of 40 /40
RESIKO RISIKO ADALAH SUATU VARIASI DARI HASIL- HASIL YANG DAPAT TERJADI SELAMA PERIODE TERTENTU (ARTHUR WILLIAMS DAN RICHARD, M.H). RISIKO ADALAH KETIDAK PASTIAN ATAS TERJADINYA SUATU PERISTIWA (SOEKARTO) RISIKO MERUPAKAN PENYEBARAN/PENYIMPANGAN HASIL AKTUAL DARI HASIL YANG DIHARAPKAN (HERMAN DARMAWI). RESIKO ADALAH PROBABILITAS SESUATU HASIL/OUTCOME YANG BERBEDA DENGAN YANG DIHARAPKAN (HERMAN DARMAWI).

Risiko Ekspansi

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Mata kuliah manajemen - Risiko Ekspansi

Text of Risiko Ekspansi

  • RESIKO

    RISIKO ADALAH SUATU VARIASI DARI HASIL-HASIL YANG DAPAT TERJADI SELAMA PERIODE TERTENTU (ARTHUR WILLIAMS DAN RICHARD, M.H).RISIKO ADALAH KETIDAK PASTIAN ATAS TERJADINYA SUATU PERISTIWA (SOEKARTO)RISIKO MERUPAKAN PENYEBARAN/PENYIMPANGAN HASIL AKTUAL DARI HASIL YANG DIHARAPKAN (HERMAN DARMAWI).RESIKO ADALAH PROBABILITAS SESUATU HASIL/OUTCOME YANG BERBEDA DENGAN YANG DIHARAPKAN (HERMAN DARMAWI).

  • MACAM-MACAM AKIBAT RISIKO

    KERUGIAN ATAS HARTA MILIK/KEKAYAAN ATAU PENGHASILAN, MISALNYA AKIBAT KEBAKARAN, PENCURIAN, PENGANGGURAN DAN SEBAGAINYAN.KERUGIAN PERSONIL BERUPA PENDERITAAN SESEORANG, MISALNYA SAKIT/CACAT KARENA KECELAKAANKERUGIAN BERUPA KEWAJIBAN KEPADA PIHAK KETIGA.KERUGIAN KARENA PERUBAHAN KEADAN PASAR, MISALNYA KARENA TERJADINYA PERUBAHAN HARGA, PERUBAHAN SELERA KONSUMEN DAN SEBAGAINYA.

  • MACAM-MACAM PENANGANAN RISIKOMENGHINDARI :ADALAH BENTUK UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK MENGHINDARI EXPOSURE BERUPA HARTA ATAU ORANG DENGAN CARA MENOLAK MEMILIKI, MENERIMA ATAU MELAKSANAKAN KEGIATAN YANG MENGANDUNG RISIKO WALAUPUN UNTUK SEMENTARA.

    MENGENDALIKAN :ADALAH SUATU UPAYA PENANGGULANG RISIKO YANG DILAKUKAN UNTUK TUJUAN MEMPERKECIL KANS/KIEMUNGKINAN TERJADINYA KERUGIAN(RISIKO) ATAU MENGURANGI TINGKAT KEPARAHAN APABILA SUATU RISIKO KERUGIAN MEMANG TERJADI.I

  • LANJUTANMEMISAHKAN :ADALAH UPAYA PENANGGULANGAN RISIKO DENGAN CARA ANTARA LAIN MISALNYA HARTA YANG MENGHADAPI RISIKO YANG SAMA DIPISAHKAN LOKASINYA.KOMBINASI ATAU POOLING :ADALAH UPAYA PENANGGULANGAN RISIKO DENGAN MENAMBAH BANYAKNYA EXPOSURE UNIT DALAM BATAS KENDALI PERUSAHAN DENGAN TUJUAN AGAR KERUGIAN YANG DIALAMI LEBIH DAPAT DIRAMALKAN, SEHINGGA RISIKONYA LEBIH KECIL.

