of 28 /28
I. Judul Praktikum : SISTEM TRANSPORT DAN DARAH II. Tujuan : 1. Mahasiswa Dapat Mengetahui Bagian —Bagian dan Letak Pembuluh- Pembuluh Darah. 2. Mahasiswa Dapat Mengidentifikasi Struktur Jantung Dan Melacak Siklus Jantung. 3. Mahasiswa Dapat Menggambarkan Dua Bentuk Katup Jantung Dan Menjelaskan Fungsinya Dalam Aliran Darah Jantung. 4. Mahasiswa Dapat Menjelaskan Mengapa Sinoatrial Merupakan Pemacu Jantung. 5. Mahasiswa Dapat Menyebutkan Fungsi Darah 6. Mahasiswa Dapat Menggambarkan Karakteristik Darah. 7. Mahasiswa Dapat Mendefinisikan Hematokrik. 8. Mahasiswa Dapat Menjelaskan Fungsi Hemoglobin. 9. Mahasiswa Dapat Menggambarkan Bagaimana Eritrosit Dibentuk Dan Dihancurkan. 10. Mahasiswa Dapat Membedakan Antara Faktor-Faktor Intrinsik Dan Ekstrinsik. 11. Mahasiswa Dapat Memjelaskan Hubungan Hemolisis Dan Kadar Bilirubin Yang Tinggi.

Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

I. Judul Praktikum : SISTEM TRANSPORT DAN DARAHII. Tujuan : 1. Mahasiswa Dapat Mengetahui Bagian—

Bagian dan Letak Pembuluh-Pembuluh Darah.2. Mahasiswa Dapat Mengidentifikasi Struktur

Jantung Dan Melacak Siklus Jantung.3. Mahasiswa Dapat Menggambarkan Dua

Bentuk Katup Jantung Dan Menjelaskan Fungsinya Dalam Aliran Darah Jantung.

4. Mahasiswa Dapat Menjelaskan Mengapa Sinoatrial Merupakan Pemacu Jantung.

5. Mahasiswa Dapat Menyebutkan Fungsi Darah6. Mahasiswa Dapat Menggambarkan

Karakteristik Darah.7. Mahasiswa Dapat Mendefinisikan Hematokrik.8. Mahasiswa Dapat Menjelaskan Fungsi

Hemoglobin.9. Mahasiswa Dapat Menggambarkan Bagaimana

Eritrosit Dibentuk Dan Dihancurkan.10. Mahasiswa Dapat Membedakan Antara

Faktor-Faktor Intrinsik Dan Ekstrinsik.11. Mahasiswa Dapat Memjelaskan Hubungan

Hemolisis Dan Kadar Bilirubin Yang Tinggi.12. Mahasiswa Dapat Membedakan Antara Jenis

Leukosit Dan Fungsinya.13. Mahasiswa Dapat Mendefinisikan Diapedesis

Dan Menghubungkan Perannya Dalam Implamasi.

14. Mahasiswa Dapat Menggambarkan Trombosit Dan Menjelaskan Perannya Dalam Mekanisme Pembekuan.

III. Hari/Tanggal : Jum’at /29 Juni 2012IV. Nama/Stambuk : LA ODE DARLIN /A1C2 09 049

Page 2: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

V. LATAR BELAKANG

Transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke

seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan

dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam

tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan

pembuluh darah. Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran

limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe. Pada hewan

alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat

transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah

adalah jantung dan pembuluh darah

Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk

mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga

menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme,

dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan

mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem

endokrin juga diedarkan melalui darah.

Di dalam tubuh manusia, darah mengalir ke seluruh bagian (organorgan)

tubuh secara terus menerus untuk menjamin suplai oksigen dan zat-zat nutrien

lainnya agar organ-organ tubuh tetap berfungsi dengan baik. Aliran darah ke

seluruh tubuh dapat berjalan berkat adanya pemompa utama yaitu jantung dan

pembuluh darah sebagai alat pengalir/distribusinya.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah

mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah

dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme

berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri

pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah

itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah

membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut

Page 3: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah

vena cava superior dan vena cava inferior.

Berdasarkan uraian teori di atas, maka perlu dilakukan suatu praktikum

untuk lebih memperjelas dan memahami teori tentang sistem transport dan

darah.

