PANTAI DAN PESISIR (GEOGRAFI)

  • Published on
    10-Jun-2015

  • View
    25.187

  • Download
    5

Transcript

Pantai dan PesisirPantai dan Pesisir merupakan dua istilah yang berbeda akan tetapi keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan karena samasama berhubungan dengan laut.

A. PesisirPesisir adalah bagian permukaan bumi yang terletak antara pasang naik dan pasang surut. Pada waktu pasang naik, pesisir tertutup oleh air laur dan pada waktu pasang surut nampak berupa daratan. Oleh karena itu, pesisir sama panjangnya dengan pantai. Lebar pesisir tidak sama untuk semua pantai, tergantung pada jenis pantainya. Pada pantai-pantai yang sangat landai lebar pesisir dapat mencapai beberapa puluh meter. Pada waktu surut, pesisir nampak terbentang memanjang sepanjang pantai dan merupakan bentangan pasir yang indah sehingga dapat dijadikan salah satu objek wisata pantai. Pada pantai-pantai yang curam, lebar pesisir sangat sempit karena ketika pasang naik, air laut tertahan oleh dinding pantai sehingga tidak dapat mengalir lebih jauh ke arah daratan. Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara darat dan laut; ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut meliputi bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran (Soegiarto, 1976; Dahuri et al, 2001). Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP.10/MEN/2002 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan Pesisir Terpadu, Wilayah Pesisir didefinisikan sebagai wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang saling berinteraksi, dimana ke arah laut 12 mil dari garis pantai untuk propinsi dan sepertiga dari wilayah laut itu (kewenangan propinsi)1

untuk kabupaten/kota dan ke arah darat batas administrasi kabupaten/kota. Potensi-potensi Sumber Daya Alam (SDA) di daerah pesisir yang dapat dimanfaatkan antara lain: Estuaria (daerah pantai pertemuan antara air laut dan air tawar) ; berpotensi sebagai daerah penangkapan ikan (fishing grounds) yang baik. Hutan mangrove (ekosistem yang tingkat kesuburannya lebih tinggi dari Estuaria) ; untuk mendukung kelangsungan hidup biota laut. Padang Lamun (tumbuhan berbunga yang beradaptasi pada kehidupan di lingkungan bahari) ; sebagai habitat utama ikan duyung, bulubabi, penyu hijau, ikan baronang, kakatua dan teripang. Terumbu Karang (ekosistem yang tersusun dari beberapa jenis karang batu tempat hidupnya beraneka ragam biota perairan). Pantai Berpasir (tempat kehidupan moluska) ; memiliki nilai pariwisata terutama pasir putih.

Pesisir merupakan daerah yang rawan terhadap proses abrasi serta kerusakan yang ditimbulkan oleh aktifitas manusia. Oleh sebab itu, daerah-daerah pantai harus dilestarikan fungsinya.

B. PantaiPantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut atau bagian daratan yang terdekat dengan laut. Perbatasan daratan dengan laut seolah-olah membentuk suatu garis yang disebut garis pantai. Panjang garis pantai ini diukur mengeliling seluruh pantai yang merupakan daerah teritorial suatu negara. Indonesia merupakan negara berpantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Panjang garis pantai Indonesia tercatat sebesar 81.000 km.

2

Pantai 90 mile Australia

Keadaan dan bentuk pantai berbeda pada setiap tempat. Beberapa jenis pantai yang sering dijumpai antara lain: Pantai landai, yaitu pantai yang bentuknya hampir rata dengan permukaan laut. Laut di pantai landai biasanya sangat dangkal. Pantai landai dijumpai di pantai sebelah timur Pulau Sumatra, pantai sebelah utara Pulau Jawa, dan Pantai Selatan Kalimantan. 2) Pantai curam atau pantai terjal, yaitu pantai yang bentuknya curam menghadap ke laut oleh karena pegunungan yang membentang sepanjang pantai sehingga lereng yang curam langsung berbatasan dengan laut. Pada pantai ini sering terdapat gua-gua pantai akibat pukulan ombak yanhg berlangsung setiap saat. Pantai curam banyak ditemukan di pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa dan pantai-pantai lainnya yang lautnya berbatasan dengan daerah pegunungan. 3) Pantai karang, yaitu di sepanjang pantainya ditemukan banyak pulau-pulau karang, misalnya di pantai timur laut Benua Australia. 4) Pantai mangrove (pantai bakau), yaitu pantai yang ditutupi oleh hutan bakau, banyak terdapat di daerah tropis dan banyak lumpur, serta sering tergenang air terutama ketika pasang naik. Pantai mangrove banyak terdapat di pantai timur Sumatra dan pantaipantai rendah lainnya di seluruh Nusantara.1) 3

