Click here to load reader

[PPT]PowerPoint Presentation - FK UWKS 2012 C | born to be a ... · Web viewNecrotizing enterocolitis (NEC) 3. Perforasi gaster spontaneus kongenital 4. Kelainan saluran nafas bagian

  • View
    231

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of [PPT]PowerPoint Presentation - FK UWKS 2012 C | born to be a ... · Web viewNecrotizing...

  • KEDARURATAN

    BEDAH ANAK

  • ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    kemungkinan organ di thorax gabung menjadi satu.

    gastroschisis,

    *

  • KEDARURATAN PADA NEONATUS :

    Kelainan Saluran Pernafasan kongenital

    1. Obstruksi jalan nafas

    2. Displacement Lung volume

    3. Pulmonal parenchymal insufficiency

    B. Kelainan Pencernaan kongenital

    1. Obstruksi usus

    2. Malrotasi

    3. Perforrasi usus

    C. Defect dinding abdomen

    1. Omphalocele pecah

    2. Gastroschisis

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    penting!!!!

    *

  • Kelainan Saluran Pernafasan Kongenital

    Jenis Kelainan :

    1. Saluran pernafasan bagian atas :

    - Mikrognatia: Pierre Robin Syndrome

    - Makroglosia

    - Choanal Atresia

    - Laryngeal/Tracheal stenosis

    - Tumor larynx dan leher

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    mikrognatia : pierre robin syndrome

    penting

    *

  • 2. Kelainan Intratoraks :

    - Atelektasis pulmonum

    - Pnemotoraks

    - Pnemomediastinum

    - Kiste dan tumor paru-paru

    - Congenital lobar emphysema

    - Hernia diaphragmatika

    - Eventerasi diaphragma

    - Atresia esophagus dengan fistule trachea

    - Trecheo dan bronchomalacia

  • This drawing on the x-ray depicts the material in the chest, including stomach, large and small intestine, and the spleen. Note how little space remains for the heart and lungs.An NG tube is very helpful in these babies to decrease stomach and bowel distention.

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    hernia diafragmatika

    *

  • Operative photograph showing

    that upon opening the chest,

    a very large right upper lobe

    was encountered and was

    allowed to herniate out

    through the incision, thus

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    kista

    *

  • B. TANDA DAN GEJALA :

    1. Resletlessnes

    2. Tachypnea

    3. Retaction

    4. Cyanosis

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    keluhan sering ditemukan : sesak

    seletlessns : butuh oto pernapasan

    *

  • C. DIAGNOSIS ;

    1. Anamnesis :

    a. Riwayat kehamilan:

    - ibu hamil dengan hidramnion

    - pre eklampsia, eklampsia

    - selama hamil ibu pernah sakit

    - riwayat trauma

    - paritas kehamilan

    - penggunaan obat-obatan, alkohol, merokok

  • b. Riwayat kelahiran :

    - kesulitan melahirkan

    - bayi lahir melalui sectio cesaria

    - trauma melahirkan

    - penyukit pada saat melahirkan

    c. Gejala dan tanda awal :

    - tangis bayi saat lahir, sianosis, sesak nafas,

    - apnea, nilai APGAR yang rendah dll

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    SC sbenernya bahaya sering emboli

    *

  • 2. Pemeriksaan fisik :

    - Inspeksi torak: simetris, asimetris dll

    - Gerakan pernafasan: simetris

    - Retraksi dinding toraks

    - Perkusi dinding toraks

    - Auskultasi : ada kelainan suara nafas dll

  • ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    microcephali

    syndroma down

    *

  • D. PENUNJANG DIAGNOSIS :

    1. Pemeriksaan radiologis :

    a. Foto polos toraks

    b. Foto kontras saluran nafas

    2. Pemeriksaan Laboratorium :

    a. Laboratorium rutin : DL

    b. Laboratorium khusus : AGD

  • ATRESIA ESOPHAGUS

    (panah merah)

  • Atresia esophagus: NGT dalam segmen proksimal esophagus

  • Atresia Esophagus : aspirasi pnemonia

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    pneumonia : perselubungan

    *

  • Foto polos Toraks: Hernia Difragmatika kiri

  • AP chest films from the

    day of admission

    demonstrate hyperinflation

    of the right upper lobe.

  • E. SIKAP DAN TINDAKAN :

    1. Resusitasi jalan nafas dan pernafasan

    2. Resusitasi jantung

    3. Resusitasi cairan

    4. Persiapan rujukan

    5. Persiapan tindakan pembedahan

  • A clinical photograph shows the hyperexpanded right chest.

  • Presently, children are not rushed to the operating room. As pulmonary hypertension is the major concern, and operative intervention can trigger this, aggressive attempts are made to stabilize the child for 5 to 7 days prior to operative correction. Interventions such as high-frequency ventilation and nitric oxide therapy are used.

    If the child cannot be stabilized, she can be placed on an ECMO(extra corporeal membrane oxygenation) circuit essentially an artificial lung for up to three weeks while the lung matures. In this case, the child stabilized on high-frequency ventilationand nitric oxide and was operated on six days after birth. Pre-operative positioning is shown here.

