoman Pendidikan FIA UB. Kegiatan pengembangan dan peningkatan kurikulum dibawah tanggung jawab pembantu dekan bidang akademik yang dilakukan bersama KPS S2. Kegiatan meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan pendidikan dan pengajaran; menilik dan mengkoordinasikan kegiatan penyusunan kurikulum di bawah PS yang ada. Dalam kurun waktu tahun akademik 2005/2006, 2006/2007, 2007/2008, 2008/2009, 2009/2010, PS Magister FIA UB sekurang-kurangnya telah melakukan 3 (tiga) kali perbaikan dan penyempurnaan kurikulum. Beban studi Program Magister bagi peserta sekurang-kurangnya 36 sks dan sebanyak-banyaknya 50 sks yang dijadwalkan untuk 4 (empat) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 (empat) semester dan selama-lamanya 8 (delapan) semester termasuk penyusunan tesis. Disamping itu, untuk menjaga kuantitas dan kualitas pelaksanaan kurikulum, dilakukan pembinaan dan pengembangan tenaga pengajar pengampu mata kuliah dalam pembuatan SAP/RPKPS; konsolidasi persiapan program perkuliahan di awal semester, memonitor pengelolaan data akademik, maupun kegiatan merencanakan susunan pembimbing tugas akhir (tesis) (Lampiran: Kurikulum S2). 5.2 Pembelajaran FIA-UB sangat berperan dalam dalam memonitor dan mengevaluasi pembelajaran di PS Magister pada prinsipnya mengacu pada Pedoman Pendidikan yang memuat aturan dan kurikulum yang digunakan setiap program studi.Rencana pembelajaran di FIA mengacu pada standar prosedur operasi (SOP) yang ada di masing-masing program studi dan jurusan. Terdapat mata kuliah prasyarat (bagi lulusan S1 yang tidak sebidang ilmu dan atau mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) kurang dari 2,75), ditetapkan dalam sistem penerimaan mahasiswa. Serangkaian kegiatan Program dilakukan dalam upaya memberikan suatu standar kemampuan dasar dalam mengikuti struktur kurikulum yang dirancangkan. Di samping itu, perhatian pada upaya meningkatkan mutu proses pembelajaran menjadi perhatian yang serius untuk dapat mencapai tujuan kurikulum yang dirancangkan. PS Magister FIA-UB dalam strategi pembelajarannya di juga berusaha menerapkan metode berbasiskan teknologi informasi. Untuk pemerataan dan peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa maka diprogramkan untuk mengadakan pelatihan komputer dasar dan software aplikasi yang diperuntukkan bagi dosen bekerja sama dengan LP3 UB dan mahasiswa melalui laboratorium komputer. Selain itu membiasakan penyampaian materi kuliah dengan menggunakan MS. Power Point atau lainnya, mengoptimalkan penggunaan komputer pada mata kuliah berbasis komputer. Kualifikasi, relevansi dan kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah dilakukan dengan cara menyusun (memilih dan mengorganisir) materi pembelajaran. ini berdasarkan hasil analisis tujuan/kompetensi dan learning outcomes setiap mata kuliah yang telah ditetapkan, antara lain ada muatan; (a) landasan kepribadian dan pemahaman kaidah kehidupan masyarakat (attitude), (b) penguasaan ilmu dan ketrampilan (knowledge and skills); (c) kemampuan berkarya; serta (d) sikap dan perilaku dalam berkarya. Dalam hal ini yang berwenang menetapkan kualifikasi hasil pendidikan di setiap program studinya secara 34keseluruhan adalah Rektor, Dekan dan Ketua Jurusan melalui mekanisme yang searah dengan pedoman pendidikan Universitas Brawijaya. Kendala yang ada dalam pembelajaran adalah belum optimalnya proses monitoring dan evaluasi terhadap metode pembelajaran yang dilakukan oleh dosen. Sehingga untuk itu perlu adanya evaluasi terhadap soal-soal ujian yang diberikan oleh dosen dalam UTS dan UAS.Untuk mengatasi hal ini maka disiasati dengan membentuk mekanisme feedback berupa pembagian kuisioner tentang kinerja dosen dan perkuliahan kepada para mahasiswa selepas ujian UTS dan UAS.Selain itu mutu bahan ajar yang ada juga masih perlu ditingkatkan kualitasnya.Beberapa bahan ajar dibuat kurang memperhatikan kaidah buku ajar, seperti adanya GBPP, SAP, contoh soal atau kasus yang sesuai dengan perkembangan saat ini. Untuk meningkatkan kualitas bahan ajar ini maka dibentuk satuan tugas kelompok dosen perkuliahan yang berkompeten dibidangnya untuk menyusun bahan ajar maupun RPKPS yang lebih berkualitas. Solusi lainnya adalah diadakan pelatihan/pembinaan dalam pembuatan bahan ajar dan merancang proses Monev (monitoring dan Evaluasi) serta penghargaan/insentif, ataupun penalti, bagi para dosen pengampu mata kuliah. Monitoring kehadiran dosen dan materi perkuliahan di PS Magister FIA UB dilakukan dengan 2 cara, yakni (1) Dengan menyediakan daftar presensi kehadiran di TU dan presensi di kelas ketika perkuliahan. Untuk kehadiran mahasiswa, dimonitor melalui daftar hadir kuliah yang ditanda tangani dosen. Sedangkan sistem evaluasi pembelajaran diatur dalam pedoman FIA, ada 4 komponen penilaian mata kuliah, yaitu aktivitas di kelas, tugas, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Masing-masing komponen terdapat persentase sebagai berikut: tatap muka/aktivitas di kelas 10%, tugas terstruktur dan tugas mandiri 20%, ujian tengah semester (UTS) 30%, ujian akhri semester (UAS) 40%. Apabila seluruh kegiatan tersebut di atas dapat dilaksanakan oleh mahasiswa dengan memenuhi syarat yang ditentukan maka ia akan mendapatkan nilai berdasarkan Penghitungan Nilai Akhir berdasarkan bobot prosentase yang kemudian dikonversikan ke Huruf Mutu dan Angka Mutu sebagaimana diatur dalam Pedoman Pendidikan FIA-UB. 5.3 Suasana Akademik (1) Kebijakan tentang suasana akademik Kebijakan tentang suasana akademik diatur dalam buku Pedoman Pendidikan (Lampiran SK Dekan Nomor: 74B/J10.1.14/SK/2009, tentang Pedoman Pendidikan) dan Kode Etik Akademis FIA-UB (Lampiran: SK Dekan Nomor: 58/J.10.1.14/SK/2009, tentang Kode Etik Akademis). Pedoman Pendidikan berfungsi sebagai acuan dan untuk mempercepat penyebarluasan informasi, peraturan dan kebijakan-kebijakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses PBM. Pedoman Pendidikan terus mengalami perbaikan dan pembaruan dari tahun ketahuan sesuai perkembangan akademik. Sedangkan Kode Etik Akademis berfungsi sebagai pedoman bersikap dan berperilaku bagi anggota sivitas akademika dan karyawan dalam menjalankan tugas-tugas akademisnya. Sedangkan tujuan Kode Etik Akademis ini adalah untuk menciptakan suatu situasi dan kondisi yang kondusif bagi semua anggota sivitas akademika dan karyawan agar penyelenggaraan semua kegiatan akademis dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan standar jaminan mutu pendidikan di FIA-UB. Untuk menciptakan suasana akademis yang baik diperlukan kebijakan yang komprehensif, berjangka panjang dan dievaluasi secara terus-menerus.Untuk mendukung hal tersebut maka disusun kegiatan akademis yang mencakup rancangan menyeluruh dalam mengembangkan suasana akademik yang sangat kondusif untuk pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Kegiatan mengembangkan suasana kehidupan akademik yang dilakukan FIA UB untuk PS Magister adalah dengan memadukan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Buku literatur dan Jurnal terbaru (up to date) disiapkan pada perpustakaan PS Magister FIA UB sebagai acuan dalam pendidikan dan pengajaran, sehingga bisa mendukung dan mengikuti perkembangan keilmuan. Jurnal elektronik disediakan oleh perpustakaan pusat UB yang memuat ribuan artikel dan ratusan jurnal terkait ilmu administrasi publik yang bisa didownload secara cuma-cuma oleh mahasiswa magister serta diakses dari berbagai lokasi termasuk di luar UB melalui pasword khusus untuk mengakses perpustakaan UB.Buku dan jurnal juga dapat menjadi acuan dalam penelitian dan analisis hasil penelitian,dan sebagai salah satu bahan diskusi menyangkut case studyuntuk mahasiswa. Pengembangan suasana akademik yang kondusif, dilakukan usaha-usaha sebagai berikut : 1. Menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk proses belajar mengajar. 2. Setiap Dosen diberi kesempatan untuk menulis buku ajar, diktat, atau hand out sesuai mata kuliah yang diasuh dengan dukungan fasilitas jurnal, buku, dan sarana penunjang lainnya. 3. Pemberian insentif bagi dosen yang menulis artikel pada jurnal terakreditasi (Rp. 2,5 juta rupiah), jurnal internasional (Rp. 5 juta rupiah), dan buku ISSN/ISBN (5 juta rupiah) 354. Mengirim dosen-dosen mengikuti seminar tingkat lokal, nasional maupun internasional. 5. Strategi dan metode mengajar: kegiatan diarahkan agar para dosen mengajarkan mata kuliah sesuai dengan kemampuan bidang ilmu dan profesinya. Para dosen mengajarkan mata kuliah sesuai dengan silabus mata kuliah, relevan dengan aspek akademik dan relevansi mata kuliah tersebut dengan tuntutan masyarakat 6. Komitmen: para dosen mempunyai kedisiplinan terhadap jadwal waktu mengajar, materi yang diajarkan, penggunaan teknik mengajar yang cocok, dan pemberian nilai ujian yang sesuai dengan tingkat kompetensi mahasiswa. Hal ini benar-benar dapat menunjang kegiatan pembelajaran menjadi lebih efisien dan produktif. 7. Keterbukaan: para dosen bertindak sebagai fasilitator dan nara sumber ilmiah dalam hubungan yang timbal balik dengan mahasiswa. Kegiatan bertanya, menyampaikan pendapat tentang materi yang disajikan sesuai dengan bidangnya. Hal ini memberi petunjuk tentang kualitas kegiatan akademik PS Magister FIA UB yang dinamis dan komunikatif. 8. Penugasan dosen: setiap mata kuliah mewajibkan mahasiswa untuk untuk menulis makalah/paper ilmiah yang berkaitan dengan mata kuliah yang diajarkan. Tugas makalah/paper ilmiah menghendaki setiap mahasiswa untuk membaca buku, berdiskusi, dan menulis. Keterbiasaan mahasiswa dalam menulis makalah mampu mengembangkan sikap ilmiah yang berkelanjutan. 