of 15 /15
1 PENGARUH BIAYA OPERASIONAL TERHADAP LABA BERSIH (Studi pada PT. Akasha Wira Internasional Tbk) Oleh: Akbar, S.E., M.M Sri Rahayu Abstrack Laba merupakan ukuran yang sering kali dipakai untuk menilai berhasil tidaknya manajemen suatu perusahaan pada PT. Akasha Wira International Tbk diketahui terdapat permasalahan kenaikan dan penurunan laba setiap tahunnya. Adapun yang dapat mempengaruhi laba salah satunya adalah biaya. Perusahaan harus mampu menekankan biaya produksi maupun biaya operasional serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada, perusahaan mampu menentukan harga jual sedemikian rupa sesuai dengan laba yang dikehendaki, dan mampu meningkatkan volume penjualan sebesar mungkin. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih”. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif antara biaya operasional dengan laba bersih. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran biaya operasional, gambaran laba bersih dan pengaruh biaya operasional terhadap laba bersih PT. Akasha Wira International Tkb. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dan asosiatif. Adapun teknik analisa data yang dipakai adalah uji korelasi pearson product moment, uji regresi linier sederhana, dan koefisien determinasi. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil perkembangan biaya operasional dan laba bersih secara keseluruhan mengalami kenaikan dan penurunan (fluktuatif). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,922 hal ini berarti menunjukan hubungan antara keduanya adalah sangat kuat. Sedangkan dari hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh hasil sebesar 0,850 yang berarti kontribusi Biaya operasional terhadap Laba Bersih yaitu sebesar 85% dan sisanya 15% yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak dibahas pada penelitian ini. Hasil dari persamaan regresi linier sederhana Y= 35.306+1.084X artinya apabila biaya operasional di naikan 1% persen maka laba bersih akan naik sebesar 1.084%. Kata Kunci: Biaya Operasional, Laba Bersih. Pendahuluan Latar Belakang Penelitian Persaingan usaha yang semakin kompetitif. Perusahaan dituntut untuk semakin efisien dalam menjalankan aktivitasnya, sehingga perusahaan dapat lebih efektif dan efisien untuk mendapatkan kinerja keuangan dalam sebuah perusahaan yang lebih baik. Dari kinerja keuangan sebuah perusahaan berdampak pada laba perusahaan yang merupakan suatu hal penting. Laba secara umum merupakan selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanya dalam jangka waktu (priode) tertentu. Semua perusahaan akan selalu mengusahakan peningkatan laba. Untuk memperoleh laba maksimal, salah satunya dengan meminimalisir biaya produksi dan biaya operasional yang akan di keluarkan perusahaan. Dengan laba membuat perusahaan tumbuh dan berkembang, bisa menggunakan kemampuan yang lebih besar, bisa memberikan tingkat kepuasan yang lebih besar pada investor, dan perusahaan bisa memperkuat kondisi perekonomian secara keseluruhan.Tujuan perusahaan antara yang satu dengan yang lainnya belum tentu sama, tapi secara umum tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba yang sebesar-besarnya untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan agar segala kegiatan dalam perusahaan dapat berlangsung dengan baik. Apabila laba meningkat maka akan investasi akan banyak di pasar modal menurut Undang-Undang No 8 tahun 1995. Tentang pasar modal menyatakan bahwa tujuan

“Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih”

  • Author
    others

  • View
    8

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of “Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih”

1
PENGARUH BIAYA OPERASIONAL TERHADAP LABA BERSIH (Studi pada PT. Akasha Wira Internasional Tbk)
Oleh:
Abstrack
Laba merupakan ukuran yang sering kali dipakai untuk menilai berhasil tidaknya manajemen suatu perusahaan pada PT. Akasha Wira International Tbk diketahui terdapat permasalahan kenaikan dan penurunan laba setiap tahunnya. Adapun yang dapat mempengaruhi laba salah satunya adalah biaya. Perusahaan harus mampu menekankan biaya produksi maupun biaya operasional serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada, perusahaan mampu menentukan harga jual sedemikian rupa sesuai dengan laba yang dikehendaki, dan mampu meningkatkan volume penjualan sebesar mungkin. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih”.
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif antara biaya operasional dengan laba bersih. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran biaya operasional, gambaran laba bersih dan pengaruh biaya operasional terhadap laba bersih PT. Akasha Wira International Tkb.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dan asosiatif. Adapun teknik analisa data yang dipakai adalah uji korelasi pearson product moment, uji regresi linier sederhana, dan koefisien determinasi.
Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil perkembangan biaya operasional dan laba bersih secara keseluruhan mengalami kenaikan dan penurunan (fluktuatif). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,922 hal ini berarti menunjukan hubungan antara keduanya adalah sangat kuat. Sedangkan dari hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh hasil sebesar 0,850 yang berarti kontribusi Biaya operasional terhadap Laba Bersih yaitu sebesar 85% dan sisanya 15% yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak dibahas pada penelitian ini. Hasil dari persamaan regresi linier sederhana Y= 35.306+1.084X artinya apabila biaya operasional di naikan 1% persen maka laba bersih akan naik sebesar 1.084%.
Kata Kunci: Biaya Operasional, Laba Bersih.
Pendahuluan Latar Belakang Penelitian
Persaingan usaha yang semakin kompetitif. Perusahaan dituntut untuk semakin efisien dalam menjalankan aktivitasnya, sehingga perusahaan dapat lebih efektif dan efisien untuk mendapatkan kinerja keuangan dalam sebuah perusahaan yang lebih baik.
Dari kinerja keuangan sebuah perusahaan berdampak pada laba perusahaan yang merupakan suatu hal penting. Laba secara umum merupakan selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanya dalam jangka waktu (priode) tertentu. Semua perusahaan akan selalu mengusahakan peningkatan laba. Untuk memperoleh laba maksimal, salah satunya dengan meminimalisir biaya produksi dan biaya operasional yang akan di keluarkan perusahaan. Dengan laba membuat perusahaan tumbuh dan berkembang, bisa menggunakan kemampuan yang lebih besar, bisa memberikan tingkat kepuasan yang lebih besar pada investor, dan perusahaan bisa memperkuat kondisi perekonomian secara keseluruhan.Tujuan perusahaan antara yang satu dengan yang lainnya belum tentu sama, tapi secara umum tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba yang sebesar-besarnya untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan agar segala kegiatan dalam perusahaan dapat berlangsung dengan baik.
Apabila laba meningkat maka akan investasi akan banyak di pasar modal menurut Undang-Undang No 8 tahun 1995. Tentang pasar modal menyatakan bahwa tujuan
2
pembangunan nasional adalah terciptanya suatu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Pasar Modal mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi masyarakat, agar Pasar Modal dapat berkembang dibutuhkan adanya landasan hukum yang kukuh untuk lebih menjamin kepastian hukum pihak-pihak yang melakukan kegiatan di Pasar Modal serta melindungi kepentingan masyarakat pemodal dari praktik yang merugikan.
Secara sederhana, biaya operasional adalah biaya yang terkait dengan menjalankan dan mengelola bisnis. Biaya ini kadang-kadang disebut juga sebagai biaya dalam mengoperasikan perangkat, mesin atau peralatan. Biaya ini adalah sumber daya dalam organisasi untuk mempertahankan proses bisnis, karena biasanya biaya ini adalah biaya sehari-hari yang dikeluarkan dalam kegiatan bisnis normal. Tentunya biaya-biaya ini muncul pada laporan laba rugi. Beberapa hal dapat mempengaruhi biaya ini adalah seperti strategi penetapan harga, harga bahan baku atau biaya tenaga kerja, tetapi karena item-item ini secara langsung berkaitan dengan keputusan yang diambil manajer sehari-hari, tindakan finansial berdasarkan biaya operasional juga merupakan ukuran fleksibilitas manajerial dan kompetensi, khususnya selama menghadapi masa ekonomi yang sulit. Penting juga dicatat bahwa beberapa industri memiliki biaya operasional yang lebih tinggi dari pada yang lain. Inilah sebabnya mengapa membandingkan biaya operasional atau pendapatan hanya bisa dilakukan jika pembandingnya adalah perusahaan dalam industri yang sama dan efisiensi biaya “tinggi” atau “rendah” suatu laba harus dibuat dalam konteks ini juga.
Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Unsur-unsur yang menjadi bagian pembentuk laba ialah pendapatan dan biaya. Biaya merupakan salah satu sumber informasi dalam analisis strategik perusahaan. Pada dasarnya masalah yang sering timbul adalah perencanaan biaya yang kurang sesuai dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Oleh sebab itu untuk mencapai produksi yang efisien, maka diperlukan pengendalian biaya yang akan dikeluarkan. Berhasil atau tidaknya tujuan perusahaan tergantung pada mampu tidaknya perusahaan dalam mencapai tujuan yang sebenarnya baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam mencapai laba perusahaan tidak akan lepas dari penjualan serta biaya, termasuk biaya operasional. Laba bersih berasal dari transaksi pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Transaksi ini diikhtisarkan dalam laporan laba rugi.
PT. Akasha Wira International Tbk yang berdiri pada tahun 1985 yang berada di jakarta. PT. Akasha Wira Internasional yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi air dalam kemasan yang bermerek ades dan vica. Perseroan mengerluarkan produk baru yaitu prouk air kemasan merek ades dengan kemasan baru dan Nestle Pure Life. PT. Akasha Wira Internasional Tbk yang bergerak dalam bidang kosmetik juga yang bermerek Makarizo.