VI. TINJAUAN PUSTAKA

Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian. Bahan

interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsur-

unsur padat, yaitu sel darah. Volume darah secara keseluruhan kira-kira

merupakan satu perdua belas berat badan atau kia-kira 5 liter. Sekitar 55

persennya adalah cairan, sedangkan 45 persen sisanya terdiri atas sel darah.

Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrik atau volume sel darah yang

dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47 (Pearce, 2009: 133).

Darah tersusun atas plasma dan sel darah. Sel darah mencakup eritrosit,

leukosit dan trombosit. Plasma darah mengandung sekitar 90% air dan berbagai

zat terlarut/tersuspensi di dalamnya. Plasma merupakan cairan komponen

penyusun darah yang memiliki komposisi sangat berbeda dari cairan intrasel.

Plasma mengandung sejumlah protein yang berperan sangat penting untuk

menghasilkan tekanan osmotik plasma (Isnaeni, 2006 : 173-175).

Sistem aliran darah mencakup jantung, arteria, kapiler, sinulosa, dan

vena. Kelimanya ditentukan dari posisinya dalam sirkuis vaskular. Juga

dikendali diri bagian histologinya yang mencerminkan kekuatan khusus untuk

bertahan serta kontrol fungsi vaskular dari setiap jenisnya. Kelompok arteri

mengalirkan darah dari jantung menuju jaringan menahan dengan kuat dari

denyutan jantung serta perubahan kecepatan darah, juga mengatur aliran darah

ke dalam kapiler serta sinulosa (Delmann, 1992: 216).

Page 4: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

Jantung merupakan organ pemompa yang besar yang memelihara

peredaran melalui seluruh tubuh. Arteri membawa darah dari jantung, vena

membawa darah ke jantung, kapiler menggabungkan arteri dan vena, terentang

di antaranya dan merupakan jalan lalu lintas antara makanan dan bahan

buangan. Di sini juga terjadi pertukaran gas dalam cairan extraseluler atau

interstisiil. Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan

dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke

sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram (Pearce, 2004: 121).

Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung

merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya

sama dengan otot serat lintang, tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos

yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom). Bentuk

jantung menyerupai jantung pisang, bagian atasnya tumpul (pangkal jantung)

dan disebut juga basis kordis. Di sebelah bawah agak runcing yang disebut

apeks kordis. Letak jantung di dalam rongga dada sebelah depan (kavum

mediastinum anterior), sebelah kiri bawah dari pertengahan rongga dada, di atas

diafragma, dan pangkalnya terdapat di belakang kiri antara kosta V dan VI dua

jari di bawah papila mamae. Pada tempat ini teraba adanya denyutan jantung

yang disebut iktus kordis. Ukurannya lebih kurang sebesar genggaman tangan

kanan dan beratnya kira-kira 250-300 gram (Syaifuddin, 2006: 122).

Jantung adalah organ empat ruang yang menggerakkan darah melalui

sistem sirkulasi. Jaringan jantung terdiri dari sel otot jantung yang saling

berhubungan melalaui diskus interkulatus. Darah memasuki atrium jantung dari

sirkulasi vena dan meninggalkan jantung di ventrikel melalui sirkulasi arteri.

Katup antara pasangan antrium-ventrikel dan pasangan ventrikel-arteri

mencegah aliran balik darah selama kontraksi dan mendoronga aliran darah

dalam satu arah (Bresnick, 2003 : 106).

Janltung memiliki kemampuan untuk mengadakan tanggapan bila

mandapat rangsangan dengan intensitas yang cukup besar. Tanggapan jantung

Page 5: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

berupa perambatan potensial aksi dan kontraksi mekanik. Potensial aksi pada

jantung agak berbeda dengan pada saraf dan otot. Pada jantung potensial aksi

mempunyai bentuk seperti plateau dan berlangsung agak lama (dalam satuan

waktu detik), sedangkan pada saraf satuan waktunya adalah milidetik (Wulangi,

1993: 133).

Darah yang dipompa keluar jantung mempunyai kekuatan dan kecepatan

mengalir tertentu. Kekuatan ini diteruskan oleh pembuluh nadi. Karena otot

pembuluh nadi mempunyai elastisitas, maka nadi ikut berdenyut. Tekanan darah

dapat diukur dengan tensimeter yang mengukur tekanan sistolis dan tekanan

diastolis. Umumnya pada orang dewasa sehat, tekanan sistolis sebesar 120

mmHg dan tekanan diastolis sebesar 80 mmHg (Pratignjo, 1991: 100-101).