9. Kepedulian Terhadap Hak Asasi Akademik: Program Magister FIA UB memiliki kepedulian terhadap hak asasi akademik yang diwujudkan dalam pembakuan hak karya intelektual. Karya ilmiah mahasiswa dalam bentuk tesis atau tulisan yang dimuat di Jurnal Ilmiah, semuanya didokumentasikan sebagai karya akademik yang diakui hak asasi intelektual bagi para penulisnya. Hal yang sama juga dilakukan pengakuan hak asasi akademik terhadap para dosen yang memiliki karya ilmiah baik di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengingat visi dan misi FIA-UB, maka secara garis besar terdapat beberapa ciri tentang bagaimana suasana akademik yang sedang terjadi dan yang diharapkan yaitu: memiliki manfaat bagi pengembangan program studi, dapat menjadi sarana monitoring dan evaluasi mahasiswa, dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran, mampu menciptakan dan meningkatkan sistem manajemen dan administrasi akademik, menciptakan iklim kerja dan suasana akademik yang kondusif, serta dapat berkembangnya pusat kajian dan laboratorium sebagai pusat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yang semuanya itu diarahkan untuk menjaga mutu dan dan keberlanjutan PS Magister FIA UB. (2) Penyediaan sarana dan prasarana Penyediaan sarana dan prasarana penunjang akademik di PS Magister FIAUB sangat baik dan mencukupi. Sebagai pengelola PS Magister, FIA UB memiliki lokasi yang sangat strategis karena terletak di jalur poros Batu-Malang yakni jalan MT Haryono 163 Malang, yang mudah dijangkau oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Lokasi yang menguntungkan tersebut menjadikan FIA-UB sangat mudah untuk dikenal dan diketahui oleh masyarakat. Luas lahan 15.000 m2, sehingga sangat mencukupi bagi ketersediaantempat sarana dan prasarana yang mendukung Proses Belajar Mengajar baik untuk kegiatan akademik maupun kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Disamping tersedia sarana dan prasarana, penyelenggaraan pendidikan tinggi yang efektif juga memerlukan dukungan tersedianya sumber daya pembelajaran yang mendorong kemampuan dan budaya ilmiah, menunjang pengetahuan dan skill mahasiswa S2 secara utuh. Sehingga ketersediaan ruang kuliah, ruang baca (baik digital atau tidak), peralatan laboratorium, alat bantu pembelajaran dan teknologi informasi harus dapat diakses dengan mudah oleh dosen dan mahasiswa. Hal ini dapat menunjang program pendidikan, penelitian dan memberi kesempatan untuk mengenal berbagai disiplin ilmu, budaya serta cara berpikir dan belajar. a. Gedung Ruang Kuliah, Ruang Dosen dan Kemahasiswaaan Sarana dan prasarana harus tersedia untuk memelihara interaksi dosen-mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik yang profesional.Menyangkut ketersediaan sarana dan prasarana, PS Magister FIA UB telah memiliki gedung-gedung sendiri sebagai prasarana perkuliahan dan untuk menunjang kegiatan akademis lainnya dalam lingkungan yang tertata rapi dan asri. Di setiap gedung tersebut juga telah dimanfaatkan ruangan-ruangan yang berfungsi untuk aktivitas akademik berdasarkan pengelompokan dan fungsi yang saling terkait. 36 Masih dalam satu lokasi dengan gedung fakultas, maka gedung Magister FIA UB terletak lingkungan FIA UB di pinggi jalan raya antara Kota Malang dan Kota Batu. Dengan posisi seperti itu PS Magister FIA UB mudah dijangkau oleh mahasiswa dan angkutan umum, sekaligus lebih mudah dikenali masyarakat. Gedung kuliah untuk PS Magister FIA UB, tersebar di dua lokasi, 1 (satu) di Gedung MIA yang meliputi lima (5) ruang serta di gedung A Fakultas Ilmu Administrasi lantai 2, 3, dan lantai 4. Data fisik ruangan beserta ukurannya di FIA tersaji dalam tabel 5.1. Tabel 5.1. Kapasitas Ruang Kuliah FIA-UB No. Nama Gedung Kode Ruang Nama Ruang Luas (m2) Kapasitas Orang 1. Gedung I I-101 RK 01 72 35 2. I-102 RK 02 108 50 3. Gedung F F-105 RK 03 68 30 4. F-104 RK 04 72 30 5. F-103 RK 05 60 30 6. Gedung G G-101 RK 06 128 60 7. G-102 RK 07 128 60 8. G-201 RK 08 128 60 9. G-202 RK 09 84 40 10. G-203 RK 10 84 40 11. Gedung H H-104 RK 11 73,60 35 12. H-102 RK 12 47 20 13. H-101 RK 13 47 20 14. Gedung E E-101 RK 15 126 60 15. E-102 RK 16 130,5 60 16. Gedung D D-104 RK 17 108 50 17. D-103 RK 18 63 30 18. D-102 RK 19 63 30 19. D-101 RK 20 84 40 20. Gedung B B-102 RK 21 80 40 21. B-201 RK 22 127 60 22. B-105 RK 23 80 40 23. B-301 RK 24 84,64 40 24. B-302 RK 25 291,45 100 25. Gedung A A-301 RK A 84 35 26. A-302 RK B 84 35 27. A-303 RK C 144 80 28. A-304 RK D 51,82 35 29. A-305 RK E 95,04 35 30. Gedung K K-101 R. PDIA1 48 20 31. K-102 R. PDIA2 24 10 32. K-103 R. PDIA3 24 10 33. K-104 R. PDIA4 88 30 34. K-105 R. PDIA5 24 10 Jumlah 3.004,05 Dengan adanya pembangunan gedung Bsejumlah 6 lantai FIA-UB akan ada penambahan ruang kuliah sebanyak 15 ruang. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat ideal untuk pelaksanaan perkuliahan dan praktikum bagi seluruh program studi di FIA-UB Tabel 5.2. Kapasitas Ruang Ujian FIA-UB No. Nama Gedung Kode Ruang Nama Ruang Luas (m2) 1. Gedung K K-205 Ruang Ujian A 36 2. K-207 Ruang Ujian B 36 3. Gedung A A-402 Ruang Ujian C 62,25 4. Gedung J J-101 Ruang Ujian 1 21,5 5. J-102 Ruang Ujian 2 21,5 6. J-103 Ruang Ujian 3 21,57. J-104 Ruang Ujian 4 21,58. J-105 Ruang Ujian 5 36 9. Gedung E E-104 Ruang Ujian 6 63 Jumlah 319,25 37Berdasarkan data 2009 (sebelum Gedung B diresmikan) jumlah ruang dosen sebanyak 22 ruangan dengan total luas sebesar 605 m2, sedangkan ruang pimpinan sebanyak 9 ruang dengan total luas sebesar 308 m2. Rata-rata ruang setiap dosen 6,3 m2 dan pimpinan 15 m2. Rasio ketersediaan ruang dosen dibanding jumlah dosen tetap sebesar 1: 6,3 m2 Daftar selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5.3. berikut. Tabel 5.3. Kapasitas Ruang Dosen FIA-UB No. Nama Gedung Kode Ruang Nama Ruang Luas (m2) Kapasitas Dosen(org) 1. Gedung A A-201 Ruang Dosen (Profesor) 88 13 2. A-301 Ruang Dosen (Doktor) 96 16 3. A-401 Ruang Dosen A 62,25 15 4. A-402 Ruang Dosen B 96 15 5. Gedung B B-201 Ruang Staf Program Magister 24 3 6. B-202 Ruang Koord. Keu & Akad S2 30 2 7. Gedung C C-101 Ruang Dosen 1 24 4 8. C-102 Ruang Dosen 2 10 2 9. C-103 Ruang Dosen 3 10 2 10. C-104 Ruang Dosen 4 10 2 11. C-105 Ruang Dosen 5 10 2 12. C-106 Ruang Dosen 6 10 2 13. C-107 Ruang Dosen 7 10 2 14. C-108 Ruang Dosen 8 10 2 15. C-109 Ruang Dosen 9 10 2 16. C-110 Ruang Dosen 10 10 2 17. C-111 Ruang Dosen 11 10 2 18. Gedung J J-106 Ruang Dosen 12 48 8 19. J-107 Ruang Dosen 13 36 6 20. J-108 Ruang Dosen 14 57,60 7 21. J-109 Ruang Dosen 15 68,40 10 22. Gedung E E-101 Ruang Dosen 16 63 6 Jumlah 793,25 125 Tabel 5.4. Kapasitas Ruang Pimpinan FIA-UB No. Nama Gedung Kode Ruang Nama Ruang Luas (m2) 1. Gedung A A-204 Ruang Dekan 64 2. A-205 Ruang Pembantu Dekan I 24 3. A-206 Ruang Pembantu Dekan II 24 4. A-207 Ruang Pembantu Dekan III 24 5. A-202 Ruang Kajur/Sekjur Adm. Publik & Bisnis (S1) 48 6. Gedung B B-103 Ruang Ketua Program D3 63 7. Gedung C C-211 Ruang Ketua Program S2 Adm. Publik (S2) 21 8. C-210 Ruang Ketua Program S2 Adm. Bisnis (S2) 21 9. C-202 Ruang Ketua Program S3 20 Jumlah 308 38 Tabel 5.5. Kapasitas Ruang Administrasi FIA-UB No. Nama Gedung Kode Ruang Nama Ruang Luas (m2) Kapasitas Pegawai (orang) Rata-rata (m2) 1. Gedung K K-101 Ruang KTU 18 1 18 2. K-102 Ruang Subag Keuangan 30 6 5 3. K-103 Ruang Subag Kemahasiswaan 24 4 6 4. K-104 Ruang Subag Personalia 24 2 12 5. K-105 Ruang Subag Akademik 48 12 4 6. K-201 Ruang Staf Jurusan 48 6 8 7. Gedung J J-101 Ruang Subag Umum & Perlengkapan 52,20 20 2,61 8. Gedung B B-101 Ruang Staf D3 Pariwisata 30 2 15 9. B-102 Ruang Staf D3 Kesekretariatan 30 2 15 10. Gedung A A-203 Ruang Staf S3 24 1 24 11. Gedung B B-201 Ruang Staf S2 Publik 36 2 18 12. B-202 Ruang Staf S2 Bisnis 36 2 18 13. Gedung H H-102 Ruang UPT 18,4 4 4,6 Jumlah 418,6 11,55 Kegiatan-kegiatan akademik untuk menunjang visi dan misi di lingkungan Fakultas Ilmu Administrasi didukung oleh tenaga kependidikan (pegawai) yang terampil dan ahli di bidangnya sesuai dengan kompetensi masing-masing sebanyak 69 (enam puluh sembilan) orang. Semua tenaga kependidikan tersebut menempati ruang administrasi sebanyak 13 ruang, seluas 418, 6 m2, sehingga rasio tenaga kependidikan dengan ruang yang tersedia sebesar 1:6,06 Rasio tersebut Sangat memadai dan layak dalam penyelenggaraan pendidikan di Fakultas. Luas dan kapasitas ruang administrasi secara terinci dapat dilihat dalam tabel 5.5. FIA-UB Sangat mendukung dan memperhatikan penyaluran bakat dan apresiasi mahasiswa baik S1, S2 maupun S3 selama menjalankan studinya di fakultas. Dukungan tersebut diwujudkan dalam penyediaan prasarana untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dalam bentuk penyediaan ruangan-ruangan untuk kegiatan kemahasiswaan sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa. Jumlah dan jenis kegiatan mahasiswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 5.6. Kapasitas Ruang Kemahasiswaan (UKM) FIA-UB No. Nama Gedung Kode Ruang Nama Ruang Luas (m2) 1. Gedung B B-201 Himpunan Mahasiswa program Diploma Sekretaris (Himaprodis) 30 2. Gedung F F-101 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 24 3. F-102 Research Study Club (RSC) 32 4. aGedung I I-101 Himpunan Mahasiswa Program Diploma Pariwisata (Himarasta) 12 5. I-102 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)/ Majelis Permusyawaratan mahasiswa (MPM) 12 6. I-103 Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik (Humanistik) 12 7. I-104 Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis (Himabis) 12 8. I-105 Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) DIANNS 48 9. I-106 Paduan Suara Mahasiswa (PSM) 12 3910. I-107 Administration English Club (AEC) 12 11. I-108 Sanggar Lukis dan Fotografi (SLF) / Mafioso 12 12. I-109 Forum Kajian Islam dan Masyarakat (Forkim) 12 Jumlah 230 b. Gedung Perpustakaan Dalam penyelenggaraan proses belajar-mengajar yang baik diperlukan adanya