of 84 /84
PATOLOGI TELINGA Dyah Febriyanti

PATOLOGI TELINGA

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PATOLOGI TELINGA

Citation preview

PATOLOGI TELINGA

PATOLOGI TELINGADyah Febriyanti1PENYAKIT / KELAINAN TELINGA LUAR2

Kongenital Mikrotia, bats ear, lobus bifidus, hemangioma, fistula preaurikulerTrauma Maserasi, othematoma, pseudoothematomaRadang Dermatitis, perikondritisNeoplasmaJinak, ganas

Trauma : laserasiKonginetal Atresia Treacher-Collins SyndromeKippel Fail Dvana SyndromeMoebius SyndromeBenda Asing Dari luarDari dalam : serumen, cholesteatoma externaRadang : Otitis ExternaNeoplasma : jinak, ganas

3Kongenital4PseudoothematomaOthematomaTRAUMA5Perikondritis

6FIG. 32 Cauliflower ear, a deformity of the pinna resulting from repeated trauma

7Radang89NeoplasmaKeloidAterom kista sebasea, kista retensi.Ca sel squamousCa sel basalMelanoma Maligna

10LIANG TELINGA11Colesteatoma Externa Merupakan timbunan di squama dr epitel gepengBerlapis-lapis, debris & serumen di liang telinga bagian dalam

Gejala : liang telinga tersumbat, rasa sakit karena desakan pada tulang menyebabkan erosi, kadang keluar cairan dari telinga yang bauTherapy : dikeluarkan

12OTITIS EKSTERNA DIFUSADEFINISIInfeksi pada kulit Meatus Akustikus EksternusKUMAN PENYEBABStreptokokus, stafilokokus atau jamurKELUHANGatal, kadang2 nyeriTelinga berairPendengaran normal atau sedikit berkurang13

14

15GEJALAMeatus sekret serous (alergi),purulen (kuman)abu-abu/hitam (jamur)Kulit Meatus udim.

TERAPIKasa steril 5 x 0,5 cm, dibasahi larutan burowi ganti tiap hariNistatin (untuk jamur)Tetes Telinga mengandung Neomisin 0,5% dan Polimiksin B sulfat (untuk bakteri)Antihistamin untuk gatalMetampiron (simptomatik)

HINDARI !!!Kebiasaan korek-korek telinga.

16 OTITIS EXTERNA SIRCUM SCRIPTA Furunkel = bisulGejala : rasa sakit yang dapat menjalar sampai kepala, leher, bahu baik secara spontan maupun setelah disentuh (saat mengunyah, tragus pain, buka mulut)

Pemeriksaan : sakit tekan liang telinga, tragus, daerah mastoid & temporalOtalgiNyeri tekan tragus,nyeri tarik aurikulumnyeri waktu buka mulutPendengaran normalSuhu badan subfebril

Therapy : antibiotic, analgesic, topical, bila perlu insisi17TERAPI

Lokal Tampon Burowi . Mengurangi oedem . Rasa dingin . Mengisap debris

Kloksasilin 4 kali 500 mg

Paracetamol 3 kali 500 mg

Abses insisi

18OTOMIKOSIS

DEFINISIInfeksi jamur superfisial pada liang telinga luar

ETIOLOGIAspergillus niger dan Kandidi albicansKELUHAN GEJALAGatal, nyeri telingaAdanya debris yang berisi hiphae

19TERAPI AntihistamineObat anti jamur (Nystatin)Analgesik (oral) Tampon Burowi 5%

20OTITIS EKSTERNA BULOSABENTUKSerosaHemoragika Timbul bersamaan dengan influenza

KELUHAN OtalgiSekret serus / berdarah

PEMERIKSAANBula di MAE / Membran timpani21 DIAGNOSA BANDING- OMK dgn Granulasi Papiloma

TERAPIInfluenzaAnalgetik/ antipiretik

22KORPUS ALIENUM MAESering dijumpai Sering sebagai kasus darurat

Benda yang masuk Serangga, biji, kapas, dll

TerapiSerangga matikan dgn cairan, langsung diambil, ekstraksi dgn haak / pinsetBiji Irigasi dgn air hangatKapas Ekstraksi dgn haak / pinset23