Berdasarkan hasil yang diterima hal ini laporan neraca dan laporan laba rugi PT. Akasha Wira Internasional Tbk, diketahui terdapat perubahan laba bersih dari tahun 2014- 2019.
3
PT. Akasha Wira Internasional Tbk Tahun 2014-2019
Tahun Laba Perkembanga
n Laba % Keterangan
Sumber: Laporan Keuangan PT Akasha Wira Internasional Tbk
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa laba dan beban pajak PT. Akasha
Wira International Tbk mengalami kenaikan dan penurunan selama 6 tahun terakhir yaitu tahun 2014 sampai tahun 2019. Pada tahun 2014 laba sebesar 298.902 dengan beban pajak 2014 sebesar 10.507 pada tahun 2015 laba mengalami kenaikan sebesar 339.702 dengan presentase sebesar 13,64% dan beban pajak 2015 sebesar 11.336 dengan presentase 7,88%. Pada tahun 2016 laba mengalami kenaikan sebesar 459.835 dengan presentase sebesar 35,36% sedangkan beban pajak mengalami penurunan sebesar 5.685 dengan presentase -49,85%. Pada tahun 2017 laba mengalami penurunan sebesar 438.944 dengan presentase sebesar -4,54% sedangkan beban pajak mengalami kenaikan sebesar 12.853 dengan presentase sebesar 26,08%. Pada tahun 2018 laba juga mengalami penurunan sebesar 389.090 dengan presentase sebesar -11,35% dengan beban pajak sebesar 17.102 dan presentase sebesar 33,05%. Dan pada tahun 2019 laba mengalami kenaikan sebesar 417.049 dengan presentase sebesar 7,18% dan beban pajak sebesar 26.294 dengan presentase sebesar 53,74%. Kondisi ini menggambarkan bahwa prusahaan dari segi biaya-biaya yang dikeluarkan semakin besar dan tingkat penjualan yang menurun sehingga mengakibatkan laba menuruan penuruna laba bersih disebabkan oleh beban operasional perusahaan seperti biaya listrik dan bahan baku. Adapun kenaikan laba bersih diakibatkan karena tingkat penjualan semakin besar sehingga laba yang diperoleh meningkat.
Bersadarkan uraian tersubut di atas, maka penyusun tertarik untuk melakukan penelitian dengan juduul: “Pengaruh Biaya Operasional terhadap Laba bersih (Studi Pada PT. Akasha Wira Internasional Tbk).”
Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Perkembangan Biaya Operasional pada PT. Akasha Wira Internasional Tbk. 2. Perkembangan Laba Bersih pada PT. Akasha Wira Internasional Tbk. 3. Pengaruh Biaya Operasional terhadap Laba Bersih Pada PT. Akasha Wira Internasional
Tbk.
4
sebuah laporan keuangan. Laporan keuangan adalah hasil proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang, dicatat dan diolah sedemikian rupa. Laporan akhirpun disajikan dalam nilai uang. Laporan keuangan di susun berdasar dari catatan- catatan dalam akuntansi sebagai sumbernya. Penyusunan laporan keuangan biasanya dilakukan secara teratur dalam interval waktu yang tertentu pula (pada umumnya dilakukan pada setiap akhir tahun buku). Perusahaan akan mengusahakan peningkatan laba. Untuk memperoleh laba maksimal salah satunya dengan meminalisir biaya operasional yang akan dikeluarkan perusahaan. Biaya operasional biaya berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Menurut Sofyan Syafri Haraphap (2011:4) menyatakan bahwa Biaya adalah semua yang dibebankan kepada produk barang dan jasa yang akan dijual untuk mendapatkan pendapatam.
Menurut Rudianto (2013:17) Biaya Operasional adalah komponen biaya perusahaan di luar biaya produksi.
Menurut Mulyadi (2013:37) Biaya Operasional merupakan biaya yang terkait dengan operasional perusahaan yang meliputi biaya penjualan dan administrasi umum, biaya iklan, biaya penyusutan, serta perbaikan dan pemeliharaan.
Menurut Supriyono (2011:43) Biaya Operasional adalah biaya yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan modal kerja. Pengertian dari Biaya Operasional itu sendiri adalah semua biaya yang menunjang penyelenggaraan.
Menurut Jopie Yusuf (2014:41) menyatakan bahwa: “Biaya Operasional adalah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produk perusahaan tetapi berkaitan dengan aktivitas operasi perusahaan sehari-hari”. Sehingga terdapat sub variabel (dimensi) dan indikator biaya operasional adalah sebagai berikut: 1. Biaya Penjualan/pemasaran yaitu biaya yang berkaitan dengan penjualan. Misalnya
biaya promosi, biaya pengemasan barang, biaya gaji, dan komisi penjualan para salesman, dan lain-lain.