fasilitas/perpustakaan yang memadai, karena perpustakaan merupakan tulang punggung yang mendukung tercapainya tujuan perkuliahan. Universitas Brawijaya dalam hal ini telah menyediakan fasilitas perpustakaan yang didukung dengan sarana gedung seluas (5000 m2) dengan 64 orang pegawai serta koleksi sebanyak (72.651) judul bahan pustaka terdiri dari (buku, jurnal, disertasi dan laporan penelitian) yang seluruhnya terdirinya dari 210.954 copy. Disamping itu di PS Magister FIA UB sendiri juga terdapat ruang baca dengan luas 30 x 30 meter persegi yang dilengkapi fasilitas AC dan terdiri atas beberapa ruang: a. Ruang utama untuk ruang baca literatur, jurnal ilmiah, majalah/surat kabar serta layanan foto copy. b. Ruang penelusuran CD-Room dengan satu meja petugas perangkat komputer ditambah satu perangkat servis untuk on-line CD-Room ke ruang KPS di Kantor PS Magister FIA UB c. Ruang baca tesis. c. Fasilitas Laboratorium dan Lembaga Kajian PS Magister FIA UB dilengkapi dengan lembaga-lembaga kajian khusus di PS Magister seperti; Lembaga Kajian PUSEI (Pubic Sector Exelency and Innovation), LOGO (Local Governance), serta P3D (Public Policy for Planning and Development). PS Magister juga dapat melakukan koordinasi dengan Jurusan atau PS lain di FIA UB seperti Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan, Laboratorium Organisasi dan Manajemen Publik serta Laboratorium Perencanaan Pembangunan dan Kebijakan Publik. Selain beberapa laboratorium tersebut di atas, ada juga Lembaga Kajian seperti Lembaga Kajian Korupsi, Research Center for Conflict and Policy (RCCP), serta lembaga-lembaga kajian lain di lingkungan FIA UB. d. Fasilitas Lain yang Tersedia Selain fasilitas tersebut PS Magister FIA UBjuga memiliki areal perparkiran yang cukup memadai bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Areal perparkiran ini terletak di depan dan belakang kantor PS Magister FIA UB. Areal perparkiran tersebut dapat dimanfaatkan baik untuk memarkir kendaraan tamu yang berkunjung, dosen, mahasiswa maupun pengelola program. Universitas Brawijaya juga mememiliki berbagai fasilitas penunjang kelancaran proses belajar dan mengajar yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa misalnya: poliklinik, kantor pos, bank (cabang Bank BNI, Bank BTN, Bank BRI dan Bak Pembangunan Daerah), sedang alumni, asrama mahasiswa yang dikelola oleh koperasi mahasiswa, toko buku (koperasi mahasiswa) dan sejumlah kafetaria yang tersebar di berbagai fakultas.Ketersediaan website fakultas juga sangat membantu dalam penyebarluasan informasi terkait dengan Program Studi karena prosesnya sangat mudah dan cepat. Pihak fakultas dapat menginformasikan kebijakan-kebijakan baru yang dihasilkan serta informasi penting lainnya. Mahasiswa yang membutuhkan informasi dapat mengakses websiteFIA UB, apabila ada pertanyaan dapat menghubungi PS Magister FIA UB melalui telepon maupun alamat email yang sudah disediakan.Jaringan internet memiliki sinyal yang sangat baik dan tersedia koneksi internet serta stop kontak(terminal) listrik selama 24 jam. Fasilitas-fasilitas tersebut untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan kegiatan akademik yang profesional dalam proses belajar mengajar, serta menciptakan iklim yang kondusif, khususnya dalam interaksi mahasiswa dengan dosen. e. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Setiap program studi di FIA UB memiliki pedoman dengan deskripsi yang jelas tentang pengaturan, pemeliharaan sarana dan prasarana secara teratur dan sistematis. Hal ini dapat dilihat dari adanya pengaturan setiap ruangan dalam sehari-harinya, dengan kata lain penggunaan atau pemakaian ruangan sudah terjadwal. Sehingga apabila sewaktu-waktu hendak menggunakan ruangan tertentu harus menyesuaikan dengan jadwal yang sudah ada. Selain itu dari segi pemeliharaan, semua gedung yang ada cukup baik, hal ini dapat dilihat dari adanya petugas kebersihan setiap pagi (cleaning service) yang membersihkan, mengepel lantai juga membersihkan meja kursi serta peralatan yang ada dalam setiap ruangan. Demi keselamatan seluruh aset 40PS Magister FIA UB dan kenyamanan sivitas akademika, direkrut juga beberapa satpam. Panitia pengadaan barang FIA UB juga akan melakukan pengecekan secara periodik atas kondisi dan keberadaan barang-barang yang ada disetiap ruangan berdasarkan kode-kode barang dan kesesuaian pemesanan. f. Keberlanjutan Pemeliharaan serta penempatan sarana dan prasarana diatur secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan kegiatan akademis. Hal ini dapat dilihat dari adanya perhatian dan perbaikan terhadap gedung-gedung atau peralatan-peralatan yang rusak yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. Di samping itu dengan selesainya gedung baru (B) FIA maka direncanakan untuk memindahkan PS magister ke gedung A yang selama ini dipakai sebagai gedung dekanat, sehingga tersedia ruang dan prasarana yang lebih luas dan lengkap. Untuk menjamin keberlanjutan rencana dan implementasi agar berjalan secara efektif dan tidak menyimpang, maka Unit Jaminan Mutu telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP) untuk kegiatan-kegiatan penting, diantaranya: 1) SOP Pendaftaran dan Pendaftaran Ulang 2) SOP Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester 3) SOP Seminar Proposal 4) SOP Seminar Hasil Penelitian 5) SOP Ujian Komprehensif. SOP juga diberlakukan dalam penggunaan sarana-prasarana sehingga keamanan, ketepatan cara penggunaan dan keawetan barang-barang bisa lebih terjamin. Sedangkan upaya-upayayang telah dilakukan program studi magister untuk meyakinkan/menjamin keberlanjutan program studi yang ditunjukkan dalam 5 (lima) hal diuraikan sebagai berikut. a. Upaya untuk peningkatan animo calon mahasiswa 1) Menjalin kerjasama dengan organisasi pemerintah, swasta dan lembaga swadaya masyarakat 2) Bekerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri 3) Membuka program international double degree 4) Memberikan kemudahan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan S3 5) Memberikan peluang mahasiswa untuk memperoleh beasiswa b. Upaya peningkatan mutu manajemen: 1) Kerjasama manajemen dengan perguruan tinggi luar negeri 2) Studi banding pengelolaan perguruan tinggi lain 3) Benchmarking dengan perguruan tinggi lain c. Upaya untuk peningkatan mutu lulusan: 1) Sertifikasi kemampuan bahasa asing 2) Memberikan peluang mahasiswa untuk pendidikan dan latihan tambahan, seperti kepemimpinan, human relations, komunikasi publik. d. Upaya untuk pelaksanaan dan hasil kerjasama kemitraan: 1) Mengupayakan alokasi dana yang memadai untuk pelaksanaan kerjasama kemitraan 2) Mengusulkan struktur dalam organisasi fakultas yang bersifat ad hoc untuk tindak lanjut kerjasama kemitraan e. Upaya dan prestasi memperoleh dana dari sumber selain mahasiswa antara lain dari hibah kompetitif: 1) Kerjasama dengan pemerintah daerah (propinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota) dalam penyelenggaraan pendidikan. 2) Kerjasama dengan pemerintah daerah (propinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota) dalam penyelenggaraan penelitian. 3) Kerjsama dengan organisasi di pemerintah pusat dalam penyelenggaraan penelitian, misalnya penelitian daerah perbatasan. (3) Dukungan dana Pendanaan Program Magister disusun berbasis kinerja. Anggaran disusun berdasarkan program kerja. Rencana dan implementasi anggaran dipimpin langsung oleh Ketua Program Magister. Pemantauan, 41penilaian dan pengawasan atas rencana dan implementasi ini dilakukan oleh Dekan (secara khusus oleh Pembantu Dekan II). Sementara itu, pemantauan, penilaian dan pengawasan rencana dan implementasi secara menyeluruh oleh fakultas dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI). Ketua Program Magister bekerja berdasarkan Rencana Strategis Unit Pengelola Program Magister, Rencana Pengembangan dan Standard Operating Procedure. Program Kerja Ketua Program Magister. Ketua Program Magister telah mempunyai Rencana Pengembangan Program Studi yang disusun berdasarkan Rencana Strategis Program Magister. Ketua Program Magister diarahkan langsung oleh Dekan. Dekan bertindak untuk dan atas nama Fakultas sebagai pelaksana kebijakan Senat Fakultas di bawah arahan Rektor. Dekan bekerja mengikuti Program Kerja Dekan yang merupakan penjabaran Rencana Strategis Fakultas yang telah dirumuskan senat. Rektor bekerja mengikuti Program Kerja Rektor yang dijabarkan dari Rencana Strategis Universitas. Dukungan dana FIA UB untuk penyelenggaraan PS Magister sangat mencukupi.Hal ini terbukti dengan penyediaan alokasi dana yang besar untuk pembangunan gedung perkuliahan, pengadaan dan perawatan sarana/prasarana dan lain-lain setiap tahunnya bagi PS Magister. Dana tersebut berasal dari APBN, PNBP (SPP Mahasiswa, dana kemitraan) dan sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem perolehan prasarana PS Magiter FIA-UB terjamin keberlanjutannya. Pendanaan operasional di PS Magister FIA dengan menggunakan dana PNBP. Namun siklus dana yang ada perlu dioptimalkan lagi, karena penerapanmanajemen keuangan satu pintu belum dilaksanakan dengan maksimal. Sehingga diperlukan pengelolaan anggaran yang lebih mandiri pada tiap unit-unit yang ada. Namun dana PNBP terkadang masih tidak mencukupi bagi kegiatan operasional, sehingga diperlukan dana pendamping. Untuk mendapatkan dana pendamping diperlukan adanya kerjasama dengan pihak ketiga termasuk mengikuti program hibah kompetisi, program kemitraan, hibah penelitian dan P3AI. Karena dengan mengikuti hibah kompetisi tersebut, dana operasional fakultas akan terbantu. Selain hal yang telah diuraikan di atas, perlu adanya pengembangan sistem audit kinerja pada pelaksanaan blockgrants yang tepat sasaran. Karena mekanisme yang ada belum dijalankan optimal. Rincian