24SERUMENLunak Kapas lidi, irigasi dgn air hangat

KerasEkstraksi dgn haakSulit diambil tetesi dgn Carbolgliserin 10% lunak irigasi

25 TRAUMA M.A.E.Penyebab : korek telinga kecelakaan lalulintas

Terapi : Tampon steril/ betadine Analgetik

26

OTITIS EXTERNA MALIGNA

PREDISPOSISI : KELEMAHAN UMUM, LEUKEMIA, ARTERIOSCLEROSIS

LOKASI : ISTHMUS LIANG TELINGA

ETIOLOGI :~ PSEDOMONAS AERUGINOSA YG MENGELUARKAN~ NEUROTOXIN CRANIAL / NEUROPATI~ EXOTOXIN NEKROSE, JAR. PERIAURICULA, KEL. PAROTIS

THERAPY : SANGAT SUKAR, BILA BELUM MELUAS DGN NEKROTOMI

27PatologiTelinga Tengah28

Tuba Paten AbnormalMioklonus PalatumObstruksi Tuba EustachiiPalatoschizisBarotrauma

Otitis Media:

Supuratif : OMA, OMSKNon Supuratif: akut, kronikMastoiditis Akut29Tuba Paten AbnormalTuba eustachii selalu terbukaAkibatnya : otofoni dan sensasi penuh / tersumbatPenyebab :- jaringan adiposa sekitar tuba hilang (misalnya oleh karena malnutrisi, penyakit kronik [rinitis atrofi & faringitis kronik], dan gangguan otot [myastenia gravis])- juga terjadi pada wanita yang memakai pil KB atau pria dengan kelebihan estrogenPada otoskopi didapatkan :- membrana tympani tipis + atropi dapat bergerak keluar masuk sesuai gerakan respirasi (a telltale)Terapi : cukup dengan obat sedasi saja pertimbangkan pemasangan pipa ventilasi (Grommet)30Mioclonus PalatumOtot palatum mengalami klonus ritmis secara berkala dan terdengar suara klik pada penderita / pemeriksaPenyebab : ?, dikaitkan dengan :lesi vaskuler (multiple sklerosis, aneurisma A. vertebralis)tumor dan lesi lain di batang otak / serebelumTidak perlu terapi31Obstruksi Tuba EustachiiCausa :- radang nasofaring dan adenoid- tumor nasofaring- corpus alienum (tampon posterior Bellocq pada epistaxis)- trauma operasi seperti adanya jaringan sikatriks post op adenidektomi dan kerusakan pada M. tensor veli palatinaKlinis : terbentuk cairan serosa mirip Otitis Media Serosa

32PalatoschizisTerjadi gangguan pada M. tensor veli palatina yang terlambat untuk membuka tubaAkibatnya terjadi peradangan middle ear- otitis media serosa berulang- tympanosklerosis- OMSKTerapi : koreksi palatoschizis sedini mungkin33BarotraumaMerupakan suatu keadaan akibat terjadinya perubahan tekanan mendadak (dengan perbedaan >90 cmHg) di luar telinga yang menyebabkan otot tuba tidak mampu berfungsi untuk membuka tuba. (msl : dalam pesawat atau kapal selam)Sehingga menyebabkan tekanan negatif dalam cavum timpani sequestrasi cairan dari pembuluh darah kapiler mukosa, dan kadang bisa rupturGx : penurunan pendengaran, otalgia, otofoni, perasaan terdapat air dalam telinga, kadang tinitus dan vertigoTx : - konservatif dengan dekongestan lokal dan manuver valsava (bila tidak terdapat ISPA)- bila cairan menetap selama beberapa minggu myringotomi dan pemasangan pipa ventilasi (Grommet)- preventif dengan mengunyah permen saat pesawat naik / mendarat34Otitis MediaDefinisi :Peradangan sebagian atau seluruh mukosa cavum timpani, tuba eustachii, antrum mastoid, dan sel sel mastoid

Pembagian :Otitis Media Supuratif Akut (OMA)Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)Otitis Media Non Supuratif / Serosa AkutOtitis Media Non Supuratif / Serosa Kronik35Otitis Media Supuratif Akut (OMA)DefinisiInfeksi akut yang mengenai mukoperiosteum cavum timpani dengan disertai pembentukan sekret purulen