    PEMINDAHAN RISIKO :PEMINDAHAN RESIKO ADALAH UPAYA PENAGGULANGAN RISIKO DENGAN CARA MEMINDAHKAN RISIKO KEPADA PERUSAHAN ASURANSI ATAU KEPADA PIHAK LAIN.

  • KLASIFIKASI JENIS RESIKO

    A.RISIKO BERDASARKAN KELOMPOKNYA :RISIKO ATAS HARTA (MELIPUTI HARTA TETAP, TIDAK TETAP, RISIKO LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG)RISIKO BERUPA KEWAJIBAN KEPADA PIHAK KETIGARISIKO PERSONIL.

  • B. RISIKO MENURUT SIFATNYA RESIKO MURNI (RISIKO TIDAK DISENGAJA) ADALAH KERUGIAN YANG TERJADI KARENA TIDAK DISENGAJA MISALNYA RESIKO TERJADINYA KEBAKARAN, BENCANA ALAM, PENCURIAN DAN SEBAGAINYA.

    RESIKO SPEKULATIF ( RISIKO YANG DISENGAJA), ADALAH KERUGIAN YANG TERJADI KARENA SENGAJA DITIMBULKAN OLEH YANG BERSANGKUTAN SEPERTI RESIKO HAUTANG-PIUTANG, PERDAGANGAN BERJANGKA, PASAR UANG DAN PASAR MODAL.

    RISIKO FUNDAMENTAL ADALAH RISIKO YANG PENYEBABNYA TIDAK DAPAT DILIMPAHKAN KEPADA SESEORANG DAN YANG MENDERITA TIDAK HANYA SATU ATAU BEBERAPA ORANG SAJA, TETAPI BANYAK ORANG, SEPERTI BANJIR, ANGIN TOPAN DAN SEBAGAINAYA. RESIKO KHUSUS, ADALAH RESIKO YANG BERSUMBER PADA PERISTIWA YANG MANDIRI DAN UMUMNYA MUDAH DIKETAHUI PENYEBANYA, SEPERTI KAPAL KANDAS, PESAWAT JATUH, TABRAKAN MOBIL DAN SEBAGAINYA. RESIKO DINAMIS ADALAH RISIKO YANG TIMBUL KARENA PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN (DINAMIKA) MASYARAKAT DIBIDANG EKONOMI, ILMU DAN TEKNOLOGI, SEPERTI RISIKO KEUANGAN, RISIKO PENERBANGAN LUAR ANGKASA. RESIKO STATIS, ADALAH KEBALIKAN RISIKO DINAMIS SEPERTI RISIKO HARI TUA, KEMATIAN DAN SEBAGAINYA.

  • C. RISIKO MENURUT PENGALIHANNYA

    RISIKO YANG DAPAT DIALIHKAN KEPADA PIHAK LAIN YAITU DENGAN MEMPERTANGGUNG JAWABKAN SUATU OBYEK YANG TERKENA RISIKO KEPADA PERUSAHAN ASURANSI DENGAN MEMBAYAR SEJUMLAH PREMI ASURANSI SEHINGGA KERUGIAN BERPINDAH MENJADI TANGGUNG JAWAB PERUSAHAN ASURANSI.

    RISIKO YANG TIDAK DAPAT DIALIHKAN KEPADA PIHAK LAIN (TIDAK DAPAT DIASURANSIKAN) UMUMNYA MELIPUTI SEMUA JENIS RISIKO SPEKULATIF.

  • D. RISIKO MENURUT SUMBERNYA

    RISIKO INTERN YAITU RISIKO YANG BERASAL DARI DALAM PERUSAHAN ITU SENDIRI SEPERTI KERUSAKAN AKTIVA KARENA ULAH KARYAWANNYA SENDIRI, KECELAKAAN KERJA, MISMANAJEMEN DAN SEBAGAINYA.RISIKO EKSTERN YAITU RISIKO YANG BERASAL DARI LUAR PERUSAHAN, SEPERTI RISIKO PENCURIAN, PENIPUAN, PERSAINGAN, FLUKTUASI HARGA, PERUBAHAN POLICY PEMERINTAH DAN SEBAGAINYA.

