of 102/102
i MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STADPADA SISWA KELAS V MIN HARUS KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA OLEH KHAIRATI NIM 1351291821 PROGRAM S.1 KEDUA NON PGMI MELALUI DMS FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN ANTASARI BANJARMASIN SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2014 M / 1435H

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PENDUDUKAN JEPANG DI ... · Kata kunci : hasil belajar, ... pendudukan Jepang di Indonesia setelah diterapkannya pembelajaran koperatif tipe

  • View
    232

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PENDUDUKAN JEPANG DI ... · Kata kunci : hasil belajar, ......

i

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PENDUDUKAN

JEPANG DI INDONESIA DENGAN PEMBELAJARAN

KOOPERATIF TIPE STADPADA SISWA

KELAS V MIN HARUS KECAMATAN

AMUNTAI TENGAH KABUPATEN

HULU SUNGAI UTARA

OLEH

KHAIRATI

NIM 1351291821

PROGRAM S.1 KEDUA NON PGMI MELALUI DMS

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN

ANTASARI BANJARMASIN SEMESTER

GANJIL TAHUN AKADEMIK

2014 M / 1435H

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PENDUDUKAN

JEPANG DI INDONESIA DENGAN PEMBELAJARAN

KOOPERATIF TIPE STADPADA SISWA

KELAS V MIN HARUS KECAMATAN

AMUNTAI TENGAH KABUPATEN

HULU SUNGAI UTARA

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Untuk Memenuhi Sebagian Syarat

Guna Mencapai Gelar Sarjana

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

OLEH

Khairati

NIM 1351291821

PROGRAM S.1 KEDUA NON PGMI MELALUI DMS

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN

ANTASARI BANJARMASIN SEMESTER

GANJIL TAHUN AKADEMIK

2014 M / 1435 H

ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertandatangandibawahini:

Nama : Khairati

N I M : 1351291821

Jurusan : PendidikanGuru Madrasah Ibtidaiyah

Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar

merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan

atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri.

Jika di kemudian hari terbukti ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat atau dibuat

oleh orang lain secara keseluruhan atau sebagian besar, maka skripsi dan gelar

yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Banjarmasin, Juni 2014

Yang membuatpernyataan,

Khairati

ii

iii

TANDA PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul : MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS

MATERI PENDUDUKAN JEPANG DI

INDONESIA DENGAN PEMBELAJARAN

KOOPERATIF TIPE STADPADA SISWA KELAS

V MIN HARUS KECAMATAN AMUNTAI

TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

Ditulis oleh : Khairati

N I M : 1351291821

Mahasiswa : IAIN Antasari Banjarmasin

Program : Strata Satu (S1)

Tahun Akademik : 2013/2014

Tempat, tanggal lahir : Awayan, 26 Nopember 1967

Alamat : Jl. K. H. A. Dahlan Rt 04 Kelurahan Murung Sari

Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai

Utara

Setelah diteliti dan diadakan perbaikan seperlunya, kami dapat menyetujuinya

untuk dipertahankan di depan sidang tim penguji skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN

Antasari Banjarmasin.

Banjarmasin, Juni 2014

Pembimbing I,

Drs. H. Syarifuddin, Sy., M.Ag.

NIP: 195610051985031005

Mengetahui:

Ketua Pengelola Program S.1 Kedua Non PGMI

Melalui DMS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

IAIN Antasari Banjarmasin.

Dra. Muhammad Yuseran, M.Pd.

Nip: 196902211994031001

iii

iv

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS

MATERI PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA DENGAN

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STADPADA SISWA KELAS V

MIN HARUS KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU

SUNGAI UTARA, ditulis oleh Khairati, telah diujikan dalam Sidang Tim

Penguji Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Antasari

Banjarmasin pada:

Hari : Sabtu

Tanggal : 2 Agustus 2014/ 5 Syawal 1435H

dan dinyatakandengan predikat: Amat Baik

Dekan Fakultas Tarbiyah dan

Keguruan IAIN Antasari

Banjarmasin

DR . Hidayat Maruf, M.Pd.

NIP.196907301995031 004

TIM PENGUJI:

Nama

Tanda Tangan

1. Drs. Murdan, M.Ag.

(Ketua) 1.

2. Drs. H. Syarifuddin, Sy, M.Ag

(Anggota) 2.

iv

v

ABSTRAK

KHAIRATI, 2013. Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Pendudukan

Jepang di Indonesia dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe

STADpada Siswa Kelas V MIN Harus Kecamatan Amuntai Tengah

Kabupaten Hulu Sungai Utara Skripsi, Program SI Ke Dua Non

PGMIMelaluiDMSFakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing.

Drs.H.Syaripuddin,Sy.M.Ag

Kata kunci : hasil belajar, pembelajaran kooperatif tipe STAD

Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah Apakah

dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan

hasil belajar IPS materi pendudukan Jepang di Indonesia pada siswa kelas V MIN

Harus Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara? Bagaimana

aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS materi Pendudukan Jepang di Indonesia

dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe STAD? Apakah terjadi

peningkatan hasil belajar siswa materi pendudukan Jepang di Indonesia dengan

pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil

belajar siswa dalam materi pembelajaran pendudukan Jepang di Indonesiadi Kelas

V MIN Harus Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Untuk

mengetahui aktivitas siswa dalam memahami materi pendudukan Jepang di

Indonesia. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar IPS materi

pendudukan Jepang di Indonesia setelah diterapkannya pembelajaran koperatif

tipe STAD.

Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan menggunakan

penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah

penelitian tindakan (action research) yang dilakukan di kelas dengan tujuan

memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran.Instrumen penelitian

adalah dengan lembar observasi kegiatan pembelajaran guru,observasi kegiatan

belajar siswa, tes tertulis serta menggunakan angket.Penelitian ini dengan

menggunakan 2siklus dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan

pembelajaran guru dan kegiatan belajar siswa, dan melakukan evaluasi di akhir

siklus. Teknik analisa data dengan menggunakan analisis data deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa

menggunakan pembelajaran Kooperatif Tipe STAD telah meningkatdari siklus I

adalah 68 kemudian pada siklus II adalah 77. (2)yaitu kegiatan pembelajaran

guru baik dengan presentase rata-rata siklus I adalah 3,5%, dan pada siklus II

adalah 3.9%. Sedangkan pada aktifitas siswa, aktif bergairah dalam pembelajaran

dengan presentase rata-rata meningkat. kemampuan bertanya dan menjawab juga

meningkat secara signifikan.

Sebagai saran terhadap guru dalam rangka peningkatan mutu

pembelajaran, kita harus berusaha mencari cara dan strategi pembelajaran yang

tepat sehingga hasilnya sesuai yang diharapkan.

v

vi

KATA PENGANTAR

,

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt, karena berkatrahmat,

taufik dan hidayah-Nya semata penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Shalawat dan salam semoga tercurah keharibaan Nab iBesar Muhammad

Saw, juga kepada keluarga, para sahabat dan segenap pengikut beliau hingga akhir

zaman.

Dalam proses penyusunan skripsi ini penulis telah banyak menerima

bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini

penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-

tingginya kepada:

1. Bapak DR Hidayat Maruf, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan

Keguruan IAIN Antasari Banjarmasin yang telah menerima dan menyetujui

judul skripsi ini.

2. Bapak Drs. Muhammad Yuseran, M.Pd.Ketua Program Peningkatan

Kualifikasi Guru Melalui Dual Mode System yang telah banyak memberikan

arahan penulisan skripsi yang sesuai dengan pengembangan program di

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Antasari Banjarmasin.

vi

vii

3. Bapak Drs.Syarifuddin,Sy. M.Ag. pembimbing skripsi yang telah banyak

memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan.

4. Bapak/Ibu Dosen dan Asisten Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN

Antasari Banjarmasin yang telah banyak memberikan bekal ilmu pengetahuan

yang sangat berguna bagi penulis.

5. Bapak Ahmad Syaikhu, Kepala Perpustakaan, fakultas Tarbiyah dan Ilmu

Keguruan IAIN Antasari Banjarmasin yang telah banyak membantu dalam

pembuatan skripsi ini.

6. Kepala MIN Harus kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai

Utara beserta seluruh dewan guru yang telah berkenan memberikan data dan

informasi kepada penulis.

7. Semua pihak yang turut memberikan bantuan dan dorongan untuk kelancaran

penelitian dan penyusunan skripsi ini.

Akhirnya penulis berdoa kepada mereka semoga amal baik ini mendapat

ganjaran pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT Amin Ya Rabbal Alamien.