Kuman Penyebab :S. pneumoniae, H. influenzae, S. aureus, S. pyogenes, B. catarrhalis

Patofisiologi :Penyebaran melalui :Rhinogen ISPA menjalar melalui hidung & nasofaring ke dalam cavum timpani, dimana mukosa mengalami inflamasi berupa hiperemi dan odema, termasuk dalam mukosa tuba eusatchii sehingga tersumbat gangguan fx drainase dan ventilasi kavum timpani vakum transudat terbentuk (hydrops ex vacuo)Melalui membrana tympani yang robekHematogen penurunan daya tahan tubuh

36Otitis Media Supuratif Akut (OMA)StadiumGejalaOtoskopiTxKataralDiawali ISPA akut (batuk, pilek)Telinga terasa penuh, grebeg2, gangguan pendengaran, kadang otalgiaMembrana timpani tampak hiperemi, yaitu : Cekung ke medialManubrium mallei tampak memendekProcessus brevis menonjolPlka anterior menghilangRefleks cahaya kadang tampak air fluid levelTts hidung (dekongestan)Antibiotik(untuk mengatasi penyebab)Simtomatik

37Otitis Media Supuratif Akut (OMA)StadiumGejalaOtoskopiTxSupurasi / BombansOtalgia hebatGangguan pendengaranFebris, batuk, pilekPada bayi anak, kadang disertai dengan gelisah, rewel, febris konvulsi, gastroenteritisOtorea (-)Membrana timpani tampak bombans dan sangat hiperemi, kadang terdapat pulsasiSekret di MAE (-)MyringotomiDekongestanAntibiotik

38Otitis Media Supuratif Akut (OMA)StadiumGejalaOtoskopiTxPerforasiOtorea mukopurulenGangguan pendengaranOtalgia dan febris meredaBatuk dan pilek (+)Membrana timpani perforasi di sentral (biasanya kuadran antero-inferior), kecil, warna hiperemi, pulsasi (+)Sekret mukopurulen

MyringotomiAntibiotikDekongestanObat cuci telinga (H2O2 3%)39Otitis Media Supuratif Akut (OMA)StadiumGejalaOtoskopiTxResolusiGejala sudah meredaKadang masih terdapat tinitus dan gangguan pendengaranTelinga keringMembrana timpani sudah pulih menjadi normal kembali, perforasi (+), hiperemiSekret (-)AntibiotikAdvise (jgn dikorek, jgn kemasukan air)40Otitis Media Supuratif Akut (OMA)Penatalaksanaan :AntibiotikLini I : Amoxyciline : dewasa 3 4 x 500 mg/hr (PO) anak anak 50 mg/kgBB/hrErytromycine (dosis = Amoxyciline)Cotrimoxasole : dewasa (TM 40 mg, SMZ 400 mg) 2 x 2 tablet anak anak (TM 20 mg, SMZ 200 mg) 2 x 1 cthLini II (bila kuman sudah resisten) :kombinasi Amoxycilline dan As. Klavulanat 3 x 625 mg/hrSefalosporine generasi II / III (Cefuroxime, Cefixime, Cefadroxyl, dll)

Perbaikan fx drainase dan ventilasi tuba eustachii :dekongestan : pseudoefedrin 3 x 30 60 mg/hr selama 5 7 hari (PO) atau tts hidung efedrin 1% (dws), 0,5% (anak) 3 x 3 tts/hr41Otitis Media Supuratif Akut (OMA)Penatalaksanaan :Evakuasi Mukopus (pada stadium Perforasi) dengan cara myringotomi- dilakukan insisi membrana tympani pars tensa di kuadran postero-inferior- syarat : a vue (membrana tympani terlihat langsung) penderita tenang dan dapat dikuasai penerangan baik- komplikasi : perdarahan akibat trauma pada telinga luar, dislokasi ossikula, trauma pada fenestra rotundum, trauma N. VII, trauma bulbus jugulare

Simtomatik untuk ISPA : analgetik, antipiretik42Otitis Media Supuratif Akut (OMA)KomplikasiMastoiditis koalesen akut (& abses subperiosteal) terjadi empyema dlm rongga mastoid o/k terjadi blokade pada epitympanumKomplikasi intrakranial (meningitis + abses otak)Parese N. VII o/k gx penekananLabirintitis43Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)DefinisiInfeksi kronik >2 bulan yang mengenai mukoperiosteum cavum timpani dan os mastoid

