of 19 /19
A. JUDUL : Sistem Sirkulasi Darah pada Mus musculus B. TUJUAN : Menganalisis sistem sirkulasi darah pada M. musculus C. TEORI 1. Pengertian sistem sirkulasi darah Sistem sirkulasi darah adalah suatu system tertutup yang mengatur dan mengalirkan darah di dalam tubuh dikatakan tertutup karena pada keadaan normal tidak ada darah yang berada di luar wadah aliran darah. Wadah itu biasa berupa pembuluh nadi, pembuuh balik, kapiler atau rongga (sinus) di organ tertentu. System ini perlu dibedakan dengan system aliran getah bening yang merupakan aliran terbuka. (Daniel S wibowo: 2005). Getah bening (lymph) terdapat di sela-sela sel diseluruh tubuh, lalu mengalir masuk kedalam pembuluh getah bening. Di tempat-tempat tertentu pembuluh getah bening ini bermuara pada kelenjar getah bening (lymph node ), dan setelah itu melanjutkan diri menuju muaranya masing-masing. Untuk seperempat tubuh bagian kanan cairan itu pada akhirnya memasuki pembuluh darah balik tanpa saluran khusus. Untuk tiga perempat bagian tubuh yang lain cairan lymph dialirkan melalui pembuluh 1

Sistem Sirkulasi Mencit

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mamalia

Citation preview

A. JUDUL : Sistem Sirkulasi Darah pada Mus musculus

B. TUJUAN : Menganalisis sistem sirkulasi darah pada M. musculus

C. TEORI

1. Pengertian sistem sirkulasi darah

Sistem sirkulasi darah adalah suatu system tertutup yang mengatur

dan mengalirkan darah di dalam tubuh dikatakan tertutup karena pada

keadaan normal tidak ada darah yang berada di luar wadah aliran darah.

Wadah itu biasa berupa pembuluh nadi, pembuuh balik, kapiler atau

rongga (sinus) di organ tertentu. System ini perlu dibedakan dengan

system aliran getah bening yang merupakan aliran terbuka. (Daniel S

wibowo: 2005).

Getah bening (lymph) terdapat di sela-sela sel diseluruh tubuh, lalu

mengalir masuk kedalam pembuluh getah bening. Di tempat-tempat

tertentu pembuluh getah bening ini bermuara pada kelenjar getah bening

(lymph node ), dan setelah itu melanjutkan diri menuju muaranya masing-

masing. Untuk seperempat tubuh bagian kanan cairan itu pada akhirnya

memasuki pembuluh darah balik tanpa saluran khusus. Untuk tiga

perempat bagian tubuh yang lain cairan lymph dialirkan melalui pembuluh

khusus yang dinamakan ductus thoracisus yang juga berakhir pada

pembuluh darah balik di sekitar pundak kiri (Daniel S wibowo: 2005 )

Cairan lymph mengandung banyak sel darah putih limfosit dan

monosit yang sebagian reproduksi di kelenjar getah bening yang di

laluinya. System aliran lymph ini, karena berhubungan langsung dengan

sel-sel tubuh, dapat membawa sel-sel yang tak di ingini. Bakteri

menginfeksi kulit kaki, misalnya dapat dialirkan sehingga menimbulkan

getah bening dilipat (lympha denitis), dan melalui sisitem ini pula dapat

dialirkan sel kanker ke selalu di cari kemungkinan penjalaran sel ke

kelenjar sekitarnya. Pada kasus lain parasite filaria dapat menyumat

1

pembuluh lymph sehingga menimbulkan penyakit elephantias atau kaki

gajah. (Daniel S wibowo: 2005 )

2. Darah

Darah adalah plasma (cairan darah) beserta butir-butir (a) eritrosit

(darah merah), (b) lekosit, limfosit, monosit (darah putih), dan (c)

trombosit. Plasma darah adalah cairan darah yang berwarna kekuningan.

Lebih kurang 92% dari plasma adalah air, sedangkan sisanya berupa

garam dan molekul. (Arif Priadi : 2009).