Banjarmasin, Juni 2014 M

Syaban1435 H

Penulis

vii

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL .............................................................................................. i

HALAMAN JUDUL .................................................................................................. ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ................................................................. iii

TANDA PERSETUJUAN ......................................................................................... iv

TANDA PENGESAHAN .......................................................................................... v

ABSTRAK ................................................................................................................. vi

KATA PENGANTAR ............................................................................................... vii

DAFTAR ISI .............................................................................................................. viii

DAFTAR TABEL ...................................................................................................... ix

DAFTAR GRAFIK .................................................................................................... x

DAFTAR LMPIRAN ................................................................................................. xi

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah .................................................................... 1

B. Identifikasi Masalah .......................................................................... 5

C. Perumusan Masalah........................................................................... 6

D. Cara Pemecahan Masalah.................................................................. 6

E. Hipotesis Tindakan ............................................................................ 7

F. Tujuan Penelitian............................................................................... 7

G. Manfaat Penelitian............................................................................. 8

H. Sistematika Penulisan ........................................................................ 9

BAB II : KAJIAN TEORI

A. Hakikat Pembelajaran IPS ................................................................. 10

B. Pembelajaran Kooperatif ................................................................... 11

C. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Achiment

Division) ............................................................................................ 14

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

A. Setting (Waktu Dan Tempat) Penelitian ........................................... 19

B. Siklus PTK ........................................................................................ 20

C. Subjek Dan Objek Penelitian ............................................................ 20

D. Sumber Data ...................................................................................... 20

E. Teknik Dan Alat Pengumpul Data .................................................... 20

F. Indikator Kerja .................................................................................. 21

G. Teknik Analisis Data ......................................................................... 22

viii

ix

H. Prosedur Penelitian ............................................................................ 24

I. Jadwal Penelitian PTK ...................................................................... 27

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ................................................. 28

1. Letak Geografis MIN Harus ........................................................ 28

2. Identitas MIN Harus .................................................................... 28

3. Sejarah Singkat MIN Harus ........................................................ 29

4. Visi, Misi dan Tujuan MIN Harus .............................................. 29

5. Keadaan Guru dan Tenaga Administrasi MIN Harus ................. 30

6. Keadaan Siswa MIN Harus ......................................................... 31

7. Keadaan Sarana dan Prasarana MIN Harus ................................ 32

B. Deskripsi Setting Penelitian .............................................................. 32

C. Pembahasan ...................................................................................... 51

BAB V : PENUTUP

A. Simpulan............................................................................................ 55

B. Saran .................................................................................................. 55

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 57

LAMPIRAN ............................................................................................................... 59

ix

x

DAFTAR TABEL

No. .............................................................................................................................. Halaman

2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif ............................................ 13

2.2 Prosedur Penskoran pada STAD ......................................................................... 17

3.1 Indikator Keberhasilan Kegiatan Pembelajaran Guru ........................................ 22

3.2 Indikator Keberhasilan Kegiatan Pembelajaran Guru ........................................ 22

3.3 Jadwal Penelitian PTK 2013/2014 ...................................................................... 27

4.1 Keadaan Guru dan Tenaga Administrasi MIN Harus ......................................... 30

4.2 Keadaan Siswa MIN Harus Tahun Pelajaran 2013-2014 ................................... 31

4.3 Sarana dan Prasarana MIN Harus Tahun 2014 ................................................... 32

4.4 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus I ......................................................... 35

4.5 Observasi Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar Mengajar Siklus I .................. 31

4.6 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus I ......................................................... 35

4.7 Observasi Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar Mengajar Siklus I .................. 38

4.8 Tes Hasil Belajar Siswa pada Siklus I ................................................................ 39

4.9 Perkembangan Siklus I ....................................................................................... 39

4.10 Penjabaran Skor yang Diperoleh Siswa ............................................................. 40

4.11 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus II ....................................................... 43

4.12 Observasi Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar Mengajar Siklus II ................ 45

4.13 Tes Hasil Belajar Siswa pada Siklus II .............................................................. 46

4.14 Perkembangan Siklus II ..................................................................................... 48

4.15 Persentasi Skor Perkembangan Siswa Sklus II .................................................. 48

4.16 Respon Siswa Terhadap Penurunan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAT ....... 50

x

xi

DAFTAR GRAFIK

No. .............................................................................................................................. Halaman

4.1 Perbandingan Frekuensi Hasil Belajar Siklus I dan II ........................................ 46

4.2 Hasil Belajar ........................................................................................................ 47

4.3 Skor Perkembangan ............................................................................................ 49

xi

xii

DAFTAR LAMPIRAN

No. .............................................................................................................................. Halaman

1. Daftar Terjemahan ..............................................................................................

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I ...........................................

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ..........................................

4. Kuis Puzzle I .......................................................................................................

5. Kuis Puzzle II ......................................................................................................

6. Lembar Pengamatan Proses Pembelajaran dan Responden Siswa .....................

7. Lembar Pengamatan Proses Pembelajaran dan responden Guru Siklus I ...........

8. Lembar Pengamatan Proses Pembelajaran dan responden Guru Siklus II .........

9. Perolehan Skor Perkembangan Hasil Belajar Siswa Indivdu Siklus I ................

10. Perolehan Skor Perkembangan Hasil Belajar Siswa Indivdu Siklus II ...............

11. Perolehan Skor Hasil Belajar Siswa Secara Kelompok Siklus I .........................

12. Perolehan Skor Hasil Belajar Siswa Secara Kelompok Siklus II .......................

13. Foto Kegiatan Penelitian Tindakan .....................................................................

14. Persetujuan Judul Skripsi ....................................................................................

15. Surat Riset Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Antasari

Banjarmasin ........................................................................................................

16. Rekomendasi Riset Kantor Kementrian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara

17. Surat Izin Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas Kepala MIN Harus .........

Kabupaten Hulu Sungai Utara ............................................................................

18. Surat Keterangan Telah Selesai Melaksanakan Penelitian Kepala MIN

HARUS ...............................................................................................................

19. Daftar Riwayat Hidup .........................................................................................

xii

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penomena rendahnya mutu pendidikan di Indonesia saat ini mau tidak

mau membawa konsekuensi pada mutu guru karena guru sebagai ujung

tombak pelaksana proses pendidikan, dalam hal ini adalah proses

pembelajaran. Belum lagi ditambah dengan adanya perkembangan ilmu

pengetahuan1 dan teknologi dewasa ini juga membawa dampak pada

perubahan di bidang pendidikan. Hal ini terdapat dalam Undang-undang

Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

yang dinyatakan bahwa :

Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan

kesempatan pendidikan, Peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi

manajemen pendidikan untuk mengahadapi tantangan sesuai dengan

tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu

dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan

berkesinambungan1.

Untuk mewujudkan sistem pendidikan kita saat ini diperlukan guru

yang tangguh dan mantap artinya mampu dan sigap dalam menghadapi

berbagai masalah pendidikan terutama mengatasi masalah yang timbul dalam

kegiatan pembelajaran yang kondusif untuk memecahkan masalah tersebut.

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara

interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, motivasi siswa untuk

berpartisipasi aktif serta memberi ruang bagi prakarsa, kreativitas dan

1Depdiknas. Undang-undang pendidikan nasional, (jakarta:Depdiknas, 2003)

1

2

kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta

psikologi peserta didik.2

Sedemikian pentingnya proses pendidikan sehingga Allah

memberikan petunjuk dalam pelaksanaan pembelajaran yang jelas,

sebagaimana firmanNya dalam Al Quran surah An Nahl: 16: 125.

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran

yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTS/SMPLB, pada

jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah,

Sosiologi dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS ini peserta didik

diarahkan untuk dapat menjadi warga Negara Indonesia yang demokratis, dan

bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Pengembangan

kurikulum IPS merespon secara positif berbagai perkembangan informasi,

ilmu pengetahuan dan teknologi serta disusun secara sistematis,

komprehensif, dan terpadu dalam proses menuju kedewasaan dan

keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat.

Menurut Wachidi, tujuan pokok dari pengajaran IPS yaitu, (a)

memberi pengetahuan kepada manusia bagaimana bersikap terhadap benda-

benda disekitarnya; (b) memberikan pengetahuan kepada manusia bagaimana

cara berhubungan dengan manusia yang lain, dengan masyarakat di

2PP RI No.19 pasal 19 BAB IV tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional

3

sekitarnya, dengan alam sekitarnya dan dengan tuhannya.3 Setelah

memperhatikan tujuan yang dikandung oleh mata pelajaran IPS sudah

seharusnyalah pembelajaran ini di sekolah-sekolah merupakan suatu kegiatan

yang disukai, menantang bagi siswa serta kegiatan pembelajaran lebih

interaktif antara berbagai segi, yaitu guru, siswa, bahan ajar dan media

pembelajarannya.

Menurut Suryosubroto, bahwa kemampuan mengelola proses belajar

mengajar adalah kesanggupan dan kecakapan guru dalam menciptakan

suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan siswa yang mencakup segi

kognitif, afektif dan psikomotor sebagai proses mempelajari sesuatu

berdasarkan perencanaan sampai tahap evaluasi dan tindak lanjut sampai

tercapainya tujuan pengajaran.4

Mata pelajaran IPS tidak terlepas dari konsep ruang artinya tempat

dimana peristiwa atau gejala itu terjadi, untuk itu perlunya penekanan

pemahaman siswa mengenai pendudukan Jepang di Indonesia. Banyak

masalah yang timbul selama proses KBM berjalan di kelas V MIN Harus

Kecamatan Amuntai Tengah antara lain (1) kinerja guru yang belum

maksimal (2) motivasi peserta didik yang masih relatif rendah (3)

keterampilan sosial peserta didik yang belum seperti yang diharapkan (4)

hasil belajar siswa yang belum maksimal yaitu tercapainya ketuntasan belajar

yang telah ditetapkan sekolah dengan KKM 7,00. Dari15 siswa ternyata yang

dinyatakan tuntas hanya 7 siswa (46,7%) saja, dalam hal ini kaitannya dengan

3Wachidi (2002), Inovasi kurikulum IPS, PPS UPI Bandung. Hal.20

4Suryosubroto (1997), Sumber dan media pembelajaran IPS, Depdiknas Malang. Hal.25

4

Zaman Pendudukan Jepang (nilai yang diperoleh siswa terlampir) (5)

pelajaran IPS kurang menarik.

Untuk itu perlu upaya mengatasi permasalahan guna peningkatan

mutu pembelajaran yaitu melalui penelitian tindakan kelas, yang diharapkan

nantinya dapat menjawab permasalahan yang ada. Banyak model

pembelajaran yang dapat digunakan, namun dalam penelitian tindakan kelas

ini mengambil judul Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi

Pendudukan Jepang Di Indonesia Dengan Pembelajaran Kooperatif

Tipe STAD Pada Siswa Kelas V MIN Harus Kecamatan Amuntai

Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Penegasan judul

1. Meningkatkan adalah menaikkan, mengangkat.

2. Hasil belajar adalah untuk memperoleh hasil belajar yang telah di

terapkan atau melebihinya sehingga dapat digolongkan menjadi hasil

belajar yang lebih baik.

