Click here to load reader

Modul Praktek Drainase

  • View
    285

  • Download
    47

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Modul Praktek Drainase Malang

Text of Modul Praktek Drainase

BAB IPENDAHULUAN

Capaian PembelajaranSetelah membaca dan mengkaji buku ini,pembaca akan mampu:1. Menjelaskan dengan benar definisi dan fungsi Drainase;2. Menjelaskan dan menyebutkan jenis Drainase;3. Menjelaskan sarana dan prasarana Drainase4. Menyebutkan komponen pengelolaan Drainase5. Menjelaskan penanganan masalah genangan

1.1. Pengertian DrainaseDrainase berasal dari bahasa Inggris, yang memiliki arti mengalirkan, menguras, membuang air. Drainase yaitu suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara-cara penanggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut (Suhardjono,1984: 1). Drainase adalah suatu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air, baik yang berasal dari air hujan, rembesan, maupun kelebihan air irigasi dari suatu kawasan dan atau lahan sehingga fungsi kawasan tersebut tidak terganggu (Suripin, 2004);Drainase pada wilayah perkotaan merupakan suatu sistem drainase yang menangani permasalahan kelebihan air di wilayah perkoataan yang meliputi drainase permukaan dan drainase bawah permukaan. Drainase perkotaan juga berfungsi mengendalikan air permukaan, sehingga tidak menimbulkan genangan yang dapat mengganggu masyarakat, serta dapat memberikan manfaat bagi kegiatan manusia. Drainase sebagai prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan penerima air dan atau ke bangunan resapan buatan.

1.2. Fungsi Drainase1) Mengeringkan daerah becek dan genangan air sehingga tidak ada akumulasi di permukaan tanah;2) Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat ideal;3) Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada;4) Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana banjir.

1.3. Jenis Drainase1.3.1 Jenis Drainase Menurut Sejarah terbentuknya1) Drainase alamiah (Natural Drainage)Drainase yang terbenuk secara alami, saluran terbentuk oleh gerusan air yang bergerak karena gravitasi yang lambat laun terbentuk jalan air yang permanen seperti sungai. Kelebihan : murah, ada kesempatan air untuk infiltrasi dan kekurangan: keadaan dan sifat aliran sulit ditentukan;2) Drainase buatan (Artificial Drainage)Drainase yang dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu sehingga memerlukan bangunan-bangunan khusus seperti selokan pasangan/ beton/ batu, gorong-gorong dsb. Kelebihan : dimensi disesuaikan debit banjir dan arah aliran dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan kekurangan : mahal.

1.3.2 Jenis Drainase Menurut Letaknya1) Drainase Permukaan Tanah (Surface Drainage)Saluran drainase yang berada diatas permukaan tanah yang berfungsi mengalirkan air limpasan permukaan. Analisis airnya merupakan aliran saluran terbuka (open chennel);2) Drainase Bawah Permukaan Tanah (Sub Surface Drainage)Saluran drainase yang bertujuan mengalirkan air limpasan permukaan melalui media dibawah permukaan tanah (pipa-pipa), dikarenakan alasan tertentu, seperti lapangan sepak bola, lapangan terbang dan lain-lain.

1.3.3 Jenis Drainase Menurut Fungsinya1) Single PurposeSaluran berfungsi mengalirkan satu jenis air buangan saja, misalnya hanya membuang air yang berasal dari hujan saja atau limbah domestik dan lain-lain;2) Multi PurposeSaluran berfungsi mengalirkan beberapa jenis buangan baik secara bercampur maupun bergantian. Saluran ini dapat membuang air hujan dan buangan lainnya (limbah domestik, industri dll) Gambar 1.1. Jenis Drainase Single Purpose dan Multi Purpose

1.3.4 Jenis Drainase Menurut Daerah Pelayanannya1) Drainase Mayor Jaringan drainase yang mengumpulkan air bungan dari jaringan drainase minor dan menyalurkan ke sistem pembuangan alam terdekat seperti sungai, danau, laut. Drainase Mayor I, untuk luas (DPS) lebih besar dari 100 ha dan Drainase Mayor II, untuk luas DPS 50 sd 100 ha;2) Drainase MinorJaringan drainase yang melayani suatu kawasan perkotaan yang telah terbangun, seperti perumahan, kawasan perdagangan, industri dll. Saluran Induk (primer) untuk luas DPS 25 sd 50 ha, Saluran Cabang (skunder) untuk luas DPS 5 sd 25 ha dan Saluran awalan (tersier) untuk luas DPS 0 sd 5 ha.

1.3.5 Jenis Drainase Menurut Konstruksinya1) Saluran TerbukaSaluran untuk air hujan terletak di area yang cukup luas. Juga untuk saluran air lainnya yang tidak mengganggu lingkungan. Fungsinya untuk menyalurkan air yang belum tercemar atau yang kualitas airnya tidak membahayakan. Lokasinnya pada daerah yang cukup tersedia dan tidak pada daerah yang sibuk/ padat (pertokoan, pasar dsb). Kelebihan : murah dan mudah pemeliharaannya dan kekurangan : sampah mudah masuk dan estetika kurang;2) Saluran TertutupSaluran untuk air kotor yan mengganggu kesehatan lingkungan, juga saluran dalam kota. Biasanya digunakan untuk daerah kepadatan tinggi dengan ruangan yang terbatas serta lalu lintas pejalan kaki yang padat perlu keselamatan dan kenyamanan, seperti pada daerah perdagangan, pusat kota, jalan protokol dll. Kelebihan: Sampah tidak mudah masuk dan secara estetika lebih indah dan kekurangan: Mahal dan sulit pemeliharaannya.