  • ASURANSI1.Menurut Prof. Mehr dan Cammack Asuransi adalah alat sosial untuk mengurangi resiko, dengan menggabungkan sejumlah yang memadai unit-unit yang terkena resiko, sehingga kerugian-kerugian individual mereka secara kolektif dapat diramalkan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung.

  • LANJUTAN2.Menurut Kitab Undang-undang Hukum DagangAsuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seseorang penanggung mengikatkan diri kepada seseorang tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tertentu.

  • LANJUTAN3. Menurut Undang-undang No.2 Thn. 1992 Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertangug, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasati, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seorang yang dipertanggungkan.

  • MANFAAT ASURANSI

    1.Sumber dana investasi bagi dunia usaha 2.Sebagai penambah kelengkapan persyaratan pengajuan kredit.3.Mengurangi biaya modal4.Dapat menyediakan layanan profesional5.Mendorong pencegahan kerugian dunia usaha6.Membantu pemeliharaan kesehatan.7.Berfungsi sebagai tabungan8.Alat penyebaran resiko9.Membantu meningkatkan kegiatan usaha.

  • JENIS ASURANSI

    Jenis asuransi menurut Pasal 3 UU No.2 Thn 1992 meliputi :

    1.USAHA ASURANSI :a.Asuransi kerugian (non life insurance) : Asuransi kerugian di Indonesia secara umum dibagi 1. asuransi kebakaran, 2. asuransi pengangkutan dan asuransi aneka yang meliputi ( asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan diri, pencurian, uang dalam pengangkutan, uang dalam penyimpanan, kecurangan dsb.)b.Asuransi jiwa (life issurance) : Sifat dasar asuransi jiwa, adalah proteksi tehadap kerugian finansial akibat hilangnya kemampuan menghasilkan pendapatan karena kematian, maupun usia lanjut.Sifat asuransi jiwa mempunyai fungsi akumulasi (tabungan) yang secara mendasar berbeda dengan jenis asuransi lain. c.Reasuransi (reinsurance) : Reasuransi yaitu suatu sistem penyebaran resiko dimana penanggung menyebarkan seluruh atau sebagian dari pertanggungan yang ditutupnya kepada penanggung yang lain. 2. USAHA PENUNJANG ASURANSI :a.Pialang asuransib.Pialang reasuransic.Penilai kerugian asuransi (Ajuster)d.Konsultan aktuariae.Agen asuransi.

  • PRINSIP-PERINSIP PERJANJIAN ASURANSI

    1.INSURABLE INTEREST 2.UTMOST GOOD FAITH 3. INDEMNITIS 4. SUBROGATION 5. KONTRIBUSI 6. PROXIMATE CAUSE

  • 1.INSURABLE INTEREST :

    Yaitu adanya sesuatu kepentingan yang dapat diasuransikan, artinya seseorang harus dapat menunjukkan kerugian finansial yang menimpa dirinya apabila terjadi suatu kerugian terhadap suatu objek yang diasuransikan.

  • UNSUR-UNSUR INSURABLE INTEREST : A.Harus berupa harta, hak ( mis. Penyewa, kreditur dan jiwa)B.Harus ada hubungan keluargaC.Pihak tertanggung dan sesuatu yang dipertanggungkan harus mempunyai hubungan yang sah secara hukum.D.KreditorE.Penyewa

  • CONTOH INSURABLE INTEREST Tono punya mobil, kemudian diasuransikan yang jatuh tempo 31 Des 1997, pada bulan Maret 1996 di jual kepada Joko, kemudian pada bulan Mei 1996, mobil tersebut terkena peril. Kejadian tersebut baik Tono maupun Joko tidak bisa mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi.