Pengukuran tekanan darah merupakan pengujian klinik yang umum.

Pengukuran ini selalu diwujudkan sebagai suatu pecahan, misalnya 120/80.

Angka dari pembilang tersebut merupakan tekanan darah arteri selama sistole.

Unit dari pengukuran adalah torr, pada contoh ini tekanan sama dengan tekanan

yang dihasilkan oleh kolom dari air raksa dengan tinggi 120 mm. Angka

sebutan merupakan tekanan selama diastole. Tekanan diastole menunjukkan

keadaan jantung ketika kendur dan ada tekanan tertentu pada sistem arteri.

Sedangan tekanan diastole menunjukkan keadaan jantung ketika berkontraksi

sehingga tekanan meningkat (Kimbal, 1999 : 511).

VII. METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan dalam praktikum sistem transport dan darah

dapat dilihat dilihat pada table 1.

Page 6: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

Tabel 1. Alat-alat dan kegunaannya pada praktikum sistem transport

dan darah

No Nama Alat Kegunaan

1.2.3.4.

PensilBuku tulis/kertasSfignomanometerStetoskop

Menggambar hasil amatanTempat menggambar hasil amatanUntuk mengukur tekanan darahUntuk mendeteksi denyut jantung/ pembuluh nadi

2. Bahan

Bahan yang digunakan dalam praktikum sistem transport dan

darah adalah sebagai berikut:

a. Model pengamatan tekanan darah

b. Torso jantung

B. Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah sebagai

berikut:

1. Menyiapkan alat dan bahan (torso jantung Sfignomanometer dan

stetoskop) yang akan digunakan.

2. Mengamati bahan yang ada dan menggambar hasil pengamatan serta

menunjukkan bagian-bagiannya.

3. Melakukan tes golongan darah dengan menggunakan aglutinin A dan

aglutinin B. tusukan jarum pada ujung jari kemudian diteteskan pada

kaca objek secara terpisah. Kemudian teteskan agglutinin A pada

sampel 1 dan aglutinin B pada sampel 2.

4. Mendeteksi denyut jantung/ pembuluh nadi dengan menggunakan

tetoskop, kemudian mengukur tekanan darah menggunkan

sfignomanometer serta mencatat berapa tekanan darah yang tertera

pada alat tersebut.

Page 7: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

VIII. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

1. Pengamatan pada komponen-komponen darah

Keterangan:

1. Eritrosis (sel darah merah)

2. Leukosit (sel darah putih)

a. Basofil

b. Monosit

c. limfosit

d. Neutrofit

e. Eusinofil

3. Trombosit (Kepig-keping darah)

4. Plasma darah

Page 8: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

2. Pengamatan pada penampang jantung

Keterangan:

1. Vena cava inverior

2. Katub aorta

3. Vena pulmonalis kanan

4. Atrium kanan

5. Katub trikuspidalis

6. Vena cava inferior

7. Ventrikel kanan

8. Ventrikel kiri

9. Katub bikuspidalis

Page 9: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

10. Vena pulmonalis kiri

11. Arteri pulmonalis

12. Aorta

Page 10: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

B. Pembahasan

Darah mempunyai fungsi sebagai Transportasi (sari makanan, oksigen,

karbondioksida, sampah dan air) yaitu Mengedarkan sari makanan ke seluruh

tubuh yang dilakukan oleh plasma darah dan Mengangkut sisa oksidasi dari sel

tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon

dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan melalui ginjal daran

juga berfungsi Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel

darah merah, mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu

(endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah, sebagai Imunologi (mengandung

antibodi tubuh) Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan

oleh sel darah putih, Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah.

Sebagai Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator), serta sebagai

Termoregulasi (pengatur suhu tubuh) Menjaga kestabilan suhu tubuh.

Eritrosit (Sel Darah Merah) Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah

pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah.

Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah

untuk mengikat Oksigen. Kadar 1 Hb inilah yang dijadikan patokan dalam menentukan

penyakit Anemia. Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di

Limfa. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).