Kuman Penyebab :S. pyogenes, S. Albus, Proteus, sp, Psedomonas, sp, E. coli, Bacteroides, sp

Patofisiologi :Terjadi o/k :OMA yang terlambat atau terapi tidak adekuatVirulensi kumanDaya tahan / gizi / hygiene penderita yang buruk (msl : o/k penyakit kronis DM, TBC paru, dll)Adanya faktor rhinogen (adenoid, rhinitis, sinusitis) & eksogen (perforasi membrana timpani)44Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)Gambaran patologis membrana tympani :perforasi : sentral, marginal, atticperubahan patologis mukosanya :hipertrofi (pembesaran sel)degenerasi (granulasi, polip)metaplasi (sel berubah jadi squamous)perubahan jaringan tulang : osteitis (destruksi / nekrosis)45Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)Secara klinis, dibagi :Menurut aktivitas :OMSK aktifOMSK tenangMenurut tipe nya dibagi menjadiOMSK tipe benigna = tipe mukosa = tipe tenangOMSK tipe maligna = tipe tulang = tipe bahaya (tipe degeneratif + tipe metaplastik)46Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)OMSK tipe benigna (tipe tubo timpanal) :Disebabkan peradangan atau oklusi tuba eustachiusTerbatas pada mukosa, perforasi sentral / subtotal, pars tensa mukosa tebal / hypertrofi, granulasi / cholesteatoma (-)sekret mukoid tidak berbauggn pendengaran ringan s/d sedang tuli konduktif

OMSK tipe malignatipe degeneratif (perforasi besar / total di pars tensa, granulasi dan polip (+))tipe metaplastik (perforasi attik / marginal, cholesteatome (+), terjadi destruksi tulang nekrosis sekret bau busuk)47Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)Cholesteatomemerupakan kista epiteal yang berisi deskuamasi epitel keratin yang terus terbentukpatogenesis terjadinya ada 3 teori :invaginasi (o/k tekanan negatif dalam cav.timpani lapisan luar Membrana timpani tertarik)migrasi (sel migrasi o/k perforasi)metaplasi (sel kuboid berubah mjd sel epitel bertatah)implantasi (terjadi secara iatrogenik oleh karena proses implantasi oleh karena post op, trauma)48Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)Dx ditegakkan mell :Ax :Otorea 6 8 mggSekret kental busuk mengalami destruktifSekret encer kental terjadi hipertrofi mukosaPendengaran berkurangAkibat sekret, perforasi, kerusakan ossikulaTuli karena gangguan konduktif tapi bisa juga tuli persepsi bila radang menyerang labirinPmxOtoskopi : sekret (+), perforasi(+), keadaan mukosa tebal, terdapat granulasi, polip, cholesteatomaAudiogram / tes garpu tala : tuli konduksi / campuranFoto Rontgen mastoid schuller : selulae kabur, sklerotik, berongga, ada cholesteatoma

49Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)Penatalaksanaan :Tipe benignastadium aktif : dilakukan pembersihan (kapas / suction / H2O2 3%) atau diberi tts telinga ofloxacine / chloramfenikol 1 2% selama 3 5 hrAntibiotik : Clindamycine 3 x 150 300 mg/hr selama 5 7 hari PO atau Amoxycilline 3 4 x 500 mg/hr POpengobatan sumber infeksi dan alergi (k/p)stadium tenang : diberi advise dan dianjurkan untuk myringoplastiTipe malignadianjurkan mastoidektomi50Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)Komplikasi :Abses retroaurikulerParese N. VIILabirintitisIntrakranial (Meningitis, Abses Ekstradural, Abses Otak)51Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)Penatalaksanaan Komplikasi :Abses retroaurikuler- insisi abses- Antibiotik : Penicillin Prokainamide 2 x 0,6 1,2 jt IU/hr (IM) + Metronidazol 3 x 250 500 mg/hr (PO) atau Clindamycine 2 x 300 600 mg/hr (IV) atau 3 x 150 300 mg/hr (PO) selama 10 14 hari- mastoidektomi radikal urgentParese N. VIImastoidektomi radikal urgen + dekompresi N. VIIrehabilitasiLabirintitismastoidektomi urgenIntrakranial (Meningitis, Abses Ekstradural, Abses Otak)Antibiotik : Ampicilline 6 x 2 3 g/hr (IV) + Chloramfenicol 4 x 1 g/hr atau Seftriakson 1 2 g/hr (IV)bila meningitis teratasi segera mastoidektomi radikal 52Otitis Media Non Supuratif / Serosa AkutDefinisiPeradangan yang ditandai dengan terbentuknya sekret dalam kavum timpani secara tiba tiba yang disebabkan adanya gangguan fx tuba & tanpa adanya infeksiPenyebab :Oklusi tuba (msl. Pada barotrauma) tjd efusiInfeksi Virus (ISPA)AlergiIdiopatik53Otitis Media Non Supuratif / Serosa AkutDx klinikAx :Telinga terasa tersumbat / pendengaran Suara sendiri terdengar nyaring di telinga sehat (diplacusis binauralis)Kadang terasa seperti ada cairanKadang agak nyeri pada awal oklusiTinitus, vertigo sampai pusing

Otoskopi :Retraksi membrana tympaniAir fluid level (+) / gelembung udara

Tes garpu tala tuli konduksi54Otitis Media Non Supuratif / Serosa AkutTatalaksana :Vasokonstriktor lokalManuver valsavaDekongestan + AntihistaminBila 2 mgg tidak membaik dilakukan myringotomi, bl perlu dipasang grommet (pipa ventilasi)55Otitis Media Non Supuratif / Serosa KronikDefinisi :Peradangan yang ditandai dengan terbentuknya sekret dalam kavum timpani dalam waktu lama dan terjadi secara bertahap (banyak pada anak2)Penyebab :OMA yang sembuh tidak sempurnainfeksi virusalergiggn mekanis dalam tuba56Otitis Media Non Supuratif / Serosa KronikDx klinik:AX :Keluhan dimana tuli lebih menonjolNyeri (-)Berlangsung lamaKeluar sekret kental seperti lem (glue ear)Otoskopi :-Didapatkan membrana timpani utuh s/d retraksi, warna suram, kekuning2an s/d kemerah2an atau agak kelabu-Sekret kental seperti lem57Otitis Media Non Supuratif / Serosa KronikTatalaksana :-Miringotomi atau pemasangan pipa ventilasi (Grommet)dekongestan, antihistaminAtasi faktor penyebab : Alergi, adenoiditis, rhinitis, sinusitis, hipertrofi tonsil58Otitis Media AdhesivaDefinisi :Keadaan terjadinya jaringan fibrosis dalam cavum timpani akibat proses peradangan yang berlangsung lama sebelumnya (msl : OMSK)Keadaan ini menyebabkan terjadinya kerusakan mukosa dan terbentuk jar. fibrotik s/d terjadi ankilosis (immobilized ossikula)Dx :Ax : keluhan pendengaran + ada riwayat nyeri telingaOtoskopi : membrana timpani suram s/d retraksi berat disertai atropi atau timpanosklerosis plaque (bag. Berwarna putih seperti lempeng kapur)Tx : timpanoplasti59Middle Ear AtelectasisDefinisi :Retraksi sebagian atau seluruh membran timpani akibat gangguan fx tuba kronisDx :Ax : Gangguan pendengaran (-) / ringanOtoskopi :Membrana timpani tipis + atrofiRetraksi ringan hanya 1 kuadran saja (kasus ringan)Seluruh membrana timpani dapat menempel pada ossicula s/d promontorium (kasus berat)Komplikasi : erosi ossikula + mengganggu pola migrasi epitel mencetuskan pembentukan cholesteatomeTx : (masih kontroversial), dilakukan pemasangan pipa ventilasi untuk menormalkan tekanan. Jika cara ini tidak berhasil dan diduga mulai terbentuk cholesteatome maka dapat dilakukan eksisi + graft membran timpani 60Otitis Media TuberculosaDefinisiRadang kronik cav. timpani oleh kuman M. tuberculosisAsal : rhinogen (masuk melalui tuba) + hematogen (dari paru)Dx :Ax : keluhan berupa otorhea (bau), nyeri (-), pendengaran Otoskopi : sekret serous, bau busuk (o/k adanya destruksi), bila infeksi 2nd (+) sekret purulenMembrana timpani perforasi >1Audiogram : tuli beratFoto Thorax : KP (+)Tx : lokal ootoiletumum obat TB61Mastoiditis AkutDefinisiInfeksi akut yang mengenai mukosa + sel mastoid yang merupakan kelanjutan dari OMA yang tidak teratasi