3. IPS adalah mempelajari, menelaah dan mengkaji gejala serta masalah

sosial.5

4. Materi adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai

oleh peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang

diterapkan.

5. Pendudukan Jepang di Indonesia adalah masa ketika Indonesia diduduki

Jepang.

5Yani. (2009). Modul Pembelajaran IPS. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam KEMENAG RI.

Hal.6.

5

6. Pembelajaran kooperatif adalah sistem kerja atau belajar kelompok yang

terstruktur.6

7. STAD adalah siswa ditempatkan dalam tim belajar yang heterogen, guru

menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja sama dan memastikan

seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut dan akhirnya

seluruh siswa dikenai kuis materi itu dengan catatan siswa tidak boleh

saling membantu7

Secara garis besar penegasan judul tersebut adalah, suatu kegiatan

untuk meningkatkan hasil belajar yang lebih baik pada mata pelajaran IPS

,mengenai masa pendudukan Jepang di Indonesia dengan menggunakan

strategi belajar kelompok,saling berinteraksi sehingga seluruh anggota

kelompok menguasai bahan ajar tersebut.

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut diatas, dapatlah diidentifikasi

masalah sebagai berikut:

1. Kinerja guru yang belum maksimal

2. Metode yang digunakan kurang variatif

3. Motivasi belajar peserta didik yang masih rendah

4. Keseriusan belajar siswa yang masih rendah

5. Hasil belajar siswa yang belum maksimal

6Djamarah. (2010). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. PT. Renika Cipta. Hal.356.

7Slavin. (2005). Cooperatif Learning. Nusa Media. Hal. 11

6

C. RumusanMasalah

Berdasarkan permasalahan diatas maka dapat dirumuskan

permasalahan dalam penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model

pembelajaran Kooperatif Tipe STAD sebagai berikut:

1. Apakah dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat

meningkatkan hasil belajar IPS materi pendudukan Jepang di Indonesia

pada siswa kelas V MIN Harus Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten

Hulu Sungai Utara?

2. Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS materi pendudukan

Jepang di Indonesia dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe

STAD?

3. Apakah terjadi peningkatan hasil belajar siswa materi Pendudukan

Jepang di Indonesia dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD?

D. Cara Pemecahanmasalah

Berdasarkan hasil beberapa kali pengamatan situasi dan kondisi

diketahui bahwa faktor-faktor penyebab siswa kurang menguasai materi yang

diajarkan serta kurangnya kepahaman siswa dalam belajar adalah sebagai

berikut:

1. Penjelasan guru susah diterima oleh siswa karena materi yang diajarkan

terlalu banyak.Sehingga perlu adanya model pembelajaran yang

tepat.yaitu pembelajaran kooperatif tipe STAD.

7

2. Cara mengajar guru yang monoton dan tidak variatif,perlu adanya

aktivitas dan interaksi siswa dengan diterapkannya model pembelajaran

kooperatiftipe STAD.

E. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan cara memecahkan masalah dalam penelitian ini,dapat

dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:

1. Dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Pada

materi Pendudukan Jepang di Indonesia dapat meningkatkan aktivitas

siswa dalam pembelajaran IPS di MIN Harus.

2. Dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat

meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di MIN Harus.

F. TujuanPenelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian dengan

menggunakan Model PembelajaranTipe STAD iniadalah:

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam materi pembelajaran

pendudukan Jepang di Indonesia di kelas V MIN Harus Kecamatan

Amuntai Tengah.

2. Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam memahami materi pendudukan

Jepang di Indonesia.

8

3. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar IPS Materi

Pendudukan Jepang di Indonesia setelah diterapkannya pembelajaran

kooperatif tipe STAD.

G. ManfaatPenelitian

Penelitiantindakankelasinidiharapkandapatbermanfaatbagiberbagaipihak yang

terkaitdalamlembagapendidikan:

1

2

3

Bagi Guru :

BagiSiswa :

BagiSekolah:

Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat menambah

wawasan dalam upaya peningkatan kinerja guru khususnya

bagi guru IPS dan guru lain pada umumnya.

Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan

pengalaman belajar yang menyenangkan, memotivasi siswa

selama kegiatan belajar mengajar, meningkatkan

pengetahuan tentang pendudukan Jepang di Indonesia

dalam pelajaran IPS.

Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat

memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan mutu

pendidikan di sekolah.

9

H. Sistematika Penulisan

1. Bab I adalah pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah,

identifikasi masalah, rumusan masalah, cara memecahkan masalah,

hipotesis tindakan, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika

penulisan.

2. Bab II landasan teori yang berisiAdvance Organizer (Pengorganisasian

Awal),Pembelajaran Kooperatif,STAD (Student Team Achiment

Divisions)

3. Bab III metodologi penelitian yang terdiri dari setting (waktu dan tempat)

penelitian, siklus PTK, subjek dan objek penelitian, data dan sumber

data, teknik dan alat pengumpul data, indikator kinerja,teknik analisis

data, prosedur penelitian, jadwal penelitian.

4. Bab IV hasil penelitian yang berisi deskripsi / paparan setting penelitian,

persiapan penelitian, pelaksanaan tindakan kelas dan pemabahasan.

5. Bab V adalah bab penutup yang terdiri dari simpulan dan saran.

10

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Hakikat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Hakikat pembelajaran IPS di SD/MI adalah: berupaya

mengembangkan pemahaman siswa tentang bagaimana individu dan

kelompok hidup bersama dan berinteraksi dengan lingkungannya. Selain itu,

para siswa dibimbing untuk mengembangkan rasa bangga terhadap warisan

budaya yang positif dan kritis terhadap hal yang negatif serta memiliki

kepedulian terhadap keadilan sosial, proses demokrasi dan kelanggengan

ekologis serta penyajian pembelajaran IPS ini dilakukan secara terpadu

karena perspektif siswa pada usia ini lebih cenderung pada hal-hal yang

bersifat konkret dan utuh.8

Dalam buku rumpun pembelajaran ilmu sosial hakikat Ilmu

Pengetahuan Sosial (IPS) adalah mampu membina suatu masyarakat yang

baik di mana para anggotanya benar-benar berkembang sebagai insan sosial

yang rasional dan bertanggung jawab, sehingga dapat diciptakan nilai-nilai

budaya manusia yang baik dikemudian hari.9 Adapun ruang lingkup mata

pelajaran IPS meliputi aspek sebagai berikut:

1. Manusia, tempat dan lingkungan

2. Waktu, keberlanjutan dan perubahan

3. Sistem, sosial dan budaya

8Depdiknas (2002), Hakikat Pembelajaran IPS, Hal. 15

9 Kosasih, Jahiri (1979). Rumpun Pembelajaran IPS, Depag RI 2002. Hal.30

10

11

4. Perilaku ekonomi dan kesejahteraan10

Menurut kurikulum di tingkat Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran IPS

bertujuan untuk:

1. Mengajarkan konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah

dan kewarganegaraan melalui pendekatan pedagogis dan psikologis.

2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inkuiri

memecahkan masalah dan keterampilan sosial.

3. Membangun komitmen dan kesadaran nilai-nilai sosial dan kemanusiaan

4. Meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berkompetensi dalam

masyarakat yang majemuk baik secara nasional maupun global.

B. Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif atau cooperatif learning adalah model

pembelajaran yang menuntut kerjasama siswa dan saling ketergantungan

dalam struktur tugas, tujuan dan penghargaan. Maksud struktur tugas di sini

adalah siswa melakukan kegiatan baik akademik maupun sosial yag

ditugaskan kepada mereka, dan struktur tujuan kooperatif adalah siswa dapat

mencapai tujuannya jika individu/siswa membantu individu/siswa lainnya.

Pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tujuan, antara lain

adalah: hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman dan

pengembangan dan keterampilan sosial.11

Unsur-unsur pembelajaran kooperatif adalah:

10

Kosasih, Jahiri (1979), Rumpun pembelajaran IPS, Depag RI 2002. Hal.30 11

Muslimin Ibrahim, 2003, Pembelajaran kooperatif, Hal.2-3

12

1. Siswa dalam kelompoknya harus beranggapan bahwa mereka Sehidup

sepenanggungan bersama.

2. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya,

seperti milik mereka sendiri.

3. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya

memiliki tujuan yang sama.

4. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara

anggota kelompoknya.

5. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang

juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok.

6. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan

untuk belajar bersama selama proses belajarnya.

7. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi

yang ditangani dalam kelompok kooperatif.12

Sedangkan ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah:

1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan

materi belajarnya.

2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang

dan rendah.

3. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis

kelamin berbeda-beda.

4. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu.13

12

Ibid., h.6

13

Menurut Muslimin Ibrahim langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif

dapat dilihat dari tabel 1 berikut.14

Tabel 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif

Fase Tingkah Laku Guru

Fase-1

Menyampaikan tujuan dan memotivasi

siwa

Guru menyampaikan semua tujuan

tujuan pembelajaran yang ingin dicapai

pada pembelajaran tersebut dan

memotivasi siswa belajar

Fase-2

Menyajikan informasi

Guru menyajikan informasi kepada

siswa dengan jalan demonstrasi atau

lewat bahan bacaan

Fase-3

Mengorganisasikan siswa kedalam

kelompok belajar

Guru menjelaskan kepada siswa

bagaimana caranya membentuk

kelompok belajar dan membantu setiap

kelompok agar melakukan transisi

secara efisisen.