  • KELAINAN SALURAN PENCERNAAN KONGENITAL

    I. Obstruksi saluran pencernaan

    II. Malrotasi saluran pencernaan

    III. Perforasi saluran pencernaan

  • Skema saluran pencernaan

  • Obstruksi saluran pencernaan :

    A. Jenis kelainan :

    1. Atresia esophagus

    2. Pilorostenosis

    3. Atresia duodenum

    4. Atresia jejunum

    5. Atresia ileum

    6. Mekonium ileus

    7. Mekonium plug syndrome

    8. Penyakit Hirsachsprungs

    9. Anorectal malformation

    10. Atresia kolon

  • This drawing on the x-ray depicts the material in the chest, including stomach, large and small intestine, and the spleen. Note how little space remains for the heart and lungs.An NG tube is very helpful in these babies to decrease stomach and bowel distention.

  • Operative photograph shows the massive fluid filled stomach (on the left) and duodenal bulb (on the right) which was found to contain over 400 cc of fluid.

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    distensi, lambung membesar, duodenum juga membesar.

    kemu

    *

  • Operative photograph

    showing dilation of

    the proximal jejunum

    with a blind end.

    Operative Finding :

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    apple pie

    *

  • ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    flat bottom : handle bucket.

    keluar mekonium +

    *

  • ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    letak rendah.

    kalau berkedut ada otot nya hanya dierobek

    *

  • B. Gejala Utama :

    1. Muntah muntah

    2. Hipersalivasi

    3. Distensi abdomen

    4. Retensi mekonium

    5. Gangguan defekasi

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    muntah kehijauan.

    *

  • C. Penunjang Diagnosis :

    1. Pemeriksaan radiologis :

    a. Foto polos abdomen

    b. Foto kontras saluran cerna

    2. Pemeriksaan laboratorium :

    a. Pemeriksaan lab. rutin : Dl,UL

    b. Pemeriksaan Lab. Khusus

  • ATRESIA ESOPHAGUS

    (panah merah)

  • Atresia esophagus: NGT dalam segmen proksimal esophagus

  • Atresia Esophagus : aspirasi pnemonia

  • Obstruksi usus ok P.Hirschsprungs dilatasi usus halus dan kolon tanpa udara dalam rektum

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    mega kolon : hisrprung

    yang idlatasi proximal

    *

  • Obstruksi usus ok Intussusepsi

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    masuknya segmen proximal ke distal

    *

  • Obstruksi usus halus

  • Barium enema mekonium ileus, terlihat mikrokolon

    ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    mkeonium, hirsprung

    *

  • ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    coil string : pake barium

    *

  • ----- Meeting Notes (11/19/15 10:38) -----

    sa

    *

  • D. Sikap dan Tindakan :

    1. Bayi dipuasakan

    2. Pasang pipa nasogastrik

    3. Pasang infus sesuai kebutuhan

    4. Berikan antibiotika sesuai indikasi

    5. Letakkan bayi dalam penghangat

    6. Siapkan bayi untuk dilakukan pembedahan

    7. Segera rujuk bayi ke RS yang mampu menangani kasusnya

  • II. MALROTASI SALURAN PENCERNAAN :

    Gambaran umum :

    1. Diagnosis sulit ditegakkan

    2. Gejala awal tampak sebagai tanda obstruksi

    3. Setiap obstruksi usus setinggi duodenum dapat dicurigai sebagai adanya malrotasi usus

    4. Obstruksi usus tinggi tinggi parsial selalu disebabkan oleh malrotasi

    5. Malrotasi berbahaya dan menjadi emergensi jika mengalami volvulus

  • Skema malrotasi usus

  • Skema saluran pencernaan

  • Malrotasi

  • Volvulus

  • Volvulus usus

  • Volvulus

  • B. PENUNJANG DIAGNOSIS :

    Radiologi :

    a. Foto polos abdomen :

    hilangnya gambaran udara dalam duodenum

    b. Foto dengan kontras enema barium :

    terlihat gambaran posisi sekum di daerah plexura hepatis

  • C. SIKAP DAN TINDAKAN :

    1. Bayi dipuasakan dan dipasang infus

    2. Pasang pipa nasogastrik

    3. Berikan antibiotika sesuai indikasi

    4. Persiapkan bayi untuk tindakan pembedahan

    5. Segera rujuk bayi ke RS. yang mampu melakukan tindakan pembedahan

  • Close-up operative photograph shows the entire midgut being twisted around a single narrow mesentery.

  • Operative photograph shows the midgut to be dusky but not necrotic.

    Operative Finding :

  • Operative photograph

    showing the midgut to

    be dusky in color.

  • III. PERFORASI SALURAN CERNA :

    Gejala :

    1. Distensi abdomen yang terjadi dengan cepat dan tiba-tiba

    2. Bayi terlihat mengalami gangguan pernafasan

    3. Liver dullnes hilang pada