mengenai realisasi penerimaan dari sumber mahasiswa (PNBP) dalam jutaan rupiah tahun 2007 s/d 2009 dapat dilihat dalam tabel 5.7. berikut; Jumlah Dana (Jutaan Rupiah) Sumber Dana Jenis Dana 2007 2008 2009 JumlahRata-rata Per Tahun SeleksiMasuk 330 420 243 966 332SPP 505 525 405 1435 478,33SPFP 252,5 262,5 202,5 717,5 234,16MMP 157 183,5 113 453,5 151,16ORDIK 202 210 162 574 191,3LayananTI 202 210 162 574 191,3JaketAlmamater 126,25 13,125 10,125 35,88 11,96MahasiswaWisuda 87,100 48,800 23,200 159,100 0,799497 DanaLuncuran Hibah Total 1861,85 1872,925 1320,825 4914,98 1591,0095 Beberapa komponen dana yang harus dibayarkan hanya sekali pada awal masuk perkuliahan oleh para mahasiswa meliputi: seleksi masuk atau biaya pendaftaran, SPFP, Menempuh Matakuliah Prasyarat (MMP), Orientasi Pendidikan (Ordik), Layanan TI, dan Jaket Almamater. Sedangkan biaya SPP dibayarkan setiap awal semester dan biaya wisuda dibayarkan pada saat menjelang dilaksanakan wisuda kelulusan. Pendanaan juga diberikan oleh universitas dan fakultas untuk kegiatan penjaminan mutu di setiap PS.Penyediaan dana oleh pimpinan khususnya dalam rangka penjaminan mutu internal dan akreditasi program studi memperlihatkan komitmen yang tinggi.Ini terlihat bahwa anggaran untuk pengembangan sistem jaminan mutu di UB pada tahun 2004 sebanyak Rp.641.040.000,- meningkat menjadi Rp.6.389.109.330,- pada tahun 2007.Khusus untuk PJM alokasi dana untuk tahun 2008 sebanyak Rp.1.249.999.968, tahun 2009 sebesar Rp. 1,7 milyar dan tahun 2010 sebesar 1,794 milyar. Alokasi anggaran sebesar ini menunjukkan keseriusan UB dalam menjaga jaminan mutu akademik. 42(4) Kegiatan akademik yang mendorong interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa untuk pengembangan perilaku kecendikiawanan Banyak hal yang dilakukan FIA UB untuk mendukung kegiatan akademik PS Magister yang mendorong interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa untuk pengembangan perilaku kecendikiawanan baik di dalam maupun di luar kelas. Untuk menambah suasana akademik yang kondusif maka kegiatan di kelas tidak hanya berupa pemberian materi searah oleh dosen tetapi juga diskusi, tanya jawab dan tugas-tugas terstruktur. Selain itu diupayakan ada fasilitator yang dapat menjembatani hubungan harmonis antara dosen dengan mahasiswa melalui penasehat akademik.Penciptaan suasana akademik yang kondusif dilakukan dengan kegiatan seminar, diskusi, kuliah tamu, agar ilmu yang diperoleh lebih aplikatif maka didatangkan dosen tamu yang pakar dibidangnya maupun birokrat. Selain itu untuk menjamin kinerja yang baik di kelas maka dilakukan pemberian reward dan punishment serta penerapan aturan secara bijak dalam pelaksanaan perkuliahan. Setiap pelanggaran aturan akan dikenakan teguran atau sanksi sesuai aturan kepegawaian dengan mempertimbangkan berat ringannya pelanggaran serta dilanjutkan dengan pembinaan kepada yang bersangkutan. Reward diberikan kepada sivitas akademika yang berjasa dan atau berprestasi. Reward diberikan kepada dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa berprestasi. Pemilihan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa berprestasi telah meningkatkan iklim kompetitif dalam penciptaan suasana akademik yang kondusif. Reward penting lainnya senantiasa diberikan kepada mahasiswa beserta dosen pembimbingnya yang berhasil menjuarai kompetisi bidang penalaran baik di tingkat lokal, regional dan nasional. Hal ini mampu meningkatkan motivasi berprestasi sivitas akademika sekaligus meningkatkan suasana akademis di FIA UB. Selain kegiatan dalam kelas FIA UB sangat mendukung dan memperhatikan kegiatan akademik di luar kelas.Kegiatan berupariset ilmiah, penyaluran bakat dan apresiasi mahasiswa selama menjalankan studinya, termasuk olah raga. Dukungan tersebut juga diwujudkan dalam penyediaan prasarana untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dalam bentuk penyediaan ruangan-ruangan dan lapangan untuk kegiatan kemahasiswaan sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa. Kegiatan akademik diluar kelas diarahkan bagi pembinaan mahasiswa dalam pengembangan sikap dan orientasi serta kegiatan mahasiswa antara lain melalui seni budaya, olah raga sebagai bagian pembinaan sivitas akademika, pengembangan daya penalaran mahasiswa, penciptaan iklim pendidikan yang baik di dalam kampus dan di luar kampus.Pelaksanaan kegiatan di luar kelas ini dapat langsung dibawah arahan ketua PS Magister, pembantu dekan bidang akademik maupun laboratorium. Setiap rencana kegiatan dan pencapaian (prestasi) yang yang didapatkan dari kegiatan akan di informasikan secara terbuka sehingga dapat diketahui oleh seluruh civitas akademi FIA-UB. Selain itu mahasiswa PS Magister FIA UB memiliki hak-haknya yang lain yaitu memperoleh layanan bidang akademik sesuai dengan minat, bakat, kemampuan dan mendapatkan bimbingan dosen PA dalam penyelesaian studi. Mahasiswa juga memperoleh fasilitas kegiatan luar kelas yang tersedia menurut cara-cara dan ketentuan yang berlaku, dan memanfaatkan fasilitas tersebut guna kelancaran proses belajar. Mahasiswa dapat bebas menyampaikan saran dan pendapat secara konstruktif sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan mengingat norma-norma kesusilaan, kesopanan serta sesuai dengan kepribadian dan falsafah bangsa Indonesia. Hak mahasiswa lainnya adalah memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi serta hasil belajarnya. Memperoleh layanan kesejahteraan, khususnya bagi mahasiswa yang berprestasi akan menerima bantuan operasional studi, keringanan SPP, dan beasiswa. Disamping itu mahasiswa dapat memanfaatkan sumber daya melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan untuk mengatur kesejahteraan, minat, dan tata kehidupan bermasyarakat, serta dapat memperoleh santunan kecelakaan dan pelayanan khusus bilamana menyandang cacat. 43STANDAR 6 PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA SERTA SISTEM INFORMASI 6.1 Pembiayaan Pengelolaan dana dilakukan untuk dapat menunjang perwujudan visi, pelaksanaan misi dan pencapaian sasaran dan tujuan FIA UB. Kebijakan operasional pengelolaan pembiayaan yang berlaku di FIA UB pada dasarnya menganut sistem terpadu, akhirnya anggaran untuk suatu program studi tidak berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan perhitungan kebutuhan anggaran fakultas. Dana SPP yang diterima dari semua mahasiswa FIA UB masuk ke rekening Universitas Brawijaya dan selanjutnya FIA UB mengelola 75% dari total dana yang masuk tersebut. Standar pembayaran untuk dosen atau pos-pos lainnya sesuai dengan ketentuan yang ada. Selanjutnya proses penyusunan anggaran di FIA UB dapat dijelaskan sebagai berikut : Seluruh Ketua Program Studi di FIA UB, Ketua Lab, Pusat Kajian dan UPT dengan dibantu oleh staf bagian keuangan, bagian akademik, dan bagian kemahasiswaan FIA UB membuat rencana anggaran selama satu tahun. Kemudian dituangkan dalam bentuk Daftar Usulan Rencana Kerja (DURK). Setelah digabung dengan DURK dari unit-unit kerja lainnya di FIA selanjutnya Pembantu Dekan II menyusun DURK FIA yang mendapat persetujuan dan pengesahan Dekan FIA UB. Usulan tersebut diajukan ke Rektor UB yang selanjutnya dikirimkan ke Menteri Pendidikan Nasional guna mendapatkan persetujuan. Setelah disetujui kemudian mengisi Daftar Rencana Kerja (DRK). Atas dasar inilah kebijakan operasional pembiayaan seluruh program studi di FIA UB dilaksanakan. 6.1.1 Jumlah dana termasuk gaji yang diterima di unit pengelola program studi magister selama tiga tahun terakhir. Dana yang diterima oleh FIA UB berasal dari mahasiswa, Daba rutin pusat dan dan dari kerjasama dengan pemerintah pusat dan pemerintah Daerah. Adapun jumlah dana selama tiga tahun terakhir tercantum dalam Tabel berikut: Tabel 6.1.1 Jumlah dana termasuk gaji yang diterima di unit pengelola program studi magister selama tiga tahun terakhir. Jumlah Dana dalam Juta Rupiah Sumber Dana 2007 2008 2009 Rata-Rata per Tahun (1) (2) (3) (4) (5) Usaha sendiri Mahasiswa 1.861,85 1.872,92 1.320,82 16.851,97Pemerintah (Pusat & Daerah) Dana Rutin Pusat Sumber lain Kerjasama dg Pemerintah Pusat 3.962,49 2.503,77 3.940,55 34.689,37Kerjasama dg Pemerintah Daerah 1.656,19 100,00 858,94 8.717,1 5.618,68 2.603,77 4.799,49 446.1.2 Dana Operasional FIA UB mengelola dana untuk kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di lima Program Studi yang pengalokasiannya digambarkan dalam Tabel berikut: Tabel 6.1.2. Jumlah Dana Operasional PS Di FIA UB No. Nama Program Studi Jumlah Dana Operasional dalam Jutaan Rupiah (1) (2) 762 1 PS S1 Administrasi Publik 853,44 2 PS S1 Administrasi Bisnis 518,16 3 PS S2 Administrasi Publik 548,64 4 PS S2 Administrasi Bisnis 365,76 5 PS S3 Ilmu Administrasi 762 Jumlah 3.048. Catatan: Dana operasional adalah seluruh dana yang digunakan oleh PS dan unit pengelola program studi untuk penyelenggaraan program, termasuk gaji, upah, pembelian bahan dsb. (kecuali dana untuk pembangunan) 6.1.3 Rincian Penggunaan Dana: Jumlah dana yang tersedia di FIA UB dialokasikan untuk penyelenggaraan Tri Dharma PT yang dijelaskan dalam Tabel berikut: Tabel 6.1.3 Rincian Penggunaan Dana di FIA UB Jumlah Dana dalam Juta Rupiah Rata-Rata per Tahun dan Persentase No. Jenis Penggunaan 2008 2009 2010 Jutaan Rupiah % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Pendidikan 8.745 9.216 10.132 9.362 962 Penelitian 185 220 255 217 33 Pengabdian kepada Masyarakat 75 65 95 78 1Jumlah Dana Tridarma 9.005 9.501 10.482 9.657 1004 Investasi prasarana 5 Investasi sarana 6 Investasi SDM 7 Lain-lain Jumlah Dana Investasi 6.1.4 Pendapat pimpinan FIA UB tentang perolehan dana. Berdasarkan data pada butir 6.1.1, pemimpin FIA UB menilai bahwa ketersediaan dana untuk menyelengarakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di seluruh Program Studi yang ada di FIA UB adalah mencukupi. Tidak ada kendala yang berarti dengan ketersediaan dana, karena sudah dilakukan perencanaan setiap tahun dan penganggarannya melibatkan seluruh Program Studi dan Unit yang ada di FIA UB. 6.2 Sarana 6.2.1 Penilaian FIA UB tentang sarana untuk menjamin penyelenggaraan program tridarma PT yang bermutu tinggi. 45Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) memiliki lokasi yang sangat strategis karena terletak di jalan MT Haryono 163 Malang, yang mudah dijangkau oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Lokasi yang menguntungkan tersebut menjadikan FIA-UB sangat mudah untuk dikenal dan diketahui oleh masyarakat. Luas lahan 15.000 m2, sehingga sangat mencukupi untuk kebutuhan Proses Belajar Mengajar baik untuk kegiatan akademik maupun kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. FIA-UB memiliki sarana ruang kelas yang sangat memadai, terdapat 12 (dua belas) buah gedung, 6 (enam) gedung berlantai 1 (satu), 3 (tiga) gedung berlantai 2 (dua), 1 (satu) gedung berlantai 3 (tiga), 1 (satu) gedung berlantai 4 (empat), dan 1 (satu) gedung berlantai 6 (enam) yang saat ini sedang memasuki pembangunan tahap II. Dari kedua belas gedung tersebut terdiri dari kurang lebih 130 ruangan (belum termasuk gedung 6 lantai yang sedang dalam tahap pembangunan). Jumlah tersebut sangat memadai untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan akademik dan rutin administratif fakultas. Sejalan dengan perkembangan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB), Kepemilikan gedung FIA-UB mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pada saat awal berdiri, FIA hanya memiliki gedung berlantai 1 (satu) dan 2 (dua). Saat ini FIA-UB telah memiliki sejumlah gedung berlantai 3 (tiga) dan 4 (empat) yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan akademik, bahkan pada tahun 2008 telah selesai dibangun gedung 6 lantai (Tahap I) yang rencananya akan dilanjutkan pembangunan tahap II pada tahun 2009. Upaya untuk memenuhi kebutuhan ruang kuliah, laboratorium, ruang pertemuan, ruang dosen dan lain-lain terus dilakukan, terbukti dengan penyediaan alokasi dana yang sangat cukup untuk pembangunan gedung, pengadaan dan perawatan sarana/prasarana dan lain-lain setiap tahunnya. Dana tersebut berasal dari APBN, PNBP (SPP Mahasiswa, dana kemitraan) dan sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem perolehan prasarana FIA-UB terjamin keberlanjutannya. Kegiatan perkuliahan di lingkungan FIA-UB menggunakan 43 (empat puluh tiga ruangan) yang terdiri dari ruang kuliah (34) dan ujian (9). Ruangan tersebut tersebar di beberapa lokasi, yaitu di gedung A, B, D, E, F, G, H, I, J dan K serta gedung L dengan 6 (enam) lantai (saat ini dalam pembangunan tahap II). Selain itu gedung C khusus digunakan untuk ruang dosen, disamping gedung A, B, C, J dan E. Jumlah mahasiswa FIA-UB yang terdaftar sampai dengan semester ini adalah 3.614 orang mahasiswa, DIII = 362, S1=2.825, S2=292, S3=135, sedangkan total luas ruang kuliah yang digunakan untuk kegiatan akademik sebesar 3.004,05 m2 dengan demikian rasio ketersediaan prasarana sebesar 1: 4,9 m Jumlah tersebut sangat memadai dalam memenuhi kebutuhan prasarana karena masih di atas nilai standart yang ditentukan, yaitu 1:2 m. Rencana pembangunan gedung 6 lantai FIA-UB akan ada penambahan ruang kuliah sebanyak 15 ruang. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat ideal untuk pelaksanaan perkuliahan dan praktikum bagi seluruh program studi di FIA-UB Kegiatan-kegiatan akademik untuk menunjang visi dan misi di lingkungan Fakultas Ilmu Administrasi didukung oleh tenaga kependidikan (pegawai) yang terampil dan ahli di bidangnya sesuai dengan kompetensi masing-masing sebanyak 69 (enam puluh sembilan) orang. Semua tenaga kependidikan tersebut menempati ruang administrasi sebanyak 13 ruang, seluas 418, 6 m2, sehingga rasio tenaga kependidikan dengan ruang yang tersedia sebesar 1:6,06 Rasio tersebut Sangat memadai dan layak dalam penyelenggaraan pendidikan di Fakultas. Upaya untuk memenuhi kebutuhan ruang kuliah, laboratorium, dan ruang pertemuan ilmiah diusahakan secara bersama-sama dari pihak fakultas dan universitas terus dikembangkan dan ditingkatkan. Saat ini sedang dalam proses pembangunan gedung 6 lantai yang akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung tercapainya visi, misi, dan tujuan institusi. Sarana yang disiapkan oleh fakultas sangat mencukupi untuk kebutuhan ruang bagi pimpinan fakultas, dosen, kegiatan administrasi, ruang belajar mengajar, kegiatan kemahasiswaan sehingga sangat mendukung tercapainya visi, misi dan tujuan FIA UB. Sistem pengaturan dan penggunaan ruang kelas sudah terjadwal di Fakultas dan diatur bersama-sama baik oleh kasubag akademik dan kasubag umum dan perlengakapan dalam hal penggunaan ruang kuliah sehingga tidak terjadi bentrok antara matakuliah satu dengan yang lainnya. Untuk pemeliharaan baik gedung kuliah, laboratorium maupun fasilitas penunjang proses belajar mengajar masih dibebankan pada dana PNBP, kecuali rehab ruangan yang diusulkan pada dana rutin. 6.2.2 Sarana tambahan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan program tridharma PT pada semua program studi yang dikelola dalam tiga tahun terakhir. Sarana tambahan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan program tridharma PT pada semua program studi yang dikelola dalam tiga tahun terakhir adalah Laboratorium, Pusat kajian, dan Unsur 46Pelayanan Umum yang terdiri atas: UPT Layanan Referensi Ilmiah, UPT Humas, dan ruang baca dan referensi ilmiah. Fungsi laboratorium di FIA UB adalah untuk menunjang proses belajar mengajar. Kaitan praktikum dan kurikulum sangat erat, karena beberapa matakuliah yang dipelajari di FIA UB mewajibkan mahasiswa mengikuti praktikum. Untuk itu, proses pembelajaran di jurusan Administrasi Publik ditunjang dengan 3 laboratorium yaitu laboratorium organisasi dan manajem, laboratorium politik dan pembangunan, dan laboratorium KP3. Pada jurusan Administrasi Publik terdapat laboratorium akuntansi, laboratorium Bisnis dan kewirausahaan, dan laborartorium organisasi dan kepemimpinan.Namun laboratorium masih belum memiliki tenaga laboran dan peralatan yang lengkap.Sehingga masih perlu penempatan laboran dan peralatan yang memadai. Pusat Kajian yang ada di FIA UB merupakan lembaga yang melaksanakan tugas pengkajian dan pengembangan ilmu-ilmu yang terkait dengan ilmu-ilmu yang dipelajari di program studi yang ada di FIA UB. Pusat kajian yang ada di FIA ini adalah Pusat Kajian dan Pembinaan Administrasi, Pusat Kajian Korupsi, Pusat Kajian dan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi (PKPMSI), Pusat Kajian Konflik dan Kebijakan (RCCP). Pusat Kajian dan Pembinaan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan serta penyebarluasan ilmu administrasi ke masyarakat yang mempunyai fungsi: (1) pengkajian masalah-masalah administrasi baik dalam bidang Administrasi Publik maupun Administrasi Bisnis; (2) pembinaan dan penyebarluasan Ilmu pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) administrasi serta aplikasinya guna meningkatkan pengetahuan dan taraf hidup masyarakat serta memperkaya kebudayaan nasional; (3) penerbitan bahan pustaka yang ditulis oleh dosen/mahasiswa; dan penerbitan jurnal ilmiah maupun populer Pusat Kajian Korupsi bertugas melakukan kegiatan pendidikan, penelitian, sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai anti korupsi untuk menciptakan budaya anti korupsi, yang mempunyai fungsi: (1) penyelenggaraan kajian dan penelitian yang berkaitan dengan fenomena korupsi; (2) perancangan dan pemutakhiran sistem pengajaran dan silabi mata kuliah budaya anti korupsi; (3) penyelenggaraan program sosialisasi dan internalisasi budaya anti korupsi; dan, (4) pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Pusat Kajian dan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi (PKPMSI) bertugas melakukan kajian ilmiah tentang manajemen Sistem Informasi untuk meningkatkan kinerja organisasi. PKPMSI mempunyai fungsi: a. pengkajian manajemen sistem Informasi untuk mendorong terciptanya inovasi organisasi; b. pengembangan konsep dan metode dalam Manajemen Sistem Informasi yang innovatif dan kompetitif; c. pengkajian dan penyediaan jasa layanan konsultasi tentang perancangan dan implementasi Teknologi Informasi yang baru; dan d. pendidikan dan pelatihan Manajemen Sistem Informasi. Pusat Kajian Konflik dan Kebijakan (Research Centre for Conflict and Policy) yang selanjutnya disebut RCCP mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta pengkajian baik yang bersifat konsultatif maupun operatif untuk berbagai macam aspek kebijakan, konflik, dan resolusi konflik melalui kerjasama dengan berbagai pihak yang membutuhkan. RCCP mempunyai fungsi: a. penyelenggaraan kerjasama dengan berbagai pihak untuk pelaksanaan pendidikan dan pelatihan; b. penyelenggaraan kerjasama kajian ilmiah untuk penyusunan kebijakan, implementasi kebijakan dan dampak kebijakan; dan c. penyelenggaraan kerjasama lainnya dengan berbagai pihak dengan prinsip-prinsip yang disepakati dan bersifat independen. Gugus Jaminan Mutu yang selanjutnya disebut GJM adalah unsur pemantauan dan evaluasi yang bertugas mengkoordinasikan penyusunan baku mutu akademik dan audit sistem akademik; GJM mempunyai fungsi: a. penyusunan dokumen kebijakan akademik, Standar Akademik, Peraturan Akademik, Manual Mutu Akademik,dan Manual Prosedur Akademik; b. penyiapan Audit Internal Mutu Akademik (AIMA); dan c. peningkatan mutu fakultas berkelanjutan berdasarkan rumusan koreksi. UPT Bahasa mempunyai tugas menyelenggaraan layanan pelatihan bahasa Indonesia dan bahasa asing. UPT Bahasa mempunyai fungsi: a. Pelayanan pelatihan bahasa Indonesia dan bahasa asing; b. Penyelenggaraan uji kompetensi bahasa untuk mahasiswa dan dosen; dan c. Pelayanan konsultasi dan terjemahan bahasa Indonesia dan Asing. 