Fase-4

Membimbing kelompok bekerja dan

belajar

Guru membimbing kelompok-

kelompok belajar pada saat mereka

mengerjakan tugas

Fase-5

Evaluasi

Guru mengevaluasi hasil belajar

tentang materi yang telah dipelajari

atau masing-masing kelompok

mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase-6

Memberikan penghargaan

Guru mencari cara-cara untuk

menghargai baik upaya maupun hasil

belajar individu dan kelompok

Beberapa teori yang melandasi model pembelajaran kooperatif antara

lain dikemukakan oleh (1) John Dewey yang menetapkan sebuah konsep

pendidikan yang menyatakan bahwa kelas seharusnya cermin masyarakat

yang lebih besar dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang

kehidupan nyata. Sedangkan (2) Herbert Helan berargumentasi bahwa kelas

haruslah merupakan laboratorium atau miniatur demokrasi yang bertujuan

13

Muslimin Ibrahim, 2003, Pembelajaran kooperatif, Hal.6 14

Ibid., h. .6-7

14

mengkaji masalah-masalah sosial dan antar pribadi. (3) Gordon Allport

mengingatkan bahwa hukum saja tidak akan mengurangi kecurigaan antar

kelompok dan mendatangkan penerimaan dan pemahaman lebih baik. (4)

Johnson dan Johnson tentang konsep belajar berdasarkan pengalaman. (5)

slavin dan Linda Lundgren menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif

berdampak positif terhadap kemampuan akademik siswa.15

Dalam pembelajaran kooperatif terdapat beberapa pendekatan, antara

lain:

1. STAD yang dikembangkan oleh Robert Slavin

2. Jigsaw yang dikembangkan oleh Elliot Aronson

3. IK yang dikembangkan oleh Sharan

4. Struktural yang dikembangkan oleh Spenser Hagen.

C. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achiment

Division)

1. Pengertian STAD

STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di

Universitas John Hopkin dan merupakan pendekatan kooperatif yang paling

sederhana. STAD terdiri dari suatu siklus pengajaran biasa, belajar kooperatif

dalam tim kemampuan campur dan kuis dengan penghargaan atau ganjaran

lain diberikan kepada tim yang anggota-anggotanya paling tinggi melampaui

rekornya sendiri yang terdahulu.

15

Muslimin Ibrahim, 2003, Pembelajaran kooperatif, Hal.12-17

15

2. Langkah langkah Pembelajaran STAD

Muhammad Nur mengatakan langkah-langkah pembelajaran STAD

pelaksanaannya sebagai berikut :

a) Guru membentuk kelompok yang anggotanya 4-5 orang secara

heterogen.

b) Guru membuat LKS dan kuis pendek untuk pelajaran yang

direncanakan.

c) Guru memberikan informasi tentang STAD,antara lain melalui:

meminta siswa untuk bergabung dalam kelompoknya dan menamai

kelompoknya masing-masing,membagikan LKS untuk dikerjakan dan

melakukan diskusi dalam kelompoknya,memberi penekanan pada

siswa bahwa seluruh anggota kelompok dapat menjawab

100%,memastikan siswa memahami LKS untuk belajar bukan sekedar

diisi dan dikumpulkan,dan mengarahkan siswa dalam mengajukan

pertanyaan sebelum didiskusikan dalam kelompok artinya bukan

pertanyaan individu semata,siswa diminta mempresentasikan

Diskusinya.

d) Guru memberikan evaluasi dengan memberi kuis berupa soal-soal.

e) Guru membuat skor individu dan tim dengan didasarkan pada

peningkatan skoranggota tim sebanding dengan skor mereka yang lalu

mereka sendiri.

f) Pengakuan terhadap prestasi tim.16

16

Muhammad Nur, 2000, Strategi-strategi Belajar, Hal.3G

16

Pemberian penghargaan pada pendekatan: STAD didasarkan pada

kuis yang diberikan guru yang nantinya dijadikan pedoman sebagai bentuk

evaluasi. Nilai yang diperoleh dari jawaban kuis akan dijadikan sebagai tolak

ukur keberhasilan pembelajaran yang disebut skor perkembangan.Skor

perkembangan yang diperoleh siswa yaitu dengan menghitung seberapa jauh

skor itu melampaui rata-rata skor siswa yang lalu (Skor Dasar),kuis disini

dapat berupa suatu jenis tes objektif,paper dan pensil,atau yang lain

misalnyapuzzle,yang diharapkan kuis bentuk tersebut dapat langsung diskor

baik secara individual maupun kelompok.17

3. Keunggulan Pembelajaran STAD

Syaiful Bahri Djamarah (2010) seperti diketahui bahwa tidak ada satu

strategi pemebelajaran yang lain. Demikian halnya dengan strategi

pembelajaran kooperatif. Ada sejumlah keunggulan yang dimilikinya.18

Keunggulan yang dimiliki dari strategi pembelajaran kooperatif adalah :

a) Siswa berkelompok sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik

dalam suasana menyenangkan.

b) Optimalisasi partisipasi siswa.

c) Adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk berbagi

dengan pasangan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan

mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan

meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

17

Muslimin Ibrahim, 2003, Pembelajaran Kooperatif, Hal. 56. 18

Syaiful Bahri Djamarah, 2010, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Hal.366

17

d) Adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk berbagi

dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.

e) Meningkatkan penerimaan.

f) Meningkatkan hubungan positif.

g) Motivasi instrinsik makin besar

h) Percaya yang tinggi

i) Perilaku dalam tugas lebih.

j) Sikap yang baik terhadap guru dan sekolah

k) Siswa bertanggung jawab dengan belajarnya

l) Siswa mengartikanapa yang guru bicarakanKepada apa yang

dikatakan siswauntuk PR mereka.

m) Siswa meningkat dalam kolaborasi kognitif, mereka mengorganisasi

pikirannya untuk dijelaskan ide pada teman-temanku sekelas mereka.

Sedangkan menurut (Slavin, 1995:17) pembelajaran kooperatif tipe

STAD mempunyai beberapa keunggulan diantaranya sebagai berikut :

1. Siswa bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi

norma-norma kelompok.

2. Siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil

bersama.

3. Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan

keberhasilan kelompok.

4. Interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka

dalam berpendapat.

18

4. Penilaian Hasil Belajar STAD

Poin kemajuan. Para siswa mengumpulkan poin untuk tim mereka

berdasarkan tingkat di mana skor kuis mereka (persentasi yang benar)

melampaui skor awal mereka19

Tabel 2.2 Prosedur penskoran pada STAD

Langkah Perilaku Guru Skala Skor

Perkembangan

langkah 1

Menetapkan

Skor dasar

Langkah 2

Menghitung skor

Kuis terkini

Langkah 3

Menghitung skor

Perkembangan

Setiap siswa diberikan

skor berdasarkan skor-

skor kuis yang lalu

Siswa memperoleh poin

untuk kuis yang berkaitan

dengan pelajaran terkini

Siswa mendapat poin

perkembangan yang

besarnya ditentukan apa

kah skor kuis terkini

mereka menyamai atau

melampaui skor dasar

mereka dengan

menggunakan skala yang

diberikan

Lebih dari 10 poin di

bawah skor dasar adalah

0 poin

10 poin di bawah sampai

1 poin di bawah skor

dasar adalah 10 poin

Skor dasar sampai 10

poin di atas skor dasar

adalah 20 poin

Lebih dari 10 poin diatas

skor skor dasar adalah

30 poin

Pekerjaan sempurna

(tanpa memperhatikan0

adalah 30 poin

(Sumber : Muslimin Ibrahim, 2000 : 57)

Suatu tugas penelitian dan evaluasi yang terakhir dalam pembelajaran

kooperatif adalah pengakuan terhadap upaya dan hasil belajar siswa.

Pengakuan ini berupa lembar rangkuman kerja tim yang ditempel pada

pengumuman mingguan.20

19

Robert Slavin, 2005, Kooperatif Learning, Hal. 159 20

Muslimin Ibrahim, 2003, Pembelajaran Kooperatif, Hal.60

19

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Setting (waktu dan Tempat) Penelitian

Setting dalam penelitian ini meliputi: Tempat penelitian, Waktu

penelitian, dan Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu sebagai

berikut:

1. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Harus, Jalan Tepian

Sungai Tabalong Desa Harus Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten

Hulu Sungai Utara, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),

sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas V MIN Harus tahun

Pelajaran 2013/2014 sebanyak 15 orang yang terdiri dari: 7 orang laki-

laki dan 8 orang perempuan serta guru IPS 1 orang.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester Genap Tahun Pelajaran

2013/2014 yaitu di bulan Pebruari sampai Maret. Penentuan waktu ini

mengacu pada kalender akademik sekolah, karena penelitian ini

memerlukan 2 siklus yang terdiri dari 2 kali pertemuan, satu kali

pertemuan sama dengan 3 jam pelajaran atau 35 x 3 jam pelajaran = 105

menit.

19

20

B. Siklus PTK

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus yaitu

tanggal 13 dan 20 Maret 2014, untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa

dalam mengikuti mata pelajaran IPS melalui model pembelajaran Tipe

STAD.

C. Subjek dan Objek Penelitian

Pada penelitian tindakan kelas ini yang menjadi Subjek penelitian

adalah siswa kelas V MIN Harus tahun Pelajaran 2013/2014 sebanyak 15

orang dan 1 orang guru IPS.

Objek penelitian adalah Peningkatan hasil belajar siswa melalui

model pembelajaran STAD.

D. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data

kuantitatif berupa data diakhir siklus. Sedangkan data kualitatif berupa data

mengenai aktivitas siswa yang diambil dari lembar observasi aktivitas siswa.

sumber data dari penelitian ini diperoleh dari guru kelas V, siswa dan

teman sejawat.

