PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT .secara nyata terhadap peran aktual pemuda dalam pembangunan

Embed Size (px)

Text of PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT .secara nyata terhadap peran aktual pemuda dalam...

PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN

1 MASYARAKAT PEDESAAN

Kasus Penelitian Desa-desa Wilayah Perkotaan, Pinggiran

dan ~edesaan.ai Kabupaten Malang . - Jawa Timur

Oleh

ZAINI ROHMAD

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

1998

YOUTH ROLE IN RURAL COMMUNITY DEVELOPMENT: Research Cases of Rural in City, Suburb, and Rural

In Malang District East Java

Abstract

The aim of this research was to describe the youth role in rural community

development. The research was carried out in District of Malang, East Java in 1997.

The data were collected by questionnaires, consist of 240 youth and 120 opinion

leaders. The data were sampled by Multiple Stage Procedures.

The results show that generally the level of performance role of youth in rural

community development was classified into medium category. The second shows that

the youth of figure play role better or more actives than ordinary youth in rural

community development. There was a difference standard to evaluate the youth role

in rural community development between youth and opinion leaders. The perfor-

mance role of youth were influenced by perceived role that related with socialization.

The role of youth in rural community development were influenced by internal and

external factors. External factors were family conditions and society support. Internal

factors were willingness, ability, perception, and chance and opportunity.

To increase the role of youth in rural community development and human

resources development against the complexity of challenge in development was

offered the strategies for youth empowerment. These were: ingratiation stage, self

monitoiing stage, self evaluation and milieu stage, impression management stage, and

looking glasses stage. These strategies are united components and should not be

separated each other.

RINGKASAN

ZAINI ROHMAD. Peran Pemuda dalam Pembangunan Masyarakat Pedesaan (Kasus Penelitian Desa-desa Wilayah Perkotaan, Pinggiran, dan Pedesaan di Kabupaten Malang Jawa Timur) di bawah bimbingan Pang S. Asngari selaku Ketua, dan H. R Margono Slamet, Siswadi, H. Sarlito Wirawan Sanvono, dan Andin H. Taryoto, masing-masing selaku anggota.

Peran adalah perilaku yang diharapkan sesuai dengan hngsi atau

kedudukannya. Perilaku yang dilakukan pemuda adalah belajar dan berlatih serta

berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Belajar dan berlatih adalah proses

pengembangan diri. Partisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat pedesaan

merupakan proses pematangan diri. Dengan cara demikian diharapkan mereka

(pemuda) kelak menjadi matang dalam menghadapi berbagai gerak pembangunan

masyarakat pedesaan di desanya.

Peran pemuda dalam pembangunan masyarakat pedesaan dapat dibedakan

menjadi tiga, yaitu: (a) peran tertentukan (prescription role atau role enactment); (b)

peran harapan (expectation role); dan (c) peran aktual (performance role) atau

kinerja, yaitu perilaku aktual atau perilaku yang secara nyata dilakukan oleh pemuda

dalam pembangunan masyarakat pedesaan.

Pemuda adalah orang yang berada pada masa transisi untuk memasuki masa

dewasa. Peran pemuda ini sangat sentral, karena berhasil tidaknya mereka melakukan

perannya akan menentukw kedudukan mereka di masyarakat di kemudian hari. Oleh

karena itu, diharapkan pemuda aktif dalam kegiatan pembangunan sebagai proses

pengembangan dan pematangan din. Proses pembentukan dan perubahan perilaku

pemuda ditentukan oleh dua determinan, yakni: (1) determinan kultural, dan (2)

determinan hngsional. Determinan kultural berasal dari lingkungan dan bersifat

obyektif Determinan kultural bagi pemuda dapat berasal dari lingkungan sosial dan

alam. Determinan hngsional berasal dari dalam diri pemuda yang bersangkutan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi peran pemuda dalam pembangunan

masyarakat pedesaan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: (1) faktor yang

berada pada individu pemuda yang bersangkutan, disebut faktor internal, dan (2)

faktor yang berasal dari luar yang langsung mempengaruhi pemuda, dan disebut

faktor eksternal. Faktor internal pemuda adalah kesatuan faktor yang mempengamhi

aktualisasi diri pemuda, dan faktor tersebut mendorong individu pemuda untuk

bettindak. Faktor ekstenal adalah faktor di luar pemuda yang langsung mempengaruhi

pemuda. Faktor tersebut disebut lingkungan sosial. Lingkungan sosial pemuda dapat

diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kondisi keluarga, dan dorongan masyarakat.

Meneliti peran hams mendasarkan pada prinsip, misi dan tugas atau peke rjaan

peran tersebut dikaji. Berdasarkan tugas atau pekerjaan tersebut akan muncul peran

yang diemban yang sesuai dengan fungsi/kedudukannya. Untuk mengetahui posisi

pemuda tersebut hams diketahui secara pasti peran yang dilakukan atau perilaku yang

mereka lakukan dalam masyarakat, khususnya dalam pembangunan masyarakat

pedesaan.