Tabel dibawah ini menunjukkan tentang apa saja yang menjadi

kompenen penyusun darah.

Bahan Terlarut plasma darah

Protein plasma Albumin, globulin, dan fibrinogen

Garam-garam dalam SO42- Na+, Ca2+, K+, Mg2+, Cl-, HCO3-,HPO4

2-

dan bentuk ion anorganik

Gas-gas O2 dan CO2

Bahan makanan Glokosa, lemak, fosfolipid, asm amino, dan vitamin

Garam mineral NaCl, KCI, fosfat, dan sulfat bikarbonat

Produk limbah Urea, amonia, dan asam urat nitrogen

Bahan pengatur Hormo dan enzim

Tabel 1.1 : penyusun darah(Arif Priadi : 2009)

Serum adalah cairan yang didapat jika darah dibiarkan membeku,

merupakan plasma yang telah kehilangan fibrinogen (unsur pembeku

darah ). Serum juga merupakan bagian darah yang mengandung zat anti

( antibody ) terhadap macam-macam racun (toxin) yang dikeluarkan oleh

bakteri atau virus. Oleh karena itu, imunisasi melalui suntikan biasanya

dilakukan dengan penyuntikan suatu zat yang dinamakan ‘ antiserum ‘.

Antiserum ini sebenarnya adalah serum yang diambil dari makhluk lain 2

yang sengaja disuntikkan suatu bakteri atau virus sehingga memproduksi

zat anti yang tersimpan di dalam serumnya. Dengan kemajuan teknologi

antiserum ini dapat diganti dengan materi lain melalui rekayasa genetic. .

(Daniel S wibowo: 2005 )

Sel darah merah ( eritrosit ) adalah bagian utama dari sel-sel darah.

Ciri-ciri sel darah merah antara lain bentuknya melingkar, pipih, dan

cakram bikonkaf, sel yang telah matang tidak mempunyai nucleus,

berdiameter kurang dari 0,01 mm dan elastis. Setiap mm3 darah manusia

mengandung kira-kira 4-6 juta sel darah merah. Masing-masing sel darah

merah mengandung 200 juta molekul hemoglobin (Hb). Dengan adanya

Hb , sel darah merah dapat berfungsi untuk mengangkut O2 dan berwarna

merah. Umur sel darah merah lebih kurang 120 hari. Setelah sel darah

merah usang/mati, kemudian di hancurkan didalam organ hati/ limpa dan

di telan oleh makrofag. Pada saat di hancurkan , sel darah merah

membebaskan Hb. ( arif priadi,2009)

Gambar di bawah ini adalah bentuk dari sel darah merah atau (

eritrosit ).

Gambar 1.1 : sel darah merah(Arif Priadi, 2009)

Sel-sel darah putih ( leukosit ) tidak berwarna, mempunyai

nucleus, kehilangan Hb, bentuknya tidak beraturan, dapat bergerak , dan

dapat berubah bentuk. Perbandingan jumlah sel darah putih dengan sel

darah merah adalah 1: 700. Dalam setiap millimeters kubik darah terdapat 3

5-11 ribu sel darah putih. Fungsi utama sel darah putih adalah memakan

kuman penyakit atau benda asing lain yang masuk ke dalam tubuh. Selain

itu, sel darah putih berfungsi sebagai pengangkut lemak. Sel-sel darah

putih dapat di bedakan menjadi dua macam, yaitu granulosit dan

agranulosit. Sebenarnya kedua jenis sel darah putih tersebut memepunyai

granula yang mngelilingi nucleus, tetapi lebih jelas terlihat pada

granulosit. Granula mengandung beragam enzim dan protein yang

membantu sel darah putih dalam melindungi tubuh. Granulosit

mempunyai nucleus yang banyak dan bersifat fagositosit. Macam-macam

granulosit adalah neutrofil, eosinofil, dan bisofil. Agranulosit hanya

mempunyai sebuah nukleus dan tidak seluruhnya bersifat fagosit. Macam-

macam agranulosit yaitu monosit dan limfosit (Arif Pribadi : 2009).