E. Teknik dan Alat Pengumpul Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian

ini adalah sebagai berikut :

21

1. Lembar Observasi

Lembar observasi digunakan untuk memperoleh data mengenai aktivitas

siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dan

dilaksanakan oleh pengamat atau observer.

2. Dokumentasi

Dokomentasi ini berupa nilai ulangan harian siswa yang diperoleh dari

mata pelajaran IPS pada kelas V MIN Harus.

3. Tes

Tes dilaksanakan dengan cara memberikan ulangan sebagai bentuk

evaluasi disetiap akhir siklus.

F. IndikatorKinerja

Indikatorkeberhasilan yang disajikandalampenelitianadalah:

1. Indikator kuantitatif:

a) 75% siswa kategori tuntas ( KKM yang ditentukan 7.00)

b) 75% siswa memperoleh skor perkembangan dari skor dasar sebesar

30 poin.

2. Indikator kualitatif

Indikator keberhasilan kegiatan pembelajaran guru yang akan diukur

adalah seluruh tahapan mengajar yang dilaksanakan oleh guru seperti

yang tertuang dalam format penilaian berikut ini:

22

Tabel 3.1 Indikator Keberhasilan Kegiatan Pembelajaran Guru.

Skor Kualifikasi Keterangan

5 Sangat baik Seluruh tahapan mengajar dilaksanakan

4 Baik Sebagian besar tahapan mengajajar

dilaksanakan

3 Cukup baik Tahapan mengajar dilaksanakan tapi

belum sempurna

2 Kurang baik Tahapan mengajajar sebagian kecil

dilaksanakan

1 Tidak baik Seluruh tahapan mengajar tidak

dilaksanakan

Indikator keberhasilan aktivitas belajar siswa dalam kegiatan

belajar siswa selama pelaksanaan pembelajaran STAD di kelas V secara

berkelompokdikualifikasikan sebagai berikut:

Tabel 3. 2 Indikator Keberhasilan Kegiatan Pembelajaran Guru

Skor Kualifikasi Keterangan

5 Sangat baik Seluruh anggota kelompok atau siswa

berpartisipasi menyelesaikan tugas

4 Baik Sebagian besar siswa berpartisipasi dalam

menyelesaikan tugas

3 Cukup baik Hanya beberapa anggota siswa saja yang

berpartisipasi dalam menyelesaikan tugas

2 Kurang baik Sebagian kecil anggota siswa saja yang

berpartisipasi dalam menyelesaikan tugas

1 Tidak baik Seluruh anggota kelompok tidak

berpartisipasi dalam menyelesaikan tugas

23

G. TeknikAnalisis Data

Analisis data kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang

diperoleh melalui observasi. Data itu adalah aktivitas siswa dalam

pembelajaran dan aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Analisis

hasil tes melalui dua tahap:

1. TeknikPenilaian

Teknik ini diawali dengan kegiatan penskoran terhadap jumlah jawaban

penskoran. Skor dianalisis untuk mengetahui kemampuan siswa menguasai

materi pelajaran dengan rumus Usman dan Setiawati. (2009:7).

N= Skor Perolehan X 100

Skor Maksimal

2. TeknikPersentasi

Teknik ini digunakan untuk mengetahui persentasi ketuntasan belajar

kelompok dengan menggunakan rumus Usman dan Setiawati (2009:7)

sebagai berikut:

Persentasi = Jumlah Siswa Tuntas Secara Perorangan

Jumlah Siswa Keseluruhan

Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, paparan

data, dan penyimpulan. Reduksi data adalah proses penyeluruhan yang

dilakukan melalui seleksi pemfokusan, dan pengabstraksian data mentah

menjadi informasi yang bermakna. Paparan data adalah proses penampilan

data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif, refresentasi tabular

24

termasuk dalam format matriks, refresentasi grafis dan sebagainya. Sementara

penyimpulan adalah proses pengambilan inti sari dari sajian data yang telah

terorganisir tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan atau formula yang

singkat dan padat tetapi mengandung pengertian yang luas.

Sebelum data dianalisis harus dilakukan terlebih dahulu pengolahan

data yang meliputi: data hasil belajar siswa sebelum ada perlakuan dan

sesudah ada perlakuan.

Sesuai dengan data yang diperoleh maka analisis yang dilakukan untuk

penelitian tindakan kelas ini adalah analisis deskriptif. Analisis deskriptif ini

dinyatakan dengan membuat tabel frekuensi dan tabel silang kemudian

diinterpretasikan berdasarkan teori yang ada.

H. Prosedur Penelitian

Dalam tahap penelitian ini ada beberapa prosedur yang dilakukan,

yaitu :

1. Tahap Pendahuluan

a) Membuat proposal penelitian.

b) Berkonsultasi dengan Bapak Pembimbingan akademik untuk

dikoreksi.

c) Mengajukan proposal penelitian.

2. Tahap Persiapan

a) Seminar proposal skiripsi.

b) Memohon surat perintah riset.

25

c) Mempersipkan penelitian tindakan :

1) Menyusun jadwal pelaksanaan pembelajaran

2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

3) Menyiapkan lembar observasi atau pengamatan untuk mengetahui

aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan

alat peraga.

4) Membuat alat bantu mengajar

5) Mendesain alat evaluasi untuk mengukur perkembangan kognitif

siswa dalam memahamidan menguasai materi pendudukan

Jepang Indonesia.

3. Tahap Pelakasanaan

a) Realisasi pelaksanaan tindakan ini merupakan kegiatan pokok dalam

siklus penelitian tindakan kelas. Tindakan yang diberikan adalah

menerapkan pelajaran dengan metode STAD.

b) Observasi Pengamatan tentang kegiatan belajar mengajar, aktivitas

guru, aktivitas dalam pembelajaran, dan aktivitas siswa dalam

kelompok menggunakan lembar observasi yang telah dibuat serta

melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan.

c) Hasil observasi dan evaluasi dianalisi kembali untuk mengetahui

sejauh mana peningkatan pemahaman siswa serta ketercapaian

d) Refleksi dilakukan untuk merivisi perencanaan yang telah

dilaksanakan pada fase tindakan dan observasi dalam kelas. Sebelum

revisi, dilakukan analisis, penafsiran dan penyimpulan hasil

26

penelitian. Revisi perencanaan dilaksanakan pada siklus selanjutnya

apabila diperlukan.

Tujuan yang diinginkan, selain itu juga dapat digunakan oleh guru

untuk mengevalusi sejauh mana kemampuan dirinya dalam mengajar dan

mengelola kelas, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan

proses pembelajaran dalam melaksanakan siklus selanjutnya.

4. Tahap Penyusunan Laporan

Pada tahap ini dilakuakan penyusunan hasil penelitian yang ditulis dalam

bentuk skripsi, selanjutnya dibawa ke sidang munaqasah untuk diuji dan

dipertahankan

27

JADWAL PENELITIAN PTK 12013/2014

No Kegiatan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli

1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Pembuatan

Proposal

2

Pembuatan

Instrumen

Pengumpulan

Data

3 Perencanaan

Tindakan

4 Pelaksanaan

Tindakan

5

Observasi

Pengumpulan

Data

6 Refleksi

7 Konsultasi

8 Penyusunan

Laporan

9 Ujian

Munaqasah

28

BAB IV

LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Letak Geografis MIN Harus

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Harus Terletak di Jalan

Tepian Sungai Tabalong desa Harus Kecamatan Amuntai Tengah

Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Madrasah ini berada kurang lebih 5 Kilo Meter dari Ibu Kota

Kecamatan dan kurang lebih 6 Kilo Meter dari ibu kota kabupaten.

2. Identitas MIN Harus

Nama Sekolah/Madrasah : Min Harus

Status : Negeri

NPSN : 60723021

Alamat : Jln. Tepian Sei Tabalong

Desa : Harus

Kecamatan : Amuntai Tengah

Kabupaten : Hulu Sungai Utara

Provinsi : Kalimantan Selatan

Kode POS : 174518

28

29

3. Sejarah Singkat MIN Harus

Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Harus di awali dari

pengajian-pengajian dengan meminjam rumah penduduk, yang

kemudian dalam perkembangannya menjadi sebuah instansi/ lembaga

pendidikan yang bernama Madrasah Ibtidaiyah Sullamul Ulum yang

didirikan pada tahun 1955 atas prakarsa tokoh-tokoh masyarakat sekitar

desa Harus. Ruangbelajar yang digunakanada 6 ruangkelas yang

dananyabersumberdariswadayamasyarakat.

Padatahun 1994 Madrasah IbtidaiyahSullamulUlum diakreditasi

olehKanwilKemenagProvinsi Kalimantan Selatan dengan status

terdaftarberdasarkan SK KanwilKemenag Prov. Kal-Seldengannomor:

M.0-9/6-b/PP.03.2/185/94 tanggal 15 Januari 1994.

4. Visi, Misi dan Tujuan MIN Harus :

Terciptanya insan yang beriman dan bertakwa menguasai IPTEK, sehat

jasmani dan rohani serta mampu bermasyarakat.

M i s i :

a) Meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar

b) Meningkatkan pelayanan bimbingan/pembinaan pendidikan

c) Meningkatkan sarana prasarana serta fasilitas madrasah

d) Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler

e) Menanamkan sifat dan kepribadian muslim yang beriman serta

berakhlak yang mulia

f) Meningkatkan disiplin kerja

30

g) Memelihara lingkungan madrasah atas dasar nilai-nilai keislaman

serta rasa cinta dengan madrasah.

Tujuan :

Mengembangkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah

SWT. Berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan

dasar, mampu bersaing dengan sekolah/madrasah lain serta dapat

diterima pada sekolah lanjutan yang bermutu.

