PENGARUH KOMPENSASI MANAJEMEN, REPUTASI abcd.unsiq.ac.id/source/LP3MPB/Jurnal/Jurnal Ekonomi/2017/Volume 1ii pengaruh kompensasi manajemen, reputasi auditor, profitabilitas dan leverage

  • View
    229

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of PENGARUH KOMPENSASI MANAJEMEN, REPUTASI abcd.unsiq.ac.id/source/LP3MPB/Jurnal/Jurnal...

  • ii

    PENGARUH KOMPENSASI MANAJEMEN, REPUTASI AUDITOR,

    PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN PAJAK

    PADA PERUSAHAAN PERBANKAN KONVENSIONAL YANG

    TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2011 SAMPAI 2015

    Goldy Novrizari Sadewo

    Sri Hartiyah

    Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Sains Al Quran

    ABSTRAK

    This study aims to determine the effect of Compensation Management,

    Reputation Auditor, Profitability, and Laverage against Tax Management On

    Conventional Banking Companies Listed on the Stock Exchange Period 2011

    until 2015. By using purposive sampling method, obtained a sample of 45 data.

    This research was conducted using multiple linear regression analysis with

    significance level of 5%.

    The results showed that the variable compensation of management

    influence on the management of conventional bank tax with the direction of a

    positive coefficient. While variable auditor's reputation, profitability, and

    leverage do not affect the tax management.

    This study only used a sample of manufacturing firms in Indonesia so

    that research results can not be used generally for other industries in

    Indonesia. For further research is expected to add further expanded sample

    for the entire company on the Stock Exchange and Future studies are expected

    to examine the other variables so that in order to get better results.

    Keywords: Tax management, auditor reputation, profitability, and leverage.

  • iii

    Latar Belakang Masalah

    Salah satu sumber dana pemerintah adalah melalui pemungutan pajak.

    Dalam rangka meningkatkan penerimaan negara yang bersumber dari pajak,

    pemerintah melakukan reformasi peraturan perpajakan pada tahun 2008, yang

    mengakibatkan perubahan tarif pajak bagi PPh badan dari yang sebelumnya

    bersifat progressif dengan tarif pajak sebesar 10% hingga 30% menjadi tarif

    proporsional sebesar 28% pada tahun 2009, dan pada tahun 2010 tarif tersebut

    direvisi kembali menjadi 25% yang masih berlaku hingga saat ini. Disamping

    itu, berdasarkan pasal 17 ayat 2b UU No 36 tahun 2008, pemerintah juga

    memberikan fasilitas pengurangan tarif pajak sebesar 5% bagi perusahaan

    terbuka yang 40% atau lebih sahamnya yang disetor serta diperdagangkan di

    BEI dimiliki oleh publik (UU No. 36 tahun 2008).

    Sementara itu pendapatan pajak yang di terima oleh negara selama 5

    tahun terakhir tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Perkembangan prosentase pendapatan pajak tersebut dapat dilihat dalam tabel

    1.1 berikut ini :

    Tabel 1.1. Prosentase Target Pajak Negara 5 Tahun Terakhir

    Tahun Prosentase Target Realisasi

    2011 99,40% 879 Triliun 874 Triliun

    2012 96,40% 1016 Triliun 981 Triliun

    2013 93,80% 1148 Triliun 1077 Triliun

    2014 91,70% 1246 Triliun 1143 Triliun

    2015 84,70% 1761 Triliun 1491 Triliun

    Sumber : Dirjen pajak (2014), dan liputan6.com (2016)

    Berdasarkan fenomena penurunan prosentase penerimaan pajak pada

    tahun 2011 sampai 2015 diatas, kemungkinan yang mengakibatkan tidak

    terealisasinya pajak pada tahun tersebut ada banyak faktor, bisa saja petugas

    pajak yang menyalah gunakan wewenangnya (korupsi). Atau mungkin saja

    perusahaan yang memang lalai atau telat dalam melakukan pembayaran pajak.

    Perencanaan pajak yang masih dalam koridor undang-undang disebut

    penghindaran pajak (tax avoidance). Penghindaran pajak merupakan usaha

    untuk mengurangi hutang pajak yang bersifat legal, kegiatan ini memunculkan

    resiko bagi perusahaan antara lain denda dan buruknya reputasi perusahaan

    dimata publik. Apabila penghindaran pajak melebihi batas atau melanggar

    hukum dan ketentuan yang berlaku maka aktivitas tersebut dapat tergolong

    kedalam penggelapan pajak (tax evasion).

    Fahreza (2014) menyatakan bahwa perusahaan perbankan di Indonesia

    diatur secara ketat dalam melaksanakan kegiatan operasional mereka, dimana

    perusahaan perbankan dimonitor oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) dan

    badan pengawas lainnya. Perusahaan perbankan juga merupakan wajib pajak

    yang harus memenuhi kewajiban perpajakan. Pajak merupakan beban yang

    akan mengurangi laba bersih.

  • iv

    Kompensasi merupakan istilah yang berkaitan dengan imbalan-

    imbalan finansial (financial reward) yang diterima oleh orang-orang

    melalui hubungan kepegawaian mereka dengan sebuah organisasi

    (www.kajianpustaka.com). Selain itu kompensasi digunakan manajemen

    untuk merencanakan, melaksanakan, mengendalikan serta mengembangkan

    sistem dan mekanisme kompensasi dalam suatu organisasi sehingga terbentuk

    suatu keseimbangan penerimaan antara individu dan organisasi (Fitriani, 2012).