Pantai Terjal

Pantai Landai

Ekosistem Pantai/Pesisir dan Manfaatnya Bagi ManusiaGaris pantai Indonesia panjangnya kurang lebih 81.000 km, wilayah pesisirnya mempunyai ekosistem yang sangat beraneka ragam antara lain ; hutan bakau, terumbu karang, rumput laut, dan padang lamun. 1) Hutan Bakau Ekosistem pantai memiliki ciri tersendiri dibandingkan dengan ekosistem di tempat-tempat lainnya. Ekosistem pantai ditandai dengan berkembangnya tipe hutan bakau (mangrove) sehingga ekosistem pantai dapat juga disebut ekosistem hutan bakau, khususnya di daerah tropis. Hutan bakau/hutan payau/hutan pasang surut adalah sejenis hutan tropika yang khas tumbuh dan berkembang di kawasan pinggir pantai dan muara-muara sungai. Pohon-pohonnya mempunyai akar-akar tunjang untuk bernafas. Akarnya melengkung dan mencuat ke atas sehingga tidak4

selamanya terendam air. Lingkungan fisik tempat tumbuhnya hutan bakau meliputi daerah pasang surut sampai airnya asin dan tanahnya berlumpur. Hutan bakau tersebar di sepanjang pantai Indonesia, terutama pada pantai yang datar seperti pantai timur Sumatra, pantai utara Pulau Jawa, pantai selatan Kalimantan, dan pantai-pantai lainnya yang ditumbuhi bakau secara alami. Hutan bakau dapat hidup dengan subur kalau wilayah pesisir tersebut memenuhi syarat-syarat seperti berikut: Terlindungi dari gempuran ombak dan arus pasang surut yang kuat. Daerahnya landai atau datar. Memiliki muara sungai yang besar dan delta. Aliran sungai banyak mengandung lumpur. Temperatur antara 20-40 C. Kadar garam air laut antara 10-30 per mil. Hutan bakau di Indonesia merupakan yang terluas di dunia, akan tetapi sekarang banyak hutan bakau yang telah musnah dan rusak akibat penebanganpenebangan, baik diambil kayunya untuk dijadikan arang maupun diubah menjadi tambak-tambak ikan. Perkiraan luas hutan bakau di dunia sekitar 18 juta hektar. 8,6 juta hektar diantaranya atau 47,8% berada di Indonesia. Sayang sekali dari 8,6 juta hektar yang ada di Indonesia, hanya tinggal sekitar 32% yang baik, sedangkan selebihnya 68% atau 5,9 juta hektar telah musnah dan rusak. Berdasarkan identifikasi dan penelitian Dirjen Rehabilitasi Lahan, kerusakan hutan bakau yang terbesar terdapat di luar kawasan hutan yang mencapai 4,2 juta hektar (87,5%) sedangkan di dalam kawasan hutan mencapai 1,7 juta hektar (44,73%).5

Kawasan hutan bakau banyak menyediakan nutrisi (makanan bergizi) bagi makhluk-makhluk lainnya pada ekosistem tersebut. Makhluk hidup yang banyak ditemukan di ekosistem ini antara lain ikan, kepiting, udang, siput, tiram, cacing, burung, monyet, dan pada beberapa ekosistem pantai terdapat pula buaya. Ekosistem pantai yang tertutup hutan bakau memiliki manfaat yang besar bagi manusia. Manfaat ekosistem hutan bakau antara lain: Perlindungan pantai dari abrasi Akar-akar pohon bakau yang mencuat di atas tanah dapat menahan hantaman ombak dari laut sehingga terhindar dari bahaya abrasi pantai. Penahan perembesan air asin ke daratan Dengan adanya pohon-pohon bakau di tepi pantai, perembesan air asin ke daratan dapat terbendung. Kemusnahan hutan bakau di tepi pantai akan mengakibatkan perembesan (instrusi) air asin jauh ke daratan. Contoh: di pantai Jakarta dari 1.200 hektar hutan bakau tahun 1988, pada tahun 2003 hanya tinggal 327 hektar (27%), sehingga menyebabkan instrusi air laut telah mencapai 14 km atau tepatnya sudah sampai di kawasan Monumen Nasional (Monas). Tempat perlindungan hewan dan ikan Hutan bakau yang didiami oleh berbagai jenis hewan dan tumbuhan menjadi tempat perlindungan bagi ikan kecil, udang, dan kepiting dari pemangsa-pemangsanya dan juga tempat perlindungan dari gerakan ombak yang kuat. Tempat perkembangbiakan ikan, udang, dan kepiting Banyak jenis-jenis ikan tertentu, udang, dan kepiting bertelur di dalam hutan bakau, dan setelah cukup dewasa baru pergi ke laut lepas seperti ikan-ikan lainnya. Penahan sedimen dan zat makanan Akar-akar pohon bakau akan menahan sedimen-sedimen yang dibawa oleh air dari hasil erosi di kawasan itu. Sedimen-sedimen yang dibawa oleh air mengandung banyak zat-zat makanan yang6

diperlukan oleh pohon-pohon bakau sehingga pohon bakau tumbuh subur. Daun-daun itu akhirnya membusuk dan terurai menjadi sumber makanan makhluk lainnya. Penghasil kayu Kayu dari pohon bakau banyak dijadikan arang untuk bahan bakar. Kayunya selain dijadikan arang, ada pula yang dijadikan bahan bangunan, bahkan perekat untuk pembuatan plastik, pembuatan kertas, dsb. Pariwisata Hutan bakau yang luas dan masih alami, banyak didatangi wisatawan untuk dinikmati keindahan dan kesunyian alaminya.