Kuman penyebab :S. pneumoniae, S. aureus, H. inflenzae

Patofisiologi :Keradangan pada mukosa kav. timpani pada OMA dapat menjalar ke dlm mukosa antrum mastoid tjd gangguan pengaliran sekret pada aditus ad antrum + penumpukan sekret di antrum empyem destruksi sel mastoid62Mastoiditis AkutDxAx :- nyeri + rasa penuh di belakang telinga- otorhea terus menerus selama >6 mgg- febris / subfebris- pendengaran Pmx :- aurikula terdorong ke antero - infero lateral- sulkus retroaurikuler menghilang (terdapat infiltrat (abses retroaurikuler)- nyeri tekan pada planum mastoid- otoskopiDinding belakang atas MAE menurun (staging)Perforasi membrana timpaniReservoir SignSekret mukopurulenPmx tambahan : Rontgen Mastoid Schuller tampak kerusakan sel sel mastoid (rongga empyema (+))63Mastoiditis AkutKomplikasi :Abses subperiosteal (retroaurikula)Parese N. VIILabirintitisIntrakranial (abses perisinus, abses extradural, meningitis, abses otak)64Mastoiditis AkutTatalaksana :Operatif : mastoidektomi sederhanaAntibiotik : Ampicillin / Amoxycillin 4 x 500 1000 mg/hr selama 7 10 hr, atauErytromycin 3 4 x 500 mg/hr selama 7 10 hrAnalgesik / Antipiretik65Mastoiditis KronisDefinisiInfeksi akut yang mengenai mukosa + sel mastoid yang berlangsung lama

Patofisiologi :Keradangan pada mukosa kav. timpani pada OMA dapat menjalar ke dlm mukosa antrum mastoid melalui aditus ad antrum tjd gangguan pengaliran sekret pada aditus ad antrum + penumpukan sekret di antrum empyem destruksi sel mastoid66Mastoiditis KronisDxAx :- nyeri + rasa penuh di belakang telinga- otorhea terus menerus- febris / subfebris- pendengaran Pmx :- aurikula terdorong ke antero - infero lateral- sulkus retroaurikuler menghilang (terdapat infiltrat (abses retroaurikuler)- nyeri tekan pada planum mastoid- otoskopiDinding belakang atas MAE menurun (staging)Perforasi membrana timpaniReservoir SignSekret mukopurulenPmx tambahan : Rontgen Mastoid Schuller tampak kerusakan sel sel mastoid (rongga empyema (+))67Mastoiditis KronisKomplikasi :1. extrakranialpus menembus dinding lateral mastoid Abses subperiosteal (retroaurikula)pus menembus ujung mastoid masuk fascia M. sternokleidomastoideus Abses Besoldpus menembus fascia M. digastricus Abses MouretTindakan : Insisi, antibiotik, mastoidektomi2. IntratemporalParese N. VIILabirintitis3. Intrakranial (abses perisinus, abses extradural, meningitis, abses otak)68Mastoiditis KronisTatalaksana :Operatif : mastoidektomitujuan :- menghilangkan sumber infeksi- mencegah komplikasi- mempertahankan pendengaran / rekonstruksiAntibiotik + Simtomatik6970PENYAKIT TELINGA DALAM

70TINITUSmerupakan fenomena psiko-akustik murni, sehingga tidak dapat diukur

Ada 2 macam :1, obyektif2. subyektif

7120/03/201272 ETIOLOGI TINITUS

1. kelainan sel koklea 2. hipertensi endolimfatik 3. kelainan saraf a. n.VIII, misalnya tumor b. otak , misalnya aterosklerosis4. gangguan konduksi suara a. serumen obsturan b. cairan di telinga tengah c. fiksasi otosklerotik stapes 7220/03/201273 5. kelainan vaskuler telinga tengah a. otosklerosis vaskuler yang luas b. tumor mirip carotid body , dll6. kontraksi kronis otot telinga tengah a. m. stapedius b. m. tensor timpani 7. vibrasi serviko kranial a. penyempitan karena aterosklerosis b. dilatasi karena aneurisma7320/03/201274