47UPT Layanan Referensi Ilmiah mempunyai tugas memberikan pelayanan pustaka bagi dosen dan mahasiswa; UPT Layanan Referensi Ilmiah mempunyai fungsi: a. penyediaan dan Pengelolaan bahan pustaka; b. pendayagunaan layanan pustaka; c. pemeliharaan dan Pelestarian bahan pustaka; dan d. pengkoordinasian, evaluasi, dan koleksi bahan pustaka. UPT Humas mempunyai tugas pelayanan informasi berkaitan dengan jati diri dan kegiatan fakultas. UPT Humas mempunyai fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan, sasaran, dan anggaran tahunan UPT Humas; b. pengidentifikasian dan pendiskripsian pemangku kepentingan eksternal sebagai dasar pemilihan dan perancangan media komunikasi; c. pencitraan fakultas melalui sosialisasi proram dan kegiatan fakultas ke masyarakat pemangku kepentingan; dan d. pengevaluasian dan pemantauan pelaksanaan kegiatan. Untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di FIA UB direncanakan beberepa sarana tambahan. Rincian mengenai jenis sarana tambahan beserta investasi selama tiga tahun terakhir dan investasi sarana dalam lima tahun terakhir disajikan dalam Tabel berikut: Tabel 6.2.2. Sarana tambahan untuk meningkatkan mutu penyelenggarakan program tridarma PT di FIA UB Rencana Investasi Sarana dalam Lima Tahun Mendatang No. Jenis Sarana Tambahan Investasi Sarana Selama Tiga Tahun Terakhir (Juta Rp) Nilai Investasi (Juta Rp) Sumber Dana (1) (2) (3) (4) (5) 1 Gedung 4 Lantai untuk Ruang Seminar, Dekanat, Ruang Dosen, dan Ruang Administrasi 4 Lantai Rp.7,25 Mr - PNBP. 2 Gedung 6 lanitai untuk Kuliah, Ruang Dosen, dan Ruang Pusat Kajian. Rp.14,7 M Rp.22 M PNBP 3 Gedung Kuliah 10 Lantai - Rp.120 M PNBP 6.3 Prasarana 6.3.1 Penilaian FIA UB tentang Prasarana yang dimiliki, khususnya yang digunakan untuk program-program studi. Kegiatan PBM yang diselenggarakan pada seluruh program studi di FIA-UB telah dilengkapi dengan sejumlah peralatan yang diperlukan. Kesemuanya masih dalam kondisi yang baik. Pada setiap ruang kerja, dilengkapi dengan meja kursi, almari arsip, jam dinding, komputer, AC. Pada setiap ruangan kuliah selain meja kursi dan whiteboard dilengkapi pula dengan peralatan OHP/LCD yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan oleh dosen atau mahasiswa. Pada ruang sidang selain dilengkapi dengan meja kursi juga dilengkapi dengan layar OHP, sound system, microphone di setiap meja, dan AC (Air Conditioning).Rasio prasarana yang berupa meja, kursi dengan Dosen/mahasiswa adalah 1:1. Rasio ruangan dengan LCD/OHP dengan kuliah kelas 1:1.Prasarana tersebut sangat mencukupi untuk mendukung tercapainya visi, misi dan tujuan. 6.3.2. Prasarana Tambahan Untuk Semua Program Studi yang Dikelola dalam Tiga Tahun Terakhir Prasarana tambahan yang digunakan di FIA UB ditujukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. FIA UB merencanakan menambah prasarana untuk semua program studi. Rincian mengenai jenis prasarana tambahan beserta investasi selama tiga tahun terakhir dan investasi sarana dalam lima tahun terakhir disajikan dalam Tabel berikut: 48 Tabel 6.3.2. Prasarana Tambahan yang tersedia dan Rencana Prasarana untuk Semua Program Studi yang Dikelola dalam Tiga Tahun Terakhir Rencana Investasi Prasarana dalam Lima Tahun Mendatang No. Jenis Prasarana Tambahan Investasi PrasaranaSelama Tiga Tahun Terakhir (Juta Rp) Nilai Investasi (Juta Rp) Sumber Dana (1) (2) (3) (4) (5) 1 Teleconference - Rp. 200 Juta PNBP 2 LCD Rp. 500 Juta Rp. 100 Juta APBN 3 Komputer PC Rp. 50 Juta Rp. 150 Juta PNBP 4 AC Rp. 90 Juta Rp. 180 Juta APBN 5 Meja Kerja Rp. 114 Juta Rp. 120 Juta PNBP 6 Scanner Rp. 54 Juta Rp. 104 Juta PNBP 7 Meja Rapat Rp. 85 Juta Rp. 114 Juta APBN 8 Note Book Rp. 120 Juta Rp. 200 Juta PNBP 9 Instalasi Hub Rp. 20 Juta Rp. 50 Juta APBN 10 Printer Rp. 110 Juta Rp. 50 Juta APBN 6.4 Sistem Informasi 6.4.1 Sistem Informasi Manajemen dan Fasilitas ICT yang digunakan FIA UB untuk proses Penyelenggaraan Akademik dan Administrasi FIA UB telah memiliki jaringan intranet dan internet yang terhubung dengan kantor pusat (universitas) melalui kabel serat optik (fiber optik). Hal ini menjamin kecepatan dan kestabilan akses internet bagi sivitas akademika FIA UB. Fakultas sudah memiliki komputer yang berfungsi sebagai server data untuk mengelola jaringan internet sebanyak dua buah dan semua komputer yang ada di FIA telah terhubung dengan jaringan intranet dan internet. Fasilitas hotspot yang tersedia dapat diakses dengan sangat baik oleh seluruh sivitas akademika FIA UB. Di beberapa titik utama tempat akses internet juga sudah dilengkapi dengan meja dan kursi serta terminal listrik sehingga dapat menunjang kenyamanan mahasiswa ketika mengakses internet. Akses internet untuk sivitas akademika ini sepenuhnya gratis karena semuanya ditanggung oleh fakultas. Fasilitas ini dapat digunakan untuk memperoleh informasi terbaru dengan cepat dan untuk melakukan koordinasi antar unit di FIA UB. Data yang ada di FIA UB berada di masing-masing unit kerja. Fakultas memiliki server untuk menampung data elektronik. Server tersebut berfungsi sebagai pusat data sekaligus sebagai cadangan pendukung apabila ada kehilangan data di unit kerja tertentu. Fakultas memiliki Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN), Sistem Informasi Aplikasi Gaji, Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), Sistem Informasi Wisuda (SIUDA), Sistem Informasi Administrasi Akademik Mahasiswa (SIAM), Sistem Informasi Registrasi (SIREGI), yang merupakan aplikasi-aplikasi yang berfungsi untuk memberikan informasi, menghimpun dan menyimpan data termasuk menampilkan laporan-laporan. Sistem Pelaporan Online (SIMPEL) hanya untuk menampilkan informasi-informasi penting dengan dasar data berasal dari SIAKAD, SIUDA, SIREGI dan SIAM. Informasi yang dapat dihimpun diantaranya status pembayaran mahasiswa, status registrasi, status akademik mahasiswa, dan informasi wisudawan. Sistem Online (SIAKAD, SIUDA, SIAM dan SIMPEL) dan SIMAK-BMN data terpusat di Universitas Brawijaya, sedangkan Sistem Informasi Aplikasi Gaji penyimpanan data di tingkat fakultas. Sistem Informasi tersebut diatas (SIAKAD, SIMPEL, SIUDA, SIREGI, SIAM) sangat layak dan teruji karena sesuai dan sinkron dengan sistem yang ada di lingkungan Universitas Brawijaya. Dengan adanya SIMPEL, fakultas dapat dengan mudah memperoleh rekapitulasi atau laporan mengenai hasil studi dan keuangan. SIUDA akan memudahkan dalam proses pelaksanaan wisuda mahasiswa dan SIREGI akan memudahkan 49mahasiswa dalam melakukan proses daftar ulang dan fakultas dapat dengan mudah memantau status akademik dari mahasiswa. Laboratorium komputer yang dikelola oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi (P3MSI) menyediakan layanan internet gratis bagi mahasiswa yang melakukan pengisian KRS Online. Komputer yang tersedia sangat baik, jumlahnya sangat memadai untuk melayani mahasiswa yang melakukan KRS Online atau mengakses internet. Keberadaan sistem informasi yang ada di FIA UB sangat membantu kelancaran Proses Belajar Mengajar (PBM) karena mahasiswa semakin dimudahkan untuk mencari materi pendukung kuliah dan tugas. Dosen memperoleh kemudahan dalam mencari bahan ajar. Jaringan internet memiliki sinyal yang sangat baik. Selain itu juga tersedia koneksi internet dan saklar (terminal) listrik selama 24 jam. Sistem informasi online menjamin transparansi informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Sosialisasi pengumuman dan administrasi pendidikan dilakukan kepada mahasiswa sejak mahasiswa di semester pertama, melalui prosesi Orientasi Pendidikan, Orientasi Kegiatan Mahasiswa dan Buku Pedoman. Sosialisasi tersebut juga dilakukan dalam media elektronik melalui website fia.brawijaya.ac.id, termasuk berita-berita hangat seputar kampus (FIA UB) dalam bentuk media cetak dan elektronik yang terbit setiap bulan. Selain itu dalam SIMPEL informasi keuangan yang diterima dapat diakses oleh Sub Bagian Keuangan, Kepala Tata Usaha, Pembantu Dekan II dan Sub Bagian Akademik. Sub Bagian Keuangan menggunakan SIMPEL untuk mengetahui jumlah penerimaan PNBP sebagai dasar pendanaan kegiatan fakultas. Kepala Tata Usaha dan Pembantu Dekan II menggunakan SIMPEL untuk merencanakan penerimaan PNBP tahun berikutnya. Sub bagian akademik menggunakannya untuk mengetahui status akademik mahasiswa, dan memfilter mahasiswa yang belum melakukan pembayaran (penundaan) terhadap proses KRS, KHS, Wisuda, dan Ujian Akhir.SIAM digunakan oleh mahasiswa untuk mengetahui berapa tanggungan keuangan, IPK, dan nilai mata kuliah per semester. Orang tua mahasiswa menggunakan SIAM untuk memonitor prestasi akademik. KHS mahasiswa dikirim kepada orang tua mahasiswa setiap semester. 