  • 2.UTMOST GOOD FAITH :

    Yaitu suatu perjanjian asuransi yang didasarkan suatu etikad baik yang artinya masing-masing pihak penanggung dan tertanggung harus saling percaya dimana penanggung harus jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan tertanggung harus memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya atas objek yang dipertanggungkan tanpa ada satupun yang disembunyikan.

  • 3. PRINSIP INDEMNITIS : Prinsip indemnitis adalah prinsip perjanjian ganti rugi yang diberikan tidak boleh melebihi kerugian yang sebesarnya. Oleh karena itu dalam asuransi tertanggung tidak bloleh mendapatkan keuntungan dari kontrak asuransi. Sehingga prinsip perusahan asuransi hanya memulihkan tertanggung kepada posisi ekonomi yang sama dengan posisi sebelum terjadinya peril.

  • CONTOH PRINSIP INDEMNITIS : Tuan Hasan membeli mobil sedan dengan harga Rp.200 juta, kemudian diasuransikan kepada perusahan asuransi PT.Astra dengan pertanggungan Rp. 175 juta dan kepada Panin Putra insurance pertanggungan sebesar Rp. 130 juta. Kemudian mobil sedan Tuan Hasan ditabrak oleh Joko dan kemudian mobil diperbaiki dengan biaya Rp. 130 juta. Maka Tuan Hasan hanya memperoleh pertanggungan total dari kedua perusahan asuransi tersebut sebesar Rp.130 juta, bukan Rp.260 juta.

  • 4. SUBROGATION :

    Prinsip ini berkaitan dengan prinsip indemniti yang juga bertujuan agar seseorang tidak memperoleh keuntungan dari seseorang penyebab terjadinya peril. Dimana tuntutan ganti sebesar Rp. 130 juta atas kelalaian Joko tersebut bukan oleh Hasan kepada Joko tetapi sudah beralih dari perusahaan asuransi kepada Joko

  • 5. KONTRIBUSI :

    Prinsip ini juga merupakan lanjutan konsekwensi dari prinsip indemnity yaitu apabila tertanggung mengasuransikan kepada lebih dari 2 perusahaan asuransi maka, kontribusi penggantian harus proporsional. Contoh : Tuan Hasan menerima ganti rugi dari (1) PT. Astra sebesar 175/305 X Rp. 130 juta = Rp.74.590.163 dari (2) Panin life insurance 130/305 X Rp. 130 juta = Rp.55.409.836 Total = Rp.130 juta.

  • 6.PRINSIP PROXIMATE CAUSE

    Apabila terjadi suatu peril karena rentetan suatu peristiwa, maka rentetan tersebut ditelusuri dan yang menjadi patotokan penggantian asuransi adalah peristiwa pertama dari rentetan tersebut. Sehingga apabila peristiwa pertama merupakan sesuatu yang dikecualikan maka terjadinya peril tidak dapat diberikan ganti rugi oleh perusahan asuransi

  • CONTOH PRINSIP PROXIMATE CAUSERumah terbakar karena tertimpa tiang listrik yang jatuh dan selanjutnya tiang listrik jatuh karena terjadinya gempa. Maka dalam hal ini peristiwa pertama penyebab dari kebakaran rumah adalah gempa. Sehingga pihak asuransi tidak dapat dituntut untuk memberikan penggantian asuransi terhadap rumah yang terbakar walaupun rumah tersebut telah diasuransikan.

  • EKSPANSI DALAM BISNISPENGERTIANADALAH SUATU TINDAKAN YANG DILAKUKAN PERUSAHAAN UNTUK MEMPERLUAS DAN MENGEMBANGKAN USAHA YANG SUDAH ADA

  • MOTIF EKSPANSIEFISIENSI PRODUKSIPENINGKATAN PENJUALANMEMPERLUAS DAN MEMPERKUAT PENGUASAAN PASARMEMPERCEPAT PERTUMBUHANMEMBANGUN KEKUATAN MONOPOLIMENINGKATKAN TEKNOLOGI, PRODUK DAN REPUTASI MERK DAGANGMENSTABILKAN CASH FLOW DAN KEUNTUNGANMENDIVERSIFIKASI LINI PRODUKAMBISI MANAGEMEN/PEMILIK PERUSAHAAN

  • ARAH EKSPANSIMEMPERLUAS PASAR DALAM RANGKA MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN ATAS PRODUK YANG DIHASILKANMELAKUKAN DIVERSIFIKASI PENJUALAN PRODUK.