Lekosit (Sel Darah Putih)Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 – 9000

sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit

penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung

dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh. Fungsi fagosit sel darah tersebut

terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan

lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah

tertentu disebut Diapedesis. Gerakan lekosit mirip dengan amoeba atau dikenal sebagai

Gerak Amuboid.

Leukosit terdiri atas granulosit dan agranulosit yang didasarkan ada tidaknya

granula. Granulosit leukosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar

(granula) yang terdiri atas eosinofil, basofil dan netrofil. Eosinofil mengandung granula

Page 11: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi

(terutama infeksi cacing). Basofil mengandung granula berwarna biru (Warna Basa).

Berfungsi pada reaksi alergi. Netrofil   (ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan

Netrofil Segmen). Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear). Berfungsi

sebagai fagosit. Agranulosit  lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola yamg

terdiri atas limfosit dan monosit. Limfosit   berfungsi untuk menyelenggarakan imunitas

(kekebalan) tubuh. Limfosit terdiri atas ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B. Sel T

sebagai imunitas seluler dan sel B imunitas humoral. Monosit merupakan lekosit

dengan ukuran paling besar.

Trombosit (keping darah) Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada

orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak

sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic

Factor) Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut,

maka orang tersebut menderita Hemofili. Proses pembekuan darah adalah trombosit yang

menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase

(tromboplastin). prosesnya adalah saat terjadi luka, trombosit pecah kemudian akan

melepaskan enzim  tromboplastin / trombokinase untuk mengumbah protrombin menjadi

trombin dengan bantuan ion kalsium (ca2+) dan vitamin k. trombin yang terbentuk

kemudian mengubah fibrinogen menjadi benang-benang  fibrin yang akan menutup luka

sehingga perdarahan akan dihentikan.

Plasma darah terdiri dari air dan protein darah Albumin, Globulin dan

Fibrinogen. Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah.

Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing

(Antigen). Zat antibodi adalah senyawa Gama Globulin. Tiap antibodi bersifat spesifik

terhadap antigen dan reaksinya bermacam macam.

Ada beberapa system penggolongan darah, misdalnya system ABO,

system Rh atau system MN. Nama Rh (Rhesus) diambil dari sejenis kera Macacca

rhesus (di India). Prinsipnya adalah terdapatnya antibodi terhadap antigen D (anti-

D). Sistem Rhesus mengenal dua jenis golongan darah yaitu Rhesus Positif dan

Rhesus Negatif (diturunkan secara genetis, Rh+ dominan terhadap Rh-).

Page 12: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

Penggolongan darah system ABO dan system Rhesus di kemukakan oleh karl

lansteiner (1901).

Berdasarkan system ABO, darah manusia dapat dikelompokkan

menjadi empat macam golongan darah. Penggolongan darah ini didasarkan pada

adanya senyawa aglutinogen dan aglutinin dalam darah. Aglutinogen merupkan

senyawa protein darah yang terdapat sel-sel darah merah dan berfungsi sebagai

antigen. Ada dua macam aglutinogen, yaitu aglutinogen A dan Aglutinogen B.

agglutinin adalah suatu protein darah yang terdapat pada plasma darah, dan

berfungsi sebagai antibody. Ada dua macam aglutinin, yaitu aglutinin α (anti-A)

dan agglutinin β (anti-B). aglutinogen A dapat di gumpalkan oleh aglutinin a dan

aglutinogen b dapat di gumpalkan oleh agglutinin b. Cara aglutinogen dan

agglutinin tersebut bereaksi satu dengan yang lain mnentukan golongan darah

seseorang.

Dalam system ABO, berdasarkan adanya senyawa aglutinogen dan

agglutinin dalam darah, darah dibagi menjadi empat golongan, yaitu golongan

darah A, yaitu darah yang memiliki aglutinogen A dan aglutinin β (anti-b).

golongan darah B, yaitu darah yang memiliki aglutinogen B dan agglutinin α

(anti-A). golongan darah AB, yaitu darah yang memiliki aglutinogen A dan B,

tetapi tidak memiliki aglutinin α dan β, dan golongan darah O, yaitu darah yang

tidak memiliki aglutinogen A dan B, tetapi memiliki agglutinin α dan β. Darah

pada manusia dapat digolongkan atas darah donor universal dan darah resepien

universal.