6.4.2 Aksesibiltas jenis data Untuk mempercepat pelayanan pada mahasiswa dan meningkatkan mutu pelayanan di FIA UB, sistem pengolahan data sudah dilakukan dengan menggunakana komputer, dan sebagian besar sudah memanfaatkan jaringan WAN atau internet secara on line, adapun gambaran sistem pengolahan data dijelaskan pada Tabel berikut: Tabel 6.4.2. Sistem Pengelolaan Data Sistem Pengelolaan Data Jenis Data Secara Manual Dengan Komputer Tanpa Jaringan Dengan Komputer Melalui Jaringan LAN Dengan Komputer Melalui Jaringan WAN 1) Mahasiswa 2) KRS 3) Jadwal Matakuliah 4) Nilai Matakuliah 5) Transkip akademik 6) Lulusan 7) Dosen 8) Pegawai 9) keuangan 10) Inventaris 11) Pembayaran SPP 12) Perpustakaan 6.4.3 Upaya penyebaran informasi/kebijakan untuk sivitas akademika di FIA UB Upaya penyebaran informasi untuk sivitas akademika sudah sangat sesuai dengan era globalisasi yang mengandalkan internet sebagai sarana pertukaran informasi yang cepat, mudah dan murah. FIA UB mengantisipasi dengan menyediakan sarana yang sangat baik mulai dari jaringan intranet dan internet yang 50mendukung kecepatan pertukaran informasi.Sistem informasi selalu dikembangkan sesuai kebutuhan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas sistem informasi. Website FIA UB dapat digunakan sebagai sarana forum interaksi sivitas akademika dengan fakultas. Seluruh unit kerja yang ada di FIA UB sudah memiliki komputer yang terhubung satu dengan lainnya dan juga dengan internet. Hal ini tentu membawa efisiensi kerja ketika proses pertukaran data tak perlu lagi harus mendatangi unit lain yang membutuhkan karena cukup dengan dibagi aksesnya maka komputer di unit lain dapat dengan mudah melakukan akses terhadap data tersebut. Efisiensi waktu juga akan muncul sebagai akibat dari ketersediaan jaringan lokal ini. Selain itu untuk memperoleh berbagai data untuk penunjang pekerjaan masing-masing unit akan semakin mudah dengan adanya jaringan internet, sehingga fasilitas ini juga efektif dalam mendukung dan meningkatkan kinerja unit-unit yang ada di FIA UB. Semua dosen di FIA UB mempunyai email yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dengan mahasiswa maupun kolega. Selain itu pengumuman-pengumuman juga di upload lewat website fia.brawijaya.ac.id.Sistem informasi yang disampaikan di atas membuat unit-unit kerja sangat efisien dan efektif dalam pelaksanaan kerjanya. 6.4.4 Rencana Pengembangan Sistem Informasi Jangka Panjang dan Upaya Pencapaiannya Universitas Brawijaya mendukung pengembangan sistem informasi jangka panjang, upaya untuk mencapai pengembangan sistem informasi tersebut adalah dengan dukungan komitmen yang tinggi dari Universitas terutama dalam memberikan fasilitas software maupun hardware yang terus di update mutunya, di bawah koordinasi UPT TIK.Pada tingkat Fakultas, FIA UB memiliki Pusat Pengembangan dan Pengkajian Manajemen Sistem Informasi (P3MSI) sebagai pengelola dan pemelihara sistem informasi di fakultas. Lembaga ini mengembangkan sistem-sistem baru yang dapat menunjang PBM seperti Distance Learning dan Blended Learning. FIA UB menggunakan INHERENT Universitas Brawijaya dapat menjalin On Campuss Connectivity. 51STANDAR 7 PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 7. 1 Penelitian 7.1.1 Kebijakan FIA UB di Bidang Penelitian, Pelayanan/Pengabdian Kepada Masyarakat. Bidang penelitian di FIA UB dikelola oleh pusat-pusat kajian yang ada di FIA UB yaitu: Pusat Kajian dan Pembinaan Administrasi, Pusat Kajian Korupsi, Pusat Kajian dan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi (PKPMSI), Pusat Kajian Konflik dan Kebijakan (RCCP). Pusat Kajian dan Pembinaan Administrasi, Pusat Kajian Korupsi, Pusat Kajian dan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi (PKPMSI), Pusat Kajian Konflik dan Kebijakan (RCCP). Disamping penelitian melalui lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat yang ada di UB. FIA UB memberikan fasilitas bagi seluruh sivitas akademika untuk melakukan penelitian berupa dana dan prasarana penelitian yang dianggarkan setiap tahun. 7.1.1.1 Kebijakan dan upaya FIA UB dalam menjamin mutu penelitian FIA UB memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk menjamin mutu penelitian yang dihasilkan. Arah penelitian di FIA UB dirumuskan dalam satu payung penelitian yang kemudian di arahkan sesuai dengan bidang ilmu dan minat studi. Sesuai dengan Visi, Misi dan tujuan program studi, maka agenda penelitian di FIA UB dibawah payung besar Pengembangan Ilmu Administrasi di Sektor Publik dan Bisinis yang dibagi dalam beberapa kategori bidang yakni E-government, Politik, Korupsi, Kewirausahaan dan UMKM, Pariwisata, Keuangan dan Perbankan serta Organisasi dan Kepemimpinan. 7.1.1.2 Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh FIA UB dalam menjamin relevansi penelitian program studi magister. Upaya menjamin relevansi penelitian program magister adalah dengan memberikan arahan pembimbingan penelitian program Magister sesuai dengan kompetensi dosen dan minat penelitian dosen pembimbing, sehingga mahasiswa dibimbing dan diarahakan oleh dosen yang memiliki jejak rekam penelitian sesuai dengan topik penelitian mahasiswa. Upaya menjamin mutu penelitian setiap hasil penelitian diseminarkan di tingkat Fakultas dan untuk penelitian kompetisi dan kerjasama juga diseminarkan sesuai ruang lingkup penelitiannya. FIA UB juga memiliki 3 jurnal ilmiah yang digunakan sebagai media publikasi hasil penelitian civitas akademika FIA UB, yaitu dosen, mahasiswa program Magister dan Mahasiswa Program Doktor. 7.1.1.3 Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh FIA UB dalam menjamin produktivitas penelitian program studi magister. Upaya menjamin produktivitas penelitian program studi magister adalah dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen baik penelitian yang bersifat rutin, penelitian kompetitif, maupun penelitian kerjasama. Hal ini akan membantu mahasiswa untuk termotivasi menyelesaikan penelitian tepat waktu dan memotivasi mahasiswa melakukan penelitian yang berkualitas karena terlibat dalam penelitian yang direview oleh ahli yang multidisiplin. 7.1.1.4 Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh FIA UB dalam menjamin keberlanjutan penelitian program studi magister. Dosen di FIA UB memiliki kelompok minat studi yang secara rutin melakukan diskusi, mengajar, dan meneliti pada bidang-bidang keahlian yang terfokus. Informasi tentang keahlian tersebut disampaikan kepada mahasiswa sehingga mereka dapat memilih kelompok pembimbing yang akan menjadi pembimbing sesuai dengan minat penelitiannya. Selain itu FIA UB juga menyampaikan informasi penelitian-penelitian kompetitif yang bisa diakses oleh mahasiswa sebagai sumber pendanaan penelitiannya. 527.1.2 Jumlah penelitian dan dana penelitian yang dilakukan oleh masing-masing PS di FIA UB dalam tiga tahun terakhir. Dosen-dosen di FIA UB secara rutin melakukan kegiatan penelitian. Penelitian tersebut didanai oleh anggaran rutin dan juga dari Anggaran yang diperoleh dari kerjasama baik dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dan sebagian laga didanai oleh dana dari Dikti. Adapun jumlah dana penelitian yang dipergunakan dalam penelitian di lima PS di FIA UB tergambarkan dalam Tabel berikut: Tabel 7.1.2 Jumlah penelitian dan dana penelitian yang dilakukan oleh masing-masing PS di FIA UB dalam tiga tahun terakhir Jumlah Judul Penelitian Total Dana Penelitian (Juta Rp) No. Nama Program Studi 2008 2009 2010 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 PS S1 Administrasi Publik 18 17 21 45,493 55 64,5182 PS S1 Administrasi Bisnis 19 16 23 48,020 51,764 70,6623 PS S2 Administrasi Publik 12 10 13 30,327 32,351 39,9394 PS S2 Administrasi Bisnis 15 16 16 37,910 51,765 49,1565 PS S3 Ilmu Administrasi 9 9 10 22,74658 29,118 30,725Total 73 68 83 184,5 220 255 Catatan: Kegiatan yang dilakukan bersama oleh dua PS atau lebih sebaiknya dicatat sebagai kegiatan PS yang relevansinya paling dekat. 7. 2 Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang ada di FIA UB ada 2 yaitu PKM dengan dana DPP SPP dan PKM yang diperoleh dari dana kompetisi. Bentuk kegiatan pengabdian adalah pendidikan, pelatihan, dan pelayanan masyarakat, serta kaji tindak dari ipteks yang dihasilkan dosen. Khalayak sasarannya adalah masyarakat luas, baik perorangan, kelompok, sasaran industri kecil dan koperasi, komunitas maupun lembaga. 7.2.1 Kebijakan dan upaya yang dilakukan FIA UB dalam menjamin mutu, relevansi, produktivitas, dan keberlanjutan kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. FIA UB melakukan upaya untuk menjamin mutu, relevansi, produktivitas, dan keberlanjutan kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. Setiap kegiatan yang didanai oleh dana rutin dan dikelola oleh FIA UB dilakukan evaluasi kelayakan proposal oleh Lembaga Pengkajian Administrasi. Dan sebelum disetujui untuk didanai dilakukan seminar proposal.Pada saat pelaksanaan kegiatan juga dilakukan monitoring dan evaluasi dan pada akhir penelitian juga dilakukan seminar hasil.Hal ini untuk menjamin mutu kegiatan dan sebagai mekanisme kontrol atas pelaksanaan kegiatan. Untuk menjamin relevansi, keahlian tim reviewer kegiatan juga dipilih sesuai dengan bidang kegiatan. Pada kegiatan penelitian atau pengabdian kerjasama juga dilakukan sistem evaluasi dan dibuat forum FGD yang dihadiri oleh tim yang memiliki keahlian yang relevan. 7.2.2 Kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan total dana di FIA UB Dosen FIA UB memiliki komitmen untuk melaksanakan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan dana yang disediakan oleh Fakultas, dimana kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara individu dan kelompok. Pemberian dana dilakukan melalui proses seleksi berdasarkan kompetensi dosen dan kelayakan sasaran. Distribusi kegiatan dan alokasi dana setiap program studi adalah sebagai berikut: 53 Tabel.7.2.2 Kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan total dana di FIA UB Jumlah Judul Kegiatan Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat Total Dana Kegiatan Pelayanan/ Pengabdian kepada Masyarakat (Juta Rp) No Nama Program Studi 2008 2009 2010 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 PS S1 Administrasi Publik 7 6 8 21 15,6 25,32 PS S1 Administrasi Bisnis 6 5 7 18 13 22,23 PS S2 Administrasi Publik 5 6 6 15 15,6 19,04 PS S2 Administrasi Bisnis 4 5 5 12 13 15,85 PS S3 Ilmu Administrasi 3 3 4 9 7,8 12,7Total 25 25 25 30 75 65Catatan: Kegiatan yang dilakukan bersama oleh dua PS atau lebih agar dicatat sebagai kegiatan PS yang relevansinya paling dekat. 