  • BENTUK EKSPANSIALTERNATIF YANG DAPAT DILAKUKAN PERUSAHAAN :INTERNAL PERUSAHAAN (dengan cara membuka/membangun cabang/gedung/pabrik baru untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet penjualan)2. EKSTERNAL PERUSAHAAN (dengan cara joint venture, kartel, trust, holding company, merger dan akuisisi)

  • JOINT VENTUREJoint venture merupakan kerja sama antara beberapa perusahaan yang berasal dari beberapa negara menjadi satu perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan-kekuatan ekonomiDi Indonesia usaha joint venture dikenal sebagai bnetuk kerja sama perushaan domestik dengan perusahaan asingPerusahaan-perusahaan pendiri joint venture tetap memiliki eksistensi dan kebebasan masing-masingRisiko ditanggung masing-masing partnerModalnya berupa saham yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan pendiri dengan perbandingan tertentu.

  • KARTELADALAH SUATU KESEPAKATAN (TERTULIS) ANTARA BEBERAPA PERUAHAAN PRODUSEN DAN LAIN-LAIN YANG SEJENIS UNTUK MENGATUR DAN MENGENDALIKAN BERBAGAI HAL, SEPERTI HARGA, WILAYAH PEMAARAN DAN SEBAGAINYA, DENGAN TUJUAN MENEKAN PERSAINGAN DAN MERAIH KEUNTUNGANMASING-MASING PERUSAHAAN TETAP BERDIRI SENDIRI, MEMPUNYAI KEDUDUKAN YANG SAMA DAN SETIAP WAKTU DAPAT MEMBATALKAN PERJANJIAN YANG DIBUATMEREKA TERIKAT PADA SEMUA MASALAH YANG TERCANTUM DALAM PERJANJIAN, TETAPI DI LUAR ITU MEREKA BEBAS BERTINDAK.

  • TRUSTTRUST MERUPAKAN PENGGABUNGAN DARI BADAN USAHA-BADAN USAHA YANG BERSIFAT TETAPTRUST TERBENTUK DENGAN CARA DIDIRIKAN SEBUAH HOLDING COMPANYKEUNTUNGAN TERBENTUKNYA TRUST MENCIPTAKAN STABILITAS ANTARA PERMINTAAN DENGAN PENAWARAN.KEUNTUNGAN LAINNYA KONSUMEN DIUNTUNGKAN KARENA HARGA, BARANG RENAH. HAL INI DISEBABKN BADAN USAHA YANG TERGABUNG DALAM TRUST MENCARI KEUNTUNGAN DENGAN BEKERJA SECARA EKONOMIS YANG BERARTI MENURUNKAN HARGAA POKOK.

  • MERGER DAN AKUISISIADALAH PENYATUAN DUA ATAU LEBIH PERUSAHAAN YANG TERPISAH MENJADI SATU ENTITAS EKONOMI DENGAN TUJUAN MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF PERUSAHAAN JANGKA PANJANG YANG PADA GILIRANNYA DAPAT MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN SERTA MENINGKATKAN LABA PERUSAHAAN

  • MERGERPENGERTIANADALAH PENGGABUNGAN DUA ATAU LEBIH PERUSAHAAN MENJADI SATU PERUSAHAAN DENGAN NAMA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN PENGAMBIL ALIHAN TETAP EXIST ATAU MUNCUL NAMA BARU

