Sindrom Kompartemen Akut Tungkai Bawah Citakan Kompartemen Akut Tu · Gambar 3. Sindrom kompartemen di tungkai bawah kanan yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, nyeri, gangguan pulsasi, dan kesemutan:

  • View
    236

  • Download
    14

Embed Size (px)

Transcript

  • CDK-253/ vol. 44 no. 6 th. 2017

    TINJAUAN PUSTAKA

    401400

    Alamat Korespondensi email:

    Sindrom Kompartemen Akut Tungkai BawahPetrus Aprianto

    Dokter PTT Puskesmas Alai, Kab. Kep. Meranti, Riau, Indonesia

    ABSTRAK

    Sindrom kompartemen merupakan kumpulan gejala yang terjadi saat tekanan dalam ruang tertutup kompartemen otot meningkat sampai tingkat berbahaya. Peningkatan tekanan dalam kompartemen otot biasanya diawali oleh proses trauma yang disertai fraktur. Peningkatan ini dapat disebabkan oleh fraktur, ataupun oleh serangkaian tindakan selama penanganan fraktur. Artikel ini membahas mekanisme sindrom kompartemen pada tungkai bawah, tanda dan gejala, dan tatalaksana sindrom kompartemen.

    Katakunci: Sindrom kompartemen, trauma, tungkai bawah

    ABSTRACT

    Compartment Syndrome is a set of signs and symptoms that occurs if the pressure within a closed muscle compartment builds to dangerous level. This is usually predisposed by trauma accompanied by bone fracture. It is either caused by fracture itself, or by management. This article discusses its mechanism, its clinical manifestations, and management.PetrusAprianto.AcuteCompartmentSyndromeinLowerLeg

    Keywords: Compartment syndrome, lower leg, trauma

    PENDAHULUANSusunan otot manusia terdiri dari kelompok-kelompok otot yang dipisahkan oleh sebuah lapisan tebal yang disebut fascia. Kelompok-kelompok otot ini terletak di ruangan yang dikenal dengan istilah kompartemen. Apabila tekanan dalam ruang tertutup ini meningkat sampai tingkat tertentu, akan muncul tanda dan gejala yang disebut sindrom kompartemen.1,2

    Anatomi dan Fisiologi KompartemenTungkaiBawahTungkai bawah terbagi menjadi 4 kompartemen yang dibentuk oleh otot dan fascia. Fascia merupakan lapisan jaringan fibrosa yang membungkus otot. Fascia ini membagi otot pada tungkai bawah menjadi 4 kelompok, yaitu kumpulan otot bagian depan (kompartemen anterior), kumpulan otot bagian samping (kompartemen lateral), dan kumpulan otot bagian belakang (kompartemen posterior) yang terbagi menjadi bagian dalam (deep posterior compartment) dan bagian luar (superficial posterior compartment).3

    Setiap kompartemen tungkai bawah memiliki fungsi dan peranan masing-masing.

    Kompartemen depan terdiri dari kelompok otot ekstensor yang berfungsi untuk melakukan gerakan ekstensi

    Kompartemen lateral terdiri dari kelompok otot yang berfungsi untuk melakukan gerakan eversi

    Kompartemen posterior terdiri dari

    kelompok otot dalam (deep) dan kelompok otot luar (superficial) yang fungsinya dapat dilihat pada tabel 1.

    EPIDEMIOLOGISebanyak 75% kasus kompartemen sindrom diawali fraktur, terutama fraktur tibia (tulang

    petrus.aprianto@yahoo.com

    Gambar1. Anatomi kompartemen tungkai bawah4

    Ciptakan Kenangantanpa Bekas Luka

    CICA-CARE

    #SahabatLukaKeluarga

    Dapat dicucidan dipergunakan

    kembali hingga

    28 hari1

    Terbuktiefektif

    mengatasibekas luka2,3

    90%

    Mampu mengatasi bekas

    luka hingga

    20 tahun4

    Silicone gel sheet

    1 Silicone gel sheet @12x15cm

    Referensi:

    1. Cica-Care [package insert]. Jakarta, Indonesia: PT Kalbe Farma Tbk; 2015.

    2. Carney SA, et al. Cica-Care gel sheeting in the management of hypertrophic scarring. Burns. 1994; 20(2):163-7.

    3. Mercer NS. Silicone gel in the treatment of keloid scars. Br J Plast Surg. 1989;42(1):83-7.

    4.Quinn KJ. Silicone gel in scar treatment. Burns Incl Therm Inj. 1987;13 Suppl:S33-40. ARA

    /YKR

    /120

    9/BR

    /1

  • 403CDK-253/ vol. 44 no. 6 th. 2017

    TINJAUAN PUSTAKA

    402

    kering) pada 36% kasus.5 Sebagian besar kasus sindrom kompartemen terjadi pada pria dewasa berusia 30-35 tahun, antara lain karena massa otot pada pria usia tersebut lebih besar daripada wanita seusianya (10:1) dan lebih besar daripada pria berusia di atas 35 tahun.1,2

    Tabel2.Kondisi fraktur yang berkembang menjadi sindrom kompartemen5

    Penyebab PersentaseKasus(%)

    Fraktur: Tibia (tungkai bawah) 36

    Radius Distal (lengan bawah) 9,8

    Radius (lengan bawah) 7,9

    Femoral (paha) 3,6

    ETIOLOGIPenyebab sindrom kompartemen secara umum dibedakan menjadi dua:1. Peningkatan volume intra-kompartemen

    dengan luas ruang kompartemen tetap; dapat disebabkan oleh:

    Fraktur yang menyebabkan robekan pembuluh darah, sehingga darah mengisi ruang intra-kompartemen

    Trauma langsung jaringan otot yang menyebabkan pembengkakan

    Luka bakar yang menyebabkan perpindahan cairan ke ruang intra-kompartemen

    2. Penurunan luas ruang kompartemen dengan volume intra-kompartemen yang tetap

    Kompresi tungkai terlalu ketat saat imobilisasi fraktur

    Luka bakar yang menyebabkan kekakuan/ konstriksi jaringan ikat sehingga mengurangi ruang kompartemen.

    Mekanisme Terbentuknya SindromKompartemenTungkaiBawahSetiap jaringan, termasuk tulang dan otot, memerlukan perfusi yang adekuat agar

    dapat tumbuh dan berfungsi sebagaimana mestinya. Apabila terjadi gangguan pada proses perfusi, akan muncul tanda dan gejala tergantung derajat gangguan perfusi darah ke jaringan tersebut.

    Kemampuan perfusi sangat tergantung pada perbedaan antara tekanan perfusi kapiler dan tekanan cairan interstitial. Peningkatan tekanan pada ruang tertutup, misalnya pada kompartemen tungkai bawah akan menyebabkan tekanan vena ikut meningkat. Jika tekanan interstitial melebihi tekanan kapiler, kapiler akan kolaps dan akan terjadi iskemi jaringan. Otot yang iskemia akan melepaskan mediator yang meningkatkan permeabilitas pembuluh darah. Cairan akan berpindah dari pembuluh darah ke interstitial, sehingga makin meningkatkan tekanan dalam kompartemen dan memperburuk kondisi iskemia.1,2,6,7

    Apabila kenaikan tekanan dalam kompartemen naik 30 mmHg, tindakan operatif harus segera dilakukan untuk mencegah kematian otot dan saraf tepi yang akan terjadi dalam 6-10 jam.2,3,4,8

    KLINISPertama-tama akan muncul gejala sensasi nyeri seperti terbakar. Rasa nyeri terasa di bagian dalam otot tungkai bawah dan akan

    Tabel1. Fungsi kompartemen posterior pada tungkai bawah

    Otot Letak Fungsi

    Gastrocnemius Superfisial Fleksi lutut dan fleksi plantaris

    Plantaris Superfisial Fleksi lutut dan fleksi plantaris

    Soleus Superfisial Fleksi plantaris kuat saat berjalan

    Flexor Digitorum Longus Deep Fleksi distal 4 jari kaki lateral

    Flexus Hallucis Longus Deep Fleksi distal ibu jari kaki

    Tibialis Posterior Deep Fleksi plantaris dan inversi kaki

    Gambar2. Mekanisme sindrom kompartemen (kiri) dan gambaran pembengkakan kompartemen tungkai bawah (kanan).7