1.4. Sarana Dan Prasarana Drainase 1.4.1. Sarana dan Prasarana Drainase Permukaan (Surface Drainage)1) Saluran Terbuka (Primer, Sekunder dan Tersier) adalah saluran terbuka yang menerima aliran air hujan dari kumpulan saluran sekunder di sebelah hulu dan membuang ke badan air yang berupa sungai, waduk, situ, kolam retensi atau laut;2) Saluran Tertutup merupakan bagian saluran drainase yang pada kawasan tertentu, tanah permukaanya tidak memungkinkan dibuat saluran terbuka;3) Waduk, Situ atau Kolam Retensi adalah suatu bentuk penampungan air yang dibedakan berdasarkan besarnya. Fungsi dari bangunan ini dapat mengurangi besarnya debit aliran (runoff) di saluran;4) Pintu Air merupakan pelengkap saluran yang dipasang pada inlet siphon, inlet dan outlet kolam retensi/ laut atau diujung saluran yang berhubungan dengan badan air;

Gambar 1.2. Pintu Air Saluran Drainase5) Pompa digunakan untuk memindahkan air dari saluran atau kolam retensi ke badan air yang tidak memungkinkan mengalir secara gravitasi. Fasilitas pompa yang meliputi rumah pompa, genset berserta rumahnya dan perlengkapan lainnya;6) Bangunan Persilangan untuk saluran drainase perkotaan antara lain gorong-gorong dan siphon. Fasiltas yang harus ada pada bangunan persilangan antara lain : Saringan sampah di mulut saluran sebelah hulu siphon Pintu air inlet Saluran penenang hulu (outlet) yang berfungsi menenangkan aliran agar sedimen mengendap ditempatnya Kolam penenang hilir sebegai peredam energy kecepatan keluar dari dalam gorong-gorong Papan duga air (staf gauge) berfungsi untuk mengetahui naik-turunya permukaan air7) Bendungan atau Cek Dam merupakan bangunan pengendali aliran atau banjir.

1.4.2. Sarana dan Prasarana Drainase Bawah Permukaan (Sub Surface Drainage)1) Pipa Induk merupakan pipa pengumpul dari pipa-pipa cabang yang terhubung dengan sungai, danau atau saluran kota sebagai badan penerima air. Pipa induk berlubang di semua bagian. 2) Pipa Cabang adalah pipa yang terhubung dengan pipa utama yang menangkap air yang meresap ke dalam lapiran tanah filter3) Lubang Inlet merupakan tempat masuknya air hujan menuju saluran bawah permukaan, seperti pada sistem drainase pada runway4) Lapisan Tanah Filter adalah susunan lapisan tanah dengan susunan tertentu sebagai filter masuknya air hujan yang berada di atas tanah tersebut agar dapat meresap ke pipa-pipa bawah tanah, seperti pada lapangan sepak bola dan lapangan golf5) Badan Penerima Air merupakan tempat berkumpulnya air yang berasal dari saluran utama (pipa-pipa) bawah tanah yaitu berupa danau, kolam retensi, sungai atau laut.

1.5. Komponen Pengelolaan Sistem DrainaseTabel 1.1. Komponen dan Sarana-Prasarana DrainaseNoKomponenSarana dan Prasarana

1Sarana Jaringan DrainaseBantaran kali/sungaiPenyaringan sampahGorong-gorongBangunan terjunOutfall

2Bangunan Pengendali AliranPintu airTanggul BanjirSaluran PembagiPapan Duga Air (staf guage)

3Sistem Pemompaan (jika permukaan di hilir lebih tinggi dari aliran drainase)Rumah PompaPolderDepont bengkelGenset dan Rumahnya

4Operasi PemeliharaanKendaraan/trukAlat-alat beratPeralatan lainnya

Sumber : Ditjent Cipta Karya Kementrian PU1.6. Penanganan Masalah GenanganPenanganan masalah genangan pada daerah yang belum memiliki sistem drainase adalah dengan melakukan studi dan desain drainase serta pembangunan jaringan drainase baru. Sedangkan untuk daerah yang telah memiliki system drainase, penanganan masalah genangan dapat dilakukan dengan bebarapa cara :1) Normalisasi dilakukan dengan cara memperlebar, memperdalam, meninggikan atau kombinasi pada saluran drainase yang ada;2) Memperbanyak pengalihan saluran yaitu dengan cara menambah saluran drainase atau mengalihkan semua/ sebagian saluran drainase;3) Membangun bangunan Polder Station yang dilengkapi dengan kolam, tanggul keliling, pompa genset dan bangunan pompa;4) Memperlambat aliran air dengan cara membuat storage penunjang atau kolam retensi Gambar 1.5. Sketsa Struktur Polder dan Bangunan Polder Tawang, Semarang Jawa Tengah

BAB IIBAHAN DAN ALAT

Capaian PembelajaranSetelah membaca dan mengkaji buku ini,pembaca akan mampu:1. Menjelaskan dan menyebutkan dengan benar jenis bahan perkerjaan drainase;2. Menjelaskan dengan benar spsifikasi bahan pada pekerjaan drainase;3. Menjelaskan kegunaan dan cara kerja alat-alat yang digunakan pada pekerjaan drainase

2.1. Kriteria Bahan Saluran DrainasePemilihan bahan berupa bahan alam dan bahan yang diproduksi di pabrik yang akan digunakan untuk konstruksi drainase harus dipastikan dapat mendukung fungsi dan usia pakainya. Berikut peraturan yang terkait dengan standar bahan bangunan drainase antara lain:1) SNI Standard dan Pedoman Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil2) Peraturan bahan bangunan

2.1.1. Bahan Alam Pekerjaan Drainase1) PasirPasir disebut juga agregat halus adalah butiran yang lolos ayakan dengan diameter 4,75 mm

Search related