    Fahreza (2014) menyatakan dilain pihak, perusahaan diaudit oleh auditor

    independen yang melakukan audit terhadap laporan keuangan perusahaan,

    dimana auditor diharapkan untuk mampu untuk merencanakan dan

    melaksanakan audit dalam rangka memperoleh keyakinan memadai tentang

    apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan

    oleh kekeliruan atau kecurangan.

    Menurut Kanagaretnam et al. (2010) reputasi auditor adalah variabel

    dummy dimana untuk mengukurnya menggunakan proksi kategori jenis firma

    auditor yang melakukan audit atas laporan keuangan apakah ternasuk kategori

    Big 4 (Deloite Touche Tohmatsu, Pricewaterhouse Coopers, Ernst & Young,

    dan KPMG) atau tidak. Auditor juga diharapkan untuk mampu meningkatkan

    akurasi ketepatan perhitungan pajak yang dilakukan oleh manajemen

    perusahaan dalam melakukan perhitungan kewajiban pajak, yang dalam

    perhitungannya berdasarkan laporan keuangan perusahaan.

    Rasio profitabilitas (ROA) menurut Kasmir (2012) adalah rasio yang

    menunjukkan hasil atas jumlah aktiva yang digunakaan dalam perusahaan.

    Selain itu, ROA memberikan ukuran yang lebih baik atas profitabilitas

    perusahaan karena menunjukkan efektifitas manajemen dalam menggunakaan

    aktiva untuk memperoleh laba. Penelitian lain menemukan bahwa besarnya

    profitabilitas perusahaan dapat mengurangi beban pajak perusahaan.

    Penyebabnya adalah karena perusahaan dengan tingkat efisiensi yang tinggi

    dan yang memiliki pendapatan tinggi cenderung menghadapi beban pajak yang

    rendah.

    Rendahnya beban pajak perusahaan dikarenakan perusahaan dengan

    pendapatan yang tinggi berhasil memanfaatkan keuntungan dari adanya

    insentif pajak dan pengurang pajak yang lain yang dapat menyebabkan tarif

    pajak efektif perusahaan lebih rendah dari yang seharusnya (Noor et al., 2010).

    Intensitas kepemilikan aset tetap dapat mempengaruhi beban pajak perusahaan

    karena adanya beban depresiasi yang melekat pada aset tetap. Beban depresiasi

    yang timbul atas kepemilikan aset tetap akan mempengaruhi pajak perusahaan,

    hal ini dikarenakan beban depresiasi akan bertindak sebagai pengurang pajak

    (Blocher et al., 2010).

    Leverage adalah penggunaan dana dari pihak eksternal berupa hutang

    untuk membiayai investasi dan aset perusahaan. Pembiayan melalui hutang

    terutama hutang jangka panjang akan menimbulkan beban bunga yang akan

    mengurangi beban pajak yang harus dibayar oleh perusahaan (Ngadiman dan

    Puspitasari, 2014).

    Menurut Amstrong (2012). Leverage biasanya diukur menggunakan debt

    to asset ratio (DAR). Rasio ini membandingkan antara total kewajiban dengan

  • v

    total aset yang dimiliki perusahaan. Jika perusahaan lebih condong melakukan

    pembiayaan melalui hutang, maka perusahaan akan dibebankan dengan bunga

    yang harus dibayarkan terkait hutang tersebut. Didalam peraturan perpajakan

    Indonesia (UU No. 36 tahun 2008), bunga pinjaman merupakan biaya yang

    dapat dikurangkan dalam perhitungan penghasilan kena pajak. Namun

    sebaliknya apabila perusahaan lebih condong melakukan pembiayaan melalui

    modal, maka perusahaan akan membayarkan dividen yang mana tidak dapat

    dikurangkan dalam perhitungan kena pajak perusahaan.

    Tujuan Penelitian 1. Untuk membuktikan pengaruh kompensasi manajemen terhadap

    manajemen pajak.

    2. Untuk membuktikan pengaruh reputasi auditor terhadap manajemen pajak.

    3. Untuk membuktikan pengaruh profitabilitas terhadap manajemen pajak. 4. Untuk membuktikan pengaruh leverage terhadap manajemen pajak.

    Telaah Teori

    Teori Keagenan (Agency theory)

    Teori agensi (theory agensi) yaitu yang menyatakan mengenai pentingnya

    pemilik perusahaan (pemilik saham) menyerahkan pengelolaan perusahaan

    kepada tenaga profesional (disebut agen) yang lebih mengerti dan profesional

    dalam menjalankan bisnis (Ardiyansyah, 2014). Ruang lingkup korporasi atau

    perusahaan, pemegang saham adalah sebagai prinsipal dan CEO perusahaan

    adalah sebagai agen. Elemen kunci dalam teori keagenan adalah bahwa

    prinsipal dan agen memiliki preferensi atau tujuan yang berbeda (Anthony dan

    Govindarajan, 2005, dalam Ifanda, 2016).

    Masri dan Martani (2012) menjelaskan masalah agensi yang muncul

    dengan adanya manajemen pajak adalah karena adanya perbedaan kepentingan

    antara para pihak prinsipal dan agen, satu sisi manajer sebagai agen

    menginginkan peningkatan kompensasi, sedangkan pemegang saham ingin

    menekan biaya pajak. Pihak prinsipal menginginkan pengembalian keuangan

    yang diperoleh dari investasi mereka diperusahaan tersebut. Prinsipal tidak

    memiliki informasi yang mencukupi mengenai kinerja agen, p