  • JENIS-JENIS MERGERMERGER HORIZONTALMERGER VERTIKALVERGER KONGLOMERATMERGER EKSTENSI PASARMERGER EKSTENSI PRODUK

  • MERGER HORIZONTALADALAH MERGER ANTARA DUA ATAU LEBIH PERUSAHAAN YANG BERGERAK DALAM INDUSTRI YANG SAMATUJUAN UTAMANYA ADALAH UNTUK MENGURANGI PERSAINGAN ATAU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI MELALUI PENGGABUNGAN AKTIVITAS PROUKSI, PEMASARAN DAN DISTRIUSI, RISET DAN PENGEMBANGAN DAN FASILITAS ADMINISTRASI.

  • MERGER VERTIKALADALAH INTEGRASI YANG MELIBATKN PERUSHAAN-PERUSAHAAN YANG BERGERAK DALAM TAHAPAN-TAHAPAN PROSES PRODUKSI ATAU OPERASIMERGER INI DILAKUKAN JIKA PERUSAHAAN YANG BERADA PADA INDUSTRI HULU MEMASUKI INDUSTRI HILIR ATAU SEBALIKNYA.MISALNYA SUATU PERUSAHAAN YANG MENGHASILKAN SUATU PRODUK MELAKUKAN MERGER VERTIKAL TERHADAP PEMASOK/PENGGUNA PRODUK

  • MERGER KONGLOMERATADALAH MERGER DUA ATAU LEBIH PERUSAHAAN YANG MASING-MASING BERGERAK DALAM INDUSTRI YANG TIDAK TERKAITMERGER INI TERJADI APABILA SEBUAH PERUSAHAAN BERUSAHA MENDIVERSIVIKASI BIDANG BISNISNYA DENGAN MEMASUKI BIDANG BISNIS YANG BERBEDA SAMA SEKALI DENGAN BISNIS SEMULA

  • MERGER EKSTENSI PASARADALAH MERGER YANG DILAKUKAN OLEH DUA ATAU LEBIH PERUSAHAAN UNTUK SECARA BERSAMA-SAMA MEMPERLUAS AREA PASARTUJUANNYA UNTUK MEMPERKUAT JARINGAN PEMASARAN BAGI PRODUK MASING-MASING PERUSAHAANMERGER INI SERING DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN-PERUSAHAAN LINTAS NEGARA DALAM RANGKA EKSPANSI DAN PENETRASI PASARSTRATEGI INI DILAKUKAN UNTUK MENGAKSES PASAR LUAR NEGERI DENGAN CEPAT TANPA HARUS MEMGANGUN FASILITAS PRODUKSI DARI AWAL DI NEGARA YANG AKAN DIMASUKI.

  • MERGER EKSTENSI PRODUKADALAH MERGR YANG DILAKUKAN OLEH DUA ATAU LEBIH PERUSAHAA UNTUK MEMPERLUAS LINI PRODUK MASING-MASING PERUSAHAANSETELAH MERGER PERUSAHAAN AKAN MENAWARKAN LEBIH BANYAK JENIS DAN LINI PRODUK SEHINGGA AKAN MENJANGKAU KONSUMEN YANG LEBIH LUASMERGER INI DILAKUKN DENGAN MEMANFAATKAN KEKUATAN DEPARTEMEN RIST DAN PENGEMBANGAN MASING-MASING UNTUK MENDAPATKAN SINERGI MELALUI EFEKTIVITAS RISET SEHINGGA LEBIH PRODUKTIF DALAM INOVASI.

  • AKUISISIPENGERTIANADALAH PENGAMBILALIHAN KEPEMILIKAN ATAU PENGENDALIAN ATAS SAHAM ATAU ASET SUATU PERUAHAAN OLEH PERUSAHAAN LAIN, DAN DALAM PERISTIWA INI BAIK PERUSAHAAN PENGAMBILALIH ATAU YANG DIAMBILALIH TETAP EKSIS SEBAGAI BADAN HUKUM YANG TERPISAH

    *