7.3 Kegiatan Kerjasama dengan Instansi Lain FIA UB telah melakukan kerjasama dengan beberapa instansi dalam negeri. Kerjasama tersebut meliputi kerjasama pidang pendidikan, penelitian dan pengabdian/pelayanan pada Masyarakat. Kerjasama bidang pendidikan diantaranya adalah dalam penyelenggaraan Program Pascasarjana diantaranya dengan BAPPENAS yaitu: pendidikan Program S2 Double degree Program Magister Administrasi Publik FIA-UB Linkage Master Program Double Degree, Pendidikan Program S2 Double degree Program Magister Administrasi, Pendidikan Program S2 Dalam Negeri (13 Bulan) Program Magister Administrasi Publik. Penyelenggaraan program Pascasarjana dengan beberapa perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di dalam negeri yang telah diselenggarakan atas kerjasama dengan FIA UB yaitu: Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, STIA Mandala Indonesia, PPPPTK Seni dan Budaya Sleman Yogyakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Mbojo Bima. Kerjasama yang terjalin dengan institusi tersebut berjalan dengan sangat baik dan telah menghasilkan lulusan Magister Administrasi Publik dan Magister Administrasi Bisnis yang tersebar di instansi pemerintah dan swasta di Indonesia. Kerjasama Bidang Penelitian dilakukan FIA UB dengan instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Indonesia. FIA UB menyelenggarakan Program Penyelenggaraan Pendidikan Penelitian, dan Konsultasi (S1 S3) dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Dalam Negeri, Kajian Akademis Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sampang Tahun 2007, Kajian Pemberian TPP PNS di Kabupaten Banyuwangi, Kajian Kelembagaan di Kabupaten Banyuwangi. Kerjasama Bidang Pengabdian/Pelayanan pada Masyarakat dilakukan FIA UB dengan instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Indonesia diantaranya adalah dengan Pemerintah Kota Probolinggo berupa kegiatan pengabdian tentang Pengembangan Pegawai Negeri Sipil melalui pelaksanaan Evaluasi Diri dan Pengembangan Kemampuan Perencanaan bagi Pejabat Struktural Eselon IV Tahun 2007, Bimbingan Teknis Alokasi Dana Desa bagi Kaur Keuangan/Pengelola Keuangan Desa dengan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Sampang, Sosialisasi Kelembagaan Baru dan Pemahaman Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Sampang Tahun 2008, Pendidikan dan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Angkatan I Partially Funded dengan Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur-PPSDMA BAPPENAS, Penempatan Magang Mahasiswa Program S1 dan Penempatan Kerja dengan PT. Artha Prima Finance, Pengembangan Kewirausahaan Sektor Publik untuk meningkatkan 54Kinerja Intitusi bekerjasama dengan Gubernur Provinsi Gorontalo, Pembinan dan Pengembangan Institusi Bupati Hulu Sungai Selatan Pembinan dan Pengembangan Institusi bekerjasama dengan Walikota Kendari, Pembinaan dan Pengembangan Sumberdaya Pemerintah dan Daerah dalam rangka Mencapai Tujuan Tatalaksana Apatur (Reformasi Administrasi Negara, Penyempurnaan Sistem Kerja, Prosedur dan Mekanisme Kerja Aparatur Negara) bekerjasama dengan Deputi Tatalaksana Aparatur Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia, Pembinaan dan Pengembangan Sumberdaya Pemerintah dan Daerah bekerjasama dengan Direktur Jenderal Pemerintahan Umum Departemen Dalam Negeri RI FIA UB telah memiliki pengalaman bekerjasama di bidang Tridharma perguruan Tinggi secara luas dengan institusi di dalam negeri baik swasta maupun instansi pemerintah. Kepercayaan untuk bekerjasama tersebut diberikan kepada FIA UB karena FIA UB mampu menunjukkan komitmen berupa kinerja yang sangat bagus. 7.3.1 Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh FIA UB dalam menjamin dan meningkatkan mutu, relevansi, produktivitas, dan keberlanjutan kerjasama dengan lembaga di dalam dan di luar negeri. FIA UB melakukan upaya untuk menjamin mutu, relevansi, produktivitas, dan keberlanjutan kegiatan kerjasama dengan lembaga di dalam dan di luar negeri. Setiap kegiatan kerjasama dengan lembaga di dalam dan di luar negeri evaluasi kelayakan proposal kerjasama oleh tim pusat studi yang sesuai dengan bidang kerjasama dan sebelum ditandatangani MOU kerjasama dilakukan forum diskusi untuk membahas mutu dan keberlanjutan kerjasama. 7.3.2 Tuliskan instansi dalam negeri yang menjalin kerjasama* dengan FIA UB dalam tiga tahun terakhir. Kurun Waktu Kerjasama No. Nama Instansi Jenis Kegiatan Mulai BerakhirManfaat yang Telah Diperoleh (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Kerjasama Bapenas Pendidikan S2 Double Degre 2008 2008 2. Kerjasama Bapenas Pendidikan S2 Tailor Made 2008 2008 3. Setda Kab. Sampang Penelitian 2008 2008 4. Penerimaan Kerjasama S2 STISIP Mbojo Bima Pendidikan 2009 2009 5. BNI Banyuwangi Pendidikan S2 2009 2009 6. Pemkab Banyuwangi Raperda Kab. Banyuwangi 2009 2009 7. Pemkab Banyuwangi Penyu. Blu Print Kab. Banyuwangi2009 2009 8. Pemkab Banyuwangi Diklat PNS Kab. Banyuwangi 2009 2009 9. Setda Kab. Sampang Penelitian 2009 2009 10. Kab. Mojokerto Penelitian 2009 2009 11. Universitas Lancang Kuning Riau Pendidikan S2 2009 2009 12. Unmuh Selong Pendidikan S2 2009 2009 13. STIA Muhammadiyah Selong Pendidikan S2 2009 2009 14. Kerjasama BAPENAS Pendidikan S2 2010 2010 15. Kota Probolinggo Penelitian 2010 2010 16. Kota Sampang Penelitian 2010 2010 17. Kota Trenggalek Penelitian 2010 2010 Catatan : (*) dokumen pendukung disediakan pada saat asesmen lapangan 7.3.3 Instansi luar negeri yang menjalin kerjasama* dengan unit pengelola program studi magister dalam tiga tahun terakhir. 55 FIA UB telah menyelenggarakan kerjasama dengan institusi pendidikan di luar negeri di bidang pendidikan dan penelitian. Pada bidang pendidikan FIA UB menyelenggarakan kerjasama luar negeri, diantaranya dalam bentuk pengembangan kelas Double Degree dengan beberapa Universitas di Jepang (Tohoku University, Takushoku Univerity, kegiatan Linkage Doctoral Program Rutsumeikan University, Rutsumeikan Asia Pasific University APU dan GRIPS University), Kegiatan pengembangan pendidikan dengan Kentucky University USA, kegiatan home stay bagi staf pengajar dengan Adelaide University dan Canbera University (Australia), dan Massey University (New Zealand), serta kerjasama pengembangan pendidikan dengan Burapa University (Thailand). Institute dAdministrasion des Entreprises (IAE)- Universite de Nice Shopia Antipolis France. Upaya untuk memperluas kerjasama dengan institusi luar negeri terus dilakukan oleh FIA UB pada masa-masa yang akan datang, salah satunya adalah untuk mengembangkan kelas internasional yang sudah dirintis sejak tahun 2008 dan pada tahun 2011 direncanakan untuk mencapai akreditasi internasional. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2010 adalah program Peningkatan Akreditasi Internasional Program Studi yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Nasional tahun Anggaran 2010, kegiatan tersebut meliputi: perbaikan kurikulum kelas internasional, pengembangan bahan ajar kelas internasional, peningkatan kualitas pengajar melalui pelatihan dan seminar internasional, tracer study, dan studi banding. Kurun Waktu Kerjasama No. Nama Instansi Jenis Kegiatan Mulai Berakhir Manfaat yang Telah Diperoleh (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Tohoku University, Double Degree 2007 2009 Diperolehnya Double Degree alumni Program S2 FIA UB 2 Takushoku Univerity Double Degree 2007 2009 Diperolehnya Double Degree alumni Program S2 FIA UB 3 Rutsumeikan University Double Degree 2007 2009 Diperolehnya Double Degree alumni Program S2 FIA UB 4 GRIPS University Double Degree 2007 2009 Diperolehnya Double Degree alumni Program S2 FIA UB 5 Adelaide University Homestay 2009 2010 Meningkatkan kemampuan bahasa dan networking dosen FIA UB 6 Massey University Homestay 2008 2010 Meningkatkan kemampuan bahasa dan networking dosen FIA UB 7 Kentucky University USA Penelitian dan Pendidikan 2009 2010 Catatan : (*) dokumen pendukung disediakan pada saat asesmen lapangan 56DAFTAR LAMPIRAN A. LAMPIRAN YANG HARUS DIKIRIM BERSAMA BORANG YANG DIISI OLEH UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI MAGISTER No. Nomor Butir Keterangan 1 - Fotokopi SK pendirian unit pengelola program studi magister 2 2.4 Dokumen renstra dan renop unit pengelola program studi magister. B. LAMPIRAN YANG HARUS DISEDIAKAN OLEH UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI MAGISTER No. Nomor Butir Keterangan 1 2.2 Dokumen SOP yang terkait dengan sistem pengelolaan. 2 2.4 Dokumen tentang sistem penjaminan mutu di tingkat unit pengelola program studi. 3 3.1 Dokumen sistem penerimaan mahasiswa baru yang mencakup: (1) kebijakan penerimaan mahasiswa baru (2) kriteria penerimaan mahasiswa baru (3) prosedur penerimaan mahasiswa baru (4) instrumen penerimaan mahasiswa baru (5) sistem pengambilan keputusan 3.2.2 Bukti partisipasi lulusan dalam peningkatan mutu pendidikan. 4 5.1 Dokumen yang terkait dengan penyusunan dan pengembangan kurikulum. 5.3 Bukti tentang kebijakan penciptaan suasana akademik yang kondusif. 5 6.1 Laporan keuangan unit pengelola program studi magister dalam tiga tahun terakhir. 6.2.2 Dokumen pendukung tentang rencana investasi sarana dalam lima tahun yang akan datang. 6 6.4 Daftar software dan petunjuk pemanfaatan SIM. 7 7.1.2 Hasil penelitian (daftar judul) yang jumlah judulnya ada dalam borang. Beberapa contoh hasil penelitian dari setiap program studi magister yang dikelola. 8 7.2.2 Hasil pelayanan/pengabdian kepada masyarakat (daftar judul) yang jumlah judulnya ada dalam borang. 9 7.3.2 Dokumen pendukung kegiatan kerjasama unit pengelola program studi magister dengan instansi dalam negeri 10 7.3.3 Dokumen pendukung kegiatan kerjasama unit pengelola program studi magister dengan instansi luar negeri

Recommended

View more >