5. Keadaan Guru dan Tenaga Administrasi MIN Harus

Jumlah guru dan karyawan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Harus tahun

pelajaran 2013/2014 sebanyak 17 orang termasuk kepala madrasah dan

tata usaha.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel berikut di bawah ini :

Tabel 4.1 Keadaan Guru Dan Tenaga Administrasi MIN Harus

NO NAMA / N I P Gol/Ruang PENDIDIKAN

TERAKHIR/THN

JABATAN

GT / GTT.

1 2 3 4 5

1

Hj. Khairati, S.Pd.I

19671126 1989112 001

Pembina /IV

a S. 2 / 2011

Kepala

(GT)

2 H. Syahrudin S.Pd.I.

19650130 2003121 002 Penata Muda

III b

S.1 / 2008 GT

3 Rusmilawati S.Pd.I

19790725 2005012 008

Penata Muda

III b S.1 / 2007 GT

4

Hamdanah S.Pd.I

19810818 2005012 007

Penata Muda

III b S.1 / 2007 GT

5

Mujikaryanti S.Pd.I

19830405 2005012 004

Penata Muda

III b S.1 / 2008 GT

6

Dra.Masyitah

19660512 2006042 017

Penata Muda

TK I/III c S. 1 / 1993 GT

31

7

Norliyani S.Pd.I.

19810506 2007102 005 Penata Muda

III b S. 1 / 2004 GT

8

Sahruni, S.Pd.I

19781015 2007101 001 Penata Muda

III b S. 1 / 2004 GT

9

Mahrani

19851201 2009101 002

MAN 2004 TU

10 Ahmad Shubairi,S.Pd.I - S.1 / 2012 GTT

11 A. Rabbani, S.Pd.I - S.1 / 2005 GTT

12 Habibah, S.Pd.I - S.1 / 2013 GTT

13 Mazidah, S.Pd.I - S.1 / 2013 GTT

14 Rahmadani, S.Pd.I - S1/ 2012 GTT

15 Anwar Hadi - MAN/ 2009 GTT

16 Rahmadani, S.Pd.I - S.1 / 2013 GTT

17 Kurniawan - MAN/ 2004 PTT

6. Keadaan siswa MIN Harus

Jumlah siswa MIN Harus tahun pelajaran 2013 /2014 berjumlah

105 orang jumlah tersebut tersebar di enam kelas,masing masing satu

rombongan belajar.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini :

Tabel 4.2 Kedaan Siswa MIN Harus Tahun

Pelajaran 2013-2014.

NO KELAS LK PR JLH

1 2 3 4 5

1 I 5 9 14

2 II 8 10 18

3 III 9 9 17

4 IV 9 11 20

5 V 7 8 15

6 VI 9 11 20

Jumlah 47 58 105

32

7. Keadaan Sarana dan Prasarana MIN Harus

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Harus memiliki sarana dan prasarana

yang memadai untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar

seperti bermacam macam bangunan untuk lebih jelasnya dapat dilihat

tabel berikut ini :

Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Madrasah

Ibtidaiyah Negeri Harus diantaranya adalah :

Tabel 4.3Sarana Dan Prasarana MIN Harus Tahun 2014

No Ruang Bangunan Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

Ruang Kelas

Ruang Kepala Madrasah/Tata Usaha

Ruang Guru

Ruang Perpustakaan

Ruang UKS

Ruang Moshalla

Ruang Koperasi

WC

6 Lokal

1 buah

1 buah

1 buah

1 buah

1 buah

1 buah

5 buah

Jumlah 17 buah

Selain ruang bangunan yang dimiliki Madrasah Ibtidaiyah Negeri

Harus terdapat pula lapangan olah raga yang digunakan untuk upacara

bendera dan olah raga serta media pembelajaran lain yang juga sangat

menunjang terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan

bagi siswa.

B. Deskripsi Setting Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di MIN Harus Kecamatan

Amuntai Tengah. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah

15dan 1orang guru IPS, adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah

33

masih belum maksimalnya hasil pembelajaran yang dicapai oleh siswa dalam

pembelajaran mata pelajaran IPS,serta rendahnya aktivitas siswa dalam

proses pembelajarannya.Tindakan kelas yang akan dilaksanakan dalam

penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran IPS di

kelas V dilakukan dengan cara pengamatan sebagai berikut :

1. Pengamatan langsung yang dilakukan oleh guru terhadap kegiatan

pembelajaran kooperatif tipe STAD,selaku peneliti.

2. Pengamatan partisipasi yang dilakukan guru dan teman sejawat untuk

mengamati kegiatan pembelajaran dari siklus pertama sampai terakhir

sesuai tahapan-tahapan proses belajar mengajar di kelas.

1. Siklus I

Satu kali Pertemuan ( 3 x 35 menit )

a. Perencanaan

Pada pertemuan siklus pertama ini dipersiapkan perangkat

pembelajaran sebagai berikut:

a) Menyusun RPP, Mata Pelajaran IPS dengan Kompetensi dasar

Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa

penjajahan Belanda dan Jepang.

Tujuan Pembelajaran:

a) Menjelaskan Kronologis kedatangan Jepang di Indonesia.

b) Menjelaskan perjuangan para pahlawan melawan pasukan

Jepang di Indonesia.

34

c) Menyebutkan nama nama pahlawan yang berjuang melawan

pasukan Jepang.

b) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS).

c) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam

penguasaan materi.

d) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan

pembelajaran dalam proses PBM

b. Pelaksanaan

1) Kegiatan Awal ( 15 menit )

a) Mengucapkan salam,melakukan absensi,berdoa bersama.

b) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di kembangkan

c) Menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan

tulis.

d) Appersepsi.

e) Motivasi

2) Kegiatan Inti (75 menit )

a) Mengorganisasikan siswa dalam kelompok secara hetrogen

yang tiap kelompok terdiri 5 orang.

b) Memberi siswa lembar kerja berupa LKS untuk didiskusikan

bersama dan setiap kelompok mendapat tugas yang berbeda.

c) Masing-masing kelompok membahas materi berupa lembar

kegiatan untuk dijawab secara kooperatif.

35

d) Setelah selesai berdiskusi juru bicara kelompok

menyampaikan hasil kerja kelompok dari hasil diskusi.dan

kelompok lain mendengarkan dan memperhatikan.

e) Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan pelajaran.

3) Kegiatan akhir (15) menit

a) Melakukan tes kepada siswa.

b) Memberikan kuis untuk di jawab perindividu.

c) Memberi penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor

tertinggi.

d) Memberikan PR

e) Guru menutup pelajaran

c. Pengamatan

1) Pengamatan atau Observasi Kegiatan Pembelajaran

Hasil pengamatan atau observasi dari teman sejawat dalam

proses belajar mengajar 3 x 35 menit,dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel 4.5 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus I

No Indiktor/Aspek yang diamati

SKOR NILAI

PERTEMUAN

I

I Pra pembelajaran

1 Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 4

2 Memeriksa kesiapan siswa 4

3 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan

dikembangkan

4

4 Menjelaskan model pembelajaran yang akan

diterapkan

4

36

5 Menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di

papan tulis

4

6 Apersepsi 4

7 Motivasi 4

II Kegiatan inti pembelajaran

7 Mengorganisasikan siswa dalam kelompok diskusi 4

8 Menampilkan materi pembelajaran melalui LCD 4

9 Menugaskan siswa untuk mengerjakan tugas yang ada

pada lembar kerja

4

10 Membimbing siswa dalam diskusi 3

11 Membimbing siswa mempreesentasikan hasil diskusi

kelompok

3

12 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi

atau tujuan yang ingin dicapai

4

13 Melakukan bimbingan terhadap siswa yang

bermasalah

3

14 Menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang

efektif

3

15 Melaksanakan pembelajaran secara runtut 3

16 Menunjukkan penguasaan materi pelajaran 4

17 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang

relevan

3

18 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan 3

19 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi

waktu

4

20 Menggunakan media 3

21 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam

pembelajaran

3

22 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa 4

23 Menumbuhkan keceriaan dan antusiame siswa dalam

belajar

3

24 Menggunakan bahasa lisan dan tertulis secara jelas,

baik dan benar

4

25 Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa 3

37

III KegiatanAkhir

26 Melakukan penilaian terhadap hasil jawaban kuis anak 4

27 Menyampaikan hasil penilaian (tes) kepada siswa 4

27 Memberikan penghargaan sesuai hasil belajar siswa

baik secara kelompok maupun individu

4

29 Memberikan PR sebagai bahan remedial/pengayaan 4

30 Menutup pelajaran 4

Jumlah 105

Rataan 3,5

Berdasarkan data hasil observasi tersebut di atas dapat

dipresentasikan sebagai berikut;

Prosentasikan

30 100 =

105

30 100% = 3.5

Dari persentasi di atas dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan

belajar mengajar yang dilakukan guru baik sesuai dengan apa yang

direncanakan sebelumnya,walaupun ada beberapa aspek yang belum

optimal dilaksanakan,seperti membimbing siswa dalam

diskusi,membimbing siswa yang bermasalah,penguasaan materi lain yang

masih kurangdan pelaksanaan pembelajaran tidak runtut.Penggunaan

media belum optimal,membuat rangkuman bersama .

2) Observasi Aktivitas Siswa dalam kegiatan Belajar Mengajar

Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan

pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dilihat pada tabel berikut ini:

38

Tabel 4.6 Observasi Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar Mengajar Siklus I

Ket.skor 5-sangat baik, 4-baik,3-Cukup baik,2-kurang baik,1-tidak baik

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah perolehan

nilai pada keaktifan siswa adalah 48 point dengan rata-rata perolehan 3,20

dengan kategore nilai cukup baik,perolehan nilai kerjasama 51 dengan rata-

rata 3,40 kategori nilai cukup baik,perolehan nilai bertanya siswa 41 dengan

rata-rata 2,40 kategori kurang baik,dan perolehan nilai menjawab siswa 34

dengan rata-rata 2.26 dengan kategori kurang baik.