Berdasarkan ha1 tersebut, masalahnya adalah: bagaimana peran yang dilakukan

pemuda dalam pembangunan masyarakat pedesaan?; Secara lebih rinci rumusan

permasalahan penelitian ini adalah bagaimana: (1) peran pemuda dalam pemba-

ngunan masyarakat pedesaan?; (2) faktor internal pemuda dalam pembangunan

masyarakat pedesaan?; (3) faktor eksternal pemuda dalam pembangunan masyarakat

pedesaan; dan (4) hubungan antara faktor internal dan eksternal pemuda dengan peran

aktualnya dalam pembangunan masyarakat pedesaan?

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemuda dalam

pembangunan masyarakat, pedesaan. Secara lebih rinci tujuan penelitian ini adalah:

(1) menemukan gambaran peran pemuda dalam pembangunan masyarakat pedesaan,

(2) menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi peran pemuda dalam pemba-

ngunan masyarakat pedesaan, dan (3) menemukan hubungan antara faktor internal

dan eksternal peran pemuda dalam pembangunan masyarakat pedesaan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dengan mengambil sampel

dari populasi yang ada. Lokasi dan responden yang menjadi sumber informasi

penelitian ini dilakukan melalui multi stage procedures dengan stratifikasi wilayah

perkotaan, pinggiran dan pedesaan di Kabupaten Malang Jawa Timur. Dengan

pendekatan ini, pengambilan sampel dilakukan secara bertahap. Tahap I sampel

wilayah berdasarkan tipe desa, yakni desa-desa wilayah perkotaan, pinggiran dan

pedesaan; Tahap I1 penentuan sampel wilayah kecamatan; Tahap 111 penentuan

sampel wilayah desa; dan Tahap IV penentuan subyek responden dan informan

sebgai sampel penelitian. Tahap I, I1 dan I11 dilaksanakan secara purposive yakni

sesuai dengan tujuan penelitian. Tahap IV dipilih untuk pemuda tokoh secara

purposive, pemuda non tokoh secara random, dan tokoh masyarakat secara

purposive. Setiap kategori diambil dua desa, sehingga terdapat enam desa terpilih

dalam penelitian ini.

Setiap desa secara quota ditentukan 60 orang berdasarkan stratifikasinya,

yakni pemuda yang aktif menjadi pengurus kelompok/organisasi (pemuda tokoh), dan

pemuda yang tidak aktif sebagai sebagai pengurus dan tidak ikut dalam organisasi

(pemuda non tokoh), serta informan tokoh masyarakat (opinion leader). Besar sampel

dalam penelitian ini, setiap desa sebanyak 40 pemuda dan 20 tokoh masyarakat (20

responden pemuda tokoh, 20 responden non tokoh, dan 20 informan tokoh

masyarakat). Jumlah total responden ada 240 responden dan 120 informan tokoh

masyarakat. Metode pengumpul'an data dilakukan dengan wawancara melalui

panduan instrumen (teruji validitas dan reliabilitas) yang dirancang ke dalam 98 item

dengan pedoman isi (content oriented) pada Thurstone dan penyekoran mengikuti

skala Likert. Analisis data menggunakan komputer dengan perangkat SPSS Release

06.00 (SPSS for MS Windows) untuk menganalisis korelasi, ragam, dan regresi, dan

NTSYS dan Excel untuk menganalisis biplot.

Berdasarkan hasil analisis, kasus di lapangan dan pustaka yang mendukung,

diperoleh beberapa kesimpulan. Kesimpulan pertama, Secara umum, kinerja pemuda

dalam pembangunan masyarakat pedesaan menunjukkan pada tingkat sedang.

Kenyataan ini ditunjukkan oleh prosentase kinerja pemuda dalam pembangunan

masyarakat pedesaan, yakni: (a) pada tingkat rendah sebesar 5,4 persen, (b) pada

tingkat sedang sebesar 52,9 persen, dan (c) pada tingkat tinggi sebesar 4 1,7 persen.

Kedua, Tidak terdapat perbedaan secara nyata kinerja pemuda dalam

pembangunan masyarakat pedesaan antara pemuda yang berdomisili di perkotaan

dengan pemuda yang berdomisili di pinggiran atau pedesaan.

Ketiga, Kinerja pemuda dalam pembangunan pertanian tidak menunjukkan

perbedaan secara nyata antara pemuda tokoh dengan pemuda non tokoh. Secara

visual grafik, pemuda non tokoh lebih aktif dalam bidang pertanian. Hal ini

diiebabkan pemuda tokoh lebih tinggi pendidikannya, lebih luas wawasannya dan

lebih banyak pilihan pekerjaannya sehingga mereka kurang tertarik pada bidang

pertanian di samping kurangnya dorongan keluarga dan masyarakat.

Keempat, Terdapat perbedaan pengalaman dan kerangka pikir pame of

reference) antara pemuda dengan tokoh