2. Biaya admnistrasi dan umum yaitu biaya-biaya yang tidak berhungan dengan penjualan contohnya biaya gaji staf admistrasi, biaya persediaan alat kantor, biaya penyusutan atau sewa gedung kantor, gaji dan fasilitas direksi, dan lain-lain.
Adapun perhitungan yang digunakan dalam biaya operasional dengan rumus:
Sumber: Jopie Yusuf (2014:41)
Dari pengertian tersebut di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa biaya operasional terdiri dari Biaya Penjualan/Pemasaran (biaya yang berupa aktivitas jual beli) dan Biaya Administrasi Umum (biaya yang bukan aktivitas jual beli). Biaya operasional adalah biaya yang berhubungan atau mempengaruhi langsung pada aktivitas perusahaan, secara umum tujuan dari aktivitas perusahaan adalah untuk memperoleh laba, unsur terbesar dari laba adalah pendapatan operasional, dengan kata lain biaya operasional merupakan sumber ekonomi dalam upaya mempertahankan dan mencapai tujuan perusahaan yang lebih maksimal.
Biaya Operasional = Biaya Penjualan/Pemasaran + Biaya Administrasi
Umum
5
Menurut Mulyadi (2013:228) “Laba merupakan ukuran yang seringkali dipakai untuk menilai berhasil tidaknya manajemen suatu perusahaan. Diperoleh melalui hubungan antara harga jual, volume penjualan dan biaya.”
Menurut Kasmir (2011:303) menyatakan bahwa Laba Bersih adalah laba yang dikurangi biaya-biaya yang merupakan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu termasuk pajak.
Menurut Henry Simamora (2013:46) Laba Bersih adalah yang berasal dari transaksi pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Laba dihasilkan dari selisih antara sumber daya masuk (pendapatan dan keuntungan) dengan sumber daya keluar (beban dan kerugian) selama priode waktu tertentu.
Menurut Rahardjo (2010:83), menyatakan bahwa: ”Laba bersih adalah laba sesudah pajak penghasilan di dapatkan dengan mengurangkan laba atau penghasilan sebelum kena pajak dengan pajak penghasilan yang harus di bayar oleh perusahaan.”
Menurut Stice, Stice dan Skousen (2010:241) menyatakan laba sesudah pajak atau laba bersih merupakan laba setelah dikurangi dengan pajak. Laba Bersih dipindahkan kedalam perkiraan laba ditahan atau Ratainer Earning. Dalam perkiraan ini akan diambil suatu jumlah tertentu untuk dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham.
Sub variabel (dimensi) laba bersih menurut Stice, Stice dan Skousen (2010:241) adalah: Laba = Laba kotor pada priode tertentu serta Beban Pajak = Beban pajak perusahaan pada priode tertentu.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Laba Bersih adalah laba operasi dikurangi beban lain-lain termasuk pajak pada suatu periode tertentu. Laba bersih yang berhubungan atau dapat meningkatkan pada pendapatan secara umum tujuan dari aktivitas perusahaan untuk meminimalisir biaya-biaya dengan unsur terbesar dari beban adalah biaya operasional, dengan kata lain laba bersih merupakan sumber keuangan dalam upaya mempertahankan dan mencapai tujuan perusahaan yang lebih optimal.
Menurut Munawir (2012:35) ada beberapa faktor yang mempengaruhi laba bersih yaitu perusahaan harus mampu menekankan biaya produksi maupun biaya operasional serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada, perusahaan mampu menentukan harga jual sedemikian rupa sesuai dengan laba yang dikehendaki, dan mampu meningkatkan volume penjualan sebesar mungkin.
Menurut Jopie Jusuf (2014:43) bahwa pengaruh biaya operasional terhadap laba bersih adalah: “Bila perusahaan dapat menekan biaya operasional maka perusahaan akan dapat meningkatkan laba bersih. Demikian juga sebaliknya, bila terjadi pemborosan biaya, seperti pemakaian alat kantor yang berlebihan, akan mengakibatkan penurunan laba bersih.
Menurut Sugiyono (2016: 42) “paradigma penelitian diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara varibel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan.”
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas dapat diperoleh paradigma penelitian sebagai berikut:
Gambar 1
Metodologi Penelitian Metode Penelitian yang Digunakan
Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu Sugiyono (2014:1). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif deskriptif asosiatif dengan pendekataan kuantitatif. Pendekatan penelitian deskriptif menurut Sugiyono merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel lain Sugiyono (2016:53). Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui biaya operasional dan laba bersih pada PT. Akasha Wira Internasional Tbk., yang dijadikan sampel penelitian. Sedangkan pendekatan penelitian asosiatif menurut Sugiyono adalah merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih Sugiyono (2016:55). Penelitian asosiatif dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari biaya operasional terhadap laba bersih baik secara parsial maupun simultan. Adapun jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Menurut Sugiyono (2016:14) “data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan”. Data yang digunakan berupa angka yang tertera dalam laporan keuangan PT. Akasha Wira Internasional Tbk periode tahun tertentu. Setelah data diperoleh, kemudian hasilnya dipaparkan dan pada akhir penelitian akan dianalisis untuk menguji hipotesis yang diajukan pada awal penelitian ini. Data Penelitian
1. Data yang berhubungan dengan perkembangan biaya operasional PT. Akasha Wira Internasional Tbk tahun 2014 sampai tahun 2019
2. Data yang berhubungan dengan laba bersih perusahaan PT. Akasha Wira Tbk tahun 2014 sampai tahun 2019.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Studi kepustakaaan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan
dengan nilai, budaya dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti, selain itu studi kepustakaan sangat penting dalam penelitian, hal ini dikarenakan penelitian tidak lepas dari literatur-literatur ilmiah. Sugiyono (2016:291).