3) Tes Hasil Belajar Siswa

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menyerap materi

pelajaran setelah berlangsungnya PBM dilakukan tes penguasaan materi

No. NAMA SISWA

ASPEK YANG DI NILAI

Keaktifan Kerjasama Bertanya Menjawab

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

Annisa Hafizah

Anshari

Hafizah

Helmina

Hendri Wahyudi

Humaidi

Ilhami

Jumaidi

Marni

M.Diva Maulana

Muhammad Zaini

Nita Hafizah

Nurul

Nurul Hafizah

Wafiq azizah

4

2

3

4

4

3

2

3

4

5

3

4

4

3

4

3

2

2

4

3

3

3

3

4

5

5

3

4

4

3

3

1

2

2

3

2

1

2

3

4

3

3

2

2

3

3

1

2

3

2

3

1

2

3

2

3

3

2

2

2

TOTAL SKOR 48 51 36 34

RATA-RATA 3.20 3.40 2,40 2,26

39

dengan bentuk soal pilihan ganda sebanyak 10 soal.Ketercapaian

penguasaan materi dengan dan ketuntasan materi dapat dilihat pada tabel 4.6

Tabel 4.7 Tes Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I

No Nilai Frekuensi Jumlah Nilai Keterangan

1 100 1 100 tuntas

2 90 1 90 tuntas

3 80 3 240 tuntas

4 70 2 140 tuntas

5 60 6 360 Tidak tuntas

6 50 2 100 Tidak Tuntas

Jumlah 15 1.030

Rataan 6,86

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata- rata nilai hasil tes

formatif siswa adalah 6,86 Hal ini berarti berada masih di bawah

persyaratan ketuntasan belajar yang ditetapkan untuk mata pelajaran IPS,

tingkat sekolah dasar yang rata-rata 7,00.Oleh karena itu perlu kembali

dilakukan lanjutanuntuk tindakan kelas siklus kedua.

Tabel 4.8 Tabel Perkembangan Siklus I

No Nama Siswa Nilai Skor

Perkembangan Sebelumnya Siklus I

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Annisa Hafizah

Anshari

Hafizah

Helmina

Hendri Wahyudi

Humaidi

Ilhami

Jumaidi

Marni

M.Diva Maulana

Muhammad Zaini

80

60

50

60

50

50

50

60

60

80

90

60

60

80

60

60

50

60

80

100

20

10

20

30

20

20

10

10

30

30

40

11

12

13

14

15

Nita Hafizah

Nurul

Nurul Hafizah

Wafiq azizah

70

60

50

60

50

80

60

50

60

50

20

10

10

10

10

Dari data di atas dapat dibuat presentasi skor perkembangan siswa sebagai

berikut :

Tabel 4.9 Penjabaran Skor yang Diperoleh Siswa

No Skor Perkembangan Frekueensi Presentasi

1. 30 3 20%

2. 20 5 26,66%

3 10 7 53,34%

Jumlah 15 100 %

Berdasarkan tabel 4.9 di atas dapat diketahui bahwa siswa yang

memperoleh skor perkembangan 30 poin ke atas sebanyak 3 orang (20%),

kemudian sebanyak 4 orang (27%) memperoleh skor perkembangan 20 poin, dan

sebanyak 8 orang (53%) memperoleh skor perkembangan 10 poin.

d) Refleksi Tindakan Kelas I

Berdasakan hasil observasi kegiatan pembelajaran,observasi

aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar, dan tes hasil belajar

pertemuan pada siklus satu, maka dapat direfleksikan hal-hal sebagai

berikut:

1) Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran

kooperatiftipe STAD, belum mencapai hasil yang maksimal.

41

2) Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan

pembelajaran kooperatif tipe STAD cukup mendukung dan

aktif,keadaan ini dapat dilihat pada :

- Hasil tes siswa pada pertemuan siklus ini yaitu rata-rata nilai 6,86

- Berdasarkan temuan tersebut,maka pembelajaran dengan

menggunakan model kooperatif tipe STAD,masih belum berhasil

dan akan dilanjutkan pada tindakan siklus II.

2. Siklus II

Satu kali pertemuan ( 3 x 35 menit )

a. Perencanaan

Pada pertemuaan siklus ke dua ini dipersiapkan perangkat

pembelajaran sebagai berikut:

1) Menyusun RPP,Mata Pelajaran IPS dengan kompetensi

Pada pertemuan siklus pertama ini dipersiapkan perangkat

pembelajaran sebagai berikut:

a) Menyusun RPP, Mata Pelajaran IPS dengan Kompetensi dasar

Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa

penjajahan Belanda dan Jepang.

Tujuan Pembelajaran:

- Menjelaskan nama-nama organisasi bentukan Jepang

yang ada di Indonesia

- Menjelaskan perjuangan para pahlawan melawan

pasukan Jepang di Indonesia.

42

2) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS).

3) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam

penguasaan materi.

4) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan

pembelajaran dalam PBM.

b. Pelaksanaan

1) Kegiatan Awal (15 menit )

a) Mengucapkan salam,melakukan absensi,berdoa bersama.

b) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di kembangkan.

c) Menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan

tulis.

d) Appersepsi

e) Motivasi

2) Kegiatan Inti ( 75 menit )

a) Mengorganisasikan siswa dalam kelompok secara hetrogen

yang tiap kelompok terdiri 5 orang.

b) Memberi siswa lembar kerja berupa untuk didiskusikan

bersama dan setiap kelompok mendapat tugas yang berbeda.

c) Masing-masing kelompok membahas materi berupa lembar

kegiatan untuk dijawab secara kooperatif.

d) Setelah selesai berdiskusi juru bicara kelompok menyampaikan

hasil jawaban kuis dari hasil diskusi. Dan kelompok lain

mendengarkan dan memperhatikan.

43

e) Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan pelajaran.

3) Kegiatan akhir (15) menit

a) Melakukan tes kepada siswa

b) Memberikan kuis untuk di jawab perindividu

c) Memberi penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor

tertinggi.

d) Memberikan PR sebagai bagian dari remidial/ pengayaan.

e) Guru menutup pelajaran

c. Pengamatan

1) Observasi Kegiatan Pembelajaran

Hasil pengamatan atau observasi dari teman sejawat dalam

proses belajar mengajar 3 x 35 menit,dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel 4.10 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus II

No Indiktor/Aspek yang diamati

SKOR NILAI

PERTEMUAN

I

I Pra pembelajaran

1 Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 4

2 Memeriksa kesiapan siswa 4

3 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan

dikembangkan

4

4 Menjelaskan model pembelajaran yang akan

diterapkan

4

5 Menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di

papan tulis

4

6 Apersepsi 4

7 Motivasi 4

II Kegiatan inti pembelajaran

7 Mengorganisasikan siswa dalam kelompok diskusi 4

8 Menampilkan materi pembelajaran melalui LCD 4

44

9 Menugaskan siswa untuk LKS yang ada pada lembar

kerja

4

10 Membimbing siswa dalam diskusi 4

11 Membimbing siswa mempresentasikan hasil diskusi

kelompok

4

12 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan

kompetensi atau tujuan yang ingin dicapai

4

13 Melakukan bimbingan terhadap siswa yang

bermasalah

4

14 Menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang

efektif

4

15 Melaksanakan pembelajaran secara runtut 4

16 Menunjukkan penguasaan materi pelajaran 4

17 Mendemontrasikan materi dengan pengetahuan lain

yang relevan

3

18 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan 4

19 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi

waktu

4

20 Menggunakan media 4

21 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam

pembelajaran

3

22 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa 4

23 Menumbuhkan keceriaan dan antusiame siswa dalam

belajar

4

24 Menggunakan bahasa lisan dan tertulis secara jelas,

baik dan benar

4

25 Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa 3

III Kegiatan Akhir

26 Melakukan penilaian terhadap hasil jawaban kuis anak 4

27 Menyampaikan hasil penilaian (tes) kepada siswa 4

27 Memberikan penghargaan sesuai hasil belajar siswa

baik secara kelompok maupun individu

4

29 Memberikan PR 4

30 Menutup pelajaran 4

Jumlah 117

Rataan 3,9

Ket.skor 5-sangat baik, 4-baik,3-Cukup baik,2-kurang baik,1-tidak baik

Berdasarkan data hasil observasi tersebut di atas dapatdipresentasikan

sebagai berikut;

N=

30 100 =

117

30 100% = 3,9

45

Dari persentase di atas dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan belajar

mengajar yang dilakukan guru termasuk kategore baik sesuai dengan apa

yang direncanakan sebelumnya, walaupun ada beberapa aspek yang belum

dapat dilaksanakan,seperti alokasi waktu yang kurang tepat, penguasaan materi

lain yang kurang relevan dan pelaksanaan pembelajaran tidak berurutan.

2) Observasi Aktivitas Siswa dalam kegiatan Belajar Mengajar

Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan

pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.11Observasi Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar Mengajar Siklus II

Ket.skor 5-sangat baik, 4-baik,3-Cukup baik,2-kurang baik,1-tidak baik

No. NAMA SISWA ASPEK YANG DI NILAI

Keaktifan Kerjasama Bertanya Menjawab

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

Annisa Hafizah

Anshari

Hafizah

Helmina

Hendri Wahyudi

Humaidi

Ilhami

Jumaidi

Marni

M.Diva Maulana

Muhammad Zaini

Nita Hafizah

Nurul

Nurul Hafizah

Wafiq azizah

3

3

4

5

4

3

3

4

4

5

4

4

4

3

4

5

3

3

4

4

4

3

3

4

5

5

3

4

4

3

3

1

3

3

3

3

1

3

3

4

3

3

3

2

3

4

2

3

4

3

4

2

3

4

5

4

3

3

3

3

TOTAL SKOR 59 57 41 49

RATA-RATA 3.93 3.80 2,73 3.26

46

Dari nilai presentasi di atas dapat disimpulkan bahwa aktivits siswa dalam

kegiatan belajar mengajar cukup aktif,kerjasama juga sudah baikhanya pada aspek

bertanya yang perlu ditingkatkan.kemampuan menjawab pertanyaan juga

meningkat.