2) Terumbu Karang Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Hewan karang bentuknya aneh, menyerupai batu dan mempunyai warna dan bentuk beraneka rupa. Hewan ini disebut polip, merupakan hewan pembentuk utama terumbu karang yang menghasilkan zat kapur. Polip-polip ini selama ribuan tahun membentuk terumbu karang. Zooxanthellae adalah suatu jenis algae yang bersimbiosis dalam jaringan karang. Zooxanthellae ini melakukan fotosintesis menghasilkan oksigen yang berguna untuk kehidupan hewan karang. Di lain pihak, hewan karang memberikan tempat berlindung bagi zooxanthellae. Terumbu karang merupakan ekosistem yang khas terdapat di daerah tropis. Meskipun terumbu karang terdapat di seluruh perairan dunia, tetapi hanya di daerah tropis terumbu karang dapat berkembang dengan baik. Terumbu karang terbentuk dari endapan-endapan kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme karang, alga berkapur, dan organismeorganisme lain yang menghasilkan kalsium karbonat.7

Gambar polip

Dalam ekosistem terumbu karang ada karang yang keras dan lunak. Karang batu adalah karang yang keras disebabkan oleh adanya zat kapur yang dihasilkan oleh binatang karang. Melalui proses yang sangat lama, binatang karang yang kecil (polip) membentuk kolobi karang yang kental, yang sebenarnya terdiri atas ribuan individu polip. Karang batu ini menjadi pembentuk utama ekosistem terumbu karang. Walaupun terlihat sangat kuat dan kokoh, karang sebenarnya sangat rapuh, mudah hancur dan sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Terbentuknya ekosistem terumbu karang tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut: Kedalaman sekitar 10 m dari permukaan laut. Temperatur antara 25-29 C. Kadar garam antara 30-35 per mil. Ada tidaknya sedimentasi. Kalau terjadi sedimentasi, pertumbuhan terumbu karang terhambat, kalau tidak terjadi sedimentasi pertumbuhan cepat. Luas terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60.000 km2. Terumbu karang yang dalam kondisi baik hanya 6,2 %. Kerusakan ini pada umumnya disebabkan 3 faktor, yaitu: 1. Keserakahan manusia. 2. Ketidaktahuan dan ketidakpedulian. 3. Penegakan hukum yang lemah. Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi ekologis dan fungsi ekonomis. Fungsi Ekologis Terumbu Karang Penyedia nutrien biota perairan. Tempat bagi

Fungsi Ekonomis Terumbu KarangMenghasilkan berbagai jenis ikan, udang, alga, teripang, dan kerang 8

berkembangbiaknya biota perairan. sebagai pelindung pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh gelombang atau ombak laut, sehingga manusia dapat hidup di daerah dekat pantai.

mutiara. Bahan bangunan dan jalan serta bahan industri. Bahan baku cinderamata dan bahan perhiasan.

Pemandangan bawah laut yang dihiasi oleh terumbu karang

3) Rumput Laut Rumput laut adalah salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Tumbuhan rumput laut hanya dapat hidup pada perairan dimana tumbuhan muda yang kecil mendapatkan cukup sinar matahari.9

Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Rumput laut

Rumput laut di perairan Indonesia tersebar hampir di seluruh propinsi. Oleh masyarakat yang hidup di daerah pesisir, rumput laut dimanfaatkan sebagai bahan makanan misalnya untuk lalapan, sayur, manisan, dan kue. Rumpur laut juga dimanfaatkan dalam bidang industri kosmetik sebagai bahan pembuat sabun, krim, lotion, dan sampo. Dalam industri farmasi digunakan untuk membuat tablet, salep, dan kapsul. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut antara lain: Kejernihan air laut. Suhu perairan sejuk. Arus laut tidak begitu deras. Kedalaman laut antara 20-30 m. Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah10

pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.

4) Padang Lamun Salah satu sumberdaya alam laut yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan adalah padang lamun atau sea grass. Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal. Sama halnya dengan padang rumput di daratan, lamun juga membentuk padang yang luas dan lebar di dasar laut sehingga dinamakan padang lamun. Lamun hidup di perairan laut dangkal berlumpur, agak berpasir lunak, dan tebal. Padang lamun sering terdapat di perairan laut antara hutan bakau dan terumbu karang. Ekosistem padang lamun di Indonesia tersebar di perairan Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (Irian Jaya). Pertumbuhan padang lamun sangat tergantung pada faktorfaktor berikut: Perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir. Kedalaman tidak lebih dari 10 m, sehingga sin...

Recommended

View more >