2. Studi dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari berbagai laporan manual dan materi tertulis lainnya yang terdapat pada unit kerja yang menjadi objek penelitian yang mengetahui kejadian apa saja yang bisa terjadi dan kemungkinan penyebabnya. Sugiyono ( 2016: 138).
Teknik Analisis Data Analisi Biaya Operasional
Biaya operasional adalah keseluruhan biaya sehubungan dengan operasional diluar kegiatan proses produksi, yang termasuk didalamnya adalah biaya penjualan/pemasaran dan biaya administrasi umum. Adapun perhitungan yang digunakan dalam biaya operasional dengan rumus :
7
Laba bersih merupakan selisih antara pendapatan yang diperoleh dengan biaya- biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, yang diperoleh dari transaksi-transaksi atau kejadian yang mempengaruhi badan usaha dalam suatu periode tertentu. Laba bersih dapat diukur dengan rumus :
Dimensi laba bersih Menurut Stice, Stice dan Skousen (2010:241) dapat di hitung yang dengan rumus:
Sumber: Stice, Stice dan Skousen (2010:241)
Analisis Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih
Untuk mengetahui pengaruh biaya operasional dan laba bersih digunakan analisis data dengan metode statistik. Data yang digunakan dalam analisis statistik ini adalah perkembangan biaya operasional sebagai variabel bebas dan laba bersih sebagai variabel terikat. Metode statistik yang digunakan antara lain:
Analisis Korelasi Sederhana (Korelasi Product Moment)
Analsis korelasi sederhana yang akan digunakan adalah rumus koefisien korelasi yang biasa digunakan untuk data yang berbentuk interval/rasio. Rumus yang digunakan menurut Sugiyono (2016:248).
Sumber: Sugiyono (2016:248)
Tabel 2 Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefesien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
Laba Bersih = Laba – Beban Pajak
Biaya Operasional = Biaya Penjualan/Pemasaran + Biaya
Administrasi Umum
Sumber: Sugiyono (2014: 231)
Adapun persamaan umum regresi sederhana dirumuskan sebagai berikut:
Y = α + bX
Sumber: Sugiyono (2016:188)
Lokasi Penelitian
Lokasi peneliti ini Perkantoran Hijau Arkadia, Tower C, Lt. 15, Jalan Tb Simatupang No.88, RT.1/RW.1, Kebagusan, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan.
Hasil Penelitian dan Pembahasaan Perkembangan Biaya Operasional
Berikut adalah adalah tabel data perkembangan Biaya Penjualan PT. Akasha Wira International Tbk.
Tabel 3
Perkembangan Biaya Penjualan PT. Akasha Wira International Tbk Periode 2014-2019
Priode Biaya Penjualan Perkembangan
Sumber: Data Laporan Keuangan PT. Akasha Wira International Tbk
9
Dari tabel tersebut, dapat dilihat Biaya Penjualan pada setiap priodenya mengalami perubahan. Pada tahun 2015 biaya penjualan mengalami kenaikan sebesar 29,23% yang disebabkan oleh kenaikan pada biaya pemasaran. Pada tahun 2016, biaya penjualan PT. Akasha Wira International mengalami kenaikan sebesar 23,65%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan yaitu biaya pemasaran. Sementara pada tahun 2017, terjadi penurunan biaya penjualan yaitu sebesar -3,03% ini disebabkan adanya penurunan yaitu penurunan nilai piutang usaha. Sedangkan pada tahun 2018 penurunan yang terjadi sebesar -21,52% disebabkan karena penurunan yaitu penurunan perbaikan dan pemeliharaan dan penurunan piutang usaha. Pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar -7,54% disebabkan karena adanya penurunan perbaikan dan pemeliharaan.
Dari beberapa penyebab kenaikan dan penurunan biaya penjualan diatas, dapat diketahui bahwa komponen paling besar mempengaruhi fluktuasi pada biaya penjualan adalah biaya pemasaran dan piutang usaha pada PT. Akasha Wira International Tbk.