Gambar 1.2 : sel darah putih(Arif Priadi, 2009)

Keping Darah ( trombosit ) berasal dari hasil fragmentasi sel

megakariosit di sumsung tulang merah. Bentuknya tidak teratur, berukuran

kecil, tidak berwarna, dan tidak berinti. Setiap hari tubuh memproduksi

rata-rata 200 miliar keping darah. Dalam darah kita terkandung 150-300

ribu per mm3 (Arif Priadi : 2009).

3. Jantung

Jantung mamalia terdapat di dalam rongga dada ( thorax), terbaring

miring di atas sekat rongga dada ( diafragma ) dalam keadaan terbungkus

oleh selaput yang di namakan pericardium ( pericardium ). Bagian jantug

yang terbaring di atas diafragma adalah bilik kanan, sedangkan bilik kiri

terdapat di bagian atasnya. Pembuluh balik dari perut ( inferior vena cava ) 4

segera bermuara pada serambi kanan setelah ia mencapai rongga dada

bersama dengan pembuluh balik besar yang datang membawa darah dari

kepala, leher, dan anggota gerak atas ( superior vena cava ). Pericardium

yang menutup jantug terdiri dari dua lapisan, yang melekat pada otot

jantung di sebut pericardium viscerale dan yang luar pericardium

parietale. Pericardium parietale mempunyai pernafasan sadar sehingga

pada keadaan terkena radang penderita akan merasa sakit di dada. Rasa

nyri ini biasanya besifat menusuk dan tidak sama dengan nyeri dada akibat

gangguan pembuluh darah coroner yang disertai sesak nafas (Daniel S

Wibowo : 2005).

Darah yang telah mencapai serambi kanan di alirkan ke bilik kanan

( right ventricle) melalui katub berdaun tiga ( tricuspidal value). Bilik

kanan jantung mempunyai dinding yang relative lebih tipis dibanding bilik

kiri karena darah yang di pompa dari sini lebih kecil tekananya. Darah

tersebut di pompa melewati katup lain yang juga berdaun tiga ( semi-lunar

valve ) ke pembuluh nadi paru-paru (Arif Priadi : 2005).

Gambar dibawah ini merupakan gambar dari struktur anatomi

jantung.

Gambar 1.3 : struktur anatomi jantung(sumber : arif priadi, 2009)

5

a. Pembuluh Darah

Pembuluh darah adalah organ yang berfungsi untuk mengangkut

darah yang keluar ataupun menuju jantung. Manusia mempunyai 3 jenis

pembuluh darah, yaitu arteri ( pembuluh nadi ), kapiler ( pembuluh

halus ), dan vena ( pembuluh balik ). Arteri berfungsi untuk membawa

darah yang keluar dari jantung , kapiler merupakan tempat pertukaran zat

antara darah dengan cairan jaringan, sedangkan vena berfungsi untuk

mengembalikan darah ke jantung.

Arteri memiliki dinding yang tebal. Arteri besar yang dekat jantung

di namakan aorta. Arteri akan bercabang menjadi arteri akan bercabang

menjadi arteriola akan bercabang lagi membentuk kapiler arteri. Kapiler

arteri akan berhubungandengan kapiler arteri. Kapiler arteri akan

berhubungan dengan kapiler vena di jaringan. Pada kapiler terjadi

transport bahan nutrisi O2, CO2, zat eksresi , obat, dan bahan imunitas

antara darah dengan jaringan. Kapiler-kapiler vena akan bergabung

membentuk venula, kemudian beberapa venula akan menuju ke saluran

lebih besar yang di sebabkan beberapa venula akan menuju ke saluran

lebih besar yang di sebabkan vena. Vena akan bermuara ke serambi kiri

dan kanan jantung. Di bawah kulit , darah di dalam vena tampak berwarna

kebiruan (Arif priadi : 2009).