Jika antigen A (aglutinogen A) bertemu dengan antibodi (agglutinin

α), maka darah akan menggumpal atau membeku. Begitu pula sebaliknya, jika

antigen B (aglutinogen B) bertemu dengan antibodi β (aglutinin β), maka darah

juga akan menggumpal atau membeku. Maka dikatakan bergolongan darah A jika

diberikan aglitinin A. tidak menggumpal.

Transfusi darah adalah pemberian darah dari seseorang kepada orang

yang memerlukan. Orang yang memberi darah disebut donor, sedangkan orang

Page 13: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

yang menerima darah disebut resipien. Dalam transfusi darah, donor harus

memperhatikan jenis aglutinogen (antigen) yang dimilikinya. Sedangkan, pada

resipien yang perlu diperhatikan adalah aglutininnya (antibodi). Donor Universal

adalah golongan darah yang dapat memberikan darahnya pada semua jenis

golongan darah yang lain (golongan darah O). Resipien Universal adalah

golongan darah yang dapat menerima darah dari semua jenis golongan darah yang

lain (golongan darah AB).

Golongan darah O dapat menjadi donor bagi semua golongan darah,

karena golongan darah ini tidak memiliki aglutinogen A maupun B sehingga tidak

menyebabkan aglutinasi atau penggumpalan darah. Oleh karena itu, golongan

darah O disebut donor universal. Golongan darah O hanya dapat menerima darah

dari orang yang bergolongan darah O juga, dan tidak dapat menerima darah dari

golongan darah yang lainnya karena golongan darah O memiliki antibodi α dan β.

Jantung merupakan pusat sistem peredaran darah manusia. Jantung

manusia berukuran kira-kira satu kepalan tangan dan meiliki tiga lapisan, yaitu

pericardium, miokardium, serta endokardium. Perikardium merupaka selaput

pembungkus jantung sedangkan miokardium adalah otot jantung. Adapun endokardium

adalah selaput pembatas ruang jantung yang mengandung pembuluh darah, saraf, dan

cabang dari system peredaran darah ke jantung. Dari jantung, darah dialirkan ke

seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri atau pembuluh nadi. Sedangkan

darah yang menuju ke jantung dibawa oleh pembuluh darah vena atau pembuluh

darah balik. Jadi, jantung berfungsi memompa darah agar mengalir ke seluruh

bagian tubuh kita. Jantung memiliki 4 buah ruang yaitu atrium kiri dan kanan,

serta ventrikel kiri dan kanan.

Dinding ventrikel lebih tebal daripada dinding atrium, karena ventrikel

harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke organ-organ tubuh yang

lainnya. Selain itu, dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan,

karena ventrikel kiri bekerja lebih kuat memompa darah ke seluruh tubuh.

Sedangkan, ventrikel kanan hanya memompa darah ke paru-paru. Atrium kiri dan

Page 14: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

kanan dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atriorum. Sedangkan, sekat

yang memisahkan ventrikel kiri dan kanan dinamakan septum interventrakularis.

Pada jantung terdapat beberapa katub yang menghubungkan ruang

jantung dan pembuluh darah, baik antara ruang jantung dengan dengan ruang

jantung maupun ruang jantung dengan ruang pembuluh darah. Fungsi katup yaitu

untuk mencegah kembalinya aliran darah ke ruang sebelumnya/ menghubungkan

antar ruang pada jantung dan pembuluh darah. Macam-macam katup pada jantung

antara lain adalah Valvula bikuspidalis (menghubungkan antara atrium kiri dan

ventrikel kiri) yang berfungsi untuk mencegah pengaliran darah dari ventrikel kiri

kembali ke atrium kiri selama systole. Valvula trikuspidalis (menghubungkan

atrium kanan dan ventrikel kananan) yang berfungsi untuk mencegah pengaliran

darah dari ventrikel kanan kembali ke atrium kanan selama systole. Valvula

semilunalis pulmo (menghubungkan ventrikel kanan dengan atrium pulmonalis)

yang berfungsi untuk mencega aliran darah kembali dari arteri pulmonalis

kembali keventrikel kanan. Valvula semilinal aorta (menghubungkan ventrikel

kiri dengan pembuluh aorta) yang berfungsi mencegah aliran darah dari aorta

kembali ke ventrikel kiri jantung.