Berikut tabel data perkembangan Biaya admistrasi dan umum PT. Akasha Wira International Tbk Priode 2014-2019.
Tabel 4 Perkembangan Biaya Administrasi dan Umum
PT. Akasha Wira International Tbk Priode 2014-2019
Priode Biaya
2015 71.139 -7.767 -9,84 Turun
2016 84.977 13.838 19,45 Naik
2017 82.415 -2.562 -3,01 Turun
2018 78.475 -3.94 -4,78 Turun
2019 78.542 67 0,86 Naik
Sumber: Data Laporan Keuangan PT. Akasha Wira International Tbk Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa Biaya Aministrasi dan Umum setiap priodenya mengalami fluktuasi, baik mengalami penurunan maupun kenaikan. Pada tahun 2015, biaya administrasi dan umum PT. Akasha Wira International mengalami penurunan sebesar - 9,84%, disebabkan oleh sewa perijinan dan asuransi. Sedangkan pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 19,45% kenaikan yang cukup besar ini disebabkan karena adanya peningkatan yang cukup besar pada biaya administrasi dan umum adalah peningkatan pada gaji dan tunjangan karyawan. Pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar -3,01% disebabkan oleh amortisasi. Penurunan juga kembali pada tahun 2018 yaitu sebesar -4,78% hal ini disebabkan oleh amortisasi. Sedangkan pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,86% yang disebabkan oleh gaji dan tunjangan karyawan.
Dari beberapa penyebab kenaikan dan penurunan Biaya Administrasi dan umum diatas, dapat diketahui bahwa komponen paling besar mempengaruhi fluktuasi pada Biaya Administrasi dan umum PT. Akasha Wira International Tbk adalah gaji dan tunjangan karyawan dan amortisasi.
Berikut adalah hasil perhitungan data BiayaOperasional pada PT. Akasha Wira International Tbk.
10
Periode 2014-2019
Priod e
Biaya Penjualan
2015 219.872 71.139 291.011 41.967 Naik
2016 28.265 84.977 383.242 92.231 Naik
2017 289.213 82.415 371.682 -11.560 Turun
2018 226.946 78.475 305.421 -66.261 Turun
2019 209.818 78.542 288.360 -17.061 Turun
Sumber: Data Laporan Keuangan PT. Akasha Wira International Tbk yang telah diolah
Dari tabel dapat dilihat bahwa Biaya operasional pada perusahaan PT.Akasha Wira International Tbk mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Pada tahun 2015 biaya operasional mengalami kenaikan sebesar 41.967%, pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 92.231%, sedangkan pada tahun 2016 biaya operasional mengalami penurunan sebesar - 11.560%, penurunan juga kembali pada tahun 2018 yaitu sebesar -66.261%, pada tahun 2019 biaya operasional mengalami penurunan sebesar -17.061%. Penurunan ini terjadi karena tidak banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya penjualan dan biaya administrai dan umum. Perkembangan Laba Bersih
Untuk melihat perkembangan Laba Bersih penulis menyajikan data Laba dan Beban Pajak sebagai komponen dari Laba Bersih PT. Akasha Wira International Tbk.
Berikut adalah tabel perkembangan Laba PT. Akasha Wira International Tbk periode 2014-2019 :
Tabel 6 Perkembangan Laba PT. Akasha Wira International Tbk
Periode 2014-2019
2015 339.702 40.800 13,64 Naik
2016 459.835 120.133 35,36 Naik
2017 438.944 -20.891 -4,54 Turun
2018 389.090 -49.854 -11,35 Turun
2019 417.049 27.959 7,18 Naik
Sumber: Data Laporan Keuanagn PT. Akasha Wira International Tbk Dari tabel di atas dapat dilihat pada tahun 2015 laba PT. Akasha Wira International
Tbk mengalami peningkatan yang cukup besar sebesar 13,64% yang disebabkan oleh peningkatan penjualan yang dijual juga penurunan beban pokok penjualan. Pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 35,36%. Hal ini disebabkan oleh penjualan yang
11
dijual. Sementara pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar -4,54% yang disebabkan oleh beban pokok penjualan. Pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar -11,35% yang disebabkan oleh penurunan beban pokok penjualan. Sementara pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 7,18%. Hal ini sebabkan oleh penjualan yang di jual.