Tabel dibawah ini adalah tabel perbedaan antara arteri, vena dan

kapiler.

Sifat Arteri ( nadi ) Vena Kapiler

Dinding Tebal, elastis Tipis dan kurang elastis

Tipis dan permeabel

Arah Aliran Meninggalkan jantung

Menuju ke jantung Berawal dari arteriol

Tekanan Kuat, kalau terpotong darah memancar

Lemah , kalu terpotong darah menetes

Peralihan antara sisitem tekanan tinggi dan sisitem tekanan rendah

Darah Banyak Banyak Banyak

6

mengandung O2

kecuali nadi paru-paru

mengandung CO2, kecuali vena paru-paru

mengandung O2

Letak Lebih ke dalam Dekat permukaan tubuh

Antara arteri dan vena

Klep Hanya satu pada pangkal nadi

Banyak disepanjang pembuluh

Tidak memiliki

Tabel 1.2 : perbedaan ateri, vena dan kapiler(Arif priadi, 2009)

b. Jalur peredaran darah

Sistem kardiovaskuler manusia merupakan sisitem peredaran darah

ganda yang melibatkan dua jalur peredaran utama, yaitu (a) peredaran

pulmonari dan ( b ) peredaran sistematik. Peredaran pulmonari yaitu darah

miskin O2 dari seluruh bagian tubuh terkumpul di serambi kanan,

kemudian dialirkan ke bilik kanan. Bilik kanan akan memompa darah ke

dalam batang paru-paru. Saat darah mengalir melalui kapiler paru-paru,

CO2 di ikat. Darah kaya O2 kembali ke serambi kiri melalui venula paru-

paru yang bergabung membentuk vena paru-paru.

Peredaran sistematik yaitu kaya O2 dari serambi kiri masuk ke bilik

kiri.saat bilik kontraksi, darah menuju aorta. Perjalanan darah kemudian

adalah aorta-cabang , aorta-jaringan –vena- vena kava- kembali ke jantung

( serambi kanan ) (Arif priadi : 2009).

Gambar dibawah ini adalah gambar jalur peredaran darah pada

mamalia khususnya manusia.

7

Gambar 1.4 : jalur peredaran darah (a) peredaran pulmonari, (b) peredaran sistemik.

(sumber : Arif priadi, 2009)

c. Fungsi Darah

Fungsi utama darah adalah sebagai media pengangkut beragam

substansi dari satu bagian tubuh kebagian tubuh yang lain dan sebagai alat

pertahanan tubuh terhadap serangan organisme patogen. Darah sebagai

alat pertahanan tubuh mempunyai tiga fungsi utama diantaranya yaitu :

1. Fagositosis

Proses penelanan dan pencernaan partikel asing oleh sel darah

putih.

2. Produksi antibodi

Antibodi berperan sebagai antitoksin untuk menetralisir efek racun

dari toksin, antibodi juga membunuh bakteri didalam darah.

3. Pembekuan darah

Berikut ini adalah proses pembekuan darah

8

9

1Trombosit pecah

Tromboplastin/trombokinase (enzim)

2

Protrombin (inaktif)

Trombin (aktif)Ca2+

3

Fibrinogen Fibrin

Ca2+

D. HASIL PENGAMATAN

Berikut adalah hasil pengamatan yang telah kami lakukan

Bilik kanan

Gambar 2.1 : letak jantung pada Mus musculus(sumber : pribadi, 2014)

10

Paru-paru

Tulang rusuk yang dipotong

Jantung

Trachea

Tymus

Bilik kiri

Gambar : pembuluh darah pada Mus musculus(sumber : pribadi, 2014)

E. PEMBAHASAN

Sistem sirkulasi darah pada Mus musculus terdiri dari jantung, pembuluh darah dan darah.

1. Jantung

Jantung mamalia terdapat di dalam rongga dada ( thorax), terbaring

miring di atas sekat rongga dada ( diafragma ) dalam keadaan

terbungkus oleh selaput yang di namakan pericardium ( pericardium ).