Tekanan darah memiliki dua nilai, yaitu tekanan istole dan tekanan

diastole. Tekana systole adalah tekanan dalam pembuluh darah yang terjadi saat

bilik menguncup sehingga adarah dipompa keseluruh tubuh. Tekanan systole

normal adalah sekitar 120 mmHg untuk laki-laki dewasa dan 110 mmHg untuk

perempuan dewasa. Tekanan diastole adalah tekanan dalam pembuluh darah yang

terjadi saat bilik mengenmbang maksimum sehingga darah dari serambi masuk ke

bilik. Tekanan diastole normal adalah sekitar 80 mmHg untuk laki-laki dewasa

dan 70 mmHg untuk perempuan dewasa. Tekanan darah dapat naik atau turun

selama aktifitas tubuh yang berubah-ubah. Tekanan darah cenderung meningkat

sesuai dengan usia dan berbeda bergantung pada ras serta jenis kelamin. Jika

terkenen darah jauh lebih melebihi nilai 120 atau 80 mmHg, dinamakan terkenen

darah tinggi (hipertensi). Sebaliknya, jika tekanan darah jauh dibawah nilai 120

Page 15: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

atau 80 mmHg, dinamakan tekanan darah rendah (hipotensi). Tekanan darah pada

manusia dapat diukur dengan menggunakan Sfignomanometer.

Pembuluh darah merupakan jalan bagi darah yang mengalir dari jantung

menuju ke jaringan tubuh, atau sebaliknya. Pembuluh darah dapat dibagi menjadi

tiga macam, yaitu pembuluh nadi ( arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh

kapiler. Pembuluh pembuluh arteri ialah pembuluh darah yang membawa darah

dari jantung menuju kapiler. Pada umumnya pembuluh arteri berfungssi

membawa atau mengalirkan darah yang kaya akan oksigen (O2) menuju seluruh

bagian jaringan tubuh kecuali darah yang menuju keparu-paru atau pembuluh

arteri pulmonalis yang membawa darah kaya akan karbon dioksida (CO2). Arteri

vertebrata dilapisi endotel dan mempunyai dinding yang relatif tebal yang

mengandung jaringan ikat elastis dan otot polos. Arteri cenderung terletak agak

lebih dalam di jaringan badan. Dinding arteri besar (aorta) yang keluar dari

jantung banyak mengandung jaringan ikat. Kekuatan tiap sistol ventrikel

mendorong darah ke dalam arteri dan melebarkannya agar dapat menampung

darah tersebut. Pada waktu diastol, kelenturan dinding bagian pertama arteri

tersebut membantu mendorong darah ke bagian arteri yang menjadi lebar.

Elastisitas arteri yang besar itu mengubah arus darah menjadi mantap dan tenang.

Peregangan dan kontraksi arteri yang terjadi bergantian dengan sangat cepat

menuju perifer (7,5 m per detik) yang dapat dirasakan sebagai denyut nadi.

Setelah arteri mencapai jaringan, arteri akan bercabangcabang. Pada tiap cabang

rongga saluran menjadi makin sempit, tetapi jumlah luas penampang makin besar

sehingga kecepatan arus darah berkurang dan tekanannya menurun.

Pembuluh vena atau pembuluh balik ialah pembuluh darah yang

membawa darah ke arah jantung. Pada umumnya pembuluh vena berfungsi

membawah darah yang kaya akan CO2 dari seluruh jaringan tubuh untuk dibawah

kembali ke jantung kecuali darah dari paru-paru atau pembuluh vena pulmonalis

membawa darah yang kaya akan O2. Pembuluh vena terdiri atas tiga lapisan,

seperti pembuluh arteri. Dari lapisan dalam ke arah luar adalah endotel, jaringan

Page 16: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

elastik dan otot polos, serta jaringan ikat fibrosa. Pada sepanjang pembuluh vena,

terdapat katup-katup yang mencegah darah kembali ke jaringan tubuh. Pembuluh

vena terletak lebih ke permukaan pada jaringan tubuh dari pada pembuluh

arteri.Arteri dan vena manusia Pada manusia , selain pembuluh darah vena dari

jaringan tubuh yang kembali ke jantung, ada pula vena yang sebelum kembali ke

jantung singgah dahulu ke suatu alat tubuh, misalnya darah dari usus sebelum ke

jantung singgah dulu ke hati. Peredaran darah ini disebut sistem vena porta.