Dari beberapa penyebab kenaikan dan penurunan Laba di atas dapat diketahui komponen yang paling besar mempengaruhi fluktuasi pada Laba PT. Akasha Wira International adalah penjualan yang dijual dan beban pokok penjualan
Berikut adalah tabel data perkembangan Beban Pajak PT. Akasha Wira International periode 2014-2019:
Tabel 7 Perkembangan Beban Pajak PT. Akasha Wira International Tbk
Periode 2014-2019
2015 11.336 829 7,88 Naik
2016 5.685 -5.651 -49,85 Turun
2017 12.853 7.168 1,26 Naik
2018 17.102 4.249 33,05 Naik
2019 26.294 9.192 53,74 Naik
Sumber: Data laporan keuangan PT. Akasha Wira International Tbk Dari data di atas dapat dilihat bahwa beban pajak penghasilan pada PT. Akasha
Wira International pada tahun 2015 pajak penghasilan mengalami kenaikan sebesar 7,88% disebabkan oleh pajak penghasilan yang harus di bayar saat ini lebih besar. Pada tahun 2016 pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar -49,85% yang disebabkan oleh pajak penghasilan yang harus di bayar saat ini lebih kecil dari pada pajak penghasilan yang harus di bayar di masa mendatang. Pada tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 1,26% yang di sebabkan pajak penghasilan yang hasrus di bayar saat ini lebih besar. Pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 33,05%. sementara pada tahun 2019 mengalami kenaikan yang sebesar 53,74% yang di sebabkan oleh pajak penghasilan yang harus di bayar saat ini oleh perusahaan lebih besar.
Berikut adalah hasil perhitungan data Laba Bersih pada PT. Akasha Wira international Tb:
Tabel 8 Perkembangan Laba Bersih PT. Akasha Wira International Tbk
Periode 2014-2019
% Selisih %
Sumber: Data olahan laporan keuangan
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Laba Bersih pada perusahaan PT. Akasha Wira International Tbk mengalami fluktuasi setiap tahunnya pada tahun 2015 laba bersih mengalami kenaikan sebesar 39.871%, pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 125.884%, pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar -28.059%, pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar -54.103% dan pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 18.767%. Penurunan ini terjadi karena dari segi biaya-biaya yang dikeluarkan semakin besar sehingga mengakibatkan laba bersih menjadi menurun. Pengaruh Biaya Operasional terhadap Laba Bersih
Untuk mengetahui apakah Biaya Operasional berpengaruh atau tidak terhadap Laba Bersih pada PT.Akasha Wira International Tbk, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan 3 teknik analisa, yaitu analisa koefisien korelasi sederhana yang digunakan untuk mengukur kuat lemahnya hubungan antara variabel X dan variabel Y, analisa regresi sederhana yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y, dan analisa koefisien determinasi yang digunakan untuk mengukur besarnya presentase kontribusi penentu variabel X yang mempengaruhi variabel Y.
Analisis Korelasi Sederhana
Analisis korelasi sederhana dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS v.21. Berikut tabel hasil perhitungan korelasi antara Biaya Operaional terhadap Laba Bersih:
Tabel 9 Hasil Analisis Korelasi Sederhana
Correlations
13
Sumber: Hasil pengolahan data dengan SPSS v.21
Berdasarkan tabel 4.7 di atas diperoleh nilai korelasi sebesar 0,922. Untuk memberikan interprestasi terhadap nilai korelasi yang diperoleh digunakan kriteria korelasi yang diberikan pada Bab III. Nilai korelasi yang diperoleh sebesar 0,922, dimana nilai tersebut berada pada interval 0,80-1,00 sehingga dapat ditafsirkan bahwa hubungan antara Biaya Operasional (X) terhadap Laba Bersih (Y) pada PT. Akasha Wira Internatuional Tbk. Mempunyai hubungan yang sangat kuat. Analisis Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui besarnya presentase kontribusi penentu Biaya operasional yang mempengaruhi variabel Laba Bersih, dapat dilihat dari hasil berikut:
Tabel 10 Hasil Analisis Koefisien Determinasi
Model Summary
1 .
a. Predictors: (Constant), Biaya Operasional
Dari tabel di atas bahwa terlihat bahwa nilai R Square sebesar 0,850 %, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa besarnya kontribusi Biaya Operasional (X) terhadap Laba Bersih (Y) adalah sebesar 0,850% dan sisanya 15% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam biaya operasional.
Analisis Regresi Sederhana
Tabel 11 Hasil Analisis Regresi Sederhana
Coefficientsa
14
Biaya Operasional
1.084 .228 .922 4.763 .009
a. Dependent Variable: Laba Bersih Sumber: SPSS v.21, Data diolah Secara umum rumus perhitungan regresi linier sederhana adalah Y= a + bx. Dari
hasil perhitungan SPSS v21 diatas maka dapat diketahui bahwa persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
Y= 35.306+1.084X Dimana: a = angka konstan dari penelitian ini nilai nya sebesar 35.306, artinya tanpa pengaruh dari
Biaya Operasional, maka nilai Laba Bersih sebesar 35.306. b = angka koefisien regresi. Dalam penelitian ini nilainya 1.084, ini menunjukan bahwa
setiap penambahan 1% Biaya Operasional maka Laba Bersih akan ikut naik sebesar 1.084%.