  • CDK-253/ vol. 44 no. 6 th. 2017

    TINJAUAN PUSTAKA

    403402

    terasa lebih nyeri saat digerakkan. Nyeri harus dibedakan dari nyeri trauma primer akibat fraktur. Gejala lain yang sering adalah rasa kesemutan tungkai bawah yang memberat akibat terjepitnya saraf perifer. Rasa kesemutan pertama kali dirasakan pada jari pertama dan jari kedua kaki.

    Gejala klasik 5P (pain, pallor, parasthesia, pulselessness, poikilothermia) tidak selalu dikenali. Gejala klasik ini sering muncul terlambat saat periode emas penanganan sindrom kompartemen sudah terlewati.

    Harus diperhatikan tanda khusus, yaitu massa jaringan lunak pada sepertiga bawah tungkai akibat herniasi dan pergeseran otot dan jaringan lemak saat tekanan meningkat.

    Gambar3.Sindrom kompartemen di tungkai bawah kanan yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, nyeri, gangguan pulsasi, dan kesemutan

    Riwayat trauma wajib ditelusuri lebih lanjut; luka tembus, luka tergilas yang menyebabkan kerusakan beberapa lapisan jaringan (crush injury), fraktur baik terbuka ataupun tertutup, dapat digunakan sebagai data penunjang untuk mengenali tanda dan gejala awal sindrom kompartemen.

    TATALAKSANATatalaksana harus sesegera mungkin. Prinsip utama penanganan sindrom kompartemen tungkai bawah adalah dekompresi. Dekompresi dengan tujuan menurunkan tekanan dalam kompartemen dapat dilakukan dengan cara:

    Lepaskan semua plaster yang mengikat tungkai bawah

    Letakkan tungkai pada posisi sejajar dengan jantung, karena posisi lebih tinggi dari jantung dapat menurunkan aliran darah arterial ke otot dan akan memperburuk keadaan iskemia.

    Lakukan imobilisasi fraktur dengan posisi paling relaks; dengan menyangga kaki dalam posisi sedikit fleksi plantaris (kaki condong ke arah bawah)

    Lakukan tindakan fasiotomi (pemotongan fascia) apabila ada indikasi. Banyak peneliti menyatakan indikasi dekompresi dengan fasiotomi adalah apabila tekanan kompartemen naik menjadi 30 mmHg.2,3,5,8

    Prosedur ini harus dilakukan sesegera mungkin karena kerusakan permanen otot akan terjadi dalam 4-12 jam dan kerusakan permanen saraf akan terjadi dalam 12-24 jam sejak terjadinya peningkatan tekanan intra-kompartemen.9-12

    Cara Mengukur TekananIntrakompartemen7,8,13

    Siapkan alat pengukur stryker intra-compartemental pressure monitors system dan hubungkan dengan jarum infus ukuran 18 G.

    Posisikan pasien senyaman mungkin

    Gambar 4. Teknik fasiotomi dengan melakukan sayatan sepanjang 15-20 sentimeter pada kompartemen tungkai bawah.14

  • PBCDK-253/ vol. 44 no. 6 th. 2017

    TINJAUAN PUSTAKA

    404

    dengan meletakkan posisi kompartemen yang akan diukur sejajar jantung.

    Lakukan prosedur septik dan aseptik pada daerah pengukuran, pilih jaringan kulit pada kompartemen yang akan diukur dengan syarat kulit intak dan bebas infeksi.

    Lakukan prosedur pembiusan. Masukkan jarum yang terdapat pada alat

    pengukur secara tegak lurus sedalam 3 sentimeter pada kompartemen tungkai bawah yang diukur.

    Gerakkan kaki pada posisi fleksi dan ekstensi untuk melihat peningkatan tekanan i