Jantung Mus musculus mempunyai 4 ruang yaitu : bilik kanan, bilik kiri

serambi kanan, dan serambi kiri. Jantung pada bagian kiri menerima

darah bersih yang rendah kadar CO2, tetapi kaya O2 dan kaya bahan

makanan dari pembuluh balik paru yang bermuara diserambi kiri. Darah

yang telah mencapai serambi kanan di alirkan ke bilik kanan ( right

ventricle) melalui katub berdaun tiga ( tricuspidal value). Bilik kanan

jantung mempunyai dinding yang relative lebih tipis disbanding bilik

kiri karena darah yang di pompa dari sini lebih kecil tekananya. Darah

tersebut di pompa melewati katup lain yang juga berdaun tiga ( semi-

lunar valve ) ke pembuluh nadi paru-paru (Arif Priadi : 2005).

11

Vena

Arteri

Dibawah ini adalah gambar jantug Mus musculus apabila dipotong

secara longitudinal.

Gambar 3.1 : struktur anatomi jantung

(sumber : Allison, Kimberly H, dkk. 2012)

Di bawah ini adalah gambar anatomi jantung pada Mus musculus ataupun

mamalia.

Gambar 3.2 : struktur anatomi jantung(sumber : arif priadi, 2009)

2. Pembuluh darah

Pembuluh darah adalah organ yang berfungsi untuk mengangkut darah

yang keluar ataupun menuju jantung. Sama halnya pada manusia, Mus

musculus juga mempunyai 3 jenis pembuluh darah, yaitu arteri

12

( pembuluh nadi ), kapiler ( pembuluh halus ), dan vena ( pembuluh

balik ). Arteri berfungsi untuk membawa darah yang keluar dari jantung

, kapiler merupakan tempat pertukaran zat antara darah dengan cairan

jaringan, sedangkan vena berfungsi untuk mengembalikan darah ke

jantung. Arteri memiliki dinding yang tebal. Arteri besar yang dekat

jantung di namakan aorta. Arteri akan bercabang menjadi arteri akan

bercabang menjadi arteriola akan bercabang lagi membentuk kapiler

arteri. Kapiler arteri akan berhubungandengan kapiler arteri. Kapiler

arteri akan berhubungan dengan kapiler vena di jaringan. Pada kapiler

terjadi transport bahan nutrisi O2, CO2, zat eksresi , obat, dan bahan

imunitas antara darah dengan jaringan. Kapiler-kapiler vena akan

bergabung membentuk venula, kemudian beberapa venula akan menuju

ke saluran lebih besar yang di sebabkan beberapa venula akan menuju

ke saluran lebih besar yang di sebabkan vena. Vena akan bermuara ke

serambi kiri dan kanan jantung. Di bawah kulit , darah di dalam vena

tampak berwarna kebiruan.

Di bawah ini adalah gambar anatomi pembuluh darah pada Mus

musculus ataupun mamalia.

. Gambar 3.3 : struktur anatomi pembuluh darah(sumber : Allison, Kimberly H, dkk. 2012)

13

F. KESIMPULAN

1. Sistem sirkulasi darah adalah suatu system tertutup yang mengatur dan

mengalirkan darah di dalam tubuh dikatakan tertutup karena pada

keadaan normal tidak ada darah yang berada di luar wadah aliran

darah.

2. Sistem sirkulasi pada Mus musculus terdiri dari organ jantung,

pembuluh darah dan darah.

3. Jantung Mus musculus mempunyai 4 ruang diantaranya yaitu bilik

kanan, bilik kiri, serambi kanan dan serambi kiri.

4. Pembuluh darah yang ada pada Mus musculus diantaranya yaitu

pembuluh arteri, vena dan kapiler yang masing-masing mempunyai

perbedaan.

5. Darah pada mamalia umumnya memiliki golongan yang berbeda-beda

hal tersebut dipengaruhi oleh faktor keturunan atau genetika.

14

15