of 42/42
PEMERIKSAAN MOTORIK Detty Ardhyasari FK UPN- 1220221129

PEMERIKSAAN MOTORIK

  • View
    349

  • Download
    60

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ppt pemeriksaan motorik

Text of PEMERIKSAAN MOTORIK

  • PEMERIKSAAN MOTORIKDetty ArdhyasariFK UPN- 1220221129

  • PENDAHULUANSistem motorik adalah sistem yang bertanggung jawab terhadap kerja kelompok-kelompok otot, yaitu inisisasi gerakan volunter dan terampil.

    Serabut serabut motorik bersama sama input yang berasal dari sistem-sistem yang terlibat dalam kontrol gerakan yang meliputi sistem ekstrapiramidal, vestibular, serebellar dan propioceptive afferent semuanya bergabung didalam badan-badan sel neuron pada cornu anterior medulla spinalis.

    Dari sel cornu anterior impuls dibawa ke otot.

  • Lesi UMN (upper motor neuron) ditandai oleh:kelemahan, kekakuan (spasticity), hiper refleks, refleks primitif

    Lesi LMN (lower motor neuron) ditandai oleh:kelemahan, hipotonus, hiporefleksi, atrofi dan fasikulasi.

  • Fasikulasi adalah gerakan halus otot dibawah kulit dan menandakan adanya LMN.Fasikulasi disebabkan oleh denerfvasi pada seluruh motor unit yang diikuti oleh hiper sensitif terhadaf asetilcolin pada otot yang mengalami denervasi.Atrofi otot yang timbul biasanya bersamaan dengan fasikulasi. Fibrilasi adalah kontraksi spontan pada serabut otot secara individu sehingga tidak teramati oleh mata telanjang

  • Pada gangguan ekstrapiramidal didapatkan:gangguan pd tonus otot, gerakan otot abnormal yg tdk dpt dikendalikan, gangguan pd kelancaran gerakan otot volunter dan gangguan gerak otot asosiatif.

    Gangguan pada serebelum mengakibatkan gangguan gerak berupa :gangguan sikap dan tonus, ataksia, dismetria, dan tremor intensi.3 fungsi penting dr serebelum : keseimbangan, pengatur tonus otot, pengelola dan pengkoordinasi gerakan volunter

  • Paralisis atau kelemahan/ kelumpuhan tampak pada posisi tubuh abnormal.

    Lesi di sentral biasanya menyebabkan kelemahan/ kelumpuhan yang lebih besar pada otot ekstensor daripada otot fleksor di ekstremitas superior, sebaliknya pada ektremitas inferior kelemahan/ kelumpuhan lebih besar pada otot fleksor.

  • Pemeriksaan Sistem Motorik :posisi tubuhtrofi otottonus ototkekuatan otot

  • Pada tiap bagian badan yg dapat bergerak harus dilakukan:InspeksiPalpasiPemeriksaan gerakan pasifPemeriksaan gerakan aktifKoordinasi gerak

  • Sikap : pada waktu pasien berdiri, duduk, berbaring, bergerak, daan berjalanBentuk : adanya deformitas/tdkUkuran : simetris/tdk, besar (isi) kontur (bentuk) otot (atrofi/hipertrofi) Adanya gerak abnormal yang tidak dapat dikendalikan : tremor, khorea, atetose, distonia, balismus, spasme, tik, fasikulasi, dan miokloni1. INSPEKSI

  • Pasien diminta mengistrahatkan ototnya, kemudian ototnya dipalpasi utk menentukan konsistensi, nyeri tekan menilai tonus otot2. PALPASI

  • Tonus Otot

  • Pasien diminta mengistirahatkan ekstremitasnyaPemeriksa menggerakkan pada bagian sendinyaLalu menilai tahanannyaKadang-kadang tahanan didapatkan satu jurusan saja, misalnya tungkai sukar difleksikan tetapi mudah diekstensikan terdapat pada lesi di traktus piramidalis. Bandingkan dengan simetrisnyaPada gangguan sist ekstrapiramidalis dpt dijumpai tahanan yg sama kuatnya (rigiditas)3. PEMERIKSAAN GERAK PASIF

  • Menilai kekuatan (kontraksi) otot. Utk mengetahui adanya kelumpuhan/tdk, dengan menggunakan 2 cara :Pasien diminta menggerakkan bagian ekstremitas/badannya dan pemeriksa menahan gerakan iniPemeriksa menggerakkan bagian ekstremitas/badan pasien dan pasien disuruh menahan4. PEMERIKSAAN GERAK AKTIF

  • Interpretasi Kekuatan Otot

  • Sikap kepala Tahanan jika kepala digerakkan scr pasifGerakan aktif dgn menyuruh pasien menekukkan kepala ke depan-belakang-samping kiri dan kanan-rotasiPemeriksa menilai tenaganya, membandingkan tenaga gerakan ke kiri dan kananKEPALA

  • Perhatikan atrofi ada/tdk otot tenar, hipotenar, dan otot intrinsik tanganPeriksa gerakan jari-jari (tenaga fleksi, ekstensi, abduksi, dan adduksi)Periksa tenaga menggenggamPergelangan tangan (pronasi dan supinasi)Persendian siku (fleksi dan ekstensi)Persendian bahu (rotasi, atas dan bawah, depan dan belakang)Otot pektoralis mayor, lattisimus dorsi, seratus magnus, deltoid, biseps dan trisepsANGGOTA GERAK ATAS

  • Pronator drift merupakan indikator kelumpuhan/ kelemahan UMN. Pada UMN otot supinator ekstemitas superior lebih lemah dari pronator, sehingga cenderung pronasi. Tes ini juga baik untuk menguji konsistensi interna, sebab pasien yang pura-pura akan selalu menjatuhkan tangan tanpa disertai pronasi.

  • Otot fleksor jari disarafi olehC8 melalui N medianus.

  • Erektor spina:Pasien sedang berdiri, diminta untuk mengambil suatu barang dari lantaiJika pasien menderita kelemahan m.erektor spina, pasien sukar berdiri kembali. Pasien berdiri dengan bantuan tangannya yang diletakkan pada lutut, paha, dan kemudian mendorongnya sampai berdiri lagiKadang terlihat lordosis

    Otot dinding perutBADAN

  • Otot dinding perutPasien berbaring disuruh mengangkat kepalanyaPerhatikan peranjakan dari pusarPusar beranjak ke daerah sehatMinta pasien batuk, otot yang lemah akan menonjolPerhatikan apakah pasien dapat duduk dari sikap berbaring tanpa mendapat bantuan dari tangannyaOtot yang ikut bekerja dalam hal ini ialah otot dinding perut dan otot ilipsoasBADAN

  • Gerakan pada persendian jari-jari, pergelangan kaki, lutut, paha. Selain itu, juga diperiksa kuadriseps femoris, illiopsoas, adduktor, abduktor, dan fleksor tungkai bawahANGGOTA GERAK BAWAH

  • Hasil Pemeriksaan:

  • Ada 2 hal yg harus diperhatikan :Dismetria : gerakan yg tdk mampu dihentikan tepat waktunya/tepat pd tempat yg ditujuGangguan gerakan : berkurangnya kerja sama antar otot. Dapat ditandai dgn adanya disdiadokokinesia5. KOORDINASI GERAK

  • ***