Pembuluh kapiler ialah pembuluh darah kecil yang diameter kira-kira

sebesar sel darah merah, yaitu 7,5 μm. Meskipun diameter sebuah kapiler sangat

kecil, jumlah kapiler yang timbul dari sebuah arteriol cukup besar sehingga total

daerah sayatan melintang yang tersedia untuk aliran darah meningkat. Pada orang

dewasa kira-kira ada 90.000 km kapiler.Dinding kapiler terdiri atas satu lapis sel

epitel yang permiabel daripada membran plasma sel. Oksigen, glukosa, asam

amino, berbagai ion dan zat lain yang diperlukan secara mudah dapat berdifusi

melalui dinding kapiler ke dalam cairan interstitium mengikuti gradien

konsentrasinya. Sebaliknya, karbondioksida, limbah nitrogen, dan hasil

sampingan metabolisme lain dapat dengan mudah berdifusi ke dalam darah.

Darah dalam tubuh kita mengalir dengan sistem tertentu. Manusia

memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam

pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Sekali beredar, darah manusia

dua kali melewati jantung sehingga peredaran darah manusia termasuk peredaran

darah ganda. Peredaran darah ganda itu meliputi peredaran darah paru-paru atau

peredaran darah kecil dan peredaran darah tubuh atau peredaran darah besar.

Darah dari tubuh masuk ke atrium kanan, kemudian melalui katup yang

disebut katup trikuspid mengalir ke ventrikel kanan. Nama trikuspid berhubungan

dengan adanya tiga daun jaringan yang terdapat pada lubang antara atrium kanan

dan ventrikel kanan. Kontraksi ventrikel akan menutup katup trikuspid, tetapi

membuka katup pulmoner yang terletak pada lubang masuk arteri pulmoner.

Darah masuk ke dalam arteri pulmoner yang langsungbercabang-cabang menjadi

Page 17: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

cabang kanan dan kiri yang masing-masing menuju paruparu kanan dan kiri.

Arteri-arteri ini bercabang pula sampai membentuk arteriol. Arteriol-arteriol

memberi darah ke pembuluh kapiler dalam paru-paru. Di sinilah darah

melepaskan karbondioksida dan mengambil oksigen. Selanjutnya, darah diangkut

oleh pembuluh darah yang disebut venul, yang berfungsi sebagai saluran anak

dari vena pulmoner. Empat vena pulmoner (dua dari setiap paru-paru) membawa

darah kaya oksigen ke atrium kiri jantung. Hal ini merupakan bagian sistem

sirkulasi yang dikenal sebagai system pulmoner atau peredaran darah kecil.

Dari atrium kiri, darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katup bikuspid.

Kontraksi ventrikel akan menutup katup bikuspid dan membuka katup seminal

aorta pada lubang masuk keaorta. Cabang-cabang yang pertama dari aorta

terdapat tepat di dekat katup seminal aorta. Dua lubang menuju ke arteri-arteri

koroner kanan dan kiri. Arteri koroner ialah pembuluh darah yang memberi

makan sel-sel jantung. Arteri ini menuju arteriol yang memberikan darah ke

pembuluh kapiler yang menembus seluruh bagian jantung. Kemudian, darah

diangkut oleh venul menuju ke vena koroner (vena cava) yang bermuara ke

atrium kanan. Sistem sirkulasi bagian ini disebut sistem koroner. Selain itu, aorta

dari ventrikel kiri juga bercabang menjadi arteri yang mengedarkan darah kaya

oksigen ke seluruh tubuh (kecuali paru-paru), kemudian darah miskin oksigen

diangkut dari jaringan tubuh oleh pembuluh vena ke jantung (atrium kanan).

Peredaran darah ini disebut peredaran darah besar.

Page 18: Laporan Anfisman Sistem Sirkulasi

DAFTAR PUSTAKA

Delmann, 1992. Buku Teks Histologi Veteriner. UI Press. Jakarta.

Irianto, K., 2004. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Paramedis. Yrama

Widya. Bandung.

Kimball, J.W., 1999. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.

Pearce, E., 2004. Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis. Gramedia

Pustaka Utama. Jakarta.

Pratignjo, 1991. Biologi. Depdikbud. Jakarta

Syaifuddin, 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Buku

Kedokteran EGC. Jakarta.

Wulangi, K., 1993. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Depdikbud. Jakarta.