Kesimpulan dan Saran Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan PT. Akasha Wira International Tbk maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Perkembangan Biaya Opersional PT.Akasha Wira International Tbk selama 6 tahun dari
tahun 2014 sampai tahun 2019 secara keseluruhan cenderung mengalami kenaikan dan penurunan (fluktuasi). Kenaikan dan penurunan (fluktuasi) pada Biaya Operasional PT. Akasha Wira International Tbk ini disebabkan karena adanya peningkatan dan penurunan (fluktuasi) pula pada Biaya Penjualan dan Biaya Administrasi dan Umum PT. Akasha Wira International Tbk.
2. Perkembangan Laba Bersih PT. Akasha Wira International Tbk dalam 6 periode terakhir secara keseluruhan cenderung mengalami kenaikan dan penurnan (fluktuasi). Kenaikan dan penurunan (fluktuasi) pada Laba Bersih PT. Akasha Wira International ini disebabkan karena adanya kenaikan dan penurunan (fluktuasi) pula pada komponen Laba dan Beban Pajak Penghasilan PT. Akasha Wira International Tbk.
3. Berdasarkan hasil perhitungan di ketahui korelasi anatara Biaya Operasional dengan Laba Bersih adalah 0,922 yang berarti bahwa keduanya adalah hubungan yang “ Sangat Kuat”. Kemudian analisis regresi linier sederhana Y=35.306+ 1.084X, artinya bahwa setiap peningkatan 1% Biaya Opersaional akan mempengaruhi peningkatan Laba Bersih sebesar 1.084%. Dan apabila Biaya Operaional = 0, maka nilai Laba Bersih 35.306. Sedangkan dari hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai R Square 0,850, nilai ini mengandung arti bahwa Biaya Operasional (X) terhadap Laba Bersih (Y) adalah sebesar 85% dan sisanya sebesar 15% dipengaruhi oleh fakto-faktor lain yang tidak termasuk dalam Biaya Opersaional.
Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan diatas, maka penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut: 1. Menurut Jopie Jusuf (2008:43) “Bila perusahaan dapat menekan biaya operasional
maka perusahaan akan dapat meningkatkan laba bersih. Demikian juga sebaliknya, bila
15
terjadi pemborosan biaya, seperti pemakaian alat kantor yang berlebihan, akan mengakibatkan penurunan laba bersih.” Perusahaan pada PT. Akasha Wira International Tbk di harapkan dapat menekan sebisa mungkin pengeluaran biaya yang digunakan agar tingkat Biaya Operasional semakin menurun maka peningkatan laba perusahaan dapat dicapai.
2. Menurut Hansen (2014:26) menyatakan bahwa “Laba Bersih merupakan selisih positif laba usaha dengan beban diluar usaha. Laba bersih menggambarkan hasil usaha perusahaan baik itu dari kegiatan uatama perusahaan, maupun kegiatan di luar perusahaan. Laba bersih ini memeberikan gambaran bahwa selama satu periode tertentu, perusahaan telah berhasil memperoleh laba dari kegiatan utama perusahaan dan kegiatan diluar kegiatan utama”. Perusahaan yang dalam hal ini PT.Akasha Wira International Tbk di harapkan dapat menjaga laba dan meningkatkan laba perusahaan dari kegiatan-kegiatan perusahaan agar tujuan perusahaan secara umum dapat tercapai
3. Menurut Munawir (2012:35) ada beberapa faktor yang mempengaruhi laba bersih yaitu perusahaan harus mampu menekankan biaya produksi maupun biaya operasional serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada, perusahaan mampu menentukan harga jual sedemikian rupa sesuai dengan laba yang dikehendaki, dan mampu meningkatkan volume penjualan sebesar mungkin. Salah satu faktor yang mempengaruhi laba bersih adalah biaya. Biaya operasional merupakan sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk mendukung operasi atau kegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut. Dalam hal ini PT. Akasha Wira International Tbk di harapkan dapat menggunakan biaya operasional sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat meningkatkan laba bersih di PT. Akasha Wira International Tbk ini.
Daftar Pustaka Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Analisis Krisis atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada. Henry Simamora. 2013. Pengantar Akuntansi II. Jakarta: Bumi Aksara. Jusuf, Jopie. (2014). Analisis Kredit untuk Account Officer. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama. Kasmir, 2011, Analisis Laporan Keuangan, Edisi 1, Cetakan 4, Penerbit PT Raja Grafindo
Persada, Jakarta. Munawir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty. Mulyadi. 2013.Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Keempat. Jakarta: salemba Empat. Rudianto. 2013. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Erlangga Rahardjo, Budi. (2010). Keuangan dan Akuntansi untuk Manajer Non Keuangan. Edisi
Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu. Stice, Stice, Skousen. 2010. Akuntansi Keuangan, Buku I Edisi 16. PT Raja Jakarta:
Grafindo Persada. Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif R&B.
Bandung: Aflabeta. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta Supriyono. 2011. Akuntansi Biaya Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok. Buku 1
Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.