1/251Lokas penyebab tinitus

7420/03/201275VERTIGOadalah perasaan berputar

ada beberapa macam yaitu :Vertigo spontan bila timbul tanpa pemberian rangsang mis : meniere syndromeVertigo posisi akibat perubahan posisi kepala, timbul karena rangsang oleh kupula kanalis semisirkularis oleh debrisVertigo kalori bila pada pemeriksaan kalori dirasa adanya vertigo7520/03/201276 VERTIGO OTOLOGIK

- berhubungan dengan otitis media akut - berhubungan dengan otitis media kronis, kolesteatom - post trauma - vertigo posisi jinak - neuronitis vertibuler - neuroma akustik - hidrops endolimfatik - penyakit Meniere - alergi - lues76 LABIRINITIS

ETIOLOGI :

Trauma : mekanik & akustik,Congenital, Benda asing, NeoplasmaCholesteatoma dan OMKMastoiditisTrauma : rudapaksa & operasi telinga

Sehingga menyebabkan : gangguan pendengaran : - tinnitus & kekuranganpendengaranGangguan keseimbangan 77 Jalannya infeksi melalui :fistel canalis semisirkularis lal / horisontalis Foramen rotundumForamen ovale Sehingga :- merusak basis stapes - Merusak promontorium (sangat jarang) - aquaductus cochlearis 78GEJALA UMUM : - Vertigo ( gangguan keseimbangan ) - kurang pendengaran ( gangguan pendengaran ) - tumpah / mual - Keluar keringat dingin - Perasaan takut mati ( jika parah )

PERLUASAN ( KOMPLIKASI ) - intrakranial melalui perineural / perivaskuler - Sub arachnoid aquaductus cochlearis ( perilimfe ) - duramater ductus endolimfatik ( endolimfe )79

80KLASIFIKASI :

SIRKUMSKRIPTA- purulenta- serosa

DIFUS- serosa- purulenta akut- purulenta kronis- fibrosis

LATEN

81LABIRINITIS SIRKUMSKRIPTA Kausa : - operasi telinga ( mastadektomi ) - tumor ganas - tumor jinak : glomus jugulare ( pembesaran bulbus jugularis di dasar cavum timpani ) - kolesteatoma : mendestruksi caps. Labirin menembus bagian tulang Karena itu sering disebut juga : fistula labirin 82GAMBARAN KLINIK- Fistula sign, degan cara : a. Valsava = hidung+mulut ditutup, lalu menyebul b. Pneumomassage c. Tekan tragus Membuat perubahan tekanan di liang telinga shg tekanan dilanjutkan ke fisula vertigo Catatan : duct. Cochlearis 0,25 mm Cupula 120 cavum timpani 0,25 ml 83LABIRINTIS DIFUSA Etiologi : otitis media akuta Post.Operatif : mastoidektomi & stapedektomi

Labirintis difusa serosa causa : otitis mediaPada pemeriksaan :- hiperemis - permeabilitas kapiler bertambah, sehingga terjadi exudasi cairan serofibrinosa ke perilimfe dapat juga ke membrane timpani sekunder. 84Labirintis difusa supurativacausa : otitis media supurativaPERJALANAN MELALUI : a. Lig. Anulare pada foramen ovale b. Membrane timpani

Gambaran Klinis L. Serosa & L. Purulenta : - pusing - gangguan keseimbangan - Gangguan pendengaran - halusinasi gerakan

85Dx banding : Ld purulenta = - vertigo spontan - Nyeri spontan - Mual muntah walaupun tdk bergerak - Jika sembuh pulih normal seperti semula Berkurang bahkan dapat menjadi tuli total

Ld serosa = - vertigo ringan - mual tumpah berkurang - Gangguan pendengaran berkurang - jika sembuh bekas berkurang dan dapat normal kembali 86Terima Kasih87