3) Tes Hasil Belajar Siswa

Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.12 Tes Hasi Belajar Siswa Pada Siklus II

No Nilai Frekuensi Jumlah Nilai Keterangan

1 100 3 300 tuntas

2 90 4 270 tuntas

3 80 4 320 tuntas

4 70 2 140 tuntas

5 60 2 120 Tidak tuntas

6 50 - - -

Jumlah 15 1.150

Rataan 77

Untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa pada siklus 1 dan 2

dapatdilihat pada grafik I di bawah ini:

Grafik perbandingan frekuensi Hasil Belajar siklus I dan II

Grafik 4.1PerbandinganFrekuensiHasilBelajarSiklus I dan II

0

1

2

3

4

5

6

7

1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2

frekuensi 1

frekuensi II

47

Pada pertemuan siklus 1 hasil belajar siswa terdapat 1 orang siswa yang

mendapat nilai 50,6 orang siswa yang mendapat nilai 60 yang berarti belum

mencapai nilai KKM yang ditetapkan yaitu 70, sedangkan mendapat nilai 70

sebanyak 1 orang,nilai 80 sebanyak 3 orang, nilai 90 1 orang,dan nilai 100

sebanyak 1 orang. Kemudian pada pertemuan siklus 2,hasil belajar siswa

cenderung meningkat,namun masih 2 orang siswa yang belum mencapai KKM

yaitu 60,nilai hasil belajar 70 sebanyak 2 orang,nilai 80 sebanyak 4 orang,nilai 90

sebanyak sebanyak 4 orang, nilai 100 sebanyak 3 orang.Sedangkan untuk

mengetahui perbandingan presentasi ketuntasan hasil belajar siswa siklus 1 dan II

dapat dilihat pada grafik 2 berikut ini :

4.2 Grafik Hasil Belajar

Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa siswa yang

dikatagorekan tuntas pada siklus I sebanyak 6 orang (40%), yang belum tuntas

sebanyak 9 orang (60%) Sedangkan pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak

13 orang (86,66%) yang tidak tuntas 2 orang (13%) berarti hasil proses belajar

mengajar sudah meningkat.

6.4

6.6

6.8

7

7.2

7.4

7.6

7.8

skala I skala II

hasil belajar

hasil belajar

48

Tabel 4.13Perkembangan Siklus II

No Nama Siswa Nilai Skor

Perkembangan Sebelumnya Siklus II

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

Annisa Hafizah

Anshari

Hafizah

Helmina

Hendri Wahyudi

Humaidi

Ilhami

Jumaidi

Marni

M.Diva Maulana

Muhammad Zaini

Nita Hafizah

Nurul

Nurul Hafizah

Wafiq azizah

90

60

60

80

60

60

50

60

80

100

80

60

50

60

50

100

80

80

100

80

80

60

80

100

100

100

80

70

80

60

30

30

30

30

30

30

10

30

30

10

30

30

30

30

10

Dari data di atas dapat dibuat presentasi skorperkembangan siswa sebagai

berikut :

Tabel 4.14 Persentasi Skor Perkembangan Siswa Siklus II

No Skor Perkembangan Frekuensi Presentasi (%)

1. 30 12 80

2. 20 - -

3 10 3 20

Jumlah 15 100

Berdasarkan tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa siswa yang

memperoleh skor perkembangan 30 poin ke atas sebanyak 12 orang (80%),

kemudian sebanyak 3 orang 10 point (20%) ini berarti dengan pembelajaran

koperatif tipe STAD siswa mengalami skor perkembangan yang signifikan.

Untuk mengetahui perbandingan skor perkembangan siklus I dan II dapat

disajikan grafik dalam bentukgrafiksebagaiberikut:

49

4.3 Skor Perkembangan

Berdasarkan analisis data di atas skor perkembangansiswa pada siklus II

siswayang mendapatskorperkembangan 30 poin sebanyak 12 orang atau mencapai

80%, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD pada siklus II sudah mencapai poin skor perkembangan

yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 75% siswa memperoleh skor

perkembangan sebesar 30 poin dari skor dasar.

d. Refleksi

Setelah melihat hasil dari kegiatan belajar yang berupa hasil belajar

maupun proses belajar siswa dalam siklus II ini, ternyata baik kegiatan

pembelajaran guru yang hasilnyabaik, juga hasil belajar siswa dan skor

perkembangan siswa sudah memenuhi indikator yang ditetapkan sebelum

penelitian ini. Untuk itu penelitian ini berakhir sampai siklus II saja.

Untuk mengetahui tanggapan siswa dalam proses pembelajarn IPS

dengan menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe STAD, disebarkan

pertanyaan dalam bentuk angket kepada siswa dengan hasil sebagai berikut:

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

1 2 1 2 1 2

siklus 1

siklus 2

50

Tabel 4.15 Respon Siswa Terhadap Penurunan Pembelajaran Kooperatif Tipe

STAD

No Pertanyaan Frekuensi Persentasi

Ya Tidak Ya Tidak

1 Apakah anda pernah mendengar model

pembelajaran kooperatiftipe STAD

sebelumnya?

12 3 80% 20%

2 Apakah anda merasa senang belajar

dengan model pembelajaran

kooperatiftipe STAD?

15 - 100% 0%

3 Apakah pembelajaran dengan model

kooperatiftipe STAD meningkatkan

motivasi anda dalam

mempelajarimateri Pendudukan

Jepang di Indonesia

14 1 93,33% 6,66%

4 Apakah anda dapat berkomunikasi

dengan baik selama kegiatan dalam

kelompok? 15 - 100% 0%

5 Apakah anda merasa bertanggung

jawab terhadap keberhasilan

kelompok?

15 - 100% 0%

6 Dengan adanya pembelajarank

ooperatiftipe STAD, apakah anda

mempunyai keberanian dalam

mengeluarkan pendapat?

10 5 63.64% 36.336%

7 Apakah pembelajaran IPS dengan

model pembelajaran kooperatiftipe

STAD membuat anda merasa lebih

dihargai dalam mengeluarkan

pendapat?

11 4 73,33% 26,66%

8 Apakah anda merasa lebih mudah

dalam memahami pelajaran materi

peta buta dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatiftipe STAD?

13 2 86,66% 13,34%

Dari tanggapan siswa tersebut dapat diketahui bahwa sangat menyenangi

dan termotivasi untuk belajar lebih baik, sebab dalam pembelajaran

kooperatiftipe STAD ini siswa berperan lebih aktif, sangat baik melatih siswa

dalam berkomunikasi dalam kerja kelompok, menanamkan rasa tanggung jawab

51

terhadap keberhasilan kelompok, siswa merasa lebih dihargai dalam

mengeluarkan pendapatnya dan yang tidak kalah pentingnya juga yaitu siswa

lebih mudah dalam memahami pelajaran.

C. Pembahasan

1. Siklus I

Berdasarkan hasil tindakan pada siklus pertama, menunjukkan bahwa

skor rata-rata perolehan terhadap kinerja guru adalah: 3,5 ini berarti baru

dapat dikatakan kategori cukup baik, karena kegiatan belajar mengajar

sudah di desain dan dipersiapkan, namun masih ada kekurangan yang perlu

diperbaiki guna mencapai seperti hal yang diharapkan, antara lain seperti :

a. Keterampilan membimbing siswa dalam diskusi, dalam hal ini guru harus

benar-benar berperan sebagai motivator sehingga siswa merasa

termotivasi untuk mengungkapkan pendapat dan pikirannya dengan

sopan, lugas dan tegas.

b. Membimbing siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi, siswa dilatih

untuk berani tampil menyampaikan hasil kerja kelompok dengan

pemberiaan penghargaan atau reword.

c. Menggunakan metode dan strategi pembelajaran, guru hendaknya benar-

benar memahami karekteristik metode dan strategi pembelajaran yang

digunakan.

52

d. Menggunakan Media, penggunaan media yang tepat akan menumbuhkan

minat belajar siswa, oleh karena itu guru harus benar-benar selektif dan

terampil dalam penggunaan media.

e. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa, siswa diajak untuk

lebih cermat dan aktif membuat rangkuman.

Berdasarkan data tabel 4.5 dapat diketahui aktivitas siswa sebagai berikut :

Keaktifan 48 point dengan rata-rata 3.20 kategori cukup baik.

Kerjasama 51 poin dengan rata-rata 3.40 kategori cukup baik. Bertanya 36

poin dengan rata-rata 2.40 kategori kurang baik. Menjawab 34 poin dengan

rata-rata 2.26 kategori kurang baik.

Dari hasil data tersebut, bahwa keterampilan sosial siswa masih kurang,

dalam hal ini perlu adanya perbaikan, karena hal ini berpengaruh terhadap

hasil belajar siswa, terutama aspek kemampuan bertanya dan menjawab.

Berdasarkan data tabel 4.7 dapat diketahui siswa yang memperoleh

skor perkembangan 30 poin sebanyak 3 orang atau 20%, 20 poin sebanyak

5 orang atau 26.7 %, 10 poin sebanyak 7 orang atau 53.3 %.

Dari analisa data tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan model

pembelajaran kooperatf tipe STAD b